Secret [ Part 1 ]

secret

Main Casts : Kim Himchan B.A.P, Ahn Sohee Wonder Girls

Author : Dindonline

Genre : Angst, Romance, Action

Rating : PG 15

Lenght : Chapter

Intro

Kembali lagi dan membawa FF baru lagi, maaf buat FF Heedragon saya yang terabaikan. Mood nulis tumbuh ketika liat wajah Himchan uhuk uhuk uhuk. I love Himchan >.<

Ini FF pemanasan dulu, liat comment para reader tercinta. Jadi mohon masukkan kalian.

               “Katakan aku tak pernah salah memilihnya, gadis yang kutemui di ujung lorong apartemen. Ketika wajahnya pucat pasi, peluhnya mengucur dan matanya memerah. Tubuhnya bergetar hebat, urat – urat tangannya menyembul ketika ia meremas sweater putih tulang yang ia kenakan. Mungkin jika aku tak lewat saat itu tubuhnya pasti sudah terkulai lemah di lantai. Dengan rambut basah karena keringat yang keluar dari tubuhnya. Ia seperti gadis biasa pada umumnya, tak sempurna memang tapi juga tak cacat secara fisik. Seperti itu pertemuan kami, seorang gadis yang ketika pertama kita bertemu ia tak sekalipun memandangku tapi memilih terkulai lemas di pelukanku – Kim Himchan”

 

 

                Sohee tak menangis, ia nampak berjalan tertatih menapaki lorong apartemen. Baginya lorong itu membentang sangat jauh, tak seperti sebelumnya ketika ia meninggalkannya. Sekuat tenanga ia ingin melangkah, kakinya seperti menghujam lantai apartemen. Tubuhnya bergetar hebat sejurus keringat yang membanjiri tubuh kecilnya yang terbalut sweater. Wajahnya pucat pasi, tergugu oleh rasa takutnya yang menjalar ke seluruh tubuh. Tak ada yang bisa ia ucapkan, tak ada. Tertelan oleh rasa takut yang menggerogotinya, tertelan rasa kehilangan yang tak mampu ia bicarakan.

                Brug

                Tubuhnya terkulai, tertangkap lengan kekar yang entah sejak kapan mengawasinya. Pria berambut hitam legam, mengenakan jas panjang selutut berwarna coklat tanah. Pria yang sekarang menatap Sohee dengan khawatir. Berkali – kali mengguncang tubuh Sohee pelan agar terbangun tapi nihil. Gadis bernama Sohee itu seolah sedikit melepas bebannya yang menumpuk. Terlarut oleh euforia kepingsanannya. Tak berkutik, seolah nyaman oleh sang matras hidup itu.

                Pria itu tak nampak panik, ia seorang dokter. Setelah meletakkan gadis itu di tempat tidurnya, ia dengan telaten merawatnya. Mengecek tekanan darah dan suhu badan gadis itu, semuanya normal. Ia menyimpulkan gadis itu hanya shock, entah apa yang terjadi sebelumnya. Himchan menepi, bersandar di kusen jendela apartemen miliknya yang berbahan kayu jati. Tangannya bersendekap, seolah menikmati tontonan yang ada di depannya. Ia hanya gadis biasa, memiliki mata segaris pencil khas wanita korea, meski Himchan sadari teknologi terlalu canggih untuk mengubah setiap mata gadis korea menjadi lebih besar.

                Gadis itu memang tidak sempurna ia tahu itu, pipinya sedikit mengembung hal aneh yang cukup membuat Himchan mengalami euforia. Ia tahu pasti otaknya telah mengirimkan sinyal ke kelenjar adrenal, melepaskan adrenalin, epinefrine dan norepinefrine miliknya yang tersimpan cukup lama. Membiarkan hormon – hormon itu berenang – renag lalu menghantam jantungnya untuk berdebar lebih cepat dan kuat. Terlalu teoritis memang ia menjelaskan, tapi sepertinya otaknya memang sudah terlanjur memproduksi dopamin. Tak terelakan memang, perhatian, hasrat, euforia,energi dan motivasi tergeser untuk mendapat gadis di hadapannya. Hal yang baru, hal yang cukup aneh, tapi Himchan menikmatinya.

                Pagi itu seharusnya tenang, jarum pendek jam belum merangkak ke angka 5. Apartemen Himchan masih temaram, hanya lampu duduk berwatt kecil yang menyala di sisi tempat tidur Himchan. Tepat di sisi gadis itu. Himchan tersontak kaget, mengabaikkan selimut dan bantalnya yang terjatuh dari Sofa. Kaki beratnya menapak pada suara jeritan gadis yang ia tolong sore tadi. Ia sudah duduk di tempat tidurnya, meringkuk dengan tangan menutup kedua telinganya. Keringatnya kembali mengucur, dan matanya benar – benar merah ketakutan.

                “jangan takut, aku tidak akan menyakitimu” Himchan mencoba menenangkan. Gadis itu tak bergeming, tatapannya kosong hanya memancarkan ketakutan dan kesedihan.

                “kau akan baik – baik saja, aku tak akan menyakitimu” lanjut Himchan sambil perlahan mencoba mengelus pundak gadis itu pelan. Gadis itu bergeser, seperti seekor kucing yang merasa nyaman di sentuh oleh sang majikan.

                Ini sudah hari ketujuh, gadis itu tetap diam dan menunduk tak ingin menatap Himchan. Pria itu menghela nafas pelan, ia membawa nampan berisi bubur dan segelas susu buatannya ke arah gadis yang duduk bersandar di pinggiran tempat tidur. Pria itu tersenyum, meletakkan nampannya di lantai. Tepat di depan gadis itu, lalu mendorong nampan itu lebih mendekat ke arah Sohee.

                “kau masih tak ingin bicara? Tak ingin menatapku?” ujar Himchan lembut. Gadis itu masih teguh menatap lantai, hanya diam.

                “aku harus memanggilmu apa? kau tak ingin menyebutkan namamu?” lanjut Himchan tanpa mengubah nada suaranya. Tercipta suasana hening cukup lama di sana, hingga helaan nafas pelan Himchan cukup mampu terbaca.

                “baiklah, aku harus meninggalkanmu lagi. Aku harus bekerja, dan…. makanlah aku tak ingin mengujamkan jarum infus ke tubuhmu” pamit Himchan. Pria berkemeja kotak biru muda itu beranjak, masih tak melepaskan tatapannya pada Sohee. Senyum halus terkembang di sana, sebelum pria itu benar – benar beranjak pergi.

                “Ahn Sohee” gumam Sohee pelan, sepelan suara hening apartemen itu. Suara hening yang cukup menahan langkah Himchan. Memecahkan sedikit gurat khawatir, menghilangkan gurat senyum halus menjadi senyum bahagia yang kentara.

                “siapa gadis itu? itu selalu tertancap dipikiranku. Tapi apa peduli sekarang, panahnya sudah tertancap. Sudah mengakar menjadi ketergantungan akan keberadaannya. Entah itu hanya sebuah senyum, ia mampu melepas dopamin dan aku menikmatinya. Aku menyukainya, begitu suka – Kim Himchan”

12 thoughts on “Secret [ Part 1 ]

  1. wah….Eomma Chan jd dokter !!! Kl dokternya sprti Himchan,aq akan pura2 sakit,biar bisa dekat2 trs….hahaha
    Sohee knp??? Apa yg terjdi dgn dia???? pokok ceritanya blm keliatan nih…hehehe
    Author,hwaiting!

  2. lnjt thor..
    aku pnasarn, knpa sohee jd tkt. jgn2 gra2 org jahat.
    ini ff nya kalo d buat sdkt k arah detective an jd keren deh kyknya thor.
    ya thor.?
    semangat.

  3. keren thor bahasanya. Menarik, apa yg terjadi dngan sohee? Bikin penasaran. Next jangan lama2 ya. Oh yah, kurang panjang thor. #plak_bnyak_mau

  4. lanjut thorrr…. seru abis….
    pengen tau ada apa qma sohee sebelumnya….
    ni ff pertama yg aku baca ttg sohee ana himchan…..
    go….gooo…

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s