It’s too hard [Chapter 2]

it's stoo hard

Title: It’s too hard

Author: Lilaa

Rating: T?

Length: Chapters

Main cast: Bae Suzy (Miss A) & Park Chanyeol (EXO-K)

Support cast: Park Jiyeon, Jung Soojung, Choi Jinri (as Sulli), Ok Taecyeon, etc. (Yang lainnya kagak muncul di chapter ini .-.)

Genre: Friendship, sadness, romance (maybe), etc.

Disclaimer: Oke, Semua cast di sini punyanya Tuhan, tapi Myungsoo, Chanyeol, ama Daehyun juga punya author xD *digebukinreaders* Nah, author tau ini FF jauh banget dari kata ‘Perfect’ tapi minta comment-nya dong ya, kalo udah selesai baca boleh dong? :3 Ini ide author sendiri, kalau mungkin ada kesamaan pada jalan cerita mungkin itu hanya suatu ketidak-sengajaan. Karena ini murni dari pikiran author ^^ Oh ya, author minta maaf yak kalo ada typo bertebaran ._.v

Previous chapter: Chapter 1

Jangan lupa, ne~

Don’t be silent readers and Happy Reading ^^

~oOo~

Previous chapter…

“Oh ya, katanya kau akan menyampaikan kabar gembira untukku? Apa itu?” tanya Suzy.

Chanyeol menatap Suzy dengan sedikit senyuman di wajahnya, “Aku akan bertunangan dengan Sulli~” ucapnya.

Seketika tenggorokan Suzy mengering, matanya terbuka lebar dan tubuhnya terasa kaku. Mulutnya tak mampu mengeluarkan kata-kata lagi. Ia bingung untuk membalas ucapan Chanyeol barusan. Harapannya untuk mengejar Chanyeol hancur begitu saja dengan 5 kata yang Chanyeol katakan tadi.

“Tuhan… kuatkan aku…” batinnya. “Ini tidak mungkin.”

“A-apa?” tanyanya sedikit gugup.

.

.

.

“Iya~ Aku akan bertunangan dengannya. Huh, mungkin nanti saat kita sudah lulus kuliah, aku akan menikah dengannya~” balas Chanyeol dengan senyuman di wajahnya.

“K-kau… akan bertunangan dengannya? J-jinjja? Kau sedang bercanda, ‘kan?” tanya Suzy lagi sambil menggelengkan kepalanya tak percaya.

“Eum…” Chanyeol mengangguk, “Aku akan bertunangan dengannya dan mungkin juga aku akan menikahinya secepat mungkin seperti apa yang aku bilang tadi.” Lanjut Chanyeol tanpa ada nada keraguan yang terlontar dari bibirnya.

Suzy membeku seketika. Ia menggigit bibir bawahnya, dan meremas ujung kemeja hitam yang ia kenakan. Mencoba untuk menahan air mata yang siap tumpah kapan saja.

“Semua… memang sia-sia. Tak ada lagi kata ‘bahagia’ dalam hubunganku dengan Chanyeol. Tak mungkin bisa aku menjalin hubungan yang lebih dari sahabat sekarang. Ini.. sangat susah bagiku.”

Beberapa menit kemudian Suzy tersenyum pahit menanggapi ucapan Chanyeol. “Well, chukkaeyo~ semoga nanti kalian bisa… bahagia” ucapnya terpaksa saat berkata ‘bahagia.’

“Ah, gomawo~”

Suzy mengangguk, “Em… aku harus pergi. Annyeong” ucapnya terburu-buru. Ia sudah tak tahan lagi untuk menahan air matanya. Ia merasa sangat sakit di hatinya, seperti hatinya yang diiris oleh pisau-pisau tajam.

Ia berlari dengan gontai saat merasa sudah jauh dari café tempat Chanyeol berada. Ia terhenti di pinggir jalan luas, yang terdapat sebuah sungai disana. Ia menoleh sungai itu, kembali melihat pantulan dirinya di genangan air yang sangat banyak di bawah jembatan itu. Mirip dengan Sungai Han, tetapi lebih kecil.

“Kenapa, tuhan? Kenapa?!” teriaknya sudah tak tahan dengan Semua ini. “AKU MEMANG PENGECUT!” teriaknya lagi. Ia memukul pagar jembatan itu. Air matanya terus mengalir dan terjatuh kedalam sungai di bawahnya.

“Mengapa aku tak bisa bersamanya, tuhan? Mengapa aku tak bisa berkata yang jujur padanya sejak dari awal? Dan mengapa aku tak bisa bahagia dengannya?!!”

Suzy terus menunduk dan meneteskan air mata sebanyak mungkin, mungkin dengan begini beban di hatinya akan berkurang. Ia sangat berharap banyak pada Chanyeol, ia sangat ingin mempunyai hubungan lebih dari sekedar sahabat.

“Apakah ini yang dinamakan cinta bertepuk sebelah tangan? Apakah sesakit ini rasanya?”

Tanpa ia sadari, seorang namja menghampirinya dan berdiri di sampingnya. “Hey, kurasa kau butuh ini…?” ucap namja itu dengan menyodorkan sebuah sapu tangan ke hadapan Suzy. Suzy menoleh sedikit kearah namja itu lalu kembali lagi menatap lurus ke depan.

“Untuk apa kau di sini? Aku tak butuh itu, dan aku ingin sendiri. Jadi jangan ganggu aku.” Ucap Suzy dingin lalu mulai melangkahkan kakinya.

Grep!

Tangan kekar namja itu menahan pergelangan tangannya. “Jankanman…” ucap namja tinggi bersuara bazz-nya itu.

Suzy membalikkan tubuhnya dengan malas dan menatap namja yang ada di depannya, “Apa, eoh? Aku bilang aku butuh sendiri. Jebal, Taecyeon-shi”

Namja yang dipanggil Taecyeon itu menatap lekat yeoja berambut cokelat gelap di depannya. “Kau begini karena Chanyeol?” tanyanya.

Yang ditanya mendengus sedikit malas untuk menjawab pertanyaan yang terlontar dari namja bermata besar itu. “Bukan urusanmu.” Jawabnya singkat lalu menepis tangannya dari tangan Taecyeon yang menggenggam pergelangan tangannya. Ia kembali berjalan menjauhi Taecyeon, sampai suatu teriakan memberhentikannya.

“Wae, Suzy-ya? Mengapa kau begitu dinginnya padaku?” teriak namja bermarga Ok itu.

Kaki mungil Suzy terhenti. Ia terdiam, bibir tipisnya tertarik membuat sebuah smirk di wajahnya. Ia berbalik dengan satu alisnya yang terangkat.

“Kau tak ingat? Kau yang membuatku seperti ini. Kau yang merusak hubungan kita, dan sejak itu aku tak pernah mau percaya lagi dengan namja kecuali keluarga dan Chanyeol, sahabatku. Lalu saat aku hancur, kau tak pernah kembali padaku, dan saat aku mulai bangkit dan menemukan cintaku kembali, kau juga kembali padaku? Cih… apa maumu sebenarnya? Menghancurkanku?!”

-flashback-

“A-apa? Tak mungkin ia begitu, Chanyeol-ah… Taecyeon adalah namja baik-baik.” Ucap Suzy mengelak ucapan Chanyeol dari seberang telepon.

“Aniyo, ini sungguh! Aku benar-benar melihatnya, Suzy-ya… dia sedang bersama seorang yeoja, dan itu bukan dirimu! Mana mungkin ibunya semuda itu, eoh?” balas Chanyeol masih membela diri bahwa yang ia lihat tadi itu adalah Taecyeon, namjachingu Suzy sedang bersama yeoja lain.

“Mungkin saja itu sepupunya? Atau temannya? Iya kan?”

“Heh! Tapi kalau hanya teman dan sepupu, mengapa semesra itu, eoh?! Kau ini, paboyaa!! Dia juga pabo, kalau saja aku yang menjadi dia… tak akan aku curang padamu! Ia harusnya beruntung mempunyai yeojachingu sepertimu! Memang, namja aneh, pabo pabo pabo!!!” omel Chanyeol di seberang telepon.

“Eh~ lagipula, aku tak terlalu percaya padamu, wek! Hahaha~”

“Mwo? Geuraeyo, besok… ikut aku, ne! akan kutunjukkan padamu.”

“Memangnya mengapa kau bisa seyakin itu kau akan bertemu dengan mereka lagi besok, eoh?”

“Yeoja yang bersamanya itu memakai seragam café itu! Ia pasti karyawan di sana. Dan namja pabo itu, aku yakin 99.9% ia akan datang kembali menemui selingkuhannya itu!”

“Ckck~ geurae, aku juga akan buktikan padamu bahwa ia tak seperti yang kau bilang tadi!”

“Hh.. baiklah, besok aku akan menjemputmu ne. annyeong”

***

“Mana? Kau bohong, Yeollie-ya!” ucap Suzy yang mulai bosan dan lelah menunggu Taecyeon yang menjadi orang sasaran mereka. Mereka tengah duduk di meja yang berada di ujung café tempat Chanyeol beritahu kemarin. Suzy menaruh kepalanya di atas kedua tangannya, merasa bosan. Ia menatap Chanyeol yang sangat serius memerhatikan pintu masuk café dan orang-orang yang berada di café itu.

“Chanyeol-ah..” panggil Suzy.

“Eum..?” yang dipanggil hanya bergumam dan masih fokus dengan aktifitasnya meneliti setiap orang yang ada di café itu, tak melihat Suzy yang sedang mempoutkan bibirnya sebal karena merasa diacuhkan oleh sahabatnya sendiri.

“Dia tak akan datang, Chanyeol-ah… ayo, kita ke Mall saja!” rengek Suzy.

“Shh! Aniyo, mall bisa kapan-kapan. Tapi ini tak bisa! Sudah diam, aku ingin membuktikan bahwa aku memang benar dengan Semua yang kuucapkan padamu kemarin.” Balas Chanyeol masih tak melihat Suzy.

Suzy menjadi semakin sebal dan bosan, ia masih mempoutkan bibirnya dan memainkan jari-jarinya.

“Ah! Itu dia!” ucap Chanyeol dengan terkejut. Suzy yang tadi asik dengan dunianya sendiri kini bangkit dan menoleh kearah jari Chanyeol tunjukkan. Sudah tertampak jelas di sana ada seorang namja tinggi yang sangat ia kenal sedang mendekati seorang yeoja karyawan café itu. Namja itu memeluk yeoja itu dan mengecup singkat dahi yeoja itu. Sama persis dengan yang Suzy sering dapatkan dari namjachingunya, Taecyeon. Tetapi ternyata, memang benar. Itu adalah Taecyeon, ia mencium dahi yeoja lain sekarang ini. Bukan dahinya. Amarah, emosi, kesal, sedih, tersakiti, semua menjadi satu saat ini.

Ia menoleh Chanyeol, jari telunjuknya menunjuk namja dan yeoja yang berada lumayan jauh dari tempatnya duduk. Chanyeol yang mengerti maksud Suzy itu pun mengangguk, mengiyakan. “Itu memang Taecyeon, bukan?” tanya Chanyeol.

Suzy terdiam, “Kau benar… Chanyeol-ah.” Suzy berdiri dari tempat duduknya dan mulai berjalan mendekati namja dan yeoja yang sedang bermesraan tadi. Chanyeol yang takut Suzy akan melakukan apa-apa itu langsung mengikutinya dari belakang.

“Oh, permisi.. sepertinya aku ingin memesan vanilla latte lagi.” Ucap Suzy yang sudah berada di dekat yeoja itu. Yeoja itu melepaskan pelukannya dari namja bertubuh tingi itu. Lalu menoleh Suzy, “Ah.. ne.” ucap yeoja itu membungkuk pada Suzy.

“Dan, oh! Ternyata namjachinguku juga ada disini? Kok aku tak tau, ya?” tanya Suzy dengan smirk yang berada di wajahnya, guna menutupi semua kerapuhan dirinya di depan Taecyeon. Namja yang dikenal dengan Taecyeon itu menoleh kearah Suzy dan begitu terkejutnya ia melihat ‘yeojachingunya’ berada di sini. Sedangkan Suzy yang menatapnya hanya menatap Taecyeon dengan santai dan tersirat sifat evil di wajahnya.

“S-Suzy?”

“Wae, Taecyeon-ah? Kau bersenang-senang sendiri? Tanpaku? Oh, bagus sekali~”

“Tunggu… kalian?” tanya yeoja yang merupakan ‘selingkuhan’ Taecyeon dan pegawai di café itu.

“M-mianhae, jeongmal mianhae..” ucap Taecyeon entah pada Suzy atau pelayan itu.

“Kau, namja murahan, eoh? Hahahaha! Aku tak percaya aku bisa menjadi yeojachingumu. Ternyata aku begitu bodoh, ya?”

Plak!

Sebuah tamparan berhasil mendarat di pipi halus milik Suzy.

“Ya! Jaga omonganmu itu! Taecyeon oppa bukan orang yang seperti itu!” bentak yeoja pelayan café itu. Suzy terdiam dengan tangan kananya yang terus memegang pipi kanannya.

“Kau! Sial! Terserah kalian saja! Aku muak!” ucap Suzy yang sudah sangat emosi dengan jari telunjuknya yang menunjuk wajah kedua manusia di depannya. Ia berlari keluar café itu. Chanyeol yang khawatir langsung mengejar Suzy keluar café.

Suzy terus berlari di keramaian di Jalan Gangnam ini. Sesekali ia membungkuk pada orang yang ia tabrak yang berlawanan arah dengannya. “Jweosonghamnida..” sesekali ia berkata seperti itu dengan membungkuk pada orang yang ia tabrak.

Chanyeol masih setia mengejar Suzy dari belakang. Dengan gesit dan tubuhnya yang tinggi ia bisa dengan mudah menghindari orang-orang yang memadati kawasan itu. Sampai akhirnya tangan kekarnya dapat menggenggam pergelangan tangan Suzy dan menariknya. Suzy terdiam, ia menurut dengan tarikan sahabatnya itu.

“Suzy-ya, sudah… uljima.” Ucap Chanyeol dengan sangat halus. Suzy masih menutup mulutnya dengan tangannya dan masih terus terisak dalam tangisnya. Chanyeol langsung menarik Suzy dalam pelukannya, mencoba menenangkan sahabatnya.

Mereka masih terdiam dalam pelukan hangat itu, tak perduli dengan orang-orang yang melihat mereka dengan tatapan aneh. Toh juga banyak orang-orang lainnya yang seperti ini, tetapi lebih tepatnya ‘berpacaran’.

Isakan Suzy sudah mulai mereda. Ia melepaskan pelukan Chanyeol dengan perlahan, dan mencoba menatap Chanyeol dengan tatapan sendunya, tetapi tetap ada senyuman terukir di wajahnya.

“Hah~ Gomawo, Chanyeol-ah…” ucapnya masih menahan tangisnya lagi dengan senyuman.

Chanyeol yang bingung dengan ucapan Suzy itu pun menatap Suzy dengan tatapan bingungnya, “Mwo?”

“Hehe… iya, terima kasih kau telah memberitahuku tentang ini semua. Karena kalau kau tak memberitahuku, mungkin saja aku akan tersakiti lebih jauh lagi. Kau memang sahabat yang terbaik, Chanyeol-ah!” jelas Suzy sambil kembali memeluk Chanyeol.

Objek yang dipeluknya hanya bisa tersenyum, entah senyuman apa yang ia maksud. Senyuman senang ataukah senyuman sedikit kecewa?

 

Sudah banyak hari Suzy mencoba untuk bangkit dari kejadian itu, kejadian dimana ia dipermainkan oleh namja yang sudah sangat ia percaya untuk menjaga hatinya. Tetapi ternyata namja itu justru yang membuang hatinya dan mendapatkan pengganti baru. Ia sudah berusaha untuk tetap berpikiran positif, tetapi hatinya masih terlalu sakit. Banyak namja yang mengincarnya dan mengatakan perasaannya pada Suzy tetapi ia tolak. Mungkin ia masih ‘trauma’ atau ‘sudah tak mau’ lagi berhubungan dengan namja.

Dan di saat ia mulai membuka hatinya, ia baru sadar akan sesuatu yang tersembunyi di hatinya.

Rasa cintanya pada seseorang telah tumbuh. Ani, mungkin lebih tepatnya rasa cinta pada seseorang yang baru ia sadari sekarang.

Ia mencintai sahabatnya sendiri.

-Flashback ends-

Taecyeon terdiam, ia ingat dengan kejadian dulu. Saat ia mempermainkan Suzy. “Aku tau, aku memang salah. Tapi bisakah kau memaafkanku?”

Suzy hanya memasang smirk-nya lagi, “Tentu aku sudah memaafkanmu.”

Taecyeon tersenyum lalu mendekati Suzy. “Lalu, bisakah kita ulang semua dari awal lagi? Aku berjanji tak akan pernah menyakitimu lagi. Aku mencintaimu.”

“Tapi maaf, aku tak mencintaimu.”

“A-apa? Tidak. Aku tau kau pasti masih mencintaiku!”

Suzy lagi-lagi menatap Taecyeon dengan tatapan ‘melecehkan’nya. “Tidak, kau salah. Aku sudah melupakanmu. Aku sudah menemukan orang lain yang jauh lebih baik darimu”

“Aku tak percaya padamu! Aku tau kau memang mencintai orang lain, tetapi aku tau kau masih mencintaiku!”

“Hah, apa yang membuatmu begitu percaya diri bahwa aku masih menginginkanku, eoh?”

“KAU! AKU TAU KAU MASIH MENYAYANGIKU! KAU MASIH MENYAYANGIKU, KAN?!”

“…” Suzy terdiam, ia tak pernah berbohong. Ia tak berbohong bahwa ia sudah tak menyayangi dan menginginkan Taecyeon lagi.

“Bicaralah padaku, Suzy-ya! Kau masih menginginkanku, kan?!” Taecyeon menggoyangkan kedua pundak Suzy.

Masih belum ada balasan dari Suzy. Suzy tetap menunduk, menghindari tatapan Taecyeon.

“BAE SUZY! JUJURLAH PADAKU!”

“HENTIKAN, Taecyeon-AH!” Suzy mulai menatap Taecyeon, “Mengapa kau begitu percaya diri bahwa aku masih menginginkanmu, hah?! Aku bahkan tak mau menginginkanmu ada di kehidupanku lagi! Aku memang sudah memaafkanmu, tetapi bukan berarti itu aku masih mencintaimu! Kau dengar aku?! Aku sudah menemukan seseorang yang lebih baik darimu! Bahkan jauh lebih baik bekali lipat darimu!!!”

Suzy mulai membalikkan tubuhnya dan kakinya melangkah pergi.

“Chanyeol, eoh?” teriak namja yang pernah menggoreskan rasa sakit di hatinya dulu.

Suzy berhenti, “Bukan urusanmu.”

Kini giliran Taecyeon yang memasang smirk di wajahnya, “Hah, dia bahkan tak pernah mengetahui dan mengerti perasaanmu padanya. Perasaan lebih dari seorang sahabat. Kau bilang dia jauh lebih baik dariku? Oh yang benar saja, kau tidak menyadari bahwa ia telah menyakitimu juga? Tetapi ia menyakitimu dengan ketidak sepengetahuannya. Hanya kau yang tau bahwa ia menyakitimu. Kau yang merasakannya, ia bahkan tak tau tentang semua perasaanmu!”

“Kubilang diam! Kau tak tau apa-apa tentang ini! Memang kenapa, eoh?! Apa hubunganmu dengan kami? Kau bukan siapa-siapa di mataku!”

“Hah, terserah kau saja. Aku hanya memberitahumu, ok. Biarkan saja hatimu sakit sampai nanti. Itu semua karena kau. Jangan pernah salahkan siapapun, termasuk Chanyeol. Karena kau yang membuat dirimu menjadi sakit begini.”

“Mungkinkah apa yang Taecyeon katakan benar? Tapi… apa yang harus aku lakukan sekarang?”

To be continued…

~oOo~

Nah~ jadi deh yang chapter 2-nya :3 Oke, mungkin author berubah pikiran(?) kayaknya nih FF gak bakal selesai dalam 3 chapters doang ._. jadi mungkin 5 atau lebih .-.v buahahah xD *peaace~ *pelukwoohyun(?) Jja~ ditunggu ne, comment-nyaa ^^ maaf, author tega banget bikin Suzy eonnie tersiksa .___. bahkan dua kali! *PLETAKK* Oke~~ author tunggu comment, saran, pendapat, dan lainnya ^^

20 thoughts on “It’s too hard [Chapter 2]

  1. jd perasaan chanyeol ke suzy murni sahabat ja ya thor….

    gpp dech… datengin myungsoo ja thor d ff ini… #plak #abaikan #myungzy shipper akut 😀

    dtunggu lanjutanx thor… ^o^

  2. yah chanyeol sempet sebel jga sih bru part 2 udh ada pertunangan, apa udh ga ada harapan lagi uat chanzy bersatu??? ais taec pede kekeek tpi setuju jga klo gini terus suzy sendiri ya tersakiti karena sikapnya TT
    Next chingu, jgn sad dong ngarep bkl end chanzy, apa ini taeczy???

  3. Kasian suzy…… Apa jangan2 chanyeol juga sebenernya cinta ke suzy, tapi dia sama kaya suzy yaitu gamau ngungkapin perasaannya. Bisa jadi kan? Apapun bisa terjadi di dalam ff hohoho xD

  4. ChanZy aja thor! Diliat dari flashbacknya sih Chanyeol suka sama Suzy. Thor, Chanzy ya.. Chanzy….. Daebak! Lanjut thor….:)

  5. taecyeon jahat bgt ngomong’a gtu*kasian deh, tp kalo dah gini critanya kaya apa nie? Apa chanyeol brubah prasaan k’suzy, kalo aqu mah dah nyerah aja deh. Pnasaran thor, suzy ma cpa

  6. NYESEKKKK~
    Suzy jangan sama Taec, jeballll… Chanyeol ga peka banget sama perasaannya Suzy. Dasar happy virus yang ga peka kkkk~ CHANYEOL DAN SUZY HARUS BERSATU! #maksa xD kan jarang2 ada ff yg castnya chanyeol sama suzy :3

  7. huaa. Suzy kesian banget tu . ksal ni ama chanyeol dsni krana ngak peka dengan perasaanya suzy . Author . buat deh di part selanjutnya ada cowok lain yg datang agar suzy ngak sedih gitu . aq mw cowoknya Kai .

  8. Aigoo, suzy labil deh jdinya gra2 taec~.~
    Lgian chanyeolnya msa ga nyadar suzy suka sma dia, aduh kesian kan suji nya u_u”

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s