It’s too hard [Chapter 3 –Part B]

it's stoo hard

Title: It’s too hard

Author: Lilaa

Rating: T?

Length: Chapters (Maybe 5 Chapters)

Main cast: Bae Suzy (Miss A) & Park Chanyeol (EXO-K)

Support cast: Choi Jinri (as Sulli), Byun Baekhyun, Park Jiyeon, etc. (Soalnya di setiap chapter suka ganti-ganti ._.v)

Genre: Friendship, sadness, romance (maybe), etc.

Disclaimer: Oke, Semua cast di sini punyanya Tuhan, tapi Myungsoo, Chanyeol, ama Daehyun juga punya author xD *digebukinreaders* Nah, author tau ini FF jauh banget dari kata ‘Perfect’ tapi minta comment-nya dong ya, kalo udah selesai baca boleh dong? :3 Ini ide author sendiri, kalau mungkin ada kesamaan pada jalan cerita mungkin itu hanya suatu ketidak-sengajaan. Karena ini murni dari pikiran author ^^ Oh ya, author minta maaf yak kalo ada typo bertebaran ._.v

Previous: Chapter 1 – Chapter 2 – Chapter 3 {A}

Note: yang di italic itu bisa mimpi, kata-kata bahasa inggris, dan batin cast itu. ^^

Jangan lupa, ne~

Don’t be silent readers and Happy Reading ^^

~oOo~

Previous part {A} of Chapter 3..

Suasana kamar serba putih ini masih terasa sangat sepi dan hening; karena orang yang berada di dalamnya masih tertidur dengan tenang sampai sebuah suara yang terdengar sangat nyaring terdengar dari tas selempang kecil yeoja itu.

Kriiing!!! Dering ponsel yeoja itu, segera ia terbangun dari tidurnya dan mengobrak abrik tasnya mencari benda persegi panjang yang berteriak minta diangkat itu.

Setelah menemukan barang yang dicarinya, Sulli langsung menjawab panggilan yang masuk di ponselnya.

“Yeobseo?” ucapnya memulai pembicaraan.

“…”

“A-apa? Chanyeol… kecelakaan?”

.

.

.

“…”

“T-tapi aku juga sedang menemani orang lain di rumah sakit, sedari tadi…”

“…”

“B-bukan, dia… teman lamaku.”

“…”

“Aniyo, bukan itu maksudku-”

Belum sempa Sulli selesai berbicara, yeoja yang menelponnya itu langsung saja mematikan panggilan itu, karena merasa kesal pada Sulli.

“Sekarang apa yang harus aku lakukan jika gini caranya…?”

***

Suzy baru saja menelpon seseorang, ia sungguh merasa emosi dengan orang yang ia telpon tadi.

“Pabo sekali yeoja itu!” ucap Suzy semakin kesal.

“A-ada apa Suzy-ya?” tanya Jiyeon yang berdiri dari duduknya.

“Kau tau, yeoja itu tak ada bersama Chanyeol sekarang saat Chanyeol begini, dan dia lebih memilih menemani teman lamanya yang juga sedang berada di rumah sakit?! Apa itu namanya yeojachingu yang baik? Dia bahkan mengucapkan kalau dia sudah dari tadi menunggui temannya di rumah sakit, dan mengapa ia tak bisa menemani Chanyeol sebentar saja?! Kenapa dia tak menemui Chanyeol yang sedang begini?!” Suzy semaki emosi. Ia sudah tak tahan, hari ini ia sedang sensitive ditambah lagi dengan yeojachingu sahbatnya yang lebih memilih teman lamanya daripada Chanyeol.

“Sabar, Suzy-ya…” Jiyeon mencoba menenangkan Suzy dengan mengelus punggung Suzy.

Beberapa menit kemudian seorang dokter berjas putih keluar dari ruang emergency.

“Bagaimana keadaan teman saya, dok? Apa dia bak-baik saja?” tanya Suzy yang langsung menyerbu dokter itu dengan pertanyaan.

Dokter itu tersenyum, “Chanyeol-shi baik-baik saja.. hanya terkena benturan pada dahinya dan tangan kirinya yang retak. Dia masih belum sadar, mungkin perlu beberapa hari untuknya siuman.”

Suzy terdiam, mungkin ini masih tidak terlalu parah. Ternyata harapannya tadi terkabulkan tuhan.

Chanyeol tak meninggalkannya.

“Lalu bolehkah kami menemuinya?” tanya daehyun.

“Eum, boleh saja… tapi hanya satu orang saja, ne? nanti saat Chanyeol-shi sudah dipidnahkan ke ruang kamarnya, barulah boleh lebih dari satu.” Balas dokter.

“Ah, geurae… Suzy-ya, sana masuk!” suruh daehyun. Suzy mengangguk.

“Baiklah, saya pergi dulu ne.” ucap dokter itu dan melesat pergi dari sana. Dengan segera Suzy memasuki ruang emergency. Matanya menangkap sosok namja bersurai cokelat gelap yang masih terbaring di atas tempat tidur itu.

Suzy mendekatinya, terdapat balutan pada dahi Chanyeol, juga dengan telapak kanan Chanyeol.

“Chanyeol-ah… mianhada, aku tak bersamamu di waktu yang tepat.” Ucap Suzy, matanya mulai memanas.

“Hah, beruntung kau masih ada di sini. Cepatlah buka matamu dan bangun, Chanyeol-ah…” Suzy mengelus pipi Chanyeol perlahan, berharap sosok di depannya ini akan bangun saat itu juga. Tetapi sayang, sosok itu tak mendengarnya.

***

Dan kini Chanyeol sudah dipindahkan ke ruang kamar pasien. Hanya ada Suzy di sana. Daehyun dan Jiyeon sudah pulang terlebih dahulu. Myungoo & Soojung juga sempat datang kesana, dan mereka sudah kembali. Orang tua Chanyeol masih berada di luar negeri dan besok mereka baru akan pulang ke Seoul.

Suzy menggenggam tangan kanan Chanyeol dan mengusapnya. “Get well soon, Yeollie-ya… aku ada di sini denganmu.”

Dan akhirnya sosok yeoja itu tertidur dengan kepalanya yang tertunduk di sebelah Chanyeol.

 

“Chanyeol-ah~” teriak Suzy yang melambaikan tangan pada sosok sahabatnya yang ada di seberang jalan.

Yang disapa tersenyum, lalu menoleh ke kanan dan ke kiri; memastikan sudah tak ada kendaraan yang akan melintas di jalanan itu.merasa aman, Chanyeol mulai menyebrangi jalanan yang terlihat sepi di malam hari itu dengan senyumannya menatap sosok yeoja cantik di seberang jalan.

Entah sejak kapan, baru kira-kira sedetik saja, ia sudah mendengar sebuah mobil yang berlaju sangat cepat. Bahkan sangat cepat. Ia menoleh ke arah kiri dan mendapati sebuah mobil sport merah itu dan…

“CHANYEOL-AH!”

BRUK!

Gelap. Hanya itu yang Chanyeol lihat, dan dengar setelah mendengar teriakan Suzy tadi.

Semua terasa sangat cepat. Suzy hanya melihat kejadian itu sekilas, saat sebuah mobil sport merah menabrak sahabatnya yang sedang menyebrang.

“CHANYEOL-AH, IREONA!!!” teriak Suzy histeris saat mendapati tubuh sahabatnya terbaring lemah di tengah jalan. Darah segar menyiprat dan menyebar dengan bebasnya di jalanan itu, darah yang berasal dari tubuh namja tinggi bermarga Park itu. Ia menoleh kearah mobil sport yang pintunya terbuka dan menampakkan namja yang berlari dari mobilnya dengan gontai. Sepertinya sehabis mabuk berat.

“YA! KAU! JANGAN KABUR!!!” teriak Suzy pada namja itu. Tetapi namja itu tak menghiraukan teriakannya. Dan perhatian Suzy kembali pada sosok Chanyeol yang masih berada di pangkuan pahanya.

“Tolong! Tolong!” Suzy berteriak-teriak, dan air matanya terus mengalir. “Chanyeol-ah, kumohon bangun…!”

Suzy terus berteriak meminta tolong dan akhirnya beberapa orang datang padanya dan membantu Chanyeol, melarikan Chanyeol ke rumah sakit.

.

.

.

 

Sudah hampir 3 jam Suzy menunggu di luar bersama teman-teman juga keluarga Chanyeol. Rasa khawatir dan menyesal menyelimuti mereka saat ini. Sudah terlihat eomma Chanyeol yang sedang menangis dan appa Chanyeol yang sedang menenangkannya.

Suzy yang terus berjalan bolak-balik dan air matanya yang masih terus mengalir; sungguh. Ia tak ingin apapun terjadi pada Chanyeol, sahabat sekaligus orang yang ia cinta.

Beberapa menit kemudian seorang dokter keluar dari dalam dengan wajah yang bisa diartikan sedih? Murung? Menyesal? Iba? Mungkin sebagainya.

Suzy sudah mendapatkan firasat buruk dari hanya melihat raut wajah dokter itu. Dengan segera ia menghampirinya. “Dok, bagaimana kondisi Chanyeol? Dia baik-baik saja, kan?”

Dokter itu mengehela nafas panjang, “Maafkan kami, kami sudah mencoba sebisa mungkin. Tetapi…” dokter itu menunduk dan menggantung kata-katanya.

“T-tidak, jangan bilang dia tak bisa tertolong! Dokter!” sambar Suzy yang masih histeris.

“Maaf tetapi tuhan berkata lain. Chanyeol-shi sudah tiada.” Lanjutnya.

Park Ahjumma dan Ahjusshi langsung berdiri dan menghampiri dokter itu.

“Dok, astaga..anak saya!!!” teriak park ahjumma tak terima anaknya sudah pergi dari dunia ini. “Ini tak mungkin, dok!”

“C-Chanyeol-ah…” air mata Suzy kembali menetes. “K-kau… meninggalkanku?” lanjutnya.

“Saya permisi dulu, ne. Anda dan lainnya boleh masuk ke dalam.”

Dengan segera Suzy membuka pintu ruangan itu dan memasukinya. Tubuhnya lemas seketika saat melihat sosok ceria itu tengah terbaring dan ditutupi kain di atas tempat tidur.

“Chanyeol-ah!! Mengapa kau meninggalkanku, eoh?!” teriak Suzy. Ia sungguh tak rela dengan kepergian Chanyeol kali ini. “Kau pernah berjanji tak akan meninggalkanku, tetapi kenapa kau sekarang pergi begitu saja!!!!”

“CHANYEOL-AH, IREONA!!”

“IREONA…!!”

“Ireona…”

Suzy mengangkat kepalanya. Jantungnya berdegup dengan kencang, ia menoleh kearah sosok yang ada di depannya; tertidur dengan pulas.

Tak ada yang terjadi pada Chanyeol. Suzy mendekatkan jari telunjuknya dan menaruhnya di depan lubang hidung Chanyeol. Ia masih bernafas.

Berarti, itu artinya…

Chanyeol tak meninggalkannya?

“Itu hanya mimpi?” tanyanya sendiri. Ia masih mengingat ‘mimpi’nya itu yang ia sebut mimpi buruk. Syukurlah, Chanyeol tak apa-apa. Tetapi entah mengapa, air matanya mengeluarkan air mata, “Chanyeol-ah… berjanjilah padaku, kita tak akan meninggalkan satu sama lain. Mungkin sampai tuhan memisahkan kita.” ucapnya menggenggam erat tangan Chanyeol yang lemas.

***

“Suzy-ya, ireona, chagiya…” ucap seorang yeoja yang menepuk pundah Suzy.

“Eum? Eh, Park ahjumma, annyeong… baru datang?” tanya Suzy yang baru saja bangun dari tidurnya. Ia membungkuk pada sosok eomma Chanyeol yang ada di depannya.

“Ne, begitulah… kau sudah makan?”

“Aniyo ahjumma, wae?”

“Kau pulanglah dulu… bersihkan tubuhmu dan sarapan. Biar ahjumma yang menjaganya.”

“Ah, nanti saja ahjumma… aku masih belum lapar, kok.”

“Haish, anak ini. Kau selalu saja berbohong, jja. Palli, kau pulanglah dulu, ne. nanti baru datang lagi kemari jika kau sudah selesai.”

Akhirnya Suzy menyerah, ia mengikuti kata eomma Chanyeol. Kembali ke rumahnya.

.

.

.

“Kira-kira sampai kapan Chanyeol akan sadar, ya?” dan… Suzy mulai bermonolog sendiri selama di perjalanan kembali ke rumah sakit setelah ia selesai dengan urusannya di rumah.

Lalu ia teringat dengan kejadian kemarin; kejadian dimana ia menelpon Sulli dan Sulli tak bisa datang ke rumah sakit. Bahkan hanya untuk melihat Chanyeolpun tidak.

“Apa yeoja itu pabo? Mengapa ia lebih memilih teman lamanya itu?” ia kembali mengomel sendiri saat lampu merah menyala dan mobilnya pun berhenti.

“Sesuai dengan apa yang dia bilang, katanya dia menunggu temannya itu sejak dari tadi! Lalu kenapa tak ia bagi waktu sedikit saja untuk mengunjungi Chanyeol? Hish… terserahlah..!” lanjutnya lagi sampai seseorang mengetuk-ngetuk jendela mobilnya dengan terburu-buru.

“YA! BUKA PINTUNYAAA!!!” teriak orang itu, yang pastinya seorang namja. Suzy bingung, ia membuka jendelanya, “YAK! APA-APAAN KAU MENGETUK JENDELA ORANG SEMBARANGAN, EOH?” balas Suzy dengan berteriak juga.

Namja itu menatap Suzy dengan tatapan tajam dan ia menoleh ke belakang, lalu ia menatap yeoja itu lagi. Sepertinya teringat seseorang…Suzy? Bae Suzy? Yeoja itu mirip dengan teman lamanya, sepertinya. Tetapi namja itu tak memikirkan itu dulu, ia lebih baik masuk ke dalam mobil itu dan pergi jauh-jauh dari gerombolan preman yang mengejarnya. “HUAA!! AKU MOHON CEPAT BUKAA!!!” namja itu memohon lagi.

Suzy menatap namja itu dengan aneh, lalu ia menatap lampu merah yang berganti menjadi kuning, dan akan berganti hij-

“KYAA!!! PALLIWAAA!!!” teriak namja itu. Dengan segera Suzy melepas sabuk pengamannya dan berganti duduk di sebelah kursi supir. Dan namja itu masuk kedalam mobil itu dan lampu kuning itu berganti dengan lampu hijau. Langsung saja namja itu menginjak gas dan mobil itu berjalan dengan cukup kencang, tetapi masih terkendali(?)

“Yak, tuan, permisi. Bisakah kau menjelaskan padaku apa yang terjadi?” tanya Suzy. Namja yang sedang menyetir di sampingnya itu tersenyum dan menoleh Suzy sebentar.

“Maaf, aku memaksamu. Tadi aku dikejar oleh segerombolan preman, jadi aku mencari aman dengan cara ini.” Jelas namja itu dengan cengirannya.

“Dengan cara mengambil alih mobilku?”

“Yap, begitulah. Oh ya, Maaf tetapi apakah kau bernama Bae Suzy?” tanya namja itu. Suzy yang membulatkan matanya. Bagaimana ia bisa tau?

“B-bagaimana kau bisa tau namaku? AH! JANGAN-JANGAN KAU STALKER YAA?!!” ucap Suzy yang mulai kalang kabut(?) dan histeris.

“MWO?! Aniyo, kau tak ingat aku, eoh?”

“Cih, memang kau siapa?”

Namja itu menghela nafas, “Geurae, aku akan memperkenalkan diriku lagi seperti dulu. Karena yaaa, kumaklumi kau memang mempunyai memori dan otak yang singkat tak padat dan juga tak jelas.” Ucap namja itu menghina Suzy.

“YAA KAUU!!!”

“Nah, Namaku Byun Baekhyun. Yap, Baekhyun. Temanmu dulu bersama Chanyeol, kau lupa?”

Suzy Nampak berpikir, dan ya! Akhirnya ia teringat dengan sosok namja bernama byun Baekhyun itu.

“Hah! Iya, kau! Namja paling menyebalkan yang pernah kutemui, tapi kau bukan temanku, tuan! Mungkin kau hanya teman Chanyeol saja, dan aku percaya dan yakin bahwa Chanyeol terpaksa mengakuimu sebagai temannya. Ya, ter-pak-sa.” Balas Suzy yang menekankan kembali kata ‘Terpaksa’ yang ia ucapkan di akhir kalimat.

“BUAHAHAHH!! Kau bilang aku apa? Namja paling menyebalkan? Bukankah Taecyeon namja kesayanganmu itu adalah namja yang menyebalkan, eoh?” ledek Baekhyun lagi.

“SHUT UP!”

“HUAHAHAHAHAAAA~” tawa Baekhyun menggelegar di dalam mobil, sedangkan Suzy hanya mempoutkan bibirnya kesal.

Dan lama kelamaan, tawa Baekhyun pun berhenti. “Hah… oh ya, talk to me, girl!” tampang Baekhyun tiba-tiba berubah 180 derajat. Sekarang sudah merubah raut wajahnya menjadi serius.

Talk about what?”

“Bagaimana perkembangan Chanyeol dan kau, eum? Apakah kau sudah menyatakan perasaanmu?”

Lagi-lagi Suzy membulatkan matanya, bagaimana Baekhyun tau bahwa ia mencintai Chanyeol? Seingatnya, ia tak pernah menceritakan ini pada Baekhyun.

“Mwo? Bagaimana kau bisa tau?” dan Suzy kembali bertanya dengan wajah polos dan takutnya.

“Tentu saja dari raut wajahmu, pabo! Dan juga caramu menatap Chanyeol, itu berbeda.”

Suzy terdiam. Iyakah? Segampang itu kah orang-orang bisa menebak bahwa ia memiliki perasaan lebih pada Chanyeol?

“A-aniyo. Aku belum pernah bilang padanya, aku tak mau.”

“Wae?”

“Aniyo…”

“Hh… geuraeyo.”

Suasana mobil kini menjadi sepi, tak ada yang berbicara lagi, sampai akhirnya Baekhyun bertanya pada Suzy.

“Rumahmu masih di alamat yang dulu?” tanya Baekhyun.

“Ne.”

“Baiklah, aku akan ke rumahmu saja, ne sekarang. Biar aku pulang naik taksi saja.”

“Andwe!”

“Mwo?”

“Jangan ke rumahku, pergi ke rumah sakit Seoul International Hospital!”

“Eh? Waeyo? Untuk apa kau ke rumah sakit? Kau sakit, eoh?”

“Ani, Tapi Chanyeol.”

“Apa?”

“Chanyeol mengalami kecelakaan kemarin, dan dia sekarang berada di rumah sakit itu.”

***

Baekhyun dan Suzy mengetuk pintu dan mendapati seseorang berkata “Masuk” dari dalam. Mungkin itu suara milik Park ahjumma, tetapi mengapa sedikit… berbeda?

Mereka memasuki ruang kamar pasien Chanyeol dan begitu kesal dan marahnya Suzy melihat seorang yeoja sedang duduk di dekat Chanyeol yang tertidur di atas ranjang kamar pasiennya.

“Oh, Suzy-ya, annyeong~” sapa Sulli, yeoja itu dengan ramah sembari membungkuk pada Suzy dan namja di sebelahnya.

Suzy hanya menampakkan smirk-nya, “Ternyata kau kesini? Lalu bagaimana dengan teman lamamu itu, eoh?” tanya Suzy dengan sinis sembari menekankan kata ‘teman lamamu.’

“Ah, kebetulan dia sudah sadar tadi malam. Jadi aku kesini barusan, mian kemarin aku tak bisa menemuinya…” balas Sulli dengan sedikit menunduk.

“Well, untung saja kau sudah datang pagi ini, dan Chanyeol belum sadar. Jadi dia tak tau kalau kemarin kau tak ada bersamamu. Ya, hmm… I think yeah, that’s okay.” Suzy mengangguk dengan tersenyum tipis.

“Ah~ gomawo, Suzy-ya…”

“Eum…” Suzy mengangguk. Sulli menoleh kearah Baekhyun yang berada di samping Suzy dengan tatapan bingung.

Suzy yang melihat tatapan Sulli itupun mengerti dan langsung memperkenalkan Baekhyun, “Oh ya, ini Baekhyun. Teman lamaku ah, ani, teman lama Chanyeol saja. Ya, aku tak pernah punya teman seperti ini.” Ucap Suzy dengan meledek Baekhyun.

“Yak! Kau!” balas Baekhyun yang tak terima dan merasa dihina(?)

“Kkk~ Dan Baekhyun, perkenalkan… ini Sulli, ia adalah…” Suzy menoleh kearah Sulli, “Yeojachingunya Chanyeol.” Lanjut Suzy.

Dari perubahan raut wajah Suzy, Sulli mulai menyadari sesuatu.

“Ne, annyeonghaseo, Baekhyun-shi. Bangapseumnida~” ucap Sulli dengan senyuman termanisnya.

“Nado, bangapseumnida, Sulli-shi~” balas Baekhyun. Sulli menoleh Suzy.

“Em… Suzy-ya, maaf tetapi bolehkah aku berbicara padamu berdua saja di luar?” tanya Sulli. Suzy menatap Sulli dengan wajah bingung, “N-ne?” Suzy menatap Baekhyun, “Hm… Baekhyun-ah, kau bisa kan kami tinggal sebentar?”

Baekhyun mengangguk, “Ne, gwenchana…”

Suzy tersenyum, “Permisi, Baekhyun-shi.” Ucap Sulli, dan berlalu keluar kamar pasien Chanyeol, juga diikuti Suzy dari belakang.

Sampailah mereka di taman kecil yang berada di belakang rumah sakit megah itu.

“Suzy-ya, anjja~” suruh Sulli pada Suzy sambil menepuk space yang ada di kursi taman itu. Dengan segera Suzy duduk di samping Sulli dan tersenyum.

“Waeyo, Sulli-ya? Apa yang kau ingin bicarakan?” tanya Suzy.

Sulli sedikit menunduk, “Ini… tentang Chanyeol.”

“Ah… ada apa lagi?” batin Suzy.

“Hm… kurasa aku tak bisa mempertahankan hubunganku dengannya…” ucap Sulli yang masih menunduk.

“Mwo?”

To be continued…

~oOo~

HUAAA!! MIANHAE, READERSDEUL!! Aduh ini pendek banget, dan lama yak ._. maaf, beberapa hari kemarin ada masalah(?) jadi gak sempet ngepost ini .___. Tapi nanti rencananya author mau ngepost Teaser FF yang baru~ kkk xD Itu ada MyungZy dan MyungStal-nyaa~ :3 heheh~ Beneran deh, readersdeul, mianhaee yaa~~ tapi ini lumayan banyak kok .-. 2000+ words di part B ini. Jja, author minta komentarnya, saran, dll-nya yaak~~^^

Gomawo~ :3 *heart throw bareng Woohyun* ❤

 

19 thoughts on “It’s too hard [Chapter 3 –Part B]

  1. daebak Pada 11 Jun 2013 08.51, “Read Fan Fiction” menulis: > > nisrina khalilah posted: ” Title: Its too hard Author: Lilaa Rating: T? Length: Chapters (Maybe 5 Chapters) Main cast: Bae Suzy (Miss A) & Park Chanyeol (EXO-K) Support cast: Choi Jinri (as Sulli), Byun Baekhyun, Park Jiyeon, etc. (Soalnya di setiap chapter ” >

  2. Wah, kerennn thor! Tapi rada gangerti juga sih hehe. Hah? FF baru? MyungZy ya thor! MyungZy! MyungZy! Yayaya?

  3. Huuaaa ..
    Tuhhh Sullii ngeselin amat c’ jd orang. 😦
    Tp gpp, itu brrti masih ad ksempatan buat Suzy bisa jdi Yeojachigu.a Chanyeoollll 🙂

    Assikk ff bruu, moga ajj MyungZy.
    Bukan MyungStal !
    MyungZy MyungZy MyungZy Jjaaannggg

    Wait for Next Chap, jgn lama” iia thor.

    #Fighting

  4. sumpeh awas aja ya sulli kn mo mbatalin pertunangnnya. klo nnt taemin ga sembuh/ mati #kok ngarep 😛 trus nnt balik lagi huh
    baekhyun datang?? next chingu

  5. Pengen berharap myungzy, tp myung udh sama krystal -_-

    Apa bener chanyeol nya jg ga ada rasa sm suzy ya?
    Aduh hidupnya suzy melas bgt sumpah, ga tega becanya *lebay*
    Setidaknya buat suzy sedikit bahagia bgt hohoho *nawar

    Lanjuuuttt 🙂

  6. Sulli mau kembali sama taemin..mungkin ini kesempatan untuk suzy,ditunggu kelanjutannya thor.fighting!!!

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s