[FF Freelance] Beauty and The Beast (Prolog)

Beauty and The Beast Cover

Beauty and The Beast[Prolog]

 

 

Aouthor         : ATM

Rating            : PG-15

Length           : Twoshot

Genre             : Action | Angst | Lime | Romance

Email              : anggiwidiyanisautami@gmail.com

Main cast’s   : Bae Suzy’MissA | Ok Taecyeon’2PM | Kim Soohyun’Soloist

Sup. Cast’s     : Park Jin Young’Soloist | Lee Min Hoo’Actor | Kwon Yuri’SNSD | Krystal Jung’f(x) | Kim Hyuna’4minute

Backsong      : Hurt Ali | A.O.D.T 2PM | Come Back When You Hear This Song 2PM | Making Love 4Minute | Don’t Stop Can’t Stop 2PM | Only You BoA | Love Is You Seo Yeon Ft. Blue Marble

Disclaimer    : Hai Readers! Apa kabar? Lama tidak jumpa. Author kembali lagi dengan FF yang tidak kalah menarik dengan FF kemarin ‘Romantic Guy’. Kali ini author mau bawa Suzy dan Taecyeon serta Soohyun buat main di FF yang kugarap sendiri. Dengan berdasar atas pengimajian author. Maaf bila ada kesalahan dalam menulis atau alur yang terlalu rumit untuk diikuti karena author masih dalam proses belajar. Well, untuk para Readers selamat membaca… DON’T FORGET LEAVE COMMENT and DON’T COPAS MY FF.

Thanks to     : My God, otakku yang setia dan beberapa sumber terpercaya J

 

 

 

Cinta datang tak pernah memihak, ia akan datang pada orang-orang yang berjuang untuk cinta. Bahkan sepasang manusia yang berbeda sekalipun.

Jika hanya cinta yang mampu kau berikan, apa kau akan memberikannya?

‘Beauty and The Beast’ by StorylineA©

 

 

Perjalanan hidup manusia seperti sungai yang mengalir menyusuri tebing-tebing, yang kadang-kadang sulit ditebak kedalamannya, yang rela menerima segala sampah, dan yang pada akhirnya berhenti ketika bertemu dengan laut. Hidup didunia ini bukanlah kesalahan yang patut untuk direnungi, hanya saja sebuah takdir yang telah tertulis apik pada kekuasaannya. Seperti diriku saat ini…

Cerita ini dimulai ketika aku dan Krystal memutuskan untuk pindah merantau ke kota yang menjadi pusat mode saat itu, Seoul. Hanya berbekal uang tak seperapa kami menyusuri gang-gang kumuh mencari gubuk yang dapat melindungi dari sinar matahari dan hujan. Hal yang sulit memang mencari sesuatu yang ekonimis di kota yang seramai ini, hampir tiga jam kami tak kunjung menemukannya.

Hari sudah semakin siang namun perjalanan kami tak usai pada saat itu juga, kami masih terus melangkah hingga terbenam pada sebuah kedai roti yang terletak dekat persimpangan jalan yang diapit toko aksesoris dan toko kimchi. Terlihat jelas disana terdapat seorang pria memakai clemek kusam nan kotor sedang membersihkan meja yang hanya berjumlah empat buah. Ditangannya yang penuh guratan luka, ia mengayunkan kain lap dengan lihainya. Kontan membuatku iba melihatnya.

Krystal yang kelaparan segera menarik lengan bajuku memasuki kedai roti yang bernama ‘Bong Young’ itu, baru masuk beberapa langkah saja aroma coklat, kopi, keju, strowberry, kacang sangrai, dan susu caramel menusuk indra penciumanku. Hah lezatnya. Aroma-aroma menggoda itu membuat benakku melayang-layang membuatku ingat pada sosok ibu yang selalu menyiapkan kue saat aku pulang sekolah.

“He’em.” Terdengar dehaman seseorang yang kontan membuatku bangun dari lamunanku.

Kutolehkan kepala menengok orang tersebut. “Ada yang bisa dibantu, Nona-nona?” tanya ramah pria di depan tadi.

Dengan kikuk “A-aku dan adikku ingin menikmati rotimu”

Krystal mendekatkan bibirnya pada telingaku dan berbisik “Apa dia orang baik?”

“Apa?”

“Maksudmu?” tanyaku bingung.

Ia menghela napas kesal “Kau ingin makan roti apa?”

“Strowberry susu” cletuk Krystal.

“Dan kau?” tanya pria itu dingin.

Melihat layanannya yang begitu dingin tak heran jika kedai ini banyak sawang-sawang disudut-sudut ruang alias jarang laku. Melayani tamu yang berkunjung saja seperti melayani bangkai babi yang berulat. Aku jadi penasaran dengan rasa dan aroma roti disini “Kopi misis”

“Tunggu!” pinta pria itu dengan nada datar kemudian berjalan memasuki pintu yang kupastika adalah sebuah dapur.

Setelah pria itu benar-benar lenyap dari pandanganku, aku segera duduk pada sebuah bangku yang terletak ditengah-tengah ruangan yang diikuti Krystal. Kuedarkan padanganku kesegala arah hingga keseluk-beluknya, ruangan ini terlihat sangat kotor namun anehnya meja-meja ditempat ini bersih mengkilat tak ada debu sedikitpun. Apa ini termasuk dekorasi kedai ini?

Mataku semakin medelik lebih jauh ketika memandangi foto-foto berbingkai kayu kropos, didalam bingkai itu terdapat dua tiga bocah laki-laki. Mungkin itu putra pemilik kedai ini. Diujung sana terdapat senapan yang mirip dengan milik paman Hong di desa, ia juga memiliki benda kuno itu rupanya. Disamping kirinya terdapat sebuah vas bunga yang terguntai kalung bercelang namun karatan dan dibawahnya ada setangkai mawar merah yang sudah mongering. Aura-aura mistis mulai kurasakan.

“Tempat apa ini?”

“Entahlah.”

“Lihatlah dietalase itu! banyak pisau dan belati yang tajam dan dibawahnya pistol-pistol. Apa ini pantas disebut kedai roti?” desis Krystal lirih.

“Kupikir juga begitu namun kau tak mencium aroma-aroma selai ini?”

“Aku menciumnya tapi…” kalimat Krystal sempat tergantung ketika melihat pria itu mengintip kami dari celah jendela hitam yang tertutup debu.

“…..aku meras aneh, kita pergi saja. Kau tak lihat dia sedang mengintip kita”

“Ne, aku melihatnya. Apa dia orang jahat?” tanyaku yang juga mulai parno.

Lalu sosok pria itu kembali masuk dalam kesibukannya, ia pun mulai hilang lenyap dari tempat itu. sontak Krystal beranjak dari bangku dan menggeretku kabur dari tempat ini tetapi entah kenapa aku masih ingin ditempat ini walau perasaanku tak karuhan hancurnya.

“Kajja, kita pergi dari tempat ini Eunni!” ajak Krystal ketakutan.

Jujur saja saat itu aku bingung antara ingin masih tinggal dan menuruti kemauan Krystal. Bingunglah aku dibuatnya namun dengan segera aku mulai memutuskan untuk menuruti kemauan Krystal. Dari pada ada apa-apa dengan kami lebuh baik kami pergi dahulu dari tempat ini.

Dengan tergesa-gesa kami keluar menuju pintu namun BUKKKKK, aku menabrak sesuatu. Segera kulrtakkan tanganku pada dahiku yang baru saja terkena benda keras. Puing-puing kepusingan mulai merambat pada kepalaku, namun kusempatkan mendongak melihat seseorang yang kutabrak. Tiba-tiba saja aku terpesona melihat wajah pria itu, ia terlihat begitu tampan, walau tak tersenyum sedikitpun. Matanya tertuju padaku lekat seperti tanpa ada halangan, jantungkupun mulai berhenti berdetak seperti semuanya telah diam. Kerdipan mata itu semakin membuatku terpesona…. Ia benar-benar tampan.

“Mian, apa kau baik-baik saja?”

 

 

 

 

 

 

Note   : hah, Readers sampai itu dulu ya ceritanya. Kalau mau tahu lebih lanjut tungguin aja Beauty and The Beast Part 1 yang rencananya mau aku buat ketika aku rampung menyelesaikan UKK. Well, sabar ya Readers. J

Sebelumnya ada pertanyaan untuk para Readers, menurut kalian siapa couple Suzy dalam cerita ini? Dan menurut kalian giman ending dari cerita ini?…. hihihi

35 thoughts on “[FF Freelance] Beauty and The Beast (Prolog)

  1. Aku readers baru disini…. 🙂 Semoga ajah, TaecZy deh ! :* Di tunggu thor…!!! TaecZy ! TaecZy ! TaecZy ! #Koplak

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s