[FF Freelance] 1983 (Part 4)

1983

| |Author : annisarifka| |Judul : 1 9 8 3| |MainCast:Kim Nichkhun(nichkhun/2pm),Bae Suzy(suzy/MissA),Lee Junho(2pm)| |Other Cast: Find by yourself..| |Genre:Romance, Action, Sad| |Rating:PG-16| |Length : chaptered| | Disclaimer:inspired by city hunter, IRIS 2, and other|| Recommended backsound : Davichi-Don’t you know, Suzy-Too Much Tears, Noel-What is it like?, Ami-Breaking up everyday, Infinite-Be mine instrumental (for action scene), and Mblaq it’s war instrumental (for action scene) | |

Previous part: Teaser, Part 1, Part 2, Part 3

1983_Part-4

Nichkhun mulai mendekat ke arah Sujin yang masih memegang kepalanya.

“ Lee Sujin.. jangan bergerak.. “ perintah Nickhun.

Sujin mulai mengangkat kepalanya melepaskan tangan yang mencengkeram kepalanya sejak tadi, ia memandang Nichkhun dan perlahan cairan bening keluar dari matanya.

“ Suzy… “ kata Nickhun lirih sambil mulai menurunkan senjatanya.

“ Op…ooo… Oppa.. “ kata Sujin lirih namun Nichkhun bisa mendengarnya dengan jelas.

———-«-»———

Suzy POV

Aku terduduk lemas diruangan ini kurang lebih sejak 15 jam yang lalu. Fikiranku kosong entah kemana aku juga tidak tahu pikiranku hilang kemana. Ku memejamkan mataku mengingat kejadian-kejadian selama 6 bulan terakhir ini, namun semua itu semuanya hanya membuatku merasa jauh lebih buruk membuatku merasa jauh lebih sakit lagi.

Kau tahu bagaimana rasanya menghianati orang yang kita sayangi, ya seperti ini rasanya. Dia, dia ada didepan mataku tapi aku tidak mengenalinya. Dia ada disampingku tapi aku menjauh darinya. Dia berbicara padaku, namun kututup telingaku, apa aku, apa jiwaku sudah benar-benar pergi? Entah kenapa setiap kali melihatnya membuatku merasa sangat sakit, sakit sekali.. Kalau saat ini aku sudah kembali.. Tapi apa mungkin seluruhnya kembali, entahlah lalu yang jelas Siapa Aku Sebenarnya???

Perlahan kudengar derap langkah seseorang datang dari balik pintu bola mataku terbuka dan membuatku mengikuti setiap langkah yang ia ciptakan. Dia perlahan duduk di kursi yang berbatas meja dengan kursi yang kududuki saat ini.. Dengan tatapan yang biasa ya lemas, tidak bersemangat dan juga sedih aku mulai mengangkat kepalaku meperhatikan orang itu dari ujung kakinya hingga ujung rambutnya.  Mataku terkejut melihatnya begitu juga dengan detak jantungku yang tiba-tiba berdebar sangat kencang,, Dia, dia Nichkhun.. sesaat kemudian aku segera menundukkan kepalaku, aku benar-benar tidak kuasa untuk melihatnya.. Tidak, aku tidak bisa melihatnya saat ini.. ini terlalu sulit dan menyakitkan untukku begitu juga untuknya aku yakin itu..

Dia membenarkan posisi duduknya kukira dia akan datang lalu menginterogasiku seperti yang dilakukan agent yang lainnya, namun kurasa aku salah saat ini..

” Anyoeng.. Lama tidak bertemu.. bagaimana kabarmu? ” ucapnya dengan sangat formal mengawali semuanya.

” Ne.. Seperti yang bisa kau lihat.. ” jawabku masih dengan posisi tertunduk.

” Maaf, tapi ini tugasku,– ” katanya seraya membuka sebuah buku kecil yang dibawa olehnya”–, apa yang terjadi padamu? “

(aku hanya diam dengan kepala menunduk tanpa sepatah kata keluar dari mulutku)

” Bagaimana kau bisa mengenalnya? ” tanya-nya lagi setelah pertanyaan pertamanya tidak terjawab olehku.

( aku tetap diam sama seperti tadi)

Dia menggigit bagiaan bawah bibirnya untuk melanjutkan pertanyaannya, “Apa kau yang menembak Agent Song? “

( Aku mengangkat kepalaku menatap matanya sekejap, ada rasa tidak percaya dalam diriku bagaimana bisa dia menuduhku seperti itu namun aku kembali menundukkan kepalaku)

Dia menutup buku kecil miliknya merasa ini akan sia-sia.. Dia mengepalkan kedua tangannya kuat-kuat diatas meja, ” Bagaimana bisa ini terjadi? ” ucapnya sembari menahan cairan bening yang hampir menetes dari matanya.

Suasana hening untuk sesaat namun aku sudah tidak bisa menahannya lagi tangisanku mulai pecah dan menghilangkan keheningan di antara kami.

” Mianhe.. Mianhe Oppa.. Aku benar-benar minta maaf.. Aku tidak tahu aku harus berkata apa? Mianhe.. Mianheyo.. Oppa.. ” hanya kata itu yang terucap di mulutku saat ini tidak ada kata lain yang keluar dari mulutku selain kata ‘ Maaf ‘ hanya itu, tidak ada yang lain.

” Kau sudah kembali, aku rasa itu lebih dari cukup.. Terimakasih.. ” jawabnya membuatku tidak percaya dan lebih membuatku merasa bersalah lagi.. Aku tidak lagi menahan cairan bening yang ingin keluar dari mataku, aku membiarkannya keluar dengan sendirinya.. karena memang aku sudah tidak bisa menahannya lebih lama lagi..

Nichkhun terlihat ingin meneteskan air matanya didepanku, dia beranjak dari tempat duduknya dan bergegas pergi meninggalkanku. Setelah itu tangisanku lebih menjadi lagi, aku menundukkan kepalaku, tangan kananku mengepal dan kupukulkan ke meja didepanku sedangkan tangan kiriku memengang jantungku yang terasa sangat sakit, aku terisak sambil terus menundukkan kepalaku.

———-«-»———

Author POV

Junho terlihat terduduk di ruangannya tangannya terus menyangga keningnya seperti orang sedang berfikir, tapi sesungguhnya dia sedang stres memikirkan hal yang terjadi. Tapi sejenak kemudian ia mengangkat kepalnya dan tersenyum yang terlihat seperti senyum jahat yang lumayan mengerikan.

Tanpa Junho tahu ternyata Yuri mengamatinya sejak tadi, Yuri juga ikut tersenyum saat melihat Junho tersenyum, beberapa detik kemudian Yuri pergi meniggalkan Junho yang kini terlihat sudah baik-baik saja.

———-«-»———

Victoria yang sedang membaca berkas-berkas di mejanya melihat Nichkhun masuk ke ruangan Team FPF-A dengan tubuh yang lemas dan tatapan yang kosong. Bola mata Victoria bergerak mengikuti Nichkhun yang kemudian duduk di meja yang ada tepat di depan Victoria. Victoria yang melihatnya merasa sangat sedih, dia kemudian menundukkan kepalanya perlahan dan menghembuskan nafas pelan.

Kemudian Victoria beranjak dari kursinya dan berjalan menuju ruangan Direktur Im…

” Oh, masuklah, ” kata Direktur Im, Victoria masuk dan duduk berhadapan dengan Direktur Im, ” Hm, ada apa? Apa ada yang ingin kau tahu dariku? Atau ada hal yang ingin kau sampaikan padaku? “.

Victoria menghembuskan nafasnya perlahan, ” Kejadian 1983, kematian Jung Kyung Ho, hilangnya Agent Bae 6 bulan yang lalu, dan lelaki bernama Junho itu.. Aku yakin semua itu ada kaitannya.. dan kita harus menyelidiki itu.”

Direktur Im menyatukan kedua telapak tangannya dan meletakkannya ke atas meja, ” Kalau begitu selidikilah, oh ya.. ada misi untukmu.. Dengarkan baik-baik,” kata Direktur Im seraya mengeluarkan sebuah foto dari laci mejanya.

Victoria terkejut melihatnya, ” Dia?”

” Ya, dia wanita yang membunuh Jung Kyung ho.. Selidiki tentangnya, semua tentangnya.. dan terakhir tangkap dia.. Kita akan mendapat banyak informasi jika bisa menangkapnya.. Bagaimana, bisa kau lakukan? ” jwab Direktur Im panjang lebar, sembari menjelaskan misi khusus untuk Victoria.Victoria tidak menjawab mereka berdua hanya saling menatap dengan tajam.

———-«-»———

Suzy memejamkan matanya saat sebuah jarum suntik hendak ditusukkan ke lengannya dan jarum suntik itu akan keluar dengan beberapa cairan berwarna merah didalamnya. Ya, Suzy sedang menjalani tes DNA untuk membuktikan bahwa dia benar-benar Bae Suzy—Agent FPF yang terbunuh 6 bulan.

Derap langkah seorang wanita—Agent Lee Ji Eun—perlahan terdengar menuju tempat dimana Direktur Im berdiri, yaitu di depan ruangan kaca dimana ada Suzy didalamnya..

Ji Eun berhenti tepat disamping Direktur Im, keduanya mulai berbincang sambil terus menghadap ke arah Suzy..

” Bagaimana dengannya? ” tanya Ji Eun pada Direktur Im.

Direktur Im menyilangkan kedua tangannya dibawah dadanya, ” Setelah melakukan tes kesehatan, kelengkapan identitas, dan pengecekan beberapa kata sandi.. Ya.. kita tunggu saja hasilnya. “

———-«-»———

Wanita itu terbaring sambil merasakan cairan merah keluar dari tubuhnya lebih tepatnya sengaja dikeluarkan dari tubuhnya untuk melakukan kecocokan DNA dengan wanita lain yang berwajah sama dengannya–Suzy–, dari kejauhan terlihat Nichkhun terus memandangi gadis itu.

Setelah itu wanita itu dibawa ke sebuah ruangan mirip dengan ruang introgasi, ia diatanya banyak hal mengenai identitas, keluarga, dan riwayat hidupnya serta semua hal yang terjadi padanya sampai saat ini.. Nichkhun ternyata masih saja menatap gadis itu.. Nichkhun masih saja mengingat kejadian malam itu saat wanita itu memanggilnya dengan sebutan ‘Oppa’..

Nichkhun menutup matanya sekejap kemudian dia langsung berjalan meninggalkan tempai itu.

Keesokan harinya wanita itu berjalan perlahan dari dalam sebuah mobil menuju kantor FPF, ia berjalan dikelilingi banyak orang yang mengawasinya. Gadis itu berhenti di depan sebuah pintu dan seseorang memintanya untuk memasukkan kata sandi agar pintu itu terbuka. Wanita itu hanya tersenyum lalu menekan sebuah tombol kecil yang berada disamping pintu ternyata pintu itu tidak bersandi melainkan ada tombol rahasia untuk membukanya.

Direktur Im yang sudah menunggu kedatangan wanita itu akhirnya bisa tersenyum karena orang yang ia tunggu sejak 20 menit yang lalu kini ada dihadapannya.

” Lama tidak bertemu, bagaimana kabar anda? ” kata wanita yang berdiri didepan Direktur Im itu sambil membungkukkan badannya 45 derajat.

”  Selamat bergabung kembali, Agent Bae Suzy ” jawab Direktur Im sambil mengajukan tangannya untuk berjabat tangan dengan wanita itu, dengan senyum terangkai di wajahnya wanita itu segera membalas uluran tangan Direktur Im.

———-«-»———

Suzy dan Yoona berjalan perlahan menuju ruang FPF-A.. Terdengar suara tepuk tangan saat Suzy masuk ke dalam ruangan itu..

” Kalian lihat siapa yang datang? Jadi mulai saat ini Agent Bae akan kembali tergabung ke FPF-A, ” jelas Direktur Im Yoona.

Semua anggota Team FPF-A terlihat bahagia atas hal ini.. Tapi dimana Nichkhun, ia tidak ada disana..

” Agent Kim, kemana dia? ” tanya Suzy setelah Direktur Im meninggalkan ruangan ini.

” Oh, Agent Kim sepertinya dia belum datang.. Dia sudah bilang akan terlambat hari ini.. ” jawab Yong Hwa. Suzy hanya menganggukkan kepalanya menandakan ia mengerti.

———-«-»———

Nichkhun berjalan santai di sebuah jalan dekat kantor FPF, namun langkahnya terhenti saat melihat seorang wanita yang selalu membuat hatinya berdebar bila didekatnya ada dihadapannya saat ini.

” Lama tidak bertemu, Nichkhun-ssi.. “

Mereka lalu duduk di sebuah bangku ditepi jalan, ” Jadi kau akan bergabung lagi dengan FPF? ” tanya Nichkhun.

” Hm, ya begitulah.. ” jawab Suzy singkat.

Mereka saling bertatapan lalu tersenyum bersama.. senyum yang sangat bahagia.

———-«-»———

Tokyo, Japan

20.00 (waktu setempat)

Taecyeon menatap mata para lawannya, ” Ayo tunjukkan kartu kalian! Aku yakin aku akan menang.. “

Orang itu menunjukkan kartunya satu persatu, namun ternyata lagi-lagi Taecyeon kalah dalam permainannya. Diam-diam ada seorang wanita yang terus saja memperhatikannya sejak tadi.

Taecyeon akhirnya duduk di dalam sebuah bar dan memesan minuman, ” Berikan aku 1 botol, cepatlah.. “

” Tapi 2 hari yang lalu kau juga datang kesini memesan 3 botol tetapi kau tidak membayarnya.. ” jawab salah satu pelayan disana.

” Kalau aku punya uang akan aku bayar, cepat ambilkan 1 botol.. ” kata Taecyeon lagi.

” Aku tidak bisa.. ” jawab pelayan itu lalu ia mengabaikan Taecyeon. Taecyeon langsung berdiri dan menarik kerah baju pelayan itu.. Tapi seseorang datang dan mencengkeram tangan Taecyeon. ” Lepaskan!! ” kata wanita itu. Taecyeon pun segera melepaskannya dengan sedikit tersenyum.

” Berikan dia 1 botol, atau berapapun yang dia mau.. jangan kuwatir dengan uangnya.. ” kata wanita itu lagi, seraya  mengambil posisi duduk disebelah Taecyeon.

” Kau lagi apa yang kau lakukan disini? ” tanya Taecyeon sembari mulai meneguk minumannya.

” Aku datang dengan hal yang sama, bekerjasamalah dengan kami,” jawab wanita itu.

” Sudah kubilang aku ingin hidup aman.. “

” Kalau begitu akan kupastikan kau akan aman, “

” Memangnya kau siapa? Tuhan? “

” Kalau begitu saat kau mati aku juga akan mati, “

” Apa untungnya untukku jika kau mati? “

” Baiklah, hm aku akan berikan uang yang banyak jika kau mau bekerjasama dengan kami setuju? “

” Kau mau memberikan uang padaku sebanyak orang yang ada di Korea pun, jika aku mati tidak ada gunanya.. “

” Huft.. lalu apa yang kau mau? “

” Bukankah aku sudah bilang, aku tidak mau.. “

” Kalau kau tidak mau, kenapa kau menyelamatkanku waktu itu..? “

” Apa maksudmu? “

” Kau yang menembak lengan agent itu kan? “

” Dari.. darimana kau tahu? “

” Junho yang bilang padaku.. “

” Lee.. Lee Junho kau tahu dimana dia? “

” Hah? Apa kau bercanda? Tentu saja aku tahu.. “

———-«-»———

Beberapa orang bersenjata masuk diam-diam ke rumah besar, mereka menembak para penjaga satu persatu..

Sementara itu di kantor FPF, Wooyoung mendapat laporan bahwa ada penyerangan di rumah mantan presiden Korea Selatan Moon Sang Hyo (just name). Lalu para agent FPF-A termasuk Nichkhun, Suzy, Yong Hwa, dan Victoria langsung mengambil senjata dan menuju rumah Moon Sang Hyo dengan tergesa-gesa.

Sampai di kediaman Moon Sang Hyo, semuanya turun dengan berhati-hati dan siap melawan musuh dengan pistol ditangan mereka.

Nichkhun masuk lewat pintu belakang bersama dengan Yong Hwa sedangkan Suzy dan Victoria masuk lewat pintu depan. Suzy mendorong pintu pelan dan melihat banyak penjaga yang tergeletak di lantai, Victoria mengikuti langkah Suzy. Victoria berjongkok dan memeriksa salah satu penjaga yang tergeletak di lantai. Suzy mendengar ada langkah seseorang dari tangga menuju lantai atas dia dan Victoria cepat-cepat bersembunyi di dekat dinding disebelah kiri tangga sehingga keberadaan mereka tidak diketahui oleh musuh. Saat musuh mereka berjalan melewati Suzy, dengan cepat Suzy dan Victoria langsung menyerangnya hingga orang itu jatuh ke lantai. Suzy menganggukkan kepalanya kepada Victoria mereka lalu berjalan menuju lantai atas.

Nichkhun dan Yong Hwa masuk melewati pintu belakang, saat Yong Hwa hendak membuka pintu menuju dapur ia melihat ada seorang musuh didalam ia segera menutup pintu itu lagi dan menempelkan dirinya di dinding sebelah kiri pintu sedangkan Nichkhun menempelkan tubuhnya di dinding sebelah kanan pintu. Nichkhun dan Yong Hwa saling memandang lalu menganggukkan kepala mereka bersamaan. Yong Hwa mendorong pintu pelan dengan lengan kanannya, hal itu membuat musuh didalam keluar dan menghadap ke arah Yong Hwa yang ada di kiri pintu sedangkan Nichkhun yang ada di kanan pintu segera memukul pundak penjahat itu hingga pingsan akhirnya mereka berdua dapat masuk.

Victoria mendobrak sebuah pintu dengan menodongkan pistol ke dalam ruangan tersebut, namun kosong tidak ada siapapun di dalam ruangan itu. Victoria memegang pistolnya dengan tangan kanannya sedangkan tangan kirinya memberi aba-aba pada Suzy agar Suzy masuk mengecek ruangan tersebut. Suzy mengecek semua sudut ruangan tersebut namun tetap saja tidak ditemukan apa-apa. Victoria menekan tombol kecil pada headset yang terpasang ditelinganya, “Percuma saja, kembali ke mobil.. Tempat ini kosong.” Setelah itu Victoria dan Suzy bergegas menuju mobil dan meninggalkan tempat itu.

Suzy menjalankan mobilnya sedang disampingnya berada Nichkhun yang sedang menghubungi kantor FPF untuk mengecek CCTV yang dipasang dibeberapa traffic light di Seoul. Sedangkan di mobil lain Yong Hwa menyetir dan Victoria duduk disampingnya sambil berusaha terus terhubung dengan ketua Team FPF-A—Nichkhun—.

Nichkhun mengangkat ponselnya yang berdering tertera dilayarnya Direktur Im, ya itu panggilan dari Direktur Im Nichkhun cepat-cepat mengangkatnya. Wajahnya mendongak ke atas saat selesai menerima telefon dari atasannya itu.

” Wae? “tanya Suzy yang masih berkonsentrasi dengan jalan.

” Mantan presiden Moon Sang Hyo ada di Kantor FPF saat ini. “jawab Nichkhun.

” Mwo? ” jawab Suzy sambil sedikit menekan rem mobilnya.

” Kita harus kembali ke FPF sekarang.. “kata Nichkhun memerintah.

Dengan cepat Suzy langsung memutar balikkan mobilnya dan bergegas menuju FPF, disusul Yong Hwa dibelakangnya.

———-«-»———

Keesokan harinya FPF mengadakan rapat besar tentang tindak kejahatan yang terjadi di kediaman Moon Sang Hyo kemarin. Direktur Im menjelaskan dengan panjang lebar bahwa besok mantan presiden Moon Sang Hyo harus menghadiri rapat korsel-korut di Shanghai, China. Rapat itu sangat penting jadi tidak bisa dibatalkan atupun diwakilkan. Oleh karena itu Team FPF-A lagi-lagi terpilih menjadi Team yang akan bertugas kali ini.

” Yang terpenting, jangan biarkan kejadian yang menimpa Jung Kyung Ho terulang lagi, Mengerti? ” kata Direktur Im sambil menyangga   badannya dengan kedua tangannya di atas meja.

” Ne.. ” jawab para agent dengan serentak.

Victoria membereskan berkas-berkas yang masih tercecer di mejanya. Tiba-tiba Yong Hwa datang dan juga membereskan beberapa benda yang ada di mejanya.

” Besok kita akan berangkat, jadi semangat.. ” kata Yong Hwa menyemangati Victoria namun Victoria hanya membalasnya dengan sebuah senyuman.

 ———-«-»———

Yuri melangkahkan kakinya perlahan di bandara internasional korea selatan, ia mengenakan mantel hitam, sepatu boots wanita berwarna hitam, dan juga kacamata yang berwarna hitam yang berhasil menutup matanya dengan rapi. Ia kemudian masuk ke sebuah mobil putih yang memang sepertinya sudah disediakan, dan langsung melajukannya.

” Dia ingin bertemu denganku? ” tanya Junho yang sedang duduk memakai kaos putih.

” Iya, dia bilang ada hal yang sangat ingin ia ketahui darimu.. ” jawab Yuri yang sudah duduk dihadapannya.

” Baiklah, kapan aku akan bertemu dengannya? ” tanya Junho sembari menyenderkan punggungnya di kursi.

” Sore ini, dia akan sampai di korea.. ” jawab Yuri singkat.

 ———-«-»———

Taecyeon pun sampai di korea, ia bertemu Yuri di dekat bandara.. Yuri yang memakai mantel berwarna merah dan sepatu hitam sudah menunggunya sejak 20 menit yang lalu.. Taecyeon berjalan mendekati mobil yang dibawa oleh Yuri, mereka berdua masuk ke dalam mobil itu dan Yuri segera melajukannya..

Yuri dan Taecyeon akhirnya sampai di sebuah tempat, Yuri mengantar Taecyeon menuju lantai atas untuk menemui seseorang. Yuri membuka pintu dan melangkah masuk perlahan diikuti Taecyeon yang sejak tadi berjalan dibelakang mengikuti Yuri. Yuri masuk lalu mempersilakan Taecyeon masuk dan ia sendiri perlahan keluar dari ruangan itu.

Terlihat seseorang duduk membelakangi Taecyeon, ” Junho-ya, aku tahu itu kau.. ” kata Taecyeon singkat.

” Lama tidak bertemu, ” jawab Junho seraya membalikkan posisi duduknya yang saat ini menghadap ke Taecyeon.

” Aku tidak ingin basa-basi denganmu, aku hanya ingin menanyakan satu hal.. ” kata Taecyeon tanpa menatap Junho.

” Baiklah akan kujawab pertanyaanmu, tapi setelah itu kau harus bekerjasama dengan kami, aku tahu kau berbakat jadi aku membutuhkan bakatmu itu untuk melancarkan misiku, ” jawab Junho sambil berpindah posisi kembali membelakangi Taecyeon.

” Iya, aku akan bekerjasama dengan kalian.. ” sahut Taecyeon sembari sedikit menggaruk kepalanya.

” Kalau begitu katakan pertanyaanmu.. ” kata Junho, sedikit mendekatkan tubuhnya ke Taecyeon yang duduk dihadapannya.

” Dimana.. Lee Sujin? ” tanya Taecyeon dengan tatapan lurus ke mata Junho.

” Aku tidak tahu.. ” jawab Junho singkat membuat Taecyeon mendengus kesal.

” Kuulangi lagi, Dimana, Lee Sujin? ” tanya Taecyeon lagi dengan nada tegas.

” Aku sudah bilang aku tidak tahu.. ” jawab Junho seraya menyenderkan punggungnya ke kursi.

Hening untuk sementara, Junho bangkit dari kursinya dan berjalan keluar melewati Taecyeon. Namun Taecyeon menghentikannya dengan menarik kerah baju Junho, ” katakan padaku dimana Lee Sujin? ” katanya.

” Apa kalau aku bilang dia sudah mati kau akan percaya? ” kata Junho dengan keras.

” … ” Taecyeon hanya diam.

” Ya, dia sudah mati.. Jadi cepat lepaskan tanganmu.. ” jawab Junho sambil melepaskan tangan Taecyeon yang mencengkeram kerahnya.

” Kau pasti bohong, ” kata Taecyeon lemah yang langsung terduduk di kursinya.

Junho meneruskan langkah kakinya keluar dari ruangan itu, tanpa menghiraukan Taecyeon. Sedangkan Taecyeon mengepalkan tangannya dan menggigit ujung bibirnya masih dengan perasaan tak percaya. Matahari mulai menghilang dari langit, Taecyeon masih saja terduduk lemas di ruangan itu.

Junho merapikan beberapa buah pistol serta mengisinya dengan peluru. Junho menyerahkan sebuah pistol kepada seorang wanita disampingnya.

” Ini untukmu.. ” kata Junho

” Ne.. ” jawab Yuri

 ———-«-»———

Shanghai, China

06.00 waktu setempat

Mantan presiden Moon Sang Hyo dan Team FPF-A sudah sampai di Shanghai, China. Mantan presiden dikawal masuk ke sebuah hotel yang sudah disediakan. Sebelum masuk Direktur Choi menganggukkan kepalanya kepada Agent Bae dan Agent Kim yang sedang berjaga diluar. Dan pemeriksaan-pun dimulai.

Suzy mulai memeriksa seluruh sudut ruangan, Victoria dan Yong Hwa mendata para pegawai agar tidak ada penyelinap, sedangkan Nichkhun seperti biasa mengecek bagian teratas gedung. Dan para Agent yang lainnya bertugas dibidangnya masing-masing. Pemeriksaan selesai dilaksanakan namun belum ada sesuatu yang anek atau apapun itu, pemeriksaan diakhiri dengan Suzy memasang alat penyadat di ruang rapat.

Semua Agent berkumpul di sebuah ruangan khusus, jam menunjukkan pukul 11 siang, Direktur Choi masuk ke dalam ruangan tersebut.

” Kalian semua bersiaplah untuk nanti sore, ” kata Direktur Choi memerintah.

16.00 waktu setempat.

Semua agent FPF yang bertugas mempersiapkan diri baik-baik. Rapat sudah dimulai saat ini, satu jam kemudian rapat antara korsel-korut diakhiri. Semua berjalan dengan sangat baik sampai saat ini.

Akhirnya agent FPF kembali ke ruangan khusus mereka, dan melihat kondisi di dalam ruangan rapat melalui CCTV karena ketika rapat berlangsung tidak ada Agent yang boleh memasuki ruangan rapat tersebut. Tidak ada hal yang aneh dengan ruangan itu, tapi tunggu Wooyoung mendekatkan matanya ke layar komputer, apa dia menemukan sesuatu.

” Agent Kim, coba kau lihat ini.. Bukankah sebelumnya tidak ada tanaman di sudut ruangan itu kenapa sekarang ada? ” kata Wooyoung sambil menunjuk tanaman di layar komputernya.

” Kau benar, pasti ada penyusup.. Cepat selidiki.. ” kata Nichkhun kepada anggota Team yang lain. Victoria menganggukkan kepalanya is akhirnya berlari keluar ruangan khusus ini disusul Yong Hwa dibelakangnya.

———-«-»———

Sementara itu anak buah Junho sedang memandangi sebuah layar komputer, tiba-tiba, ” Hentikan, sepertinya kita sudah ketahuan.. Cepat matikan! “, kata Junho memerintah, ” Kita harus kesana, sekarang.. ” tambahnya.

———-«-»———

Victoria masuk ke ruangan itu dan benar saja di balik tanaman itu ada sebuah kamera kecil, Victoria meneliti lebih lanjut kamera itu dan setelah ia teliti ternyata kamera itu mengarah ke, ” Mantan Presiden, amankan mantan presiden.. ” katanya.

Yong Hwa berlari menemui Mantan presiden Moon Sang Hyo, sedangkan Victoria berlari untuk memberitahu para agent yang lainnya. Tanpa pikir panjang detik itu juga Moon Sang Hyo harus segera kembali ke Korea, para Agent FPF sangat bekerja keras karena tidak mau kejadian yang menimpa Jung Hyung Ho terulang lagi.

Direktur Choi dan beberapa Agent lain ada satu mobil dengan Mantan presiden Moon sang hyo, sedangkan Yong Hwa, Victoria, Suzy, dan nichkhun juga ada dalam mobil yang sama serta Nichkhun yang bertugas menegemudi. Mereka semua mengawal Mantan presiden menuju bandara, untuk segera terbang ke korea.

Di tengah perjalanan tiba-tiba kaca mobil yang berada paling belakang pecah terkena peluru, dan didepan mereka dihadang oleh banyak orang, Nichkhun langsung menghentikan mobilnya dan menyuruh Yong Hwa untuk melindungi mantan presiden. Sedangkan Nichkhun, Suzy, Victoria dan beberapa agent lainnya langsung turun dan terjadi tembak-menembak antara FPF dengan para penjahat itu.

Yong Hwa akhirnya sampai ke mobil mantan presiden dan mulai mengamankan mantan presiden. Sementara Nichkhun masih terus melepaskan pelurunya ke musuh, namun sekilas ia melihat di antara kerumunan orang yang menjadi musuh ada Lee Junho disana, Victoria juga melihat di antara para penjahat ada Yuri, wanita yang menjadi targetnya.

Yong Hwa melindungi mantan presiden Moon Sang Hyo dengan membawanya masuk ke dalam mobil lain, Suzy terus berusaha menembak sambil berlindung pada pintu mobil yang terbuka, Victoria juga ikut menembak tapi ia menfokuskannya pada Yuri. Sedangkan Nichkhun mulai mendekati mobil lawan dan menembak beberapa penjahat. Akhirnya Nichkhun sampai dibelakang Junho namun Junho dengan cepat mengetahuinya, Saat itu juga tiba-tiba ada serangan dari jauh rupanya ada seorang penembak jitu yang mencoba membantu Junho melawan FPF.

Yong Hwa yang sedang bertugas melindungi mantan presiden teernyata menjadi sasaran penembak jitu itu, Ia mulai mengarahkan pistolnya ke arah Yong Hwa namun Victoria datang dan mencoba menembak penembak itu terlebih dahulu, tapi dengan cepat penembak itu bersembunyi.

Terjadi tembak menembak yang masih terus berlanjut. Kali ini sebuah senapan ditujukan ke arah Victoria yang ada disebelah mantan presiden, saat peluru itu diluncurkan ternyata Victoria berjalan maju beberapa langkah, hal itu membuat mantan presidenlah yang terkena tembakan tersebut di bagian kiri dadanya.

Semuanya kini melihat ke arah Moon Sang Hyo, namun mantan presiden terus menganggukkan kepalnya. Victoria yang melihat kejadian itu mencoba menyerang musuh habis-habisan beberapa tembakan Victoria tepat sasaran dan mengenai musuh hingga banyak musuh yang mati. Dan saat ini orang yang berada paling lurus dengan senjatanya ada Yuri, Victoria merasa ini kesempatan untuknya.. Ia cepat-cepat mengarahkan pistolnya kepada Yuri. Dari kejauhan terlihat penembak jitu itu–Taecyeon–melihat Yuri tidak sadar bahwa Victoria akan menembaknya maka dengan cepat Taecyeon segera mengarahkan senjatanya ke Victoria dan mengenai lengannya untuk yang kedua kalinya.

Sesaat setelah itu Junho mengaba-abakan kepada semuanya untuk kembali dan meninggalkan FPF disana, lagi pula mantan presiden yang menjadi targetnya kini sedang lemah tidak berdaya. Jadi, Junho merasa misinya kali ini suda selesai.

———-«-»———

Seoul, 10.00 a.m

FPF’s office

Direktur Im berjalan tergesa-gesa menuju ruang FPF-A, sedangkan FPF-A yang sedang diam sejak tadi dikejutkan oleh Direktur Im yang datang.

” Siapa yang akan bertanggung jawab dengan semua ini? ” kata Direktur Im seraya menatap satu-persatu wajah para agent dan akhirnya pandangannya jatuh ke arah Nichkhun, ” Ketua Team? “

Nichkhun maju beberapa langkah,” Aku siap bertanggung jawab atas semua ini.”

Semua anggota FPF-A tersentak mendengar kalimat yang diucapkan ketua teamnya barusan ini, sebagian dari mereka menutup mulutnya, dan sisanya terbelalak tak percaya.

” Baiklah, Agent Kim kau akan kehilangan senjatamu, dan kau tidak diijinkan masuk kerja selama 3 bulan.. mengerti? ” tanya Direktur Im pada Nichkhun.

” Ne, algetsimnika.. ” jawab Nichkhun dengan tatapan yang terus mengarah kedepan.

” Dan untuk yang lain, kalian juga tidak diperkenankan berkerja selama 1 bulan, kalian akan kehilangan senjata kalian juga selama 2 bulan, dan semua pekerjaan FPF-A akan dialihkan ke FPF-B.. ” direktur Im menghela nafasnya sebentar dan kembali melanjutkan perkataannya, ” Hukuman kalian semua.. Dihitung dari besok pagi.

Direktur Im berjalan meninggalkan ruangan FPF-A, dan saat ini semua agent FPF-A sedang membisu dan diam tanpa kata dengan tatapan yang kosong, kecuali Suzy yang sedari tadi terus memperhatikan ke arah Nichkhun.

” Gwenchanayo.. Kalian tenanglah, bukankah hanya 1 bulan? Itu waktu yang singkat.. ” kata Nichkhun memecah keheningan ruangan.

” 1 bulan untuk kami, tapi bagaimana denganmu? ” kata Sun Hwa sambil menundukkan kepalanya setelah mengatakan kata ‘kami’.

” Gwencahanayo, Sun Hwa-ssi.. ” jawab Nichkhun pada Sun Hwa.

” Andai saja tadi kau tidak mengatakan kalau kau siap bertanggung jawab,” lanjut Victoria.

Nichkhun hanya membalasnya dengan tersenyum.

Tepat setelah jam makan siang usai, Nichkhun bertemu Yong Hwa didepan kantor FPF, Yong Hwa menepuk bahu Nichkhun dan berkata, ” Direktur Choi ingin bertemu denganmu.. “

Nichkhun menganggukkan kepalanya cepat, dan bergegas menuju ke ruang Direktur Choi.

Diruangan direktur Choi.


Nichkhun membuka pintu dengan perlahan, ia membungkukkan badannya 90 derajat, kemudian duduk di depan direktur Choi.

” Aku  akan langsung to the point, ada misi yang harus kau jalankan, ” kata Direktur Choi mengawali pembicaraannya dengan Nichkhun.

” Misi? Untukku? Apa? ” jawab Nichkhun dengan penasaran.

” Aku rasa kau harus kembali ke Shanghai, karena aku yakin kau bisa menemukan barang bukti disana.. Apa bisa kau melakukannya? ” tanya Direktur Choi dengan sangat serius.

” Apa yang harus aku selidiki? ” tanya Nichkhun.

” Agent rahasia Shanghai yang bekerjasama dengan FPF, mereka bilang mereka menemukan beberapa kejanggalan disana, itu yang harus kau selidiki.. ” lanjut Direktur Choi.

” Jadi aku akan bertemu dengan agent itu dan menyelidikinya lebih dalam..? ” tanya Nichkun.

” Ya, tepat sekali, ” Direktur Choi kemudian membuka loker di mejanya dan memberikan 2 buah tiket pesawat terbang kepada Nichkhun.

” 2? Apa ada orang lain, selain aku? ” tanya Nichkhun dengan penasaran.

———-«-»———

Yong Hwa berjalan menuju tempat parkir FPF yang secara tidak sengaja bertemu dengan Victoria.

” Ah, Victoria.. Apa yang akan kau lakukan selama tidak berkerja 1 bulan ini? Huh? ” tanya Yong Hwa menghentikan langkah Victoria yang hendak masuk ke dalam mobilnya.

” Tidak ada.. ” jawab Victoria singkat, ” Kenapa? ” tanya Victoria sambil menyunggingkan senyumannya.

” Bagaimana kalau berjalan-jalan? ” ucap Yong Hwa.

” Denganmu? ” tanya Victoria sembari meniggikan alis matanya.

” Tentu saja, denganku.. agent tertampan di FPF, bagaimana? ” jawab Yong hwa sangat percaya diri.

” Cih, kau? Tertampan? Ah, lupakan saja.. ” jawab Victoria sambil memalingkan wajahnya, ” Tapi tunggu, asal kau mau mentraktirku, kurasa tidak masalah.. “

” Jadi kau mau? “

” Satu lagi, jangan pernah menganggap kau paling tampan bagaimana? ” kata Victoria sembari menyilangkan kedua tangannya.

” Iya baiklah, jadi setuju kan? ” 

Victoria hanya membalasnya dengan tersenyum.

———-«-»———

Keesokan harinya, Nichkhun sedang menyiapkan barang apa saja yang akan dibawanya ke Shanghai. Tiba-tiba bel apartemennya berbunyi. Nichkhun yang hendak berjalan membuka pintu tiba-tiba dikejutkan oleh seorang wanita yang berdiri tepat dihadapannya saat ini.

” Suzy-ah.. kau membuatku terkejut.. ” teriak Nichkhun.

” kau mau kemana, kenapa menyiapkan koper seperti itu? ” tanya Suzy, yang melongok ke arah kamar Nichkhun namun pandangannya dihalang-halangi oleh Nichkhun. Sehingga Suzy sama sekali tidak bisa melihat isi kamar Nichkhun.

” Yaa.. Oppa, ” teriak Suzy sambil meyingkirkan badan Nichkhun yang menghalangi pandangannya.

” Apa yang kau lakukan? ” tanya Nichkhun saat melihat Suzy mulai masuk ke dalam kamarnya yang sedang dipenuhi baju.

” Oppa, kau mau kemana? Ayo jawab aku, ” tanya Suzy dengan mata penuh selidik.

” Aku harus kembali ke Shanghai, ini misi untukku.. ” jawab Nichkhun yang mulai membereskan bajunya lagi.

” Kalau begitu aku akan ikut, ” ucap Suzy dengan gampangnya.

” Untuk apa ikut aku tidak sedang liburan, ” jawab Nichkhun dengan tegas.

” Ayolah.. “

flashback

” Ya, tepat sekali, ” Direktur Choi kemudian membuka loker di mejanya dan memberikan 2 buah tiket pesawat terbang kepada Nichkhun.

” 2? Apa ada orang lain, selain aku? ” tanya Nichkhun dengan penasaran.

” Apa tidak ada orang lain yang ingin kau ajak? ” jawab Direktur Choi dengan balas bertanya. 

” N-ne? ” jawab Nichkhun tidak mengerti.

” Sudahlah anggap ini sebagai bagian dari liburan.. Ajaklah siapa saja, bagaimana kalau Agent Bae, dia bisa ikut membantumu.. ” jawab Direktur Choi dengan sedikit tertawa.

” Ne? ” jawab Nichkhun, sejenak kemudian mereka berdua saling tertawa.

———-«-»———

China, International Airport

7 a.m.

Nichkhun yang memakai pakaian santai dan mantel berwarna cokelat dilengkapi sebuah topi kini berjalan dari sebuah pesawat yang baru saja mendarat. Diikuti Suzy, yang mengenakan pakaian santai dan mantel berwarna merah gelap, dan sepatu boots wanita berwarna putih keabuan. Mereka berdua berjalan keluar meniggalkan bandara.

” Apakah Nichkhun akan menyelesaikan misinya? “

” Apa yang sebenarnya keinginan Junho? Dan apa sebenarnya tujuan dari perbuatan yang ia lakukan selama ini? “

Tunggu kelanjutannya….

to be continued~~~~

Note :

Maaf, sepertinya ini lama dan tidak memuaskan, jadi tolong dimaafkan, semoga readers masih mau membaca FF ini sampai akhir,,, maksih yang dh mau baca :D.. 

25 thoughts on “[FF Freelance] 1983 (Part 4)

  1. Masih belum paham thor kkk Sujin itu Suzy atau gimana masih ngga tau ? Taec junho Suzy atau Sujin itu ada hubungan apa ? Ya ampun masih banyak tanda tanya thor, author fighting~

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s