[FF Freelance] Accident (Ficlet)

accident

Author: Ghina

Title: Accident

Cast: Lee Sungmin, Han Jinhye (OC)

Support Cast: Super Junior members

Rating: Romance

Length: Ficlet

 

FF ini sudah pernah diposting di beberapa blog dengan nama author Kyu-G. Well, itu saya. Jadi, FF ini bukan hasil tiruan. Please leave your comments (specialoves.wordpress.com)

 

.

.

.

 

Seoul National University Hospital, Korea

11:00 AM KST

 

“Di ruang 28 lantai 3, Tuan Lee.”

 

Dia menganggukkan kepalanya singkat dan langsung melesat ke arah eskalator. Melangkahi beberapa anak eskalator dan berlari dengan cepat lalu membuka pintu ruangan yang bernomor 28 itu dengan kasar begitu ia menemukannya, membuat seorang gadis yang sedang bersandar di kepala ranjang dengan majalah di pangkuannya sontak menoleh ke arah pintu dan terlonjak kaget. Dia berjalan mendekat dan berdiri tepat di sisi ranjang yang ditempati gadis itu. Menatap tajam seorang gadis yang sekarang malah tersenyum polos seolah ia tidak melakukan kesalahan yang fatal beberapa jam yang lalu. Napasnya langsung memburu begitu ia melihat perban yang menempel di kepala gadis itu meskipun hanya sedikit.

 

“Hai, Sungmin,” ucap gadis itu sambil tetap menyunggingkan senyum terbaiknya. Membuatnya merasa geram dan menghadiahinya satu jitakan di kepala yang membuat istrinya meringis pelan.

 

“Hai?! Yak, Lee Jinhye! Kau baru saja membuatku begitu panik dan kau dengan santainya menyapaku seolah tidak terjadi apa-apa, hah?”

 

“Aku… maaf,” lirih gadis itu sembari menundukkan kepalanya. Ia benar-benar merasa bersalah telah membuat suaminya merasa sangat khawatir dengan keadaannya.

 

Sungmin merentangkan tangannya dan memeluk gadis itu erat. Membuat tubuh gadisnya menegang seketika karena perlakuannya yang tiba-tiba. “Bodoh. Kenapa kau bisa begitu bodoh, huh?”

 

Gadis itu terdiam. Helaan napas lelah pria itu di lehernya, entah mengapa membuat tenggorokannya tercekat.

 

“Aku sudah pernah mengatakan padamu untuk menjaga dirimu dengan baik. Tapi mengapa kau sekarang malah mencelakai dirimu sendiri, Jinhye-ya? Kau membuatku tidak bisa bernapas dengan benar begitu mendapat kabar mengenai kecelakaanmu dari pihak rumah sakit.”

 

“Apa kau sebegitu inginnya meninggalkanku? Sebegitu tidak inginnyakah kau hidup bersamaku sehingga kau selalu bersikap ceroboh dan tidak memperdulikan dirimu sendiri? Apa hidup denganku membuatmu tersiksa? Hidup denganku membuatmu tidak bahagia dan selalu terluka?”

 

“Aku tahu aku masih belum bisa menjadi suami yang baik. Aku masih belum bisa memberikan banyak kebahagiaan untukmu. Selalu membuatmu tersakiti dan banyak mengeluarkan airmata hanya karena diriku. Aku selalu membuatmu kecewa padaku. Pada kenyataannya aku memang bukan suami yang kau inginkan, kan?”

 

Dia memiringkan kepalanya untuk mengecup pelipis gadis itu dengan lembut. Hanya kecupan singkat. Tapi berkesan.

 

“Kumohon, berhentilah melakukan hal-hal bodoh yang bisa membuatmu terluka. Aku tidak akan bisa memaafkan diriku sendiri jika terjadi suatu hal yang buruk padamu. Dan aku… tidak akan bisa hidup dengan benar setelahnya. Bisakah kau menjaga dirimu dengan benar? Cobalah untuk tetap bertahan disisiku meskipun aku bukan suami yang kau inginkan. Aku… membutuhkanmu. Lee Sungmin membutuhkan seorang Han Jinhye setiap harinya.”

 

***

 

Dia menggenggam erat jemari gadisnya yang tertidur. Sesudah ia mengatakan semua hal yang terpendam di dalam hatinya, gadis yang berstatus sebagai istrinya itu langsung terisak pelan dalam dekapannya. Ia terus-terusan mengucapkan kata maaf pada Sungmin, membuatnya semakin mengeratkan pelukannya pada gadis itu hingga tertidur. Mungkin karena terlalu lelah menangis.

 

Sungmin menatap wajah damai gadisnya itu lalu mengecup punggung tangan gadis itu yang tidak dipasangkan selang infus. Ia begitu khawatir tadi hingga tanpa sadar ia malah sedikit menyakiti istrinya dan Sungmin merasa sedikit bersalah akan hal itu. Ia merapikan anak-anak rambut istrinya yang berserak di keningnya dan menyelipkannya di belakang telinga gadis itu lalu mengecup pipinya lembut.

 

“Istirahatlah, Jinhye-ya.”

 

***

 

Ruangan nomor 28 yang ditempati Jinhye menjadi sangat bising sekarang. Pasalnya ke sepuluh member Super Junior sudah berkumpul di ruangan itu dan membuat ruangan itu menjadi sangat ramai. Bahkan Heechul yang sedang menjalani kewajiban negara, memilih izin seharian ini begitu mendengar istri adiknya mengalami kecelakaan.

 

Member Super Junior membawa tiga buah kantong plastik besar yang berisi banyak makanan. Membuat Shindong yang sudah datang terlebih dahulu dan menunggu di kamar Jinhye menjadi bersemangat begitu melihat banyaknya makanan yang dibawa member Super Junior lainnya.

 

Sedangkan gadis itu langsung terbangun begitu mendengar keramaian yang berasal dari kamarnya. Ia langsung menyandarkan tubuhnya di kepala ranjang sambil sesekali tertawa ketika mendengar lelucon yang dilontarkan salah seorang member. Dan Sungmin, ia ada perlu sebentar dengan Kim Youngmin sehingga ia harus datang ke kantor SM dan meninggalkan Jinhye bersama dengan member Super Junior disini.

 

“Kau tahu, adik ipar? Sungmin sangat panik tadi,” kata Shindong dengan mulut penuh makanan.

 

“Ne, dia bahkan langsung memelukku begitu ia datang,” jawabnya pelan,  menyembunyikan rona merah yang menjalar di sekitar pipi putihnya.

 

“Benarkah? Wah, kalian memang pasangan yang serasi,” ucap Heechul.

 

“ Begitu mendapat telepon dari pihak rumah sakit yang mengatakan kau kecelakaan, Sungmin buru-buru datang kesini. Padahal ia baru saja bangun dari tidurnya yang hanya beberapa jam dan hendak sarapan, tapi kabar itu membuatnya panik,” kata Leeteuk semangat. Kemampuan membongkar aib dari leader Super Junior ini sudah menjadi rahasia umum, jadi semua member hanya menggelengkan kepalanya saja melihat tingkah hyung mereka.

 

Jinhye menerawang dan membenarkan perkataan Leeteuk. Tadi sebelum Sungmin pergi, ia memang merasa sedikit aneh dengan pakaian yang digunakan suaminya itu.

 

Pria itu hanya memakai kaos pendek berwarna putih dan celana training panjang berwarna senada dilengkapi dengan sendal rumahan yang melekat di kedua telapak kakinya. Rambutnya juga terlihat masih sedikit acak-acakan. Ditambah dengan wajahnya yang pucat dan mata memerah menahan tangis, membuat suaminya terlihat bukan seperti seorang manusia.

 

Siapapun yang melihatnya pasti tidak akan menyangka bahwa ia adalah Lee Sungmin, salah satu member paling imut yang dimiliki grup terkenal itu.

 

“Benar. Terlihat jelas wajah ketakutannya. Hyung bahkan tidak mengganti baju dan mengambil ponsel serta dompetnya. Dia tidak terlihat seperti Sungmin hyung yang kukenal,” ucap Ryeowook, membuat gadis itu entah mengapa ingin menangis dan memeluk Sungmin erat-erat sekarang.

 

Kyuhyun, dengan wajah seriusnya menambahkan, “Melihat ekspresi ketakutan yang terpancar jelas dari wajah Sungmin hyung tadi, aku jadi sadar bahwa kau sudah menjadi salah satu orang yang paling penting baginya. Padahal sewaktu ia mendengar neneknya meninggal beberapa waktu lalu, ia masih bisa tenang meskipun sedih tentu saja. Tapi denganmu? Ia langsung melesat pergi kesini begitu mendengar kau terluka tanpa memperdulikan keadaan dirinya pada saat itu. Bukankah itu berarti kau lebih penting dari apapun yang ada di dalam hidupnya? Itu menandakan bahwa kau segalanya bagi seorang Lee Sungmin, kan?”

 

Gadis itu terdiam. Mencerna perkataan Kyuhyun baik-baik. Lalu setetes airmata menetes begitu saja dari kedua bola mata bulatnya. Merasa terharu dan tentu saja bahagia yang sangat luar biasa. Tak lama, gadis itu sudah terisak pelan.

 

“Omo, Jinhye-ya. Aku tidak bermaksud membuatmu menangis.” Kyuhyun panik. Memang bukan maksudnya untuk membuat gadis itu menangis.

 

“Uljima. Sungmin hyung akan marah pada kami jika melihatmu menangis,” lanjut Eunhyuk.

 

“Benar. Bisa-bisa aura setannya keluar dan mematahkan tulang kami satu persatu.” Donghae menambahkan.

 

“Berhentilah menangis Jinhye-ya. Jangan membuat kami semua panik. Kumohon.” Kangin memasang tampang memohon yang diikuti ke sembilan member lainnya.

 

Gadis itu mendongak lalu tertawa pelan, “Aku hanya terharu. Tenang saja. Tidak usah panik begitu,” ucapnya masih dengan airmata yang belum berhenti mengalir. Entahlah, terlalu sulit baginya untuk berhenti menangis sekarang. Ia benar-benar merasa bahagia.

 

“Syukurlah,” ucap semua member serempak lalu menghembuskan napas lega.

 

Suara pintu yang terbuka membuat semua orang yang berada di ruangan itu menolehkan kepala mereka ke arah pintu. Sungmin datang dengan senyum yang merekah dibibirnya, tapi langsung lenyap berubah menjadi wajah menyeramkan yang mengeluarkan aura hitam disekelilingnya begitu melihat gadis yang sedang berbaring di ranjang menatapnya datar dengan airmata yang mengalir di pipi. Ia mati-matian menahan emosinya dengan mengepalkan tangannya kuat-kuat tapi gagal karena yang ada ia malah berteriak keras.

 

“Yak! Apa yang kalian lakukan pada istriku, hah? Mati kalian semua!”

 

***

5 thoughts on “[FF Freelance] Accident (Ficlet)

  1. hahaha..
    seru hbs ne ff..
    sungmin oppa udah mrip kyuhyun oppa.. 🙂
    tapi ceritanya terlalu singkat eonni..

  2. Anyeonghaseo author, salam kenal, bru pertma kli bca ff sungminie trs nemu blog ini, seju2rx aq sparkyu+siwonest tp lg xoba bca2 ffx sungmin ffmu keren bgt lanjutkan ok!?

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s