Secret [ 2 ]

secret

Main Casts : Kim Himchan B.A.P, Ahn Sohee Wonder Girls

Support casts : Jung Daehyun, Bang Yong Guk

Author : Dindonline

Genre : Angst, Romance, Action

Rating : PG 15

Lenght : Chapter

I

“Jika kau bersikap seperti ini, aku tak yakin kita akan selalu bersama” Gumam Daehyun.

Sohee mengangkat wajahnya, menatap siluet pria di sisinya seksama. Menatap ujung – ujung anak rambut pria itu yang bergoyang teterpa angin.

“apa yang kau katakan?” tanya gadis itu.

Daehyun menoleh, dengan senyum manisnya, dengan tatapan hangatnya. Ia mengelus pucuk kepala gadis di sisinya.

“aku mencintaimu Ahn Sohee” ujar pria itu lembut.

Sohee tersipu, ia tertunduk. Tak ada sepatah katapun yang keluar dari bibirnya untuk membalas ucapan Daehyun. Membiarkan senyum dan manik mata pria itu terus menatapnya. Berharap apa yang ada di otaknya keluar, tersembul dan Daehyun membacanya. Bahwa ia juga mencintainya.

 

...

                Himchan tersenyum, meski gadis di depannya belum berkata apapun selain ‘Ahn Sohee’ pria ini cukup puas.

                “apa aku pulang terlambat?” tanya Himchan sumringah. Gadis itu masih diam, tertunduk. Seolah seperti mengabaikan pria di depannya.

                “tak apa, kau tak perlu menjawab, tak perlu bicara dan tetaplah mengabaikanku” lanjut Himchan. Ia duduk bersila, memposisikan dirinya tepat di depan Sohee.

                “sudah cukup menyenangkan mengetahui namamu” gumam pria itu tersenyum. Perlahan ia mengapai jemari tangan Sohee, menatap kuku – kuku tangan gadis itu yang memanjang.

                “ini tak akan menyakitkan, em?” Himchan memotongnya, dengan perlahan dan telaten. Seolah ia sedang berada di ruang operasi, hanya saja tanpa beberapa asisten di sisinya.

                Gadis itu tertegun, ia sedikit mengangkat wajahnya. Ctik ctik ctik, ia mampu mendengarnya dengan jelas. Suara nafas Himchan yang terbaur bunyi pemotong kuku. Rambut hitam legamnya yang harum, garis wajahnya yang tegas. Pria ini, Kim Himchan. Sohee menatapnya.

                “apa kau sudah menemukannya?” tanya seorang pria yang tengah menggoyang – goyangkan gelas di tangannya. Membiarkan cairan kecoklatan itu berputar dan terlempar di dinding gelas.

                “ma..maaf, belum ada perkembangan” jawab seorang pria lagi yang berdiri di belakang pria itu dengan takut – takut.

                Prang

                Pria itu membanting gelasnya dengan kesal, ia tersenyum, masih tak menoleh ke arah pria yang ia ajak bicara.

                “dan kau masih berani untuk datang ke sini?” pria itu terkekeh, ia memasukkan tangannya ke saku celana kainnya. Seolah sebuah eksekusi telah siap untuk ia lakukan.

                Tanpa berucap apapun, tanpa sebuah salam penutup dan perpisahan. Ia memutar tubuhnya dan mengarahkan moncong pistolnya.

                Dor

                Sekali tarikan pelatuk senjatanya, tubuh pria di depannya terkulai. “hadiah untuk orang yang tidak bergunan” gumam pria itu dingin lalu beranjak pergi meninggalkan mayat pesuruhnya.

                Temaram permadani alam berwarna jingga muda membasuh apartemen Himchan. Masih menyisakan dua orang mahluk yang saling diam tanpa suara. Himchan tak mulai ‘berisik’ seperti tadi, tangannya sibuk membasuhkan handuk kering di jemari tangan gadis di depannya. Tugas terakhir, setelah ia merendam jemari tangan itu di air hangat. Tak ada jalinan mata yang intim, keduanya sibuk dengan fokus masing – masing.

                “selesai” gumam Himchan memandangi hasil karyanya. Ia mengangkat kepalanya, seolah ingin meminta pendapat tentang apa yang di lakukakn. Hanya saja bibir Sohee tak bergerak, kaku dan sepertinya tergembok dengan kuat.

                ‘tak apa, dia pasti menyukainya’ ucapan yang terbaca jelas dari sorot mata Himchan ketika memandang Sohee. Menguatkan asumsinya bahwa gadis itu nyaman di sisinya.

                “tak ada yang perlu kau takutkan di sini, aku akan melindungimu. Kau ada dalam jangkauanku” ujar Himchan. Berharap tatapan takut itu sedikit menghangat, pria itu menghela nafas pelan. Meletakkan jemari tangan Sohee pada pangkuan gadis itu.

                “aku akan menyiapkan makan sebentar” pria itu beranjak berdiri, meski Himchan sadari ada gerakkan yang cukup menahannya untuk pergi.

                Sohee menahannya, gadis itu menggenggam tangan Himchan kuat. Dia antara cahaya mentari yang menipis menuju gelap, menyisakkan dua bayangan yang terpantul di lantai kayu apartemen milik Himchan.

                “kumohon lindungi aku, kumohon” isak Sohee akhirnya. Himchan terperanjat, bukan karena gadis itu mengucapkan kata lain selain ‘Ahn Sohee’ tapi ini lebih karena gadis di depannya jujur dan terbuka untuknya.

                “Daehyun oppa bilang aku harus bertahan, entah apapun yang terjadi aku tak boleh mati. Sore itu ia tak menucapkan apapun, ia hanya mengecup keningku lalu mengatakan semuanya akan baik – baik saja. Ia masih sempat tersenyum, ia masih sempat berjanji ia akan kembali untukku – Ahn Sohee”

 

                Sohee membuka kedua matanya, ia tak tidur. Ia terjaga, dalam pelukan pria asing yang begitu peduli padanya. Setelah pengakuannya, setelah keputus asaannya. Pria itu semakin peduli padanya, pria dengan pelukan terhangat. Membuat kulit tubuhnya terstimulan untuk mengingat sosok yang begitu ia cintai. Bulir air matanya terjatuh, merasa ia semakin kerdil oleh takdir yang begitu berat ia tanggung.

                “kau menangis?” tanya Himchan berbisik.

                “sudah kukatakan aku akan menjagamu, aku akan melindungimu” lanjut pria itu masih memejamkan kedua matanya.

                “harusnya kau mengabaikanku” isak Sohee.

                “kau akan terlibat dengan hal yang tak pernah kau bayangkan sebelumnya” lanjut gadis itu tergugu.

                Himchan tersenyum, ia menggeser tubuhnya. Memberi ruang agar ia dapat menatap Sohee. “ini mungkin terdengar konyol, tapi aku benar – benar menyukaimu” aku Himchan. Gadis itu tertegun, tak mampu mengucapkan sepatah katapun. Ada hal aneh yang tiba – tiba menyusup di hatinya, ia sedang tidak menghianati siapapun. Bukan Daehyun.

                “aku pikir aku tidak pernah salah mencintainya, ia seperti anjing malang tanpa tuan. Ku pungut karena aku menyukainya. Ia nampak lugu, sepertinya begitu. Ia nampak ringkih, kelihatannya juga begitu. Dia punya masa lalu, dan aku tak peduli – Kim Himchan”

 

                Yongguk menarik seorang pria dengar kasar, ia sudah tak peduli bahkan ketika pria itu nampak terkulai tak berdaya. Ia menggulung kemeja putihnya, wajahnya nampak berapi. Seperti benar – benar tak peduli bila pria di depannya meregang nyawa di tangannya.

                “apa kau masih tak ingin bicara?” bentak Yongguk kesal.

                “katakan, dimana gadis itu?” lanjut Yongguk mengangkat kepala pria itu mendekat ke arahnya.

                “kau tidak menyayangi nyawamu? Hem? Rumput tak berguna” umpat pria itu kesal.

                “baik, terus seperti itu dan ketika aku menemukannya kau akan menyesal”

                Brag

                Yongguk melemparnya begitu saja, tak berharap respon apapun dan hanya peduli dengan keegoisannya.

                Dan ketika bibir itu terkunci oleh kecupan lembut, gadis itu telah berubah. Setelah peristiwa itu, tak ada yang dapat ia percaya. Baginya semua pria sama, dan ia akan berperan sebagai lakon yang cantik untuk mereka semua.

                Himchan tersenyum, mendekap gadis itu semakin rapat dalam pelukannya. Ia hanya dokter tampan yang lugu. Ia hanya tahu bahwa ketika pasienya demam ia akan memberikan mereka antipiretik. Himchan mungkin tahu, bahwa hati pasienya mengalami sirosis, tapi sayangnya ia tak tahu betul tentang hati yang sesungguhnya. Dan ketika ia sadari ia mungkin sudah terperosok, jatuh dalam dunia yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya.

                “aku akan mengucapkan maaf untukmu, mungkin saja hatiku terguncang oleh cintamu. Oleh perhatianmu, tapi aku tak tahu seberapa besar goncangan itu akan mengubahku. – Ahn Sohee”

-TBC-

Nb : adakah yang bingung  dengan FF ini? oh semoga kalian mengerti teka – teki di balik bahasa author. makasih 🙂

5 thoughts on “Secret [ 2 ]

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s