[FF Freelance] A Thousand Miles (Ficlet)

A Thousand Miles

A Thousand Miles

Yoona&Tao

AerilHW

Miles and age is just number

Heningnya malam seakan menelanku larut dalam pekatnya. Angin yang berhembus seakan dahaga ingin memangsaku. Nelangsa ini menyandera hati , membuatku bagai di ombang-ambingkan resah . Ingin rasanya aku enyah saja , apapun ku mohon kunyah aku , biar rasa pedih ini lenyap bagai abu , mangsa aku , lenyapkan aku.

 “Yoong , bolehkah aku memanggilmu seperti itu , rasanya lebih nyaman.”

Dia menawan , ketika dia berjalan di atas panggung , para gadis remaja menggila karenanya. Itu seakan menjadi kodrat mati bagi hidup idola dan dia salah satunya. Dia masih muda , sangat muda . Kurang fasih berbahas Korea membuat para gadis semakin menggila melihat mahkluk bak porselen indah itu kebingungan.

Aku mengenalnya , 4 tahun lalu ia menjadi terkenal karena di jamin akan menjadi ‘the next Eric Shinwa’ , senyum menawannya membuat sunbaenya terbiasa bergumam tentangnya. Aku jarang sekali bertemu dengannya , walaupun kami satu agensi , aku hanya beberapa kali melihatnya lantaran jadwal syuting ku yang membelenggu. Tapi tak di sangka , dia menyapaku duluan ketika SMTown Bangkok , sejak itu seakan magnet , aku mulai menerimanya dalam kisahku. Aku dan dia.

Mungkin orang tak akan pernah tau jika SNSD Yoona dan Exo Tao adalah teman dekat.Semua tertutupi.Rapi sekali. Jika salah satu mengumukan tipe ideal mereka , pasti publik tidak menyangka yang di maksud mereka. Popularitas kami menjadi jawaban , bukan egois atau apa , tapi fans di luar sana menganggap ‘pacaran’ adalah tabu. Ini bagai titah kekal.

Aku tidak pernah menangis seumur hidupku kecuali ketika Eomma pergi meninggalkanku . Setelah itu aku merasa tidak membutuhkan sosok ibu . Ayahku adalah segalanya bagiku. Satu-satunya hal yang aku takut bila kehilangan adalah Appa , selebihnya aku bukan gadis cengeng yang menangis karena drama atau memenangkan award. Air mata ini seakan bersembunyi.

“Yoong~ Apa air matamu bersembunyi ya? Kamu selalu terlihat tegar di antara yang lai , entah itu kebenaran. Tapi jika kau mau tunjukkan padaku , aku ingin menjadi tempatmu bersandar ketika kau menangis”

Kata manisnya lagi-lagi melambungkanku . Tinggi di antara awan tebal , menyusuri tenangnya langit , membuai asaku sedalam mungkin. Meskipun ini terkesan cheesy tapi aku serasa kasmaran karenanya , aku belum pernah sepertinya sebelumnya. Mukaku bersemu merah tanpa alasan. Aku merasa seakan berlari marathon setiap menghabiskan waktu weekend kami di kafe SM.Orang-orang hanya mengira kami kakak-adik yang dekat. Tapi aku ingin lebih dari ini…

Dia mengajakku ke taman bermain tiba-tiba. Aku menolaknya keras , itu tempat ramai sekali dan aku sedang mempersiapkan debut America sementara dia sibuk shooting teaser untuk debutnya. Tapi dia membujukku layaknya aku ibu dan dia anakku. Dia mengatakan kalau kami ketahuan dan tertangkap kamera , atau muncul skandal dia akan siap menghilang dari hidupku. Aku tertegun , hidup tanpa dia , adalah di mana aku kembali di saat menjadi workaholic dan tertutup.

Akhirnya aku mengiyakan…

~

Hari itu aku merasakan senang yang teramat sangat , walaupun masker syal dan jaket tebal yang mengurungku dari udara hangat musim panas membelenggu.Tapi dengan tautan erat tangan kami , aku merasa tidak kepanasan , seakan ada es besar mencair di hatiku. Kaki tak pernah selemas ini sebelumnya , pompaan darahku tak pernah secepat ini , dan senyumku tak pernah selepas ini. Cinta ?

Welcome love..

~

 “Selamat tinggal..”

Dia terdiam , tak berekspresi saat itu . Dalam heningnya ruang tunggu khusus Incheon Itl Airport , aku terpaku.Aku baru sadar ketika menatapnya sedekat ini , dia punya mata hazel yang teduh dan alis yang tebal. Tapi dia seolah membuang mukanya nun jauh. Ada perasaan sakit yang menyeruak paksa ke relungku.Ini seperti pertanda buruk , aku takut. Lelaki ini begitu indah , aku harus bagaimana~

Aku mendengar Taeng berkata bahwa aku dan dia menjadi hot news beberapa hari ini , foto kami berpegangan tangan di taman bermain terkuak , agensiku kacau. Sooman Saem memarahiku habis-habisan saat itu , dia berkata aku hampir merusak debut America yang di idam-idamkan seluruh bagian dari SME. Aku menangis kedua kalinya saat meminta maaf di depan Saem , aku takut sesuatu buruk terjadi pada Tao , aku takut ia jadi sasaran fans sasengku, aku takut debutnya gagal , aku takut..

Aku memohon iba dengan Saem agar memaafkanku dan jangan menyalahkan Tao , aku berjanji akan mengikuti semua katanya dan menerima semua tawaran job tanpa terkecuali , aku janji dia boleh mengganti posisi centerku . Tapi jangan libatkan Tao , dia baru saja ingin menggemgam mimpi indahnya , hinalah aku jika menghancurkan .

~

Rasa cinta bodoh!

Bocah bodoh!

Yoona bodoh!

Bukan aku takut atau khawatir , tapi aku tidak pernah merasakan cinta lawan jenis sebelumnya , dan aku sudah membagi hatiku dengannya , jika sombong aku bisa saja menunjuk siapapun yang aku suka , 100 artis lebih memilihku sebagai tipe ideal mereka. Bukannya bocah ingusan bodoh. Tapi jantungku berdegup kencang hanya untuknya.

First call for all the Cathay Pacific VIP seat departing to America please go to the plane

Aku menatapnya dalam , dia balas menatapku . Kami berurai dalam diam.

Perlahan aku hancur , air mataku terjatuh lagi . Aku hanya menangis untuk orang terpenting dalam hidupku saja , dan dia salah satunya . Persetan orang berkata apa tetangku , sementara jemari Tao tiba-tiba menarikku ke dalam peluakannya.

“Pergilah , sampai kapanpun kau akan ku tunggu.” 

Dia melepasku , tapi dia akan menggengamku lagi.

Welcome America!

~

Miles and age is just number

Find me : @reginasavs http://bubblyaeril.wordpress.com/

8 thoughts on “[FF Freelance] A Thousand Miles (Ficlet)

  1. Ne kerasa gantung banget .. secara keseluruhan sudah bagus author .. tp masih kurang sedikit feel nya dalam hal emosional .. klimaks nya gak terlalu bagus malah agak sedikit gak nampak .. terlalu pendek tulisan nya author .. selain tu semua sudah ok .. ^^

  2. Daebak ceritanya thor, tp tanda bacanya banyak yg salah seharusnya sebelum koma ga usah dikasih spasi, sesudah koma aja yg dikasih spasinya, jadi jaraknya ga jauh2. Selebihnya ceritanya sangat menariK…

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s