[FF Freelance] Love U Like U (Ficlet)

Love U Like U

Author                            : IsshikiSaika

Title                                : Love U Like U

Main Cast                       : Kim Myungsoo/ L, a girl (just imagine it’s you)

Genre                             : Romance, fluff

Length                            : Ficlet, Songfic

Background song           : L (Infinite) ft Kim Ye-rim – Love U Like U

|Cover by                      : http://chokyulateworld.wordpress.com/

Summary                             : Kau seperti angin dan matahari yang selalu mengitari sekelilingku,

Sekali saja aku mencoba terlepas darimu, itu berarti aku akan hilang selamanya.

 

=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=–=–=-=-=

 

Aku menatap  coretan  lirik lagu pada kertas-kertas  yang mulai berserakan di mejaku itu dengan hampa.

Aku benar-benar kehilangan inspirasi untuk meneruskan not-not nada dan melengkapi lirik lagu yang kurang. Seperti ada sesuatu yang memblokir jalan pikiranku ketika aku berpikir untuk meneruskannya. Aku mengerang frustasi. Sudah dua jam, dan masih saja belum menemukan ide apapun padahal deadline tugas untuk seni vokal ini sebentar lagi. Oh, ayolah, aku benar-benar butuh ide sekarang, tidak biasanya aku seperti ini, semua tugas seni vokal adalah hal mudah sampai Seongsangnim mengubah tema lagu kali ini. Secret Love. Ya, kurang lebih seperti itu tema yang harus dilukiskan dalam lagu yang kita buat dan nyanyikan nanti. Secret Love?  Perasaan terpendam, sesuatu yang sebenarnya jelas kau rasakan namun tidak pernah benar-benar kau ungkapkan, seperti itu jawaban Lizzy sahabatku ketika aku bertanya  padanya tentang maksud tema itu.

Aku memutuskan beranjak dari kursi dan berjalan menuju jendela yang menyuguhkan pemandangan pohon ek yang rindang dengan daun-daunnya yang mulai berguguran satu demi satu. Ah, musim gugur sepertinya akan segera tiba. Aku tersenyum sekilas, tiba-tiba teringat kejadian pada saat musim gugur tahun lalu. Dia pergi dengan Appa, meninggalkanku dan berjanji akan kembali lagi pada musim yang sama di tahun depan. Dan bukankah itu berarti seharusnya sekarang dia kembali? Aku menghela napas panjang, tidak semudah itu mengharapkan dia kembali tepat waktu. Aku merindukannya. Bisakah aku mengatakannya sekali lagi? Aku sangat merindukannya.

Kepergiannya membuatku begitu sedih sekaligus bingung, apa memang seharusnya aku merindukannya seperti ini? Setiap hari, tidak kulalui tanpa memikirkannya.  Aku merindukan senyum sumringahnya, aku merindukan hangat punggungnya yang selalu kunaiki ketika kakiku terjatuh atau ketika tiba-tiba saja aku sakit. Juga, genggaman tangannya ketika aku berjalan disisinya, seolah kehadirannya dalam hidupku adalah untuk selamanya bersama denganku, melindungiku, menyayangiku dengan setulus hati. Aku merasa perasaan ini benar-benar tumbuh tanpa bisa kuhentikan, jika dinalar dengan kenyataan yang sebenarnya, kami memang  tidak mungkin bersama, namun semakin ingin ku hentikan, rasa itu semakin liar merambat dan menguasai hatiku. Seperti mencoba memotong pucuk tanaman dan hasilnya adalah cabangnya justru tumbuh bertunas menjadi dua, dan ketika kau berusaha memangkas habis, cabang-cabang itu akan semakin banyak tumbuh dan mengakar.

Aku mengalihkan pandangan ke jalanan dengan hiruk pikuk kota yang sibuk. Samar-samar aku mengingat kembali betapa seringnya kami bersepeda setiap sore mengitari taman kota di seberang sana dan dia yang selalu membujukku dengan cokelat hazelnut jika dia membatalkan janji menemaniku bersepeda. Aku tertawa kecil , apa pikiran-pikiran ini yang membuatku tidak bisa meneruskan lagu itu? Kalau begitu satu-satunya jalan keluar hanya orang itu. Aku kembali menghela napas, pandanganku terus menelusuri taman bermain disana dari balik jendela kaca besar ini. Semua tampak jelas dari sini, dan mataku tiba-tiba saja berhenti di satu titik. Apa aku tidak salah ? dia datang! Sosoknya begitu familiar, berjalan menyeberang menuju rumahku, dia melambaikan tangannya padaku sambil mengulum senyum khasnya. Sesaat aku terpaku, tubuhku membeku. Dia kembali. Ya, itu memang dia, aku bisa mendengar suaranya yang bercakap-cakap dengan eomma diluar. Jadi aku tidak berhalusinasi kan? Namun tubuhku masih mematung di depan jendela, ada sesuatu yang membuncah dalam diriku. Perasaan ini, tidak bisa ku pahami kemana maksudnya.

“Hei.. tidak ingin menyambut oppa-mu yang tampan ini?” suara itu terdengar jelas olehku, aku memutar tubuhku dan mendapatinya sedang berdiri di depanku dan tersenyum dengan cara yang kusukai. Aku ingin menjawab perkataannya, tapi tenggorokanku tercekat, tanpa sadar cairan bening itu menetes di ujung mataku tanpa bisa kubendung. Dia menatap dalam ke mataku, lalu mendekatkan dirinya kearahku , mengecilkan jarak diantara kami kemudian membawaku dalam dekapannya.

“sejak kapan kau cengeng seperti ini? Apa perlu aku belikan cokelat hazelnut lagi untuk menghiburmu?” ujarnya pelan sambil mengusap kepalaku, aku terkekeh pelan disela-sela isakanku.

“oppa, beogoshipoyeo” ujarku pelan lalu berusaha menatapnya.

“ nado, jeongmal beogoshipo” ujarnya kemudian. Dia tersenyum lagi, mengusap puncak kepalaku.

“aigoo, sekarang kau jadi murid rajin, lihat, jam begini kau sudah dikamar dan mengerjakan tugas, biasanya kalau sore seperti ini kau masih keluyuran .” kata Myungsoo Oppa lalu menatapku dengan pandangan meledek, aku hanya mendecak pelan.

“oppa, dari dulu aku selalu rajin, lagi pula aku keluyuran karena kau yang menghasutku.” Ujarku dengan nada dibuat ketus. Myungsoo oppa hanya tertawa pelan, memperlihatkan deretan giginya yang rapi sambil menarik lenganku lalu berkata,

“haha tepat sekali, sekarang pun kau akan kuhasut untuk keluyuran ke tempat langganan tteoboki kesukaanku. Aku sangat ingin makan tteoboki ditempat itu. Kaja” dia menggandeng lenganku lalu melangkah riang, aku tersenyum sekilas lalu menoleh memperhatikannya, oppa, kau benar-benar sudah kembali.

=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=–=–=-=-=

Aku memutuskan mengerjakan tugas seni vokal itu di taman belakang rumah, sore ini cukup cerah, sinar matahari yang mulai berkurang panasnya menyusup ke celah-celah daun pepohonan yang berdiri kokoh menaungi  bangku tempat dudukku. Semilir angin terasa begitu menyegarkan, menerbangkan beberapa kertas naskah laguku. Aku berniat memungutnya sebelum sebuah tangan terulur padaku menyerahkan kertas-kertas itu, aku mendongak dan melihat Myungsoo oppa tersenyum .

“sedang apa disini?” tanyanya lalu ikut duduk disampingku.

“mengerjakan tugas seni vokal, sepertinya cukup sulit, aku tidak bisa meneruskan lagu dan nada selanjutnya.” Ujarku sedih,  tentu saja tanpa mengatakan alasannya.

“sini, biar ku lihat.” Aku menyodorkan kertas-kertas itu, dia tersenyum kecil, kemudian mengambil pensil dari tanganku lalu menuliskan lanjutan lirik lagu dan mengatur not-not nada. Aku dan myungsoo oppa sama-sama kuliah jurusan seni, hanya saja myungsoo oppa mengambil jurusan seni rupa dan aku seni musik, namun kemampuan bermusiknya tak kalah bagusnya, sama dengan kemampuanku dalam melukis, kami benar-benar menjadi duplikat eomma dan appa. Aku menghela napas begitu teringat mereka, setelah perceraian yang membuatku benar-benar sedih itu, aku jarang bertemu dengan appa lagi, aku juga merindukannya.

“oppa,, apakah appa baik-baik saja disana?” tanyaku sambl memandangi daun-daun disekitarku yang mulai berubah warna.

“ne, dia baik-baik saja, appa akan kesini bulan depan, appa ingin kita merayakan ulang tahunmu bersama-sama.” Ujar Myungsoo oppa sambil menoleh padaku sekilas lalu meneruskan kegiatannya menulis lirik lagu. Aku mengangguk pelan dan tersenyum, syukurlah kalau begitu.

“nah, ini sudah selesai.. coba kau lihat.” Myungsoo oppa berujar sambil menyodorkan kertas lagu padaku, aku terhenyak, ini.. benar-benar bagus, mengapa dia selalu bisa mengatasi hal-hal yang menurutku rumit dengan sekali kerja?

“otte? Seperti itu kan? Ayo, kita nyanyikan, sebentar, aku iringi dengan gitar.” Myungsoo oppa beranjak dari bangku beberapa saat lalu kembali membawa gitarnya.

“ baiklah, kita mulai.” Ujarnya, aku sedikit terkejut melihatnya yang begitu antusias. Ekspresi seriusnya benar-benar membuatku tidak bisa berhenti tersenyum.

                Love U Like U

I love you, I really love you

The words that I wasn’t able to say

The words that my trembling heart, my heart Always hide

 Dia memulai intro dengan suara yang begitu lembut dan memukau, aku tersenyum dan melanjutkan lirik selanjutnya dengan diiringi olehnya,

*You, who shine me brightly in the morning

You are always like the sunshine, to me, you are

 

Selanjutnya, lirik yang berhasil kubuat aku lanjutkan. Aku tidak berani menatapnya ketika menyanyikan bait ini. Jadi aku memutuskan memfokuskan pandangan pada kertas itu.

I like you, I  really like you

Like a great big tree

Always comfortingly positioned next to me

You, who protect me

 

 Lirik selanjutnya dilanjutkan olehnya, aku mencoba menoleh kearahnya dan kudapati dia sedang menatapku dengan senyuman yang membuat nafasku sedikit tersengal.

Sometimes, without me realizing

I feel like my heart will be revealed

So I just smile awkwardly

Like a fool, I just smile

 

Aku meneruskan lirik selanjutnya yang tadi ia kerjakan

 

Afraid that our relationship will be uncomfortable

Me, who’ll  always carefully approaching you

Today too, carefully

                                   

Kami saling bertatapan, tersenyum riang menikmati Irama gitar yang dimainkannya,

Lirik selanjutnya, kami menyanyikannya bersama-sama,

We, who’s  been together for such a long time

Even after such a long time

Let’s always get along with each other, comfortably just like now

 

Selanjtunya potongan lirik yang sempat ku buat

 You, always next to me,

 

Dan disambung oleh Myungsoo oppa sambil menoleh ke arahku.Tersenyum.

And I, always next to you

 

Dan kami menyanyikan lirik terakhir ciptaannya sebagai penutup lagu.

Let’s be together forever

 

Dia mengakhiri lagu dengan  beberapa petikan gitarnya lalu bersenandung kecil bersamaku.

Aku menatapnya , berusaha mencari makna dibalik senyumnya yang sedang dia perlihatkan, seolah ada sesuatu yang bisa kutangkap dari itu. Aku membalas senyumnya, menatapnya penuh arti, Tanpa perlu mengungkapkan atau mengakuinya lagi, sepertinya perasaan kami telah tersampaikan melalui bait-bait lagu tadi.

=–=–=–=–=–=–=–=–=–=–=–End J–=–=–=–=–=–=–=–=–=–=–=

4 thoughts on “[FF Freelance] Love U Like U (Ficlet)

  1. nice ficlet..
    seakan perasaan mereka tersampaikan melalui lirik2 lagu itu
    penggambaran latarnya juga bagus.. jadi ingin segera ke korea.. wkkwkwkwk

  2. huaaaa nyesek bacanya mereka gag bisa bersatu karena mereka adalah saudara kandung 😦
    peresaan mereka bener bener tersampaikan melalui lagu yang mereka buat, so sweet tapi tetep aja nyesek gag bisa bersatu

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s