Naughty Girl (Part 1)

Naughty Girl

Title: Naughty Girl

Author: Intan Triyana

Cast: Miss A’s Bae Suzy, Infinite’s L/Kim Myungsoo

Other Cast: TARA’s Park Jiyeon, Lee Ji Eun, Aleyna Yilmaz, etc.

Genre: Romance, Friendship, Comedy/Humor

Rating: PG-13

Length: Chapter

Disclaimer: Inspired by film Wild Child (2008)

Credit Poster: Shinessy

Hai! Aku balik lagi dengan FF yang baru, dengan cast yang masih sama, MyungZy, maaf bagi yang bosen T.T aku terkadang bisa semangat nulis cuman pake cast ini doang, jadi mohon maaf kalau castnya yang ini-ini terus, next aku bakal pake cast yang lain kok hehe ^^ Oh iya disini Aleyna jadi adiknya Suzy, so, marga Aleyna jadi Bae juga, jangan nanya kalau namanya jadi aneh! ._. kkk

Happy Reading! ^-^

***

New York, Amerika Serikat

 

Seorang gadis berparas cantik memarkirkan mobilnya dengan sempurna di bagasi rumahnya. Ia lalu membuka pintu rumahnya dengan sangat hati-hati, gadis itu mengendap-endap memasuki rumahnya. Untung saja Appa sudah tidur, katanya dalam hati ketika melihat lampu-lampu dirumahnya sudah mati.

Ceklek

Lampu rumah itu pun menyala, dan terlihatlah seorang Pria setengah baya sedang menatap gadis itu dengan tatapan amarah dan meminta penjelasan. Sial! Kenapa Appa belum tidur juga, ujar Suzy dalam hati. “Appa! Kau mengagetkan ku saja.”

“Darimana saja kau tengah malam begini baru pulang?” Kata Tuan Bae dan melipat kedua tangannya diatas dada.

“Ah Appa! Aku baru saja dari rumah temanku, habis bersenang-senang.” Jawab Suzy dengan tak acuh dan segera menaiki tangga untuk menuju kamarnya, menghindari Appa-nya tentu saja.

“Bersenang-senang? Kata itu yang selalu kau ucapkan sebagai alasan, tidakkah ada kata lain?” Tuan Bae memperlihatkan wajahnya yang serius, “manusia memang membutuhkan untuk bersenang-senang, tapi tidak selalu juga, itu akan membuatnya melupakan segala hal yang seharusnya ia lakukan,” Suzy menghentikkan langkahnya, “bisakah kau melakukan hal yang lebih baik daripada harus menghibur dirimu setiap hari? Bermain dengan adikmu, atau mencoba untuk berbicara tentang keluh kesalmu pada Appa-mu ini.”

Can’t, Appa itu terlalu serius, membosankan dan hanya mementingkan diri Appa saja.” sahut Suzy dengan nada sinis.

“Dasar anak kurang ajar,” Tuan Bae menggeleng-gelengkan kepalanya menatap anak sulungnya. “Inilah akibat terlalu memanjakan dirinya, dari awal seharusnya aku mulai membatasinya.”

***

Ceklek

Suzy membuka pintu kamarnya dan melihat adiknya tengah duduk dikasur sedang memperhatikannya.

Unnie-ya! Kau baru pulang?” Tanya Aleyna dengan wajah masih mengantuk.

Yeah.” Sahut Suzy sembari melepas jepitan yang menempel dirambut panjangnya. Tak lama kemudian Suzy berbalik menghadap Aleyna “Kenapa kau belum tidur?” Tanya nya

“Tadi aku mendengarmu berjalan menaiki tangga, Unnie-ya.”

“Oooh!,” “YAK! Sudah ku bilang jangan panggil aku dengan embel-embel Unnie!” Tambah Suzy. “Honey, ini Amerika!”

“Tapi bukan kah Appa bilang kita harus tetap sopan dengan yang lebih tua.” Balas Aleyna dengan wajah polos.

Whatever, tidurlah ini sudah malam.” Ujar Suzy lalu menaiki kasurnya dan menepuk-nepuk bantal. Aleyna pun ikut berbaring disampingnya. “Good night baby.”  Suzy mencium kening Aleyna lalu memeluknya.

***

‘Cause I knew you were trouble when you walked in

So shame on me now

Flew me to places I’d never been

 

Suzy terbangun dari tidurnya begitu mendengar bunyi dari ponselnya, ia meraba-raba meja disebelah kasurnya untuk mencari ponselnya.

“Hello. Speaking.

“…….”

“Benarkah?” Suzy langsung terduduk dengan wajah berseri-seri.

“…….”

“Okay. Aku akan kesana sekarang.”

“……..”

“Yaya, aku tutup, love ya.” Suzy segera meletakkan ponselnya diatas meja, lalu berfikir, “Jam berapa sekarang?” Gumammnya. “ya Ampun! Jam 12?” Suzy segera berlari ke kamar mandi dan kembali keluar, bergegas dan memakai pakaian yang cukup elegan. Suzy menuruni anak tangga dengan cepat.

Unnie-ya! Kau ingin kemana?” Tanya Aleyna heran ketika melihat Kakaknya sedang tergesa-gesa.

“Biasa, Mall. Kata Tiffany sekarang banyak sepatu-sepatu terbaru yang limited edition. Aku harus kesana sekarang agar bisa mendapatkannya, sampaikan salam ku pada Appa, aku harus cepat. Love ya!!” Suzy melambai-lambaikan tangannya dengan wajah gembira, sedangkan Aleyna hanya mengendikkan bahunya melihat Kakaknya yang hanya menghabiskan liburannya dengan menghambur-hamburkan harta Ayahnya.

“Kemana dia?” Tanya Tuan Bae, ikut duduk disamping Aleyna yang sedang menonton film kartun.

“Katanya dia ingin ke mall untuk membeli sepatu-sepatu terbaru.” Jawab Aleyna

“Dasar anak itu, sama sekali tidak ada patuhnya dengan orang tua, dan sekarang malah menghabis-habiskan uang orang tua saja.”

“Iya! Kan kasihan Appa, Appa sabar ya.” Ujar Aleyna dengan wajah innocent-nya dan menepuk-nepuk pundak Ayahnya, Tuan Bae hanya tersenyum menghadapi anak bungsunya.

***

“Hey Tiffany! Apakah wedges ini cocok dengan kakiku?” Tanya Suzy

Amazing! Itu cocok sekali denganmu.” Ujar Tiffany mengacungkan jempolnya.

Really?” Tanya Suzy lagi dengan senyum mengembang, Tiffany pun mengangguk-anggukan kepalanya.

‘Cause I knew you were trouble when you walked in

So shame on me now

Flew me to places I’d never been

 

Suzy pun segera merogoh Ponselnya yang berada didalam tasnya.

“Hello.”

“….”

“Aku sedang berbelanja.”

“….”

“Tidak bisa, Appa. Aku masih lama.”

“….”

“Mungkin sampai malam.”

“….”

“Tidak mau, nanti saja dirumah kan bisa.”

“…..”

“Baiklah aku menyerah, aku akan segera kesana.” Suzy menaruh Ponselnya kembali ke tasnya dengan kesal.

“Dari siapa?”

“Ayahku, Tiffany. Aku pulang duluan ya.” Suzy memasang wajah yang sungguh menyedihkan.

“Kau tidak ingin meneruskan mencari yang lain?” Tanya Tiffany lagi dengan heran.

“Ayahku mengancamku, jika aku tak kesana sekarang katanya ia akan membatasi belanja ku.”

“Baiklah, hati-hati, Bae!” Suzy mengacungkan jempolnya dan segera bergegas menuju parkiran.

***

Suzy masuk kedalam rumahnya dengan tergesa-gesa, akibatnya kantung belanjaannya pun berjatuhan.

“Yak! Kenapa kau lama sekali?” Omel Tuan Bae dengan wajah kesal.

“Aku terjebak macet.” Suzy memunguti belanjaan, ia pun berdiri kembali. “Eomma?” Tanya nya memastikan agar penglihatannya tak salah.

“Apa kabar, Honey?” Ujar Nyonya Jung dan menghampiri Suzy.

“Untuk apa Eomma kesini? Bukankah seharusnya Eomma bersama Suami Eomma yang baru itu?” Suzy memasang wajah tak suka dan langsung menaiki tangga untuk menuju kamarnya.

“Jaga ucapanmu, Bae Suzy!” Omel Tuan Bae. “Hey ya! Kembali kesini, ada yang ingin kami bicarakan!” Lanjut Tuan Bae lagi

What? Apakah itu penting?” Tanya Suzy dengan wajah tak acuh.

“Suzy, biarkan Eomma berbicara sebentar.” Ujar Nyonya Jung bersuara.

“Ne, Eonnie, dengarkan dulu.” Suzy menyerah dan kembali menuruni tangga. Suzy duduk didekat Aleyna.

“Kau akan pindah bersama Eomma mu, kembali ke Korea.” Ujar Tuan Bae memulai pembicaraan.

 

“Apa? Tidak! Aku tidak mau!”

“Appa tidak bisa membiarkan mu terus seperti ini bersama Appa, Ibu mu juga berhak mengasuh kalian berdua, jadi mulai minggu depan kau akan pindah ke Korea dan menetap disana bersama Ibu mu.” Jelas Tuan Bae

“Tidak bisa begitu! Tempatku disini, bersama Appa. Aku tidak bisa tinggal bersama Eomma dan pindah kembali ke Korea lagi! Tidak! Tidak! Aku tidak mau!” Tolak Suzy dengan keras.

“Ini sudah menjadi keputusan, sayang. Eomma tahu kau marah dengan Eomma, tapi biarkan Eomma memperbaiki semuanya ya?” Nyonya Jung ikut kembali berbicara.

“Tidak! Aku tidak mau, aku tetap tidak mau. Aleyna, kau tetap memilih menetap disinikan?” Suzy menatap Aleyna dengan cemas, berharap jika adiknya mengatakan iya.
“Aku ingin bersama Eomma, Unnie, ayolah.” Ujar Aleyna yang lebih memilih Eommanya.

“Appa juga akan pindah ke korea, 1 tahun lagi, kerjaan Appa disini akan selesai satu tahun lagi, setiap liburan nanti Appa akan bawa kalian kembali ke Amerika, ottoke?”

“Walaupun aku akan menolaknya kalian akan tetap memaksaku kan?” Suzy melipat tangannya didada dengan wajah sinis.

***

Seoul, Korea Selatan

 

“Selamat kembali ke sekolah Anak-Anak, selamat memulai pelajaran Semester Dua ini,” Sapa Ahn Songsaenim menyapa Siswa-Siswinya. “Saya harap kalian bisa jauh lebih baik dari semester yang lalu, karna semester ini akan menentukan kalian akan naik kelas atau tidak. Terimakasih, selamat pagi semuanya.”

“Pagi, Songsaenim.” Balas Siswa-Siswi itu.

Diantara keramaian para siswa-siswi Seoul International High School yang sedang berhamburan menuju tempatnya, terlihat Bae Suzy sedang mendengus kesal melihat orang-orang disekelilingnya.

“Huh dasar orang-orang aneh,” gumamnya. “Tuhan kembalikan aku ke Amerika. Please, perintahkan Appa untuk mengembalikan ku kesana,” Ujarnya sambil menatap awan.

“Kau yang aneh, bisa-bisanya memohon seperti itu.” Sahut seorang Pria yang berada disebelahnya. Suzy yang mendengarnya langsung melotot dan memalingkan wajahnya kesamping dan melihat Pria yang mengatakan tadi sedang menatapnya seperti melihat orang yang sudah kehilangan akalnya. Bertopi, Berjaket, seperti orang sakit-sakitan saja, kritik Suzy dalam hati ketika melihat penampilan Pria itu.

“Menyebalkan. Dasar idiot.” Suzy membalas tatapannya dengan penuh benci. Lebih baik aku ke kelas baruku sekarang, aku benci disini, rutuk Suzy dalam hati. Namja itu hanya mengendikkan bahunya ketika melihat Suzy menghentak-hetakkan kakinya dengan kesal lalu berjalan meninggalkannya.

***

Suzy menatap ruangan kelasnya dengan heran. Sekolah ini bagus juga, tapi tidak dengan orang-orangnya, pikir Suzy dalam hati. Ia melihat siswa siswi di kelas barunya dengan tatapan tak suka, ia terdiam ditempatnya.

“Hei, kau siswi baru ya? Aku tak pernah melihatmu sebelumnya. Kau cantik sekali,” sapa seorang siswi dengan senyum mengembang. “Perkenalkan, namaku Lee Jieun, kau bisa memanggilku Jieun.” Jieun menglurukan tangannya kepada Suzy. Sedangkan Suzy hanya bergumam, dan tak sama sekali berniat menerima jabatan tangan Jieun. “Hei!” Seru Jieun lagi, yang masih tetap mengulurkan tangannya.

“Aku tak mau berjabat tangan denganmu, aku tahu namamu, terima kasih.” Ujar Suzy angkuh dan langsung berjalan meninggalkan Jieun.

“Yak! Sombong sekali!” Teriak Jieun kesal. tak lama, orang-orang dikelas pun menatap kearahnya, Jieun yang sadar sedang ditatap langsung tersenyum malu kepada yang lain, Jieun kembali berjalan menuju arah bangku yang kosong, Jieun memperhatikkan Suzy yang sedari tadi berbolak balik mencari tempat duduk. “Hei! Anak baru yang sombong!” Panggilnya, walaupun sebenarnya tak merasa, Suzy menoleh. “Duduklah disini, meskipun kau begitu sombong tapi aku tak tega melihatmu kebingungan mencari tempat duduk.” Tawar Jieun dengan senyum mengembang, Suzy langsung berjalan mendekati Jieun, dan menduduki bangku yang kosong disebelahnya.

“Hei kau siswi baru pindahan dari Amerika itu ya? Aigoo, manis sekali, mau tidak berkencan denganku?” Tawar seorang Siswa sembari mengedipkan matanya kearah Suzy.

Suzy hanya memandangnya dengan tatapan jijik dan menjawab,”Kau bukan tipeku. Apa kau tak sadar dengan penampilanmu? Rambutmu seperti jabrik begitu, berani sekali mengajakku berkencan. Very funny.” Jieun yang disebelahnya langsung tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan Suzy yang lumayan pedas tersebut. Sedangkan siswa itu hanya mendengus kesal dan berjalan kembali ke tempat duduk sambil menyumpah-nyumpahi Suzy.

Why? Memangnya ada yang lucu?” Tanya Suzy yang heran melihat Jieun yang terus tertawa.

“Tentu saja, apa kau tak lihat wajah masam dari siswa yang kau ejek tadi? Lucu sekali,” balas Jieun yang terus memegangi perutnya. “Oh iya, aku bahkan belum tahu nama kau, bisa kau memperkenalkan diri kepadaku?”

“Namaku Bae Suzy.” Ujar Suzy memperkenalkan diri.

“Baiklah.” Sahut Jieun, “Oh ya! Aku tahu kau ini dari Amerika, tapi bisakah kau tak menggunakan bahasa inggris? Aku tidak terlalu mengerti bahasa itu.” Lanjut Jieun.

So?

“Yaak!” Jieun mendengus kesal dan menghentakkan jarinya ke meja. Suzy memandangnya dengan tatapan aneh.

“AAAA! Ada Myungsoo Sunbae! Dia sedang menuju kesini, ke kelas ini!” Teriak seorang siswi didepan pintu kelas.

Jinjja?” Seru seluruh Siswi, mereka langsung memperbaiki penampilan masing-masing. Tak lama, datanglah seorang Siswa dengan tampang cool-nya, Suzy memperhatikkan siswa itu dari atas sampai bawah. “Dia siapa?” Gumamnya.

“Dia itu Myungsoo Sunbae, Kakak kelas kita, dia itu merupakan Siswa paling populer disini, kau lihat sendiri kan? Dia memang tampan dan lagi dia sungguh jenius, tapi sayang, dia itu dingin sekali.” Perjelas Jieun dengan semangat. Suzy hanya mengangguk dan terus memperhatikan Myungsoo yang sedang berjalan kearahnya, Suzy langsung mengalihkan pandangannya ketika sadar bahwa Myungsoo ikut melihat kearahnya.

Apa dia sedang berjalan kearahku? Dia Lumayan juga sih, ah tapi, gumam Suzy dalam hati. Suzy baru ingin membuka mulutnya ketika Myungsoo sampai ditempat duduknya, namun ia membelalakkan matanya ketika Myungsoo melewatinya, dan berjalan kearah gadis yang duduk dibelakangnya, Gadis itu langsung menyambut Myungsoo dengan wajah gembira.

Oppa! Kau kesini untuk menemuiku? Kau ingin mengajakku jalan-jalan, eoh?” Tanya Gadis itu bermanja-manja.

“Jiyeon-ssi! Sudah berapa kali ku bilang padamu, jangan mengumbar kalau kita punya hubungan spesial, aku risih. Dan tolong jangan meletakan benda-benda aneh pada lockerku.” Kata Myungsoo dengan nada datar, Jiyeon langsung memasang wajah cemberut. Suzy langsung membalikkan wajahnya menghadap belakang dan tertawa.

“Haha! Gadis macam apa kau ini? Mengejar-ngejar seorang Lelaki. Seharusnya Gadis yang dikejar oleh Lelaki. Hihi, So funny!” Ejek Suzy dengan wajah menyeringai.

“Gadis bodoh.” Gumam Myungsoo lalu pergi meninggalkan kelas Suzy.

Dia bicara untuk siapa? Tanya Suzy dalam hati.

“Yak kau! Apa kau bilang tadi!” Teriak Jiyeon.

“Aku?” Suzy menunjuk dirinya dengan jarinya.

“Tentu saja! Apa kau tak tahu aku ini siapa?”

“Aku tahu, kau gadis yang mengaku sebagai pacarnya Pria tadi kan? Dasar gadis tak tahu diri.” Siswa dan Siswi dikelas langsung tertawa mendengar ucapan Suzy. Jiyeon yang kesal langsung menjambak rambut Suzy. Suzy memukul tangan Jiyeon, “YA! APA YANG KAU LAKUKAN? Aku baru saja melakukan perawatan rambut kemarin!”

“Aku tidak peduli.” Sahut Jiyeon dan terus menjambak rambut Suzy lagi, Suzy tidak diam, dan langsung ikut menjambak rambut Jiyeon.

“Suzy-ah! Sudah!” Kata Jieun mencoba menghentikan mereka.

“Kau menghancurkan rambutku! Dasar Gadis tidak tahu diri, Gadis murahan, Gadis kecentilan!”

“Kau yang tak tahu diri! Kau murid baru tapi sikapmu sungguh tak ada sopan santun, beraninya kau mengejekku didepan Myungsoo Oppa!

“Suzy-ah! Hentikkan!” Kata Jieun lagi.

“DIAM KAU!” Teriak Jiyeon dan Suzy bersamaan, Jiyeon dan Suzy menghentikan aktivitas jambak menjambak mereka dan menatap Jieun dengan penuh amarah.

“..W..wae?” Tanya Jieun heran karna ditatap seperti mangsa.

“AAAAAHHH!!” Teriak Suzy, Suzy berjalan keluar kelas dengan rambut berantakkan.

***

“Dimana letakknya toilet sih? Hei toilet! Tampakkan lah dirimu, atau kau akan ku bunuh!” Rutuk Suzy yang sedari tadi berjalan kesana kemari. Suzy tak memperhatikkan jalannya, ia terus melirik kearah lain untuk mencari keberadaan toilet.

BUKK!

Suzy terjatuh karna menabrak seorang siswa, “Auuu!” Rintih Suzy. Suzy melihat keatas dan melihat tangan yang mengulurkan bantuan. “Aku bisa sendiri.” Ujar Suzy dingin dan mencoba berdiri, tapi ia malah terjatuh kembali, dan berteriak “AAAAAA!!!”

“Hei! kau memang gila ya? Dasar gadis bodoh.” Ujar Pria itu sembari membantu Suzy berdiri.

“Apa kau bilang tadi?”

“G-A-D-I-S B-O-D-O-H.” Suzy yang mendengarnya langsung memukuli Pria itu.

“Yak! Apa yang kau lakukan! Hey! Berhenti. Auuuu,” Rintih Pria itu. Suzy menghentikan pukulannya dan menatap sebal Pria itu. “Baru kali ini, aku menemui adik kelas aneh seperti mu, biasanya adik kelas malah memujaku. Sudah berdoa seperti orang gila, berteriak-teriak tak jelas,”

“Jadi kau yang mengejekku tadi pagi?”

“Tentu saja.”

“Ah! Kau Kim Myungsoo murid paling populer itu kan? Apa tampannya dari dirimu? Tukang mengejek, tidak ada kerjaan sama sekali.” Myungsoo menaikan sebelah alisnya.

“Tidak ada kerjaan katamu?”

“Iya, bukankah begitu? Kerjaan mu hanya mengomentari orang bukan?”

Myungsoo tersenyum sinis, “Kau murid baru, eoh? Kau tidak kenal siapa diriku? Kau bilang aku tidak ada kerjaan yang hanya bisa mengomentari orang?”

“Aku memang murid baru tapi aku bisa merasakan jika yang kau memang seperti itu.” Bela Suzy

Myungsoo mendengus geli, “Kau belum tahu siapa diriku, aku tidak seperti yang kau pikir!” Myungsoo tersenyum dingin

“Yak! Apa kau tidak tahu jika kau ini sedang berbicara dengan seorang perempuan? Tidak bisakah kau lembut sedikit?”

“Gadis sepertimu tidak pantas dilembuti.” Myungsoo tertawa pelan dan membalikan badannya, berjalan meninggalkan Suzy yang masih terlihat kesal.

“Yak! Dasar Pria dingin!” protes Suzy dengan suara yang kecil.

***

“Bukan Suzy namanya, jika tak bisa mendapatkan hati laki-laki, lihat saja, nanti pasti juga Kim Myungsoo itu akan bertekuk lutut kepadaku. Sombong sekali dia! Dia memang lumayan tampan tapi tetap saja lebih tampan mantan-mantanku di Amerika.” Suzy mengulas senyum licik, ia memandangi boneka kesayangannya. “Kau! Kau akan jadi saksi!” Tambahnya sambil menunjuk boneka nya. Suzy berjalan menuju tempat riasnya, memperhatikan wajahnya, merapihkkan tataan rambutnya. “Tidak buruk. Aku memang selalu cantik, Lelaki itu hanya perlu sekali di goda, pasti sudah akan jatuh hati, dan pada saat itu juga aku akan memanfaatkannya,” “ini tidak buruk, ini mudah.”

Unnie-ya!” Panggil Aleyna yang sudah berada diambang pintu kamar Suzy.

“Ada apa?”

“Kata Eomma, makanan sudah siap, ayo turun.”

“Tidak mau! Aku tak akan turun.” Suzy berdecak kesal.

“Eomma sudah memasakkan masakan special untukmu, Unnie-ya. Kasihan Eomma.” Aley menatap Suzy dengan tatapan lugunya, mengerjapkan matanya beberapa kali. “Unnie-ya! Kajja!” Katanya lagi.

“Bilang padanya jika aku sedang diet, aku masih harus turun 3 kg lagi.” Sahut Suzy malas.

Unnie.. Ayolah..” Suzy menatap adiknya geram.

“Aku sudah bilang aku tak ingin makan.” Aleyna hanya menganggukan kepalanya pasrah dan berlari menjauh dari kamar kakaknya. Aleyna berjalan menuju ruang makan, Nyonya Jung menatap putri bungsunya dengan tatapan kecewa,

“Dia tidak mau makan ya?” Aleyna menggeleng pelan, Nyonya Jung tersenyum kecut, “sampai kapan pun dia akan tetap membenciku.” Gumamnya.

Aley segera duduk di meja makan, menatap makanan yang tersaji di meja makan. “Padahal makanan Eomma enak-enak!” Aley mendengus pelan, “katanya dia sedang diet Eomma, Suzy Unnie memang sering diet, katanya sih dia ingin turun 3 kilo lagi,” Aley menangkup wajahnya dengan kedua tangannya sembari berfikir. “padahal Unnie kan sudah langsing, dia tidak gendut kok.”

Nyonya Jung tersenyum geli, “Dia hanya ingin menjaga tubuhnya, agar tetap ideal,”

“Ooh! Kalau begitu aku juga ingin diet! Eomma, ottoke?” Aley menatap Nyonya Jung dengan sumringah.

“Tidak, kau masih kecil, kau harus makan banyak agar tetap sehat, lagian diet terlalu ketat apalagi sampai tidak makan seharian itu tidak bagus, hanya akan menyiksa tubuhmu, kalau kau sudah remaja, cukup membatasi makananmu saja juga sudah termasuk diet kok!”

Arasso! Nanti aku akan mengatakan itu kepada Eonnie, agar dia tidak diet lagi.” Ujar Aley dengan cengiran khasnya, Nyonya Jung tersenyum senang melihat anak bungsunya yang begitu polos.

***

KRING! KRING! KRING!

 

Bel tanda masukan pun berbunyi, siswa siswi di sekolah Seoul International High School segera berlarian ketempatnya masing-masing, menyiapkan buku-buku lalu duduk serapih mungkin, namun lain halnya dengan Suzy yang terus terdiam dibangkunya.

“Selamat pagi, Anak-anak!” Sapa Hwang Songsaenim dengan senyuman hangatnya. “Oh! Saya lupa, disini ada murid baru ya? Selamat datang di sekolah ini ya!” Suzy hanya tersenyum kecut mendengarnya, “Siapa namamu anak manis? Kau berasal dari Amerika itu ya?”

“Bae Suzy imnida.

Arasso. Nyamankan dirimu disini ya, Saya Hwang Songsaenim, wali kelasmu. Yang lain sudah tahu saya bukan? Bagaimana liburan kalian disemester pertama? Apakah lancar? Seru?”

“SANGAT!” Teriak Siswa Siswi itu bersamaan, Suzy hanya mendesis kesal.

“Dia itu guru paling bersahabat diantara guru yang lainnya, dia selalu update dengan berita-berita, dan juga cukup gaul,” Jelas Jieun yang berada disebelahnya. Suzy menatap datar Jieun. “Kau bisa lih—”

“Ya. Sebaiknya kau diam saja, aku mengerti.”

Jieun mentap Suzy kesal. “Aku kan hanya ingin menjelaskan, seharusnya kau berterima kasih.”

“Bukan kah sudah ku bilang untuk diam?”

Arraso.

“Lee Jieun, Bae Suzy sepertinya kalian sudah dekat ya? Berbicara dikelas dengan asiknya,” tegur Hwang Songsaenim dengan senyuman yang terus mengembang. “Saya lupa membawa buku catatan untuk kalian, bisa salah satu dari kalian mengambilnya diruangan saya?”

“Saya murid baru dan saya tidak hafal letak tempat-tempat disini, dia saja.” Sahut Suzy dengan santai.

“Baiklah, karna kau baru, lebih baik kau temani dia, agar kau juga tahu letak-letaknya.”

***

“Yak! Dimana sih letak ruangan guru sok itu? Aku sudah capek,” keluh Suzy, “kau saja yang kesana, aku tunggu disini.”

“Mana bisa begitu, ayo!”

“Kau saja lah, aku tunggu disini, sudah sana kau pergi!” Jieun mengumpat-umpat kesal lalu berjalan meninggalkan Suzy, Suzy hanya bisa menghentak hentakkan kakinya. Tak lama, sorot matanya menangkap seorang lelaki tampan, Suzy tersenyum remeh, “Hei! Kau Pria yang… Hmm apa ya…”

“Basa basi sekali,” balas Myungsoo, Pria itu dengan senyum meremehkannya,

“Jam segini, malah keluar kelas, kau membolos ya?” Tanya Suzy dengan senyumnya. Myungsoo mendengus geli.

“Murid teladan sepertiku tidak akan menyia-nyiakan waktu untuk membolos, bodoh.” Suzy menahan emosinya, dan tetap tersenyum.

“Kali saja.” Myungsoo tersenyum sinis, hendak berjalan meninggalkan Suzy. “Yak! Jangan pergi dulu! Aku masih…” Ujar Suzy memutar otaknya untuk memikirkan apa kata selanjutnya yang harus dia ucapkan.

“Bilang saja kau ingin berbicara denganku, eoh. Kau penggemarku juga ya?”

“Yak! Aku berbeda dengan penggemarmu yang sungguh tak berkualitas itu!” Suzy menaikkan roknya, membuat roknya semakin mini, lalu mengibaskan-ngibaskan rambutnya, dan menyibakkan rambutnya kebelakang, mencoba memamerkan leher putih susu jenjangnya, tersenyum lembut dan mengusap pipi Myungsoo, “aku berbeda kan, Honey?” Ujar Suzy dengan nada mengejek tetapi tetap dengan senyum menawan. Myungsoo ikut tersenyum dan mendekatkan wajahnya ke wajah Suzy, Suzy tetap tersenyum santai, mencoba menantangnya. Hidung Myungsoo sudah bersentuhan dengan hidung Suzy, menatap tajam mata Suzy, Myungsoo menangkup wajah Suzy, mencoba semakin mendekatkan kepadanya.

 To Be Continued…

Gimana? Jelek ya? Hmm.. tapi makasih deh buat yang udah nyempatin buat baca FF ku yang mungkin agak aneh ini, jangan lupa ninggalin jejak ya ^^

91 thoughts on “Naughty Girl (Part 1)

  1. Woah sumpah, keren banget thor!!
    Suka banget sma karakternya myungzy di sini. Aigo, semangat nulisnya thor!!

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s