[FF Freelance] Baby Steps (Part 2)

baby steps

 

Title                       : Baby Steps

Author                  : @ulfahanum1

Main cast             : Cho Kyuhyun , Tiffany Hwang

Support cast       : Kim Taeyeon , Lee Jinki , Jessica Jung , Lee Donghae , Choi Minho , Krystal Jung

Rating                   : T

Genre                   : Romance , friendship

Length                  : Chapter

Disclaimer           : Disini ceritanya Tiffany udah mulai buka hati untuk Kyuhyun loh yaa. FF ini murni hasil otak sendiri. Jangan lupa tinggalkan jejaknya setelah membaca.

Previous part: Part 1

Happy Reading

Author Pov

“Oppa , berjanjilah ….” Belum Sempat Tiffany menyelesaikan perkataanya Kyuhyun sudah mengangguk dan menghapus air mata Tiffany yang mulai jatuh lagi.

“Mianhae … Saranghae~” ujar Kyuhyun dengan lembut dan mengacak rambut Tiffany pelan.

“Uljima, kau tahu betapa buruknya jika kau menangis ?” canda Kyuhyun dengan senyuman sendunya. Tiffany terdiam, ia mencoba tersenyum sekuat tenaganya. Dia tak ingin mengecewakan sosok namja yang ada didepannya sekarang ini.

“Oppa , terimakasih karena terus ada disampingku.” balas Tiffany dan kembali tersenyum.

“Ne, kau lelah? Bagaimana jika kita pulang saja ?” ajak Kyuhyun, sepertinya Kyuhyun tahu betul apa yang diinginkan Tiffany saat ini.

“Hmm, Apa oppa keberatan ?” sahut Tiffany.

“Ani , kajja. ” elak Kyuhyun dan langsung mengajak Tiffany segera pergi.

oOoOo

Dari kejauahan, sepasang mata sibuk memperhatikan Tiffany dan juga Kyuhyun. Senyuman sinis terukir begitu saja dibibirnya dan juga decakan kesal tak henti hentinya keluar dari mulut namja ini.

“Hah, jadi semuanya sudah berubah dan berbalik? Tiffanyku yang malang! ” sinis namja itu dan kembali menuju mobilnya. Dia pergi begitu saja setelah melihat Tiffany dan juga Kyuhyun tadi.

Dengan kecepatan yang melebihi batas maksimalnya, namja ini memecah kesunyian malam kota Seoul. Otaknya terus berpikir keras memikirkan apa yang harus dia lakukan agar bisa menyingkirkan Tiffany, seorang yeoja yang selalu melindungi musuh namja ini yang sebenarnya.

oOoOo

Sedangkan dipesta pernikahan Sooyoung dan juga Changmin, semuanya masih sibuk dengan urusan masing masing. Donghae dan Jessica contohnya, mereka berdua masih sibuk bercengkrama dengan orang orang yang ia kenali. Terlebih lagi, ini pesta pernikahan kedua sahabat mereka.

“Eonni ..” teriak Krystal yeojachingu Minho yang merupakan adik kandung dari Jessica.

“Eoh, kau kesini juga? Bersama Minho? ” tanya Jessica dan melirik sekilas adiknya. Krystal menganggukan kepalanya bahwa pernyataan Jessica benar. Baru saja dibicarakan, Minho sudah datang dengan 2 gelas minuman.

“Oppa, gomawo.” seru Krystal dan langsung meneguk minuman itu . Krystal menyipitkan matanya , dia terlalu bingung . Bingung dengan rasa minuman yang sulit dijelaskan . Minho terkekeh pelan , bagaimana tidak . Ini kali pertama untuknya melihat yeojachingunya bersikap lucu didepannya .

“Kami pergi dulu ?” pamit Jessica saat menyadari tangan Donghae sudah menariknya dari depan Krystal dan juga Minho .

Donghae terus menarik lengan Jessica keluar dari tempat pernikahan ini . Donghae menghela nafasnya membuat Jessica menatapnya lekat .

“Ada apa ?” tanya Jessica .

“Didalam terlalu pengap . “ jawab Donghae . Jessica baru menyadari betapa pengapnya didalam . Bayangkan saja , begitu banyak sahabat sahabat Changmin dan juga Sooyoung .

“…….” Jessica terdiam , ia merasakan Donghae menatapnya begitu dalam saat ini .

“Ada apa ?” tanya Jessica lagi . Donghae tersenyum tipis , tidak menjawab pertanyaan Jessica .

“Ada apa Oppa ?” Tanya Jessica ulang .

“Kiss me .” sahut Donghae dan menutup kedua matanya . Jessica tersenyum kecut dan dengan lekas menyium kilat bibir Donghae .

Chuu~ , sebuah ciuman kilat namun tulus telah diberikan Jessica untuk Donghae . Hening , suasana tiba tiba menjadi hening setelah kiss itu .

“Haah , akhirnya beberapa minggu lagi kita akan menikah .” teriak Donghae dengan semangat membuat Jessica tersentak kaget .

“Hmm . Aku bahagia .” balas Jessica dengan dingin . Beginilah Jessica , selalu bersikap dingin diluar namun hati yang dimiliknya sangatlah hangat . Tidak salah Donghae memilih Jessica .

“Geundae , Apa Fany masih membenciku ?” sambung Jessica dengan nada sedih . Jessica sedih karena harus melihat sahabat yang dia sayangi hanya bisa diam membisu seperti itu jika bertemu . Jessica tahu dia salah , namun cintalah yang membuatnya seperti ini . Lebih memilih percintaan dibanding dengan persahabatan yang sudah lama mereka bina .

Flashback

Jessica sedang berkemas memasukkan buku buku kedalam tas sandangnya . Sekarang dia sedang duduk ditaman kampus sambil mengulur waktu sebelum kelas dimulai . Tiba tiba saja , Tiffany , Taeyeon , dan juga Yoona datang . Jessica terbelalak kaget , seperti biasanya dia melemparkan senyuman tipis keketiga sahabatnya . Tapi mereka bertiga tidak membalas senyuman Jessica .

“Jess , katakan kepadaku kalau itu semua bohong ! Itu bohong bukan ?” teriak Tiffany diikuti dengan air mata yang sudah turun .

“Apa maksudmu ?” Jessica terlihat bingung dengan perkataan Tiffany tadi .

“Kau dengan Donghae Oppa berpacaran ? Itu bohong bukan ?” tanya Tiffany lagi . Sekarang raut wajah Tiffany sangat susah untuk dipahami . Sedih , kecewa , masam , semuanya menjadi satu .

“KATAKAN KEPADAKU ITU SEMUA BOHONG JESS !” suara Tiffany mulai meninggi . Tiffany mendorong bahu Jessica dengan airmata yang masih tetap turun .

“Wae ? Kenapa kau melakukan ini kepadaku hah ? Wae ? “ Tiffany memukul pundak Jessica dan menekan dadanya yang terasa sangat sesak . Ini terlalu sulit baginya , belum sempat bagi Tiffany melupakan Donghae namun ia harus menerima masalah besar lagi .

Ya , beberapa hari yang lalu Tiffany diputuskan oleh Donghae dengan alasan bahwa Donghae dan Tiffany sudah tak cocok lagi . Tiffany hanya bisa mengalah demi Donghae . Dia pikir jika seperti ini Donghae bisa mendapatkan cinta yang terbaik . Namun naasnya , Jessica sahabat Tiffany diam diam juga mencintai Donghae . Saat Tiffany sudah putus dengan Donghae , Jessica datang menghampiri Donghae dan menyatakan perasaan sesungguhnya terhadap Donghae . Ternyata , Donghae mau menerima Jessica . Dia pikir , Jessicalah cinta sejatinya yang sesungguhnya . Walaupun , Jessica sering disebut playgirl dikampus .

“Jawab aku ! Katakan bahwa itu semua bohong Jess !” pinta Tiffany dengan suara seraknya .

“Fany , mianhae . Tapi itu semua benar .” jawab Jessica dan bergegas membereskan perlengkapannya untuk segera pergi dari Tiffany , Taeyeon dan juga Yoona dimana ketiganya adalah sahabat Jessica .

“Ne ? Neo Micheosso ? Apa kau punya hati ? kenapa kau malah mencintainya dibelakangnku seperti ini ? APA MAUMU sebenarnya HAH ?” teriak Tiffany lagi .

“Aku hanya menginginkannya . Apa aku salah ? Ani , aku benar bukan ? Apa semua ini hanya kau yang boleh memiliknya ? “ balas Jessica tak kalah kuat .

“Jess !” sekarang Taeyeon yang sedari tadi diam akhirnya turun tangan .

“Waeyo ? Kau ingin membelanya ? Silahkan .” ketus Jessica dingin . Namun hatinya terasa memberontak . Kalut . Itulah kata kata yang cocok untuk mendeskripsikan bagaimana perasaan Jessica saat ini .

“Eonnie , jangan begini .” cegah Yoona , yeoja yang paling terkecil diantara berempat . Yoona mencoba menahan pertengkaran diantara mereka berempat ini .

“Tsk .” desis Jessica dan melangkah pergi begitu saja tanpa menghiraukan bagaimana keadaan Tiffany saat itu .

Semenjak saat itu , permusuhanpun dimulai . Hubungan Tiffany , Taeyeon , Jessica dan Yoona mulai merenggang . Bodohnya , hanya untuk percintaan mereka rela mengorbankan perasaan sahabat mereka sendiri .

Tapi pertengkaran itu tidak bertahan lama , beberapa bulan setelah itu . Tiffany dan Jessica semakin sering berjumpa walaupun mereka sudah lulus dari kampus . Tiffany tidak bisa menahan amarahnya lama lama kepada sahabatnya itu . Sesekali jika mereka bertemu , mereka akan saling melemparkan senyuman tipis pertanda semakin lama perasaan mereka semakin membaik .

Flashback End

“Lupakan yang lalu . Kurasa dia tidak membencimu lagi . Bukankah dia sudah memiliki Kyu ? Aku yakin dia akan cepat melupakanku .” balas Donghae seraya mengacak halus rambut yeojanya .

Author Pov End

Tiffany Pov

Akhirnya aku dan Kyuhyun Oppa kembali pulang menuju kediaman kami . Lelah , sangat lelah . Entah hatiku yang lelah atau badanku yang terlalu lelah . Kyuhyun Oppa sedikit berlari menuju pintu mobil dan membukakannya untukku . Aku segera keluar dari mobil dan langsung menuju pintu rumah . Membukanya perlahan namun pasti .

Buugh ! Aku menghempaskan badanku dengan kasar keatas kasur dan membiarkan helaan nafas kasar keluar dari mulutku . Kututup kedua kelopak mataku dan mulai mengingat kejadian beberapa saat yang lalu .

“Tiff .” suara Kyuhyun Oppa membuatku sektika langsung membuka kedua mataku .

“Eoh Oppa .” sahutku dan segera mengubah posisi menjadi duduk .

“Lekas ganti bajumu dengan piyama dan segeralah tidur .” suruh Kyuhyun Oppa dan kembali menutup pintu kamar . Sesaat aku tertegun , kenapa aku terlalu bodoh ? Kenapa aku masih belum bisa membuka hatiku untuk seseorang Kyuhyun Oppa yang selalu memperhatikanku ?

oOoOo

Akhirnya aku selesai mengganti bajuku dengan piyama tidur , aku keluar dari kamar berencana menuju dapur untuk mengambil segelas mineral . Kerongkonganku terasa kering sekali . Aku berjalan dengan pelan melewati ruang meja makan . Namun langkahku tiba tiba saja terhenti ketika melihat Kyuhyun Oppa sedang duduk diruang meja makan dengan kepala yang disandarkan keatas meja makan . Saat aku meliriknya , aku hanya bisa tertawa renyah . Kyuhyun Oppa tertidur .

“Lagi ..” gumamku dan menarik sebuah kursi disebelahnya agar bisa memperhatikan wajah damai malaikatku yang tengah tertidur lelap disebalahku saat ini .

“Oppa ..” batinku dan tersenyum tipis .

Tuhan , jika aku bisa mengulang waktu lagi .. Aku ingin dipertemukan pertama kali dengan Kyuhyun Oppa agar aku bisa bahagia dan tidak bersedih lagi . Tuhan , kupinta buatlah aku bahagia bersama Kyuhyun Oppa . Kumohon jangan membuatku sedih lagi , aku takut Kyuhyun Oppa bersedih karena aku yang bersedih .

“…..” aku menutup kedua mataku dan mengikuti kegiatan Kyuhyun Oppa . Tidur diatas meja makan bersama .

Tiffany Pov End

Kyuhyun Pov

Aku sedikit merenggangkan badanku dan melirik sekilas jam yang terpampang didinding . Deeg ! Darahku berdesir seketika melihat siapa yang tengah tertidur pulas disampingku . Tiffany , dia tidur disebelahku dengan sangat pulas .

“Kenapa tidur disini ?” ujarku pelan dan menggendongnya untuk dipindahkan kekamar . Terlalu dingin dimeja makan ini . Aku tak ingin dia jatuh sakit hanya karena meniru kebiasaan burukku ini .

“Mimpi yang indah .” lirihku pelan dan merebahkan bandannya diatas ranjang . Tak lupa , aku memberi sebuah kecupan hangat dikeningnya .

Aku beranjak dari ranjang bermaksud akan keluar untuk tidur . Tapi tunggu dulu , kurasakan tangan hangat Tiffany menahanku . Aku memandang kearah Tiffany dan menyadarinya sudah bangun dari tidurnya . Aku menalan ludah dalam dalam dan mencoba tersenyum seperti biasanya walau terlihat kaku .

“Oppa , gomapseumnida . Gantilah baju Oppa dan lekas tidur . Bukankah Oppa besok akan kekantor ? ” suruhnya . Ya tuhan , mimpi apa aku tadi ? Aku sangat senang diperhatikan Tiffany seperti ini . Benar benar membuatku terpukau .

“Ne .” balasku dan bergegas mengganti bajuku .

oOoOo

Baru saja aku keluar dari kamar mandi mengganti pakaian , aku sudah bisa melihat Tiffany tengah sibuk berkutik dengan ponselnya . Sepertinya dia tak menyadari kehadiranku .

“Fany , apa yang sedang kau lakukan ?” tanyaku penasaran .

“Igo Oppa .” Tiffany menyerahkan ponselnya kepadaku . Sebuah pesan yang belum dia sempat membukanya .

“Bukalah , ini pesan untukmu . Kenapa diserahkan kepada Oppa ?” tanyaku dan menyerahkan ponselnya kembali .

“Ani , Oppa saja yang baca . Aku sedang lelah untuk membaca pesan itu . Aku ingin lekas tidur . Sekarang sudah menunjukkan pukul 2 malam .” tolaknya dan menyelimuti badanku dan juga badannya .

“Kalau begitu tidak usah dibuka sekarang , besok pagi saja . “ sahutku dan meletakkan ponsel miliknya diatas meja .

“Geurae .” jawabnya dan kembali menutup matanya .

“Mimpi indah .” ujarku dan membelakanginya . Sebenarnya aku tidak ingin membelakanginya , namun inilah satu satu cara yang bisa kulakukan agar membuatnya nyaman .

“Oppa , jangan membelkangiku seperti itu .” keluhnya . Aku menatapnya lekat lekat dan tersenyum tipis . Dia membalas senyumanku dan menggenggam tanganku erat .

“…..” senyuman tipis terukir dibibirnya walaupun dengan kedua mata yang tertutup rapat .

oOoOo

Pagi cerah sudah menyapa kembali , aku memijit tengkukku yang terasa lelah . Aku membuka kedua mataku perlahan dan mendapati Tiffany masih disampingku tertidur pulas dan genggaman tadi malam masih belum dia lepaskan .

Kutarik lenganku  secara perlahan agar Tiffany tidak terbangun dari tidurnya . Ternyata aku salah , Tiffany menggumam pelan dan membuka matanya perlahan .

“Eoh , oppa .” sapanya dengan senyuman khas miliknya yang tak pernah tinggal .

“Mian Oppa membangunkanmu .” keluhku dengan raut wajah sedih .

“Na Gwenchana . Oppa mandilah , sekarang sudah pukul tujuh pagi . Biar aku yang akan menyiapkan sarapan .” ujarnya , Tiffany sesegara mungkin kekamar mandi mencuci wajahnya . Sembab . Kenapa wajahnya sembab begitu ? Apa setiap orang setelah bangun tidur akan memiliki wajah sembab seperti itu ? Mungkin saja . Tiffany menguncir rambutnya dan bergegas pergi kedapur untuk menyiapkan sarapan . Sedangkan aku juga dengan sigap menuju kamar mandi agar segara mandi dan bergegas menuju kantor . Hari ini , ada rapat penting yang harus kuhadiri jadi aku tidak boleh terlambat sedikitpun .

Kyuhyun Pov End

Tiffany Pov

Semalam sebelum aku terlelap tidur , aku sudah mematangkan hatiku untuk benar benar melupakan Donghae Oppa namja yang sudah menyakitiku . Dan aku harus berbahagia demi sahabtku , Jessica . Walau sakit hati itu masih membekas dihati , apa boleh buat lagi ? Ini semua demi kebaikannya juga . Aku juga sudah mematangkan hatiku untuk menjadi istri seorang Cho Kyuhyun dengan baik , aku ingin membahagiakan Kyuhyun Oppa yang selama ini selalu ada disampingku dan menyayangiku setulus hatinya . Aku harus membuka hatiku deminya .

Pagi sudah kembali datang dan menyingkirkan waktu malam secara perlahan namun pasti . Setalah bangun tidur aku menyuruh Kyuhyun Oppa untuk mandi sedangkan aku akan menyiapkan sarapan pagi untuk kami berdua .

“Apa yang harus kubuat ?” gumamku kebingungan , aku tidak tahu akan membuat apa .

Tiba tiba saja ponsel yang tadi kebetulanku bawa berdering menandakan ada sebuah panggilan . Tanpa melirik siapa penelfonnya aku langsung mengangkat telfon itu .

“Yeoboseyo .” sapaku ramah .

“Yeoboseyo . Ini aku Taeyeon .” balasnya , ternyata Taeyeon yang menelfonku .

“Waeyo Yeon ?” tanyaku dan mengambil beberapa bahan untuk membuat nasi goreng .

“Kau sedang apa ?” pertanyaan basa basi yang paling kubenci .

“sudahlah , to the point saja . Ada apa ? “ balasku , aku sudah hafal sekali bagaimana perangai sahabatku yang satu ini .

“Hahaha , Ne ne . Baiklah . Nanti jangan lupa ke Café ne ? “ ujarnya , aku memutar otakku . Memangnya sekarang hari apa ? Kenapa harus ke café ? Apa ada acara yang special di café ? Kurasa tidak .

“Café ? Memangnya sekarang ada acara apa ?” tanyaku lagi .

“Haah , aku hanya merindukanmu babo ! Jeongmal bogoshiepo . Semenjak kau menjadi seorang istri CHO KYUHYUN kau tampak terlalu sibuk dan melupakanku dan juga Yoona .” ujarnya dengan penekanan kata kata ketika menyebut nama Kyuhyun Oppa .

“Tsk , aku tidak melupankanmu dan juga Yoona . Hanya saja kau yang tidak pernah menghubungiku .” balasku dan mencuci sayuran . Sangat susah melakukan dua kegiatan sekaligus seperti sekarang ini .

“Haruskah aku yang menelfonmu terlebih dahulu ? Kau terlalu pelit .” keluhnya dari seberang sana .

“Hah , baiklah nanti aku akan ke café setelah Kyuhyun Oppa berangkat kekantor . Aku sekarang sedang sibuk menyiapkan sarapan . Annyeong .” kuputus panggilan itu dan meletakkan ponselku diatas meja .

Tapi tunggu dulu , sepertinya pesan tadi malam belum kubuka . Sebaiknya aku buka sekarang saja .

From     : No Name

Tiff , bagaimana kabarmu ? Kau tak merindukanku ? Aku sangat merindukanmu .

Pesan dari siapa ini ? Merindukanku ? Bahkan aku tidak tahu siapa pengirimnya . Sudahlah , lupakan saja . Sekarang aku harus fokus terlebih dahulu membuat sarapan untuk kami berdua .

Cukup lama aku membuat nasi goreng ini , sekarang rasa takut dan keraguan mulai menjalar ketubuhku . Aku takut Kyuhyun Oppa tidak suka dengan masakanku . Ada satu hal yang harus kalian ketahui , aku termasuk seseorang yang tidak terlalu pandai dalam hal masak memasak . Saat dirumah dulu sebelum menikah , aku sudah terbiasa dimasaki oleh Lee Ahjumma dan juga yang lainnya . Intinya aku bisa memasak namun tidak terlalu handal .

“Apa sudah selesai ?” tanya Kyuhyun Oppa . Seketika pandanganku langsung beralih pada Kyuhyun Oppa . Aku menganggukan kepalaku dan menarik sebuah kursi agar dia bisa duduk .

“Gomawo .” sahut Oppa dan mulai menyuapkan sesendok nasi goreng kedalam mulutnya . Aku belum bisa menyentuh makananku sebelum mendengar bagaimana reaksi Kyuhyun Oppa .

“Hmm , mashita .” gumam Kyuhyun Oppa membuatku menghela nafas lega .

“Jeongmal ?” tanyaku tak percaya dan Kyuhyun Oppa hanya menganggukan kepalanya .

“…..” aku tersenyum tipis dan mulai memasukan sesendok demi sesendok makanan itu . Dan ternyata benar , nasi goreng ini tak kalah enaknya dengan nasi goreng buatan Lee Ahjumma .

Kyuhyun Oppa melirik sekilas ponselku dan meraihnya segera . Darahku berdesir sektika . Aku takut Kyuhyun Oppa membaca pesan dari seseorang yang tak kukenali itu . Ah , bagaimana ini ? Kenapa aku seceroboh ini ?

Raut wajah Kyuhyun Oppa langsung berubah seketika , sepertinya ia benar benar membaca pesan itu .

“Oppa ….” Lirihku membuat Kyuhyun Oppa menatapku .

“Wae ?” tanyanya dengan raut wajah kecewa mungkin .

“Pesan itu … Anuu .. Aku tidak mengenal siapa yang mengirim pesan itu .” sambungku dengan ragu .

“Gwenchana .” jawab Kyuhyun Oppa dengan tenang .

“Lanjutkan saja makannya . Tenanglah , Oppa tidak marah .” ujarnya menenangkan hatiku . Benarkah dia tidak marah ? Kuharap benar .

Setelah selesai sarapan , Kyuhyun Oppa beranjak dari meja makan menuju kamar untuk mengambil dasi ketika aku sibuk membereskan piring piring kotor diatas meja . Aku kembali berjalan menuju kearah Kyuhyun Oppa yang akan memasang dasi . Aku mendekat kearah Kyuhyun Oppa dan memperhatikannya . Tanganku terasa gatal , gatal karena ingin memakaikannya untuk Kyuhyun Oppa .

“Oppa , bolehkah aku memakaikannya untuk Oppa ?” tanyaku dengan ragu .

“Hm ? Geurom .” jawaban yang membuat hatiku senang . Dengan hati yang penuh suka cita ini , aku pasangkan dasi Kyuhyun Oppa .

Deeg ! Baru sekarang aku bisa melihat rupa Kyuhyun Oppa dari dekat . Tampan , ya . Kyuhyun Oppa memang tampan , namun kenapa aku masih belum bisa menerimanya ? Aah , jebal … Aku ingin mencintai Kyuhyun Oppa dengan sepenuh hatiku tanpa ada paksaan . (Eaaaaaakk  #abaikan)

“Oppa , nanti aku akan pergi ke café . Apa boleh ?” tanyaku saat Kyuhyun Oppa memasang jasnya .

“Tentu saja . Hati hati ne ?” balasnya dan bergegas mengambil kunci mobil . Aku mengikuti langkah Kyuhyun Oppa dari belakang .

“Oppa , berhati hati dijalan . “ ingatku kepadanya dan memberikan sebuah kecupan hangat dikeningnya . Senyuman mengembang tampak di wajah Kyuhyun Oppa . Hanya sebuah ciuman , semuanya bisa berubah bukan ?

Sekarang , saatnya untukku berkemas untuk pergi ke Café karena Taeyeon dan Yoona sudah menungguku . Dengan sedikit tergesa gesa aku menuju kamar , mandi , mengganti baju dan merias wajahku dengan tipis . Tampil dengan sederhana .

oOoOo

Kukendarai mobilku sendiri menuju Café yang letaknya lumayan jauh dari kediamanku . Sambil menyetir , aku sedikit bersenandung .

Ciiit ! Tiba tiba saja mobilku mati mendadak membuatku panik seketika . Aku tahu , ini pasti akan semakin memperburuk keadaan .

“Aah .” erangku frustasi dan melangkah menuju depan mobil dan membuka bagian depannya . Serbuan asap saat aku membuka tutup mobil itu membuat nafasku terasa sesak .

“Sial .” dengusku kesal dan mencoba mencari masalah apa yang terjadi dengan mobilku . Apa karena belum diservis bulan ini makanya mobilku seperti ini ? Aku mencari ponselku yang ada didalam tas dan mencari nama orang lebih tepatnya usaha untuk memperbaiki mobilku ini .

“Agashi , ada yang bisa saya bantu ?” ujar seseorang dari arah samping . Aku langsung melirik siapa yang berada disebelahku saat ini .

“Oppa …” erangku tak percaya dan menutup mulutku melihat siapa yang ada didepanku saat ini .

“Heechul Oppa .” ujarku dan langsung memeluk namja yang sudah kurindukan ini . Ya , namja ini adalah satu satunya namja yang sudah kuanggap seperti Oppaku sendiri . Dia sangat menyayangiku sama seperti aku menyayanginya . Beberapa bulan yang lalu , dia sempat pindah ke Jepang karena urusan mendadak yang membuatku begitu merindukan sosoknya disampingku .

“Tiffany , Long time no see .” candanya dan mengelus kepalaku pelan .

“Oppa . Bogoshiepo . Bagaimana kabar Oppa ?” tanyaku penasaran , dan setitik air mata jatuh begitu saja dari mataku .

“Tsk , sampai saat ini kau masih sama ne ? Cengeng .” cerocosnya dan menghapus air mata yang jatuh ini . Baiklah , aku rela dianggap cengeng asalkan aku bisa bertemu dengannya lagi .

“Kenapa dengan mobilmu ?” tanyanya membuat wajahku masam seketika .

“Mogok .” jawabku singkat .

“Haha , kalau begitu Oppa akan mengantarkanmu kemanapun yang kau mau .” aku membulatkan mataku tak percaya . Benarkah ini ? Apa aku bermimpi ?

“Jeongmal ? Kalau begitu antarkan aku ke Café ne ?” ajakku dan langsung memasuki mobilnya diseberang sana . Masalah mobilku , biarkan saja tukang mobil itu yang membereskannya . Aku hanya butuh menelfon Kyuhyun Oppa , untuk menyuruhnya menjemputku nanti saat dia sudah pulang dari kerjanya .

Sepanjang perjalanan , aku tak henti hentinya menatap lekat Heechul Oppa . Rindu , sangat rindu . Itulah kata kata yang sedari tadi berputar dikepalaku . Senyuman tipis terus terpancar dibibirku ini .

“Ah , apa café mu masih disana ?” tanya Oppa membuat suasana tak heing lagi .

“Ne .” jawabku singkat .

“Oppa dengar kau sudah menikah dengan temannya Donghae . Apa benar ?” tanyanya lagi .

“Ne , aku sudah menikah dengan chingu Donghae Oppa . Namanya Cho Kyuhyun .” jawabku dan mencoba tersenyum seperti biasanya walaupun setelah mendengar seseorang menyebut nama Donghae Oppa .

“Geurae ? Chukae .” seru Heechul Oppa dan membalas senyumku .

“Dia memperlakukanmu dengan baik bukan ?” Heechul Oppa membanting stir mobilnya kekiri dan memarkir mobilnya diparkiran Café . Akhirnya , sekian lama perjalanan kami berdua sampai .

Aku menunggu Heechul Oppa keluar dari mobilnya . Kami berdua berjalan dengan santainya menuju kepintu masuk Café . Baru saja aku memasuki Café , semua pelayan disini menyapaku dengan hangat . Aku hanya membalas sapaan mereka dengan anggukan dan senyuman .

“Oppa , duduklah .” suruhku dan duduk disebuah kursi pojokan tempat biasa kami bertiga lebih tepatnya aku , Taeyeon dan Yoona berbincang bincang .

“Oppa ingin minum apa ?” tanyaku membuat Heechul Oppa mengernyitkan dahinya memikirkan minuman apa yang ingin dia pesan .

“Oppa ingin Chappuchino hangat buatanmu ne ? Oppa tidak ingin buatan pelayanmu .” suruh Oppa membuatku tertawa geli . Aku segera melangkah menuju dapur membuatkan dua cangkir chappucchino hangat untukku dan juga Heechul Oppa .

“Sajangnim , itu siapa ?” tanya salah satu pelayan kesayanganku yang bernama Yuri .

“Hmm , Dia Heechul Oppa . Kau melupakan namja yang sudah pernah menolongmu ?” ujarku membuat Yuri memutar otaknya keras . Ya , Heechul Oppa pernah membantu Yuri . Yuri seorang yeoja yang dulu pernah memilih menjadi seorang pencuri karena harus membiayai keluarganya . Namun karena Heechul Oppa , dia bisa berubah menjadi orang yang lebih baik lagi . Heechul Oppa menyuruhku untuk memperkerjakannya disini . Dengan senang hati aku menerima Yuri sebagai pelayan pertamaku di Café ini .

“Heechul Oppa ? Jeongmalyo ? aah , sudah sangat lama aku tidak bertemu dengannya .” balas Yuri dan sekarang sudah terukir jelas senyuman merekah dibibirnya .

“Hmm , kau merindukannya bukan ? “ tanyaku walau kedua tanganku masih sibuk meracik chappucchino hangat ini .

“Ne , neomu bogoshiepo . Dia tak berubah .” gumam Yuri yang sangat kusetujui .

“Geurae , aku akan kedepan .” pamitku sambil membawa dua cangkir hangat yang berisi chappucchino ketempat dimana Heechul Oppa tengah duduk sibuk sambil menatap kelayar ponselnya .

“Oppa , minumlah .” seruku dan menyerahkan cangkir hangat itu kearahnya .

“Haah , ini yang sedari tadi kutunggu tunggu .” cuapnya dan meniup pelan pelan chappucchino itu .

“Apa Tiffany sudah disini ?” suara ini , aku sangat mengenalinya . Suara sahabatku , Taeyeon . Aku melambaikan tanganku kearah pintu masuk . Taeyeon yang diiringi Yoonapun langsung menghampiriku .

“Omo !” kaget mereka berdua ketika melihat Heechul Oppa . Heechul Oppa langsung tersedak dan melirik siapa yang berteriak kaget didepannya .

“Eoh , annyeong .” sapa Heechul Oppa dan tertawa geli .

“Oppa , kapan datang ? Kenapa tidak menghubungiku ? Bagaimana dengan urusan dijepang ? Apa sudah selesai ? “ cerocos Taeyeon dan langsung duduk disalah satu kursi kosong .

“YA ! OPPA !” teriak Yoona tak kalah kuatnya .

“Wae ?” jawab Heechul Oppa dengan santainya .

“Bogoshiepo .” sambung Yoona diikuti dengan tawa keras kami berempat .

Baiklah , aku akan menjelaskan kepada kalian semua tentang Heechul Oppa .Seperti yang aku katakana sebelumnya , Heechul Oppa itu sudah kuanggap seperti Oppa kandungku . Heechul Oppa tidak hanya mengenaliku saja , melainkan dia juga kenal dengan Taeyeon , Yoona dan juga Jessica . Sebenarnya , Heechul Oppa itu adalah mantan kekasih Jessica . Mereka sudah putus sebelum Jessica dan Donghae jadian . Bukankah nasib kami berdua sama ? Sama sama miris maksudnya . (Muehehehe . -_-) Beberapa hari setalah dia putus dengan Jessica , dia lebih memilih untuk ke Jepang dengan alasan ada urusan mendadak yang harus dikerjakan disana . Dan sekarang , dia sudah kembali ke Korea tempat dimana orang yang ia sayang tinggalkan .

“Ehem ..” dehemku membuat mereka bertiga mengalihkan padangan kearahku .

“Wae ?” tanyaku layaknya tidak ada yang terjadi .

“Ani . Kenapa mendehem ?” tanya Taeyeon .

“Kau bilang kau merindukanku , tapi kau tak mengatakannya kepadaku .” lirihku pelan dan menundukkan kepala .

“Aah , Tiffany Hwang . Neomu Bogoshiepo .” seru Taeyeon dan Yoona kompak . Aku tersenyum merekah dan menangkat kembali kepalaku .

“Hehehe .” kekehku pelan .

“Oh iya , bagaiman hubunganmu dengan Kyuhyun ?” tanya Taeyeon .

“Semua berjalan dengan baik .” jawabku apa adanya .

“Jeongmal ? Baguslah . Kau sudah melakukan malam pertama ?” sahut Heechul Oppa membuatku membeku seketika .

“Aaaa .. Beluu .. Belumm .” sahutku dan menggelengkan kepalaku .

“MWO ? “ teriak mereka bertiga .

“Aku belum melakukan apapun . Sudahlah , jangan membahas Kyuhyun Oppa .” saranku dan mencoba mengalihkan pembicaraan . Seketika juga , ponselku bergetar menandakan ada sebuah pesan masuk . Aku segera meraih ponselku dan membuka pesan dari Kyuhyun Oppa

 

From     : My Husband Kyuhyun .

Tiffany , kau sudah sampai di Café ? Jangan lupa makan ne ?

Kyuhyun Oppa masih bisa mengirimiku pesan disela sela kesibukannya ? Ya tuhan . Untuk kesekian kalinya aku hanya bisa membeku . Mataku seketika berlinang , syukurnya aku bisa menahan air mata ini agar tidak jatuh .

“Gwenchana ?” tanya Yoona yang kebetulan duduk disampingku .

“Na Gwenchana .” jawabku datar .

“Aku kekamar mandi dulu ne ?” pamitku dan bergegas menuju kamar mandi .

oOoOo

“………..” aku mencuci wajahku dengan kedua tanganku . Mataku memerah seketika karena menahan tangis tadi . Kenapa aku menangis ? Seharusnya aku bersyukur mempunyai suami seperti Kyuhyun Oppa yang sangat perhatian kepadaku . Sebenarnya ada apa denganku ?

Aku kembali meraih ponselku dan mencari kontak yang bertera ‘My Husband Kyuhyun’

“………” cukup lama aku menunggu Kyuhyun Oppa mengangkat panggilanku hingga suara khas miliknya menyambut panggilanku .

“Yeoboseyeo .” sapanya dengan ramah , membuat hatiku kembali menjadi tenang .

“oppa ..” balasku dengan suara yang parau .

“Fany-ah , neo gwenchana ? Kenapa dengan suaramu ? apa ada sesuatu yang buruk terjadi padamu ? Katakan kepada Oppa .” ujar Kyuhyun Oppa dengan suara cemasnya .

“Gwenchana , mungkin karena flu suaraku seperti ini .” balasku dengan alasan yang mungkin akan semakin membuat Kyuhyun Oppa cemas . Kenapa aku terlalu bodoh ?

“Sakit ? Kalau begitu Oppa akan menjemputmu sekarang juga ne ? Jangan kemana mana . Biip !” Kyuhyun Oppa segera mematikan panggilanku . Aku mengerjap ngerjapkan mataku .

Bagaimana ini ? Jika benar Kyuhyun Oppa datang kesini aku harus berbuat apa ? Jika dia membawaku kerumah sakit bagaimana ? Aku terlalu takut untuk diperiksa dokter . Tuhan , kumohon bantulah aku ..

Aku keluar dari kamar mandi dengan sedikit tergesa gesa . Yoona menatapku lekat seolah oleh bertanya ada apa denganku .

“…….” Aku sedikit menggelengkan kepalaku pertanda aku baik baik saja .

“Yeon-ah , bisakah kau menelfon Kyuhyun Oppa dan bilang kau akan mengantarkanku pulang nantinya ? Mobilku rusak oleh sebab itu kau yang akan mengantarkanku . Jebal .” mohonku . Taeyeon hanya menganggukan kepalanya dan langsung menelfon Kyuhyun Oppa .

“Bagaimana ? Kyuhyun Oppa bilang apa ?” tanyaku penasaran setalah Taeyeon selesai menelfon .

“Dia hanya bilang ya .” jawab Taeyeon dan kembali terfokus berbincang dengan Yoona dan juga Heechul Oppa . Kupikir , aku diabaikan disini . Aku perlahan mulai menjauh dari mereka bertiga menuju kantorku yang ada dilantai dua .

Tiffany Pov End

Kyuhyun Pov

Aku benar benar kaget saat mendengar Tiffany yang bilang bahwa dia flu . Apa aku berlebihan ? Kurasa tidak . Seorang suami mencemaskan istrinya wajar bukan ? Sekarang hatiku sudah mulai tenang lagi , apalagi setalah mendapat telfon dari Taeyeon yang akan mengantarkan Tiffany pulang nanti .

“Sajangnim , seseorang ingin berjumpa dengan anda .” ujar sekretarisku .

“Suruhlah dia masuk .” sahutku , tak lama seorang namja yang sudah taka sing lagi bagiku datang dengan seorang yeoja disampingnya . Siapalagi kalau bukan Donghae Hyung dan juga Jessica .

“Hyung , Jess .” sapaku namun bisa dibilang lebih dingin dan kaku .

“Apa aku mengganggumu Kyu ?” tanya Donghae Hyung  , basa basi macam apa apaan ini ? Apa mereka tidak bisa melihar berkas berkas yang bertumpukan dimejaku saat ini .

“Tidak , silahkan duduk .” suruhku dan mereka hanya menuruti kata kataku .

“Ada apa ? Tumben sekali Hyung dan Jessica datang kekantorku .” sinisku dan menatap yeoja yang ada didepanku saat ini . Tampaknya ia sangat ketakutan berhadapan denganku , suami sahabat yang pernah ia sakiti dulu .

“Kami hanya ingin memberitahumu bahwa beberapa minggu lagi kami berdua akan menikah . Hyung harap , kau dan Tiffany akan datang .” ujar Donghae Hyung panjang lebar . Darahku berdesir , jantungku berdetak cepat .

“Menikah ?” ulangku lagi dan membuka salah satu kancing baju paling atas .

“Ne . Tolong sampaikan kepada Tiffany .” sambungnya lagi .

“Ne ? Sampaikan kepada Tiffany ? Apa maksud pembicaraan Hyung ? Hyung ingin membuat Tiffany menangis lagi karena Hyung ?” suaraku sudah mulai meninggi , amarahku serasa ingin meladak .

“Kyu , kau jangan salah paham dulu . Kau kan dengannya sudah menikah . Hyung bukan bermaksud seperti itu .” elaknya dengan wajah gugup dan juga ketakutan .

“Hyung , asal kau tahu saja ! Aku sudah bersabar selama ini , kau selalu mendapatkan apa yang kau mau Hyung ! Tapi sekarang jangan bilang kau akan membuat Tiffany kembali terpuruk karena kau ! Kau selalu mementingkan ego kau sendiri Hyung ! Aku benar benar membenci orang yang sepertimu Hyung !” erangku dan ingin melayangkan sebuah pukulan hangat dipipinya , tapi karena ada seorang yeoja disini aku harus bisa menahannya .

“Kyu , maafkan aku .” hanya itu ucapan yang bisa dia ucapkan .

“Maaf ? Maaf Hyung bilang ?Tsk .” ujarku meremahkan .

“Mian , sampaikan maafku kepada Tiffany . “ sambungnya lagi .

“ Jess , kenapa kau hanya diam saja ha ?” ketusku yang membuat Jessica tersentak kaget .

“Oppa , mianhamnida . Aku akan minta maaf kepada Tiffany lagi secara langsung . Aku akan membicarakan ini kepada Tiffany secara langsung .” jawab Jessica dengan mata yang berlinang linang .

“Kami pergi .” pamit Donghae Hyung dan menarik lengan Jessica agar segera keluar dari ruanganku ini .

Stress , aku benar benar terasa tertekan saat ini . Apa yang harus kuperbuat jika Jessica membicarakan ini kepada Tiffany dan membuat Tiffany menangis lagi ? Kenapa semuanya menjadi serumit ini .

Kyuhyun Pov End

Author Pov

Jessica hanya mengikuti langkah Donghae dari belakang sambil sesekali menghapus air matanya yang turun , Entah kenapa kenangan kenangan dulu kembali terputar diotaknya . Kenangan dirinya bersama sama dengan para sahabat yang ia sayangi namun terpaksa harus dia kecewakan karena hanya sebuah cinta . Dilubuk hati Jessica yang paling dalam , sebenarnya Jessica sangat menginginkan untuk kembali berkumpul bersama Yoona , Taeyeon dan juga Tiffany . Tapi Jessica tidak tahu harus berbuat apa agar dia bisa kembali berkumpul bersamanya .

Sebuah tangan hangat tiba tiba memeluk Jessica , membuat Jessica tersentak kaget dan mendongakkan kepalanya . Ya , Donghaelah yang memeluknya . Seperti biasanya , Donghaelah yang akan menenangi Jessica kalau sudah seperti ini . Donghaelah satu satunya namja yang bisa mengerti bagaimana Jessica sebenarnya . Walau terlihat dingin diluar , tapi sebenarnya Jessica seseorang yang berhati rapuh .

“Uljima .” lirih Donghae .

“Oppa , apa yang harus kuperbuat sekarang ? Kenapa semua ini harus terjadi kepadaku ? Sungguh , aku juga tidak tega melakukan ini kepada Tiffany .” rutuknya dengan air mata yang membasahi pipi mulusnya itu .

“Oppa tahu .” kata kata yang hanya bisa Donghae ucapkan . Donghae sudah tidak tahu lagi harus berbuat apa untuk bisa menenangkan yeojanya ini .

“Jika aku bisa memutar waktu , aku akan lebih memilih persahabatan dibanding dengan cinta .” seru Jessica . Donghae diam tertegun . Kata kata Jessica mungkin benar , tapi tidak untuknya . Jika seperti itu , itu sama saja Donghae dan Jessica tidak akan pernah bersatu .

“Uljima .” mohon Donghae lagi .

“…………” Jessica hanya diam terisak dan mencoba menahan air matanya agr tidak turun lagi .

Dilain sisi , seseorang dari atas sana sedang memperhatikan Jessica dan juga Donghae . Sakit , itulah yang dirasakn Kyuhyun . Apalagi kalau Tiffany yang melihatnya , pasti Tiffany akan kembali menangis terisak .

“Kalian pintar bersandiwara . Kalian berdua sama saja , PENGHIANAT dan sudah membuat Tiffany seperti ini ! ” cuap Kyuhyun , tangan Kyuhyun mengepal dan juga rahangnya seketika mengeras .

Author Pov End

 

-TBC-

Note : Muahaha , maaf baru bisa ngepost sekarang . Biasalah , job yang terlalu banyak buat author jadi ga bisa ngelanjutin ni FF . Percaya ga ni FF selesai dalam 3 hari aja ? Pasti ga percayakan ? Author juga ga percaya nih . #asahgolok . Tapi sumpah deh , ini selesai dalam jangka waktu 3 hari doang . Kasih tepuk tangan yang meriah dong . *prokprokprok* . FF ini udah pernah sebelumnya author posting di blog author sampai chapter terakhir. (bluegreenfanfiction.wordpress.com)

Oke readers semua , jangan lupa tinggalin jejak . (Readers yang baik akan selalu meninggalkan jejak mereka ! )

29 thoughts on “[FF Freelance] Baby Steps (Part 2)

    • Hihi. Makasih chingu karena udah nyempetin Comment di FF yang abal-abal begini. Next chapter soon chingu~

    • Haha, iyaaa. Yang next chapter hingga akhir udah selesai kok chingu. Tinggal nunggu tanggal untuk posting aja. ^^

  1. Konfliknya belum terlalu memuncak ntar pas haesica datengin fany duarr gasabar mau tau reaksinyaaa rr sica jaat bgt jd sahabat hae jg rr karakternya di ff ini minta dimakannn >< itu yg ngirim sms sama ppani , nugu? Heechul? Hm feelingku bkn dia._. Sica kah? Atau ada cowok masa lalu ppani? Hoho next chap jgn lamalama ya thor:)

    • Muahahah, tau nih disini ceritanya hae dan sica kayak bgituan.. rrrr. xp
      Heechul? Kenapa dengan Heechul? Tiba-tiba jadi kangen Heechul nih. -,-

  2. Kenapa ya disini donghaenya kayak gini 😦 #cekekdonghae. Tiff jangan nangis teruuusss move on dong :O daebak thooorrr 😀

  3. Gomaptha karena udah mau ninggaling jejaknya *bow*
    Huahahaha, emangnya donghae kenapa? Jangan cekek Donghae. TT
    Tenang aha, Tiffany bakalan move on kok. :3

  4. ah tiffany belum membuka hatinya meskipun sudah berusha
    tapi siapa tadi yg jadi musuh kyu…
    wahhhh
    aku lanjut ta….

  5. annyeongggggggggggggg
    maap nya pas di part e aq gak nggalin jejak kaki#plakkkk:D
    eonn semoga comenku ni msh di trima nyaaaaaaaaaaa:))

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s