[Ficlet] Pleurs

By : MissFishyJazz

Cast : Kang Jiyoung, Yong Junhyung, Go Hara

Ficlet | Hurt, Friendship | PG-15

Inspired by : SISTAR – Crying

 Pleurs

My days without you

I can’t focus on anything

Never, no more

 

Even if I regret, everything is over

I don’t even have the confidence to turn things around

 

You slightly come to me and slightly shake me up again

Oh no oh no, stop holding onto my heart

Only looking at you and crying seems so foolish of me

Oh no oh no, this is not love

 

Namaku Jiyoung, kalau kalian masih tidak tahu aku biasa ditulis dengan “KARA’s magnae, Kang Jiyoung”. Tahu tidak? Mungkin tidak seberapa yang tahu. Ya, grupku debut sewaktu grup papan atas semacam SNSD keluar jadi nama kami kurang begitu naik ke pasaran dan terpaksa harus meredup sementara waktu hingga akhirnya memutuskan untuk menguasai Jepang.

Oke, kali ini aku sedang tidak ingin membicarakan siapa aku, dan siapa grupku. Hari ini hari paling istimewa untuk salah satu kakakku di grup, Hara, Go Hara. Setelah beberapa tahun menjalin hubungan dan sempat kandas, ia akhirnya menikah. Tentu dengan pria itu. Yong Junhyung.

Sebenarnya tidak ada yang berbeda dari pernikahan biasanya. Ada bestman, bestgirl, bunga, cincin, suasana penuh aroma kebahagiaan dan dominasi putih nan syahdu. Tapi sebenernya yang tidak biasa adalah karena aku mencintai pengantin prianya dan Sang Dewi Fortuna menempatkanku menjadi bestgirl. Mungkin istilah itu jarang kau dengar, tapi bestgirl itu semacam pengiring pengantin. Semacam itu.

Aku duduk di samping Dongwoon, pria yang hari ini menjadi bestman dan sudah seharusnya duduk di sampingku. Semenjak tadi banyak orang yang mengatakan mungkin kami juga cocok di posisi Junhyung oppa dan Hara unnie sekarang. Tapi dalam hati aku sudah menjerit aku lebih menginginkan posisi Hara unnie tanpa Dongwoon oppa. Pada akhirnya hal-hal aneh itu menyingkir dari otakku. Aku masih Kang Jiyoung yang terlihat polos dan punya hati untuk melakukannya.

Ah hati, ngomong-ngomong tentang hati. Aku bingung kemana hatiku sekarang. Mungkin aku semalaman terlalu banyak menangis. Terlalu banyak meratapi nasibku yang tidak pernah bisa mengatakan perasaanku pada Junhyung oppa. Terlalu banyak menggugu, menyesali kenapa keberanian tidak pernah muncul dalam hatiku. Padahal selama ini aku dikenal sebagai pribadi energik, spontan, dan penuh semangat. Tapi entah kenapa setiap kali berhubungan dengan sesuatu hal tak kasat mata yang berada di dalam sana aku kehilangan pencitraan diriku.

Aku dan Junhyung oppa mengenal jauh lebih dulu. Dulu sewaktu aku masih trainee rumah kami bersebelahan dan kami sering membagi kisah bersama. Dan tentu saja kami sangat dekat. Sejak saat itu lah sampai sekarang aku mencintainya. Mungkin sudah sepuluh tahun atau lebih. Dan kisah manis pernah kami rajut sembunyi-sembunyi sampai akhirnya aku memutuskannya terlebih dahulu dengan alasan konyol tidak lagi mencintainya, nyatanya aku hanya tak ingin debutnya terganggu karenaku.

Kami kembali menjadi teman. Sekalipun aku masih menyimpan perasaan yang tidak ia ketahui bahwa masih tersisa. Tapi segalanya menjadi berubah ketika Hara unnie mengenalkan Junhyung oppa sebagai kekasihnya. Semua berbeda.

Dan saat ini, ketika Junhyung oppa resmi tak melajang, ia menatapku dengan tatapan penuh cinta. Seperti aku adalah adik kecilnya dan dia adalah kakak bahagia yang baru pulang dari acara pernikahannya membawakan kakak baru untukku. Ya, selamanya semenjak hari itu dimatanya aku adalah gadis kecilnya. Gadis kecil yang tidak pernah tumbuh menjadi wanita dewasa yang patut dicintai.

Pleurs…

Hara terjatuh dari duduknya. Ia menjatuhkan buku kuning langsat itu dengan tangan bergetar. Ia tidak pernah tahu bahwa dirinya sebuta ini, dirinya tak sepeka ini. Ia tidak pernah tahu adik kesayangannya menyimpan perasaan yang sangat dalam pada suaminya jauh sebelum ia dan suaminya bertemu. Hara tidak pernah tahu. Andai buku ini tak terjungkal dari posisinya di balik rak buku Jiyoung, ia tak akan tahu bagaimana sembilu yang berada di dalam hati adik kecilnya itu begitu besar ketika hari pernikahannya hampir setahun lalu.

“Hara..” Junhyung datang, membawa segelas teh beraroma chamomile. Hanya teh itu yang ada di apartment Jiyoung. Karena gadis itu memang hanya menyukai aroma musim gugur yang begitu rapuh dari teh chamomile. Dan mencium aromanya, Hara semakin tak kuasa menahan pilu di ujung hatinya.

“Dia mencintaimu, dia sangat mencintaimu, Oppa.” Junhyung meraih tangan Hara yang hendak terhuyung huyung jatuh. Ia melihat buku tak asing yang jatuh di bawah kaki istrinya. Buku itu milik Jiyoung, ia pernah melihatnya ketika gadis itu menyimpannya di balik rak bukunya sewaktu berkunjung ke sini.

“Maafkan aku Hara, maaf untuk tidak memberitahumu.” Junhyung memeluk Hara dengan dua tangannya. Merasa begitu salah. Tidak tahu itu pada Hara karena telah menutupi kenyataan Jiyoung yang mencintainya atau pada Jiyoung yang ia dustai dengan pura-pura tidak tahu mengenai perasaan gadis itu.

“Aku bisa merelakanmu untuknya daripada harus kehilangannya..” Hara merosot jatuh pada akhirnya. Ia tidak lagi sanggup menanggung ini semua, seperti semua kesalahan jatuh pada ketidaktahuannya.

“Hara..”

Junhyung masih memeluk Hara erat-erat. Bahkan ketika seorang gadis dengan gaun putihnya yang melambai-lambai di udara berdiri di belakangnya dengan seutas senyum bahagia, Junhyung masih memeluk istrinya dengan erat dan penuh keyakinan. Seorang gadis yang berada di baliknya masih bisa dijamin eksistensinya di dunia.

Pleurs…

Korean-Daily.

Sabtu, 18 Juli 2015

KARA’s Jiyoung Dinyatakan Meninggal Dunia

Setelah pencarian selama dua minggu atas hilangnya member termuda KARA, Kang Jiyoung di pesisir laut Hongdae dan peningkatan daerah penyisiran, TIM SAR menyatakan bahwa Kang Jiyoung telah meninggal. Hal ini dibuktikan dari ditemukannya potongan pakaian menyelam Jiyoung di salah satu pesisir teluk tak jauh dari lokasi hilangnya korban. TIM SAR menduga bahwa Kang Jiyoung terseret arus besar ketika malam itu (Jumat, 3 Juli 2014) laut mencapai titik pasang tertinggi. Kasus ini juga resmi ditutup oleh pihak kepolisian dan dinyatakan sebagai murni bentuk kelalaian korban yang menyelam sewaktu malam, bukan bunuh diri seperti yang selama ini diberitakan oleh media.

Ohh, did I really careless?

 

 

Love – I pretend that I’m fine, that I don’t love you even though I do

I can’t express it, crying, crying

Love – I try to turn things around but you’re already gone

I’m endlessly crying, crying

.END.

 

Oke, saya lagi jatuh cinta abis sama KANG JIYOUNG jadi karena itu saya bikin ff tentang dia dan nggak tau kenapa kok hasilnya begini-_-“

Anyway yang di bagian awal itu kaya ringan banget bahasanya karena itu isi diary nya Jiyoung ehehehehe

Oke, komentar, kritik, dan saran sangat saya tunggu ^^

ANYWAY, saya ngadain Writing Contest, Hadiahnya XOXO 😀 Kalau tertarik bisa klik ini.

34 thoughts on “[Ficlet] Pleurs

  1. eonnie.. hwaa, jadi itu buku hariannya? ;-; duh, need sequel buat mengetahui apakah jiyoung masih idup atau engga ;_;

    ohiya, ada beberapa kata yang agak lucu. “sebenernya” itu kayak bahasa sehari-hari ya._. sama yang “menggugu” hehe. itu ajasih komenan akunya

    • Iyaa .. Itu buku hariannya Jiyoung gituuu TT.TT
      Jiyoung udah mati ahahaha 😆 yang bagian akhir, yang ada gadis dengan gaun melambai lambai itu si jiyoung…

      Terus yang “ohh did i careless” itu ucapan arwahnya jiyoung nanggepin berita itu…
      Eheheheh

      Typo berarti itu XD
      Menggugu itu kaya metaforanya menangis tergugu 😀

  2. Hello Nana. lagi demen sama sih white egg kah? 😀
    ah, jadi ceritanya JiYoung cinta bertepuk sebelah tangan? menyedihkan. ckck

    Seperti comment di atas, aku pengen tau, sih jiyoungnya itu positif uda mati atau belum. jadi ditunggu yah seqquelnya 😉

  3. kaget waktu baca pertengahan ke akhir, nggak nyangka klo itu tuh isi diary-nya jiyoung yg uda meninggal gara2 terseret arus T-T
    sempet mikir juga pas baca hara ngomong keilangan, uda mikir jiyoung beneran bunuh diri…taunya..huhuhu T-T

  4. Oh meninggal ending
    Huhuhu nggak tau yg harus disedihin bagian mana, tapi yg jelas aku sedih aja bacanya
    Nice ff

  5. Jadi itu jiyoung bneran meninggal gegara kecelakaan w(‘A’w) kgak kbyang kalo jadi Hara wktu bca diari ny jiyoung jd serba salah bgtu T^T tp, syangny si hara sm junhyung blum balikan *menatap hampa*
    saia bneran pnasaran it jiyoung gk ada unsur bundir #plakplakplak

    ff ny enak dibaca n bkin speechless pas ending. . . .

    • gara-gara bunuh diri hihihihi
      setelah korean daily itu kan ada “–ohh did i really careless” itu kaya perkataan arwahnya jiyoung yang menyangkal kalau dia meninggal kecelakaan XD

      iyahh TT.TT
      iyaaa.-. sedihhh yahhhh X_X

      makasih yah 😀

  6. ini emang benar2 ringan dan nikmat (?) dibacanya.. aku suka penataan setiap kalimat.. oke mudah2an ini komentar yang ckup menarik buat author ㅋㅋ fighting (y)

  7. Sumpah!
    kaget banget waktu baca bagian
    “Sabtu, 18 Juli 2015
    KARA’s Jiyoung Dinyatakan
    Meninggal Dunia”
    ane langsung berdoa mudah”an ga terjadii
    maklum,i’m KAMILIA >_<
    Hehee
    tp dari segi cerita bagus kok,tp kok cepet amat yah #plakk coba lebih panjang,pasti jadi lebih bagus 😀
    ditunggu ya fanfic Jiyong yang lainn 😀
    fightingg!! 😀

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s