[FF Freelance] Slipped (Part 0.5)

Slipped 4

SLIPPED (PART 0.5)

Author: Summer

Main cast:

  • EXO-K’s Oh Sehun
  • SNSD’s Kim Taeyeon

Rating: PG-13

Genre: Romance, Friendship, and School Life

Length: Chapter

Disclaimer: Inspired from my own experience and ‘FLIPPED’ movie

Warning Typo !

DON’T BE A PLAGIATOR !

DON’T BASHING PLEASE !

                       

                “Jangan ikuti aku lagi !”

“Kau itu jelek, menyebalkan, dan menjijikan !  Aku membencimu !

            “Kau adalah orang paling jahat yang pernah kukenal.”

                                                ***************

 “Taeyeon, cepat sarapan !” Teriak Nyonya Kim memanggil anaknya yang masih belum keluar dari kamar. Ia mengangkat cangkir kopi kosong milik suaminya yang sudah berangkat seperempat jam lalu. Sesekali kepalanya melongok ke lantai atas. “Tae-ye-on !” Panggilnya berirama.

Itu bukan kali pertama Nyonya Kim berteriak-teriak seperti itu. Setiap pagi, ia harus meluangkan sedikit waktu dan tenaga untuk membangunkan putri satu-satunya yang punya ketertarikan lebih bersahabat dengan kasur. Susah sekali membangunkan Taeyeon !

Eomma melihat sepatuku tidak ?” tanya Taeyeon sembari turun dari tangga hingga menimbulkan suara dak-dok-dak yang keras. Ia keluar dari kamar dengan keadaan jauh dari kata siap. Dasi masih belum terpasang, kaos kaki yang baru dipakai sebelah, dan kerah baju yang belum dirapikan. Taeyeon berlari kesana-kemari dan melemparkan barang apapun yang ia temui untuk mencari sepatunya.

Nyonya Kim menolehkan kepalanya dengan gemas. Astaga, putrinya ini benar-benar menyusahkan saja ! Dengan tergopoh-gopoh, ia berlari ikut membantu mencari dimana sepatu putrinya itu tersimpan. Tangannya bergerak mencari sembari meletakkan kembali barang-batang yang dilemparkan Taeyeon sembarangan. Setelah lima menit berkutat di dalam rumah, akhirnya benda itu ditemukan dibalik pintu dekat dengan tempat menyimpan payung. 

 “Ini sepatumu”, ujar Nyonya Kim sembari menyerahkan sepatu kepada putrinya yang masih meneguk segelas susu dengan satu tangan mengikat dasi. “Bukankah eomma sudah bilang, letakkan sepatumu di tempatnya,” ia menaruh sepiring roti tawar dengan selai coklat diatas meja, “kalau tidak ada eomma, bisa-bisa kau berangkat sekolah tanpa sepatu !”

            Taeyeon berlagak sibuk dan berpura-pura tuli. Ia sudah sering mendengarkan ibunya berkata seperti setiap hari. Sendainya ada ujian untuk menulis apa yang ibumu katakan setiap pagi, Taeyeon pasti bisa mendapatkan nilai seratus. Ia melirik jam tangannya dan memekik, “Astaga, kurang satu menit lagi !” Dengan satu kali suapan ia memasukkan setangkup besar roti isi dan mengikat tali sepatunya dengan asal.

DIN. DIN.

Itu suara klakson bus sekolah yang sudah berhenti di depan rumah. Bunyinya membuat Taeyeon semakin panik dan melakukan segalanya dengan cepat. Ia membuat ibunya  ikut merasa gugup. Dengan terburu-buru, Nyonya Kim  memasukkan beberapa potong roti isi untuk Taeyeon yang sekarang mulai berlari keluar.

“Taeyeon, jangan lupakan bekalmu !” seru Nyonya Kim mengejar putrinya yang sudah berada di halaman rumah.

Taeyeon berhenti sebentar dan mengeluh, “Eomma, ini sudah hampir jam tujuh ! Aku sudah hampir terlambat !”

DIN. DIN.

Mendengar sopir bus kembali membunyikan klaksonnya, Nyonya Kim ikut bergerak cepat. Setengah memaksa, ia memasukkan kotak bekal Taeyeon ke dalam tasnya. Taeyeon mencium pipi ibunya sekilas dan berlari menuju bus sekolah yang sudah hampir bersiap pergi.

            Dengan satu kali lompatan, ia menaiki tangga bus dan berlari ke dalam. Seperti biasa semua yang ada disitu sudah hafal dengan kebiasaan Taeyeon. Bahkan saking seringnya Taeyeon terlambat, sopir bus yang khusus menjemput dan mengantar murid ini pernah mengeluh kepada Nyonya Kim.  Ia bahkan pernah mengusulkan agar Taeyeon dikalungi saja dengan jam beker sebelum tidur.

 “Ah, selamat pagi Paman Lee !” sapa Taeyeon sembari mengatur nafasnya yang naik-turun karena sehabis berlari. Ia terbatuk-batuk sebentar dengan tubuh membungkuk.

Sopir bus yang dipanggil Taeyeon dengan sebutan Paman Lee itu mengehala nafas pasrah. “Sudah sana cepat duduk !” tukasnya galak.

Taeyeon meringis lebar saat mendengar suara Paman Lee yang sama ketusnya dengan kemarin. Ia melongokkan kepala dan melihat masih ada satu tempat yang tersisa. Namun sebelum ia sempat untuk mencari tempat duduk, suara langkah kaki yang menaiki undakan tangga bus membuatnya menolehkan kepala.

Itu Oh Sehun !

Awalnya Taeyeon mengira ia adalah orang terakhir yang naik ke dalam bus ini. Ternyata masih ada orang yang lebih terlambat daripada dirinya. Pantas saat matanya menyisir bagian dalam bus, ia tak melihat kepala Oh Sehun yang super besar karena terlalu banyak berisi sifatnya yang mengesalkan.

Sehun membelalakkan matanya sekilas saat melihat Taeyeon yang ternyata ada di depannya. Ada butiran air di rambutnya yang masih basah dan berantakan. Taeyeon yang menggerakkan kepalanya buru-buru membuat Sehun ikut melihat apa yang sedang dipandanginya. Tiba-tiba Sehun sadar, hanya ada satu tempat dan kebetulan kedua kursinya sama-sama kosong.  Berarti ia harus berbagi kursi dengan Taeyeon ? Gila ! Tidak, ia tak mau duduk bersebelahan dengan gadis menyebalkan itu.

Ia melirik Taeyeon yang ternyata juga sedang meliriknya seolah sedang memperhitungkan strategi. Jangan sampai Si Bodoh Taeyeon itu duduk di disebelahku !

Taeyeon menatap Sehun seolah mengancam. Awas saja kalau bocah menyebalkan itu berani mengambil kursiku !

Seakan sedang menghitung dalam hati. Sedetik kemudian, mereka berdua berlari bersama-sama menuju satu-satunya tempat yang tersisa di bus. Mereka sampai di kursi itu dalam waktu yang bersamaan dan berebut untuk duduk disana.

“Yak, apa yang kau lakukan, bodoh ?!” seru Taeyeon sembari tetap mempertahankan kursinya.

Sehun menggertakkan gigi. “Kau tak bisa melihat ya ? Aku sedang berusaha untuk duduk di kursiku. Dasar pendek !”

Taeyeon menarik nafas panjang dan geram. “Siapa bilang ini kursimu ? Ini kursiku !” Kakinya menendang lutut Oh Sehun hingga laki-laki itu meringis kesakitan. “Dan jangan sebut aku pendek !”

“Aku yang lebih cepat sampai disini ! Jadi aku yang lebih berhak untuk duduk disini !” Sehun berteriak tak terima. Ia bahkan sudah hampir mendudukkan pantatnya ke kursi.

“Ini kursiku !”

“Kursiku !”

Dan dimulailah perang perebutan kursi antara Taeyeon dan Sehun. Mereka saling tarik-menarik tas, mendorong satu sama lain, bahkan Taeyeon mulai menyodok perut Sehun agar laki-laki itu minggir. Mereka jadi mirip anak kecil yang saling berebut permen lollipop. Menggelikan.

Teman-teman dan sopir bus yang ada disitu mendesah lelah. Bagaimana tidak lelah jika setiap hari mereka harus mendengarkan dua orang itu bertengkar hanya untuk masalah sepele macam ini. Mereka berdua itu sama-sama keras kepala dan tak mau mengalah. Beberapa bahkan yang sudah terlalu bosan menonton mereka bertengkar, memilih untuk menyumpal telinganya dengan headset atau headphone yang mereka bawa. Yang lainnya memilih untuk diam saja dan menonton dengan raut wajah antusias seolah ini adalah acara yang menarik.

“Aku ini perempuan, kau seharusnya bisa mengalah !” Taeyeon menggigit gigi keras-keras saking kesalnya. Astaga, sudah terlambat bangun, belum sarapan dengan benar, kenapa ia harus bertemu dengan Sehun juga sih ?

 “Sifatmu saja brutal seperti itu, bagaimana bisa disebut perempuan ?” Ujar Sehun mengolok-olok. Mulutnya menyeringai meremehkan.

Taeyeon mendelik kesal mendengar hinaan seperti itu. Mulut bocah di depannya ini perlu dirajam rupanya. “Yak ! Bicara ap-“

“HEY ! KALIAN ITU BISA TENANG SEDIKIT TIDAK ?! ” Raung Paman Lee dengan suara keras. Ia membuat semua orang yang ada disitu tersentak kaget. Murid-murid langsung menolehkan kepalanya secepat kilat.Bahkan ada yang hampir saja terlonjak jatuh saking takutnya.

Bola mata Paman Lee berubah merah dan nafasnya menderu keras. Topi hitam yang biasa ia gunakan kini sudah berubah miring tanpa ia sadari. Selama dua puluh tahun menjadi sopir bus sekolah, baru kali ini ia menemukan dua manusia macam Taeyeon dan Sehun. Sudah cukup panas telinganya mendengarkan mereka berdua seperti itu setiap harinya. Dia bisa masuk rumah sakit kalau setiap pagi harus seperti ini terus.

Taeyeon dan Sehun terdiam seketika ketika mendengar teguran Paman Lee. Mereka berhenti dari kegiatan mereka yang sedang berperang dan saling melirik menyalahkan satu sama lain.

“Ini gara-gara kau tahu !” desis Taeyeon dengan kerutan di dahi.

Sehun yang mendengarkan bahwa dia disalahkan oleh gadis paling menyebalkan yang pernah ia temui itu, menggeram marah. “Coba katakan sekali lagi !” tantangnya. “Gara-gara sia-“

“Sudah ! Sudah ! Sudah !” Paman Lee memukul kemudinya dengan keras. Astaga kedua murid ini benar-benar membuat kepalanya pusing. Ia bangkit dari kursi kemudinya dan berjalan mendekat. “Ada dua kursi disini kan ? Kalian tinggal duduk saja apa susahnya sih ?” bentaknya dengan batas kesabaran yang sudah habis.

Taeyeon dan Sehun terdiam dan saling menatap satu sama lain. Berbagi kursi ? Dengan orang macam dia ?

“TIDAK MAU ! !”

                                                                                          TBC

Hai-hai semuanya ! Saya bawa prolog ff saya yang baru nih hehehehe 😀 Kemarin banyak yang tanya kapan saya bakal bikin ff series baru lagi. Akhirnya saya cuman bisa buat ini. Maaf ya kalau gaje dan feelnya ga dapet. Saya udah lama ga pernah bikin ff series. Jadi ya gitu deh.  Awalnya mau bikin yang serius gitu. Tapi dari kemarin kan saya udah bikin vignette yang serius terus. Takutnya malah pada bosen.

Dulu ada yang pernah minta Taeyeon dipairingin sama Sehun kan ? Nih, saya kasih. Awalnya saya males banget bawa-bawa Oh Sehun buat jadi main cast saya. Soalnya saya ga gitu suka. Tapi mau gimana lagi, kayaknya yang cocok cuman dia deh. Awalnya sih mau pakai Baekhyun. Tapi kok kayaknya dia terlalu baik ya ? :3 Hohohohoho

Kalau mau main dateng aja ke blog saya di https://summersnotes.wordpress.com/ masih baru dan anget-anget nya nih hahaha

Yaudah deh, bye-bye 😀 

6 thoughts on “[FF Freelance] Slipped (Part 0.5)

  1. akhirnya author summer comeback juga *flying*
    aku tunggu2 loh…
    dua2nya cast biasku 🙂
    haduuuhh.. knp mereka bawel bgt sih *ikut tutup kuping*

    • Hahahaha makasih udah nungguin 😀
      Sukur deh kalau suka sama cast nya hohoho
      Oya kalau mau baca, di blog ku aja kalau ga pantengin exoshidaefanfic.wordpress.com
      Soalnya ga janji bisa ngepost disini cepet 😀

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s