[FF Freelance] Love in 2 Years (Ficlet)

love in 2 years

Title :

Love in 2 years

Author :

Endor Yochi

Main Casts :

Kim Myungsoo a.k.a L (Infinite)

Park Jiyeon (T-ara)

Supporting Cast :

Nichkhun Buck Horvejkul (2PM)

Genre :

Romance, lah. Apa lagi emangnya? 😀 #BUGG!!

Length :

Ficlet mungkin, soalnya males ngitung tuh ada berapa kata, ngiahaha#jderrr!

Rating :

PG-17 (yang masih di bawah itu jauh-jauh aja dulu yaa, author ga mau bikin orang lain ikutan dosa :D)

Disclaimer :

Terinspirasi oleh pikiran sendiri, bukan hasil plagiat dari karya orang lain 🙂 kalo ga percaya bisa tanya sendiri sama tokoh utama di sini 😀

 

—–>>Happy Reading ;)<<—–

 

 

Myungsoo POV

“Ini..”

Aku melirik sekilas ke arah bangkuku yang kini terdapat sebuah minuman dingin di atasnya. Lalu kulihat pula sosok pemberi minuman itu. Hanya sekilas, namun sudah cukup membuatku merasa miris saat kulihat senyum di wajahnya. Tanpa mengatakan apa-apa kukembalikan konsentrasiku pada buku yang ada di tanganku.

“Yaa, waeyo? Kenapa wajahmu seperti itu?” kudengar ia bertanya. Walaupun tak kulihat wajahnya, aku bisa membayangkan wajah yang kukagumi itu tengah mengerutkan keningnya pertanda heran akan sikapku itu. Aku masih diam dengan bukuku. Tiba-tiba saja sebuah tangan halus merampas buku yang tengah kupegang itu.

“Yaa, L Kim, wae geurae? Kenapa kau mengabaikanku begitu?”

Aku mendesah panjang, masih dalam diam, kurebut kembali bukuku dari tangannya dan beranjak pergi meninggalkannya. Pasti saat ini ia tengah keheranan melihat sikapku seperti itu. Biar saja, toh ini juga karena perbuatannya sendiri yang membuat sikapku jadi seperti ini.

 

-Flashback-

Saat itu aku baru saja tiba di sekolah. Wajahku masih tampak bersemangat karena hari ini adalah hari ulang tahun seorang yeoja yang sudah kucintai semenjak 2 tahun yang lalu. Aku bergegas setengah mempercepat langkahku menuju ke kelas untuk memberi kejutan pada Park Jiyeon, yeoja yang kucintai itu. Bagaimanapun juga aku sudah bertekad akan mengungkapkan perasaanku padanya hari ini juga. Sudah 2 tahun aku mencoba memastikan apa benar perasaanku ini nyata atau hanya untuk sementara saja. Cukup lama memang, hanya saja aku tak ingin jika ternyata aku hanya memiliki perasaan cinta yang hanya bertahan sementara. Dan kini aku sudah yakin kalau perasaanku benar-benar bukan hanya untuk sementara. Terbukti bahkan sampai saat ini perasaan itu masih sama. Ya, aku mencintai yeoja bernama Park Jiyeon itu. Teman sekaligus sahabatku sendiri. Aku tidak tahu apakah dia memiliki perasaan yang sama denganku atau tidak. Tapi aku yakin dia akan membalas perasaanku. Karena aku percaya bahwa ketulusan hati bisa mengalahkan segalanya. Sebuah senyuman masih terus tersungging di bibirku. Hingga sejurus kemudian aku melihat sosok yeoja itu melintas di depanku. Langkahku terhenti seketika saat melihatnya. Aku sudah mempersiapkan diriku. Namun baru saja aku hendak menghampirinya, seorang namja telah terlebih dahulu mendekatinya. Nichkhun. Senyum yang semula mengembang di bibirku memudar perlahan. Namja itu, aku tahu namja itu adalah namja paling populer di sekolah. ketampanannya, prestasinya dalam bidang bela diri, semua orang di sekolah tahu hal itu. Ia adalah namja dambaan setiap siswi di sekolah ini. Aku tahu aku juga termasuk populer di sekolah. Seluruh penghuni sekolah kenal siapa aku, karena prestasiku dalam bidang pelajaran dan juga ketampananku ~menurut mereka~ Tapi mereka menganggapku tak sebaik Nichkhun. Nichkhun adalah namja yang peramah dan selalu tersenyum pada siapapun, sementara aku adalah namja dingin yang hampir tak pernah peduli pada siapapun, walaupun sebenarnya aku tidaklah sekejam itu. Dalam diam dan penuh kerisauan kuperhatikan mereka berdua dari jauh. Nichkhun tampak memberikan setangkai bunga mawar pada Jiyeon. Aku tertegun dan bertanya-tanya apa yang hendak dilakukan namja itu. Perasaanku mulai tak enak. Dan perasaanku semakin tak nyaman ketika kulihat namja itu memegang tangan Jiyeon. Hatiku memanas melihatnya, apalagi saat namja itu berkata,

“Saranghae, Jiyeon-ah..”

Aku bagai dihantam kapal titanic saat mendengarnya. Tanganku mengepal keras. Aku tak tahan untuk melanjutkan adegan pahit di depanku itu dan langsung bergegas pergi begitu saja menuju kelas.

-Flashback off-

 

Aku melangkahkan kakiku menuju taman sekolah. Masih teringat dengan jelas apa yang kulihat tadi. hatiku semakin perih saja saat mengingatnya kembali. Dengan menyedihkannya aku memasukkan tanganku ke dalam tas milikku, dan mengeluarkan sebatang coklat  yang telah kubungkus rapi sebagai hadiah ulang tahun Jiyeon sekaligus sebagai tanda pernyataan cintaku. Tapi rasanya semuanya hanya sia-sia saja. Dengan gusar kumasukkan kembali coklat itu ke dalam tas. Kuremas rambutku berkali-kali. Aku merasa seperti orang bodoh, yang telah menyimpan perasaan ini selama 2 tahun dan ternyata tak mendapatkan balasan apa-apa.

“Yaa, L Kim! Neo gwaenchanha?”

Aku sedikit terkejut mendengarnya. Aku mendesah karena lagi-lagi yeoja yang sudah membuatku seperti orang bodoh itu muncul lagi dihadapanku. Aku hanya diam saja tak berniat menjawab pertanyaannya. Kulihat ia turut duduk di sebelahku.

“Pergilah.. Aku sedang tidak ingin diganggu.” Kataku dingin.

“Mwoga? Apa kau sedang ada masalah? Kajja ceritakanlah padaku.”

“Eobseo. Nan gwaenchanha.”

“Yaa, kau tidak seperti biasanya. Bukankah setiap ada masalah biasannya kau selalu berbagi cerita denganku?”

Aku diam saja tak menyahut. Aku sama sekali tak ada niat ingin menjawab pertanyaannya itu.

Myungsoo POV end

 

Jiyeon POV

Namja di depanku itu masih saja bungkam seperti sebelumnya. Hatiku sedih melihatnya seperti itu. sikapnya benar-benar tidak seperti biasanya. Sebenarnya apa yang terjadi dengannya?

“Apa masalahmu begitu berat sampai-sampai aku saja tak boleh tahu?” aku kembali melontarkan pertanyaan padanya, namun ia masih saja terdiam.

“Kajja ceritakanlah padaku. Siapa tahu aku bisa membantumu. Kita sudah bersahabat selama dua tahun dan mengalami suka duka bersama. Apa kau tidak mempercayaiku? Dua tahun itu bukanlah waktu yang singkat~”

“Ne kau benar. Dua tahun memang bukan waktu yang singkat. Dan apa kau tahu bagaimana rasanya menjadi orang bodoh yang hanya bisa menyimpan perasaannya selama dua tahun itu? Kau tahu? Rasanya sangat menyakitkan. Perasaan yang seharusnya sudah lama keluar itu masih bersarang di sana selama itu dan bahkan saat itu hendak keluar sekarang justru malah terlebih dulu telah meledak di dalam. Dan kau tahu bagaimana rasanya, Jiyeon-ah? Bahkan aku sudah tak bisa merasakannya lagi karena itu terlalu sakit..”

Aku tertegun mendengar semua perkataanya itu. Apa ini? Apa dia baru saja mendeteksi isi hatiku? Kenapa dia bisa tahu semua yang kurasakan? Namun sesaat kulihat raut wajahnya. Ia terlihat sangat kacau. Ini.. Apa mungkin yang baru saja dikatakannya itu memang mengenai perasaanya? Hatiku mendadak bergetar karenanya.

“Arayo..” kataku kemudian.

Kulihat ia tertegun, namun ia tak juga mengangkat wajahnya untuk menatapku.

“Aku juga mengalaminya. Aku juga mengalami hal yang seperti itu di sini.” Lanjutku lagi sambil menunjuk ke dadaku. Kini kulihat ia mulai mengangkat kepalanya dan menatapku. Ya, mungkin memang sekarang saatnya aku mengatakan apa yang sudah kupendam selama  ini padanya.

“Museun mariya?” ia bertanya seolah ingin memastikan sesuatu.

“Selama dua tahun. Aku juga mengalami hal yang kau katakan. Menahan perasaanku selama itu, begitu tersiksa rasanya. Aku bahkan tak tahu bagaimana mengatakannya, apalagi menghilangkannya. Aku tidak bisa. Walaupun ada orang lain yang meminta ruang di hatiku untuknya, tapi aku tidak bisa. Ruang hatiku telah penuh sesak oleh seseorang. Hanya satu orang yang bisa mengisi ruang di hatiku itu.” entah darimana asalnya aku bisa mengeluarkan kata-kata itu dari mulutku. Yang jelas, aku merasa lega begitu selesai mengatakannya. Kulihat Myungsoo menatapku tak berkedip. Tatapan itu. Ya, aku sangat menyukai tatapan mata itu. Dan kali ini kurasakan tatapan itu berbeda dari sebelumnya. Tatapan itu seolah mengartikan bahwa ia ingin melindungiku. Aku tertegun melihatnya.

“J-jadi kau dan Nichkhun~”

Aku sedikit terkejut mendengar ucapannya.

“Kau melihatnya?” tanyaku kemudian.

“Ne. Tanpa sengaja aku melihat kalian berdua tadi pagi. Mianhae..”

“Aku tahu Nichkhun namja yang baik. Aku tak sampai hati menolaknya. Tapi aku juga tak bisa menerimanya karena ruang hatiku sudah tak ada tempat lagi untuk orang lain.”

“Jiyeon-ah..”

“Apa sikapmu tadi karena hal itu? kau mengira aku menerima cinta dari Nichkhun?”

“Uhm, geuge..”

 Aku tersenyum melihatnya. Aku senang karena ia sudah kembali lagi seperti biasanya.

“Yaa, kau belum mengucapkan selamat ulang tahun padaku.” Aku berkata lagi untuk mengingatkannya.

Ia tampak tersenyum, lalu mengambil tasnya dan mengeluarkan sesuatu dari sana. Aku terlonjak ketika kudapati itu adalah sebatang coklat yang kusukai. Secepat kilat aku menyambarnya, tapi tiba-tiba saja ia menjauhkan coklatnya dari tanganku.

“Waeyo?” aku memajukan bibirku pertanda kecewa akan sikapnya itu.

“Biar kupastikan sesuatu dulu.” Katanya penuh misteri.

“Mwonde?”

Ia tak segera menjawab. Namun tiba-tiba saja ia menggenggam tanganku. Hatiku berdebar keras dibuatnya. Kedua matanya menatapku dalam-dalam membuatku tak kuasa menahan gejolak perasaanku lebih lama lagi.

“Jiyeon-ah. Sudah lama aku ingin mengatakan ini. Geureom, biarkan aku mengatakannya sekali untuk saat ini.” katanya kemudian.

“N.. ne..” aku menyahutnya dengan gugup.

“Nan.. saranghaeyo, Jiyeon-ah. Apa kau mau menerimaku?”

Walaupun aku tahu itulah yang akan dikatakannya, namun tak bisa kupungkiri betapa ingin terbangnya hatiku saat mendengar ucapan itu keluar langsung dari mulutnya. Aku masih belum mampu menjawabnya walaupun aku sudah pasti akan mengatakan iya.

“Kalau kau tidak menerimaku, kau ambil coklat di tanganku. Tapi kalau kau mau menerimaku, please kiss this cheek.” Katanya sambil menunjuk pipi kanannya. Aku membelalak mendengarnya.

“Yaa, jangan begitu. Kenapa pilihannya sulit sekali? Kau tahu aku sangat menyukai coklat..” protesku.

“Kalau begitu pilihlah salah satu. Mana yang lebih kau inginkan. Aku, atau coklat ini?”

Haish! Aku hanya bisa menggerutu dalam hati. Namja ini benar-benar pandai membuatku kesulitan seperti ini. Tapi karena aku lebih menginginkan dirinya daripada coklat itu, maka dengan perlahan aku pun mencium pipinya. Ia tersenyum senang dibuatnya. Sementara aku hanya bisa menunduk malu. Tiba-tiba kurasakan tangannya mengangkat wajahku. Kami saling bertatapan. Tampak jelas sekali kebahagiaan terpancar dari wajahnya.

“Gomawo..” ucapnya pelan.

Aku hanya tersenyum saja menanggapinya. Tiba-tiba ia mengulurkan coklatnya padaku.

“Mwonde?” tanyaku heran.

“Ini hadiah ulang tahunmu. Saengil chukkae, Chagiya..”

Sekali lagi aku tersenyum dan menerima hadiahnya itu.

“Goma~”

Belum sempat aku mengucapkan terima kasih padanya, tiba-tiba saja ia menarikku dan langsung menempelkan bibirnya pada bibirku. Awalnya aku sangat terkejut sekali karenanya. Namun karena ia melakukannya dengan sangat lembut, mau tak mau tindakannya itu membuat kedua mataku terpejam, dan tidak bisa untuk tidak membalas ciumannya. Itulah ciuman pertamaku bersama Kim Myungsoo, namja yang kini telah menjadi namjachinguku. Kini perasaan yang terpendam selama 2 tahun itu telah mencair dan bersatu membentuk perasaan yang lebih indah di dalam sana, di dalam hatiku dan juga hati Kim Myungsoo.

Jiyeon POV end

-The End-

 

Kekeke~ selalu diawali dengan ketawa dulu 😀

Author datang kembali menyeret ff dengan pairing yang sama, semoga aja ga bosen yah? Soalnya author ga ada bosennya, haha

Ini adalah sepenggal cerita yang tiba-tiba muncul begitu saja dalam otak author. Mohon maaph yang sebesarnya kalo misalnya ada kesamaan alur cerita dengan ff lain mungkin. Tapi suer terkewer2(?) ini asli buatan author sendiri with no plagiat. So now is time to give your comment chingudeul, gomapseumnidaa 😉

37 thoughts on “[FF Freelance] Love in 2 Years (Ficlet)

  1. aaaa ini sweet banget 😀 suka bangeeeettt 😀 untung kesalah pahaman itu ga berlangsung lama 😀 haha
    suka bangetlah ini keren banget 😀

  2. annyeong…slm knl…eonni sblm’y q mu mnt maaf cz sbnr’y q dah sring bca ff kry eonni tp q ga cment n ru brni krang cz sblm”y q sllu bca’y tlt edsi bhkn bkn hya lwt bln’y mpe” taun’y jg keunde ju”r z q ska dgn typ kry eonni ap gi klo cast’y myungyeon
    hehe
    d tnggu ff myungyeon lain’y nee

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s