[FF Freelance] A Thousand Years (Vignette)

A Thousand Years

Title: A Thousand Years

Author : Aerilionx

Main cast: Im Yoona SNSD & Tao EXO

Supported cast: Kris Wu Exo

Genre: Romance

Length : Vignette

Rating: PG 13 (maybe , hehehe)

This is totaly pure idea of me , another part of A Thousand Miles , but this is Tao Version so all pov belong to Tao. Enjoy then ~

~

Times and age is just number

Rasa jenuh ini bagai tali kokang yang membelenggu sekali. Aku tahu ini terkesan munafik , tapi sejujurnya aku muak dengan segala kepalsuan ini. Secara duniawi memang aku sudah berhasil menggengam impian indahku ,menjadi pujaan kaum hawa , di agung-agungkan semua mata dan mendapatkan titel idola , tapi hati ini serasa nelangsa beriring dengan tiap helaan nafas ini. Aku harus bertingkah seimut mungkin , harus tersenyum sepanjang hari dan harus menjadi porselen indah nan mahal yang mempesona. Inikah impian indahku selama ini karena sekarang seakan tidak sinkron dengan nelangsanya hati ini. Ya Tuhan.

~

1 years ago

Aku masih ingat dengan jelas betapa acuhnya Kris ketika aku mengutarakan rasa ketertarikanku dengan sunbaeku . Bohong jika Kris tidak mendengarnya , tapi Kris hanya melanjutkan keasyikannya bermain Temple Run. Aku menaikkan nada suaraku lagi , ini yang pertama kali. Aku berpikir keras sebelum mencoba berbagi dengan Kris , karena aku paling percaya pada dirinya. Dia balas menatapku dan dengan santainya berkata.

“Ribuan atau mungkin ratusan ribu pria menyukainya , jadi kau berharap aku mengatakan apa ?Wajar kalau kau menyukainya , wajah bak bidadari seperti , kaum Adam siapa sih yang sanggup menolaknya ? Hahaha”

Hatiku sakit saat itu , entah mengapa. Aku tidak marah hanya saja aku serasa ingin menulikan telingaku untuk tidak mendengar ucapan Kris barusan. Tapi itu seakan kodrat alami yang terpatri abadi.Aku hanya bisa terdiam di sofa dorm kami , sementara Kris berlalu. Tapi hati ini seakan sudah menetapkan empunyanya , dan aku hanya bisa berharap dan berharap. Harapan kosong yang menjulang tinggi , membuncah sesak di relungku.

Im Yoona..

Aku menyukaimu , noona ~

~

9 months ago

Semenjak debutku 3 bulan lalu , aku bagaikan mesin sekarang atau bahasa halusnya robot. Aku hanya bisa tidur 3 jam dalam sehari , aku harus tampil prima setiap kami tampil dan promosi , aku harus tersenyum semempesona , aku harus mengabaikan semua orang dan fokus pada debut . Memang inikah kehidupan indah para idola?

Tapi di lain sisi , aku merasakan setitik  rasa senang membuncah ketika para kaum Hawa meneriakkan namaku , mengatakan ‘Oppa’ ataupun ‘Saranghae’. Aku merasa bahagia ketika mereka berteriak kegirangan hanya karena aku melirik ke arah mereka , aku merasa bahagia ketika mereka memberikanku hadiah dan berkata aku idola mereka.Seakan jerih payahku mengorbankan masa indah remajaku terbayar sudah.

Pagi ini aku bersiap-siap melakukan Rehearsal terakhir sebelum memulai Konser SmTown pertama bagi kami , ini pertama kalinya kami secara langsung tampil di saksikan sunbae-sunbae yang lain entah itu menunggu giliran tampil atau hanya bersantai sesudah rehearsal. Entah mengapa aku menjadi gugup sendiri , ini bahkan tidak sebanding dengan kegugupanku ketika debut , karena faktanya aku benar-benar gugup sekali , mungkin karena ada Yoona sunbae yang duduk di barisan paling depan dengan Victoria , Sunny dan Jessica. Sial , aku merasakan kedua kaki melemas.

~

Konser malam ini sukses. Aku merasa bahagia sekali , sehingga aku menggila sendiri di atas panggung. Aku bisa melihat dengan jelas banner-banner beraneka ragam bertuliskan ‘EXO JJANG’ ataupun ‘Tao , please marry me’ dan itu membuat aku bangga , hilang sudah rasa lelah berlatih berjam-jam ataupun rasa kantuk karena jadwal yang membelenggu.Aku merasa utuh sebagai seorang idola,

Dan ketika itu juga aku melihat Yoona sunbae berjalan kearahku dengan banner bertuliskan ‘I TAO’ , ia seakan ingin memamerkan banner itu padaku.Aku merasakan senang yang teramat , aku bagaikan terbang ke surga , rasanya ada ribuan kupu-kupu berliukan bebas di relungku , rasanya ada bisika surgawi yang menyapa. Mimpi apa aku semalam , sampai-sampai hal ini bisa terjadi.

“Jadi sekarang kita berpacaran ?”tanyaku polos , aku bisa menangkap dengan jelas muka herannya yang tidak di lapisi make-up.Aku sendiri mencoba bersikap stay cool dan menyembunyikan senyum kegiranganku

“Ha?”

“Noona baru saja menyatakan cinta kan?”tanyaku sambil menunjuk banner itu , tawanya langsung meledak lepas. Aku seakan mati dalam pesonanya , sederatan gigi putih indahnya yang di padu dengan suara ketawanya yang khas.Anak-anak rambutnya yang kecoklatan terurai indah memabukkan , wajah malaikatnya.

“Kau masih kecil , tidak boleh cinta-cintaan , arra?”katanya berlagak bijak , sambil menepuk pundakku pelan. Rasanya seperti ada jutaan volt yang mengalir deras ke jantungku , aku merasa sesak berlebihan dan terbuai oleh mahkluk satu ini.

“Siapa bilang noon?”ucapku mendekat  dan ikut menyentuh tangannya di pundakku, aku bisa merasakan keterkejutan dari Yoona , sejenak bibirku membentuk sebuah senyuman indah.

~

Sejak saat itu aku menjadi dekat dengannya , awalnya kami hanya sering sharing hal-hal berbau pekerjaan , pengalaman . Aku yang memang tanpa di sengaja , belajar amat banyak dari dirinya. Mulai dari cara mengendalikan diri di panggung atau di hadapan fans bahkan ketika dirimu sakit luar biasa atau sedang mengalami masalah pribadi , mengendalikan fans yang berlebihan dengan cara yang bijaksana dan mengendalikan ego ketika sedang menjadi artis. Terlepas dari pada itu , Yoona memang memiliki kepribadian yang baik dan meyenangkan , ia bisa membaca suasana hatiku dengan baik serta mengerti bagaimana membuat aku selalu semangat dalam setiap harinya.

Tapi perlahan itu mulai lebih ke arah menyemangati satu sama lain , mengucapkan selamat pagi ataupun selamat tidur bagi satu dan yang lain.

 “Yoong , bolehkah aku memanggilmu seperti itu , rasanya lebih nyaman.”

Pada bulan kelima kami dekat , kami seakan sudah punya jadwal tetap bahwa setiap Rabu siang kami akan makan bersama di cafe Sment , titel yang melekat pada kami membuat aku dan Yoona tidak bisa bergerak bebas ataupun memilih tempat lain , selain ini. Akan ada bahaya mengancam jika kami ketahuan publik pergi berduaan. Tapi tidak masalah , kafe ini seakan mempunyai daya tarik tersendiri , kami tak pernah bosan.

~

“Yoong~ Apa air matamu bersembunyi ya? Kamu selalu terlihat tegar di antara yang lai , entah itu kebenaran. Tapi jika kau mau tunjukkan padaku , aku ingin menjadi tempatmu bersandar ketika kau menangis”

Semakin aku mengenal Yoona , semakin aku tau bagaimana sifat gadis ini. Ia adalah gadis baik hati yang tulus . Aku sering melihat Yoona berkorbam demi membernya yang lain. Ia adalah wanita yang tegar , dia bercerita bahwa seumur hidupnya ia hanya pernah sekali menangis yaitu ketika Ibunya meninggal.Ia tidak menangis ketika SNSD memangkan awards atau daesang sekalipun apalagi karena film atau drama.

Yoona tidak membenci hatersnya , ia justru menganggap haternya hanya orang-orang yang sebenarnya mencintainya dengan cara yang berbeda.Yoona tidak pernah mengeluh dengan berbagai macam kegiatan yang harus di jalaninya.

Aku benar-benar mencintai gadis ini.

Im Yoona..

Betapa memabukkannya pesonamu..

~

Entah mengapa , tiba-tiba aku ingin sekali berkencan dengannya. Tapi aku bingung kami harus ke mana.Aku bukan asli orang Korea , aku juga belum pernah berpacaran sebelumnya.
Aku benar-benar bingung harus bagaimana.Alhasil setelah browsing dan mempertimbangkan masak-masak , aku akan mengajak Yoona ke Taman Bermain.

Alasannya simpel,arena itu ramai dan orang-orang akan sibuk dengan permainan dan tak terlalu memperhatikan kami.

Butuh keberanian yang besar untuk mengatakannya pada Yoona , aku takut dia menolakku , aku takut dia menganggapku yang tidak-tidak , aku juga takut dia menjauhiku. Tapi akhirnya kata-kata ajakan tersebut bisa keluar juga dari mulutku.Yoona cukup lama terdiam , ia seperti berpikir keras,sama seperti yang aku lakukan sebelum mengutarakan hal ini padanya , ia pasti berpikir dari banyak perspektif.Sampai akhirnya dia menolaknya keras , dia berkata bahwa ia  sedang mempersiapkan debut America sementara aku sibuk shooting teaser untuk debutnya. Tapi aku membujuknya layaknya aku anaknya dan dia ibuku. Aku mengatakan kalau kami ketahuan dan tertangkap kamera , atau muncul skandal aku akan siap menghilang dari hidupnya.Tapi dalam hati aku merutuki hal tersebut , bagaimana aku bisa hidup tanpa dirinya.

Akhirnya dia mengiyakan…

~

Hari itu aku merasakan senang yang teramat sangat , walaupun masker syal dan jaket tebal yang mengurungku dari udara hangat musim panas membelenggu.Pada awal pintu masuk aku memberanikan diri menautkan jemari kami dengan alasan aku takut dia hilang di tengah keramaian,walaupun bibir indahnya di tutupi oleh masker,tapi aku bisa merasakan senyum terukir jelas di bibirnya.

Aku merasa utuh sebagai seorang lelaki.

~

“Selamat tinggal..”

Aku bisa merasakan suara lirihnya yang memecah heningnya ruang tunggu khusus Incheon Itl Airport , aku terpaku.Aku tak sanggup menatap gadis di depanku ini,aku tak berani membuka suaraku,aku merasa tak pantas memberikan pembelaan apapun itu.Aku yang bodoh,aku yang pengecut,aku yang bajingan.Jika tidak karena permintaan kekanak-kanakanku itu.

Dua minggu yang lalu foto-foto kami berpegangan tangan di taman bermain terkuak ke media.Wajahku dan Yoona menghiasi berbagai portal baik itu media cetak,elektronik maupun situs-situs internet.Berbagai macam cercaan dan hinaan mengalir deras bagi kami.Agensiku kaca begitu pula dengan situasi dorm,karena aku memang tak pernah menceritakan hal apapun tentang kami pada mereka.Baru pertama kali ini aku melihat Kris marah besar.Dia bilang dia kecewa padaku,dia bilang aku anggap apa dia sampai tak pernah satu katapun terurai tentang kami.

Aku di panggil ke ruangan Sooman Saem.Dia memarahiku habis-habisan.Dia bilang aku hampir saja merusak Debut Amerika SNSD dan Comeback EXO.Dia menceramahiku tentang bagaimana cinta adalah hal yang tabu bagi idola,dia mengungkapkan betapa sibuknya agendi membantah berbagai macam tuduhan dan sanggahan.

Aku menangis di depan Saem,ini pertama kalinya setelah aku debut.Dan bukan karena aku memenangkan awards atau apapun,tapi karena skandal kami.Aku minta jangan salahkan Dia memarahiku habis-habisan.Dia bilang aku hampir saja merusak Debut Amerika SNSD dan Comeback EXO.Dia menceramahiku tentang bagaimana cinta adalah hal yang tabu bagi idola,dia mengungkapkan betapa sibuknya agendi membantah berbagai macam tuduhan dan sanggahan.

Aku menangis di depan Saem,ini pertama kalinya setelah aku debut.Dan bukan karena aku memenangkan awards atau apapun,tapi karena skandal kami.Aku minta jangan salahkan Yoona,aku siap  di keluarkan dari EXO,aku siap menerima segala konsekuensi tapi jangan lakukan apapun pada Yoona.Setelah itu Saem berkata..

“Aku tidak melarangmu untuk jatuh cinta Tao,tapi tolong ingat baik-baik titel apa yang melekat padamu.Jangan dengan seenaknya kau mengatakan keluar dari EXO,kau itu idola.Pikirkan keputusanmu dari berbagai perspektif,pikirkan hyung-hyungmu,fans-fansmu,orangtuamu,Aku serta Yoona.Aku bukan benci padamu,tapi ku beritahu satu hal jangan sekali-sekali kau lepas mimpimu meskipun itu karena cinta,karena cinta yang tulus akan setia menunggu..”

~

First call for all the Cathay Pacific VIP seat departing to America please go to the plane

Aku beranjak dari tempat dudukku,aku dapat melihat dengan jelas butiran kristal bening itu jatuh leluasa menyusuri pipi tirus Yoona.Ini pertama kalinya kami bertatap muka semenjak skandal kami mencuat 2 minggu yang lalu.

Aku berujar dalam hati,aku benar-benar menyayangi gadis ini,aku mencintainya sepenuh hatiku,dan aku rela menunggumu sampai kapanpun itu selagi aku bisa untuk dirinya.Aku memandangya bukan sebagai seniorku lagi tapi sebagai wanita pilihanku,aku menautkan separuh hatiku untuknya dan aku juga telah menjadikannya yang terakhir.

Aku menariknya masuk dalam pelukanku,aku tahu dia pasti terkejut.

 “Pergilah , sampai kapanpun kau akan ku tunggu.” 

Times and age is just number

~

Find me : @reginasvs http://bubblyaeril.wordpress.com/

5 thoughts on “[FF Freelance] A Thousand Years (Vignette)

  1. oohh, dramatis…
    begitulah kehidupan seorang idola
    aku suka karena author tau bgt ttg idola, tapi menurutku kehidupan mereka mungkin jauh lbh burruuk, bukannya aku berpikiran negatif, itu hanya pendapat thor 🙂
    So… keep writing for all

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s