It’s too hard [Chapter 1]

it's stoo hard

Title: It’s too hard

Author: Lilaa

Rating: T?

Length: 2 or 3 chapters, maybe ._.v

Main cast: Bae Suzy (Miss A) & Park Chanyeol (EXO-K)

Support cast: Park Jiyeon, Jung Soojung, Choi Jinri (as Sulli), Kim Myungsoo, Jung Daehyun, etc.

Genre: Friendship, sadness, romance (maybe), etc.

Disclaimer: Oke, Semua cast di sini punyanya Tuhan, tapi Myungsoo, Chanyeol, ama Daehyun juga punya author xD *digebukinreaders* Nah, author tau ini FF jauh banget dari kata ‘Perfect’ tapi minta comment-nya dong ya, kalo udah selesai baca boleh dong? :3 Ini ide author sendiri, kalau mungkin ada kesamaan pada jalan cerita mungkin itu hanya suatu ketidak-sengajaan. Karena ini murni dari pikiran author ^^ Oh ya, author minta maaf yak kalo ada typo bertebaran ._.v

Jangan lupa, ne~

Don’t be silent readers and Happy Reading ^^

~oOo~


“Ini semua sulit, Jiyeon-ah..” Yeoja bermarga Bae itu menghela nafas, “Aku tak bisa.. Aku sudah tak tahan.. haruskah aku menyerah?” Lanjutnya.

Yang menjadi lawan bicaranya hanya bisa menghela nafas dan mengelus punggung milik sahabatnya itu. “Sabarlah, Suzy-ya.. Kau pasti kuat. Jangan menyerah, ne. Kalau kau mencintainya, kejarlah dia..”

Suzy menatap lekat mata sahabatnya, “Tapi aku sudah mencoba bersabar dari dulu, Jiyeon-ah.. Dia sudah milik orang lain..”

“Heum..” Jiyeon mengangguk, “Aku tau itu, Chanyeol memang sudah milik orang lain. Tetapi apa salahnya mencoba?”

“Tentu saja salah,” Jiyeon menggeleng. “Aku tak akan merusak hubungan mereka.. Itu tidak baik.. Sama saja aku menjadi sahabat yang jahat bagi Chanyeol..”

“Hah.. Baiklah, terserah kau saja. Aku sudah pernah bilang padamu dari dulu, sebelum ia sudah dimiliki orang. Tapi apa? Kau malah tak berani mengungkapkannya. Apa yang kau takutkan? Persahabatanmu rusak? Oh yang benar saja, kau bisa mengatakan bahwa kau hanya tak mau memendam rasamu itu pada Chanyeol, dan Semua akan baik-baik saja. Aku yakin Chanyeol tak akan meninggalkan hubungan persahabatan kalian.” Jelas Jiyeon panjang lebar yang mulai emosi terhadap sahabat yeojanya yang selalu memendam rasanya sendiri.

“Tapi..”

“Dengar aku, Suzy-ya. Jika kau mencintainya, coba ungkapkan padanya. Menurutku kau hanya perlu berbicara padanya tentang ini saja. Apabila ia menolakmu, setidaknya beban hatimu sudah berkurang karena kau sudah mengungkapkan perasaanmu yang sebenarnya.” Jiyeon berdiri dari duduknya, ia menoleh kearah namja yang sedang berdiri di ambang pintu kelasnya, Daehyun. Namjachingunya.

“Aku harus pergi dulu, ne. fighting, Suzy-ya..” lanjutnya menepuk pundak suzy lalu berjalan keluar bersama daehyun yang sudah menunggunya.

Sedangkan Suzy terdiam di dalam kelas sendiri, memikirkan semuanya. “Aku perlu waktu untuk memikirkan ini..”

***

“Jja, Suzy-ya… kau ingin ikut bersama kami?” ajak Sulli yang sedang menggenggam erat tangan Chanyeol.

“Eum… aniyo, Sulli-ya… tak usah, aku bisa pulang sendiri. Kalian pulanglah bersama…” balas Suzy dengan senyuman hambar.

“Eh? Tak apa? Sungguh? Aku membawa mobil, jadi ayo kita pulang bersama..” ajak Chanyeol sekali lagi, berharap bahwa sahabatnya itu mau berubah pikiran dan mau ikut pulang dengan mereka.

Suzy menggeleng singkat, “Aniyo.. kalian pulanglah bersama… aku bisa pulang sendiri.”

“Geuraeyo, kami pergi dulu, ne. Annyeong~ Hati-hati di jalan, Suzy-ya~” ucap mereka sambil melambaikan tangan pada Suzy dan berlalu menuju mobil Chanyeol.

Suzy menghela nafas, “Hah…” ia mulai berjalan perlahan. Ia terthenti di depan sebuah sungai kecil yang terbentang di sebuah taman. Ia menatap pantulan dirinya di aliran sungai itu, lalu menatap langit. “Kenapa bisa menjadi sesusah ini, tuhan? Ternyata pertahananku selama ini sia-sia… mustahil aku bisa mendapatkannya.” Sebuah air mata lolos begitu saja dari ekor mata kucing milik yeoja berambut panjang ini.

Seseorang menepuk bahunya, “Hey…” sapa seorang yeoja yang ia yakini orang yang menepuknya. Dengan segera Suzy menghapus air matanya dengan kasar dan membalikkan tubuhnya, menatap yeoja di depannya dengan senyuman.

“Ah, Soojung-ah… wae?” Tanya Suzy masih mencoba untuk tersenyum.

“Aniyo, aku tadi sedang menunggu Myungsoo di sini. Lalu aku menemukanmu juga di sini, waeyo? Ada masalah?” Tanya Soojung balik.

“Ani, tak apa-apa… mungkin ya, ada sedikit masalah. You know, about my friendship-”

“Chanyeol?” Tanya Soojung menyambar omongan Suzy dan to the point.

Suzy terdiam sejenak, raut wajahnya berubah menjadi cemas, lemah, dan pasrah. Ia sedikit menunduk, “Ya.. begitulah.”

Soojung tersenyum lalu memegang pundak kiri Suzy. “Hey,” ucapnya. Suzy mengangkat wajahnya dan menatap mata Soojung. “Jangan menyerah, ne? aku tau kau pasti bisa. Aku juga tau pasti Jiyeon sudah sering memberimu advice. Kau tau? Hubunganku dengan Myungsoo bahkan jauh lebih rumit darimu. Ya, memang sih.. pasti ada rasa ingin menyerah dan melepas orang yang kita cintai. Memang terasa sakit saat kita memperjuangkan cinta kita, tetapi lebih sakit lagi apabila kita menyerah dan memendam rasa kita terhadapnya selamanya, dan melihat mereka bersama orang lain. Cobalah dulu bicara padanya, apabila tuhan menakdirkan kalian bersama. Maka tak ada yang akan bisa mengubahnya. Tuhan tau yang terbaik untuk kebahagiaanmu, kalau Chanyeol itu adalah takdirmu, aku yakin ia pasti bisa menerimamu dan kalian akan bahagia.”

Suzy menggigit bibir bawahnya, menahan tangisnya. “Tapi bagaimana jika dia bukan takdirku? Atau dia akan menolakku dan aku tak akan pernah bahagia selain bersamanya?”

Soojung tersenyum iba pada teman di hadapannya. “Jangan begitu, tetap berpikirlah positif dan jangan pernah menyerah sampai tuhan memaksamu untuk menyerah, arra?”

Suzy mengangguk perlahan, “Terima kasih, Soojung-ah…” Soojung tersenyum tipis pada Suzy dan mengangguk, “Jja~ Aku harus pergi dulu, ne. Annyeong~”

“Ne, annyeong Soojung-ah~” balas Suzy.

Kata-kata yang Soojung katakan masih terngiang di benak Suzy.

“Tapi bagaimana jika Chanyeol tak bisa membalas perasaanku dan dia bukan takdirku? Bagaimana jika aku menyerah nantinya? Dan bagaimana bila aku tak akan pernah bahagia nanti…?”

***

Hari ini adalah hari pertama libur di akhir tahun. Suzy sengaja ingin menghabiskan waktunya di rumah untuk beristirahat hari ini.

“Hah…” ia menghela nafas guna mengurangi stress yang ada pada dirinya selama sekolah berjalan kemarin.

Tuut~ sebuah pesan masuk kedalam ponsel Suzy. Dengan segera ia merogok saku celana pendeknya untuk mengambil ponsel touch screen hitam miliknya.

 

From: Yeollie~

Ya! Kau, aku tau… pasti kau akan menghabiskan hari ini untuk tidur, kan? Muahahaha~ tapi aku tak akan membiarkan itu terjadi! Aku mempunyai kabar gembira, lho~ Temui aku di café biasanya pukul 9 pagi nanti, ne? jangan menolak dan jangan terlambat! Atau kuseret kau di sana! ;P

 

“Ck, selalu… kerjanya pasti memaksa orang.” Suzy tertawa lalu menatap pesan yang Chanyeol kirim lagi, “Tetapi.. kabar gembira? Mwoya? Kabar apa?”

Suzy menoleh jam tangan mini yang ia melingkar di pergelangan tangannya, “Mwo?! Sudah jam 8?! Aku belum mandi, kyaa!” dengan segera ia berlari ke kamarnya untuk membersihkan dirinya dan menyiapkan diri agar Chanyeol tak menyeretnya di sana.

.

.

.

“Jja~ Sudah siap! Eottae~?” Suzy bermonolog sendiri sambil melihat tampilannya di depan cermin panjang yang tergantung di dinding kamarnya. Ia terlihat sangat manis dengan celana panjang yang sedikit ketat berwarna cokelat dan blouse berwarna hitam serta flat shoes hitamnya. Rambut bergelombangnya ia Biarkan tergerai bebas dan ditambah dengan jepitan invisible untuk menjepit sebagian poninya menambah kesan anggun pada dirinya. Ia menoleh jam tangannya dan mendapati sudah pukul 8.30 sekarang. Dengan segera ia mengambil tas selempangnya dan mulai berjalan keluar rumahnya. Ia memasuki mobil sedannya dan pergi menuju café tempat ia dan Chanyeol biasa bertemu.

***

“Bae Suzy! Kau terlambat 3 menit!” ucap namja bertubuh tinggi yang sedang duduk di sebuah kursi. Suzy yang baru sampai langsung duduk di hadapannya dengan santai dan tak takut sedikitpun pada namja di hadapannya.

“Wae? Hanya 3 menit saja.” Balas Suzy santai sambil menyambar mocca milik Chanyeol yang berada di atas meja kecil di depannya.

“Yak! Kau! Sudah terlambat, sekarang langsung menyambar minumanku?! Jinjjayo, Suzy-ya…” Chanyeol tampak memijat keningnya. Suzy yang melihatnya menjadi tertawa lepas melihat sahabatnya seperti itu. Ia sangat senang sekarang ini, ia mengingat-ingat kembali saat-saat bersama Chanyeol sebelum Chanyeol menjadi namjachingunya Sulli. Ia sangat rindu saat-saat seperti ini, karena biasanya akhir-akhir ini Chanyeol selalu sibuk dengan sekolah dan bersama Sulli.

-Flashback-

“Chanyeol-ah, bantu aku mengerjakan yang ini, ne? jebal~” rengek Suzy kecil yang masih menginjak umur 10 tahun.

“Mwo? Tapi tadi aku sudah membantumu!” tolak Chanyeol kecil juga, ia melipat kedua tangannya di depan dadanya.

“Aigoo! Tapi juga aku sudah sering membantumu mengerjakan PR! Malah lebih banyak!”

Chanyeol kecil Nampak berpikir, akhirnya ia mengangguk. “Baiklah.. jja, nomor berapa?”

“Yang ini, nomor 21.”

“Ne, akan kubantu! Tapi… traktir aku es krim sepulang sekolah! Hehehe!”

Suzy kecil menatap tajam sahabat kecilnya, dengan segera ia memukul kepala Chanyeol menggunakan pensil yang ada di tangannya. “Pabo! Aniyo, aku tak mau!”

“Kkk~ Aniyo, aku hanya bercanda! Aku yang akan menraktirmu, eottae?”

“Mwo? Jinjja?”

“Heum…” Chanyeol kecil mengangguk dengan senyuman termanisnya.

“Baiklah~! Aku mau!”

***

“Jja~ ini es krimnya~” ucap Chanyeol kecil sembari menyodorkan sebuah es krim pada Suzy. Suzy yang menerimanya langsung menyengir lebar. “Gomawo, Chanyeol-ah~”

“Ne~ Kajja, kita pulang ne? hari sudah mulai sore, nanti kita dimarahi eomma kita…” ajak Chanyeol yang langsung menggandeng tangan Suzy dengan erat seakan tak mau sahabat kecilnya itu pergi darinya. Suzy yang merasa senang itu ikut menggenggam tangan Chanyeol dengan erat.

-Flashback ends-

“Hah… aku rindu masa-masa itu..” gumam Suzy dengan senyuman bodohnya menatap mocca yang ada di tangannya.

“Eh? Masa-masa apa?” Tanya Chanyeol yang bingung dengan sahabatnya.

Dengan cepat Suzy menggeleng dan menatap Chanyeol, “Aniyo, bukan apa-apa~ hehe~”

“Oh begitu.. by the way, kau terlihat lebih cantik dengan baju dan tata rambutmu seperti itu. Hahaha~” puji Chanyeol sambil menunjuk rambut dan pakaian yang Suzy kenakan saat ini.

Wajah Suzy mulai memanas dan sepertinya mulai memerah bagai langit senja yang mulai menenggelamkan matahari. Ia menunduk untuk menyembunyikan wajahnya yang sudah memerah akibat pujian Chanyeol itu. “Eum.. G-gomawo” hanya itu yang bisa ia jawab.

Kini kecanggungan menyelimuti dua manusia ini. Tak ada yang kembali melontarkan kata-kata. Mungkin sibuk dengan dunia mereka masing-masing. Merasa sudah tak tahan dengan kecanggungan ini, dan merasa wajahnya sudah kembali normal, Suzy mulai mendongakkan kepalannya dan menatap Chanyeol dengan tanda tanya besar.

“Oh ya, katanya kau akan menyampaikan kabar gembira untukku? Apa itu?” tanya Suzy.

Chanyeol menatap Suzy dengan sedikit senyuman di wajahnya, “Aku akan bertunangan dengan Sulli~” ucapnya.

Seketika tenggorokan Suzy mengering, matanya terbuka lebar dan tubuhnya terasa kaku. Mulutnya tak mampu mengeluarkan kata-kata lagi. Ia bingung untuk membalas ucapan Chanyeol barusan. Harapannya untuk mengejar Chanyeol hancur begitu saja dengan 5 kata yang Chanyeol katakan tadi.

“Tuhan… kuatkan aku…” batinnya. “Ini tidak mungkin.”

“A-apa?” tanyanya sedikit gugup.

To be continued…

~oOo~

Jja~ *lapkeringet ._. jadi deh chapter satunya~ mungkin ini author jadiin 2 atau 3 chapter kali ya? :3 kalo dijadiin one shot kayaknya kecepetan alurnya ._.v hehehe~ Oke, gomawo udah mau baca FF ini ^^ minta komentar, saran, kritikannya dong~ boleh yaa? :)) hihihi ^^ Saranghaeyo, readersdeul~ :3

63 thoughts on “It’s too hard [Chapter 1]

  1. sumpah itu nyesss bgt waktu chanyeol bilang dia mau tunangan sm sulli.fightinf thor buat lanjutin ini ff 😉

  2. Aaa, ini Suzy kasian… Chanyeolnya udah jadi milik Sulli. Kenapa bukan Myungsoo aja? Keke, Btw, lanjutin chingu! Jangan lama lama. Penasaran!

  3. JLEB!! rasanya kaya ditabrak sama mobil matic merah yg belom lunas (?) sakit.

    jgn buat sad ending ok thor.. atau… utuslah Choi Minho / Lee Junho buat Suzy.. kekekeee

  4. Kasihan banget Suzy, cuma dia doang yang ga ada pasangannya *tepuk2 pundak Suzy* thor, munculin aja Minho dengan begitu terciptalah MinSul couple and ChanZy(?) YeolZy couple(?) Hahahaha. Ngawur. kkk~

  5. chanyeol sm suzy aj y thor… kasian suzy.. atow carikan pasangan laen jg boleh.. hehh3 😀
    ceritanya keren lo thor.. jempol dah

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s