[FF Freelance] Time Out (Part 7)

Time out Chapter  7

Author : raraelf95

Cast :

       Hyomin (T-ara),

       Jessica (SNSD),

       Jung II Woo,

       Joo won

Other cast :

       Krystal [F(x)]

       Lizzy (After School)

       Jirae (OC)

       Jinyoung (OC)

Genre : horror, fantasy

Length : Series

Rating : PG-18

Disclaimer: Kisah dalam Fanfiction ini adalah 100% karangan dari saya yang terinspiransi dari sebuah Film. Di sini, semua main cast maupun support cast  adalah milik orang tuanya, tuhan, dan para fans nya.

Previous part: Part 1, Part 2, Part 3, Part 4, Part 5, Part 6

Annyeong readers author balik lagi ^o^)/ maaf ya lama ngepost nya *bow*

Itu karena author sibuk dan juga author sedih banget yang komen hanya dikit TT.TT

Author mohon banget buat kritik dan saran readers agar bisa tambah semangat nulis dan juga untuk memperbaiki tulisan atau cerita di next nya ^^

Oke deh jangan lama-lama

Happy reading!!!

 

>>>>>>>>>>>>TIME OUT<<<<<<<<<<<<<

Hyomin pov

Aku berharap pagi menjelang. Yang ku tahu kalau di film-film bergenre thiller atau sejenis nya itu jika sudah pagi, ‘mereka’ pasti musnah semua. Maksud dengan ‘mereka’ adalah makhluk-makhluk gaib. Ya aku sangat mengharapkan itu. Sungguh… saat ini aku benar-benar lemas tubuh ku, bulu kuduk ku berdiri dengan indah nya (?). Suara burung hantu, petir dan di tambah sekarang kami bukan sedang berjalan berdua saja, melainkan ada lelaki bernama Jung Ilwoo berjalan dengan kami. Jessica dan Jirae mungkin ada di belakang kami karena kami tadi tidak berjalan bersamaan.

Brakkkk

“Kyaaaaa!!!” teriak ku yang kaget mendengar sebuah suara benda yang jatuh atau apalah itu. Suara itu sangat kencang dan itu membuat ku memperat pegangan ku. “Tenanglah” ku mendongak ke atas, ternyata itu suara kekasih ku.

“Sunyoung-ah”

“Ne?” ucap ku, kedua namja itu melihat ku bingung dan aneh. Terutama namja yang bernama Jung Ilwoo itu. Namja itu mendelikkan alis nya. “Chagiya kamu kenapa humm?” kini pandangan ku beralih ke Joowon oppa.

Oppa tidak mendengar nya?” tanya ku. “Mendengar? Mendengar apa? Dari tadi aku tak mendengar apa-apa selain suara hujan, petir dan juga suara yang tadi itu. Memang ada suara lain selain itu?”

Ne… aku mendengar suara wanita memanggil ku. Suara itu terdengar sangat familiar di telinga ku” baiklah mereka makin melihat ku dengan tatapan aneh dan membuat ku merinding saja.

“Sunyoung-ah”

Suara itu terdengar lagi. Oh shit!!! Seperti nya mereka memang tidak mendengar nya. Lihat saja mereka tetap saja melanjutkan langkah nya.

“Sunyoung-ah”

Lagi-lagi aku mempererat pegangan ku dan membuat Joowon berhenti melangkah, ia menatap ku dengan tatapan bingung. “Hyomin… bagaimana suara itu?” tanya nya, seperti nya ia tahu kenapa aku seperti itu. “Dia… dia memanggil nama ku dengan sangat lirih dan menakutkan. Dia memanggil nama kecil ku” ucap ku.

Ku lihat lelaki yang bernama Jung Ilwoo itu melirik kesana-sini. Mungkin ia juga mencari sumber suara itu.

Blusshhhh

Tiba-tiba sekitar ku berubah menjadi kabut yang  tipis.

Dan muncul seseorang dari kabut itu. “KYAAAAA!!!!” teriak ku. “Hey tenang ini aku!!”

“Jirae? Kau itu hampir saja aku mengenai mu” ucap Ilwoo. “Kau punya pedang?” pertanyaan ku sudah di wakilkan oleh Joowon oppa. Aku juga bingung kenapa ia mempunyai pedang? Dan kenapa dia tidak membunuh anak ‘ibls’ itu.

“Pedang ini bukan pedang yang kita cari… ini hanya pedang biasa, paling hanya bisa menggores ia sedikit saja. Tapi untuk makhluk seperti kita itu akan memusnakan kita.”

“Oia nona Jirae… dimana Jessica?”

“Ahh iya… apa kalian bersama nya? Tadi aku kehilangan dia… aku sudah mencari kemana-mana tapi tidak ada dan tadi sebelum kesini aku sempat melihat bayangan seseorang. Ku pikir itu dia jadi aku ikuti, eh malah bertemu dengan kalian.”

“Dari tadi kami hanya bertiga.”

“Benarkah? Tapi tadi itu apa dong?”

Teng teng teng teng teng teng teng teng

Kami mendengar ada sebuah dentingan bel, dentingan yang sangat menakutkan. Kabut tipis tadi lama- kelamaaan menjadi tebal. Bukan dentingan bel yang terdengar melainkan suara….

“Kyaaaaa!!!!”

Hyomin berteriak karena ada benda jatuh di dekat nya. Joowon menyinari benda itu dan mereka membelalakkan mata mereka ketika tahu apa yang ada di hadapan mereka. Itu bukan benda melainkan jasad, jasad korban ‘anak’ iblis itu. Bau anyir darah menyeruak ke hidung mereka, ada perasaan jijik tapi penasaran juga. Mereka sungguh kaget ternyata jasad itu adalah….

“Eomma….”

“Eommaaaaaa!!!!” teriak Hyomin kencang memecahkan kesunyian. Tanpa perasaan jijik ada nya darah yang masih terbilang segar itu, ia memeluk ibu nya. Yah sebelum kejadian ini, ibu Hyomin dan Lizzy itu tiba-tiba menghilang begitu saja. Ternyata ibu mereka sudah di bunuh oleh ‘anak’ iblis itu. Mata nya benar-benar memanas. Ia memeluk wanita yang sudah putih pucat itu dengan erat.

Ada yang aneh disini, Ilwoo dan Jirae yang merasakan nya. Kenapa ia memunculkan jasad korban nya? Pasti ada hal yang di sembunyikan. Mereka berdua saling tatap-menatap seakan mengerti apa yang di maksud. Pandangan Ilwoo beralih ke sosok Pria bernama Moon Joowon itu.

“Sekarang aku mengingat nya siapa diri mu.”

“Ini bukan waktu yang tepat Ilwoo-ssi untuk bereunian.”

“Ya aku tahu… tapi tidak di sangka kita bertemu lagi, dengan aku yang seperti ini. Mungkin kalau aku tidak menganggap mu gila, tidak akan seperti ini. Kau menyadari kehadiran nya, tapi aku mengacuhkan nya. Apa saja yang kau ketahui tentang ‘dia’?”

Joowon mengerti siapa yang di maksud dia itu. Sebenar nya ini bukanlah hal yang tepat. Namun, seperti nya Jung Ilwoo ingin mengetahui nya.

“Aku memang punya menglihatan indra keenam tapi itu hanya bisa merasakan aura mereka, tidak dengan melihat wujud asli mereka. Sebelum memasuki ruangan kelas aku sudah merasakan aura yang benar-benar kuat. Aura yang di khususkan untuk membunuh, seorang psikopat. Bahkan saking kuat nya, ia dapat ku lihat dengan mata telanjang. Menakutkan. Benar-benar menakutkan waktu itu. Ia duduk manis di samping kiri mu dengan membawa sebilah pisau di tangan kiri nya. wajah nya ada bekas goresan dan pergelangan tangan nya juga lecet mungkin sebelum meninggal ia di jerat oleh tali atau apalah itu. Kau ingat saat aku memohon permisi pada saat mau duduk?”

Ilwoo mengangguk.

“Saat aku berjalan menuju bangku mu, aku merasa ketakutan. Sekujur tubuh ku tiba-tiba lemas. Itu adalah pertama kali nya aku melihat sosok mahkluk gaib begitu dekat, ia memperingati ku agar tidak menggangu nya atau… atau aku akan menyesal.”

“CUKUP!!!”

Pandangan mereka bertiga melihat ke arah Hyomin yang menatap mereka dengan kesal. Ia kesal bukan bagaimana cara nya menyelesaikan masalah ini malah mengobrol ria.

“Aku hanya ingin tahu kenapa Jinyoung sangat menakuti mata Moon Joowon… ini sangat tidak biasa. Ia tidak pernah memperlihatkan ‘mainan’ nya kepada semua makhluk.”

Ucapan Jirae menyebutkan jasad ibu nya Hyomin dengan sebutan mainan, membuat sekujur kedua orang itu –Hyomin & Joowon- merinding dan bergidik ngeri. Seakan-akan mereka adalah mainan yang siap di mainkan oleh nya. Jirae juga mengatakan kalau seperti nya ini sebuah peralihan untuk bermain dengan mainan nya. Bermain dengan mainan nya maksud nya itu adalah korban anak ‘iblis’ itu selanjut nya.

Mata mereka saling melempar pandang. Siapa? Siapa yang menjadi mainan nya?

“Jessica” gumgam Joowon dan Hyomin bersamaan. Geram. Ilwoo yang mendengar gumggaman mereka kesal dan marah. Tidak akan ia biarkan adik sepupu nya menjadi mainan anak ‘iblis’ itu. Jirae mengeluarkan sebuah benda dan benda itu adalah pedang dan secarik kertas.

“Pedang yang di miliki Jirae sama dengan ku…” ucap Ilwoo dan menatap Hyomin dan Joowon bergantian. “kita akan berpencar… aku ke arah utara, kau Jirae arah barat dan kalian arah selatan. Awasi mata mu Joowon jangan sampai kau lengah, ia sangat kuat. Tapi tidak ku sangka kelemahan nya ada di mata mu. Mata mu seperti api bagi nya. Kau adalah tameng, jadi berperanlah seperti tameng… ah iya ini adalah kertas jimat. Ya kau tau film vampir bukan?” lanjut Ilwoo dan mendapat agukan dari Joowon.

“tempelkan ini  di bagian mulut dan mata nya. Kertas ini akan membantu mu sedikit. Kertas ini akan bereaksi ke anak itu dan membuat ia sedikit terbakar. Tapi itu hanya bereaksi dengan mahkluk halus.”

 

Joowon mengangguk mengerti, ia memasukkan nya ke kantong kemeja nya dan membawa pergi Hyomin. Tentu nya Hyomin sedikit memberontak saat Joowon membawa nya pergi. Ia meraung-raung memanggil eomma nya, berharap eomma nya bangun.

“Semoga berhasil” gumgam Ilwoo. Mereka berdua –ilwoo dan jirae- langsung berjalan ke arah mereka masing-masing.

>>>>>>>>>>>>TIME OUT<<<<<<<<<<<<<

Hiks… hiks… hiks… hiks

Hyomin mendengar ada yang sedang menangis. Suara itu berada di balik tembok di depan nya. Suara tangisan nya semakin dekat dan dekat. Tapi tangan Hyomin ada yang memegangi nya, gadis itu menoleh dan ternyata tangan nya di pegang oleh Joowon. Lelaki itu menatap Hyomin dengan tatapan seolah-olah untuk jangan kesana karena ia merasakaan ada aura asing di balik tembok itu.

Hyomin melepas nya pelan dan memegangi tangan Joowon dengan tatapan kalau itu bukan anak ‘iblis’ itu. Joowon pun tidak bisa memaksa nya, tapi ia mau kalau diri nya berada di depan Hyomin. Ia takut kalau ini jebakan.

Mereka mengintip dan ternyata yang menangis adalah seorang gadis yang sedang menangis tertunduk. Mereka berdua mengamati gadis itu dari jauh tanpa membuat kalau mereka ada di sini. Dari ujung kaki sampai kepala itu seperti raga Jessica. Terlihat dari pakaian yang tadi ia kenakan tapi kenapa ada bercak darah di baju nya?

Hyomin hendak menghampiri gadis yang ia yakini adalah Jessica tapi lagi-lagi Joowon melarang nya.

“Itu bukan Jessica” bisik Joowon dan Hyomin menatap kekasih nya bingung. “Itu Jessica… aku yakin itu Jessica. Baju yang ia kenakan sama dengan yang tadi” jawab Hyomin dengan nada pelan.

“Ia aku tahu… tapi aura Jessica bercampur dengan aura lain.”

“Apa? Maksud oppa apa?”

“Ya maksud ku… maksud ku itu memang raga Jessica tapi roh nya bukan Jessica.”

Hyomin mengendus kesal mendengar ungkapan kekasih nya. Ia melepaskan tangan Joowon dan berjalan ke arah gadis yang sedang tertunduk itu.

“Jessica”

“Jessica-ah

Gadis itu mengangkat kepala nya dan menoleh ke arah Hyomin. Hyomin tersenyum lega. Ia benar… gadis itu benar Jessica. Dengan segera Hyomin menghambur ke arah gadis itu dan memeluk nya. Dalam pelukan nya Jessica kembali menagis.

Gwenchanna Jessica… gwenchanna… aku ada di sini. Kita sekarang aman, anak itu tidak bisa mendekati kita lagi.”

Di rasakan pelukan nya melonggar dan Jessica menatap Hyomin dengan tatapan yang membuat Hyomin merinding melihta nya.

“Apa maksud mu… Sunyoung-ah?”

“Maksud ku… aku susah menjelaskan nya….” jawab Hyomin dengan goresan senyuman di sudut bibir Hyomin. Joowon mendekati Hyomin karena ia sangat khawatir dengan kekasih nya. Benar kalau di hadapan nya adalah Jessica tapi kenapa ia merasa kalau gadis yang bersama Hyomin bukan Jessica?

Ia harus waspada dengan gadis yang ia rasa bukan Jessica. Bukan hanya perasaan nya tetapi gerak-gerik gadis ini benar-benar mencurigakan. Saat Joowon mendekat dan gadis itu menyadari kehadiran nya, ia langsung tertunduk.

“Syukurlah kau baik-baik saja Jessica-ssi… Ilwoo dan Jirae pasti senang mendengar kau baik-baik saja. Ahh iya dari mana saja kau?”

“I… itu… aku tadi mendengar ada yang memanggil nama ku lalu tiba-tiba ada kabut tebal. Ya tanpa di sadar aku berada di sini.”

Saat menjawab pertanyaan nya saja Jessica tidak menatap nya. Ia jadi teringat dengan ucapan Ilwoo yang mengatakan kalau dalam bentuk apapun mahkluk itu tidak menyukai diri nya di tatap oleh diri nya. kertas jimat? Yah ia ingat lagi kertas itu tapi ia mengurungkan niat nya, kalau ia macam-macam baru ia akan menempelkan kertas jimat  itu. Yang terpenting ia tidak boleh terpisah dari Hyomin.

 

TBC

3 thoughts on “[FF Freelance] Time Out (Part 7)

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s