[FF Freelance] Our Target (Part 7)

Title                       : Our Target!

Author                  : Park Min Gi

Main Cast            : Kim Jongin, Lee Taemin, Krystal Jung, Choi Sulli, Lee Jinki, Kim Jonghyun

Genre                   : Horor-Romance

Length                  : Sequel (Part 6)

Rated                    : PG-17

Summary             : When a plan change for some reason…

Previous part: Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5, Part 6

*FlashBack*

Terdengar gonggongan tajam bernada mengerikan- terdengar dari ujung forest yang tengah dilewati Jonghyun juga Jinki disaat, mereka hendak mencari sesuatu di dalamnya.  Jinki juga Jonghyun mengerutkan alisnya dan berdiam sejenak, setelah menghentikkan langkahnya untuk mendengar secara jelas darimana asal suara itu.

Suara-suara gonggongan itu semakin terdengar menyeramkan dan perlahan, seperti sedang mencoba mendekati mereka di dalam kesunyian. Begitu, menakutkan bagi seorang manusia yang dapat mendengarnya. Namun, tidak bagi mereka sebagai Vampire.

“JONG, WATCH OUT!!!!” seru Jinki setengah berteriak, saat melihat makhluk mengerikan yang mirip dengan serigala liar, Berlari  dengan ganas, mendekati Jonghyun dari arah samping, guna menggiggit leher vampire muscular itu dengan gigi-gigi besarnya.

Jonghyun yang melihat hal itu dengan cepat mengelak dan berpindah dengan sigap menjadi di atas tubuh makhluk itu. mencabiknya dengan kasar , layaknya vampire yang tengah hilang kendali. Mata-nya berubah merah-semerah darah, gigi taring-nya memanjang dengan tajam, membuat para makhluk bermuka-serigala itu kesakitan.

Jinki-pun membantu Jonghyun untuk membunuh makhluk ganas itu dengan kuku -pencakar tajam-nya. Menghabisi nyawa makhluk itu disaat,  Jonghyun menyisakan desahan nafas terakhir bagi-nya, agar Jinki dengan sekali goresan bisa membunuhnya dengan kenikmatan yang tiada tara.

Bagi vampire manapun, hal ternikmat selain meminum darah manusia adalah membunuh lawannya dengan sadis. Melihat kelopak mata-nya terbelalak, meminta untuk dilepaskan bak seorang yang tak berdaya, namun tetap tidak akan pernah tercipta sebuah kata ‘pengampunan’.

Begitu Makhluk itu mati dan tersungkur di tanah. Jinki melihat tubuh makhluk itu dengan seksama, dan mencoba berfikir sejenak. Sementara Jonghyun, deruan nafsu membunuhnya masih terlihat belum juga punah dari paras tampannya. berkali-kali, ia menjilati lidah dan jari-nya yang dipenuhi darah makhluk itu, disaat Jinki masih sibuk mengobservasi tubuh makhluk berwajah serigala itu.

“Jong..” panggilnya pelan. Jonghyun menoleh, setelah ia rasa telah kenyang dengan darah itu.

“hmm?”, sahutnya berdehem

“Werewolf”  gumam Jinki pelan. Vampire bermata sipit itu, bak mencoba mencari jawaban di dalam pemikirannya, kemudian mendapatkannya dengan respon terbelalak.

Jonghyun yang melihat paras sahabatnya itu tiba-tiba berubah, membuatnya benar-benar cemas “Mwoya Hyung??”

“Itu berarti… Asmodeus telah mengetahuinya.” Seru Jinki tertegun, membuat Jonghyun yang mendengar nama Asmodeus perlahan ikut membelalakan matanya-menyeramkan

“T-tapi Hyung, K-kita kan tidak terlibat??!!” Sanggah Jonghyun, berusaha menghibur dirinya.

“A-aniya Jonghyun-aah… melihatmu diserang olehnya tadi, Cukup membuktikkan bahwa,.. kita telah terlibat di dalamnya.” ucap Jinki penuh keyakinan. Jonghyun yang mendengar perkataan itu, hanya bisa mendesis tajam, mengutuk kelakuan adiknya dengan kasar di dalam fikirannya.

“Apa yang harus kita lakukan saat ini Hyung??!! I really want to Kill that BLOODY HELL KID right now!!” berang Jonghyun.

“Tell Kai and Taemin about this.”

*FlashBack End*

“Mwo Hyung? Kau menyuruh kami untuk membawa Krystal dan Sulli tinggal disini untuk sementara??” tanya Taemin, selepas Jinki dan Jonghyun membicarakan kejadian tadi.

Jinki mengangguk dan berkata, “Kau harus bisa membawa mereka, setidaknya sampai Asmodeus menyerah untuk mengirim pasukannya. Saat ini, kedua yeoja itu benar-benar dalam ancaman Taemin-aah! Ketika, keadaan mulai aman, kita dapat meminta pendapat Appa tentang hal ini!” Ujar Jinki menjelaskan

“In Fact, Only Our parents whose know how to deal with Asmodeus and his pack.” Jonghyun menegaskan. Ia melirik Kai yang saat ini, terlihat berfikir keras, dan takut untuk mengeluarkan suara. Namun, ia berusaha mengutarakan kecemasannya, meskipun sejak tadi Jonghyun mengirim tatapan mematikkan pada adik-nya itu.

“K-keundae, B-bagaimana aku bisa memaksa K-krystal untuk…-K-kau tau kan, d-dia sudah—ARGHHH!!”

Belum sempat Kai selesai mengutarakannya. Jonghyun sudah mendorong-nya dengan kasar ke dinding terdekat mereka. Vampire Bengal itu, benar-benar membuat adiknya tak dapat berkutik.

“JANGAN BERANI PROTES AKAN HAL INI!! KAU TAHU, KALAU BUKAN KARENA KELAKUANMU DAN TAEMIN, KITA TIDAK AKAN BERURUSAN DENGAN TETUAH IBLIS TERTINGGI SEPERTI ASMODEUS, KIM FUCKING JONGIN!!”  berang Jonghyun, masih terus menggantungkan adiknya di dinding, dan berusaha menaikkan setengah sisi tubuh kai ke atas.

“H-hyung…M-mian” gumam Jongin, terdengar rasa bersalah-di dalamnya. Namun, itu tak mengubah apapun. Paras vampire yang memiliki, tatanan wajah miri dinosaurus itu tetap mengeras dan tak berperasaan. Bahkan, cengkramannya pada leher adiknya semakin erat.

Taemin hanya melihat adegan yang terjadi di depannya itu dengan eskpresi penuh ketakutan. Ia bersyukur, bahwa kakak kandungnya Lee Jinki tidak memiliki sifat menakutkan seperti, kakak kandung Jongin, Kim Jonghyun.

“Jong, Lepaskan dia! Bagaimana-pun juga dia adikmu, Jong. adikmu satu-satunya!!” seru Jinki, berusaha mendamaikan Jonghyun dari amarahnya.

“Aku tidak butuh adik menyusahkan seperti-nya!!!” hina Jonghyun tanpa belas kasihan. Jongin hanya pasrah mendapat perlakuan itu dari kakak-nya. Ia memang bersalah dalam hal ini, dan ia tahu benar sikap Jonghyun jika, melibatkan kakak kandungnya itu ke dalam sebuah masalah. Sejak kecil, Jongin selalu ingin menunjukkan kepada orang tua mereka, bahwa ia lebih baik dari Jonghyun. namun tanpa sengaja, kelakuannya itu selalu membuat Jonghyun jatuh ke dalam masalah bersama dengannya.

“H-hyung, Mianhae!” seru Jongin lagi pada Jonghyun.

Dan beberapa saat kemudian, tubuhnya mendarat dengan kecepatan tinggi di lantai. Ia melirik Jonghyun yang saat ini membelakanginya. Menatap punggung kekar milik kakaknya itu.

“Aku tidak mau tahu! Buat kedua yeoja itu setuju untuk tinggal disini. Kalau tidak, kau akan tau akibatnya!!” ancam Jonghyun dengan nada berbahaya. Jongin hanya bisa mengangguk pelan menyetujui permintaan kakaknya.

***

#KrystalPov

Sosok hitam itu kembali mendekatiku, menembus kabut yang menyelubungi bagai penghalang. Aku bisa melihat mata merah-nya yang menyala di kegelapan malam yang sepi ini. mata itu, seakan mengingatkanku pada suatu hal yang tak pernah ingin ku ingat kembali. Mata yang pernah ku cintai, namun tidak lagi. Mata yang pernah membuat hatiku penuh dengan kedamaian, namun berubah menyeramkan.

Ia menatapku tajam setelah berhari-hari aku tak bertemu dengannya. Berdiri tegap di depanku, seakan telah menunggu kurun waktu yang cukup lama untuk bertemu.

Ingin rasanya aku menghapus semua kenangan itu agar semua kembali seperti semula. Tapi…

Tapi rintihan Minho saat itu…

“Krystal!” panggilnya pelan. meskipun,aku tidak ingin menoleh tapi, ia telah berada di depan-ku sejak tadi.

“Mau apa kau?” tanyaku ketus, sambil terus berjalan lurus mengacuhkannya dibelakang. Ia benar-benar mengganggu perjalanan pulang-ku disaat, aku berharap tidak akan pernah lagi bertemu dengannya. Meskipun aku meninggalkannya jauh, aku tau ia akan sanggup mengejarku dan berada tepat disampingku dengan setengah langkahnya. Well, dia vampire. Dia bisa menggunakan seluruh kekuatannya untuk keinginannya. Termasuk, meminum darahku saat ini.

?!

m-minum darah-ku??!

Apa itu tujuannya mengejarku saat ini??! setelah Minho, dan sekarang—

“Krystal jung tunggu sebentar!!” Perintahnya tajam,  yang spontan membuatku berhenti berjalan dengan berjuta-juta ketakutan.

Ia mengedepankan tubuhnya guna menghalangi jalanku. Aku hanya bisa merasakan bulu kudukku kembali merinding, saat menyadari sikap dan posisi ini, memiliki kesamaan dengan kejadian tempo hari. Disaat, ia memaksaku untuk mengubahku menjadi sepertinya. Dengan terus mendekat hingga jarak di antara kami hanya berjumlah beberapa centi.

Aku menutup mataku erat-erat,

“H-hentikan..” gumamku bergetar.

“Krystal..apa aku benar-benar menakutkan bagimu saat ini??” tanya-nya lembut, namun sama sekali tak merubah apapun. Ia telah membunuh Minho. Pemuda yang selama ini ku anggap seperti kakak-kandungku sendiri. Sahabatku selamanya.

Aku memberanikan diri mencoba membuka mataku. “K-kau bukan hanya menakutkan. Tapi kau, membuatku membencimu hingga akhir. dan kumohon, jangan pernah d-dekati aku lagi!” pinta-ku, yang tiba-tiba menitikkan air mata.

Ku lirik paras Jongin yang melemah. Terlihat, ekspresi kekecewaan di dalamnya. Aku tak perduli!

“Apa kau akan membunuhku juga saat ini??” tanya-ku lagi memastikkan frase yang berada persis didepan mata.

Jongin menyunggingkan senyum kecil. tangannya berusaha meraih pipiku, namun aku menghindar. Semua yang ada di dirinya benar-benar membuatku takut saat ini. “Membunuh? Apa kau pernah mendengar seorang Vampir membunuh wanita yang mereka cintai?…aku malah ingin menyelamatkanmu.”Jawab Jongin,

“Dengan mengubahku menjadi sepertimu?!”

“Well, itu nanti! tapi saat ini, aku ingin memintamu untuk tinggal dirumahku untuk sementara.” Jelasnya santai.

Aku hanya bisa melongo, membelalakan mataku-mendengar jawabannya. Apa vampire ini benar-benar sudah gila?!

“Apa yang membuatmu berfikir bahwa aku akan menyetujuinya Mr. Vampir??!! Apa kau, Mau ku bantu mengingat hal buruk yang telah kau buat di dalam hidupku??!!” geram-ku, sudah tak perduli dengan apa yang akan terjadi nanti.

Jongin hanya mendecak kesal dan lelah berargumen setelah mendengarnya. Matanya kembali menajam, dan spontan membuatku mulai mengambil  langkah mundur, menjauhi dirinya. Namun, belum sempat aku melangkah, kedua tangannya yang dipenuhi kuku hitam dan tajam itu, mencengkram kedua lenganku dengan kasar.

“A-auw!”

“Kau harus mau, Krystal! Ini demi keselamatanmu!!” Serunya menegaskan.

Tiba-tiba saja terdengar suara gonggongan binatang seperti serigala yang menginterupsi ‘pemaksaan’ yang sedang ia lakukan kepadaku. Suara-suara itu membuatnya melepaskan cengkraman kasarnya dariku, dan menoleh ke berbagai sudut bak menunggu dan memastikkan sesuatu.

Ku gunakan situasi itu untuk berlari pergi darinya. Meskipun, aku tau ia tetap dapat mengejarku, tapi setidaknya aku memiliki perlawanan hingga akhir.

“KRYSTAL JANGAN KESANA!!!” serunya berteriak dari kejauhan. Aku tak perduli. Aku benar-benar takut akan semua ini. aku takut padanya!

“KRYSTAL!!!!!!!!!” teriaknya lagi,

Beberapa menit setelah aku lelah berlari. Aku menyadari, bahwa aku berada di hutan terdekat dengan jalan yang berlawanan tadi. Suara Jongin tidak lagi terdengar, namun mengapa suara gonggongan serigala itu nampaknya semakin jelas.

Saat aku membuka mata, tiba-tiba saja barisan sosok hitam berwarna ke emasan mendekatiku. Mata-mata itu dipenuhi nafsu untuk memburu dan membunuh. Aku bisa merasakannya. Bibir mereka tertarik ke belakang, memarken gigi mereka yang tajam dan basah. Sebagia menggeram, tak sabar. Sebagian lag, menunggu waktu yang tepat.

Aku tak tau makhluk-makhluk apa yang ada di depanku saat ini. satu hal yang nyata-terfikir dibenakku adalah, mereka ingin memburu dan membunuhku. Ku lihat, salah satu dari mereka mulai bergerak maju mendekatiku, dan sisanya membentuk jarak berlingkar untuk mengerubungiku. Terkepung.

Aku hanya bisa berharap seseorang bisa menyelamatkanku saat ini. seseorang. Manusia. Bukan, salah satu makhluk ini, ataupun Vampir.

Bunyi geraman itu semakin dekat hingga, membuatku kembali menutup mata. Tak kuasa, melihat apa yang akan terjadi sesaat lagi.

Bagai ledakan cahaya senter, seluruh latar itu berbeda. Ku dengar suara geraman membunuh itu berubah, menjadi rintihan. Satu demi satu suara itu berubah menjadi merintih, Merengek kesakitan.

Hal itu membuatku kembali memberanikan diri membuka mata. Dan hal pertama yang ku lihat, seorang vampir telah berhasil menghabisi dua di antara tiga makhluk berwajah serigala itu dengan gesit.

Begitu makhluk ketiga dapat dihabisinya. Ia berbalik menghadapku dengan tatapan berang namun tak menakutkan. Menghampiriku, dengan nada ketus. Namun, entah kenapa hal itu malah membuatku melega, dibanding merasa takut.

“Seharusnya kau mendengar ucapan Kai tadi, Manusia!”  serunya memperingati, ketika akhirnya aku dapat mengenali  wajahnya.

“O-onew..” gumamku pelan,

Vampir itu menautkan alisnya, bingung. Ia menyeka sebagian darah makhluk tadi yang ada di mulutnya. “Namaku Jinki! kenapa kau memanggilku Onew? lagipula, nama apa itu?!” ketusnya.

Namun, hal itu membuatku bingung dan memberanikkan diri untuk beranjak pelan menyentuh parasnya dengan tanganku. Ia terlonjak kaget dan memucat saat menyadarinya.

“Hei!! Kau agresif sekali!! Aku ini Vam-“ belum sempat kata-katanya terselesaikan, wajahnya malah menjadi semakin memucat. Membuatku khawatir akan keadaannya.

“O-onew? k-kau tidak apa-apa?!” tanyaku cemas, melihatnya terduduk sambil memegang kepalanya.

Ia kembali bangkit dan Nampak berusaha kuat di depanku. Kembali, mempersempit jarak di antara kami. “Ikut aku!” ucapnya, yang spontan membuatku tak dapat berkutik sedikitpun, Saat ia membawaku dengan‘bridal style’.

Aku hanya bisa menutup mataku, dan pasrah pada apa yang akan terjadi selanjutnya.

***

#NormalPov

“Mwo? T-tinggal dirumahmu sementara??” tanya Sulli bingung pada Taemin.Vampire muda itu mengangguk pelan ,

“Untuk keselamatanmu, Sulli-aay!”, jawabnya polos.

“Keselamatanku? Bukankah akan lebih berbahaya, jika aku tinggal serumah dengan empat vampire?!!”

“Aniy. Kau kan tau, aku akan menjagamu! Aku dan Hyung tidak akan menyakiti manusia manapun! Kami akan menyelamatkanmu!” jelasnya lagi.

“lalu, bagaimana dengan kedua vampire yang lainnya??” tanya Sulli, tak dapat menutupi ketakutannya akan vampire bermarga Kim tersebut.

Taemin terlihat berfikir sejenak, untuk mencari beberapa alasan agar Sulli menyetujui permintaannya. “Kurasa Jongin, tidak akan menyakitimu. Karena, ia tahu bahwa aku menyukaimu Sulli-aay!” serunya, masih terus mengatakan hal itu dengan kepolosan yang overload. Pipi Sulli merona merah pada kalimat, ‘aku menyukaimu’

Bagaimana bisa pemuda sepertinya mengeluarkan kata-kata sesering itu dengan tanpa rasa malu sedikit-pun dan sepolos ini.

Ah, right! Dia vampire. Suatu hal yang Sulli lupakan dalam situasi ini.

“Lalu, K-kim Jonghyun?” tanya-nya lagi. Entah kenapa menyebut nama vampire yang satu itu membuatnya gugup.

Ekspresi Taemin melembut, melihat paras Sulli berubah ‘tak-dapat-tergambarkan’ usai mengucapkan nama kakak kandung-Jongin, yang di anggapnya sudah seperti kakak ketiga. “Jonghyun Hyung aman bila bersama kakak-ku, Sulli-aah. Lagipula, ia jarang dirumah! Meskipun, ia Vampir yang ganas tapi kebiasaan manusia bersenang-senang di sini membuatnya ketagihan!”

Sulli menautkan alisnya-bingung. Ia menoleh kearah Taemin sebelum akhirnya  berkata, “maksudmu?”

“He-he, asal kau tau saja…Jonghyun-Hyung beberapa hari ini sering sekali clubbing di gangnam! Aku dan Jinki-Hyung pun tidak mengerti, kenapa Vampire ganas sepertinya jadi menyukai tempat-tempat macam itu!” seru Taemin terkekeh, membayangkan jika semua vampire pada akhirnya menyukai tempat yang dikuasai musik itu.

“..Begitu ya?” gumam Sulli sambil berfikir sejenak. Tiba-tiba ia teringat akan kejadian tadi siang,

*FLASHBACK*

“Ya Sulli-aay! Deadline-mu mengumpulkan data mengenai Kim Jonghyun, tinggal seminggu lagi!” seru Sunbae-yang sangat menjengkelkan itu-mengumumkan.

Sulli hanya bisa menghembuskan nafas berat melihat perlakuan Sunbae-nya itu. kalau bukan, karena posisi Krystal dan posisinya di mading yang ingin ia selamatkan, Ia tidak akan pernah mau berhubungan lagi dengan sunbae menjengkelkan ini, dan Vampir bermarga Kim itu.

“Keundae Sunbae, apa kau tak bisa memberiku waktu lebih?? Aku sudah berhasil mengirimkan foto-foto Kim Jonghyun yang terbaru padamu tadi pagi! Apalagi, yang harus ku dapatkan??” tanya Sulli, tak bisa menyembunyikan kekesalannya.

“Segalanya Sulli-aay. Kau harus mengetahui, kebiasaannya, kesukaanya, apa pendapatmu tentangnya? Pokonya segala-segalanya!!” jelas Sunbae-itu lagi bersemangat, bak sedang membayangkan Jonghyun shirtless di hadapannya saat ini.

Marah-marah, minum darah, dan mengerikan.

Hanya tiga kata itu yang terbayang untuk menjawab pertanyaan Sunbae-nya mengenai, kebiasaan, kesukaan, dan pendapat gadis itu mengenai vampire pemarah yang ganasnya tak tertandingi itu!

Meskipun, jauh di dalam lubuk hatinya ia merasa bahwa Jonghyun memang seksi. Apalagi dengan, otot-otot yang ada pada dada bidang dan lengannya. Huh, tapi ia lebih baik mati daripada mengakui kelebihan vampire mengerikan itu. lagipula, bagaimanapun ‘Hot’-nya vampire itu, ia tetaplah Vampir. Makhluk yang tak memiliki Jiwa. Berbeda dengan manusia.

Mungkin, kalau Taemin…sebuah pengecualian.

“Ingat ya Sulli, minggu depan. Jangan telat!! Kalau tidak Park Jiyeon yang akan menggantikkannya!!” seru sang Sunbae lagi-Sarcastik.meninggalkan Sulli dengan ekspresi semakin jengkel pada yeoja yang tidak tau diri itu.

*FLASHBACK END*

#SulliPov

Mungkin dengan menyetujui tawaran Taemin, kesempatan-ku untuk menyelesaikan tugas itu akan semakin besar. Hhh~ meskipun sebenarnya aku ingin menolak mentah-mentah, tapi…tidak ada salahnya juga. lagipula kata Taemin, Ini demi keselamatanku dan Krystal.

…Aku percaya padanya.

 

Ayo Sulli..

Kau pasti bisa! Hanya sebentar lagi! Hanya untuk tugas ini!

Yang terakhir! Setelahnya, Kau tidak perlu mengenal vampire-vampir ganas sepertinya!!

FIGHTING!!!

 

“Baiklah… aku setuju untuk tinggal dirumahmu.” Ujar ku, pada akhirnya menyetujui setelah sempat memikirkan segala-nya tadi. Aku menoleh, dan mendapati wajah Taemin yang tersenyum semringah dan sangat menggemaskan usai mendengar jawabanku barusan.

“Jinjjayo?” tanya-nya lagi memastikkan. Aku mengangguk, dan tersenyum kepadanya.

“Gomawoyo Sulli-aay! Aku senang sekali, aku tak perlu memaksamu!! Hehe” seru Vampire muda itu sangat bersemangat.

Sepertinya, Taemin lebih cocok menjadi manusia biasa dibandingkan Vampire ketika wajahnya seperti ini. sayang sekali, makhluk selucu dan menggemaskan ini harus menjadi Vampire!

“Kajja Sulli-aay!” ajak –nya lembut, sembari mengulurkan tangannya.

Aku menghela nafas sejenak- sebelum, beranjak menyambut tangannya dan berkata, “Ne~”

TBC

 

Annyeong! IM BACK^^ apa kalian semua masih menunggu?

Aku rasa tidak. L pasti readers disini meninggalkan cerita ini, karena terlalu lama.

Mianhaeyo reader-nim L aku memutuskan untuk konsentrasi pada ff genre lain,

Makanya sangat lama melanjutkan cerita ini kembali.

Sekarang, aku kembali menghidupkan-nya lagi.

Satu hal yang bisa ku pastikan pada kalian, aku PASTI melanjutkannya bagaimanapun juga.

although, it took so loooooooooooong.

Bagi kalian yang tidak meninggalkannya aku sangat berterimakasih. Bagi kalian, yang meninggalkannya, aku juga tidak menyalahkan kok. L benar-benar sangat lama soalnya.

Hehe, last…keep comment^^ 

22 thoughts on “[FF Freelance] Our Target (Part 7)

  1. Aaa udah agak lupa sih, tapi setelah baca full part ini jadi inget lagi
    Hmn krystal beber bener marah ya
    Next part soon

  2. haaahhh akhirnya keluar juga, setelah sekian lama menunggu ><
    Nice thor, ditunggu next chapternyaaa '-')/

  3. KaiStal moment-nya dibanyakin ya thor! Aku arcadians nih :3 kekeke~
    Awalnya sih lupa udah baca sampe chapter berapa, tau-tau udah ada yang ke 7 aja ._____.
    Part 8 jangan lama-lama thor! 😀

  4. Akhirnya update jg, ak msh nungguin thor dn bkl slalu nungguin,mkin seru ni ff’ny! Update soon yaaa, semangatt!

  5. kaistal msh berseteru dsini sejak peristiwa minho itu dan awalny mikir kai yg bakal nyelametin, ternyata jinki..tapi msh tetep pnasaran knp krys bisa kenal jinki dgn nama onew..
    dan sebaliknya, taelli dsini malah adem ayem walau uda tau klo taem itu vampire, mmg sih muka lucu nan imut gitu..hahaha

  6. akhirnya update juga wuaaah xD
    itu kenapa krystal mangglnya onew ? 😮
    krys jgn marah terus dong u,u
    kaistalnya bnykin dong please please u,u
    Next part di tnggu ya :3 jgn lama-lama ya :3 hehe

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s