[FF Freelance] I’ll See You In The Coffee Shop (Ficlet)

isuitcs-postr

I’LL SEE YOU IN THE COFFEE SHOP

Author : nisaknugroho || Casts : Choi Junhee (Juniel), Jung Yonghwa (CNBLUE) || Supporting Casts : Seo Juhyeon (Girls’ Generation Seohyun), Heo Gayoon (4Minute) || Genre : Daily Life, Fluff || Rating : Teen || Lenght : Ficlet || Disclaimer : Terinspirasi dari Menuju(h) – Solo Stalker, The Coffee Shop Chronicles – Surat Untuk Tuan Arsitek, dan racikan ide-ide sebelum tidur.

 

Ting Ting!
Sekali lagi lonceng pintu coffee shop ini berdenting, sekali lagi pula aku harus menolehkan kepalaku ke arah pintu dan berharap pelanggan itu kamu. Seharusnya aku yakin bahwa kau tidak datang hari ini, seperti kemarin dan kemarinnya. Sebelumnya kau selalu datang ke tempat ini, pada waktu-waktu yang tak terduga. Seperti suatu hari kau datang saat tempat ini hampir tutup dan dengan terpaksa aku memintamu pergi, tapi tidak untuk akhir-akhir ini. Kau mungkin menemukan coffee shop baru yang bisa memberimu lebih banyak ide. Karena dari pengamatan yang aku lakukan padamu selama ini, kau tampak seperti seorang musisi.

Ting Ting!
02.45 pm. Sekarang coffee shop dipenuhi orang-orang berseragam rapi mengobrol dengan orang berseragam rapi lain, mengobrol dengan ponselnya, bahkan mengobrol dengan dirinya sendiri sambil sesekali mengeluh tentang pekerjaannya.
Kau masih belum datang, atau kau memang tidak akan datang. Ada sisi dimana aku yang separuh masih menunggumu dan separuh yang lain bersikeras bahwa kau tidak akan datang.

Seorang pria berdasi mendekati counter. Aku mempersiapkan senyum-paling-ramahku.

“Selamat siang, ingin pesan apa?”

Pria itu membenarkan kacamatanya sambil mendongakkan kepalanya memperhatikan sederet menu yang ada di papan tulis diatasku.

“Satu avocachino tanpa cream, satu chicken salad.” ujar pria itu pada akhirnya.

“Baik. Tolong tunggu sebentar.”

Ting Ting!
“Selamat sore, ingin pesan apa?”

“……..” Ketiga gadis SMA di depanku  itu berisik sendiri menentukan apa yang ingin mereka pesan. Setelah beberapa saat akhirnya salah satu dari mereka membuka suara.

“Tiga americano, satu strawberry shortcake, dua blue velvet.”

“Baik. Tolong tunggu sebentar.”

Mereka berlalu menuju kursi di ujung kedai, tempat yang dihujani cahaya matahari, tempat favoritmu.

“Junhee-ah!”

Ne?”

Bisa tolong antar pesanan ini ke meja di ujung itu? Aku barusan terpeleset, tanganku sepertinya terkilir”

“Tentu eonni, akan kuantar.ujarku sambil mengambil nampan berisi pesanan.

Tuan musisi, sekarang ini aku mengantar pesanan ke meja favoritmu. Tapi hatiku tidak berdegup seperti sebelumnya, aku juga tidak merasakan kepakkan sayap kupu-kupu di perutku. Aku merindukan perasaan seperti itu. Kapan kau akan duduk disana lagi dan sibuk dengan gitarmu?

“Ini pesanan anda, satu strawberry shortcake, dua blue velvet, dan tiga americano. Selamat menikmati!”

Ting Ting!
8.00 pm. Shiftku sudah habis dua jam yang lalu, tapi karena tangan Seohyun-eonni terkilir dan akhirnya dia memutuskan untuk pulang awal jadi aku menggantikannya.

Hanya untuk informasi saja, Tuan Musisi masih belum datang atau tidak datang tepatnya. Aku sudah tidak menunggunya lagi karena imajinasiku yang sangat hebat meyakinkanku dengan beberapa kemungkinan-kemungkinan tentang ketidakdatangannya. Tidak apa, masih ada besok. Mungkin besok dia akan datang, atau paling tidak aku masih bisa berimajinasi lagi.

“Junhee-ah meja B2 ya!” Gayoon-eonni menepuk pundakku, membuatku sedikit kaget.

“Ah! Ne..”

9.40 pm. Masih ada waktu 20 menit lagi sebelum coffee shop tutup, tapi kami – para pegawai – sudah merapikan kursi-kursi dan membersihkan counter. Hujan turun deras di luar, mungkin itu sebabnya sudah tidak ada pelanggan lagi disini.

Aku baru saja akan menutup pintu masuk coffee shop ketika dengan tiba-tiba seseorang mendorongnya dengan kuat sampai aku hampir jatuh.

“Ah! Belum tutup kan? Beruntungnya aku!” serunya senang.

Chajjatta! Tuan musisi yang aku tunggu datang juga pada akhirnya. Meskipun kau basah kuyup, kau masih bisa tersenyum semanis itu. Sedikit menyembunyikan wajah lelahmu.

“Maaf Tuan, kami sudah tutup.” ujar Gayoon-eonni datar.

“Tidak tidak tidak, kami belum tutup!” aku langsung menoleh pada Gayoon-eonni, memberinya wajah-memohon-paling-tidak-bisa-dihindari. Dan… BERHASIL! Gayoon-eonni memberiku wajah ‘terserah kau sajalah’ nya. Aku berjingkrak senang dalam hati.

“Silahkan duduk Tuan, akan saya buatkan mochaccino tanpa cream Anda.”

“Tunggu sebentar!”

Ne?”

“Bagaimana kau bisa tau aku akan pesan itu?”

Omo, aku lupa dia belum memesan’ batinku.

“….Tapi tidak apa, aku memang akan memesannya.” ujarnya sambil tersenyum.

Tak lama kemudian aku membawakan mochaccino tanpa cream nya dan juga satu potong dacquoise. Aku juga membawakannya satu handuk bersih milik coffee shop.

“Satu mochaccino tanpa cream dan satu dacquoise cuma-cuma dari kami. Selamat menikmati,” kataku saat menaruh pesanannya di meja. “Dan oh, satu handuk bersih.” Tambahku hampir lupa.

Dia tertawa. “Terima kasih, nona barista.”

Aku mengangguk senang.

Baru saja aku akan kembali ke counter saat tiba-tiba ada sesuatu yang menahan kaosku. Aku otomatis menoleh dan mendapati tuan musisi sedang menariknya.

Dia nyengir, “Bisakah kau menemaniku minum kopi?”

Seakan tersengat listrik 1000 watt, tanpa pikir panjang aku mengangguk mengiyakan tawarannya. Dia tersenyum sambil memberi isyarat padaku untuk duduk di kursi yang berada tepat di hadapannya.

Dia mulai bercerita tentang apa yang dialaminya beberapa hari terakhir. Dari mulai pick gitar kesayangannya yang hilang, lagu-lagu yang harus diselesaikannya sebelum sore ini, bergelas-gelas kopi hitam yang tidak biasa dia minum, hingga temannya – kalau aku tidak salah dengar namanya Jonghyun – baru saja putus dari pacarnya tidak mau berhenti merengek dan terus-terusan meratapi nasib.

Hujan sudah reda sejak seperempat jam lalu, tapi jalanan Seoul tampak lengang. Mungkin orang-orang sudah lelap tertidur dibawah selimut-selimut tebal mereka.

Ia meletakkan cangkir lukis khas coffee shop kami setelah menyesap mochaccinonya beberapa kali, “Namamu Junhee, kan?” ujarnya kemudian.

Aku mengangguk.

“Aku Yonghwa. Jung Yonghwa.” dia mengulurkan tangannya sambil tersenyum.

“Aku tau,” kataku saat meraih tangan besarnya.

Yonghwa tertawa, lalu bangkit dari kursinya. Dia merogoh saku celananya dan dalam sekejap menggenggam dompet kulit yang tampak seperti peninggalan dari beberapa generasi diatasnya, ia mengeluarkan dua lembar uang kertas dan meletakkannya di meja.

“Terima kasih nona barista, atau harus aku panggil nona stalker?” dia nyengir. “Sepertinya aku harus tidur malam ini, aku merindukan tempat tidurku. Pastikan kau membuat mochaccinoku ya, aku akan datang besok pagi.”

Dia mulai beranjak mendekati pintu coffee shop, “Selamat malam, Junhee-ah! Mimpikan aku ya!” dia melambai ke arahku dan memamerkan deretan giginya yang sedikit tidak rapi, tapi dia tetap yang termanis!

Aku tersenyum saat melihat punggungnya mulai menjauh dari coffee shop.

I’ll see you in the morning, Tuan Musisi.

15 thoughts on “[FF Freelance] I’ll See You In The Coffee Shop (Ficlet)

  1. Reblogged this on Ahnminra World and commented:
    Ini ff pertama kakak gue yang di post di rff, ada rasa seneng waktu dia akhirnya memutuskan untuk bikin ff juga, karena dulu dia sama sekali nggak berani bikin. Well, ini lumayan bagus kalo menurut gue pribadi. Buat beginner ini udah bagus,, semangat kak!!! Aku selalu mendukungmu (^0^)9

  2. oke, 80 buat ff ini, fighting ya kak (^0^)9
    See, kamu bisa bikin ff sampe selesaikan? It means, kamu bisa kakak, dan diksinya juga nggak buruk-buruk banget buat pemula. Feel-nya lumayan dapet juga. Oke, oke aku nggak akan banyak cuap-cuap

  3. Gueee ga sukaaa.. Inii terlaluu cepaat.. Sequeel doong ^^
    Agak kaget jugaa klo ternyata author baru pertama kali bikiin ff.. Soalnya diksi nya baguus

    • aduh gak suka ya? hehe ya nanti aku nyoba bikin ff yang lebih panjang deh 😀
      di rff banyak yang lebih bagus kok hehe makasih ya udah mau baca ^^

  4. ini beneran ff pertama dari si author? nggak kaku dan kerasanya kayak udah biasa nulis, lho :O
    keren keren. ceritanya sederhana dan manis, which is the kind of story that I like the most. keep writing! ^^

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s