[FF Freelance] What Are You Lookin’ For? (Part 5)

what are you lookin for

Author                  : Yoon Minhyo

Cast                       : BAP’s Zelo aka Choi Junhong

                                  Choi Ah Raa [OC]

Supp Cast            : Another BAP’s member

Genre                   : Romance

Rate                       : PG

Length                  : Chaptered

Disclaimer           : Just stop hurting my ZELO!!

Summary             :

                                “Hyo tidak akan membencimu,daehyun! Ia tau kau benar-benar menyayanginya!”-Himchan

Previous part: Part 1 , Part 2, Part 3 , Part 4 

***

Author’s Pov

“Ireona!!”

Zelo menatap Ah Raa yang masih memejamkan kedua matanya dengan penuh kedamaian, entah sejak kapan yeoja ini menjadi begitu cantik dimatanya,oh ini gila!!rutuknya dalam hati.

“Ya!!!Ireona, yeoja tukang tidur!!” Seru Zelo keras hingga akhirnya berhasil membuat Ah Raa mengerjap –ngerjapkan kedua matanya, “Eung!!! Kau berisiik sekali!!” Gumam Ah Raa pelan, namun sedetik kemudian kedua matanya terbuka lebar, “E-EH?!!Dimana sekarang?!!!” Serunya keras dan kini dapat Ia lihat sosok Zelo yang masih menatapnya aneh.

“Kau benar-benar menjadikanku supir nampaknya”

Ah Raa sama sekali tidak menanggapi gurauan Zelo, “Jadi dimana sekarng? Kenapa kau tidak membangunkanku sejak tadi,Zelo?—dan oh sudah nyaris pukul 12 malam, astaga!!”

“Didepan apartmentku” Jawab Zelo sambil sesekali menguap, nampaknya Ia sudah sedikit mengantuk. Perjalanan panjang dari rumah Daehyun benar-benar menguras habis waktu dan juga tenaganya, ditambah lagi dengan macet yang begitu panjang tadi.

“Apartmentmu? Kau bercanda?! Seharusnya kau membawaku pulang!” Ah Raa bergidik pelan, masih dengan menatap namja itu tak percaya namun dapat Ia rasakan sesekali jantungnya yang kini berdegub dengan begitu kencang, oh bodoh sekali.

Kini giliran Zelo yang menatap Ah Raa kesal,”Ya!!Kau kira aku tau rumahmu? Apa kau ingat sudah mengatakannya? Oh lupakan, kau benar-benar menyebalkan”

“………………….”

“Ng—Maaf” Ah Raa bergumam pelan setelah terdiam cukup lama, Zelo menghela nafas panjang kemudian kembali menolehkan kepalanya pada Ah Raa, “Maaf?Untuk apa?”

Ah Raa memilin-milin rambut panjangnya, “Membuatmu repot,maaf!”

Zelo menaikan salah satu alisnya kemudian sebuah senyum kecil tiba-tiba terlukis diwajahnyya, melihat Ah Raa yang seperti ini entah kenapa benar-benar membuatnya senang? Oh lupakan!! Choi Junhong!!! Kau namja bodoh!!!

“Baiklah, jadi kau ingin pulang atau kau lebih memilih untuk tetap berada disini hingga pagi menjelang?” Tanya Zelo akhirnya.

Ah Raa mengerjapkan kedua matanya cepat, “Ten—ntu saja aku ingin pulang”

***

Ah Raa tersenyum begitu melihat suasana di balik layar panggung yang saat ini benar-benar ramai dan penuh dengan hiruk piruk, sekitar 30 menit lagi pertunjukan mereka atau mungkin pertunjukan pertamanya akan segera dimulai, walau perannya tak banyak namun Ia tetap menikmatinya.

“Terima kasih sudah mengantarku,Zelo”

“Bukan masalah!” Jawab Zelo tetap dengan khasnya, Ah Raa tau betul namja ituu kini benar-benar terlihat lelah, “Kau akan baik-baik saja kan?” Tanya Ah Raa berikutnya.

Zelo mengerutkan keningnya, “Mengapa kau bertanya seperti itu?”

“Ahni, hanya sekedar bertanya” Jawab Ah Raa cepat,”Baiklah jika seperti itu,aku akan masuk duluan. Sampai jumpa dan berhati-hatilah” Ujarnya lagi kemudian berbalik dan melangkah pergi namun,”—hei, Choi Ah Raa”

Ah Raa kembali menoleh pada Zelo yang nyatanya baru saja memanggil namanya, “Eung? Apa lagi?”

“Hanya sekedar ingin memberitahumu” Zelo menyunggingkan sebuah senyum yang nampak begitu aneh bagi Ah Raa. Senyum yang belum pernah Ia lihat sebelumnya? Benar!! Senyum terbaik Zelo.

Ah Raa berusaha mengontrol detak jantungnya yang kini semakin tidak beraturan, astaga tatapan mata Zelo saat ini benar-benar membunuhnya, “Aku akan datang ke pertunjukanmu besok—dan kau harus tau, aku melakukannya untukmu,Choi Ah Raa”

Choi Ah Raa

Choi Ah Raa

Choi Ah Raa

“YA!!!Choi Ah Raa!!!” Ah Raa tersentak begitu Ia dengar seseorang memanggilnya dengan begitu keras, “Ah Ne?”

Jisung melangkah menghampirinya seraya menggeleng-felengkan kepalanya,”Kau benar-benar tak mendengarku sejak tadi? Oh lupakan, Hara dan Himchan mencarimu disana” Ujarnya kemudian.

“Mencariku? Baiklah. Gomawo,Jisung-ah”

Namun baru saja Ah Raa bersiap untuk melangkah, Jisung kembali memanggilnya, “Ah Raa-ya”

“Eung?”

Namja itu tersenyum, “Kau benar-benar cantik dengan gaun itu”

“Jinjja?” Ah Raa balas tersenyum, “Gomawo” Tambahnya lagi kemudian segera melangkah pergi menuju ketempat Hara dan Himchan menunggunya, tapii sebentar hanya Hara dan Himchan? Lalu Zelo? Ah Raa terdiam sejenak lalu tersenyum pahit, ”Baiklah, Choi Ah Raa!! Tak seharusnya kau menunggu Choi Junhong! Fightingg!!” Ujarnya pada diri sendiri.

***

Ah Raa’s Pov

“OMO!!!Kau benar-benar cantik, Ah Raa-ya!!!” Seru Hara begitu diriku menghampirinya yang hanya nampak berdua saja dengan Himchan.

“Gomawo,Hara-ya”

Hara masih saja tidak dapat menghapus senyum lebar yang terlukis diwajahnya yang ebnar-benar cantik, kini kedua matanya melirik kesekeliling ruangan, “Mana Daehyun?”

“Entahlah,sepertinya Ia tengah bersiap-siap”

“Ia akan segera tiba,aku baru saja menghubunginya” Tambah Himchan, dan beberapa saat kemudian dapat kami dnegar suara seorang namja yang nyatanya sedang ditunggu-tunggu, “Yoo!!!”

“Daehyun-ah?!!!ASTAGA!!!Kau benar-benar terlihat seperti seorang romeo!!!” Hara benar-benar excited melihat Daehyun yang memanglah terlihat sangat tampan.

“Jinjja?” Daehyun tertawa senang, kemudian melirikku sekilas, “Jadi apa kami cocok jika disandingkan seperti ini?” Tanyanya.

Hara terdiam kemudian mengangguk dan tertawa,”Benar!!Kalian cocok sekali”

“Yeah walaupun ini berat tapi harus ku akui, kalian nampak begitu serasi” Himchan mengangguk—anggukan kepalanya.

Sementara aku hanya bisa terus tersenyum, seraya sesekali melirik kesekeliling sambil berharap bahwa namja itu akan datang dan tersenyum padaku, oh bodoh sekali Choi Ah Raa.

“Mana Zelo?” Tanya Daehyun tiba-tiba.

Hara menganggkat bahunya kemudian melirik ponselnya,”Molla. Sejak pagi ponselnya tak dapat dihubungi. Mungkin Ia takkan datang!”

“Oh”—dan dalam sekejap semua harapanku bagai runtuh kedalam jurang yang terdalam.

***

Author’s Pov

Pada akhirnya pertunjukan yang telah ditunggu-tunggu akan segera dimulai. Ah Raa terus tersenyum senang, karena pada kenyataannya Ia akan segera tampil. Sesekali dan lagi dan lagi, Ia melirik sekilas ke arah kursi penonton, berharap Zelo akan datang. Namun nihil, sebuah kursi kosong yang terletak tepat disebelah Hara dan Himchan masih sama seperti sedia kala.

“Haahh!!”

“Ah Raa-ya!!kau harus segera tampil!! Kuharap penambahan scene mu akan membuat pertunjukan ini semakin menarik” Ujar Dongwoon tiba-tiba seraya menepuk pelan pundak Ah Raa, dan menggiringnya untuk segera masuk ke panggung.

Sekilas Ah Raa benar-benar tak memikirkan perkataan Dongwoon barusan, Ia melakukan scene pertamanya dengan baik sekali, walaupun seutas perasaan kecewa tetap terbesit didalam pikirannya begitu Ia lihat kursi Zelo masih saja kosong.

Dan setelah melakukan beberapa adegannya, tibalah Ah Raa pada adegan terakhirnya, ketika Romeo memutuskan untuk mengakhiri hubungannya dan lebih memilih untuk meraih cintanya pada Julliet.

Ah Raa melangkah naik keatas panggung yang kini sudah terdapat Daehyun yang berperan sebagai romeo tengah menunggunya,dan kini kedua matanya membulat begitu Ia lihat sosok Zelo yang sudah  terduduk dan tengah menyaksikan penampilannya, bodoh Ia bahkan datang ketika adegannya akan segera berakhir.

“Rosaline,maafkan aku”

Ah Raa benar-benar merasa bodoh ketika sebuah senyum malah terlukis diwajahnya pada saat Romeo aka Daehyun bersiap untuk meninggalkannya, namun dengan cepat Ah Raa segera merubah atmosphere sekelilingnya dengan segala ke-profesionalitasan yang Ia miliki, melupakan kehadiran Zelo dan melanjutkan pertunjukan ini dengan baik.

“Ketika matahari kembali terbit. Saat itulah aku tau, bahwa kita tak dapat lagi bersama”

“Romeo…”

“Saat hati mulai berbicara, semua kenyataan benar-benar menunjukan bahwa aku mencintai Julliet, bukan kau Rosaline”

“Kenapa, Romeo? Apa yang membuatmu lebih mencintai Juliet? Kau bahkan baru saja bertemu dengannya”

“Ketika takdir telah memutuskan,semua yang terjadi tak akan pernah kembali seperti sedia kala. Maafkan aku Rosaline, aku harap ini akan menjadi pertemuan terakhir kita”

“…Romeo…”

“—dan ciuman ini akan menjadi penghapus semua kenangan yang pernah terjadi” Ah Raa kembali membulatkan kedua matanya ketika mendengar kalimat terakhir yang diucapkan Daehyun, dan sedetik kemudian dapat Ia rasakan bibir Daehyun menempel pada bibirnya dan sorak sorai para penonton pun seakan melengkapi aksi tiba-tiba Daehyun tersebut yang nyatanya benar-benar membuatnya terkejut.

Jahat!!Batin Ah Raa, Ia bahkan tak pernah tau mengenai adegan ini. Jadi ini yang dimaksud oleh Dongwoon tadi? Dan bahkan untuk sebelumnya Daehyun sempat memperingatkannya. Tapi—tapi kenapa harus seperti ini? Ia bahkan tak bisa menghentikannya karena hal itu akan merusak pertunjukan ini. Setelah beberapa saat Daehyun melepaskan ciumannya, dan kini tanpa sadar kedua mata Ah Raa melirik sosok Zelo yang masih menatapnya lekat-lekat, dan hal itu benar-benar menghancurkan hatinya.

“Selamat tinggal, Rosaline”

Ah Raa menangis, air matanya menetes perlahan mengalir lembut menuruni pipinya yang kemerahan. Apa Ia sedih karena Romeo baru saja mengucapkan selamat tinggal? Ahni!! Air matanya baru saja turun karena rasa sakit hatinya, rasa sakit yang Ia rasakan ketika Zelo menatapnya dengan sorotan mata seperti itu, satu hal yang Ia tau saat ini adalah bahwa Ia benar-benar tak ingin Zelo melihatnya melakukan sebuah adegan ciuman seperti itu.

“Ah Raa!!”

“Ah Raa!!” Panggil Daehyun begitu mereka kembali kebelakang panggung, namun Ah Raa tak bergeming dan tetap melangkah menjauhi namja itu.

***

Zelo’s Pov

Ketika kuputuskan untuk datang dan melihat pertunjukan itu, apa yang terpintas didalam benakku adalah sosok Choi Ah Raa yang berada diatas panggung dengan sebuah gaun dan senyumnya yang belakangan ini selalu terngiang-ngiang dikepalaku, namun shit aksinya dengan Daehyun barusan benar-benar merusak segalanya. Jadi ini? Hanya ini?

Oh astaga!! Kau benar-benar telah membuang waktuumu Choi Junhong!

“Ini benar-benar mengejutkan!! Diantara mereka tak ada yang pernah mengatakan akan melakukan adegan seperti tadi” Himchan berkomentar, dan nyatanya benar-benar membuat telingaku sakit.

Kini giliran Hara yang menggeleng pelan, namun dapat kulihat sebuah senyum kecil terlukis diwajahnya, “well, mereka tetap terlihat serasi, benar? Oh astaga atau mungkin Daehyun sudah menyatakan perasaannya pada Ah Raa?”

“E-eh? Daehyun menyukai Ah Raa? Ia mengatakannya padamu? Seperti yang kuduga” Ujar Himchan lagi, dan kali ini mereka berdua benar-benar mengesalkan.

Aku berdecak kesal kemudian menoleh pada Hara dan Himchan yang masih saja bergosip, “Bisakah kalian berhenti berbicara dan tidak mengganggu jalannya pertunjukan ini? Kalian berisik sekali!!!”

Hara yang posisinya berada tepat disebelahku menatapku aneh dengan sebelah alisnya terangkat, “Zelo? Apa yang terjadi? kau marah?”

“Marah?! Siapa yang marah? Kalian berisik sekali!!!”

Dan lagi-lagi Hara nampak sedikit terkejut, ”Oh astaga!! Kau baru saja membentakku sekarang” Sementara Himchan memutuskan untuk tidak ikut campur dalam perdebatan ini.

“Aku tidak membentakmu” Tegasku makin kesal.

“Lalu sekarang apa?”

Ku acak-acak rambutku frustasi menghadapi Hara yang kali ini benar-benar menjengkelkan, “Oh lupakan. Pertunjukannya akan segera berakhir, bukan? Kurasa aku akan pergi duluan! Sampai jumpa” Ujarku kemudian bangkit dan pergi meninggalkan mereka, sesekali masih dapat kudengar suara Hara yang berusaha memanggilku tapi tentu saja hal itu tidak akan membuatku bergeming.

Kuputuskan untuk segera keluar dari ruang teater itu dan duduk dipelataran seraya menghirup udara segar, “Oh apa yang terjadi padamu, Choi Junhong?” Rutukku pada diri sendiri.

Sekitar 20 menit lagi mungki pertunjukan itu akan berakhir, dan kini tiba-tiba saja dapat kulihat seorang yeoja berkuncir datang menghampiriku dengan tergesa-gesa, ”Zelo Oppa” Ujarnya cepat, Eoh? Bagaimana bisa yeoja ini mengetahui namaku?! Hihshh.

“Zelo Oppa….Bisa kah kau membantuku? Jebbal Oppa, Kau tidak nampak sedang sibuk sekarang” Ujarnya lagi dan apa yang baru saja Ia katakan? Membantunya? Oh astaga.

“Kenapa aku harus melakukannya?!” Tanyaku setengah jengkel, benar kejadian tadi benar-benar membuatku kesal? Mungkin.

Yeoja itu menatapku penuh harap, “Kumohon Oppa, Aku benar-benar tak bisa melakukannya sendiri. Kau hanya perlu membantuku untuk membawakan kotak-kotak makanan itu ke belakang panggung. Jebbal, atau jika tidak Dongwoon Oppa akan memarahiku” Jelasnya lagi.

“Kau kira aku seorang pesuruh?” Kuhela nafasku panjang-panjang, “Baiklah!! Hanya melakukannya dengan cepat, Setelah itu kau harus menyampaikan pada Dongwoon untuk berterima kasih padaku!” Ujarku kemudian segera bangkit dan bersiap membantunya.

“Gomawo, Oppaa…. Aku tau kau benar-benar baik sesungguhnya”

“whatever!”

***

Author’s Pov

“Dimana aku harus melatakan yang terakhir ini?” Tanya Zelo pada yeoja berkuncir itu.

Yeoja itu menunjukan jemarinya pada sudut pintu yang akan menghubungkan ruangan itu dnegan taman dibelakang sekolah, “Disana. Gomawo Oppa…” Ujarnya lagi kemudian tersenyum.

Zelo melangkah dan dengan segera meletakan kotak-kotak itu ditempat yang tadi ditunjukan, dan kini kedua matanya tertuju pada sesosok yeoja yang menjadi satu-satunya alasan Ia berada ditempat ini.

Sosok Choi Ah Raa yang kini tak lagi mengenakan kostumnya masih saja terlihat begitu cantik dimatanya, dan Ia tau bahwa Ia mulai gila mungkin. Zelo menghela nafas panjang kemudian memutuskan untuk menghampiri yeoja yang masih terduduk seorang diri itu.

“Pertunjukan yang menarik dan mengejutkan” Ujar Zelo tiba-tiba hingga membuat Ah Raa tersentak kaget, “Zelo-ah?”

Zelo menempati posisi duduk tepat disebelah Ah Raa, “Seperti yang kukatakan padamu, aku datang dan menyaksikannya”

Ah Raa terdiam dan kemudian tersenyum kecil, “Benar. Terima kasih sudah datang”

“Lalu kenapa kau duduk seorang diri disini?”

“Entahlah” Jawab Ah Raa singkat, Ia benar-benar tak akan memberitahu alasan yang sesungguhnya pada Zelo kan?

Lagi-lagi seperti biasanya mereka berdua kembali terngggelam dalam keheningan, hembusan angin musim gugur yang bertiup bagai memaksa mereka untuk tetap terdiam.

“Saat hati mulai berbicara, semua kenyataan benar-benar menunjukan bahwa aku mencintai Julliet, bukan kau Rosaline”

“Kenapa,Romeo? Apa yang membuatmu lebih mencintai Juliet? Kau bahkan baru saja bertemu dengannya”

“Ketika takdir telah memutuskan,semua yang terjadi tak akan pernah kembali seperti sedia kala, Maafkan aku Rosaline, aku harap ini akan menjadi pertemuan terakhir kita”

“…Romeo…”

“—dan ciuman ini akan menjadi penghapus semua kenangan yang pernah terjadi”

Selama beberapa saat penggalan-penggalan kalimat yang diucapkan Daehyun dan Ah Raa sebagai Romeo dan Rosaline kembali melintas dalam benak Zelo—dan dalam seketika adegan ciuman yang tadi terjadi diantara Daehyun dan Ah Raa pun bagai sebuah film yang kembali terputar didalam kepalanya, bagai memaksanya untuk menatap yeoja itu lekat-lekat.

“Choi Ah Raa”

“Ada ap—hmp” Sedetik kemudian ketika Ah Raa menolehkan kepalanya, Zelo benar-benar telah berada di batas akhirnya.

***

Daehyun kembali melangkah kebelakang panggung begitu pertunjukan mereka telah berakhir, dapat Ia rasakan seutas perasaan senang dan bangga akan dirinya sendiri yang telah berhasil memerankan karakter seorang Romeo.

“Miyoungie… Kau melihat Ah Raa?” Tanyanya pada Miyoung yang nampaknya baru saja mengganti kostumnya.

Miyoung menatap Daehyun sedikit sedih, kemudian menggeleng, “Mianhae, Oppa…. Aku tidak melihatnya”

“Begitukah? Baiklah” Daehyun tersenyum kemudian meningglkan yeoja itu. Miyoung tau benar bahwa pada akhirnya Daehyun tetap saja tak akan pernah melihatnya, pada kenyataannya sang Romeo bahkan sama sekali belum berpaling dari sosok Rosaline, dan itu benar-benar membuatnya sedih.

“Dongwoon-ah” Panggil Daehyun begitu Ia lihat sosok Dongwoon yang baru saja melintas dihadapannya.

Dongwoon tersenyum bangga pada Daehyun, “Jung Daehyun! Kau melakukannya dengan sangat baik, Chukkae”

“Jinjja? Gomawo” Daehyun balas tersenyum, “Ah apa kau melihat Ah Raa?” Tanyanya lagi.

“Ah Raa? Entahlah. Tadi aku melihatnya di taman belakang” Ujar Dongwoon, “—dan ah Hara dan Himchan nampaknya tengah mencari-cari kalian” Tambahnya lagi.

Daehyun mengerutkan keningnya kemudian mengangguk, “Begitukah? Baiklah” Ia pun memutuskan untuk segera melangkah menuju ke taman belakang, bagaimanapun hari ini Ia sudah memutuskan untuk menyatakan perasaannya pada Ah Raa dan satu-satunya harapan yang Ia miliki adalah Choi Ah Raa juga memiliki perasaan yang sama.

Namun baru saja selangkah Ia menginjakan kedua kakinya ditaman belakang, kedua matanya membulat begitu Ia lihat sosok Zelo yang tengah mencium Choi Ah Raa?

***

Ah Raa’s Pov

“Choi Ah Raa”

“Ada ap—hmp” Tiba-tiba saja Zelo meraih tengkukku dan kini dapat kurasakan bibirnya mencium bibirku dengan begitu lembut.

“ASTAGA!!!! Apa yang sebenarnya terjadi?!! dan apa yang sedang Zelo lakukan sebenarnya?!!!” Batinku dalam hati, dan kini kedua mataku semakin membulat begitu kurasakan Zelo semakin memperdalam ciumannya. Ini terasa aneh, ciuman Zelo dan Daehyun benar-benar berbeda walau hanya berselang beberapa saat, untuk saat ini dapat kurasakan detak jantungku yang benar-benar tak terkendali lagi, oh tuhan!! Jangan biarkan Zelo mendengarnya.

Dengan sekuat tenaga yang kumiliki, kucoba untuk melepaskan ciuman Zelo namun gagal. Zelo sama sekali tidak memberikanku kesempatan walau hanya sedetik untuk menyudahinya. Setelah beberapa saat pada akhirnya Zelo melepaskan ciumannya, dan kini dapat kurasakan kembali detak jantungku yang semakin menggila begitu kedua matanya yang indah itu menatapku lekat-lekat, “Zelo-ah? Mengapa kau melakukannya padaku?”

Namun belum sempat kudengar sebuah jawaban tiba-tiba saja BRUAK!!!!

“Zelo!!!” Jeritku begitu kulihat kini sosok Zelo tersungkur ditanah, dan berikutnya dapat kulihat sosok Daehyun yang tengah berdiri menatapnya garang, “Daehyun-ah?!!! Apa yang terjadi?!!”

Daehyun sama sekali tidak menghiraukanku, entah apa yang terjadi diantara Zelo dan Daehyun benar-benar membuatku tak dapat berkata apa-apa. Sedetik kemudian Zelo berusaha untuk bangkit dan kini dapat kulihat tetesan darah mulai mengalir dari sudut bibirnya, “Zelo, Kau terluka”  Lirihku seraya berusaha untuk membantunya namun dengan kasar Zelo menolaknya, “Jangan sentuh aku!!”

BRUAK!!!

“Daehyun-ah!!! Hentikan!!!” Jeritku lagi ketika Daehyun kembali memukul Zelo dengan keras, “Apa yang kau pikirkan ketika memintaku untuk menghentikannya CHOI AH RAA!!” bentaknya dan nyatanya berhasil membuatku membeku seketika.

***

Author’s Pov

“Apa yang kau pikirkan ketika memintaku untuk menghentikannya CHOI AH RAA!!” Bentak Daehyun pada Ah Raa yang kini mulai memecah tangisnya.

“Hanya menghentikannya,Daehyun-ah!!” Lirih Ah Raa lagi, air matanya mulai mengalir membasahi pipinya, hatinya benar-benar terasa sakit begitu melihat sosok Zelo yang terluka seperti itu dan juga melihat Daehyun seperti ini.

Pada akhirnya Zelo berhasil berdiri dan kini kedua matanya yang indah itu hanya menatap Daehyun lekat-lekat tanpa membalas satupun pukulan yang telah diluncurkan Daehyun untuknya.

“Kau hanya diam sekarang?! BRENGSEK!!”

Zelo menghapus tetesan darah yang mulai menghiasi sudut bibirnya, “Kau ingin aku mengatakan apa?”

“Jangan pernah mendekatinya lagi!!” Daehyun menarik Ah Raa kesisinya berusaha menjauhkan sosok yeoja itu dari Zelo.

“Kau kekasihnya?”

Daehyun terdiam sementara Ah Raa hanya bisa berusaha untuk menghentikan kedua namja ini, “Hentikan, Zelo-ah! Daehyun-ah!” Namun sayang sekali kedua namja itu kini bagai tak menyadari keberadaannya.

“Bukan”

“Lalu?”

Daehyun melangkah maju mendekati Zelo, “Hanya berhenti melihat Choi Ah Raa sebagai Hyo, ZELO!”

Sementara itu Hara dan Himchan yang sejak tadi tengah mencari-cari keberadaan  Ah Raa, Daehyun, dan juga Zelo pun pada akhirnya tiba ditempat kejadian dan kini keduanya benar-benar terkejut melihat kejadian yang tengah terjadi.

“Aku? Atau kau yang melihatnya sebagai sosok Hyo?”

“KAU!! Hyorin sudah mati Zelo! Dan kau yang membuatnya seperti itu!” Ujar Daehyun lagi dan kontan membuat Ah Raa kembali meneteskan air matanya begitu Ia lihat sosok Zelo yang kini benar-benar bagai tersakiti dengan kalimat Daehyun barusan.

Zelo hanya terdiam menatap Daehyun tanpa mengatakan apapun, dan kontan hal itu semakin membuat Daehyun geram,”Kau yang membunuhnya Zelo! KAU MEMBUNUH HYO!!!”

Hening.

“Benar. Aku yang membunuh Hyo”

Zelo menatap Daehyun dan Ah Raa bergantian kemudian segera melangkah pergi meninggalkan mereka berdua. Ah Raa benar-benar tak dapat menahan air matanya begitu kini sosok Zelo perlahan menghilang dari pandangan matanya, dan kini Ia pun memutuskan untuk pergi menjauhi tempat itu sambil sesekali menghapus air matanya yang kini tak terbendung lagi.

Dalam sekejap seluruh atmosphere disekitar mereka perlahan berubah, dan terus berubah begitu Hara melangkahkan kedua kakinya menghampiri Daehyun yang saat ini tengah seorang diri merutuki kejadian barusan.

Hara bahkan sudah berkali-kali menghapus tetesan air matanya yang terus mengalir, tangisnya benar-benar sudah pecah ketika mendengar setiap penggalan kalimat yang diucapkan Daehyun. Hatinya terasa begitu sakit begitu melihat sosok Zelo yang nyaris begitu rapuh dimatanya, “Kau senang sekarang?” Hara menatap Daehyun lekat-lekat, sesekali Himchan berusaha untuk menenangkan yeojanya itu namun tak berhasil, Ia sendiripun tau bahwa Hara tak akan pernah bisa menerima ketika seseorang menyakiti Zelo bahkan menghancurkannya seperti tadi.

“Tak ada yang perlu dipermasalahkan Kwon Hara. Zelo bahkan sudah mengakuinya, benar dirinyalah yang membunuh Hyo! Lalu, ap—“ PLAKK!!

Hara menampar keras wajah Daehyun, dan sekarang kedua matanya yang bahkan tak lagi dapat meneteskan air mata menatap namja itu lekat-lekat, ”Sejak dua tahun lalu, Aku selalu memperingatkanmu untuk tidak sekalipun mengucapkan kalimat itu. Namun sekarang kau benar-benar melakukannya JUNG DAEHYUN!!!” Jeritnya keras, dan perlahan tangisnya kembali pecah.

Himchan kembali berusaha menenangkan Hara dengan menarik yeojanya itu masuk kedalam pelukannya,”Jangan seperti ini,sayang. Daehyun benar-benar tidak bermaksud seperti itu!” Ujarnya lembut, namun dengan cepat Hara melepas pelukan Himchan dan segera menjauh dari sosok namja itu, “SHUT UP YOU’RE MOTHERFUCKER!”

Hara melangkah mundur sambil sesekali menghapus jejak air matanya, “Jika sesuatu hal yang buruk terjadi pada Zelo! Kalian berdua adalah orang pertama yang akan kutemui” Lirihnya namun terdengar begitu nyata tanpa ada keraguan sedikitpun, Hara perlahan pergi meninggalkan Himchan dan Daehyun yang kini hanya bisa meratapii kepergiaannya.

“Gwenchana?” Himchan menepuk pelan pundak Daehyun yang kini bagai mematung.

Daehyun menghela nafas panjangnya, “Apa aku melakukan kesalahan,Himchan? Apa Hyo juga akan membenciku?”

“Hyo tidak akan membencimu,daehyun. Ia tau kau benar-benar menyayanginya”

“Benar” Lirih Daehyun tanpa Ia sadari kini butiran-butiran air matanya mulai menetes, “Kau tau? Aku sudah menahannya selama 2 tahun ini. Aku sangat merindukannya,Himchan. Aku bahkan membutuhkannya sekarang ini!” Kali ini Daehyun benar-benar telah mencapai batas akhirnya. Ia menangis untuk Hyo, semua air mata, semua rasa sakit, dan juga kenangan yang selama ini Ia simpan didalam benaknya perlahan mulai tumpah dalam tangisnya.

Himchan kembali menepuk pelan pundak sahabatnya itu. Ia tau benar perasaan sakit Daehyun saat ini, Ia bahkan merasakan hal yang sama seperti apa yang Daehyun rasakan. Hingga saat ini sosok Hyo bahkan tak pernah mengilang dari dalam benaknya. Senyumnya,tawanya, perhatiannya, bahkan tangisnya semuanya benar-benar masih melekat rapat didalam hatinya dan juga Daehyun.

***

230996200490…….

Cklek

Hara melangkah masuk ketika pintu apartment itu terbuka. Ia tau benar bahwa Zelo pastinya berada ditempat ini, apartmentnya.

“Kenapa kau datang, Hara?” Getar suara Zelo kini dapat terdengar ditelinganya, nampaknya tanpa sepatah kata apapun Zelo telah menyadari kehadirannya. Hara sendiri pun sadar akan hal itu karena pada kenyataannya selain Zelo hanya dirinyalah yang dapat memasuki apartment itu dengan leluasa.

Namun Hara tetap tak bergeming dan terus melangkahkan kedua kakinya menyusuri ruang yang pada akhirnya membawanya pada sesosok namja yang tengah terduduk dalam diam.

“Aku hanya ingin bertemu dengamu, Zelo”

“….tapi aku tidak ingin bertemu denganmu sekarang”

Hara menghela nafas panjangnya sambil sesekali menghapus air mata yang kini kembali mengalir membasahi kedua pipinya,”Kumohon, Jangan seperti ini”

Pada akhirnya Zelo yang sejak tadi hanya menundukan kepalanya tanpa menghiraukan kedatangan Hara pun, mulai mengangkat kepalanya dan kini dapat Ia lihat yeoja itu menangis, benar lagi-lagi Hara menangis untuknya.

“Mengapa kau menangis, Hara?” Lirih Zelo yang dengan segera bangkit dan merengkuh yeoja itu masuk kedalam pelukannya.

Hara makin terisak begitu kini Ia rasakan jemari Zelo yang perlahan mulai menghapus jejak airmatanya, “…Aku menangis, karena kau menangis!! Bodoh!! Tak seharusnya kau menangis seperti ini!!”

Zelo tersenyum pahit menatap Hara yang kini masih menangis dihadapannya, jemarinya masih dengan lembut merapikan helaian-helaian rambut panjang Hara yang mulai berantakan menutupi sebagian wajahnya. Bagaimana bisa yeoja ini tau bahwa air matanya baru saja mengalir? Ia sendiri bahkan tidak menyadarinya, “Kau tidak perlu menangis untukku, Hara”

“Kau yang membuatku seperti ini,bodoh!!! Seorang Zelo tidak boleh meneteskan air matanya!!!” Hara memukul-mukul pelan tubuh Zelo yang kini masih berdiri tegap dihadapannya.

“…..Maaf…”

Hara berusaha untuk berhenti terisak, dan kini kembali mengangkat wajahnya dan menatap Zelo yang benar-benar terlihat rapuh, “Hanya untuk hari ini, Zelo! Kau bisa kembali menjadi Choi Junhong!”

“…….”

****

Annyeong^^^^ author bête abis :”((( wae? FF ini pada akhirnya belum bisa berakhir di chapter ini kesel </3

Tapi semakin berlanjutnya FF ini author makin gemes sama tingkah zelo yang kaya gini, ohmygod /author ditimpuk luhan/

Komen dan like ditunggu>< annyeong

10 thoughts on “[FF Freelance] What Are You Lookin’ For? (Part 5)

  1. Loh kok gantung gitu sih thor? Ayo dong dilanjut lagi. Penasaran nih sama lanjutannya. Itu sebenernya apa yg terjadi dengan masa lalu mereka? Hyorin? Nugu? Masih samar-samar thor. Dilanjut ya ppalli, hehe

  2. ah.h. Ayo dong author yg baik, jangan biarkn aku mati pnasaran sma apa yg trjadi dngan zelo dan ahraa. .
    Jdi slama ini daehyun menyukai hyo, . .. Dipart ini aq brfikr bgwa zelo dan daehyun sama2 menganggap ahraa sbgai hyo.. . Aigo!! Dan aq pnasaran knapa hara pduli bnget ama zelo apa jangan2 dia suka ama zelo #plak dijtak himchan. . .
    Oh aigo bnyak tkatkei yg blum trpechkan, author ditnggu chapter slanjutnya fighting,.. Sm0ga cpet dilanjt.

    • xoxo aku aja yang buat juga jadi pusing hahaha
      hara suka sama zelo? waduhh kalo gitu himchan buat aku aja deh kkk~
      makasih ya udah mauu baca >////<

    • hehe makasih yaa udah mau baca >///< ff ini memang sebetulnya betebaran dimana mana loh kkk~ next chapt nya bakal aku update secepatnya yaaa xoxo

  3. Sebenarnya aku udah baca ini sampai berulang kali ,ini bagus… dari part 1-5 .. tapi baru bisa comen sekarang… mna lanjutannya thor.. aku udah nunggu lama ………………………………….. lanjut lanjut lanjut ayo thorrrrrrrrrrrrrrrrrr !!!!!! kapan iniiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii!!!

  4. Ayooo dong thor… katanya mau dilanjut……………… kapan lanjutannya ini…..nunggunya lamaaaaaaaaaaaaaaa lohhh udahan… please jgan lama2… ini udah bener2…

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s