[FF Freelance] Squesh in Love (Oneshot)

Squesh in Love - Poster

Squesh In Love

Title                : SQUESH IN LOVE

 

Author           : Iyane DongKyuChul

 

Main cast        :

Kim Ryeowook

Shin hye kyung (OC)

Suport cast     :

Kim Heechul

Han Ji eun

Genre             : romance

Length            : oneshoot

Disclaimer :

Ff ini pernah di publish di wordpress pribadi www.elfandshappireblue.wordpress.com. By the way, jika ada waktu mampir kesana yah! Kekkeke~ jangan lupa komennya! Gomawo chingudeul …

* 😀 Bow bareng Heechul *

**************

­**HAPPY READING, GUYS!**

Aku terbangun saat mendengar suara bel panjang, dengan gerakan  langkah kaki yang tertatih aku membuka pintu kamarku. saat aku keluar dari kamar,  aku sudah melihat Ji eun eonni yang masih mengucek matanya menuju pintu rumah kami. Aku hanya mampu mengulum senyumku saat kudapati dirinya sama sekali tidak memperhatikan keadaannya dengan rambut yang berantakan membuka pintu. Dia hanya asik mengomel.

Tanpa peduli aku kembali masuk ke kamar mandi membasahi wajah dengan air dan mengelapnya dengan handuk kecil di samping washtafel.

“yah, Han Ji eun. Kenapa kau tidak mengangkat telponku?”

Aku menghembuskan nafasku. Suara itu suara Heechul oppa. apa mereka tidak berhenti bertengkar karena hal kecil?

“aku akan berkencan dengan Sungmin, oppa!” sahut Ji eun eonni tanpa peduli. Tanpa melihat kesana aku sudah yakin wajah Heechul oppa pasti murka. Sebenarnya ada yang aku tak mengerti, aku tau mereka saling menyukai tetapi kenapa saling mengacuhkan?

Setelah sedikit merapikan poni-poni dan rambutku aku keluar dari kamar mandi, masih ku lihat eonniku satu itu masih dengan rambut acak-acakannya. Hebat, bahkan Heechul oppa tak protes atau meledek sekalipun. Tiba-tiba mataku bertumbu dengan Heechul oppa, dia mendekatiku yang ingin duduk di sofa. Alisku bergerak naik ke atas saat ia menyilangkan tangannya pada lenganku.

“oke, awalnya aku ingin mengajakmu” tandasnya pada Ji eun eonni dengan tatapan lurus dan malah tak melihatku sama sekali, “aku akan mengajaknya”

“apanya?” tanyaku polos. Well, aku memang tidak tau apapun bukan?

Heechul oppa menoleh, ia tersenyum. Senyum yang penuh rencana. Aku bisa melihatnya dengan sangat jelas, “temani aku bermain Squesh” katanya bersirat nada perintah. aku mendelik pada Ji eun eonni yang sudah memancarkan aura tak suka jika aku menyetujuinya.

Aku mendengus. Aku seperti terjebak dimanapun keberadaanku. Di terkam harimau atau singa?, “aku…”

“oke, kau menyetujuinya” tandas Heechul oppa, ia menarikku keluar dengan cepat dari rumah. “oppa…aku belum menyelesaikan pernyataanku” ucapku lemah saat ku lihat eonni menatapku dengan tampang kesal di ujung pintu. Heechul oppa berjalan tanpa menghiraukan diriku.

Oke, ini konyol. Aku melirik diriku sendiri saat kami sudah berada di mobil Peugeot 307cc-Coupe Heechul oppa yang terbuka bagian atasnya. Cukup membuat orang-orang melihatmu dengan tampang iri. Tapi jujur aku miris melihat diriku sendiri, seorang gadis berpiyama dan sandal rumah duduk disamping pria dengan stelan bagai tuan muda kaya.

mobil heechul

“oppa, kau tetap mengajakku dengan pakaianku seperti ini?”

Ia mendelik kepadaku sekilas, sumpah aku melihat Heechul oppa terkekeh- menertawakanku.

“oppa, jangan melibatkanku dalam pertengkeran kalian”

“mau bagaimana lagi, sepupumu benar-benar yeoja yang payah”

“aku benar-benar tak ingin pergi. Turunkan aku sekarang ini juga”

“baiklah…” jawabnya singkat, dan dirinya tersenyum. Ada yang aneh dengan senyumnya. Aku mengerutkan keningku berpikir sejenak.

Sial, “OPPA, KAU MENGERJAIKU YA?!”

“HUAHAHHA” tawanya keras, ia menepikan kemudinya dan berhenti, “oke..Shin Hye kyung. Kau ingin ku turunkan disini atau di jalan sana?” tanyanya sungguh menyebalkan.

Aku melirik keluar, sungguh sial. Harga diriku sungguh jatuh jika di turunkan di sini dengan pakaian rumah (piyama) dan sandal rumah. Siapa yang akan menganggabmu yeoja yang penuh kebahagian jika di turunkan oleh lelaki di halte pemberhentian bus???? Kecuali yeoja yang di campakkan.

Ku ulang DI CAMPAKKAN.

Heechul oppa menggerakkan tubuhnya, menghadapku. “baiklah, kau ingin ku turunkan di sini atau ikut denganku?”

“dengan pakaian seperti ini?”

ia mengerutkan keningnya dan mengeluarkan ‘mmm’ yang panjang tanpa menjawab

“aku belum mandi oppa”

Pletak! Tiba-tiba ia memukul pucuk kepalaku hingga aku meringis kesakitan, “kau ingin aku memandikanmu. Wuah …wuah… Shin Hye kyung kau sudah besar”

Pernyataannya sukses membuat bola mataku membulat tidak percaya. Bercak-bercak merah sudah mengaliri wajahku. Memalukan.

Ji eun eonni kenapa bisa menyukai namja yang punya pemikiran aneh seperti ini?. mudah-mudahan mereka tak pernah jadian!

wuah, Hye kyung lihat wajahmu sudah merah” sergahnya yang membuatku tambah malu tapi lelaki ini sudah tertawa  terpingkal-pingkal sambil kembali menekan starter mobil mewah Peugeot 307CC-nya. Mobilnya melaju kembali di jalanan. Aku hanya diam tak bicara apapun lagi. Hingga kami tiba di rumahnya.

Aku sudah duduk di sofa dan dia menyodorkan handuknya padaku, “mandilah”

Aku mengangkat handuk pink itu sambil mengerjit heran, “ini bukan punyamu kan oppa?” tanyaku waspada. Tidak, untuk berbagi handuk. ku tekankan, Dia namja dan aku YEOJA!.

“tentu saja itu handukku. Aku membelinya” sahutnya tidak peduli dengan wajah cengoku dan sudah menegang, ia mengambil remote dari tanganku kemudian duduk di sebelahku.

Gila, ini gila. EONNI………… handuk saja harus berbagi. Namja ini tak normal!

“Ah~, handuk baruku”cetusnya tiba-tiba, “bawa pulang handuk itu dan belikan aku yang baru, arachi?” lanjutnya sambil melihatku. Lagi-lagi ia tersenyum, menyebalkan.

“OPPA?!”

“HUAHAHAHHA…kka, naiklah ke atas. Ada baju ajhumma pembersih rumah di atas sana. Cukup untuk ukuran tubuhmu”

Aku naik dengan perasaan kesal. Setelah menyelesaikan mandiku, aku memakai baju ajhumma pembersih, kurasa ajhumma pembersih itu tidak terlalu tua, mungkin umurnya sekitaran 35-40 tahun. Bajunya tidak membuatmu memandang ngeri –karena terlalu kuno-.

“wuah, Hye kyung. Kau bisa menarik cinta ajhussi 50 tahun dengan pakaian itu” seloroh Heechul oppa saat aku sudah turun. Heechul oppa sudah tampil dengan pakaian olah raganya. Celana training berwarna putih bercampur hitam dan T-Shirt longgar berwarna hitam, ia juga menggunakan topi.

Mengabaikan ejekan Heechul oppa adalah jalan terbaik, “aku tak akan bepergian dengan pakaian seperti ini oppa!”

“kalau begitu tukarkan dengan piyama yang tadi kau pakai saja”

“OPPA!!”

“hahhaha, baiklah. Kita belanja” aku tersenyum girang, baju baru yang gratis.

“oppa, rambut ku juga harus di tata”

“kau ingin memerasku, Hye kyung?”

“wae?, kau juga menculikku”

Ia memukul-mukul belakang lehernya dan berjalan di depan, “uangku…uangku…!!”

***

Tibalah kami di sebuah gedung mewah. Aku berjalan mengikuti Heechul oppa ke sebuah lorong, disampingnya terdapat  ruangan yang sudah di sekat-sekat batas dinding. Di dalam setiap ruangan itu ada dua orang yang bermain squesh.

“ itu ruangan kita” tunjuk Heechul oppa pada suatu ruangan kosong, “kau ingin langsung masuk atau menunggu disini?” tanyanya.

“kau ingin kemana oppa?”

“meminta raket dan bola pada receptionist”

Aku ber ‘oh’ panjang, “aku menunggu di sini saja” jawabku setelahnya. Sesaat aku memandangi punggung Heechul oppa yang menjauh kemudian aku duduk di sebuah kursi yang di sediakan.

10 menit berlalu. Aku mulai bosan, mataku menatap awas keliling hingga mataku tertumbu pada seorang lelaki yang sedang tertawa dengan gadis kecil. Kulitnya bersih, wajahnya kecil, hidungnya mancung dan …bibirnya merah . Mungkin jantungku akan berdetak kencang jika bibir itu mendarat di bibirku.

Wuah, mesum…mesum…apa yang ku pikirkan?

Aku baru sadar, sekarang aku sedang menekan bibirku sendiri sambil menatapnya. Mataku semakin membelalak lebar saat mata kami saling bertabrakan. Dia melihatku… dan dia tersenyum. Senyumnya manis seperti gula. Aku yakin aku tak akan kekurangan gula jika bersamanya.

Dan ini lah yang membuatku membeku. DIA MENIRUKU MEMEGANGI BIBIR!

ASTAGA, jangan-jangan dia melihat tampang anehku.

“kyaaaaaaaaaaaaaaaaaa” teriakku, aku segera pergi dari sana. Wajahku sudah merah.

Brukkk.

Aku memegangi bokongku yang sakit

“Hye kyung kenapa kau menabrakku?”

Suara itu…

Aku memicingkan mataku, “Ji eun oenni?” tanyaku heran.

“yaish, berapa kali kupanggil kau tak dengar dan sekarang malah menabrakku”  dumalnya sambil berdiri, “Dimana namja babo itu?”

“kalian tidak apa-apa?” tanya sebuah suara. aku mendongak guna melihat orang itu. ‘pingsan …pingsan…pingsan’ teriakku dalam hati. Tapi aku tak kunjung pingsan. Ini lelaki tadi. Astaga … hei wajah memalukan atas tindakanku tadi belum hilang, kenapa ia malah kesini. AKU INGIN TERBANG MENGHILANG.

Aku membuang wajahku dan bangun berdiri.

“pinggangku hampir patah” jawab Ji eun eonni, matanya menatapku berang, “hei Hye kyung, dimana namja babo itu?” tanyanya lagi.

“aku di sini, kenapa kau datang kesini. Bukankah kau ingin berkencan dengan Sungmin?” kata Heechul oppa yang sudah datang dengan peralatan di tangannya, ia sedikit membungkuk pada lelaki imut itu kemudian berdiri di sampingku, “Hye kyung, kau bisa membunuh namja itu dengan bibir jelekmu itu” bisik Heechul oppa sambil mengerling padaku.

Aku semakin gila dan salah tingkah. Heechul oppa bahkan melihatnya juga.

“itu…itu…Sungmin …yaish pokoknya aku membatalkannya. APA KAU PUAS?!”

“Kenapa kau membatalkannya?” Heechul oppa menatap lurus Ji eun eonni, “kau tidak sedang cemburu aku pergi membawa Hye kyung, kan?”

Ji eun eonni melipat kedua tangannya, “ma-ma-na mu-mungkin!” dia bersikap angkuh seolah pernyataan Heechul oppa adalah hal yang paling mustahil di dunia tapi suaranya malah terbata-bata.

Aku terkekeh dengan gelagat Ji eun eonni. Jelas sekali dia cemburu. Cinta dan batuk sama sekali tak bisa di sembunyikan. Tiba-tiba aku mengingat pepatah itu dan tiba-tiba juga aku merasa ada seseorang yang sedang memperhatikanku.

Dengan sangat pelan aku menoleh kesamping. Kkeut…lelaki ini sedang melihatku.

“hai..” sapaku kaku. Pasti terlihat bodoh.

Ia menjulurkan tangannya padaku, “namaku Ryeowook, Kim Ryeowook”

Aku diam dan perlahan menjawab uluran tangannya, tangannya…kulitnya…argg…ASTAGA AKU GILA. Dan semua yang berada di sini menjadi sepi. Pandanganku hanya berada di mata itu. aku tak lagi mendengar perang mulut antara Heechul oppa dan Ji eun eonni, sungutan-sungutan kecil yang terdengar di sekitarku, atau bunyi kecil dari pantulan antara bola, raket dan dinding yang tadinya terdengar nyaring di kepalaku.

Kulitnya …seperti menyetrum kulitku. Mematikan sarafku.

Aku terhenyak saat merasakan bahu seseorang menyenggol bahuku. Bahu Heechul oppa.

“kau memegangi tangannya terlalu lama Hye kyung” , ”karena…aku menyukai orang yang setiap hari mengacuhkanku” suara Heechul oppa dan Ji eun eonni saling tumpang tindih yang menimbukan berbagai reaksi pada kami semua.

Sepi membengkak diantara kami.

Heechul oppa menatap Ji eun eonni yang sudah menundukkan pandangannya. dirinya tampak terkejut dan semburan bahagia…terlihat dari senyumnya yang tiba-tiba merekah.

Aku??… apalagi, aku melepas tangan itu secepat mungkin. Memalukan!, Memalukan!, Memalukan! . Lelaki ini malah tersenyum melihat tingkahku. Kesan pertama yang buruk.

Senyap itu mulai menghilang saat Heechul oppa menghampiri Ji eun eonni dan mendekapnya dalam pelukan, “mau bermain Squesh bersama?”

perhatianku teralih pada mereka semua. aku tersenyum saat melihat mereka. doaku yang sebelumnya agar mereka tak pernah jadian tak terkabulkan. Doaku selanjutnya dalam hati adalah mudah-mudahan mereka tak lagi melibatkanku dalam pertengkaran kecil mereka. itu menyebalkan guys.

“asal jangan kalah dariku, kau lemah dalam olah raga, tubuhmu kurus” sahut ji eun eonni.

Heechul oppa melepas pelukannya.

“cih, apa sehari saja kau tak bisa memujiku?”

“fakta bahwa aku sudah jatuh cinta padamu saja, kau sudah sangat beruntung”

Heechul oppa mencibir kemudian menoleh pada kami (aku dan lelaki ini), “hai, sampai kapan kalian menjadi kambing congek pembakar obat nyamuk?”

“OPPA!!” Pekikku.

“kka, pergilah. Ah~Ryeowook-ssi, tolong bawa gadis itu dan berhati-hatilah. Jaga bibirmu baik-baik” sergahnya yang membuatku malu makin parah.

Lelaki bernama Ryeowook itu tertawa. Heechul oppa…mulutnya benar-benar terpelihara dengan baik. Evil mouth.

Aku mengambil peralatan Squesh heechul oppa dan berjalan cepat meninggalkan mereka. Aku tau lelaki bernama Ryeowook itu berjalan di belakangku dan aku tau juga setelah kepergian kami, Heechul oppa mencium Ji eun eonni.

“kau akan bermain dengan siapa, Agassi?”

Aku menggigit bibir bawahku, lelaki ini… apa dia tak bisa pergi dan membiarkanku sendiri. Jika bersamaku, wajahku yang sudah ribuan kali di permalukan akan…tak berbentuk lagi.

Aku masuk ke sebuah ruangan dan mengambil raket serta memilih bola.

“mau bermain denganku?” tanyanya lagi. sepertinya ia tak perlu jawabanku, lihat saja tanpa persetujuanku ia mengambil raket.  bukan apa-apa, hanya saja aku tak bisa lagi berkata-kata atau sekedar menjawab pertanyaannya. aku terlalu malu sekaligus kehilangan kata-kata disaat ia memilih bermain denganku.

Aku memukul bola pertama dan menyentuh dinding, dia menyambut bolaku dan memukulnya kembali. Bola itu berpental ke dinding membunyikan bunyi nyaring , aku menyambut bola itu dengan raketku dan seterusnya hingga permainan ini berlangsung kira-kira hampir setengah jam. Peluh keringat membanjiri dahiku. Dan tetesan keringat yang mengaliri dagunya benar-benar membuatku terkesima.

wajahnya berkilau karena keringat yang di timbulkan akibat cahaya lampu.

Aku menghentikan permainan dan memilih bersender di dinding. Dia duduk di sebelahku.

“lelah?” tanyanya sambil menyodorkan handuknya padaku. Aku menyeka keringat yang betengker di dahiku.

“sedikit” aku menoleh padanya dan menyerahkan handuk itu kembali, dia menyambutnya, “maaf… oppaku…”

“tanpa di beritahukan pun, aku sudah harus menjaga bibirku baik-baik”

Blush. Brengsek. Wajahku pasti sudah memerah sekarang. Tak lama kemudian aku merasakan kepalanya bersandar di bahuku. Aku menegang kembali saat itu terjadi, “kau menggambarkan perasaanmu padaku terlalu cepat Hye kyung-ssi” aku menggerakkan badanku –kaget- dan itu hampir membuat kepalanya jatuh, tapi aku langsung membenarkan posisiku agar ia tetap nyaman bersandar di bahuku. Aku benar-benar tak bisa menghindari kesempatan kecil ini.

‘Bodoh’ umpatku pada diri sendiri dalam hati, ‘ini pertemuan pertama dan baru berlangsung beberapa jam’ tapi yang paling penting dan membuatku semakin gila, bagaimana ia tau namaku dan…oh tidak, apakah wajahku tak bisa sedikitpun menyembunyikan apapun yang kurasakan terhadapnya.

“jantungmu…bahkan berdetak kencang saat ini” tambahnya. Rupanya ia sengaja mendekat padaku dan tidur di bahuku hanya untuk mendengar detak jantungku?

Ouh…

ia menarik kepalanya dari bahuku, tubuhnya menyamping menghadapku dan matanya menatap lekat-lekat manik mataku lurus.

Aku berusaha mengalihkan perkataanku dari getaran yang di alirkan lelaki ini ke setiap syaraf di tubuhku dengan jawaban berupa cibiran, “apakah menurutmu, jantung seorang wanita tidak akan berdetak saat seorang pria tidur di bahunya padahal mereka baru mengenal beberapa jam?”

Lelaki itu menyeringai, “tapi kau membiarkannya” tangannya bergerak mengelus pipiku, “bahkan ketika aku meyentuhmu kau bergetar, getarannya sama saat aku menstarter mobilku”

Aku menepis tangannya “bukan begitu…” aku salah tingkah dan aku tau dia menyadarinya. Harga diriku…Ah~aku sudah merasa tak memiliki lagi sejak mengenal pria ini.

Lelaki itu lagi-lagi terkekeh. Kali ini lebih menertawaiku. Aku bangun dan membereskan peralatan dengan membabi buta. SAMA SEKALI TAK INGIN PEDULI DENGAN TAWA EJEKNYA.

“kau mau tau sesuatu?, aku selalu kesini setiap sore sabtu dan minggu”

Aku tidak menjawab.walaupun aku mendapat informasi yang bagus. Aku menarik pintu keluar dan meloleh saat ia memanggilku lagi.

“apa nama margamu? Cho, ahn, kim, lee…”

“Shin. margaku Shin, Ryeowook-ssi!” potongku dengan nada ketus kemudian berlalu.

“Shin Hye kyung. Good name!” katanya ringan. Astaga, itu membuatku harus menghembuskan nafasku karena kesenangan. Menetralkan detak jantungku yang bekerja abnormal.

Aku rasa setiap sabtu dan minggu sore aku akan menghabiskan waktu di sini.

***

Four mounts later , 23 Juni 2013.

Siang ini terasa panas. Sekarang aku berada di depan sebuah rumah bergaya eropa yang tanpa penghuni dengan sebuah undangan di tanganku. Aku berniat memberi undangan pernikahan Ji eun eonni dan Heechul oppa pada Ryeowook-ssi.

Rumah ini rumah Ryeowook-ssi. jika ada yang bilang kami telah jadian, sama sekali tidak. Bagaimana aku bisa jadian dengannya, setiap kami berjumpa kami hanya bermain squesh dan sedikit berbincang, yeah…walaupun aku semakin dekatnya. Dia juga memberi tahu informasi tentang dirinya, rumahnya, pekerjaannya yang sebagai kompuser atau pencipta lagu di SM Entertaintment –perusahaan besar yang menorbitkan artis terkenal- , hobinya yang suka bernyanyi dan bermain piano, menceritakan temannya dan keluarganya yang saat ini di Jepang.

Walaupun begitu, ini pertama kali aku mengunjungi rumahnya. Aku sudah memberi tahunya ingin bertemu dan ia menyuruhku menunggu di depan rumahnya.

Telponku bordering.

“yeoboseyo…” ucapku saat aku mengangkat telpon dari Ryeowook.

“ah mian Hye kyung. Aku tak bisa pulang sekarang. Ada seseorang yang ingin ku temui satu jam lagi. Dimana dirimu sekarang?”

Aku mendesah, “tidak apa-apa.” Kupandangi rumahnya sekali lagi, “aku masih di rumahku bersiap akan pergi” kataku bohong, well aku berharap suatu hari rumahnya bisa jadi rumahku. Aku tersenyum sendiri membayangkannya. Dasar bodoh, pikirku.

“benarkah?” tanyanya, aku mendengar suara tawa renyahnya dari ujung telpon, “aku juga berharap begitu” lanjutnya yang membuatku bingung akan perkataannya.

“tentu saja, aku di rumahku”

“aku percaya. kau bisa menyusulku kesini, tidak?”

“odika?”

Ryeowook memberitahuku suatu tempat. Setelah aku menutup telponku. Aku keluar dari pagar rumahnya dan melihat sebuah mobil renault samsung SM5 berwarna hitam metalik melintas di depanku.

mobil ryeowook

Aku melirik jam tangan di tanganku. Shit, kenapa tempatnya jauh sekali?. Setelah berdiri kurang lebih 10 menit, aku tersenyum lega saat aku berhasil menyetop sebuah taksi.

Aku berjalan ke sebuah restoran dan ternyata Ryeowook-ssi sudah memesan sebuah meja yang terletak di tepi jalan. tak lama aku tiba Ryeowook-ssi tiba dan langsung duduk di hadapanku.

“maaf membuatmu harus kesini” ucapnya.

Aku mengangguk saat ia mengangkat sebelah tangannya ke atas. Beberapa saat kemudian seorang pelayan lelaki yang menurutku sedikit tampan. Ia memesan ice cream coklat untuknya lantas memandangku.

“kau ingin memesan apa?” tanyanya ketika tak mendapati jawabanku. Sungguh aku tak tau pesan apa, ini pertama kalinya aku kesini.

“bagaimana jika sama denganku?”

“baiklah” jawabku. Ia tersenyum pada pelayan itu, “dua ice cream coklat dan pesananku yang di telpon tadi antarkan sejam lagi. Temanku yang akan mengambilnya di meja ini”

“Ah~ saya mengerti tuan”

Setelah pelayan itu pergi. Aku merogoh tas kecilku dan mengeluarkan undangan padanya.

“wuah mengejutkan, apa ini pernikahanmu?” tanyanya santai. Dalam hatiku, aku sungguh sedih…jika dia yang menyodorkan undangan padaku. Pasti aku sudah pulang dan meraung-meraung menangis. Aku menggertak gigiku pelan, “kau mengharapkan itu ya?”

“tentu saja, bukankah itu bagus”

Aku ingin tenggelam dalam sumur yang dalam, “sayangnya itu bu~” perkataanku terputus saat seorang datang membawakan ice cream coklat untukku dan dirinya.

“gamsahamnida” katanya ramah, setelah melihat pelayan itu pergi ia mulai menyendokkan sendok pertama ke mulutnya. Ia makan dengan perlahan seolah takut ice cream itu habis dengan cepat.

“jangan memandangku, pandang saja ice cream itu”

Aku mencibir, “aku hanya ingin melihat ada tidaknya yang tersisa di bibirmu. Seseorang yang makan dengan sangat rakus sepertimu pasti tak akan peduli hal kecil itu” sungutku.

“lalu apa yang terjadi jika aku meninggalkannya seperti ini?” tanyanya dan mendongak memandangku, aku tau jelas ia sengaja meninggalkan bercak coklat di bibir atasnya “apa kau akan membersihkannya dengan bibirmu?” tanyanya seduktif dan itu sukses membuatku kelimpungan dan memakan ice creamku kilat  dan dia…menertawai kebodohanku.

Hye kyung babo.

“makanlah dengan hati-hati, jangan sampai tersedak” sarannya. Memang ini salah siapa?

“bukan urusanmu Ryeowook-ssi”

Ia manggut-manggut. Kami melanjutkan makan ice creamnya, dia dengan lambat dan  menikmati. Sedangkan aku…sangat cepat. Persetan dengan image, harga diriku sudah berulang kali jatuh di hadapannya. Well, ice creamku lebih cepat habis. Aku menghabiskan waktu menatap keluar pada deretan toko-toko itu dari pada melihatnya yang  sedang menikmati ice cream coklatnya dan dia akan meledekku lagi.

Tidak, terima kasih.

“Kim Heechul dan Han Ji eun?”

Aku menoleh padanya dan mengangguk mantap saat ia membaca 2 nama di kartu undangan pernikahan itu, “mereka memintaku memberikannya padamu” kataku, ‘tanpa belas kasihan, mereka bahkan melupakan ulang tahunku. Menyedihkan’  lanjutku dalam hati.

“Ah, aku punya seorang teman. Dia berulang tahun hari ini. menurutmu hadiah apa yang di inginkan setiap yeoja?” tanyanya out of topic.

Wajahku merengut, dia yeoja. Ryeowook-ssi, mengapa kau tak memberikanku kado juga?

“apa dia cantik?”

“mmm, itulah yang kupikirkan. Dia terlihat cantik jika sedang merona”

“kau menyukainya ya?”

“memangnya kenapa?”

“aku hari ini ulang tahun juga, kau tak memberi apapun untukku?. Aku juga cantik”

“wuah benarkah?, ini kejutan. Kalian punya hari yang sama. Kau ingin ku belikan apa?, jam tangan, baju, perhiasan, cincin, kalung. Katakanlah!” selorohnya santai.

Sama sekali tak ada harapan untukku. Dia tak menyukaiku.

“aku tak ingin apapun. Kita bahkan tak sedekat itu” ujarku kecewa.

Ku lihat ia menggaruk tengkuknya, “benar juga, kau pengertian sekali. Aku juga tak berniat membelikan hal itu padamu. Gomawo Hye kyung” ujarnya, saat mengatakan itu matanya ikut melengkung. Terlihat jelas ia senang, uangnya tak terkorek habis.

Nasibmu tragis menyukai pria ini, Hye kyung. Dia bahkan tak peka saat wajahku sudah melipat 12 dengan tampang kesal dan merengut tingkat dewa. Dia hanya terkekeh dengan tawanya.

“tapi…aku punya hadiah lain untukmu” dumalnya.

“apa?” sahutku ketus, aku tak ingin lagi berharap.

“bagaimana dengan itu?” tanyanya sambil menunjuk sebuah toko.

Aku menatap toko itu dengan alis mengerut, dia ingin berinvestasi di toko baju itu dan mengajakku join? “kenapa harus aku?”

“kau tak ingin masuk untuk melihatnya dulu?” tanyanya dan menarik tanganku. Jantungku bahkan masih berdetak saat kulit tangannya menyentuhku, ‘Dasar bodoh’. Berulang kali aku mengutuki diriku sendiri seperti ini sejak pertama kali aku mengenalnya. ‘Dasar bodoh’, jika seperti ini, bagaimana aku mematahkan kata-kata pepatah ‘butuh satu detik untuk jatuh cinta dan butuh waktu lama untuk melupakannya’. Dasar bodoh, bodoh, bodoh….

“kata orang-orang, seorang yeoja sangat menyukai gaun ini di banding hadiah lainnya”

Aku terpaku di tempat dan membungkam mulutku sendiri yang terbuka lebar dengan tangan . Ia membawaku ke toko itu, toko yang memajang gaun pengantin dan menempatkan aku berdiri berhadapan dengan gaun pengantin berwarna gading yang penuh renda pada bagian bawahnya, indah…sekali. Air mataku seakan ingin menetes perlahan.

“ini…” aku tak lagi dapat berkata apapun.

“saengil chukae yeojaku yang selalu merona” ujarnya sambil tersenyum.

Yeojaku?, hyaa…aku hampir berjingkrak kesenangan saat ia berkata begitu. Aku kembali mengingat kata-katanya tadi ,

“Dia berulang tahun hari ini. menurutmu hadiah apa yang di inginkan setiap yeoja”

“apa dia cantik?”

“mmm, itulah yang kupikirkan. Dia terlihat cantik jika sedang merona”

“kau menyukainya ya?”

“memangnya kenapa?”

Aku memukul dadanya berulang kali, berontak ingin menangis, karena bahagia “kau gila, kau membodohiku, kau mengerjaiku…kau membuatku terlihat bodoh” selorohku, ia memegangi tanganku sambil tertawa kecil dan berulang kali mengucapkan kata maaf.

“nona, tuan kim sudah memesankan baju ini untuk anda beberapa waktu yang lalu”

Aku tertegun dan menghentikan hujatan tangan mungilku yang meninju dadanya. Pantas saja Ji eun eonni ngotot menyuruh orang mengukur badanku saat ia menjahit baju pengantin untuk dirinya.

“Ji eun…eonni…”

Ryeowook-ssi mengangkat bahunya, “yeah, dia membantuku untuk hal itu. setidaknya kau sudah bisa menganggab rumahku adalah rumahmu setelah kita menikah!”

Aku terkekeh kecil, “boleh aku mencobanya?”

“Tentu saja” jawab penjaga toko.

Aku mencoba baju itu dalam ruang ganti sedikit takjub saat melihat diriku dalam balutan gaun. Tiba-tiba aku tersadar satu hal. Kenapa ia berkata aku bisa menganggab rumahnya adalah rumahku?, dengan tampang penasaran yang ku sembunyikan aku keluar dari ruang ganti.

Kulirik dari luar toko ini melihat sisi jalanan. Omo! bukankah itu mobil yang melintasi rumah bergaya eropa milik ryeowook-ssi. jangan-jangan….

Aku berbalik cepat dan saat itu ia keluar dari suatu ruang dengan tuxedonya. Dia juga tampak tampan…aku terpesona  dari tempatku berdiri. Sejenak aku melupakan masalahku  dengan mobil itu. tanpa sadar aku berjalan mendekatinya dan berdiri disamping.

“mobilku bagus bukan?, mobil renault samsung SM5 berwarna hitam metalik itu milikku” ia berkata sambil menundukkan pandangannya, merapikan jas tuxedonya dan menyeringai.

Sungguh, aku ingin mengutuk mulutku. Kenapa aku berbohong padanya tadi?. Aku ingin mengerang, tapi yang bisa kulakukan adalah…tertawa bodoh  dengan memaksa bibirku tertarik ke kanan dan ke kiri. ‘Berlagak tidak tau apa-apa adalah lebih bagus’, pikirku “mobilmu … jelek sekali” ujarku, dan dia langsung mengangkat wajahnya memandangku lalu menertawaiku.

Sungguh saat itu terjadi. air mukanya yang terasa puas tergambar jelas di wajahnya -melihatku yang terlihat bodoh. Dan lagi-lagi aku hanya mampu membalasnya dengan senyuman bodohku.

 “wuah…kalian tampak serasi”. Seorang pegawai toko menghampiri kami dengan rasa kagum. Aku berterima kasih padanya, setidaknya wanita muda ini menyelamatkanku dari tampang bodohku pada lelaki yang membuatku selalu kelimpungan padanya.

“ah gomawo”  aku memandang ke arah ryeowook-ssi. stelan tuxedonya kini tambah rapi. Saat ia menggerakkan kepalanya, rambutnya yang menjuntai di dahi bergerak perlahan. Wajar saja…aku susah melupakannya. Walaupun ia suka menjahiliku, kadang bersikap acuh tapi sering membuat hatiku berdetak lebih cepat.

Perhatianku teralih saat pegawai toko kembali membuka suara, “saya akan mengabdikannya, tunggu sebentar saya akan mengambil kamera”

Aku memandang kepergian wanita itu sejenak dan menoleh kepadanya lagi,

Dia menghela nafasnya sambil melihat ke arah wanita itu, “jangan terlalu terang-terangan melihatku nona shin”

“kau…tampak…sangat tampan” ujarku malu-malu atau mungkin aku sudah kehilangan rasa Maluku.

Ryeowook mengangguk, ia menghadap diriku “aku sudah tau itu” tangannya menyentuh tengkukku, menariknya lebih dekat. Aku sadar saat senyumnya yang merekah dan terpancar dari sorot matanya yang menatapku hingga membuat di sekitar tubuhku hangat dan panas. Seperti ada benda penghantar panas yang naik mulai ke kepalaku, kemudian berpencar ke seluruh tubuhkuyang membuat lemah dan menutup erat mataku. Tubuhku terangkat dalam balutan gaun pengantin, tangannya yang memegangiku agar diriku tak jatuh saat ia mengecupi bibirku perlahan. Bibir merahnya lembut…seperti perkiraanku. Aku menggila karena bibirnya. Dan aku bersumpah aku ingin segera menikah dengannya. Morning kiss adalah ide paling bagus.

Gejolak mematikan yang mengakibatkan seluruh syarafku bergejolak kencang. Aku masih menutup mataku saat kurasakan puncak kepalaku di elus olehnya, dan bibirnya…tak lagi menempel di bibirku. Kapan ia melepas ciumannya????

Perlahan ku buka mataku, “sepertinya ciumannya tak sama dengan yang ada di pikiranmu?!” ungkapnya, ia menyapu bibir bagian atas dengan lidahnya, “ice cream rasa coklatnya sudah tak berasa” katanya ringan dan itu sukses membuatku tersedak.

Aku menunduk tak tau harus berbuat apa, wajahku sudah memerah.

“kau jahat kau membuatku  tampak bodoh lagi” sungutku, bibirku mengerecut.

 “ah, maaf membuat kalian menunggu lama” kata pegawai toko tadi dan menghampiri kami kembali.

“ah, tidak apa-apa” kataku ramah, untung kau datang di saat tepat, setidaknya kebodohanku (lagi) di hadapannya tak akan berlangsung lama.

Haruskah aku memberi pegawai toko ini hadiah, karena berulang kali menyelamatkanku?. sepertinya harus ku pertimbangkan

Kami berdiri dengan mendapat sedikit intruksi saat pemotretan itu.

“Hye kyung” panggilnya.

“hmm”

“kau tau kenapa aku selalu menceritakan tentang diriku padamu?”

Aku menoleh padanya, ia mensejajarkan wajahnya padaku dan memamerkan sebuah kotak kecil berwarna putih pada ku yang telah berisi sebuah cincin dengan mata berlian yang berkilau indah, “karena aku ingin kau mengetahui diriku lebih banyak dari pada yeoja lainnya”

Aku mendelik pada penjaga toko yang menghentikan pemotretan dan memilih merekam kami.

“tapi…kau tak pernah tau apapun tentangku” unggahku.

“siapa bilang, lihatlah di sana…” aku menoleh pada café ice cream tadi, disana sudah ada Han Ji eun eonni dan Kim Heechul oppa sedang mengangkat kue ulang tahun untukku dari meja kami tadi. Walaupun tidak bisa mendengar apa yang mereka ucapkan. Aku tau dari gerakan bibirnya, Ji eun eonni berteriak ‘saengil chukae’ .

Aku terkekeh, Jadi mereka yang di undang ryeowook-ssi.  “kalian merencanakan ini dan mereka memberitahukan tentangku padamu. Apa itu hal buruk tentangku?”

Aku merasakan jari manisku di masuki benda melingkar, aku tersenyum saat benda itu berkilau di jariku. Ryeowook kembali berdiri tegap. “kebanyakan itu hal buruk”

“yaish sama sekali tak bisa percaya” gumamku.

“maukah kau menikah denganku?”

Aku mengangguk cepat, “tentu saja mau, hei kau tak mengatakan kau menyukaiku?, mencintaiku?”

“akan kukatakan setelah kita menikah”

“kenapa tidak sekarang?”

“kenapa kau menginginkan sekarang?” tanyanya balik.

“tentu saja karena ingin mendengar”

“kalau begitu dengarkan sesudah menikah” ucapnya dan langsung beranjak keruang ganti. Buru-buru ku kejar ia.  karena aku merasa, wajahnya sempat memerah sesaat tadi. Ku buka pintu kamar ganti . Dan….

“KYAAAAAAAAAAAAA………”

“YA! SHIN HYE KYUNG…AKU SEDANG  GANTI  BAJU”

***

One year later.

Aku duduk memegangi perutku yang tambah membesar sambil tersenyum-senyum tak jelas melihat video kami saat fitting baju pengantin. Kurasakan ranjangku bergerak, menandakan ada seseorang yang naik di atasnya.

“berhentilah menonton video itu”

“oppa kau sudah pulang?”

“squesh hari ini aku kalah dari Heechul hyung. Ia berbuat curang” terangnya lantas memandangku lembut, “saranghae… joengmal saranghae” tuturnya tiba-tiba yang membuat wajahku merona. Kurasakan ia mengelus perutku, “jeongmal saranghae…aigi (anak)…apa kau merindukan appa?”

“OPPA..!!!!” pekikku geram bercampur kesal yang membuatnya turun dari ranjang dan segera keluar kamar untuk kabur dari serangan bantal dari ranjang kami. TT_TT.

-THE END-

Thank’s for reader yang telah menempatkan waktunya untuk RCL. Aku tunggu yeah di www.elfandshappireblue.wordpress.com… Ada beberapa kegilaanku yang lain di sana. PYE-PYE ^^.

For Admin Thanks a Lot Yeah XD.

4 thoughts on “[FF Freelance] Squesh in Love (Oneshot)

  1. aq ikutan blushing juga nih #tutupmuka
    bibir wookie oppa emng menggoda iman #cipokwook

    aq mau dong jdi hye huhuhu wookie~~~

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s