I Love My Closefriend [Part 2]

i-love-my-closefriend

I Love My Closefriend Part 2

Author : Asafitri || Poster : bubbletea || Cast : 2PM Junho, Wonder Girls Sohee || Support Cast : 2PM Nichkhun and Wooyoung || Genre : Friendship, Romance || Lenght : Chapter || Ratting : PG-13 || Disclaimer : terinspirasi dari pengalaman cintanya si author(?) seluruh cast disini hanya milik tuhan, milik keluarga masing-masing, dan milik agensi masing-masing || Summary :  Seperti dugaan Nichkhun, Sohee memang gadis yang tidak bisa dibohongi. “Kau mencintai Junho kan? Kau harus bisa percaya pada Junho. Apapun perasaannya padamu, tapi dia pacarmu, jadi kau harus percaya kalau dia juga menyukaimu.” “Ne, gomawo Khunnie.” Ujar Sohee, kemudian menutup telepon.

Prolog || Part 1

# # #

Hari pertama…

“Pagi Sohee, semoga harimu menyenangkan.” Ujar Junho di depan pintu kelas, menyambut kedatangan Sohee yang memasang wajah curiga padanya.

“Kenapa wajahmu begitu?” tanya Junho. Sohee tak menghiraukannya. Dia terus berjalan menuju tempat duduknya.

“Ya Sohee! Ada apa denganmu?” tanya Junho lagi. Sohee pun duduk dikursinya dan memasang sebuah senyum simpul.

“Aku tidak apa-apa.” Ujarnya. “Mungkin hanya kurang tidur semalam.”

“Kenapa kau bisa kurang tidur?”

“Molla. Mungkin karena ake terlalu banyak memikirkanmu.”

“Memikirkanku?” tanya Junho tak percaya. Sohee hanya mengangguk.

“Kau jangan terlalu sering memikirkanku. Aku tahu aku ini keren, tapi kalau terlalu sering memikrikan kekasihmu sampai kurang tidur kan tidak baik.” Junho pun tertawa ringan.

‘Kau tidak tahu arti memikirkan-mu itu Junho. Maksudku adalah arti yang lain lagi.’ Batin Sohee.

# # #

“Ada apa lagi denganmu, Sohee? Dari tadi aku lihat kau sangat tidak bersemangat.” Ujar Nichkhun di kantin saat jam istirahat. Sohee hanya mengaduk-aduk ramyunnya.

“Junho, sikapnya sangat aneh padaku.”

“Aneh? Kenapa?”

“Dia semalam sama sekali tidak menelponku, sama sekali tidak mengirimku sms, ucapan selamat tidur pun tidak ada. Apa dia benar-benar menganggapku sebagai kekasihnya?”

“Tapi itu bukan berarti dia tidak mencintaimu Sohee. Bisa saja saat dia ingin menelponmu tapi sambungannya eror. Semalam kan kau dan aku sedang telpon-telponan. Atau mungkin, dia tidak punya pulsa untuk mengirimmu sms. Positive thinking saja ya.”

Mendengar itu, Sohee sedikit lega.

“Tapi Khun, aku punya firasat tidak enak.”

“Apa itu?”

“Molla. Hanya sebuah firasat tidak jelas.”

Nichkhun semakin bingung dengan perkataan Sohee.

“Ahh, sudahlah, lupakan saja. Ayo kita makan.” Ujar Sohee, seakan dapat membaca pikiran sahabatnya itu. Nichkhun hanya mengangguk.

Sementara itu di satu sisi kantin sekolah…

“Aku bilang juga apa, Sohee menyukai Nichkhun, bukan aku.” ujar Junho pada Wooyoung.

“Mana kutahu. Nichkhun bilang kalau Sohee menyukaimu, makanya dia mengajakmu main turth or dare.”

“Memangnya ada hubungan apa turth or dare dengan perasaan seseorang.”

“Aish kau masih belum mengerti? Sohee itu sering cerita pada Nichkhun kalau dia menyukaimu. Lalu agar Sohee merasa cintanya terbalas, Nichkhun mengajakku dan kau untuk main turth or dare, karena Nichkhun yakin kau pasti akan memilih dare. Saat kau memilih dare, kau harus menjadi kekasih Sohee, meskipun hanya seminggu. Kau mengerti sekarang?” jelas Wooyoung panjang pendek. Yang dijelaskan hanya mengangguk paham.

“Tapi, bagaimana jika waktu itu aku memilih turth?” tanya Junho polos.

“Entahlah, kau tanya saja pada si pembuat rencana.”

“Tapi kau kan juga terlibat dalam pembuatan rencana itu.”

Karena tidak tahu mau menjawab apa, Wooyoung hanya memakan rotinya. Sementara Junho menatapnya dengan perasaan aneh bercampur kesal.

“Kenapa kau menatapku seperti itu?” tanya Wooyoung.

“Tidak apa-apa. Memangnya aku tidak boleh menatapmu?”

“Boleh saja, tapi hati-hati, nanti kau bisa suka lagi padaku.”

“Heuung jangan sampai seperti itu. Aku masih normal.” Junho pun mengetuk tangannya ke meja, sementara Wooyoung memperhatikannya sambil terkekeh.

# # #

“Sohee, kau pulang dengan siapa nanti?” bisik Junho pada Sohee yang duduk didepannya saat pelajaran Wang Sonsaengnim berlangsung.

“Molla, eomma dan appa sedang keluar kota, jadi tidak ada yang menjemputku. Dan mungkin nanti aku dirumah sendiri.”

“Kalau begitu, nanti kau kuantar pulang. Aku juga ingin main ke rumahmu. Bolehkan?”

“Hm… baiklah.”

“Ciee, kalian aka berduaan saja dirumah Sohee?” tanya Wooyoung yang duduk satu bangku dengan Junho.

“Hei, jangan berpikir yang tidak-tidak!” Junho menjitak kepala Wooyoung.

“Jang Wooyoung! Lee Junho! Kalian sedang apa?” tegur Wang Sonsaengnim.

“Eh.. bukan apa-apa.” Sahut Wooyoung panik.

“Fokus pada pelajaran atau nanti aku akan menngurangi nilai kalian saat ujian.” Tegas Wang sonsaengnim, kemudian kembali menerangkan materi tentang hukum penawaran.

“Kau sih Woo!” ujar Junho geram.

Wooyoung hanya mengangkat bahu.

# # #

“Kau ingin makan apa?” tanya Sohee sambil mengobrak abrik kulkasnya.

“Apa saja yang penting masakanmu.” Sahut Junho sambil duduk di meja makan. Sohee hanya menghela napas.

“Hmm.. enaknya masak apa ya?”

“Memang kau bisa masak apa?”

“Semua jenis makanan aku bisa.”

“Kalau begitu, buatkan sushi untukku.” Canda Junho.

“Jadi kau menantangku?” sahut Sohee sambil memakai celemeknya. Junho hanya tersenyum evil.

“Iya, aku mau tahu seberapa enak masakanmu.”

Sohee menatap Junho dengan perasaan sebal “baiklah, aku terima tantanganmu.”

Sohee pun mulai memasak makanan yang ditantang Junho, sementara Junho hanya melihat tingkah Sohee sambil menahan tawa.

Tak lama kemudian, Sohee pun selesai memasak dan menyerahkan sepiring sushi pada Junho.

“Ini untukmu. Aku tidak tahu ini sesuai dengan seleramu atau tidak, tapi semoga kau suka.”

Junho pun mengambil salah satu sushi, kemudian memakannya.

“Eotte? Enak tidak?” tanya Sohee penasaran.

“Sushi ini… sushi ini.. sangat enak! Gomawo chagiya.” Ujar Junho. Sohee pun tersenyum malu.

“Junho… kau belum pernah memanggilku chagi?”

“Wae? Tidak boleh ya? Yasudah aku tidak akan memanggilmu dengan kata itu lagi.”

“Anni, bukan tidak boleh, maksudku, hanya sekali kau memanggilku dengan panggilan itu.”

Junho hanya terkekeh ringan. Sohee pun duduk di kursi depan Junho.

“Semalam kau kemana? Tidak menelponmu, dan juga tidak sms.”

“Itu.. aku.. em..”

“Kenapa?”

“Aku ketiduran! Ya semalam aku tidur jam 8.”

Mendengar alasan Junho, timbul sedikit kecurigaan pada Sohee. Apalagi Junho mengatakan itu dengaan ragu-ragu.

“Kau yakin?” tanya Sohee tak percaya.

“Kau tidak percaya padaku?”

Sohee hanya mengangguk.

“Wae? Untuk apa aku berbohong padamu?”

“Ekspresi wajahmu meragukan. Yasudah lupakan saja. Ayo kita makan lagi.”

‘Sohee, kau memang sulit untuk dibohongi.’ Gumam Junho dalam hati.

# # #

“Junho, sepertinya hujan tidak akan berhenti dalam waktu semalam.” Ujar Sohee sambil memandang kearah jendela. Hujan sore itu sangat deras, mengakibatkan Junho tidak bisa pulang.

“Hmm.. begitu ya. Lalu, bolehkah aku menginap disini?”

Sohee terkejut mendengar perkataan Junho barusan. “Mwo?! Menginap?”

Junho hanya mengangguk, kemudian berkata “boleh ya, lagipula diluar hujan deras sekali. Kau mau aku sakit? Lagipula besok kan hari sabtu.”

Sohee berpikir sejenak. “Ok, akan aku siapkan kamar tamu sekarang.”

Sohee pun segera menuju kamar tamu, sementara Junho hanya memandang keluar jendela.

‘Setidaknya, aku harus benar-benar mencintai anak itu.’ Pikirnya.

“Junho, kamar tamu sudah siap, kau bisa mandi pakai air panas dikamar mandi yang ada di kamar tamu.” Sohee menepuk pundak Junho.

“Ne, gomawo Sohee-ah.”

“Oiya, aku juga sudah siapkan baju ganti untukmu. Itu baju Minjun oppa yang tidak dia bawa ke Jepang, semoga pas untukmu.”

“Ne, jeongmal gomawo.”

“Baiklah kau mandi dulu, aku akan siapkan makan malam untuk kita berdua.”

Junho mengangguk setuju, kemudian masuk ke kamar yang dimaksud Sohee. Sementara Sohee berjalan menuju dapur.

Ha ha harujongil
Ni ni saenggak
Ppuniya ppuniya ppuniya ppuniya

Ponsel Sohee berdering. Ia lihat display name-nya sebelum dijawab.

“Halo Khun, ada apa?”

“Cuaca sedang hujan. Apa kau dirumah sendirian?”

“Anni, aku bersama Junho. Dia sedang mandi sekarang.”

“Mwo? Junho belum pulang?”

“Ne, dia akan menginap.”

“Hah? Menginap?”

“Ne, sudah ya, aku sedang masak, nanti hangus lagi. Bye.”

Klik.

Sohee menutup telponnya, kemudian melanjutkan aktifitas memasaknya.

Sementara di belahan kota Seoul yang lain, tampak Nichkhun sedang kebingungan.

“Junho sedang menginap dirumah Sohee? Tidak biasanya Sohee memutus telponku.” Gumam Nichkhun. Diapun mengambil sebuah foto yang ada di meja belajarnya.

“Cih, aku begitu bodoh.”

Tbc…

# # #

gimana? maaf ya author ngepost-nya kelamaan, sebenernya udah jadi dari dulu, cuma baru bisa di post sekarang, soalnya lagi sibuk sama promosi eskul *halah alesan*

maaf juga kalo misalnya kependekan hehe 😀

komen ditunggu ya, untuk nasib part selanjutnya(?)

25 thoughts on “I Love My Closefriend [Part 2]

  1. Ada apa ini? Khun gak boleh ninggalin perasaan dong ke Sohee! Kan dia yang bikin planya, dia juga bukan main castnya /plak/ *abaikan*

    Yasudah deh, aku ke next part lagi. hehehe~

  2. nickhun tuh suka ya sama sohee ??
    tp kan dia yg bikin permainannya..
    semoga akhirnya sama junho aja hehehe

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s