I Don’t Want A Scandal –Part 2

eun_hee

Tittle  : I Dont Want A Scandal

Author   : SONG MI (Haura – @hauraaafh)

Genre : Romance

Cast    : Lee Eun Hee (OC) – Bigbang – and other.

Disclaimer : Mianhae banget, soalnya di part ini lebih fokus sama Eun Hee dan pasangannya aja. Tunggu aja part selanjutnya ^^

 

“Hanya saja, aku sedikit menyukai karisma yang ada pada Jiyong oppa” ujarku.

“KYAAAAAAAAAAA!!~~~~~” betapa terkejutnya aku dengan respon Ahra yang kemudian langsung memelukku.

“Jiyong oppa pasti menyukaimu juga!” lanjutnya yang kupikir otaknya begitu tak waras.

“Ada apa denganku?” Kami berbalik menuju arah suara itu.

Mataku sukses membentuk bulatan sempurna. Kau tahu ? Jiyong oppa dibelakang kami !

“Eun Hee, Ahra” ujar Jiyong oppa lagi “Kalian membicarakanku ya?” tanyanya sambil memicingkan mata.

“Ah, ne oppa! Eun Hee bilang dia menyukai karisma yang ada pada diri oppa” Oh Shit! Rasanya aku ingin menjejalkan cabai hijau ke dalam mulut Ahra. Ya, wajahku merah padam pastinya.

“A.. jinjjayo, Eun Hee?” Kata Ji Yong oppa sambil menunjukkan senyumannya yang paling kubenci, karena senyuman itu yang membuatku jatuh cinta padanya !

Eh, jatuh cinta? Apa benar aku jatuh cinta? Ah sudahlah lupakan ! Aku benci mengakui kata itu.

Aku hanya bisa mengangguk.

“Aaa… seperti itukah? Aku sangat senang sekali, karena aku menjadi yakin bahwa cintaku tidak bertepuk sebelah tangan” ujar Jiyong oppa.

Kami berdua mengerutkan dahi.

“Jadi kau menyukai Eunhee juga oppa?” tanya Ahra yang sungguh membuatku sangat malu.

“Eumm….” Jiyong oppa tak menjawabnya, ia hanya tersenyum, dan lagi-lagi senyuman itu. Oh no!

Hey! Lihat itu! Ada ide bagus sepertinya.

“Seungri oppa!” teriak ku pada seseorang yang hendak menyebrang itu, aku yakin dia akan kemari.

Dan benar saja kan mereka mendekati kami. Seungri oppa kemari bersama Seunghyun oppa.

“Seungri !” Teriak Jiyong oppa memanggilnya.

“Annyeong,oppa” sapaku dan Ahra bersamaan.

“Eh, kalian” hanya itu yang keluar dari mulut Seunghyun oppa.

Kami berlima pun akhirnya makan siang bersama.

“Seungri oppa!” kataku. Langsung Seungri oppa menghadapku.

“Mwo?”

“Mengapa kau tak mencoba untuk mendekati Ahra?” sambarku.

Yak! Aku merasa kakiku diinjak, aku tahu Ahra menginjak kakiku. Dan Oh ! Lihat wajah Ahra merah padam, haha.

“Memangnya kenapa?” Sahut Seungri oppa bodoh. *Eh

“Anio. Bukankah Ahra cantik?” ujarku sambil mengedipkan sebelah mataku.

“Tentu saja Ahra cantik, adiknya Minjun hyung gituloh” kata Seungri sambil merangkul Ahra yang memang berada disampingnya. Ahra hanya bisa tersenyum, aku tahu dia sangat bahagia bercampur malu yang tiada tara.

“Eh, kalian berdua tahu tidak ?” kini Jiyong oppa membuka suara.

“Mwo-ya?” Seunghyun dan Seungri oppa serentak.

“Eun Hee mengakui bahwa ia menyukaiku loh..” kata Jiyong oppa begitu percaya diri.

Oh .. apa yang terjadi lagi, kupandang Ahra menahan tawanya. Yak! Kim Ahra !! Ini semua karenamu, awas saja kau.

“Whoa~ benarkah? Ya kau memang hebat !” komentar Seunghyun oppa dengan suara bassnya itu.

“Yak Hyung! Aku kalah?” kata Seungri nampak putus asa. Apa maksudnya kalah? Hm.

=================è

Aku beranjak keluar kamar mandi setelah mandi, aku berhenti di depan kalender. Whoa~ betapa mengejutkannya aku, ini  tepat 7 bulan aku menjadi trainee di YG Entertainment.

Oh ya, kau tahu mengapa apartementku sepi seperti ini? Akhirnya setelah satu bulan aku tinggal bersama Ahra, Minna, Gwi Boon dan Bu Yeong, aku dipindahkan sendirian dengan alasan mereka akan segera debut. Ya tinggal sendiri juga tak masalah, karena aku menghabiskan waktu untuk ke kampus dan berada di YG Building.

Kadang juga Ahra menginap disini, hanya untuk mendengarkanku bercerita atau aku yang mendengarkan ia berkeluh kesah dengan teman-temannya itu.

Ah! Aku hampir saja lupa kalau besok adalah tanggal 2, itu artinya tepat enam bulan aku menjalin hubungan dengan Jiyong oppa. Yakk!! Aku tak mau menceritakan kejadian itu, itu selalu sukses membuatku ingin menjerit malu. Tentu saja ini cinta pertamaku, umurku sekarang kan baru 19 tahun, hehe.

Aku masih mengenakan kemeja putih polos yang sungguh besar, kostum favoritku ketika tidur. Menyisakan paha indahku ini, baju ini memang membuatku dingin apalagi pintu menuju balkon yang kubuka.

Aku menyesap teh hangat ini, memberikan sensasi tersendiri bagiku. Namun ternyata suara bel memecah konsentrasiku, aku segera beranjak menuju pintu dan membukanya.

#Author’s POV

Ternyata Jiyong yang datang.

“Good morning baby…” sapanya sambil menutup wajah dengan sebuket lili putih ditangannya.

“Oppa….” sahut Eunhee riang.

Jiyong lalu melebarkan tangannya meminta pelukkan Eunhee, dan tak segan Eunhee pun memeluknya.

Tak selang beberapa waktu Eunhee melepaskan pelukannya.

“Oppa, ayo masuk” ujarnya.

Mereka pun masuk dan Eunhee menutup pintunya lagi.

“Oppa mau kopi hangat?” tanya Eunhee ketika mereka berdua sudah duduk dan Jiyong meletakan lili itu pada vas bunga disamping sofa.

“Tidak, tadi sudah ko” jawab Jiyong. Jiyong kemudian memeluk pinggang Eunhee erat dan menyandarkan kepalanya di pundak Eun Hee.

Jiyong menguap.

“Oppa pasti lelah, mengapa bukannya istirahat saja” kata EunHee sambil mengelus wajah JiYong. Semalam Jiyong pulang pukul 1, setelah menghadiri sebuah konser akbar.

Ekor mata Eunhee melirik ke arah Jiyong.

“Aih, oppa tidur ternyata” Eunhee langsung menyandarkan Jiyong di sofa, dan Eunhee hendak beranjak mengambil selimut untuk Jiyong, namun tangan itu malah makin erat.

“Oppa.. aku ambilkan selimut dulu ne?” kata Eunhee, namun hanya menggeleng dengan mata yang masih tertutup itu.

Akhirnya Eun Hee pun memilih bersandar di sofa dan balik memeluk Jiyong.

Mereka terlelap untuk sesaat.

Drrttt .. drrtt…

Salahsatu ponsel diantara mereka berdua bergetar. Eunhee dengan cepat menyadarinya, ia bangun.

“Oppa.. ponselmu bergetar..” kata Eunhee sambil menggoyang tubuh Jiyong.

Jiyong menggeliat sambil tangan kirinya sedikit mengusap mata, namun tangan kanannya tak lepas dari tubuh Eunhee.

Jiyong segera merogoh saku jaketnya untuk segera mendapati ponselnya.

“Yoboseyo..”

“Yak! Jiyong! Suruh Eunhee segera latihan!! Jangan mengajaknya pacaran terus! Kalau tidak kulaporkan YG Appa supaya kalian putus !!”

Tut.. tut.. tut..

“Nugu?” tanya Eunhee ketika Jiyong meletakkan kembali ponselnya.

Jiyong malah mencium pipi Eunhee, dan itu sukses membuatnya blushing.

“Kau tak bilang sekarang ada latihan” ujar Jiyong sambil memamerkan senyuman itu lagi.

“Ah! Iya oppa aku lupa !” ujar Eunhee sambil memanyunkan bibirnya.

“Ayo cepat ganti baju. Aku antar” ujar Jiyong lagi, dan Eun Hee pun segera beranjak.

~.`

 

Kini Eun Hee sedang beristirahat di taman dengan Min Jun, sedikit berbincang tentang dunia entertainment dan berbagi pengalaman.

Ditengah-tengah itu, Eun Hee mendapat sebuah pesan singkat dari Jiyong yang menanyakan kesediaannya untuk pergi makan.

“Oppa. Nanti aku pulang jam berapa?” tanya Eun Hee.

“Apa? kau mau pergi bersama Jiyong?” sergap Minjun. Eunhee hanya bisa menampakkan deretan gigi rapinya itu.

“Karena tadi pagi kau terlambat, kau pulang pukul 4” jawab Minjun.

“Okay” sahut Eun Hee sambil memberikan jempol kanannya.

Lalu ia pun segera mengetik untuk balasan terhadap Jiyong.

“Cepat. Latihan dimulai 5 menit lagi” kata Minjun yang segera beranjak dari tempat itu.

~.`

Eunhee sedang berjalan menyusuri koridor setelah selesai latihan sambil saling berkirim pesan kepada Jiyong yang memang hari ini tidak kesini karena acara semalam.

G-Dragon : Aku akan segera tiba disana

Lee –Eun Hee : tidak usah terburu-buru J

G-Dragon : tidak bisa.. aku merindukanmu..

Lee –Eun Hee : Oppa.. baru tadi pagi kan kita bertemu ..

G-Dragon : Yasudah, oppa telfon kamu ya..

Lee –Eun Hee : jangan ^^ oppa kan sedang menyetir.. J

 

“Lee Eun Hee..” sapa seseorang. Eun Hee menengadah.

“Seungri oppa..”

 

#Eunhee’s POV

Ada apa dengan Seungri oppa? Ia nampak tak seperti biasanya. Memang akhir-akhir ini dikabarkan dia sakit.

Namun tiba-tiba tangannya memegang kedua pergelanganku erat. Mendorongku hingga terpaku di dinding, ponselku jatuh.

“Aku sakit karena aku mencintaimu..”

Ia mendekatkan wajahnya kepadaku. Oh tidak! Jangan bilang ia ingin mengambil first kiss ku! Jujur saja, Jiyong oppa pun belum mengambilnya! Iya berjanji untuk menunggu di usia 20 tahunku.

Jarak itu semakin dekat, kupalingkan wajahku ke samping agar Seungri oppa tak mampu menggapaiku. Ia pun ikut memiringkan wajahnya ke arah, dan kali ini aku tak bisa berkutik. Ia terus memperkecil jarak.

“Eun hee..” suara lirih itu menyelamatkanku!

“Ahra..” aku berbinar menemukan sosok sahabatku yang telah menyelamatkan first kiss ku ini.

Namun apa yang terjadi? Matanya memerah dan  segera berlari meninggalkan tempat ini. Aku mengerti ! Dia salah faham.

“Ahra !! Ahra..!!” panggilku. Tak peduli dengan cuaca yang dingin di sore ini, aku tak memakai jaket atau pun yang sejenisnya.

“Eun Hee!” suara itu membuatku berbalik, Jiyong oppa. Aku cukup memandangnya sepersekian detik. Lalu kembali mengejar Ahra.

Ahra yang berada beberapa meter di depanku segera naik ke dalam bus yang langsung pergi saat itu juga.

Oh tidak.. aku tidak sempat menjelaskan semuanya pada Ahra. Aku terduduk lemas, lelah menyergapku, apalagi ini udara dingin. Butiran hangat itu lolos seketika tanpa kusadari, memang aku cengeng sekali lagi kuingatkan.

Aku terisak.

Sampai sesuatu hangat hinggap di tubuhku, aku tahu ini aroma Jiyong oppa yang serikali memabukkanku. Jaketnya sungguh hangat dan aku tahu ini pasti habis dipakai olehnya.

Sepasang tangan besar itu memaksaku untuk berdiri dan menghadapnya. Ia menyeka air mata di pipiku. Aku segera berhambur kepelukannya. Aku takut, bagaimana jika Ahra tak mau menemaniku lagi. Bagaimana jika Ahra membenciku selamanya ? Aku sangat sedih. Jiyong oppa balas memelukku.

“Ayok kita pulang. Nanti kita bercerita” Ujarnya sambil menggenggam tanganku dan beranjak menuju mobil.

~.`

Aku sudah di rumah, sudah mandi dan lengkap dengan kostum favoritku, tahu kan? Kemeja putih polos itu. Namun suasana menjadi renggang ketika aku selesai menceritakan semua yang terjadi padaku. Jiyong oppa tak memelukku seperti biasa, tak tersenyum pula. Hanya bersandar di sofa sambil memalingkan wajahnya.

“Oppa..” ujarku sambil menggenggam sebelah tangannya yang ia simpan di pahanya sendiri, ia tidak meresponku. Aku tahu! Ini bukan Jiyong oppa seperti biasanya.

“Oppa, sungguh. Tidak ada ciuman !” ujarku mencoba menjelaskannya lagi. Jiyong oppa masih tak merespon.

Kusandarkan tubuhku di sofa lalu memunggunginya. Kalian tahu? Aku paling pandai menangis dalam hening, hanya air mata yang kukeluarkan untuk mengutarakan apa yang ada di benakku.

Seketika kedua lengan itu melingkar di pinggangku, inilah yang kutunggu.

“Oppa percaya padaku ya” ucapku lagi sambil memegang kedua tangannya agar tak terlepas dari pinggangku.

Iya hanya menggangguk.

Ini masih bukan dia. Aku membalikkan tubuhku menghadapnya.

“Oppa percaya padaku..”

“Iya aku percaya padamu” ujarnya datar, tidak! Dia masih berbohong.

“Oppa, ayolah..”ujarku sambil menarik-narik ujung bajunya.

Iya malah melepaskan tangannya yang melingkar di pinggangku.

“Sudah malam. Istirahat yang baik ya” ujarnya sambil beranjak dari hadapanku menuju pintu.

“Oppa…” ucapku gemetar tak mampu menahan goncangan di dada ini, hari ini aku sungguh hancur karena kejadian itu. Aku benar Jiyong oppa belum bisa menerima ceritaku.

Ia terhenti di depan pintu. Dan kembali menatap ke arahku.

 

#Author’s POV

Jiyong kembali menghampiri Eunhee.

“Eunhee. Jangan seperti itu. Ayo istirahat, Oppa sedang migrain dari tadi pagi” Ucap Jiyong sambil  menggenggam kedua tangan Eunhee di pahanya.

Tapi Eunhee masih terisak, sangat sulit sekali untuk menghentikannya. Bahkan Eunhee pun tak bisa mengendalikannya.

“Oppa aku tak bisa tenang melihat semua orang yang kusayangi tidak mempercayaiku. Setelah Ahra yang salah paham denganku, aku belum mendapat kepastian darimu Oppa.. aku sungguh mencintaimu, hingga sulit untukku bermimpi akan mungkinnya berpisah denganmu. Aku sudah terjatuh terlalu dalam pada cintamu, sungguh, Aku takut kehilanganmu, Op-“

Chu~

Ucapan Eunhee dihentikan oleh benda yang mendarat di bibirnya itu. Jiyong menciumnya. Ya! Jiyong mengingkari janjinya yang hanya akan mengambil first kiss itu saat Eunhee berumur 20 tahun.

Ciuman itu segera diakhiri Jiyong yang kemudian ia segera memeluk Eunhee erat-erat.

“Eunhee, mianhae… mianhae.. mianhae Eunhee…” bisik Jiyong berulang-ulang. “Aku juga takut kehilanganmu. Aku egois ingin menjadikanmu milikku selamanya” timpalnya lagi.

“Oppa, gomawo” ujar Eunhee. “Gomawo, akhirnya first kiss-ku menjadi milikmu juga.. Aku takut oppa, aku takut..” lanjutnya lagi.

Jiyong terus saja memeluk Eunhee, betapa ia mencintai gadis yang berbeda umur hingga 5 tahun itu. Padahal awalnya, Jiyong memiliki catatan buruk tentang kesan pertamanya terhadap Eunhee.

Jiyong akhirnya melepaskan pelukan itu. Dia melirik jam dinding.

“Eunhee.. sebentar lagi hubungan kita ini tepat setengah tahun..” Ujar Jiyong.

Eunhee mengangguk.

“Kau tidak lelah? Bagaimana jika kita melihat bintang di luar?” Kata Jiyong menawarkan.

“Tentu saja aku mau oppa. Lagipula besok kan hari Minggu, jadi tak masalah” jawab Eunhee.

Mereka pun melihat bintang di balkon dengan tangan kiri Jiyong yang mengunci tubuh Eunhee.

“Oppa, aku ingin cepat-cepat dewasa supaya bisa menikah denganmu” ujar Eunhee.

“Kau ini.. aku kan masih bisa memilikimu diluar itu bukan?” canda Jiyong sambil mengedipkan matanya.

“Oppa…” ujar Eunhee sambil memukul dada Jiyoung. Jiyoung mencium puncak kepala Eunhee.

“Eunhee.. Mian, oppa tak bawa hadiah untukmu malam ini” kata Jiyoung. “Kau mau apa? Nanti oppa carikan”

Hening sesaat.

“Oppa.. bagaimana jika aku minta dijadikan milikmu selamanya malam ini juga” ujar Eunhee.

Jiyong membulatkan matanya menghadap Eunhee. Tapi wajah Eunhee masih polos seperti biasa, wajahnya yang teduh sungguh membuat hati Jiyong terheran-heran, ini sungguh tidak sesuai dengan apa yang baru saja dimintanya.

“Oppa… aku mohon…” Eunhee merajuk.

“Kau serius Eunhee ?” tanya Jiyong tak habis fikir.

“Keluargamu? Karirmu? Bagaimana ?”

“Ayolah jangan banyak bicara !” ujar Eunhee yang langsung berjinjit dan mencium Jiyong tanpa segan.

Semuanya pasti tak habis pikir dengan apa yang ada di otak gadis polos seperti Eunhee. Entah apa yang merasukinya.

Jiyong melepaskannya lagi.

“Ayolah Eunhee! Jangan berfikir yang tidak-tidak. Kita masih bisa saling memiliki tanpa harus begini” ujar Jiyoung tegas.

“Tidak oppa, tidak. Aku membutuhkan keyakinan” sahut Eunhee yang berirama dengan butiran hangat itu yang terus mengalir.

“Eunhee ! Tolong hentikan aku! Aku ingin melepaskan naluri priaku ini, aku tak mungkin melakukannya saat ini padamu, Eunhee!!” Ujar Jiyong sambil memeluk Eunhee erat.

“Oppa..lakukan saja…”

~.`

Drrtt…drrttt…

Jiyong merasa ponselnya bergetar, namun ia sulit bergerak, tangan kirinya tertimpa sesuatu yang berat, juga di dadanya seperti terdapat sesuatu yang memiliki massa.

Tangan kanannya bergerak-gerak mencari ponselnya, hingga ia dapati, ia pun membuka matanya.

Banyak pesan masuk.

SeungRi : Maafkan aku hyung. Tapi kuharap hyung segera pulang.. semuanya mencarimu.

Taeyang : Hyung kau dimana? Aku tak mendapatimu di tempat-tempat biasamu

Seunghyun : Hyung.. semua orang mengkhawatirkanmu. Media sedang mengejarmu!

Daesung : Hyung! Jaga dirimu!!!

Jung Manager : Kau dimana? Angkat telfonnya !! Jangan keluar dari tempatmu sekarang!! Media sedang mengejarmu.

Appa : Appa tak melarangmu untuk berhubungan dengan gadis itu! Tapi kau harus ingat tempat ! Ngomong-ngomong, appa mengharapkan kau sudah melakukan lebih dari itu.

Jiyong seperti salah tingkah membaca pesan yang satu itu, ia melirik gadis yang ada di sampingnya itu, mengingat kembali kejadian semalam.

Iya tak mampu membendung hasratnya ketika Eunhee terus memintanya, hingga akhirnya itu semua terjadi.

Jiyong meletakkan kembali ponselnya, belum berniat untuk membalas. Ia kembali memandangi wajah gadisnya itu. Masih wajah teduhnya yang ia dapati. Jiyong tahu hubungan mereka sedang terancam, Jiyong memeluknya erat. Dan setetes air mata pun lolos dari pelupuknya.

~.`

Eunhee dan Jiyong sudah mandi, Eunhee sedang memasak yaa meskipun sebisanya, tapi dengan senang hati Jiyong mau mencobanya.

“Oppa.. tadaaaa~ sudah jadi” Ucap Eunhee riang sambil membawa piring berisikan omelet itu.

Jiyong mencoba untuk menutupi rasa takut akibat keterancaman hubungan mereka, Jiyong menghampirinya di dapur. Namun mereka tiba-tiba mendengar suara bel.

“Biar aku yang buka oppa, oppa pegang ini” ujar Eunhee sambil memberikan piringnya.

Dengan senang hati, Eunhee pun membuka pintu.

Eunhee tercengang untuk beberapa saat.

“Siapa Eunhee~ya?” tanya Jiyong yang kemudian menuju Eunhee.

Dan betapa terkejutnya Jiyong juga. Hingga semuanya hening.

~ToBeCo~

Tuh kan updatenya gak lama ^^ Untuk part 3 nya juga gak lama, tunggu hari selasa aja n_n

Kritik dan sarannya dibutuhkan segara…

Maaf ya banyak typo 🙂

3 thoughts on “I Don’t Want A Scandal –Part 2

  1. Siapa tuh yg dateng? Penasaraaan haha jangan lama-lama thor, sehari ga bisa lebih dari 1 ff ya thor?:( eunhee-_- ganyangka dia masih kecil polos bgitu bisa minta yg ngga ngga-_-

  2. Ceritanya keren… Udh baca sampe berkali2 tapi mian baru comment sekarang. Kok update chapter selanjutnya lama banget ya thor? Udah gak sabar buat lanjutannya ^^

    • Maaf, bukannya lama. Sebenernya udah ada, tapi belum diedit ulang :(( Belum sempet, soalnya lagi sibuk urusan sekolah :(((((( Maap banget yahhh 😦 nanti kalau jadwalku udah kembali semula, pasti aku buru-buru post ^^

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s