WOLF [Teaser]

wolfTitle: WOLF

Author: Lilaa

Main Cast: Kim Myungsoo (L –INFINITE), Jung Soojung (Krystal –f(x)), Bae Suzy (Miss A)

Supporting Cast: Kim Sunggyu (INFINITE), Lee Jaejin (FT ISLAND), etc.

Rating: T or PG13

Genre: mystery (maybe), fantasy, romance (maybe), friendship, etc.

Length: Chapters

Disclaimer: Idenya dari aku sendiri, aku juga terinspirasi dari lagu oppa-oppaku *plak yaitu EXO – WOLF, juga film Thousandth Man, dan lainnya. Ini masih teasernya yaa~ Mungkin, kalau banyak yang minat(?) nanti author lanjutin, tapi… mungkin nanti dilanjutinnya saat setelah aku selesain FF yang “It’s too hard”, ne ^^ Jja~~ baca teasernyaa yook :3

Note: Cerita ini terdapat lumayan banyak perubahan ya ._. Disini ceritanya Soojung (Krystal) adalah kakaknya Suzy~ hihi^^ dan marganya ganti, jadi Bae. Nah, jadi.. Namanya Bae Soojung kayak Bae Suzy~ mueheheh :3 Golongan darah Myungsoo juga author rubah jadi A -Ngikutin Sunggyu, kakaknya di cerita ini- dan masih banyak lagi perubahan lainnya, jadi jangan bingung ya kalau ada banyak perubahan ._. karena ini fiksi, jadi author bisa ngada-ngada(?) *plak Sorry for typos here.

Happy Reading~ ^^

~oOo~

“Kau hanya seorang manusia-serigala buruk rupa yang tak cocok dengan mereka yang indah.”

Ia memang terlahir di keluarga yang tak bisa dibilang biasa atau bisa disebut keluarga yang luar biasa. Benar adanya itu.

Ia juga bukan sepenuhnya manusia.

Tetapi juga separuh serigala.

***

A village in South Korea, June 1858.

Kim Myungsoo. Ia berlari sekuat tenaga di tengah kejaran para tentara dan lelaki bertubuh besar di belakangnya. Melewati pohon-pohon dan semak-semak yang menyambit permukaan kulit berambut miliknya. Ya, berambut.

Kepalanya menoleh ke belakang dan masih mendengar teriakan orang-orang itu.

“Hey, serigala brengsek! Kemari kau!” teriak salah satu dari mereka, yang ia yakini adalah leader dari segerombolan lelaki itu.

Keempat kakinya dengan lincah melompati beberapa batu tajam yang tersebar di sekitar hutan itu.

“Kau harus dibunuh! Keluargamu juga!!! MUSNAH KAU DARI PERMUKAAN BUMI!!!” teriak seseorang lagi yang sudah mempersiapkan senapan panjang berwarna hitam di tangannya.

Mata merah serigala itu mendapati sebuah lubang berwarna hitam dan memancarkan beberapa cahaya di pinggiran lubang yang berada di udara itu. Dengan cepat kakinya melompat dan masuk kedalam lubang itu.

DOR!

Sebuah peluru meluncur dengan cepat dan tepat mengenai sasaran; ya, peluru itu tertancap di punggung lelaki serigala itu, dan makhluk paling dibenci oleh warga di sana itu langsung menghilang saat memasuki lubang itu. Begitu juga dengan lubang itu yang ikut menghilang di tengah hutan dan gelapnya malam.

***

Seoul, January 2013.

Seorang yeoja berambut panjang yang diikat satu menjadi ponytail itu berjalan dengan ceria menuju rumahnya. Senyuman mengembang di wajahnya, tetapi ia terhenti ketika melihat seorang namja yang terbaring di dekat taman yang tertanam banyak pohon di sana. Dengan sedikit ragu, yeoja itu mendekati tubuh namja yang sedang terbaring di sana.

“Eung? Mengapa ia ada di sini?” tanya yeoja itu sendiri dan menoleh sekitar. Belum ada banyak orang di sana.

“Suzy-ya!” Teriak seorang yeoja dari arah belakangnya.

Yeoja berambut bergelombang itu menoleh ke belakang dan mendapati kakaknya sedang berjalan mendekatinya dengan seorang namja.

“Eum? Waeyo, eonnie?” Tanya yeoja bermarga Bae itu.

“Suzy, siapa namja itu?” Tanya yeoja yang berlabel Soojung.

Sang adik menoleh kearah namja tampan yang tengah terbaring itu. Terdapat sebuah peluru yang menancap pada punggungnya.

“Molla.. Aku hanya menemukannya dengan tak sengaja.” Balas sang adik, yang bernama Suzy.

“Ah, kasihan sekali dia..” Ucap sang kakak.

“Hey, bawa saja ia ke rumah kalian dulu?” Saran namja tinggi yang berdiri tegak di samping Soojung.

Kedua adik-kakak itu melemparkan pandangan mereka pada namja berparas manis di sebelah Soojung dengan tatapan tajam.

“Kau gila, eoh?! Kita bahkan belum mengenalnya!” omel sang kakak –Soojung, pada lelaki itu.

“Lalu apa noona tega meninggalkan namja itu di sini sampai ada orang yang menyeretnya dan membuangnya ke sungai? Begitu?” balas namja bermarga Lee itu dengan sedikit menyolot.

Suzy yang dari tadi masih diam memerhatikan namja misterius yang terbaring di atas tanah itu akhirnya menatap sahabat namjanya –namja manis yang ada di sampingnya-.

“Yak! Jaejin-ah, kalau begitu… mengapa tak kau saja yang membawanya pulang ke apartemenmu, eoh?” lawan Suzy yang mulai membela kakaknya.

Namja yang dipanggil Jaejin itu langsung menoleh cepat pada sahabatnya dan membulatkan matanya, “Kau juga gila, hah?!” ucapnya tak percaya.

Sang kakak yang masih berjongkok di sebelah namja yang tak mereka kenal itu menepuk dahinya, “Tuh kan! Kau saja tak mau membawanya pulang! Begitu juga dengan kami, pabo!”

“Haish, lalu kita harus berbuat apa? Bawa ia ke rumah sakit saja, kah?” tanya sang adik sambil mempoutkan bibirnya.

Soojung menggeleng dan menghela nafas, “Molla, Suzy-ya…”

“Sudah, bawa saja ia ke rumah kalian~” dan, namja bersurai hitam itu menyarankan itu lagi.

“Kau ini bagaimana, sih?! Bisa-bisa aku semakin kerepotan nanti! Mengurus Suzy saja sudah membuatku ingin lompat dari jembatan, apalagi ditambah dengan mengurus namja yang belum sama sekali kita kenal ini!”

Suzy yang baru saja mengerti apa yang kakaknya katakan langsung menyenggol lengan Soojung, “Yaa!!! Eonnie! Apa maksudmu, ha!!!” ia mempoutkan bibirnya semakin kesal.

“Ckck, aniyo.. Suzy-ya, aku hanya bercanda~ tapi, bagaimana dengan namja ini!!”

“Jaejin-ah~” panggil Suzy, dan Jaejin dengan malas menoleh kearah sahabatnya. “Apa lagi?” jawabnya semakin malas.

“Ayolah, tolong kami, Jaejin~ bawa ia pulang ke rumahmu.” Pinta Suzy dengan memakai jurus andalannya, puppy eyes.

Jaejin yang memang tak tahan dengan jurus andalan sahabatnya itu menghela nafas, “Eh, tapi mana bisa coba. Kan orang tuaku sedang ada di Seoul, dan mereka pasti akan mengunjungi apartemenku setiap hari.”

“Ah, iya juga sih ya…” helaan nafas dari kedua saudara Bae itu terdengar.

“Mengapa tak di rumah kalian saja? Lagipula orang tua kalian juga sedang pergi ke luar negeri dengan lama, bukan?” ucap Jaejin lagi.

Soojung nampak berpikir sejenak, akhirnya helaan nafas menyerahpun ia keluaran. “Baiklah, dia akan menetap sementara di rumah kita. tetapi, kau!!” ucap Soojung dan menunjuk kearah Jaejin dengan tatapan horror saat berkata ‘kau.’

Jaejin yang mulai takut itu menunjuk dirinya sendiri dengan jarinya, “A-aku?”

“Ya, kau! Kau harus ikut kami menjaga namja ini! Arra?!” ucap Soojung tegas.

“N-ne, noona…”

***

Suzy terdiam di samping namja yang ia tak kenal itu. Soojung, kakaknya masih pergi ke apotek bersama Jaejin untuk membeli beberapa obat. Ia mengeluarkan ponselnya, dan mulai mengetik sesuatu.

To: Soojung eonnie

Eonnie, palliwa! Kapan kau balik?! Sudah lama aku menunggu! ToT

Ia menekan tombol ‘Send’ pada layar ponselnya lalu kembali menatap namja tampan di depannya itu.

“Kau tampan tapi mengapa tidur di jalan, huh? Sebuah peluru bahkan tertancap pada tubuhmu. Hh, kasian sekali…” ucapnya.

Tak butuh waktu lama, sosok namja di depannya itu menggeliat dan mulai membuka matanya, Suzy yang melihat kejadian itu melebarkan matanya.

Namja itu terdiam sejenak, melihat sekitar dan ia menatap Suzy dengan tatapan tajam.

“Kau siapa? Dan aku di mana?” tanyanya dengan dingin lalu merubah posisinya menjadi duduk.

“Ah, namaku Bae Suzy. Ini di rumahku dan eonnie-ku. Chogi, siapa namamu? Kami menemukanmu terbaring di tanah tadi.” Balas Suzy mencoba tersenyum, walau sebenarnya ia sedikit takut dengan tatapan tajam yang namja itu berikan padanya.

Bukannya menjawab pertanyaan Suzy, namja itu bertanya balik. “Tahun berapa ini?”

Suzy mengerutkan alisnya, “Mengapa ia bertanya begini?”

“Sekarang tahun 2013, apa kau lupa?” jawab Suzy.

Namja itu membulatkan matanya, segitu cepatkah lubang itu membawanya ke tahun ini? Apakah ia bisa memenuhi kebutuhannya di tahun ini? Entahlah… tapi ia merasa lebih aman karena tentu saja di zaman seperti ini orang-orang tidak terlalu percaya pada yang namanya siluman serigala atau werewolf. Jadi ia tak banyak orang yang akan mengetahui keberadaan dan kondisinya yang sebenarnya.

“Chogi.. gwenchana?” tanya Suzy lagi, membuyarkan lamunan namja tampan itu.

“Eh, ne. gwenchana…” balasnya.

“Mianhae, tetapi apakah aku boleh tau namamu?”

“Kim Myungsoo.”

“Umurmu?”

Karena tak fokus, Myungsoo langsung saja menjawab umurnya yang sebenarnya. “420 Tahun.” Karena sadar, Myungsoo langsung menutup mulutnya dengan kedua tangannya. “A-aniyo…”

“APAA?!”

***

“Eonnie, aku takut…”

“Waeyo?”

“Namja itu… ia… mengapa aneh sekali?”

“Aneh bagaimana maksudmu?”

“Saat aku bertanya padanya umurnya berapa, ia bilang ia berumur 420 tahun. Aku tak tau harus memanggilnya apa, oppa tidak mungkin, umurnya sudah melebihi. Kalau ahjusshi juga, sudah melebihi. Harabeoji? Itu juga melebihi!”

“Hahaha~ kau ada-ada saja, mana mungkin ada orang berumur selama itu? Yaa, mungkin ada apabila tuhan menakdirkan dia hidup lama.”

“Tapi aku bingungnya mengapa di umurnya yang 420 tahun itu, kenapa wajah dan tubuhnya masih seperti orang-orang  berumur seperti eonnie? Berumur 20 tahun.”

“Kau pasti salah dengar, Suzy-ya… mungkin kau mendengarnya berbicara ‘420’, padahal yang sebenarnya dia bilang ‘20’. Berarti umurku sama dengannya, dan kau harus memanggilnya dengan hormat. Arra?”

“Tapi eon-”

“Shht! Sudah, jangan dibahas lagi.”

***

Malam pun tiba, dan benar saja. Bulan purnama sudah terpajang di langit gelap itu. Myungsoo segera berlari keluar, dan mendapatkan tatapan aneh dari Soojung.

“Mau kemana?”

“Keluar saja.”

“Ah, baiklah…”

Dengan segera Myungsoo melanjutkan berlarinya keluar rumah itu dan berhenti di taman dekat rumah keluarga Bae.

“Oh tidak, sepertinya sekarang…” gumamnya. Dan benar saja, mata cokelat membunuhnya itu berubah menjadi merah terang, gigi taring yang tajam itu mulai tumbuh dan juga kuku-kuku lancipnya. Rambut-rambut cokelat kehitaman itu mulai menampakkan diri mereka di atas permukaan kulit putih susu namja ini.

Semuanya berubah. Ia sudah seperti serigala yang siap menerkam mangsanya.

“Astaga…” gumam seseorang yang tak jauh darinya. Memang bagi manusia, itu hanya gumaman yang sangat kecil dan tak bisa tertangkap pada telinga manusia biasa yang berada di tempat werewolf  ini. Tetapi baginya, tidak. Ia dapat menerima dan mendengar gumaman itu dengan jelas.

Sepasang mata merahnya mencari-cari sosok yang bergumam itu. Ia tahu bahwa ia dalam bahaya sekarang, dan akhirnya ia mendapatkan seorang yeoja memakai kacamata berframe lumayan besar dengan frame berwarna hitam telah menatapnya dengan tatapan speechless.

“Mungkin ia sudah melihatku berubah, tadi.” Batin namja serigala ini.

Ia baru menyadari sesuatu. Itu Suzy. Bae Suzy, adik Soojung.

“Suzy-ya!” teriaknya dengan suara seperti suara monster. Tentu saja suaranya sudah berubah seperti suara monster yang pastinya ditakuti oleh manusia.

“Ja-jangan mendekat!! Kumohon! Jangan bunuh aku!!!” teriak yeoja itu. Myungsoo semakin mendekat, dan Suzy semakin memundurkan dirinya ke belakang dan akhirnya bahunya tertempel di dinding. Mempertandakan bahwa ia sudah tak bisa menghindar dari makhluk seram di hadapannya.

“M-mianhae, aku…”

“Sudah, tak apa. Ini aku, Myungsoo.” Dan akhirnya namja ini berbicara yang sebenarnya.

Yeoja di depannya yang menutup matanya itu membuka matanya dan menatap makhluk di depannya dengan tatapan tak percaya.

“A-apa?”

“Ya, aku memang berubah menjadi serigala saat bulan purnama menampakkan diri di malam jum’at.”

“B-bagaimana bisa? I-itu bahkan hanya cerita fiksi yang juga katanya kejadian itu terjadi di beberapa ratus bahkan ribuan tahun yang lalu.”

“Aku akan menceritakannya nanti.” Dan namja itu berlari dengan keempat kakinya, menjauh dari yeoja berparas cantik itu.

***

“HUA! ITU TAK MUNGKIN! UNBELIEVABLE!” teriak Jaejin histeris.

Ya… baru saja Myungsoo menjelaskan tentang wujudnya yang sebenarnya. Ia memang seorang namja yang dilahirkan di keluarga bercampur dengan serigala. Myungsoo lahir di tahun 1593, 420 tahun yang lalu.

Umurnya yang sebenarnya adalah 420 tahun, tepat pada bulan Maret nanti. Tetapi kalau diconvert ke umur manusia biasa, ia berumur 20, tahun ini. Karena jika seorang manusia biasa berumur 1 tahun, makan untuk werewolf, adalah berumur 21 tahun. Jadi kesimpulan Myungsoo menemukan umurnya jika menjadi seorang manusia biasa adalah, 420 dibagi 21 dan hasilnya 20 tahun.

Ia dilahirkan juga tak selamanya akan menjadi seorang siluman serigala. Wujudnya akan berubah 100% menjadi manusia biasa saat ia bisa mendapatkan 500 jantung manusia biasa yang bergolongan darah A, sama sepertinya. Dan kini ia sudah mendapatkan 497 jantung manusia.

Memang benar, ini seperti kisah ‘Gumiho’ yang juga mirip seperti ini. Tetapi yang membedakan adalah, gumiho berwujud perempuan, memakan 1000 hati namja, dan wujudnya memang berubah seperti serigala tetapi fisiknya lebih menampakkan seperti manusia dengan berbagai macam keanehan; tetapi tentu masih tetap ada sifat serigala di dalamnya.

Berbeda dengan werewolf, mereka akan berubah menjadi serigala saat bulan purnama menampakkan diri dan di malam jum’at. Ya, memang lumayan susah untuk menjalankan misi ‘Memakan 500 jantung manusia bergolongan darah A’ itu.

Dan tentu saja itu membuat Bae bersaudara lemas seketika. Ia tak mau jantungnya diambil oleh Myungsoo karena memang golongan darah Soojung & Suzy adalah A.

“Tapi tenang saja, aku tak akan memakan jantung kalian.”

Ucapan itu dapat membuat kelegaan dalam diri Soojung & Suzy.

“Dan satu lagi, jika aku tak bisa berhasil menjadi manusia di umurku yang ke 420 tahun, aku akan mati.”

Ketiga remaja yang mendengar ucapan Myungsoo tadi membulatkan matanya. “MWOYAA?!!”

Myungsoo mengangguk, “Yap… begitulah.”

“Dan tahun ini kau berumur 420?”

“Ya. Nanti saat bulan Maret.”

“Jinjja? Dan kau harus mendapatkan 3 jantung lagi sebelum hari ulang tahunmu?”

Myungsoo mengangguk. “Hah… itu susah sekali, kau tau.” Ucap Jaejin yang langsung menyambar teh di atas meja.

***

“Eonnie, menurutmu.. Myungsoo oppa itu seperti apa?” tanya Suzy.

“Maksudmu?”

“Ani~ aku hanya merasa ia sangat tampan. Kyahaha~”

“Ya, dia memang tampan. Lalu?”

“Hish, eonnie! Aku bingung, mengapa setiap kali aku bersamanya jantungku selalu berdegup dengan kencang? Kkk~ padahal kalau cinta juga tak selalu jantung kita seperti itu. Iya kan? Saat kita berlari dikejar hewan juga pasti jantung kita berdegup dengan kencang, dan bukan berarti kita mencintai hewan yang mengejar kita, kan? Hahaha.”

“Kau mencintainya?”

“Molla.. Mungkin?”

***

Myungsoo tak bersekolah. Ia diam di rumah Soojung dan Suzy. Tetapi ia juga tentu membantu mereka. Setiap hari tinggal bersama mereka membuat Myungsoo merasakan sesuatu yang mengganjal pada dirinya.

Setiap ia sedang bersama kedua saudara itu…

Jantungnya selalu berdebar sangat kencang dan aneh rasanya..

Apakah ia jatuh cinta?

Tidak.

Ia tak boleh jatuh cinta sebelum ia menjadi manusia asli.

Dan anehnya lagi…

Mengapa ia merasakan ‘perasaan’ itu pada kedua saudara itu?

***

“Darimana, kau, namja serigala?” tanya Soojung sembari menengguk minuman sereal yang ada di mug kuning di tangannya.

“Aku baru saja mendapatkan satu jantung.”

Suzy yang sedang bermain dengan ponselnya itu mendekati Myungsoo, “Mwo? Bagaimana caranya, oppa?”

Myungsoo memancarkan smirk-nya, “Seperti ini.” Jawab Myungsoo, matanya mulai berganti menjadi berwarna merah dan kedua taringnya keluar.

“AAA!!!” teriak Suzy yang merasa takut pada sosok namja itu dan berlari memeluk pinggang eonnie tercintanya.

“Kkk~ aku bercanda, aku tak akan mengambil jantungmu.”

***

Suzy berjalan turun ke bawah, entah mengapa ia masih saja belum bisa tidur. Padahal sudah pukul 1 pagi sekarang; ia memeluk boneka molang kesayangannya dan duduk di sofa ruang tamu lalu menyalakan TV.

“Hyung…”

Samar-sama Suzy dapat mendengar suara panggilan itu. Suaranya mengerikan; seperti suara yang Myungsoo keluarkan saat ia hendak menjadi seorang serigala. Karena penasaran, Suzy melangkah mendekati pintu utama rumahnya dan menguping pembicaraan yang ia yakini pembicaraan Myungsoo entah dengan siapa.

“Myungsoo-ya, kau mau di sini sampai kapan?”

“Molla, hyung… mungkin minggu depan?”

“Geurae. Aku mengingatkanmu sekali lagi. Kau, jangan sampai mempunyai perasaan diantara mereka, arra?”

Myungsoo terdiam. “Hm. Arraseo.” Ia menghela nafas, “Hyung.. kau sudah menjadi manusia? Sungguh?”

“Yap~”

“Kapan?”

“Tahun 2012 kemarin.”

“Ah, pantas saja aku tak melihatmu saat terakhir aku di zaman dulu.”

“Ya… begitulah.”

Hening. Tak ada yang bersuara.

“Hm… hyung, aku hanya bertanya tetapi…” Myungsoo menunduk, “Bagaimana jika aku mencintai mereka?”

BRAK!!

Tak sengaja, Suzy terbentur kenop pintu yang cukup besar itu. Ia meringis kesakitan, “Aw.. appo!”

Mendengar bunyi yang keras itu, Myungsoo langsung membuka pintu utama rumah itu. “Suzy-ya?”

“Ma-maafkan aku, aku mendengar pembicaraan kalian. Tolong, jangan makan aku. Aku mohon.” Lirih Suzy pasrah.

Myungsoo tersenyum, “Siapa yang akan memakanmu, hah?”

Suzy mendongakkan kepalanya dan melirik seorang namja bermata sipit sedang berdiri di samping Myungsoo. “Mi-mian, tetapi… nuguya?” tanya Suzy dengan hati-hati.

“Ah, perkenalkan. Kim Sunggyu imnida. Kakaknya Kim Myungsoo.”

“Kau… kakaknya?”

***

Bulan itu menatapnya dengan tatapan mengejek;

Kau tak bisa mencintai keduanya
Hanya satu
Dan mereka tak pantas untukmu

Kau hanyalah seorang serigala,
Si buruk rupa
Yang tak pantas bersanding
Di samping mereka yang indah

Mata merah tajam milik lelaki serigala itu menatap bulan purnama itu.

“Bodoh!”

***

Seorang yeoja keluar dari sebuah lubang hitam yang mengeluarkan cahaya di sisi-sisinya -sama seperti lubang yang saat itu Myungsoo masuki-. Yeoja itu terlihat sangat anggun dan sedikit menyeramkan dengan taring tajamnya juga mata merahnya.

“Ah, Myungsoo di zaman ini rupanya?” ucapnya. Sebuah smirk terpancar di wajahnya.

“Hh.. kau tak bisa lari dariku, Myungsoo. Aku akan mendapatkanmu, sebentar lagi.” lanjutnya.

Ia mengambil suatu kalung yang mempunyai bulatan berukuran sedang di tengahnya.

“Perlihatkan aku kehidupan Myungsoo di zaman ini, juga orang-orang di sekitarnya.” ucapnya memerintah benda kecil itu.

Dengan sekejap, bulatan kecil yang ada di kalung di genggaman tangannya itu menayangkan sesuatu di dalamnya. Telah terlihat beberapa ‘cuplikan’ kehidupan Myungsoo di zaman ini. Serta telah terlihat seorang yeoja sedang memberitahu eonnie-nya tentang perasaannya pada Myungsoo, yeoja itu.. adalah Suzy?

“Kau mencintainya juga, huh? Well, kau harus bertarung nyawa denganku.”

***

“… Soojung-ah, apa kau pernah melihat tanda bulat berwarna merah di belakang leher Myungsoo apabila ia sedang bersama seorang yeoja?” tanya Sunggyu.

“Tanda merah, eoh? Hm…” Soojung nampak berpikir sejenak, “Ah! iya, aku pernah melihatnya. Itu saat Myungsoo bersama Suzy.”

“MWO?! Jinjja? Apakah ia mencintai Suzy?”

“Eh? M-molla, oppa.. aku juga tak tau.”

“Ah.. kau tau? Jika tanda itu muncul saat dia bersama seorang yeoja, berarti dia menyukai yeoja itu. Maksudku mencintainya. Ini adalah salah satu rahasia, ne.”

“Geurae?”

“Tetapi ia bilang ia mencintaiku…?”

***

“Kau mencintai Suzy kan?” Tanya Soojung dengan nada lemas. Myungsoo yang berada di sampingnya menoleh Soojung.

“Ah? A-aniyo..”

“Geojimal! Aku tau kau mencintainya!” Soojung menghela nafas, “Terdapat bulatan merah pada belakang lehermu saat bersama Suzy! Itu bukti bahwa kau mencintainya.”

“Bagaimana kau bisa tau?”

“Sunggyu oppa menceritakan itu padaku. Dan apa buktimu mencintaiku, eoh? Tak ada sama sekali. Mungkin itu hanya perasaan sayangmu padaku sebagai teman saja.”

“Soojung-ah..”

“Kau tau?” Soojung menatap Myungsoo, “Suzy juga mencintaimu.”

***

11 pm.

Malam ini adalah malam terakhir Myungsoo di dunia. Kenapa? Karena Myungsoo tak bisa mendapatkan satu jantung lagi. Dan saat pukul 12 am nanti, ia akan pergi dari dunia ini.

Sebenarnya ia bisa saja mendapatkan satu jantung itu dari salah satu saudara Bae.

Tapi..

Tidak.

Ya. Ia tidak akan ia melakukan itu. Lebih baik ia menghilang dan mati, daripada menjadi manusia tetapi kehilangan salah satu yeoja itu.

“Oppa…” Panggil Suzy dari ujung sana.

Myungsoo menoleh ke arah Suzy. Ia berlari mendekati Myungsoo. Kini mereka telah berada di rooftop sebuah gedung Apartemen Myungsoo.

“Kau akan pergi…. Selamanya?” Tanyanya dengan mata yang mulai berkaca-kaca.

Myungsoo tersenyum pahit, “Ya.. Begitulah, Suzy-ya. Berhubung sekarang aku belum menemukan jantung lagi dan sekarang sudah dekat pada waktunya..”

Tanpa berbasa-basi, Suzy langsung memeluk sosok di depannya. “Oppa.. S-saranghae… Kau.. Hiks.. Kau bisa.. Mengambil jantungku sekarang. Aku rela, oppa..” Ucapnya di sela tangisannya yang masih terus memeluk Myungsoo.

“Aniyo, Suzy-ya.. Tentu saja aku tak mau. Biarkan aku pergi, daripada aku harus mengambil jantungmu..”

“T-tetapi aku tak mau berpisah juga denganmu.. Hm, tapi lebih baik kau menjadi manusia sepenuhnya dan hidup bersama Soojung eonnie. Ya, mungkin itu lebih baik..”

“Siapa yang berkata bahwa kalian akan berpisah, hah?!” Teriak seorang yeoja dari belakang mereka. Suara ini, mereka mengenalnya.

Itu adalah Soojung. Dan juga Jaejin di sebelahnya dengan raut wajah speechless dan khawatir juga sedih.

“A-apa maksud eonnie?” Tanya Suzy bingung.

Soojung melirik jam tangannya. “Masih ada waktu. Sekarang 11.15 malam.” Ucapnya, “Kau!! Kim Myungsoo!” Teriak yeoja itu lagi.

“Aku?”

“Ya, kau!!” Soojung mendekati Myungsoo. “Kau benar mencintai Suzy? Jawab yang jujur, Myungsoo-ya..”

Myungsoo terdiam sejenak. Ia nampak berpikir. Ya, memang diakui ia mencintai Suzy, tetapi ia juga..

“Ya.. Aku mencintainya.” Balas Myungsoo. Soojung menghela nafas, sedangkan Suzy membulatkan matanya tak percaya. “Tetapi aku juga mencintaimu.” Lanjut Myungsoo.

“Hh.. Tapi kita tak mungkin bisa bersama, Myungsoo-ya. A-aku.. Aku akan memberikan jantungku padamu. Sekarang.”

“MWO?! Neo micheosso?!” Teriak Myungsoo.

Soojung menggeleng, “Kalian.. Harus bersama. Aku.. Aku rela melepasmu. Untuk adikku, Suzy. Kau pasti sudah tau seberapa ia cinta padamu, bukan? Dan kau.. Juga mencintainya. Kalian.. Harus bersama.”

“Eonnie! Jangan berbuat hal apapun! Jangan berbuat hal yang bodoh, eonnie.. Jebal..” Ucap Suzy yang hendak mengeluarkan air matanya lagi.

Soojung berjalan mendekati Jaejin dan meminta suatu barang berwarna hitam itu.

“Noona, apa kau yakin?” Tanya Jaejin masih dengan khawatir.

Soojung menutup matanya dan tersenyum pasrah, “Aku yakin, Jaejin-ah..”

“Jangan lakukan ini, Soojung-ah..” Sosok bermata merah itu menegur Soojung lagi.

“Tapi aku harus melakukannya, Myungsoo. Ini satu-satunya cara yang dapat kulakukan. Berhubung kau yang sangat ingin menjadi manusia sungguhan dan menggapai cita-citamu… Aku rela.”

Soojung mengambil barang berbahaya itu dan berjalan ke tengah-tengah mereka bertiga.

“Maafkan aku untuk semuanya. Dan Suzy, aku menyayangimu. Tetap berbahagialah seperti Suzy yang sekarang, ne. Ingat.. Walau eonnie tak ada di dunia ini, tetapi eonnie masih terus menjagamu.”

Tatapan Soojung tertuju pada Jaejin, “Jaejin-ah.. Aku juga menyayangimu, Dongsaeng-ah..”

Dan kini giliran Myungsoo, “Dan kau.. Myungsoo, aku mencintaimu. Saranghaeyo, Myungsoo-ya.. Thanks for everything.”

“Terima kasih untuk.. Semua yang telah kalian berikan padaku.” Ulang Soojung. Tangannya yang memegang sebuah pistol, ujung mulut benda berwarna hitam itu tertempel di sisi kanan kepalanya. Ia kembali menatap Myungsoo.

“Myungsoo-ya, setelah aku sudah tak bernyawa, segeralah ambil jantungku. Aku melakukan ini karena aku tak mau menjadi terkesan seperti kau membunuhku. Jadi aku yang membunuh diriku sendiri..” Ucapnya sembari tersenyum pahit.

Soojung menutup matanya. Sebuah air mata jatuh dari matanya, jari telunjuknya mulai menekan bagian belakang pistol itu.

“EONNIE, HAJIMAAA!!!” Teriak Suzy yang masih menangis histeris di rangkulan Jaejin.

“Mianhae..”

Dan..

Dor!! Sebuah bunyi tembakan itu berbunyi. Tubuh Soojung terjatuh lemas tak bernyawa.

Gelap. Hanya itu yang bisa ia rasakan sekarang.

.

.

.

 

See you in chapter one~ ^^

~oOo~

Huahahaha xD ini baru teasernya aja yaa~ ._.v author tau ini abal-abal banget.-. Kkk~ Oh ya, itu teasernya sengaja dibuat ngegantung supaya bikin penasaran(?) *plakk* hehe ^^ Tetep kasih aku comment, saran, dsb yaa~ :3 gomawo yang udah baca Teaser FF ini.. Mudahan pada tertarik membaca FF abal-abal ini .-.b Ini.. kalau banyak yang minat(?) baru author lanjutin .__.v HUAUAHAHAH xD *dilemparsendal *hadohh

Bener, kan? Banyak perubahan di sini ._. Soojung jadi kakaknya Suzy, dan marganya ganti jadi Bae. Myungsoo juga gol. Darahnya ganti jadi A di ff ini .-. Jaejin, ceritanya jadi temennya Suzy, jadi sama umurnya ^^ sementara Myungsoo ama Soojung juga umurnya sama. Lebih tua satu tahun dari Suzy & Jaejin. Mueheheheh~~~ ditambah lagi, tentang semua yang ada di sini (seperti umur werewolf yang dijadiin kelipatan 21 tahun dan lainnya itu cuma IMAJINASInya author saja, jadi TIDAK BENERAN. Atau hanya FIKSI. Jadi jangan dipercaya ya ._. karena itu hanya ngarang saja).

Oh ya, mungkin di teaser ini Jaejin cuma nongol dikit aja .-. Sunggyu juga, tapi nanti Author usahain mereka juga banyak nongolnya. Tapi lebih banyakan main castnya, tentunya ^^ Kkk~ Commentnya boleh dong? *authorngemiscomment *plak =.=”

Gomawo, and saranghaeyo~ :3

34 thoughts on “WOLF [Teaser]

  1. AAAUUUTTTHOORR #Teriakpake’toakmasjid ^^ ini sebenernya Myungzy or Myungtal ? sebenernya rada2 kecewe wktu prtama bca main cast nya Kim myungsoo, jung krystal, bae suzy .
    sebenernya lbih suka kalo Myungzy psti lbih dpet feelnya ^^
    ohh iya cpet post chapter 1 nya ne 🙂

  2. Aku suka thor
    Si krystal ada lagi enggak di chapter 1 nya?
    Berharap sih enggak *nanti bakal jadi cinta segitiga*
    Ditunggu chapter 1 nya, jangan lama – lama ne 🙂

  3. myungzy aja ya thor…
    myungzy lebih dapet feelnya
    next part sangat ditunggh thor…
    fighting 😀 🙂

  4. Ini myungzy kan thor?? Pliss jdikan myungzy yaaa *ngemismyungzykeauthor
    Ceritanya keren bgt thor sumpaah.
    Feel nya dpt bgt, pemilihan katanya jg bagus kok pokoknya semuanya udah klop aplgi klo myungzy hehehe

  5. Aduh thor ini cast nya myungzy kan yaa ? Trus yg cewe misterius itu jiyeon kan ? -_-

    Myungsoo kenpa bilang cinta Sama krystal juga eoh ? Padahal tanda nya cuma muncul waktu dia Sama suzy ㅋㅋㅋㅋ

    Ahh aku penasaran pake banget min 😦 lanjutan nya dong ! Jebal !!

    *myungzy shipper mode : ON ! * ㅋㅋㅋㅋ xD

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s