[FF Freelance] 1983 (Part 5)

1983

| |Author : annisarifka| |Judul : 1 9 8 3| |MainCast:Kim Nichkhun(nichkhun/2pm),Bae Suzy(suzy/MissA),Lee Junho(2pm)| |Other Cast: Find by yourself..| |Genre:Romance, Action, Sad| |Rating:PG-16| |Length : chaptered| | Disclaimer:inspired by city hunter, IRIS 2, and other|| Recommended backsound : Davichi-Don’t you know, Suzy-Too Much Tears, Ami-Breaking up everyday, Infinite-Be mine instrumental (for action scene), and Mblaq it’s war instrumental (for action scene) | |

Previous part: Teaser, Part 1, Part 2, Part 3, Part 4

———-«-»———

China, International Airport

7 a.m.

Nichkhun yang memakai pakaian santai dan mantel berwarna cokelat dilengkapi sebuah topi kini berjalan dari sebuah pesawat yang baru saja mendarat. Diikuti Suzy, yang mengenakan pakaian santai dan mantel berwarna merah gelap, dan sepatu boots wanita berwarna putih keabuan. Mereka berdua berjalan keluar meniggalkan bandara.

” Tunggu disini sebentar, ” kata Nichkhun pada Suzy.

” Kau mau kemana? ” tanya Suzy.

” Sebentar saja.. ” balas Nichkhun yang berlalu pergi.

Ponsel Suzy berdering, tidak tertera nama di layar ponsel Suzy hanya ada nomor yang tidak dikenal. Namun entah ada apa Suzy menjawab panggilan itu dengan cepat..

” Iya, kami sudah sampai..”

“…”

” Baik. ”

” … ”

” Aku mengerti ”

Suzy memasukkan kembali ponselnya ke saku di mantel yang ia kenakan setelah pembicaraannya dengan seseorang disana selesai.

Ddinn,,.. ddiinn..

Matanya tersentak, saat sebuah mobil tiba-tiba datang kehadapannya.

” Ayo masuk.. ” kata lelaki yang mengemudikan mobil itu–Nichkhun.

Suzy kemudian masuk  ke dalam mobil itu dan memakai sabuk pengamannya.

” Kau dapat dari mana  mobil ini? ” tanya Suzy penasaran.

” Sebagai Agent FPF kau harus siap, dimanapun kau berada.. ” jawab Nichkhun  sambil sesekali menatap Suzy.

” Emmm… Baiklah aku tau, ” kata Suzy sambil memalingkan wajahnya, Nichkun yang melihatnya hanya tersenyum kecil.

Suzy hanya memandang ke arah luar tanpa menatap Nichkhun sedikitpun, tapi pandangannya tiba-tiba terhenti saat Nichkhun menghentikan mobilnya di sebuah coffe shop.

” Kenapa kita datang kesini? ” tanya Suzy yang akhirnya menatap Nichkhun.

” Melakukan misi.. Tentu saja, ” jawab Nichkhun santai.

” Oh, baiklah.. Ayo.. ” Suzy hendak melepas sabuk pengamannya dan ingin masuk ke dalam tapi tangan Nichkhun mencegahnya.

” Kau mau kemana? ” tanya Nichkhun yang masih memegang salah satu tangan Suzy.

” Tentu saja masuk ke dalam kemana lagi? ” jawab Suzy heran.

” Siapa yang menyuruhmu masuk ke dalam? ” tanya Nichkhun.

” Apa? ” Suzy membelalakkan matanya lebar, ” Jadi kau menyuruhku menunggumu di mobil? Huh? ”

” Kenapa tidak? ” jawab Nichkhun tanpa merasa bersalah.

” Oppa, aku akan masuk ke dalam.. no matter what, ” jawab Suzy sembari menatap mata Nichkhun tajam.

” Lebih baik kau disini, ” jawab Nichkhun.

” Oppa…. ” kata Suzy yang menatap Nichkhun lebih tajam lagi..

” Ah, baiklah kau menang.. Kau boleh masuk.. ” jawab Nichkhun yang tidak kuasa melihat tatapan Suzy.

Mereka akhirnya keluar dan masuk ke dalam bersamaan.

” Halo, aku agent Kim Nichkhun dari FPF Korea.. ” kata Nichkhun seraya menjabatkan tangannya dengan seseorang. Kemudian Nichkhun dan Suzy duduk berhadapan dengan lelaki itu.

” Dan aku—” lanjut Suzy yang ingin memperkenalkan diri.

” Langsung saja kau ingin bicara tentang apa? ” kata Nichkhun memotong pembicaraan Suzy, membuat Suzy memasang wajah yang kesal.

” Ada sebuah kapal ilegal yang masuk ke shanghai, dan diduga berasal dari Korea.. ” kata orang itu.

” Benarkah? Lalu siapa orang yang ada di kapal itu? ” tanya Nichkhun.

” Entahlah aku tidak tahu, ” jawab orang itu, ” Tapi aku tahu orang yang mengemudikan kapal itu…. ”

———-«-»———

Suzy POV

Dia berusaha membuka pintu mobilnya untukku, namun aku menghalanginya.

“ Tidak bisakah, kau memulai misinya besok? “ tanyaku dengan tangan yang masih memegang pintu mobil dan aku berusaha menutupnya.

“ Apa yang kau inginkan? “ jawabnya.

Aku segera menggandeng tangannya, “ Aku ingin berjalan-jalan.. Ayo. “

Kami akhirnya berjalan santai menikmati keindahan kota ini, sesekali aku juga tertawa saat Nichkhun menyeritakan masa lalu kami, bukan karena masa lalu kami yang lucu atau bagaimana, tapi caranya berbicara itu sudah seperti seorang guru yang sedang menjelaskan pelajaran sejarah kepada muridnya, yang jelas itu lucu sekali.

“ Oppa, “ kataku padanya.

“ Huh? “ jawabnya sambil menatapku.

“ Aku rasa, “ jawabku yang hendak menoleh ke arah belakang. Namun Nichkhun segera mencegahku agar tidak menoleh ke belakang. “ Aku tahu, aku sudah tahu sejak tadi, “ jawabnya.

“ Kenapa kau diam saja? “ tanyaku yang masih berusaha untuk tidak menatap ke belakang.

“ Berpura-pura saja tidak tahu, itu cara yang paling aman.. “ jawabnya santai tapi tetap terdengar serius.

Aku hanya menganggukkan kepalaku. “ Kita berjalan ke tempat yang ramai itu, jika ada kesempatan berlarilah.. Buat mereka kehilangan jejak kita mengerti? “

“ Ne, “ jawabku. “ Nanti kita akan bertemu di tempat parkir tadi, ya? “ perintahnya.

Nichkhun POV

Akhirnya aku dan dia sampai di tempat yang cukup ramai. Aku menganggukkan kepalaku padanya seakan memberi pertanda ‘Sekarang’. Dan dia berlari ke arah yang berlawanan denganku.

Aku berlari sekuat tenaga ternyata mereka masih mengejarku, walaupun jujur aku tidak tahu pasti siapa mereka tapi dapat aku simpulkan mereka bagian dari 1983. Aku masih terus berlari, yang ada di fikiranku saat ini hanyalah bagaimana menghalangi mereka untuk menangkapku. Semua hal kulakukan, pertama ku dorong dua buah tong yang ada di depanku untuk menghambat  mereka.

Lalu aku berlari memasuki sebuah tempat perbelanjaan dan aku tidak sengaja menabrak kardus yang berisi penuh buah-buahan otomatis itu akan menghambat mereka juga. Melihat mereka yang terjatuh karena tertimpa kardus beserta isinya itu aku langsung berlari dan menuju lantai teratas gedung ini dengan menaiki anak tangga satu persatu.

Sampai di atas aku merasa sudah aman, tapi beberapa menit setelah aku mengatur nafasku kurasa itu tidak benar. Ya mereka 4 orang dengan berpakaian serba hitam sudah menghadang tepat didepan mataku.

“ Huft, “ aku mengembuskan nafasku.

Tanpa pikir panjang aku langsung berusaha melawan ke-4 orang itu.

Orang yang pertama aku menendang bagian wajahnya, setelah itu aku menendang perut orang yang kedua. Dua orang itu kini sedang terjatuh, dan masih ada dua orang lagi yang menghadangku. Tiba-tiba salah seorang dari mereka memegangi tanganku dan menguncinya dibelakang badanku. Dan satu orang lainnya berusaha memukulku sekuat tenaganya, untung aku berhasil menghindar sebelum pukulan itu benar-benar mengenai kepalaku.

Setelah beberapa pukulannya meleset, aku mulai melepaskan diri dengan memukul orang dibelakangku dengan kepalaku begitu juga dengan orang didepanku ia juga kupukul dengan menggunakan kepala. Tanganku pun terlepas, namun dua orang yang terjatuh tadi kini sudah bangun dan siap mengahajarku. Aku rasa aku tidak akan membiarkannya, tentu saja. Aku menarik kerah orang pertama dan juga kerah orang kedua dengan cepat sehingga kepala mereka saling terbentur dan alhasil ada sedikit noda darah di ujung kepala mereka.

Karena saat ini keempat orang itu masih terbaring kesakitan. Aku langsung melarikan diri dengan melompat dari atas gedung. Setelah mendarat di tanah aku segera berlari menuju tempat dimana aku memarkir mobilku tadi.

Author POV

Nichkhun sudah bisa melarikan diri, kini giliran Suzy yang harus bisa melarikan diri. Suzy berlari menuju arah yang berlawanan dari Nichkhun dan terlihat ada dua orang yang mengejarnya. Sepertinya Suzy tidak mau menghadapi orang itu jadi dia hanya berlari, dan terus berlari.

Suzy berlari masuk ke sebuah gang kecil dia terus berlari bahkan melewati beberapa pakaian yang dijemur. Sampai akhirnya ia sampai di ujung gang tersebut.

Ddinn,, ddiinn..

“ Ayo masuk! “ kata seseorang yang tepat mengehentikan mobilnya didepan Suzy, ya orang itu Nichkhun.

“ Oppa, “ jawab Suzy yang segera masuk ke dalam mobil itu. Setelah Suzy masuk ke dalam mobil dan memasang safety belt-nya dua orang tadi sampai di ujung gang dan melihat Suzy sudah masuk ke dalam mobil itu. Raut wajah mereka tampak kecewa sedangkan Suzy hanya menjulurkan lidahnya kepada dua orang tadi, Nichkhun dia hanya tersenyum tipis.

———-«-»———

“ Ah, aku tidak mengerti.. Kenapa mereka inign menangkap kita? “ tanya Suzy sambil menyantap espresso-nya.

Nichkhun sedang meminum secangkir mochaccino, “ Entahlah.. Lupakan saja itu, setelah ini kita harus segera ke hotel untuk persiapan besok pagi.. “

“ Hm, baiklah.. Oppa, apakah jarak dari tempat ini menuju hotel itu jauh? “ tanya Suzy sedikit memajukan badannya.

“ Kalau lancar, mungkin 2 jam.. kalau jalanan padat aku sendiri tidak tahu.. Ayolah, ini sudah pukul 4 sore, “ jawab Nichkhun yang berlalu pergi dan masuk ke dalam mobil.

Sedangkan Suzy hanya mendengus kesal, dalam hatinya ia berkata ‘ Bahkan espresso-ku saja belum habis, kenapa harus pergi secepat ini? Huft.. ‘

Akhirnya sampai di hotel, Nichkhun mengemudikan mobilnya menuju parking area yang ada di lantai paling bawah. Setelah mobilnya terparkir dengan sempurna Nichkhun menoleh kesampingnya dan melihat Suzy sedang tertidur. Ia—Nichkhun–berusaha melepaskan safety-belt milik Suzy dengan sangat hati-hati karena tidak ingin membangunkan Suzy.

Tanpa sengaja hal itu membuat jarak antara wajahnya dan wajah Suzy sangatlah dekat. Nichkhun menutup matanya dan perlahan mengecup lembut bibir Suzy selama kurang lebih lima detik (?) Setelah itu ia melepaskannya dan hanya tersenyum kecil.

———-«-»———

FPF’s Office, South Korea

8.30 a.m

Wanita itu berjalan menuju sebuah ruangan, ia membuka pintu perlahan dan,

“ Oh, Direktur Im.. Silakan, “ kata Direktur Choi mempersilakan Direktur Im Yoona untuk duduk, “ Ada hal apa? “ lanjutnya.

“ Begini, aku hanya ingin bertanya.. Apa benar kalau, kau menyuruh Agent Kim kembali ke Shanghai untuk menyelidi kasus di Shanghai beberapa hari yang lalu? “ tanya Direktur Im yang tanpa basa-basi lagi.

“ Oh itu, cepat sekali berita itu sampai ketelingamu.. Ya itu memang benar,“ jawab Direktur Choi.

“ Apa kau mencurigai sesuatu? “ tanya Direktur Im lagi.

“ Tidak hanya saja, agent rahasia Shanghai yang bekerjasama dengan FPF, mengatakan bahwa ada kejanggalan disana, untuk itu aku menyuruh Agent Kim untuk meyelidikinya. “ jawab Direktur Choi dengan jelas.

“ Apa 1983.. ah tidak, sebenarnya ada kejadian apa di tahun 1983? “ kata Direktur Im yang mulai frustasi dengan tahun itu.

Shanghai, China

Italian Restaurant

Terdengar  sebuah lagu yang bersenandung dengan indah di rumah makan itu. Suzy yang duduk dihadapan Nichkhun sedang asyik menikmati sepiring pasta yang menjadi makanannya pagi ini.

“ Ah, ini benar-benar enak.. “ kata Suzy setelah menghabiskan setengah dari makanannya, “ Ah iya, aku ingin bertanya, oppa.. “

“ Apa? Katakanlah.. “ kata Nichkhun.

“ Apa? Semalam kau menciumku? “ tanya Suzy.

“ M-mwo? Ani.. Aku tidak melakukannya.. “ jawab Nichkhun yang sedikti bingung.

“ Begitukah, ya sudah.. Kau yakin? “ kata Suzy lagi.

“ N- ne, tentu saja aku yakin.. “ balas Nichkhun tanpa menatap mata wanita didepannya itu ya, jelas saja itu semua ia lakukan karena saat ini ia sedang berbohong.

“ Baiklah, aku tahu.. “

———-«-»———

Nichkhun menghentikan mobilnya di depan sebuah bangunan tua, lebih tepatnya gedung tua karena ukuran tempat ini sebesar gedung.

“ Kau yakin ini tempatnya? “ tanya Suzy pada Nickhun.

“ Untuk memastikannya, aku akan masuk ke dalam kau tunggu disini saja,. “ jawab Nichkhun yang hendak masuk ke dalam gedung itu.

Nichkhun berjalan mengendap-endap masuk ke dalam bangunan itu dengan sebuah pistol ada ditangannya. Namun tiba-tiba ada seseorang yang memukulnya dari belakang dan membuat pistol Nichkhun terjatuh. Dan orang itu mendapatkan pistol Nichkhun yang tadi jatuh.

Orang itu lalu mengarahkan pistolnya ke arah kepala Nichkhun otomatis Nichkhun mengangkat kedua tangannya. Tak lama setelah itu Nichkhun menendang pistol yang dibawa orang itu hingga terlempat cukup jauh dan Nichkhun segera berlari dari tempat itu.

Suzy yang melihat Nichkhun berlari akhirnya keluar dari mobil dan hendak menyusul Nichkhun yang berlari untuk membantunya. Namun langkahnya terhenti saat melihat Yuri ada di depannya. Suzy berusaha lari dari Yuri.

“ Jangan bergerak! “ kalimat itu dikatakan Yuri sembari menodongkan sebuah pistol ke arah Suzy, membuat Suzy mengehentikan langkahnya dan mengangkat kedua tangannya.

———-«-»———

Seoul, South Korea

Derap langkah seoarang wanita yang bernama Victoria itu terdengar jelas di lantai kantor FPF karena ia mengenakan sepasang high heels berwarna hitam.

“ Permisi, Direktur Im.. Boleh aku masuk? “ kata Victoria.

“ Oh silakan.. Apa yang membawamu datang kemari.. Mengenai wanita bernama Yuri atau tentang 1983? “ tanya Direktur Im.

“ Aku rasa keduanya, baiklah akan langsung aku mulai saja.. “ Victoria mengeluarkan foto Yuri, “ Namanya Kwon Yuri, ayahnya meninggal pada tahun 1983 saat ayahnya meninggal ibunya sedang mengandung Yuri. Setelah kehilangan ayahnya Yuri juga kehilangan ibunya sesaat setelah proses persalinan selesai. Yuri dia juga mempunyai seorang kakak laki-laki bernama Kwon Joon ri, tapi kakaknya mengalami gangguan jiwa saat mengetahui kedua orangtuanya telah meninggal dan dia masuk ke rumah sakit jiwa. Sejak kecil Yuri diasuh oleh ibu angkatnya yaitu tetangganya sendiri. Namun saat usia 19 tahun dia pergi dari rumahnya dan tidak pernah kembali sampai sekarang.”

“ Wow, kau menemukan semuanya dengan sangat cepat,, ya aku mengerti jadi dia mempunyai cukup alasan untuk menjadi seperti sekarang ini, kau bilang tadi ayahnya meniggal di tahun 1983, kalau begitu bukti apa yang kau temukan tentang 1983? “ tanya Direktur Im.

“ Iya itu benar. Mengenai 1983, aku belum menemukan bukti apapun tapi aku sudah bertemu dengan dua orang yang mengetahui kejadian tahun 1983. Yang pertama aku sudah bertemu dengan Moon Sang Hyo, beliau sudah melewati masa kritisnya. Aku menanyakan mengenai 1983 padanya, tapi dia tetap bungkam dia hanya bilang itu rahasia negara, Tapi dia menyuruhku untuk menemui Kim Hyun Sik, “ jawab Victoria panjang lebar.

“ Kim Hyun Sik? Ayah, Agent Kim Nichkhun iya kan? “ kata Direktur Im Yoona.

“ Ya benar sekali. Tapi tetap sama beliau juga tidak mengatakan tentang kejadian tahun 1983, beliau juga mengatakan kalau kejadian yang sebenarnya terungkap, maka itu akan merusak nama baik Korea Selatan.. Beliau hanya mengatakan itu.. “ jawab Victoria.

“ Merusak? Apa maksudnya? Sudahlah, yang terpenting kau sudah bekerja dengan keras.. kau boleh keluar sekarang.. “ kata Direktur Im yang menjadi lebih bingung dengan semua ini.

FPF’s Parking Area

“ Maaf membuatmu menunggu lama, “ kata Victoria pada seorang lelaki di hadapannya.

“ Ah tidak apa-apa.. Tapi apa yang kau lakukan di dalam barusan? “ tanya lelaki itu.

“ Tidak ada, Sudahlah ayo Yong Hwa-ssi.. Bukankan kita akan jalan-jalan, ayo.. “ kata Victoria yang langsung masuk ke dalam mobil Yong Hwa.

———-«-»———

Junho’s Room

Shanghai, China – 7 p.m

Pria itu berdiri menghadap ke arah jendela yang terbuat dari kaca sehingga ia bisa melihat ke luar. Beberapa detik kemudian ia memandang sebuah foto tua, ya foto itu sudah sangat kusam. Ada 3 orang lelaki di foto itu. Dibawah foto lelaki yang ada dipaling kanan bertuliskan ‘Kim Hyun Sik’, dibawah foto lelaki yang ada ditengah bertuliskan ‘Lee Jeong Sook’ serta dibawah foto lelaki yang berada di paling kiri bertuliskan ‘Bae Seung In’. Pria yang memandangi foto itu tanpa ekspresi, tak lain adalah Lee Junho. Beberapa menit setelah memandangi foto tersebuat perlahan Junho merobek foto Bae Seung In dan menyisakan foto Kim Hyun Sik serta Lee Jeong Sook.

Flashback

Hospital – 2009

“ Maaf nona Suzy, tapi ayahmu.. walaupun dioperasi sekalipun kemungkinan berhasilnya juga sangat kecil, “ kata orang yang memakai pakaian serba putih itu.

“ Apa dokter bilang? Bagaimana bisa kau menyerah sebelum kau mencobanya? “ bentak Suzy kepadanya, “ Apa orang sepertimu ini bisa disebut dokter? “.

“ Suzy tenanglah, “ kata Nichkhun yang ada disamping Suzy saat ini.

“ Oppa, ottoke? Aku sudah kehilangan ibuku dan sekarng aku tidak mau kehilangan ayahku.. Apa yang harus kulakukan? Hiks, hiks, “ kata Suzy yang mulai menangis dipelukan Nichkhun.

6 days later..

“ Ayah, jawab aku.. “ kata wanita itu yang masih saja berada di samping makam ayah kandungnya sejak 2 jam yang lalu.

“ Sudahlah, kita harus pulang.. Sebentar lagi juga akan turun hujan.. “ kata pria disebelahnya-Nichkhun.

“ Aku, sekarang aku sudah tidak punya siapa-siapa lagi.. Ibu, dan sekarang Ayah, “ kata wanita itu tanpa mengalihkan pandangannya dari makam yang ada didepan matanya makam ayahnya sendiri.

“ Paman Seung In, pasti sudah bahagia diatas sana karena beliau sudah bertemu dengan ibumu.. Jadi agar kebahagiaan ayahmu tidak berkurang, kau juga harus hidup bahagia dan jangan pernah menangis lagi, kau mengerti? “ kata pria itu sambil menatap wanita didepannya itu dengan tajam namun penuh dengan kasih sayang.

“ Ayah, kenapa kau pergi secepat ini? Kenaa.. pa? Hiks.. Hiks, Kenapa ayah? “ ucap wanita itu yang saat ini telah menangis tersedu-sedu di pelukan seorang pria didepannya.

Flashback End

Akhirnya Nichkhun tertangkap juga setelah kurang lebih 40 menit berkejar-kejaran dengan orang yang menjadi anak buah Junho. Nichkhun, ujung bibirnya sedikit berdarah, tubuhnya sangat lemas, dan nafasnya sama sekali tidak teratur. Ia tidak bisa melakukan apapun karena kedua tangannya telah diikat kebelakang beruntung kedua kakinya masih bisa bergerak dengan leluasa.

Nichkhun perlahan mendongakkan kepalanya ke atas. Ia membelalakkan matanya saat ia melihat Suzy tengah diikat diatas dengan mulut diberi lakban sehingga ia tidak bisa berkata dengan jelas serta dibawahnya ada sebuah benda seperti bak mandi berisikan air yang bermuatan lisrik.

“ Halo, Agent Kim dari FPF Korea.. Masih ingat kepadaku? “ suara itu tiba-tiba datang dan mengalihkan pandangan Nichkhun yang sebelumnya menatap Suzy kini menjadi menatap lelaki itu.

“ L—Lee Junho? Mau apa kau? “ tanya Nichkhun pada lelaki itu—Junho—dengan penuh emosi.

“ Oho.. Calm down, Man!, baiklah akan kukatakan apa mauku? Sangat sederhana, dimana data yang menyimpan semua peristiwa yang terjadi pada tahun 1983 disimpan? Katakan! “ jawab Junho yang mulai serius di akhir dari kalimatnya.

“ Untuk apa aku mengatakannya aku tidak tahu.. “ jawab Nichkhun seenaknya.

“ Katakan saja, kalau tidak—“ kata Junho. Seraya memotong salah satu tali yang mengikat Suzy membuat Suzy 10 cm lebih kebawah dan sebentar lagi ia akan masuk ke dalam air yang bermuatan lisrik yang cukup kuat itu.

“ Hmmmmmm “ teriak Suzy tidak jelas karena mulutnya dibungkam oleh lakban.

“ B—baiklah, tapi lepaskan Suzy terlebih dahulu.. “ kata Nichkhun menatap Junho.

“ Ha.. ha.. Katakan terlebih dahulu.. Dimana tempatnya? “ jawab Junho dengan sedikit tertawa.

“ Di ruang penyimpanan data FPF, kau puas? “ jawab Nichkhun tanpa menatap Junho sedikitpun.

“ Lalu, bagaimana caranya kami masuk ke dalam? “ tanya Junho lagi.

“ Hm itu.. Hm.. ada 2 cara kau harus menghindari CCTV itu cara yang pertama tapi aku rasa itu tidak mungkin.. Kedua kau harus mempunyai ID Card FPF… “ jelas Nichkhun.

“ Kalau begitu gunakan ID Card mu, “ kata Junho.

“ Tidak bisa aku sedang dibebas tugaskan selama 3 bulan, jadi selama itu ID Card-ku tidak bisa digunakan, “ jawab Nichkhun.

“ Jadi maksudmu, aku harus menunggu 3 bulan? Begitu? “ kata Junho serta ia berteriak di kata ‘Begitu’.

“ Gunakan saja ID Card milik Suzy, walaupun dia juga dibebas tugaskan saat ini tapi setidaknya ia hanya dibebas tugaskan selama 1 bulan. Jadi kau tidak harus menunggu terlalu lama.. “ lanjut Nichkhun.

Brukk..

Nichkhun dan Suzy diseret serta dimasukkan ke dalam ruangan walaupun tangan ataupun kakinya sama sekali tidak diikat namun ruangan itu sangatlah tertutup tidak ada jalan keluar selain pintu, jendela juga tidak ada. Bahkan sedikit sulit untuk bernafas.

———-«-»———

Seoul, South Korea

Yong Hwa dan Victoria sedang berjalan-jalan sekedar menenangkan pikiran. Akhirnya mereka sampai di pinggir Sungai Han.

“ Victoria boleh aku bertanya? “ kata Yong Hwa sembari memberikan segelas coffe kepadanya.

“ Ne, tentu saja kau boleh.. “ jawab Victoria.

“ Seandainya jika ada orang yang menyatakan perasannya padamu, maksudku jika ada orang yang menyukaimu lalu apa jawabanmu kepada orang itu? “ tanya Yong Hwa.

“ Apa? Hm tergantung siapa orang itu? “ kata Victoria.

“ Bagaiman kalau orang itu aku? “ plakk sepertinya Yong Hwa salah bicara kali ini.

“ Mwo? Kau menyukaiku? “ tanya Victoria yang terkejut.

“ A—Aniyo, misalnya ini kan hanya misalnya, “ jawab Yong Hwa.

“ Oh, misalnya.. Hm mungkin aku akan menolaknya.. Karena ada sudah ada orang lain, “ jawab Victoria.

“ Orang lain? Nugu? Agent Kim? “ kata Yong Hwa menebak sembarangan.

“ Mwo? Darimana kau tahu? Ah, uppss.. “ jawab Victoria yang tidak sengaja justru membuat Yong Hwa mengetahui hal yang ia sembunyikan selama ini.

“ Jadi benar? Tapi Agent Kim sudah bersama Agent Bae, “ jelas Yong Hwa.

“ Tak apa, aku hanya menyukainya.. Tanpa berharap dia juga menyukaiku.. Apa penjelasanku menjawab semua pertanyaanmu? “ tanya Victoria.

Huft, Yong Hwa hanya mendengus kesal ia berlalu pergi meniggalkan Victoria sendiri, “ Yakk, kau mau kemana? “ teriak Victoria.

“ Ke toilet.. “ jawab Yong Hwa asal. “ Ada apa dengannya, aneh sekali.. “ kata Victoria.

Hospital

Perlahan derap kaki seorang lelaki yang sudah cukup umur itu terdengar memasuki kamar dimana Moon Sang Hyo dirawat.

“ Oh, Kim Hyun Sik, “ kata Tuan Moon menyambut kedatangan lelaki itu.

Setelah berbicara cukup lama,

“ Ya, kau harus menjaga dirimu juga, siapa tahu kejadian tahun 1983 akan membuatmu berada di ujung hidupmu, tidak ada yang tahu.. “ kata Tuan Moon sesaat sebelum lelaki bernama Kim Hyun Sik itu benar-benar meninggalkan ruangan ini.

———-«-»———

Shanghai, China

Nichkhun masih terduduk di ruangan itu ia terus memegangi kepalanya karena ia terus memikirkan sesuatu mungkin ini sudah hari ke 29 ia dan Suzy berada diruangan itu.

“ Oppa, aku ingin bertanya.. “ kata Suzy memecahkan suasana hening.

“ Ya bertanyalah.. “ jawab Nichkhun yang saat ini memandang wajah Suzy.

“ Sebenarnya, aku tidak mempunyai ID Card itu? “ kata Suzy itulah hal yang ingin ia katakan sejak 29 hari yang lalu.

“ Kau pikir aku memilikinya? Kau pikir semudah itu aku memberikan informasi kepada seorang penjahat? “ kata Nichkhun, “ Aku hanya memcoba mengulur waktu, ya aku sedang berfikir bagaimana cara keluar dari tempat ini..”

“ Apa? Jadi kau berbohong? Aduh, kalau begitu aku mati saja.. “ kata Suzy sembari memukul-mukul kepalanya sendiri.

Ttikk.., Nichkhun menjentikkan jarinya sepertinya ia sudah menemukan ide. Setelah itu ia dan Suzy saling berpandangan satu sama lain.

Setelah 20 menit berlalu, saat ini Suzy memukul kepala Nichkhun sekuat tenaganya entah ini apa tapi mereka berkelahi. Terdengar suara keributan dari dalam, karena itu para penjaga masuk ke dalam ruang dimana Suzy berkelahi dengan Nichkhun.

Sampai di ruangan itu para penjaga tercengang karena Nichkhun tengah dalam keadaan pingsan dan Suzy berdiri dengan nafas tak menentu. Para penjaga itu lebih tepatnya 2 orang penjaga itu segera menarik Suzy keluar, saat posisi kedua penjaga itu membelakangi Nichkhun, saat itu juga Nichkhun bangkit dan memukul bagian belakang kepala kedua penjaga itu hingga tak sadarkan diri. Nichkhun kemudian memandang Suzy dan keduanya saling tersenyum.

Nichkhun dan Suzy akhirnya bisa keluar dari ruangan itu, dari ruangan itu bukan dari tempat itu. Nichkhun juga mengambil pistol yang dibawa oleh penjaga ruangan itu yang kini sudah tak sadarkan diri akibat pukulan Nichkhun yang mendarat di bagian belakang kepalanya. Keduanya kemudian berlari bersamaan mereka juga melawan para penjaga bersama-sama. Suzy melumpuhkan para penjaga dengan melempari mereka menggunakan kayu yang ada di tempat itu. Sedangkan Nichkhun tentu saja berkelahi dengan para penjaga itu.

Nichkhun masih berlari dengan menggandeng tangan Suzy. Nichkhun memukul kepala seorang penjaga di depan pintu keluar dengan sikunya hingga penjaga itu jatuh ke tanah. Mereka berdua akhirnya bisa keluar dari tempat itu namun masih banyak orang yang mengejarnya. Akhirnya dengan terpaksa Nichkhun melepaskan genggaman tangannya dan berlari menuju arah yang berlawanan dengan Suzy.

Nichkhun terus dan terus berlari sampai akhirnya ia melihat laut didepan matanya. Tidak mungkin juga ia melompat ke laut yang sangat dingin itu. Namun ia melihat sebuah speed boat  ada disamping kirinya seperti seakan memang tersedia untuknya saat ini.

Nichkhun memakai kemeja berwarna putih yang hampir semua kancingnya terlepas dan celana santai panjangnya dibawah lutut. Dia mengendalikan sebuah speed boat berwarna putih di tengah lautan sesekali dia menembak ke arah belakang dengan pistol yang ia rampas dari salah satu penjaga tadi dan sesekali ia menghindari peluru yang ditujukan untuknya.

Di saat yang sama Suzy berlari menuju suatu tempat yang gelap. Langkah kaki Suzy terhenti saat ada seorang lelaki yang mengenakan mantel hitam datang mengejutkannya.

“ Anyeong, Sujin-ah.. Ah ani.. Anyeong Suzy-ah… “ kata lelaki yang jika didengar dari suaranya itu  mirip dengan suara Lee Junho. Setelah wajahnya terlihat cukup jelas ternyata lelaki itu bukan hanya mirip tapi dia memanglah Lee Junho. Suzy terperanjat mendengar suara lelaki itu.

Saat ini Nichkhun telah berhasil kabur dari para penjahat tadi ia langsung kembali ke tempat dimana ia memarkirkan mobilnya tadi. Nichkhun masuk ke dalam mobil itu. Namun saat ia hendak menekan gas mobil itu ponsel yang ada disebelahnya berdering itu ponsel milik Suzy…

“ Nomor tidak dikenal? “ pikir Nichkhun namun tanpa pikir panjang Nichkhun mengangkatnya.

“ Halo.. “

“ … “

“ Mwo? “

Nichkhun benar-benar terkejut kali ini ia mengepalkan tangannya kuat-kuat… Dan..

To be continued…

50 thoughts on “[FF Freelance] 1983 (Part 5)

  1. Tingkat penasaran makin bertambah ><
    Sebenar'a apa yg terjadi pada thn 1983?
    Nichkhun ngangkat telepon dri siapa? Apakah Junho? *sotoy*
    Banyak hal yg jdi pertanyaan.
    Hmm..moga Suzy baik" aja.
    Can't wait for the next part, Fighting!! \^,^/9

  2. Penasaran Dan banyan pertanyaan yg memenuhi otak saya.
    Next part jgn lama” ya tingkat panasaran akut nih thor.

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s