[FF Freelance] Baby Steps (Part 1)

baby steps

Tittle                      : Baby Steps

Author                  : @ulfahanum1 (DreamGirl)

Main cast             : Cho Kyuhyun , Tiffany Hwang

Support cast       : Kim Taeyeon , Lee Jinki , Jessica Jung , Lee Donghae

Rating                   : T

Genre                   : Romance , friendship

Length                  : Chapter

Disclaimer           : Annyeonghaseyo , ini udah FF keberapa author yaa ? -_- *amnesia* Jadi gini , FF ini menceritakan yeoja yang menikah dengan namja yang ga dicintainya . Entar lama kelamaan si yeoja mulai mencoba membuka hatinya dan menerima takdirnya sepenuhnya . Tapiii , ada satu masalah besar yang bakalan timbul . Oh ya, kunjungi juga wordpress author ne? (bluegreenfanfiction.wordpress.com)

Happy Reading

Tiffany Pov

Aku masih sibuk membersihkan sisa sisa make up didepan kaca. Sesekali aku melirik kearah namja yang tengah sibuk dengan ponselnya. Aku hanya bisa menghela nafas ketika menyadari bahwa namja itu sekarang sudah menjadi suami sah ku. Ya, namja itu bernama Cho Kyuhyun dan sekarang sudah menjadi suami sah bagi seorang Tiffany Hwang.

“Fany…” panggilnya dan aku melirik kearahnya.

“Waeyo oppa? ” tanyaku dan terus membersihkan wajahku dengan kapas yang sudah diberi cairan pembersih wajah.

“Ah, ani. ” elaknya dan kembali terfokus kearah ponselnya.

‘Apa apaan ini ?’ geramku dalam hati dan kembali menghadap kearah kaca.

Kalian harus tahu, bahwa pernikahan ini hanya sebuah pernikahan terpaksa tanpa didasari cinta. Aku sama sekali tidak mencintai seorang Kyuhyun yang begitu dingin dan selalu membuatku jengkel. Pernikahan ini hanya bukti betapa sayangnya aku kepada kedua orang tuaku yang selalu memaksaku untuk menikah dengan namja yang sudah dipilih orang tuaku. Dan kalian juga harus tahu, seminggu sebelum pernikahan dilangsungkan aku baru dikenalkan dengan namja yang akan menikahiku. Bukankah hidupku begitu malang?

Flashback

Tiffany Pov

“Yeon-ah, apa yang harus kulakukan? ” keluhku kepada Taeyeon sahabatku.

“Turuti saja kata eomma dan appamu. ” suruhnya dan tersenyum jahil.

“Apa maksudmu? aku tak mungkin menikahi namja seperti Kyuhyun oppa. ” elakku dan menghempaskan cangkir coffe yang akan kuteguk.

“Wae? Bukankah kyuhyun oppa baik? ” ujarnya dan menatap ku curiga.

“Tapi … Kau tahu kan aku tidak mencintai Kyuhyun Oppa melainkan …” ujarku yang langsung dipotong Taeyeon.

“Melainkan apa? kau masih mencintai Donghae oppa yang sudah berkhianat kepadamu? ” suara Taeyeon mulai meninggi.

“Ne, kau benar. Aku masih mencintai Donghae Oppa. ” suaraku mulai tercekat.

“Kenapa masih mencintai namja itu? Kau harusnya sadar Fany. Dia lebih memilih Jessica yang playgirl itu dibanding kau.” bentaknya lagi dengan suara meninggi.

“Ne. ” lirihku dan mencoba menahan tangisku.

“Sepertinya hari sudah semakin sore, aku harus segera pulang. ” pamit Taeyeon dan segera pergi.

Aku juga melangkahkan kakiku menuju pintu café dimana aku dan Taeyeon tadi berjumpa. Dengan berat hati aku menuju parkiran mobil dan menaiki mobilku sendiri. Aku mengendarai mobil dengan perasaan yang benar benar bimbang.

Sesampainya dirumah, aku berjalan dengan pelan agar kedua orang tuaku tidak menyadari kedatanganku. Tapi ternyata pemikiranku salah. Eomma dan Appa sudah duduk manis menanti kepulanganku.

“Tiff…” panggil eomma yang menyadari kedatanganku.

“Ne eomma? ” tanyaku dengan ragu.

“Duduklah. ” suruh Eomma. Aku hanya bisa menuruti perintah Eomma.

“Bagaimana? kau sudah memikirkan untuk menikah dengan Kyuhyun bukan? ” Tanya Appa dengan raut wajah penuh harapan.

“Aku belum memikirkannya Appa. ” jawabku polos dan menunduk tak mau melihat tatapan Appa.

“Wae? “ suara Appa mulai meninggi.

“Aku masih belum siap. ” ujarku lagi dan memegang ujung bajuku merasa takut dengan Appa dan Eomma.

“Kau masih berharap menikahi namja brengsek itu?” teriak Appa.

“Appa, jangan bicara seperti itu. ” aku mendongakkan kepalaku kearah Appa.

“Wae? Kau tidak suka? Tiffany, kau sudah dikhianati oleh namja yang bernama Donghae itu. Tapi kenapa kau masih tetap tidak bisa melupakannya? ” bentak Appa dengan mata yang sudah memerah menahan amarah.

“Yeobo…” ujar Eomma mencoba menengahi.

“Appa, aku masih butuh waktu untu berpikir.” isakku dan menggigit ujung bibirku.

“Waktu kau bilang? Ini sudah kesekian kalinya kau bicara seperti itu.” lagi lagi Appa berteriak kearahku.

“Kumohon beri aku waktu…” ujarku dan segera pergi meniggalkan Appa dan Eomma. Karena aku yakin, jika aku masih berlama lama disana, Appa dengan senang hati terus memaksaku sampai aku menyetujui apa maunya.

Bruuk ! Pintu kututup dengan kasarnya sehingga menimbulkan suara yang sangat keras. Aku terduduk lemas dibalik pintu dan menahan tangisku sebisa mungkin.

Keesokan harinya .

Cahaya matahari sedikit masuk melalui jendela kamarku dan membuatku mau tak mau terbangun. Aku langsung menuju kemeja rias. Dan benar saja, mataku bengkak karena semalam aku menangis sangat lama.

“Huuh.” dengusku kesal.

Hari ini aku ada janji lagi dengan Taeyeon, namun entah kenapa aku merasa tidak mood untuk pergi kemanapun. Setelah mencuci mukaku, aku mencari ponsel yang tadi malam entah dimana kuletakkan. Setelah bertemu dengan ponselku, tanganku benar benar lihai dalam mengetik sebuah pesan di layar ponselku yang touch screen.

To           : Taeyeon

Yeon-ah, hari ini kita batalkan saja. Aku benar benar tidak mood untuk pergi kemanapun.

Aku segera mengirim pesan itu kepada Taeyeon, dan tak lama setelah itu. Taeyeon membalas pesan dariku.

From     : Taeyeon

Wae? Tapi hari ini kita ada urusan mendadak fany.

Aku hanya bisa menghela nafas mengingat hari ini ada rapat mendadak dengan para karyawan café milikku dan juga Taeyeon. Tanpa basa basi aku langsung membalas pesan dari Taeyeon.

To           : Taeyeon

Mianhae, tapi bisakah kau memimpin rapat itu bersama dengan Yoona tanpa ada aku? aku yakin kau bisa yeon-ah. Hari ini aku benar benar tidak mood untuk kemanapun. Mianhae, jeongmal mianhae.

From     : Taeyeon

Baiklah , aku akan berusaha dengan Yoona.

Akhirnya Taeyeon menuruti kemauanku, aku meletakkan ponselku di meja rias dan kembali menghempaskan badanku keranjang. Sesekali aku menghela nafas dan berdecak kesal.

“Jika Donghae Oppa tak berkhianat, mungkin aku sudah menikah saat ini. ” lirihku dan menatap kearah luar jendela dengan tatapan kosong.

Aku terus menatap kearah luar jendela dan tersenyum simpul. Hati ini benar benar sakit. Mengetahui namja yang kita cintai lebih memilih yeoja yang playgirl dibanding dengan yeojachingunya. Helaan helaan nafas terus keluar dari mulutku hingga terdengar pintu kamarku terbuka.

“Agasshi, ini waktunya untuk sarapan. ” ujar seseorang yeoja paruh baya diambang pintu.

“Kim Ahjumma, hari ini aku sarapan dikamar saja. Bisa Ahjumma bawakan makanannya kesini? ” tanyaku kepada pembantu yang kupanggil Ahjumma diikuti dengan senyuman khasku.

“Baik Agasshi, akan segera Ahjumma bawakan. ” ujarnya dan menutup pintu kamarku kembali.

Bagaimana ini? Aku benar benar tidak ingin makan apapun mengingat masalah masalah yang terus berputar diotakku. Ahjumma yang tadi kusuruh membawakan sarapan kekamarku benar benar sudah meletakkan sarapan dimeja sebelah ranjangku.

“Gomapseumnida Ahjumma. ” ucapku dan tersenyum kearahnya.

“Ne agasshi. ” jawab Ahjumma itu dan melangkah pergi dari kamarku.

Aku hanya menatap makanan itu dengan tatapan kosong, entah kenapa perut yang dari tadi malam belum kuisi tidak merasa lapar sedikitpun. Mungkin perutku sudah kenyang karena ocehan ocehan Appa semalam dan juga masalah masalah yang harus kutelan dan kupendam sendiri.

Aku kembali membaringkan badanku dan membalikkan badanku menuju jendela kamar. Hatiku benar benar terasa gelap dan sepi walau cahaya mentari sudah menerangi kamarku seutuhnya.

“Tiff, hari ini eomma dan appa akan pergi ketempat Paman dan Bibi. ” ujar Eomma yang sudah didalam kamarku.

“Ne Eomma? ” tanyaku dan membalikkan badanku kearah Eomma.

“Hari ini Eomma akan kerumah Paman dan Bibi, nanti sore Eomma akan pulang. Arasso? jaga rumah! ” seru Eomma dan melangkah pergi. Aku hanya bisa mengangguk mengerti dan kembali melanjutkan kegiatanku yang sempat terganggu.

‘Berarti hari ini aku hanya sendiri dirumah’ geramku dalam hati.

Sekarang sudah waktunya untuk makan siang, tadi pagi aku sempat tertidur lagi. Mungkin karena kelelahan, aku melangkahkan kaki keluar dan terlihat beberapa orang pembantuku sibuk menyiapkan makan siang.

“Kim Ahjumma, hari ini aku makan siang dikamar saja. Tolong bawakan kekamarku. ” pintaku kepada salah seorang Ahjumma disana.

“Ne agasshi? makan dikamar lagi? ” Tanya Ahjumma itu.

“Hm. ” aku hanya menganggukan kepalaku dan kembali kekamar.

Sambil menunggu kedatangan makanan yang akan diantarkan oleh Ahjumma, aku pergi menuju kamar mandi dan membersihkan badan. Tadi pagi aku belum sempat mandi.

“Agasshi, ini makanannya… ” teriak Ahjumma dari luar.

“Letakkan saja dimeja rias! ” sahutku dari arah kamar mandi.

“Ne agasshi. ” jawab Ahjumma dan meletakkan nampan yang berisi makanan dimeja rias.

Saat aku keluar, aku hanya bisa tersenyum simpul melihat makanan yang sudah tertata dengan rapi dimeja rias. Namun, untuk kesekian kalinya aku tidak memakan makanan itu melainkan menatap dengan tatapan kosong.

“Aku tidak lapar. ” rutukku dan membereskan poniku.

Aku hanya menyuruh Ahjumma untuk mengantarkan makanan itu keatas, aku tak bermaksud untuk memakannya. Aku hanya mencoba menghargai usaha para Ahjumma yang sudah bersusah payah membuatkan makanan untukku.

Tiffany Pov

Author Pov

Setelah mengantarkan makanan untuk Tiffany, pembantu Tiffany yang dipanggil Tiffany dengan panggilan Kim Ahjumma langsung melesat menuju dapur.

“Kenapa murung? ” Tanya Lee ahjumma.

“Tiffany agasshi tidak memakan sarapan pagi tadi. ” seru Kim Ahjumma dengan raut wajah sedih.

“Jeongmal? Aigo.. Tiffany Agasshi..” cuap Lee Ahjumma.

“Aku harus melaporkan kepada Nyonya dan Tuan Hwang. ” ujar Kim Ahjumma dan menuju ruang tengah dimana ada telfon rumah disana.

Dengan cepat, Kim Ahjumma menekan nomor nomor yang menghubungi Nyonya Hwang.

“…..”

“Nyonya Hwang, Tiffany tidak memakan sarapannya…” ujar Kim Ahjumma.

“…..”

“Ne Nyonya, sepertinya dia tidak berselera untuk makan…” seru Kim ahjumma.

“……”

“Ne Nyonya Hwang..” Kim Ahjumma menutup panggilan itu dan kembali menuju dapur.

“Bagaimana? ” Tanya Lee Ahjumma.

“Kata Nyonya, dia akan mengirimkan seseorang untuk membujuk Tiffany agasshi makan…” Kim ahjumma tampak begitu senang.

“Ooh, kita tunggu saja siapa orang itu.” cuap Lee Ahjumma.

“hmm.” Angguk Kim ahjumma .

Beberapa saat kemudian, bel rumah Tiffany berbunyi. Kim Ahjumma dan Lee Ahjumma yang mendengar bunyi bel itu sontak bergegas menuju pintu rumah. Dengan sigap Kim Ahjumma membuka pintu itu. Tampak seorang namja bertubuh tinggi dengan senyuman khasnya berdiri disana.

“Annyeong Ahjumma…” sapa namja itu dengan lembut.

“Annyeong Kyuhyun-sshi. Silahkan masuk, apa kau yang disuruh Nyonya Hwang? ” Tanya Lee Ahjumma.

Ya, Cho Kyuhyun datang kekediaman Tiffany. Lee Ahjumma dan Kim Ahjumma yang sudah mengenal Kyuhyun cukup lama tampak begitu senang sama seperti dengan Kyuhyun.

Author Pov End

Kyuhyun Pov

Aku menekan bel kediaman Tiffany. Sekarang aku tengah berada dirumah Tiffany. Pintu rumah Tiffany terbuka, Kim Ahjumma dan Lee Ahjumma yang membukanya. Aku hanya bisa memamerkan senyumanku dan menyapa mereka dengan lembut.

Tadi ketika aku dirumah, Nyonya Hwang menelfonku. Dia menyuruhku untuk kerumah karena Tiffany tak mau makan dari tadi pagi. Segurat rasa cemas melandaku, karena aku takut sesuatu hal yang buruk akan terjadi dengan Tiffany yeoja yang selama ini kucintai namun ia lebih memilih Donghae Hyung sahabatku dulu ketika kuliah yang sudah berkhianat pada Tiffany.

Aku segera melangkahkan kakiku menuju kamar Tiffany, aku mengetuk pintunya berkali kali namun tak ada jawaban sama sekali. Aku menekan gagang pintu itu dan ternyata tidak dikunci.

“….” Aku hanya diam memperhatikannya yang sibuk mengeringkan rambutnya didepan kaca. Sepertinya dia tidak menyadari kedatangannku.

“Kim Ahjumma, ada apa? ” Tiffany mengeluarkan suara tanpa melihat siapa yang ada didalam kamarnya saat ini.

“Fany-sshi…” ucapku yang membuatnya kaget dan mengalihkan pandangannya kearahku.

“Kyuhyun Oppa? ” Tiffany tampak kaget dan segera berdiri.

“Annyeong…” sapaku dengan lembut dan mendekat kearahnya.

“Apa yang Oppa lakukan disini? ” tanyanya dengan raut wajah tak suka.

“Neo Eomma menyuruh Oppa kesini. ” jawabku dan semakin mendekat kearahnya.

“Eomma ? tsk…” umpatnya dan berdecak kesal.

“Kau kenapa?? ” tanyaku dan membereskan poni depannya dengan lembut.

“Aku tidak kenapa kenapa…” serunya dan memandangku dengan pandangan yang sulit diartikan.

Aku yang sudah selesai membereskan poninya langsung melangkahkan kakiku mundur dan melirik nampan yang berada dimeja dekat ranjangnya dan juga nampan yang berada diatas meja rias. Tiffany langsung menghempaskan badanya keranjang tanpa memperdulikan adanya kehadiranku saat ini.

Tiffany benar benar susah untuk diluluhkan hatinya, apa semua karena Donghae Hyung? Apa karena dia Tiffany seperti ini? Lebih menjadi tertutup dan dingin. Dan masalah pernikahanku dengannya. Semua itu bukan kemauanku, kebetulan saja Appaku dan Appa Tiffany sudah berteman lama. Dan mereka berdua menjodohkan kami berdua. Aku juga tahu Tiffany yang selalu menolak tentang perjodohan ini.

“Tiff…” aku kembali memanggilnya yang sekarang sudah membalikkan badanya dariku. Ya, dia membelakangi ku dengan posisi tidur.

“Hmm?? ” jawabnya namun tak memandangku.

“Ada sesuatu yang ingin aku bicarakan denganmu. ” ujarku dan duduk ditepi ranjangnya. Tiffany mengubah posisinya menjadi duduk sambil menatapku seolah olah mengatakan ‘silahkan-saja’.

“Kau belum makan dari tadi pagi bukan? ” tanyaku.

“….” Raut wajah Tiffany berubah menjadi kaget.

“Kenapa tidak makan? ” tanyaku lagi.

“Jika kau sakit bagaimana? “

“Oppa, aku ini bukan anak kecil! ” sungutnya.

“Tetapi kau bertindak layaknya anak kecil Tiff!! ” seruku kepadanya dengan wajah sedikit kecewa.

“Oppa….” Lirihnya pelan.

“Apa yang kau pikirkan sehingga kau seperti ini? ” ujarku mencoba mengorek penyebab ia menjadi seperti ini.

“Oppa masih bertanya eoh? Ini semua gara gara Oppa. ”

“Na ? Wae ?”

“Karena Oppa , ini semua karena oppa .” Tiffany mulai terisak .

Aku hanya bisa menghela nafas dan menarik Tiffany kedalam dekapanku .

“Tiffany , maafkan aku . Aku tahu ini semua karenaku . Ini semua karena perjodohan kita .” lirihku dan mengelus rambutnya .

“ne , ini semua karena Oppa…” erangnya dan memukul dadaku .

“Jika kau tak ingin , aku bisa membicarakannya dengan Appaku . Tapi kumohon jangan menyiksa dirimu sendiri seperti ini.”

“Oppa . kenapa kau melakukan ini ?”

“Tiffany , apa kau harus tahu bagaimana perasaanku kepadamu ?” ujarku yang membuatnya melepaskan pelukannya dan menatapku bingung .

“Aku mencintaimu , sangat sangat mencintaimu . Hidup adalah sebuah pilihan . kau harus bisa memilih yang terbaik bagimu . Kau tak mungkin terus bergantung pada Donghae hyung .” lirihku dan mencoba tersenyum seperti biasanya .

“Kau benar oppa . aku tak mungkin terus mengharapkan Donghae Oppa .” keluhnya dan menundukkan kepalanya .

“Menikahlah denganku , aku akan mencoba melindungimu . Aku berjanji .” seruku yang membuatnya mendongakkan kepalanya dan menatapku tak percaya .

“Apa oppa benar benar akan memegang janji oppa sendiri ?” tanya Tiffany ragu .

“Ne , demimu Tiffany .” ucapku dan mengelus kedua belah pipinya dan mengecup bibirnya singkat .

Setelah aku mengecup bibirnya dia tampak tersenyum dan wajahnya sangat memerah . apa perlakuan ku terlalu berlebihan kepada calon istriku sendiri ? kupikir tidak .

“Aku akan menikah dengan oppa .” ujarnya mantap dengan senyuman eyes smilenya .

“Jinjja ?”

“Hmm .” angguknya cepat .

“Kalau begitu sekarang kamu harus makan . Aku tidak ingin kamu sakit .” aku mengambil nampan yang berisi makanan diatas meja rias dan mulai menyuapinya .

Kyuhyun Pov End

Wedding Day

Tiffany Pov

Aku masih melirik penampilanku didepan kaca . Aku tak percaya dengan apa yang aku lihat saat ini . Aku tampak sangat berbeda dengan gaun pernikahan ini . Aku terus berdecak kesal karena bodohnya aku mau menerima pernikahan ini . Aku merutuki diriku sendiri saat mengucapkan kata kata “aku akan menikah dengan Oppa” . Ya tuhan , apa aku sudah memutuskan urat Maluku seutuhnya ? Dan satu hal lagi , aku masih tak yakin dengan perasaan Kyuhyun kepadaku saat ini . Apa dia benar benar mencintaiku atau hanya akan mempermainkanku saja ?

Tiba tiba pintu tempat ruang rias ini terbuka , saat aku menoleh kebelakang tampak namja dengan senyuman hangatnya menyapaku . Aku hanya menghela nafas dan berjalan menuju arahnya .

“Yeoppo .” gumamnya dan menatapku lekat .

“Gomapseumnida oppa .” jawabku dan mencoba tersenyum ramah .

“kajja , sekarang kita harus kegereja untuk menikah .” ajaknya dan meraih lenganku .

Aku hanya bisa menuruti apa kemauannya . Andai saja Kyuhyun Oppa tahu bagaimana perasaanku . Ah , aku tidak boleh menyesal . Aku harus yakin bahwa Kyuhyun Oppalah yang akan menjadi cinta sejatiku .

Flaschback End

Tiffany Pov

Aku yang sudah selesai membersihkan wajah langsung duduk ditepi ranjang , kuperhatikan Kyuhyun Oppa yang sudah akan beranjak pergi .

“oppa oddiga ?” tanyaku heran .

“Oppa akan tidur diluar saja ,Oppa tahu kamu pasti tidak merasa nyaman tidur dengan Oppa .” jawabnya sambil menekan knop pintu .

“Tidak Oppa , tidurlah disini . Aku yakin Oppa tidak akan melakukan hal hal aneh .” suruhku dengan mantap . Sebenarnya aku masih ragu namun aku harus bersikap seperti ini kepadanya . Aku juga masih takut dengan malam pertama . Aku yakin , Oppa tidak akan melakukan apapun kepadaku .

“kamu yakin ?” tanya Kyuhyun Oppa .

“hmm .” desahku pelan dan beranjak tidur diranjang .

Aku membelakangi suamiku sendiri , aku takut tidak bisa tidur jika menatapnya . Tapi yang aku takutkan benar benar terjadi . Aku tidak bisa tidur . Sedari tadi aku merasa risih . Sedangkan Oppa sudah terlelap tidur . Aku membalikkan badanku menatap Kyuhyun Oppa tidur . Begitu damai saat Oppa tertidur .

“Oppa , maafkan aku karena belum bisa membuka hatiku untukmu .” gumamku dalam hati sambil tersenyum tipis .

Saat aku menatap Kyuhyun Oppa dalam dalam , Kyuhyun Oppa terbangun dan itu membuatku sedikit kaget .

“Kamu belum tidur ?” tanyanya dan menatap ku bingung .

“Ne , aku tidak bisa tidur .” jawabku dan menghindari tatapannya .

“Kamu masih takut aku akan berbuat hal hal aneh ?” Kyuhyun Oppa meraih tanganku .

“Ne oppa .” sahutku dan mengggigit ujung bibirku sendiri .

“Tidurlah .” suruhnya sambil mendekat kearahku dan memelukku . Ya tuhan , aku bisa merasakan debaran jantung Kyuhyun Oppa yang sangat kencang . Tapi aku juga merasa nyaman seperti ini . Dan akhirnya aku terlelap tidur hingga esok pagi .

Keesokan harinya .

Aku terbangun dari tidur lelapku , aku sedikit melirik kesebelah dan betapa kagetnya aku menyadari bahwa Kyuhyun Oppa sudah tidak ada . Aku sedikit sempoyongan menuju kamar mandi . Aku mencuci wajahku , aku sedikit berdecak kesal ketika melihat mataku yang bengkak mungkin karena tadi malam terlalu larut untuk tidur .

“Aissh .” dengusku pelan dan melap sisa sisa air diwajahku menggunakan handuk .

Aku kembali menuju kamarku dan mengikat rambut panjangku ini sembarangan , aku segera bergegas menuju keluar kamar mencari sosok namja yang sudah menikah denganku .

Aku tersenyum tipis saat melihat namja yang kucari tengah sibuk bergelut dengan pisau dan beberapa buah sayuran didapur . Ingin aku mendekat kearahnya dan membantunya , namun keegoisannku membuat aku harus mengurungkan semua niatku itu . Saat aku berbalik badan , terdengar rintihan dari arah dapur .

“Aaah .” ringis Kyuhyun Oppa .

Aku segera berlari menuju dapur dan melihat ceceran darah diatas sayuran yang akan dipotongnya .

“Gwenchanayo ?” tanyaku yang sudah mulai panic karena sedari tadi darah segar terus mengalir .

“Gwenchana Tiffany .” jawabnya namun masih terlihat raut wajah Kyuhyun Oppa yang menahan sakit .

Apa yang harus kuperbuat ? aku tidak begitu ahli dalam hal hal seperti ini . Namun dengan penuh yakin aku memasukan ujung telunjuk Kyuhyun Oppa kedalam mulutku . Setelah selesai , aku mengeluarkan telunjuknya dan bergegas mencari plester didalam kotak P3K . Aku masih sibuk mengobati luka di telunjuk Kyuhyun Oppa dan Kyuhyun Oppa hanya diam sambil mengamatiku .

“Selesai .” seruku dan melemparkan senyuman khas milikku .

“Gomawoyo .” ujarnya dengan senyuman merekah .

“Biar aku yang melanjutkannya .” ucapku dan bergegas mengambil pisau untuk segera memotong sayuran .

“Andhwae !” tahan Kyuhyun Oppa .

“Waeyo ?” tanyaku dengan polos .

“Biar aku yang membuat sarapan untuk istriku .” jawabnya dan segera memotong sayuran itu .

“Oppa tidak kekantor ?” tanyaku seraya menyiapkan dua cangkir coffe .

“Geurom .” jawabnya singkat .

Tanpa terasa bibirku terus memaksaku untuk tersenyum , melihat suamiku yang benar benar perhatian kepadaku . Sesekali aku mengutuk diriku , entah sampai kapan aku akan menutup hatiku dan entah kapan hatiku ini terbuka untuk seorang Kyuhyun .

“Ayo makan .” cuap Kyuhyun Oppa .

“Hmm .” aku mengangguk cepat dan memakan sarapan yang dibuatnya .

———–

Sekarang aku membereskan ruang makan yang lumayan kotor . Aku paling tidak bisa melihat sesuatu yang kotor .

“Tiffany , Oppa akan segera berangkat .” teriak seseorang yang kuyakini Kyuhyun Oppa .

Aku sedikit berlari kearahnya dan tersenyum ramah .

“Ne oppa .” jawabku dengan singkat .

Aku memperhatikan Kyuhyun Oppa yang tengah memasang dasinya , ingin rasanya untuk memasangkan dasi itu . Tapi semuanya terasa tertahan , alat gerakku memaksaku untuk tidak memasangkannya .

“Oppa pergi dulu .” pamitnya dan mendekat kearahku .

Kyuhyun Oppa mengecup kedua belah pipiku dan juga keningku kemudian pergi untuk kekantor . Saat oppa mengecupku tadi , entah kenapa aku merasa biasa biasa saja . Apa karena hatiku yang masih terpaut oleh cinta Donghae Oppa ? Aku bingung .

Tiffany Pov End

Kyuhyun Pov

Saat aku memasang dasi tadi , aku terus berharap Tiffany akan memasangkannya untukku . Namun ternyata sebuah harapan memang hanya akan menjadi harapan . Tiffany sama sekali tidak memasangkannya untukku . Tiffany hanya menatapku tanpa membantu sedikitpun . Aku benar benar merasa kecewa , ingin aku mengatakan kekecewaanku didepan Tiffany tetapi aku tidak bisa .

“Aaaaaah !” erangku frustasi dan merem mendadak mobilku .

“Tiffany , tidak bisakah kau bersikap layaknya seorang istri biasa ? Aku juga ingin merasakan disayangi oleh istriku sendiri . Sampai kapan kau akan menutup hatimu ?” teriakku dan memukul kepalaku sendiri dengan keras .

“Tiffany , kenapa hanya Donghae Hyung yang ada dihatimu ?” lirihku dan menggas mobilku lagi .

———–

Aku sudah sampai dikantor dimana aku bekerja . Tampak beberapa karyawan menyapaku dengan senyuman hangat mereka . Dan banyak juga karyawanku yang memberikan selamat atas pernikahanku .

“Sajangnim .” sapa sekretarisku diambang pintu ruanganku .

“Ada apa ?” tanyaku blak blakan .

“Ada surat undangan untukmu .” serunya sambil menyodorkan surat undangan itu .

“Undangan ? Undangan apa ?” tanyaku lagi dan memandangan undangan itu dengan bingung .

“Changmin salah satu sahabat Sajangnim datang kesini kemarin dan menyerahkan ini . Dia bilang ini undangan pernikahannya dengan Sooyoung .” ujar sekretarisku panjang lebar . Dengan segera aku membukan undangan itu . Dan benar saja , diundangan tertera nama Changmin dan juga Sooyoung . Aah , mereka akhirnya menikah juga . Syukurlah , ini artinya hanya tinggal Minho saja yang lajang . Tidak , dia tidak lajang melainkan masih dalam proses untuk ketingkat pernikahan . Setelah sekian lama aku membaca undangan itu aku mengucapkan terimakasih kepada sekeretarisku dan bermaksud pergi . Tetapi , perkataan sekretarisku kembali membuat langkahku terhenti .

“Changmin bilang , istri sajangnim harus ikut .” serunya . Aku terdiam namun sesaat setelah itu aku menganggukkan kepalaku .

Selama dikantor , pikiranku terus melayang memikirkan bagaimana cara meminta Tiffany ikut denganku kepernikahan Changmin dan Sooyoung hari ini . Haah , kenapa Changmin terburu buru member undangan ini ? Apa aku harus menelfon Tiffany ? itu bukan jalan yang bagus , sebaikanya aku pulang saja dan membicarakan ini dengannya .

“Sajangnim oddiga ?” tanya sekretarisku .

“Tentu saja pulang . aku tidak bisa meninggalkan istriku sendirian dirumah .” candaku dan sekretarisku itu hanya tersenyum sambil menahan tawanya .

————

Aku kembali menuju rumahku , aku terus mengotak atik pikiranku bagaimana cara mengatakannya pada Tiffany . Apa aku harus memohon ? Tidak tidak . Aku menggelengkan kepalaku menghilangkan pemikiranku tadi .

Saat aku sudah sampai dirumah , dengan ragu aku melangkah menuju rumah . Rumahku tampak sangat sepi , apa Tiffany tidak dirumah ? aku melangkah menuju kamar , kudapti Tiffany tengah tertidur pulas . Segores senyuman tipis terukir dibibirku . Ingin rasanya aku membangunkannya , namun niat itu aku harus urungkan . Melihat wajahnya yang sangat lelah itu membuatku tidak tega . Aku kembali menutup pintu kamar dan duduk disofa . Aku merebahkan badanku diatas sofa , tanpa kusadari aku tertidur disofa .

Kyuhyun Pov End

Tiffany Pov

Aku memutuskan untuk dirumah saja saat ini , aku tidak ingin pergi kemanapun . Lebih mengasikkan jika berkurung saja dirumah ini . Walau Taeyeon dan juga Yoona sedari tadi terus menerus memaksaku untuk ke café , aku hanya bisa menolak dengan alasan aku sangat lelah . Aku melirik jam yang tergantung didinding . Sekarang sudah jam 12 siang . Aku sangat sangat mengantuk , membuatku mau tak mau menutup mataku untuk beristirahat sejenak .

———-

“Hoaaam .” gumamku dan sedikit menggeliat . Lagi lagi aku melihat jam yang tergantung didinding . Sekarang sudah menunjukkan pukul 2 siang , ini artinya aku tertidur selama 2 jam . Dengan sedikit sempoyongan aku berjalan menuju keluar kamar . Aku berencana mengambil segelas minum didapur . Tapi tunggu dulu , sepertinya aku menangkap sosok Kyuhyun Oppa yang tengah tertidur disofa . Sejak kapan dia pulang ? Kenapa dia tidak membangunkanku . Aku meminum segelas air dan kembali kekamar mengambil bantal untuk Kyuhyun Oppa . Pasti pundaknya akan sakit jika tidur tanpa bantal .

“…..” aku sedikit bingung , bagaimana cara menyuruh Kyuhyun Oppa untuk memakai bantal ini . Dengan ragu aku duduk ditepi sofa dan mengangkat kepala Kyuhyun Oppa . Kuselipkan bantal dan setelah itu aku kembali meletakkan kepala Kyuhyun Oppa diatas bantal . Kalau seperti ini , Kyuhyun Oppa tidak akan sakit pundaknya .

“Tidur yang nyenyak .” bisikku dan melesat pergi .

“Hoaaaaam .” langkahku terhenti seketika , sepertinya Kyuhyun Oppa bangun .

“Oppa sudah bangun ?” tanyaku saat membalikkan badan .

“Eoh .” Kyuhyun Oppa menggaruk tengkuknya yang tak gatal dan merubah posisinya menjadi duduk . Aku juga membiarkan badanku duduk disebelah Kyuhyun Oppa .

“Tiff , bisakah kamu menemani Oppa kesebuah acara ?” tanya Kyuhyun Oppa .

“Oddigaseyo ?” tanyaku balik .

“Changmin dan juga Sooyoung menikah hari ini . Dia menyuruhku datang denganmu . Otte ?” tawar Kyuhyun Oppa dan berharap harap cemas .

‘Changmin Oppa dan Sooyoung menikah , ini artinya akan ada Donghae dan juga Jessica .’ batinku sambil memikirkan apa aku harus menerima tawaran Kyuhyun Oppa atau tidak . Jika aku menerimanya , aku pasti akan bertemu dengan Donghae dan juga Jessica . Geundae , jika aku menolak tawaran Kyuhyun Oppa . Pasti Kyuhyun Oppa akan merasa sedih . Terpaksa aku mengikuti kemauan Kyuhyun Oppa .

“Geurae , aku akan ikut .” jawabku singkat sambil melemparkan senyumanku .

“Jeongmalyo ? Aah , gomawoyo Fany-ah .” ujar Kyuhyun Oppa yang tampak senang dan memelukku singkat . Aku hanya bisa tersenyum tipis , inilah yang harus kulakukan untuk semuaku sendiri .

Aku sudah mulai bersiap siap untuk menuju pernikahan Changmin dan Sooyoung . Aku membersihkan badanku . Dan memakai dress selutut berwarna kuning . Tiba tiba kenangan tentang Donghae Oppa kembali bermunculan diotakku . Aku menjatuhkan alat rias yang sedang kupegang .

“ottokhe ?” lirihku pelan dan memunguti alat rias itu .

Kumohon , jangan pertemukan kami dengan Donghae dan juga Jessica .

Kreek ! Pintu kamar kembali terbuka . Kyuhyun Oppa tersenyum ramah dan mengajakku agar segera pergi . Aku hanya menurut dan meraih tas sandangku sebelum pergi .

————

Aku hanya bisa diam dan diam diatas mobil . Suasana sangat hening disini . Untuk kesekian kalinya , aku merasa takut . Takut akan bertemu dengan Donghae Oppa dan juga Jessica . Kyuhyun Oppa yang menyadari dengan ketakutanku langsung mencoba menenangiku .

“Tidak usah takut , bukankah Oppa bersamamu ? Tidak usah hiraukan Donghae Hyung dan juga Jessica jika bertemu .” ujarnya dan kembali terfokus menyetir .

“Ne Oppa . Aku akan berusaha .” sahutku dan menatap  keluar jendela dengan pandangan kosong .

Cukup lama waktu yang dibutuhkan kesini , sekitar 20 menit lebih . Kyuhyun Oppa turun dari mobil dan dengan sedikit berlari menuju pintu dimana aku akan keluar . Kyuhyun Oppa membukakan pintu . Aku keluar dari mobil dan menunggu Kyuhyun Oppa .

“kajja .” ajak Kyuhyun Oppa . Aku terdiam saat melihat pasangan yang berada didepan kami bergandengan dengan mesra . Kyuhyun Oppa meraih tanganku dan menyangkutkannya dilengannya .

“Gomawo Oppa .” lirihku pelan dan mulai memasuki gedung dimana Changmin dan Sooyoung menikah .

Disini sangat ramai , semua orang menatapku bingung saat ini . Aku merasa risih dan menundukkan kepalaku . Kyuhyun Oppa sepertinya langsung menyadari bagaimana reaksiku hanya tersenyum tipis dan menyuruhku untuk mengangkat kepalaku .

“Hyung , “ sapa Minho salah satu sahabat Kyuhyun Oppa yang kebetulan juga kenal denganku .

“Ne .” jawab Kyuhyun Oppa .

“Noona Annyeong .” sapanya kearahku , aku menganggukan sedikit kepalaku . Kuperhatikan yeoja yang tengah bersama dengan Minho . Yeoja ini hanya melemparkan senyuman manisnya kearahku . Apa ini yeojachingu Minho ? mungkin saja .

“Annyeonghaseyo , Jung Soojug imnida .” ujarnya memperkenalkan diri .

“Annyeonghaseyo . Tiffany Hwang imnida .” balasku dan kembali tersenyum ramah .

“Fany , Minho bilang disini ada Donghae Hyung dan juga Jessica . Jika mereka menghampiri kita . Terus genggam tangan Oppa ne ? “ aku terbelalak kaget . Donghae Oppa dan Jessica disini ? apa yang harus kuperbuat .

Tak berapa lama setelah itu , kurasakan tangan hangat seseorang memukul pundakku . Tangan hangat ini ? Milik Donghae Oppa bukan ? Aku dan Kyuhyun Oppa segera membalikkan badan . Ternyata benar dugaanku , Donghae Oppa berada tepat didepanku saat ini bersama dengan yeojachingunya Jessica .

“Annyeong Hyung , Jess .” sapa Kyuhyun Oppa singkat . Terkesan dingin . Aku sudah mulai menggengam tangan Kyuhyun Oppa . Mulutku terasa terkunci tak bisa mengucapkan saapan ramah seperti biasanya . Senyuman Donghae Oppa membuatku kembali merasakan sakit hati yang mendalam dan juga sahabat baikku dulu , Jessica . Dulu kami berempat lebih tepatnya aku , Taeyeon , Jessica dan Yoona bersahabat . Namun hanya karena seorang namja aku dan Jessica lebih terkesan menjauh . Jika bertemu , kami akan hanya tersenyum satu sama lainnya .

“Tiffany . Annyeong .” sapanya berbarengan . Sangat kompak sekali . Untuk kesekian kalinya aku menganggukan kepalaku . Kenapa suasana disini sangat menegangkan ? Aku menangkap tangan Jessica yang tengah terkalung indahnya dilengan Donghae Oppa . Ini semua semakin membuat rasa sakit hatiku yang dulu kembali bertambah . Aku memperkuat genggamanku ditangan Kyuhyun Oppa . ‘Kyuhyun Oppa , jebal …. Bawa aku pergi dari sini .’ batinku dan mencoba rasa sesak didada ini .

Tiffany Pov End

Author Pov

Tiffany hanya bisa diam membisu sedangakn Kyuhyun , Jessica dan Donghae sibuk berbincang . Tiffany terus memperkuat genggamannya . Ini tandanya dia sudah tidak bisa berlama lama disini . Kyuhyun menatap sekilas Tiffany . Kyuhyun menangkap manik manik mata Tiffany sudah mulai bergenang dengan air mata . Tiffany terus berusaha menahan air matanya dan kembali memperkuat genggamannya ditangan Kyuhyun .

“Silyehamnida , kami harus segera pergi .” ujar Kyuhyun dan membawa Tiffany pergi dari gedung tempat pernikahan ini .

Kyuhyun merasakan bagaimana sakit hati Tiffany saat ini . Kyuhyun membawa Tiffany ketaman dekat gedung yang ada jembatannya . Kyuhyun perlahan melepas genggamannya . Tiffany menundukkan kepalanya . Dia malu , malu karena harus menangis didepan Kyuhyun . Pundak Tiffany naik turun karena tangisnya .

“Uljima .” lirih Kyuhyun pelan . Dia tak sanggup melihat yeojanya menangis sesegukan seperti ini .

“…….” Isakan demi isakan terus terdengar ditelinga Kyuhyun .

Kyuhyun merengkuh badan Tiffany yang sedari tadi menggigil karena tangis dan juga sakit hatinya .

“Uljima …” lirih Kyuhyun lagi .

“Oppa , na …” Tiffany memotong kata katanya .

“Aku membenci Donghae Oppa . Kenapa dia seperti ini kepadaku ? Apa salahku ? ini terlalu sakit Oppa . Sakit Oppa .” isak Tiffany dan tetap menangis sejadi jadinya dipelukan Kyuhyun .

“Mianhae … Mianhae …. Ini semua karena Oppa yang membawamu kesini . Jeongmal mianhae . jebal , uljimaseyo .” sahut Kyuhyun dan mempererat pelukannya .

“Oppa , jebal …. Buat Aku lupa dengannya Oppa … Ini terlalu sakit ..” ujar Tiffany lagi .

“Ne , Oppa akan membuatmu lupa dengannya . Oppa mohon , uljimaseyo .” pinta Kyuhyun lagi . Tiffany menyeka airmatanya walau sesekali masih turun .

“Oppa , berjanjilah ….” Belum Sempat Tiffany menyelesaikan perkataanya Kyuhyun sudah mengangguk dan menghapus air mata Tiffany yang mulai jatuh lagi .

“Mianhae … Saranghae~” ujar Kyuhyun dengan lembut dan mengacak rambut Tiffany pelan .

-TBC-

Note : Aaaaah . Molla molla . Gimana gimana ? Ini kali pertama bikin cerita yang kayak beginian . Dipart pertama ini masih belum tampak konflik yang sebenarnya . jadi tunggu part selanjutnya aja . Di part selanjutnya bakalan ada satu main cast lagi . Tinggalkan jejak . Gomapseumnida . ^^

40 thoughts on “[FF Freelance] Baby Steps (Part 1)

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s