I Love My Closefriend [Part 1]

i-love-my-closefriend

Cast : 2PM Junho, Wonder Girls Sohee || Support Cast : 2PM Nichkhun and Wooyoung || Genre : Friendship, Romance || Lenght : Chapter || Ratting : PG-13 || Summary : Junho, sahabat Sohee, yang awalnya iseng bermain truth or dare dengan Nichkhun dan Wooyoung. Namun karena kesalahannya, dia harus berpacaran dengan Sohee. Sementara Nichkhun dan Wooyoung hanya bisa men-support Sohee. || Disclaimer : terinspirasi dari pengalaman cintanya si author(?) seluruh cast disini hanya milik tuhan, milik keluarga masing-masing, dan milik agensi masing-masing. Happy reading \^^/

Prolog

# # #

AUTHOR POV

“Sohee, kau pulang dengan siapa? Ada yang menjemputmu?” tanya Nichkhun saat jam pulang sekolah.

“Tidak, kenapa?” tanya Sohee.

“Aku ingin mengantarmu pulang, boleh kan?”

Sohee hanya mengangguk.

Nichkhun pun segera mengambil motornya di tempat parkir. Setelah mengambil motornya, Nichkhun menuju gerbang sekolah, tempat dimana Sohee menunggu. Setelah Sohee naik ke motor Nichkhun, Junho pun menghampiri mereka.

“Khun, aku boleh pinjam Sohee sebentar?” tanya Junho.

“Boleh, tapi bagaimana denganmu Sohee?” tanya Nichkhun menoleh ke arah Sohee.

“Aku? Boleh saja, memang ada apa?”

“Aku ingin bicara hal penting padamu, tapi tidak disini.”

Sohee menurut. Dia segera turun dari motor Nichkhun. Sementara Junho segera menarik tangan Sohee.

“Junho, kita mau kemana?” tanya Sohee. Junho tidak menjawab, dia terus menarik tangan Sohee hingga mereka berhenti di tempat parkir motor.

# # #

JUNHO POV

“Junho, kau mau kemana?” tanya Sohee. Tanpa menjawab, aku terus menarik tangannya hingga sampailah kami di pojok tempat parkir motor.

“Sohee…” ujarku pelan. Aku harus bisa melaksanakan dare ini. Dare dari Nichkhun.

“Kau ingin bicara apa? Cepat sedikit, Nichkhun sudah menungguku.”

“Hanya sebentar kok.” Aku membalikan badan dan menatap wajahnya. Perlahan keringat dingin keluar dari tubuhku.

“Ne, cepatlah.”

Meskipun Sohee bukanlah gadis yang kusukai, entah kenapa aku merasa deg-degan menatap wajahnya secara langsung seperti ini. Aku dan Sohee memang sudah lama bersahabat dan tatap-tatapan, tapi entah kenapa kali ini terasa berbeda. Mungkin karena aku ingin melaksanakan dare itu.

“Sohee…. sebenarnya, setelah lama bersahabat denganmu, aku menyukaimu. Kau mau jadi pacarku?” akhirnya aku memberanikan diri mengucapkan kata-kata itu. Ekspresi wajah Sohee langsung terkejut. Entah apa yang ada dipikirannya.

“Junho.. ini…” ujarnya ragu-ragu.

“Aku serius. “ balaku.

“Kau tahu lah, setiap orang yang bersahabat dengan lawan jenis, pasti akan merasakan cinta. Iya tidak?” sambungku.

Sohee hanya terdiam, kemudian berkata “Baiklah, aku terima.”

“Selamat!” ujar Nichkhun dari arah belakang.

# # #

SOHEE POV

“Sohee…. sebenarnya, setelah lama bersahabat denganmu, aku menyukaimu. Kau mau jadi pacarku?” Entah ada angin darimana, Junho menyatakan cinta padaku. Aku terkejut bukan main.

“Junho.. ini…” ujarku berusaha meyakinkan

“Aku serius. “ potongnya sebelum aku sempat menyelesaikan kalimatku.

“Kau tahu lah, setiap orang yang bersahabat dengan lawan jenis, pasti akan merasakan cinta. Iya tidak?” sambungnya

Aku terdiam sebentar. Yaah, memang sejak lama aku menyukai Junho. Namun tanpa aku sadari, Junho juga memiliki perasaan yang sama. Entah aku merasa senang atau bingung.

“Baiklah, aku terima.” Ujarku.

“Selamat!” ujar Nichkhun dari arah belakang.

“Khun… sejak kapan kau ada disana?” tanyaku. Nichkhun pun segera menghampiri kami berdua.

“Baru saja. Aku bosan karena tidak tahu harus berbuat apa saat menunggu. Jadi kuputuskan untuk berjalan-jalan disekitar tempat parkir. Tak kusangka aku bertemu kalian. Maaf mengganggu.” Ujar Nichkhun panjang lebar.

“Yeah, kau sangat mengganggu.” Celetuk Junho.

“Maaf. Sohee, aku lupa kalau hari ini aku ada les. Kau bisa pulang dengan Junho kan? Lagipula, kau kan kekasihnya. Selamat tinggal.” Nichkhun pun membalikan badannya sebelum aku sempat menjawab pertanyaannya.”

“Khun tunggu!” panggil Junho.

Terlambat. Nichkhun sudah menjalankan motornya dan menghilang ke arah jalan raya.

“Nah Junho. Bisakah kau mengantarku pulang?” tanyaku pada Junho.

“Tentu, kenapa tidak? Kau kan sekarang sudah menjadi pacarku. Sudah menjadi kewajibanku untuk mengantarmu pulang.” Jawabnya.

“Ne, kau sudah makan?”

“Belum. Kau?”

Aku hanya menggeleng.

“Baiklah, kau tunggu disini, aku akan mengabil motorku. Setelah itu kita pergi ke kafe.”

Aku hanya mengangguk. Sementara Junho pergi untuk mengambil motornya.

# # #

JUNHO POV

Kupandandangi Sohee yang sedang asyik makan burger depanku dengan perasaan kasihan. Aku merasa berdosa padanya telah mempermainkan perasaannya seperti ini. Tak kusangka Sohee mau menerimaku yang tidak serius padanya. Semoga saja Sohee tidak memiliki perasaan suka padaku.

“Junho, kenapa kau menatapku seperti itu?” tanya Sohee heran. Aku segera memalingkan wajah ke jendela.

“Ti.. tidak apa-apa.” Balaku. Aku memakan burgerku dengan terburu-buru.

“Uhukk.. uhukk..” aku merasa ada sesuatu menyangkut di tenggorokanku. Mungkin ini efek aku makan terlalu cepat.

“Haduuh makanya makan dengan hati-hati, jangan terburu-buru.” Sohee menyodorkan segelas soda padaku. Dengan segera aku meminumnya.

“Memang apa yang sedang kau pikirkan?” tanya Sohee.

“Tidak ada. Aku hanya memikirkanmu.” Jawabku singkat.

“Maksudmu? Memikirkanku?”

“Iya, kau tidak tahu. All day i think of you. Because of that, i want you to be my girlfriend.” Ujarku dengan bahasa inggris seadanya. Tentu saja aku bohong.

“Really?”

“Yeah, you don’t belive that?”

“Yeah, sedikit. Haha.”

Sohee tersenyum dengan manisnya. Sama seperti senyum yang biasa kulihat. Melihatnya tersenyum seperti itu, aku memaksakan diri untuk tersenyum.

# # #

“Bagaimana Junho? Misimu berhasil?” tanya Wooyoung. Sore ini Wooyoung main kerumahku, alasannya untuk mengerjakan pr bersama. Tapi kurasa dia ada maksud lain.

“Yeah, Sohee menerimaku. Kalian jahat.” Ujarku sambil menengguk segelas jus.

“Kenapa?”

“Kalian menyuruhku untuk mempermainkan perasaan Sohee, apa itu tidak jahat? Aku kan tidak ada perasaan apa-apa padanya. Kami hanya sahabat. Semoga saja Sohee hanya asal menerimaku.”

“Tidak kami tidak jahat. Kau salah Junho, Sohee mencintaimu. Sangat mencintaimu.”

Mendengar ucapan Wooyoung, refleks aku menyemburkan jus yang kuminum pada wajahnya.

“APA?! SOHEE MENYUKAIKU?! KAU JANGAN BERCANDA, JANG WOOYOUNG!” teriakku.

“Aku serius! Cepat ambilkan tisu untukku!”

Wooyoung berusaha membersihkan wajahnya dengan tangannya. Dengan segera aku menuju dapur untuk mencari lap. Karena tidak menemukan lap bersih, akhirnya aku mengambil serbet dekil didekat kompor dan menyerahkannya pada Wooyoung.

“Ini.” Aku memberikan serbet kotor itu pada Wooyoung. Wooyoung pun mengelap wajahnya dengan serbet itu.

“HEI LEE JUNHO! APA INI? AKU KAN MINTA TISU, KENAPA KAU MEMBERIKU SERBET KOTOR DAN BAU SEPERTI INI? KALAU KE-TAMPANANKU HILANG KARENA SERBET INI BAGAIMANA?”

Wooyoung marah-marah dan melemparkan serbet itu entah kemana. Aku hanya tertawa melihat tingkahnya itu.

“Ahahahaha maaf. Aku tidak tahu dimana eomma menyimpan tisu. Dan aku juga tidak tahu dimana serbet bersih disimpan. Jadi aku berikan saja serbet itu. Hahaha.”

“Lee Junho, lihat pembalasanku.” Ujar Wooyoung kemudian bangkit dari kursi.

“Kau mau kemana?”

“Toilet. Aku harus membersihkan wajahku. Ini semua karena kau.”

Wooyoung pun segera pergi ke kamar mandi. Sementara aku hanya bisa menahan tawa.

# # #

AUTHOR POV

“Khun, apa kau sibuk?” tanya Sohee pada Nichkhun yang berada diujung telepon.

“Tidak, kenapa?”

“Khun, aku merasa aneh dengan sikap Junho.”

“Aneh? Bukankah harusnya kau senang karena Junho menyatakan cinta padamu?”

“Iyasih, tapi aku merasa heran. Junho pernah bilang padaku kalau dia menyukai Yuri.”

“Sohee, Junho menyukai Yuri bukan berarti dia tidak mencintaimu. Bisa jadi Junho hanya menyukai Yuri sebagai idolanya. Kau tahulah, Yuri kan perempuan paling cantik dikelas.” Nichkhun berusaha menghibur Sohee.

‘pasti Sohee curiga kenapa Junho tiba-tiba bilang cinta.’ Batin Nichkhun.

“I.. iyasih.. hanya saja…” ujar Sohee.

“Ada apa?”

“Aku merasa dia hanya pura-pura suka padaku.”

Seperti dugaan Nichkhun, Sohee memang gadis yang tidak bisa dibohongi.

“Kau mencintai Junho kan? Kau harus bisa percaya pada Junho. Apapun perasaannya padamu, tapi dia pacarmu, jadi kau harus percaya kalau dia juga menyukaimu.”

“Ne, gomawo Khunnie.” Ujaro Sohee, kemudian menutup telepon.

Tbc…

# # #

mian yah kalo masih sedikit atau terkesan buru-buru. part ini author bikin ngebut efek sembunyi-sembunyi pas ukk wkwkwk XD

author bakal post next part-nya kalo banyak yg komen, so komen dari kalian sangat ditunggu 🙂

31 thoughts on “I Love My Closefriend [Part 1]

  1. Iih junho nya jahat,kn kasian sohee nya 😦
    Cerita ny trll pendek thor,tp tetep seru n menarik kok..bikin penasaran trus..hhehe

  2. KHUNNIE!! Gara gara lo saranin Junho buat pacaran ama Sohee, Woo, pacar gue yang gak berdosa ikut ikutan setuju kan!? Kan lu bertiga jadi dosa!! *Abaikan readers gila ini*

    Seru thor, part selanjutnya di tunggu! tiga tiganya sama sama Jahat, Khun yang nyaranin,Woo yang setuju dan Junho yang ikutin aja -_-”

    kk! Off to next part!

  3. dih junho oppa jahat banget sih permainin perasaannya sohee..
    tp itu kan bukan kemauan junho oppa..
    yg salah si khun..
    aku berharap banyakan partnya junho hehehe

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s