[FF Freelance] Baby Steps (Part 3)

baby steps

 

Title                       : Baby Steps

Author                  : @ulfahanum1 (DreamGirl)

Main cast             : Cho Kyuhyun , Tiffany Hwang

Support cast       : Kim Taeyeon , Lee Jinki , Jessica Jung , Lee Donghae , Choi Minho , Krystal Jung

Rating                   : T

Genre                   : Romance , friendship

Length                  : Chapter

Disclaimer           : Ini chapter dimana Fany diteror sama orang misterius dan Heechul yang tiba-tiba saja berubah menjadi sosok yang aneh dimata Fany.

Previous part: Part 1, Part 2

^Happy Reading^

Author Pov

Senja sudah datang menjelma dunia . Tiffany sekarang masih sibuk dengan urusannya didalam ruangan dimana dia bekerja . Tiba tiba saja , pintu tempat ia sedang bekerja terbuka . Muncullah sosok pelayan yang ia sayangi itu , Kwon Yuri .

“Yuri-ya , apa ada masalah ?” tanya Tiffany bingung . Biasanya , jika Yuri merasa tertekan dan ada masalah dia akan pergi mencari Tiffany dan menceritakan apa yang tengah ia rasakan saat itu .

“Sajangnim , bolehkah aku masuk ?” tanya Yuri balik dengan sopan .

“Geurom , duduklah .” balas Tiffany dan mendekat kearah Yuri yang sudah duduk disofa panjang .

“Sekarang ada apa ? Ada yang ingin diceritakan kepadaku ?” tanya Tiffany .

“Ne , sebenarnya ini masalah ……” Yuri memotong perkataannya ketika melihat raut wajah Tiffany seketika memucat .

“Sajangnim , gwenchana ?” Yuri mendekat kerah Tiffany dan merasakan keringat dingin terpancar didahi Tiffany .

“Sajangnim sakit ?” Yuri mendadak kaget saat melihat Tiffany sudah mulai kehilngan keseimbangannya .

“Taeyeon sajangnim , Yoona sajangnim .” teriak Yuri dari atas yang mungkin terdengar oleh Yoona dan Taeyeon yang sibuk mengurus Café dibawah sana setelah beberapa silam yang lalu Heechul pergi .

Tiba tiba saja , langkah derap dua orang yeoja itu terdengar jelas kearah ruangan dimana Tiffany sudah tidak sadarkan diri saat ini . Bruuk ! Pintu ruangan ini tiba tiba terbuka begitu kuat . Yoona dan juga Taeyeon membulatkan matanya ketika melihat Yuri sudah bersusah payah menahan badan Tiffany agar tidak jatuh .

“Fany !” teriak Taeyeon dan berlari membantu Yuri .

“Eonni .” teriak Yoona dan berlari membantu Yuri dan juga Taeyeon . Mereka membaringkan badan lemah Tiffany diatas sofa panjang itu . Yoona meletakkan salah satu telapak tangannya didahi Tiiffany . Dan ternyata , Tiffany benar benar sakit . Keringat dingin tak henti hentinya keluar dari pori pori kulit Tiffany . Taeyeon , Yoona dan juga Yuri sudah kalang kabut tak tahu harus berbuat apa .

“Aku harus menelfon Kyuhyun Oppa .” seru Taeyeon yang ditanggapi oleh Yuri dan Yoona dengan anggukan setuju .

“Oppa . Ini aku Taeyeon .” cerocos Taeyeon dengan nada tak sabaran .

“Taeyeon-ah , ada apa ?” balas Kyuhyun , dia tak mengerti kenapa Taeyeon tiba tiba saja menghubunginya .

“Oppa , cepatlah ke Café . Tiffany pingsan .” suruh Taeyeon dan menggigit ujung bibirnya . Dia cemas , dia cemas melihat salah satu sahabatnya tak sadarkan diri seperti saat ini .

“Mwo ? Baiklah , oppa akan segera kesana .” balas Kyuhyun dan mematikan panggilan itu .

Yoona sudah berulang kali meletakkan sebuah minyak yang biasanya bisa menyadarkan orang yang pingsan . Namun sedari tadi , Tiffany masih belum terjaga dari pingsannya .

“Eonni , Ottokhe ?” lirih Yoona dan memandang Taeyeon cemas .

“Molla . Yuri-ya , kenapa Tiffany bisa seperti ini ?” tanya Taeyeon kepada Yuri .

“Mollayo Sajangnim , saat aku ingin menceritakan masalahku Tiffany sajangnim sudah terlihat sangat pucat .” jawab Yuri , Yuri juga tampak terlihat cemas saat ini . Dia takut dituduh sebagai orang yang membuat Tiffany seperti ini .

Sudah 30 menit berlalu , Kyuhyun masih belum sampai di Café . Tapi perlahan , suara desahan kecil terdengar dari mulut Tiffany . Semua mata sekarang tertuju pada Tiffany .

“Fany , gwenchana ?” tanya Taeyeon dan membantu Tiffany merubah posisinya menjadi duduk .

“Ne .” jawab Tiffany singkat . Kepalanya masih terasa pusing saat ini .

“Ani , eonni tidak baik baik saja bukan ? Lihat , wajah eonni sangat pucat . Kita tunggu Kyuhyun Oppa datang , setalah itu kita kerumah sakit ne ?” saran Yoona yang disetujui Yuri dan Taeyeon tapi tidak untuk Tiffany sendiri .

“Na gwenchana . Mungkin hanya sedikit lelah .” elak Tiffany dengan lembut .

“Taeyeon-ah , dimana Tiffany ?” teriak Kyuhyun saat diambang pintu .

“Oppa ..” gumam Tiffany pelan saat melihat Kyuhyun dengan nafas yang tersengal sengal mendekat kearahnya .

“Kajja , kita kerumah sakit .” ajak Kyuhyun dan mulai memapah Tiffany perlahan . Taeyeon , Yoona mengikuti Kyuhyun membawa Tiffany kerumah sakit . Sedangkan Yuri harus mengurus Café karena dialah ketua dari semua pelayan . Yuri harus menenangkan hati pelayan yang ikutan cemas dengan keadaan Tiffany .

“Kalian pergi bersamaku saja .” ajak Kyuhyun yang diikuti anggukan mantap dari Taeyeon dan Yoona .

oOoOo

Sekarang Kyuhyun merasa resah menunggu dokter selesai memeriksa Tiffany , sama seperti Yoona dan juga Taeyeon . Ya , sekarang mereka berempat sudah sampai dirumah sakit yang letaknya tak jauh dari Café . Sudah cukup lama Kyuhyun menunggu hingga akhirnya dokter yang memeriksa Tiffanypun keluar dan meminta Kyuhyun mengikuti Dokter itu keruangannya . Karena dokter itu harus menyampaikan sesuatu yang sangat penting . Sedangkan Yoona dan Taeyeon bergegas menuju ruangan dimana Tiffany akan dirawat disana beberapa hari ini .

“Dokter bilang apa ?” tanya Taeyeon penasaran .

“Molla .” Tiffany menggelengkan kepalanya pelan . Tiffany meringis kesakitan saat merasakan jarum infuse yang hampir tertusuk sempurna ditangannya .

“Eonni , seharusnya eonni harus bisa menjaga kesehatan Eonni .” keluh Yoona .

“Ne , mian karena merepotkan kalian semua .” sahut Tiffany pelan karena suaranya tertahan karena rasa sakitnya .

Diruangan Dokter , Kyuhyun sudah mulai mendengarkan arahan yang disampaikan Dokter yang memeriksa Tiffany .

“Sebenarnya istri saya kenapa ?” tanya Kyuhyun tak sabaran .

“Kelelahan , dan jugaaa ….” Dokter itu memotong perkataannya membuat Kyuhyun semakin cemas tak karuan .

“Juga apa ? Dokter , kumohon jangan membuatku cemas seperti ini .” keluh Kyuhyun dan memegang dadanya yang sudah dag dig dug tak karuan .

“Pada ususnya , ada sedikit luka robek ..” sambung Dokter itu membuat Kyuhyun ternganga .

“Luka ? Bagaimana bisa ? Lantas apa yang saya harus lakukan ? Apa harus operasi ?” tanya Kyuhyun dengan beribu pertanyaan .

“Mungkin , Nyonya Fany memakan suatu makanan yang bisa melukai ususnya . Tenang saja , hanya sebuah  luka robek diusus yang dapat ditangani dengan memasukan sebuah obat kedalam tubuhnya . Dan karena itu saya menyarankan agar Nyonya Fany dirawat inap terlebih dahulu . Hal ini bertujuan untuk mempercepat penyembuhan .” jelas sang Dokter . Kyuhyun menganggukan kepalanya , sekarang hatinya baru terasa lega .

“Geurae , gamsahamnida .” ujar Kyuhyun dan pergi bergegas menuju kamar dimana Tiffany tengah beristirahat .

oOoOo

KREEK !

Pintu kamar dimana Tiffany dirawatpun terbuka . Muncul sosok Kyuhyun sambil melemparkan senyuman sendunya kearah Tiffany . Tiffany hanya bisa membalas senyuman Kyuhyun .

“Oppa , kenapa lama ? Dokter bilang apa ?” tanya Tiffany .

“Aah , Dokter bilang kau hanya kelelahan . Dan ada sedikit luka robek diususmu . Tenang saja , dokter akan segera menyuntikkan obat kedalam tubuhmu sehingga luka itu bisa segera sembuh .” jawab Kyuhyun . Wajah Tiffany seketika berubah menjadi sedih . Dia tak menyangka bahwa dia akan dirawat dirumah sakit dengan aroma obat obatan yang paling dibencinya .

“Arraso . Berapa lama aku menginap disini ?” tanya Tiffany lagi .

“Oppa juga tidak tahu . Beristirahatlah . Oppa akan pulang sebentar mengemasi pakaianmu .” suruh Kyuhyun dan menyelimuti badan Tiffany .

“Ne Oppa . Yeon , Yoona kalian akan disini bukan ?” Tiffany memandang Taeyeon dan Yoona dengan harap harap cemas .

“Mian eonni , tapi aku ada janji dengan Key .” jawab Yoona . Key ialah namjachingu Yoona . Sudah hampir 2 tahun mereka berpacaran .

“Nado , aku ada janji dengan Jinki .” jawab Taeyeon dengan raut wajah bersalah . Jinki , namjachingu Taeyeon .

“Aah , geurae . Kalian pergilah . Aku bisa menjaga diriku sendiri .” ujar Tiffany dengan nada sedikit mengusir . Tiffany membalikkan badannya dan membelakangi Taeyeon , Yoona dan juga Kyuhyun .

“Tenanglah , Oppa hanya sebentar .” sahut Kyuhyun yang hanya ditanggapi Tiffany dengan deheman pelan .

Sekarang hanya tinggal Tiffany dirumah sakit , Tiffany terus memandang kosong kearah luar jendela . Bosan , baru beberapa menit saja Kyuhyun pergi dia sudah merasa bosan . Padahal biasanya ada Kyuhyun yang akan selalu mengoceh yang akan membuat Tiffany akan lebih merasa nyaman .

“haaah ..” desahan kecil keluar dari mulut Tiffany .

Tiffany kembali merubah posisinya menjadi duduk dan melepas infuse yang ada ditangannya . Tiffany meringis kesakitan ketika infuse itu sudah benar benar lepas dari tangannya . Tiffany dengan perlahan berjalan menuju pintu kamar dan dengan sedikit sempoyongan berjalan melewati koridor rumah sakit yang terlihat sepi . Ya , sekarang sudah pukul lima sore itu artinya jam besuk sudah berakhir dua jam yang lalu . Tiffany memegang perutnya yang terasa benar benar ngilu . Dan tak luput ringisan ringisan kesakitan keluar dari mulut Tiffany .

Author Pov End

Tiffany Pov

Membosankan . Aku hanya bisa berdiam diri menunggu sosok Kyuhyun Oppa kembali . Aku melepaskan infuse yang tertancap sempurna ditanganku walau terasa sakit . Aku lebih memilih mencari udara segar ditaman rumah sakit dibanding harus berbaring dikamar tanpa ditemani siapapun .

“Appo …” gumamku saat merasakan rasa nyeri diperutuku . Mungkin ini pengaruh luka robek diususku .

Koridor rumah sakit benar benar terlihat sepi saat ini . Satu tanganku kuletakkan diperut karena harus menahan rasa sakit . Tiba tiba saja mataku menangkap sosok seorang yeoja kecil tengah sibuk mengejar bola yang bergelinding jauh . Entah kenapa , bibirku memaksaku untuk tersenyum . Dengan perlahan aku mengikuti yeoja itu walau harus menahan rasa sakit . Tapi sialnya , yeoja itu hilang dari pandanganku . Tampaknya dia terlalu cepat berjalan .

“Eomma …..” suara teriakan seseorang membuatku kaget . Ah tidak , ini bukan suara teriakan melainkan isakan . Dengan tergopoh gopoh aku menyelusuri koridor mencari dari mana asal suara tadi .

“Eomma……” lagi lagi suara isakan itu membuatku semakin tak karuan . Rasa penasaran kembali menjalar tubuhku .

“Omo , anak manis . Kenapa menangis ?” tanyaku ketika melihat yeoja kecil tadi tengah terduduk sambil menangis didepan sebuah kamar . Aku juga mendudukan badanku disebelah anak itu . Bahunya naik turun karena sesegukan oleh tangisnya .

“Uljima .” ujarku dan mengelus kepala yeoja itu dengan lembut .

“Eonni , na eomma …..” isakan yeoja itu semakin menjadi jadi membuat hatiku teriris melihatnya .

“Kenapa dengan eommamu ?” tanyaku dengan mata yang sudah berlinang linang dengan air mata .

“Nae eomma … Eomma meninggal ..” dadaku seketika merasa sesak mendengar kata kata yeoja kecil ini . Dengan cepat aku menarik yeoja kecil itu kedalam dekapanku . Air mataku tumpah begitu saja , aku tidak bisa menahan air mataku lebih lama lagi .

“Uljima …” lirihku dan mempererat dekapanku .

“Ottokhe ? Appa eomma …. Dengan siapa EunSoo akan tinggal ?” tanyanya dengan gagap .

“Appa ? Kenapa dengan Appamu ?” tanyaku kali ini .

“Appa meninggal ketika kecelakaan itu berlangsung .” jawabnya . Sudah dapat kupastikan mata yeoja yang bernama EunSoo ini memerah .

“Eunsoo-ya ..” suara seseorang membuatku mengalihkan pandangan kearah siapa yang memanggil Eunsoo . Seorang namja paruh baya dengan senyuman khas miliknya .

“Nuguseyo ?” tanyaku dengan ragu .

“Annyeonghaseyo . Eunsoo Ahjussi .” jawab namja paruh baya itu . Namja paruh baya itu merentangkan kedua tangannya dan menyuruh Eunsoo untuk mendekat kearahnya . Tapi sepertinya Eunsoo sangat takut terhadap namja paruh baya ini . Eunsoo memegang erat tanganku tak mau berpisah denganku sepertinya .

“Ahjussi , bolehkah aku membawa Eunsoo sebenatar saja ? Aku ingin bermain dengannya .” tanyaku . Sejujurnya aku juga masih ragu untuk menyerahkan Eunsoo kepada namja paruh baya ini . Dari tampangnya saja sudah tidak meyakinkan bahwa dia Paman Eunsoo .

“Aah .. Ne . Nanti saya akan menjemputnya .” namja paruh baya itu kembali pergi memasuki kamar dimana tempat Eomma Eunsoo sedang diotopsi .

“Ikut dengan eonni saja ne ?” ajakku dan menggendong Eunsoo . Sakit diperutku kembali terasa . Bagaimana ini ? Aku tidak boleh terlihat lemah didepan yeoja kecil ini .

“Fany .. “ suara ini . Bukankah suara Kyuhyun Oppa? Aku melirik siapa yang memanggilku dan ternyata benar , Kyuhyun Oppa sudah berdiri dihadapanku dengan tatapan bingungnya . Aku hanya bisa melemparkan senyuman tipis dan berjalan perlahan kearahnya .

“Anak manis …” Kyuhyun Oppa tersenyum manis kearah Eunsoo dan mencoba menggendong Eunsoo . Dan Eunsoo dengan patuhnya mengikuti Kyuhyun Oppa . Hah , ini lebih melegakan dibanding tadi . Kyuhun Oppa menggandeng tanganku dan mengajakku kembali kedalam ruangan tempat aku diinap .

oOoOo

“Anak manis , siapa namamu ?” tanya Kyuhyun Oppa sambil mendudukan Eunsoo disebuah sofa yang ada diruangan ini .

“Cho Eunsoo imnida .” ujarEunsoo memperkenalkan dirinya . Aku yang merasa badanku yang sudah terasa sangat lelah langsung merebahkan badanku . Mataku terasa berat , mungkin saja ini pengaruh dari suntikan yang diberikan Dokter tadi .

Tiffany Pov End

Author Pov

Kyuhyun dan Eunsoo masih sibuk bermain dan tidak menyadari bahwa Tiffany sekarang sudah tertidur pulas akibat rangsangan obat yang disuntikan kedalam tubuhnya . Eunsoo menguap membuat Kyuhyun terkekeh pelan .

“Hooam …” gumam Eunsoo dengan lugunya .

“Eunsoo mengantuk ?” tanya Kyuhyun dan terkekeh pelan .

“Ne Oppa . Bisakah oppa menggendongku dan menidurkanku ?” tanya eunsoo dengan polosnya , seketika itu Kyuhyun langsung menggendong Eunsoo . Membiarkan kepala kecil Eunsoo bersandar kepundaknya dan mulai tertidur pulas .

“Eoh ? Tiffany juga tidur ?” ujar Kyuhyun pelan dan berjalan mendekat kearah Tiffany . Kyuhyun menyelimuti badan Tiffany dan melayangkan sebuah kecupan singkat didahi Tiffany . Kegiatan yang selalu Kyuhyun lakukan setiap malamnya disaat Tiffany sudah tidur .

“Cho Eunsoo .. Hah , aku baru menyadari marganya sama denganku ..” seru Kyuhyun dan terus menepuk nepuk pelan punggung Eunsoo .

Kreek ! Pintu kamar Tiffany tiba tiba saja terbuka , seorang namja paruh baya yang mengaku ngaku menjadi Paman Eunsoo sekarang ada diambang pintu kamar Tiffany .

“Nuguseyo ?” tanya Kyuhyun dan memandangan curiga namja paruh baya itu .

“Annyeonghaseyo . Eunsoo Ahjussi . Apa eunsoo tidur ? kalau begitu saya akan membawanya .” ujar Eunsoo Ahjussi dan mengangkat Eunsoo dari gendongan Kyuhyun . Kyuhyun menggeram pelan . Ia sangat kesal , belum beberapa jam ia merasakan menjadi seorang Appa tapi sekarang rasa senangnya sudah harus dipungut oleh namja paruh baya itu.

“Anda ingin membawa Eunsoo kemana ? Bagaimana jika istri saya menanyakan eunsoo ?” ucap Kyuhyun ketika menyadari Eunsoo ahjussi sudah berjalan keluar dari kmar dimana Tiffany dirawat .

“Tentu saja pulang . Kami akan mengadakan upacara kematian Eomma Eunsoo .” balas Eunsoo Ahjussi dan pergi .

Freeze ! Kyuhyun membeku , apa dia tidak salah dengar ? Anak seumuran Eunsoo sudah harus ditinggalkan oleh seorang Eomma . Seharusnya diumur sekarang ini , Eunsoo harus mendapat kasih sayang dari orang tuanya bukan seperti ini . Ini semua sama saja seperti siksaan bagi Eunsoo . Tak terasa mata Kyuhyun berlinang , ia tiba tiba saja jadi mengingat Eommanya .

“Apa eomma sekarang sedang merindukanku ?” gumam Kyuhyun pelan sambil mengelus pelan kepala Tiffany .

“Fany-ah , saranghae . Kumohon , jangan membuat Oppa cemas lagi ne ? Oppa sangat takut jika sesuatu yang buruk terjadi padamu .” bisik Kyuhyun tepat ditelinga Tiffany .

Sebanarnya Tiffany sudah sadarkan diri beberapa menit yang lalu . Tiffany sadar karena mendengar percakapan Kyuhyun dengan Eunsoo Ahjussi . Tapi nyatanya mata Tiffany tidak bisa terbuka . Matanya seperti diolesi lem yang membuat mata Tiffany tertutup rapat .

‘Oppa , aku bisa mendengarnya . Mian .’ batin Tiffany pelan . Hatinya teriris mendengar kata kata ‘saranghae’ yang diucapkan Kyuhyun . Sampai saat ini , Tiffany masih belum bisa membalas kata kata itu kepada Kyuhyun .

oOoOo

Untuk kesekian kalinya Tiffany membuka matanya perlahan dan sekarang semuanya sudah berubah , awalnya hari masih terlihat senja tapi sekarang sudah berubah menjadi malam hari . Tiffany melirik kelengannya yang sekarang sudah terpasang infuse lagi .

“Tsk  .” dengus Tiffany kesal . Tiffany mengedarkan pandangannya keseluruh ruangan . Ternyata Kyuhyun tidak ada disini , mungkin saja Kyuhyun pergi keluar sebentar mencari udara segar .

Tiffany merubah posisinya menjadi bersandar ketempat tidurnya . Seketika itu juga ponsel Tiffany bergetar menandakan sebuah pesan masuk . Tiffany segera menjangkau ponsel yang ada dimeja sebelah ranjangnya dan membaca pesan itu .

From     : My Husband Kyuhyun

Fany-ah , Oppa rasa kau sudah bangun saat ini . Oppa keluar sebentar mencari makan . Oh ya , makanan dirumah sakit tidak enak bukan ? Kau ingin Oppa membelikan makanan apa ?

Tiffany tersenyum tipis , dengan lihainya jari jari Tiffany mengetik sebuah balasan pesan kepada Kyuhyun .

To           : My Husband Kyuhyun

Ne Oppa . Terserah Oppa saja . Berhati hatilah .

Hanya itu yang bisa Tiffany balas kepada Kyuhyun . Tiffany hendak meletakkan ponselnya kembali kemeja tapi ponsel Tiffany kembali bergetar . Dengan wajah masamnya , Tiffany membuka pesan yang ternyata pengirimnya adalah Heechul .

From     : Heechul Oppa

Fany-shi , Oppa dengar kau masuk rumah sakit ? Jeongmalyo ? Sekarang Oppa dalam perjalanan menuju rumah sakit dimana kau dirawat . Tunggu ne ? Oppa juga membawakan buah dan bunga kesukaanmu .

Tiffany tersenyum tipis namun dia tidak berniat sedikitpun untuk membalas pesan dari Heechul . Entahlah , mungkin saja moodnya sedang tidak baik saat ini .

“Haaah , eunsoo sudah pergi ..” lirih Tiffany pelan . Tiffany memeluk lututnya dan menyendarkan kepalanya kelututnya . Tiffany melirik kearah luar jendela yang semakin lama semakin malam dan gelap .

“Sepi . Haruskah aku bernyanyi ?” ujar Tiffany untuk memecahkan kesunyian saat ini .

“Aah , geurae . Aku akan bernyanyi saat ini .” Tiffany tertawa renyah .

“HWANG MI YOUNG !” belum sempat Tiffany menyanyikan satu bait lagu dia sudah tekejut karena mendengar teriakan seseorang yang menyebut nama asli Tiffany .

“Omo , Heechul Oppa ..” ujar Tiffany dengan nada kagetnya .

“Hehehe , mian Oppa mengagetkanmu . Ige , oppa membawakan apa yang Oppa janjikan .” sahut Heechul dan memperlihatkan keranjang buah yang berisi buahan buahan kesukaan Tiffany dan juga seikat bunga kesukaan Tiffany .

“Oppa , gomawoyo~ .” ujar Tiffany dan melemparkan senyuma khas miliknya . Eyes smile .

Heechul membalas senyuman Tiffany dan duduk ditepi ranjang milik Tiffany serta meletakkan apa yang ia bawa diatas meja . Heechul menatap Tiffany seakan akan tidak mempercayai kondisi Tiffany saat ini .

“Oppa , wae ?” gerutu Tiffany karena merasa tidak nyaman dengan tingkah Heechul .

“Aah , ania . Oppa hanya bingung .” balas Heechul dan menggaruk tengkuknya yang tak gatal .

“Bingung karena apa ?” tanya Tiffany dengan bingungnya . Seketika Tiffany melirik seluruh badannya , ia pikir tidak ada yang aneh dengan badannya .

“Bingung memikirkan apa penyakitmu ..” sambung Heechul . Tiffany tersenyum dan langsung menjelaskan penyakitnya yang sebenarnya . Ketika tengah asik berbincang , Kyuhyun datang sembari membawa beberapa bungkus plastik yang berisi makanan . Kyuhyun langsung membungkuk sopan ketika menyadari kehadiran seorang tamu .

“……” Kyuhyun hanya melemparkan senyuman tipisnya dan mendekat kearah Tiffany .

“Annyeonghaseyo .” sapa Heechul dengan santainya . Kyuhyun hanya membalas dengan anggukan singkat dan lebih memilih diam membiarkan Tiffany sibuk dengan Heechul .

“Oppa pulang dulu ne ? “ pamit Heechul . Heechul merasa tak enak hati karena harus membuat Kyuhyun diam .

“Ne Oppa . Hati hati .” balas Tiffany dan melirik punggung Heechul hingga Heechul sudah tak tampak lagi dimatanya . Baru saja Heechul keluar dari tempat ruang inap Tiffany , suara Kyuhyun sudah mulai terdengar dengan jelasnya membuat Tiffany hanya bisa mendengarkan dengan baik .

“Tadi itu siapa ?” tanya Kyuhyun sambil mengeluarkan seluruh makanan yang dibelinya dan segera menatanya dengan rapi diatas meja .

“Nae chingu . Heechul Oppa .” jawab Tiffany polos dan menggigit sumpit yang sudah ada ditangannya .

“Geurae ? Oppa baru kali pertama melihatnya .” balas Kyuhyun .

“Beberapa waktu yang lalu dia ke Jepang , karena itu Oppa tidak mengenalnya . Ah , dia mantan Sica .”  jelas Tiffany dan menyuapkan sesendok nasi kedalam mulutnya .

“Ne ? Mantan Sica ?” ulang Kyuhyun . Tiffany menganggukan kepalanya dan lagi memasukkan nasi kedalam mulutnya . Sundaeguk yang sengaja dibeli Kyuhyunpun hampir habis dilahap Tiffany . Tampaknya Tiffany sangat lapar .
“Oppa .. “ gumam Tiffany pelan . Kyuhyun melirik Tiffany sekilas dan menatap Tiffany seakan bertanya ‘ada apa?’ .  Dengan telunjuk tangannya , Tiffany mengusap sisa makanan yang menempel disudut bibir Kyuhyun . Bluush ! wajah Kyuhyun memerah seketika . Ini kali pertama baginya mendapat perhatian seperti ini dari Tiffany .
oOoOo

Sudah beberapa hari ini Tiffany berada dirumah sakit . Tiffany selalu ditemani Kyuhyun , terkadang Tiffany ditemani Heechul , Yoona ataupun Taeyeon . Sekarang Tiffany hanya bisa duduk diam ditaman belakang rumah sakit sambil menutup kedua matanya menghirup udara segar dipagi hari . Sedangkan Kyuhyun harus berangkat kekantor .

“……..” Tiffany terus menutup matanya dan menghirup udara segar . Tiffany merenungkan betapa sayangnya Kyuhyun semenjak Tiffany sakit . Kyuhyun selalu mementingkan Tiffany dibanding pekerjaannya . Tapi hari ini , Tiffany memaksa Kyuhyun kekantor . Tiffany tak ingin pekerjaan Kyuhyun terganggu oleh dirinya .Tiffany merasa bersalah karena akhir akhir ini Kyuhyun terlihat sangat lelah harus bolak balik kekantor dan rumah sakit .

“…..” Tiffany perlahan membuka matanya dan menatap kosong kedepan .

“Sudah Oppa duga kau disini .” suara Heechul membuyarkan lamunan Tiffany .

“Oppa ? “ Tiffany menoleh keasal suara dan menepuk permukaan kursi yang terbuat dari kayu . Heechulpun duduk disebelah Tiffany .

“Udara diluar dipagi hari sangat dingin kenapa disini ?” tanya Heechul dan menyerahkan sebuah hoodie yang diambilnya dari kamar Tiffany .

“Gomawo Oppa . Disini sangat sepi dan menyenangkan .” jawab Tiffany dan menyangkut hoodie itu kepundaknya .

“Eii , kau ini . Menyenangkan apanya ?” balas Heechul dan mengacak rambut Tiffany dengan halus .

“Geumane !” gerutu Tiffany dan mengercutkan bibirnya seperti anak kecil . Heechul tertawa renyah dan menghirup udara segar seperti kegiatan Tiffany tadi .

“Oppa sudah bertemu dengan Sica ?” ujar Tiffany membuat Heechul menatapnya tajam .

“Wae ? Apa aku salah ?” tanya Tiffany dan menggigit ujung bibirnya .

“Kenapa masih menyebut yeoja itu ?” sahut Heechul dengan wajah garangnya .

“Mianhae . Aku hanya bertanya .” sesal Tiffany dan menggandeng lembut tangan Heechul .

“Kau tak kecewa dengan Donghae yang lebih memilih Sica ?” ujar Heechul . Perlahan Tiffany melepas gandengan tangannya dan menatap Heechul dengan tatapan sendunya .

“Kenapa Oppa bicara seperti itu ?” ujar Tiffany . Mata Tiffany tampak tergenang dengan air matanya . Tiffany tak menyangka Heechul akan berkata demikian kepadanya .  Mengatakan hal yang begitu menyakitkan bagi Tiffany .

“Kenapa ? Karena Oppa juga merasakan hal yang sama denganmu Fany . Oppa juga merasakan sakit yang sangat mendalam ditinggalkan Sica . “ balas Heechul dengan tatapan tajamnya kepada Tiffany .

“Oppa …..” lirih Tiffany pelan dan membiarkan buliran air matanya jatuh begitu saja .

“Kenapa kau menangis ? Tidak sepantasnya kau menangis untuk Donghae namja brengsek itu . Uljima .” seru Heechul dan menyeka air mata Tiffany .

“Ne Oppa . Seharusnya aku bisa mengontrol diriku agar tidak seperti ini . Aku takut Kyuhyun Oppa akan kecewa karena sikapku yang seperti ini .” ujar Tiffany dan sedikit sesegukan .

“Lihat saja nanti . Oppa akan membalas perbuatan mereka kepada kita .” tukas Heechul dengan mata yang berapi api .

“Ne ? Anio Oppa . Jangan melakukan hal itu .” Tiffany yang awalnya mendukkan kepala ketika mendengar ucapan Heechul langsung menatap Heechul dengan tatapan tak percaya .

“WAE ? Kenapa kau selalu seperti ini ? SEHARUSNYA KAU MEMBALAS PERBUATANNYA FANY ! TIDAK SEPERTI INI !” erang Heechul dan segera bangkit dari duduknya .

“Oppa . Jangan lakukan itu .” pinta Tiffany dan menggenggam erat tangan besar milik Heechul .

“Shireo ! Oppa akan melakukan apa yang seharusnya mereka terima dari dulu . Oppa tidak peduli dengan permintaanmu yang menginginkan Oppa supaya tidak mengganggu mereka .” ujar Heechul dan menghempaskan tangan Tiffany dengan kasar lalu bergegas pergi meninggalkan Tiffany sendiri ditaman belakang rumah sakit .

‘Kau menghalangiku fany ? Aku membencimu . Sangat membencimu karena kau lebih membela mereka dibanding aku ! Aku membencimu .’ batin Heechul dan pergi begitu saja dengan luka baru yang tergores dihatinya .

Setelah ditinggalkan dan dimarahi Heechul , Tiffany masih berdiam diri ditaman sambil menekan dadanya yang terasa sakit .

“Heechul Oppa , mianhae .” lirihnya pelan dan menghembuskan nafas .

Author Pov End

Tiffany Pov

Hembusa angin kencang menerpa rambut panjangku membuatku sedikit bergidik geli . Walaupun perkataan Heechul Oppa masing terngiang jelas ditelingaku , aku harus melupakannya . Anggap saja semua itu tidak pernah terjadi dan tidak pernah terdengar olehku . Cuaca semakin menjadi jadi . Dinginnya hari membuatku terus menggosok gosokan kedua tanganku dengan cara berlawanan . Aku yang sudah tidak tahan karena dingin langsung bergegas kembali kekamar dimana aku rawat . Kamar dengan suasana sepi dan mencengkram jika sendirian .

DEEG !

Saat aku berjalan dengan satu tangan yang menyeret tongkat infuse aku bisa melihat dua orang tengah berdiri didepan pintu kamarku . Dan aku tahu siapa mereka , Lee Donghae dan Jessica Jung . Perlahan namun pasti aku memperpendek jarak diantara kami . Mereka berdua kaget ketika melihatku yang sudah berdiri dihadapan mereka . Aku hanya melemparkan senyuman tipis dan masuk kedalam kamarku .

“Masuklah . Bukankah kalian kesini karena ingin menjengukku ?” tuturku dengan diiringi senyuman khas milikku .

“Aah .. Ne ..” jawab Donghae Oppa dengan gugupnya . Sedangkan Jessica hanya menatapku enggan . Tidak mau menatap kedua bola mataku .

Aku merebahkan diriku diranjang dan mempersilahkan kedua tamuku untuk duduk disofa . Dengan ragu Jessica menghampiriku dan membantuku menyelimuti tubuhku . Dia juga menyerahkan sebuket bunga kesukaanku .

“Gomawo .” seruku saat dia menyerahkan bunga itu .

“Ne . Apa kau baik baik saja ?” tanyanya . Dari kasat wajahnya , sudah jelas dia sangat khawatir denganku .

“Ne . Aku baik baik saja . “ jawabku dan mencium bunga yang diberikannya . Aroma bunga inilah yang selalu kusukai .

“Aku mendapat kabar kau sakit dari teman teman yang lainnya dan pastinya bukan Yoona dan Taeyeon .” jelasnya . Aku hanya tersenyum simpul dan menganggukan kepalaku pelan .

“Apa sakitmu parah ?” sambungnya lagi dan aku hanya menggelengkan kepalaku pelan .

“Jeongmalyo ?” tanyanya lagi .

“Ne . Hanya ada sedikit robek diususku . Dan dokter sudah mengobatinya . Dokter bilang lusa aku sudah bisa keluar dari rumah sakit ini . Disini sangat membosankan . Belum lagi Kyuhyun Oppa yang terkadang harus sibuk dengan pekerjaannya . Tapi tak apa , aku harus mengerti dengan keadaanya . “ ujarku dengan senyuman tipis .

“Geurae ? Aku senang mendengarnya .” balas Jessica dan tertawa renyah . Ini kali pertama ku mendengar tawa milik Jessica setelah kejadian dulu .

“Sepertinya aku harus pergi .” ujar Jessica .

“Kenapa cepat ? Bahkan kalian baru sampai .” tanyaku dengan nada sedih .

“Ada sesuatu yang harus kami urus . Mianhae . Lain kali aku akan berkunjung kerumahmu . “ cuapnya dan bergegas akan pergi .

“Chakamannyo . Kau tak ingin memberiku sebuah pelukan hangat sebelum pergi ?” tanyaku membuatnya hanya diam membeku .

“Ne ?” ulangnya . Aku merentangkan kedua tanganku . Dengan ragu , Jessica mendekat kearahku dan memeluk dengan sangat erat .

“Fany-ah , mianhae ..” ujarnya dengan suara serak .

“Gwenchana .” jawabku sambil mengelus pelan punggungnya .

Mereka berdua berpamitan denganku . Donghae Oppa melemparkan senyuman tipisnya kepadaku dan menggenggam erat tangan Jessica didekatku . Kupikir aku sudah tidak terlalu memikirkan mereka lagi . Sebenarnya ada satu alasan mengapa aku melarang Heechul Oppa untuk membalas dendam kepada mereka berdua . Karena sekarang aku sudah mulai menyukai dan mencintai Kyuhyun Oppa dan melupakan Donghae Oppa . Dan karena itu juga aku bersikap biasa biasa saja kepada Jessica dan Donghae . Aku sudah memaafkan kesalahan mereka berdua .

Sekarang , seorang TIFFANY HWANG sudah mulai menyukai CHO KYUHYUN . Kuharap , cinta ini akan selalu tumbuh kedepannya .

oOoOo

Hari yang kutunggu tunggupun akhirnya datang juga menyapaku . Hari ini , hari diizinkannya aku pulang oleh sang Dokter karena luka diususku sudah mengering dan tidak jadi masalah jika aku beristirahat dirumah saja .

“…….” Senyuman manis tak pernah sirna diwajahku setelah bebas dari bau rumah sakit yang terkadang membuatku enyah .

Kyuhyun Oppa sudah mengemasi perlengkapanku tadi . Dan sekarang saatnya bagiku untuk pulang . Ketika dalam perjalan kami berdua hanya diam sibuk dengan pemikiran masing masing hingga suara milik Kyuhyun Oppa memecah kesunyian .

“Fany-ah , besok Oppa akan ada urusan mendadak diluar Kota …. Jadi …..” perkataan Kyuhyun Oppa sudah bisa kutebak .

“Gwenchana . Oppa pergilah . Aku bisa mengurus diriku sendiri .” ujarku memotong perkataan Kyuhyun Oppa .

“Jinjja ? Geundae , jika terjadi sesuatu bagaimana eoh ?” tanya Kyuhyun Oppa yang masih sibuk mengendarai mobilnya .

“Oppa … Aku ini sudah besar . Dan sekarang kita hidup dizaman penuh dengan peralatan canggih . Apa gunanya ponsel jika tidak digunakan dengan baik ?” sahutku . Tawa Kyuhyun Oppapun lepas begitu saja ketika mendengar jawaban dariku .

“Wae ? Bukankah aku betul ?” gerutuku dan mengercutkan bibir .

“Geurae . Oppa percaya kepadamu .” jawab Kyuhyun oppa diselai dengan tawa kecil .

Beginilah kami , beberapa hari ini kami banyak tertawa karena tingkah konyol kami sendiri . Melihat senyuman dan tawa Kyuhyun Oppa membuatku benar benar merasa bahagia disampingnya . Walau terasa berat ditinggalkan Kyuhyun Oppa , tapi apa boleh buat ? Ini demi kepertingan kantornya . Aku tidak ingin mengacaukan urusan kantornya .

“Hah .. “ desahku saat sudah sampai didepan rumah . Kyuhyun Oppa menghampiriku dan langsung merangkulku agar segera masuk kedalam rumah .

“Bukalah ..” seru Kyuhyun Oppa . Dengan segera aku menekan knop pintu .

“WELCOME HOUSE MIYOUNG !” teriak Taeyeon dan Yoona dari dalam rumah .

“MWOYA ?” teriakku kaget dengan kejutan yang tiba tiba ini .

“Kekeke.” Kyuhyun Oppa terkekeh pelan dan mengelus rambutku pelan membuat suasana menjadi ricuh seketika .

“Omo omo ! Kalian bermesraan didepan kami rupanya ?” canda Yoona dengan diiringi tawa nya .

“Mwo ? Ani . Mengelus rambut bukan sesuatu yang mesra .” elakku . Semua orang tertawa disini . Menertawaiku lebih tepatnya .

“Oppa akan balik kekantor . Jadi Yeon , Yoona , Oppa titip Fany ne ?” tutur Kyuhyun Oppa dan pergi begitu saja . Sebelum pergi , Kyuhyun Oppa mengecup singkat keningku yang mengundang suara suara tak jelas dari Taeyeon dan Yoona .

“Yeon-ah , Yoona-ya . beberapa hari yang lalu Jessica dan Donghae datang mengunjungiku kerumah sakit .” tukasku dan duduk dimeja makan sambil menunggu Taeyeon membuatkan 3 cangkir teh untuk kami bertiga .

“Ne  ? Jinjjayo ?” balas Yoona dan menatapku tak percaya .

“Ne . Sudahlah . Aku sudah terbiasa dengan kehadiran mereka . Lagian aku sudah memiliki Kyuhyun Oppa .” ujarku . Yoona tersenyum evil kearahku .

“Eonni sudah mulai menyukai Kyuhyun Oppa bukan ?” tebaknya asal asalan membuatku hanya bisa tertawa geli .

“Ne .” jawabku dengan jujurnya . Aku tidak ingin menyembunyikan apa yang kurasakan kepada kedua sahabatku .

“Mwo ? Aigooo .” Taeyeon meletakkan minuman itu diatas meja . Kami bertiga bercengkrama sambil tertawa cekikikan . Seperti inilah kami sebenarnya . Jika sudah berkumpul di Café atau dimanapun akan tertawa bersama .

Tiffany Pov End

Kyuhyun Pov

Aku melirik jam yang terbalut indah ditangan kiriku . Sekarang sudah menunjukkan pukul tujuh malam . Dan sebentar lagi adalah jam makan malam . Pasti Tiffany akan menggerutu tak jelas lagi jika aku pulang telat . Dengan sekali gas , aku mempercepat laju mobilku .

“……” aku membuka pintu rumah dengan perlahan tanpa mengeluarkan suara sedikitpun .

“Oppa , wasseo ?” suara milik Tiffany membuatku kaget . Dia keluar dari kamar dengan celemek yang digunakannya .

“Hah .. oppa sangat kaget .” Tiffany tertawa geli dan menghampiriku . Dia mengambil tas milikku dan membukakan dasi yang terpasang dileherku .

“Cepat mandi . Aku sudah menghangatkan air di kamar mandi .” suruhnya .

“Gomawoyo .” ujarku dan memberikannya sebuah pelukan hangat yang singkat .

Mungkin kalian akan bertanya tanya kenapa aku bisa seperti ini dengannya ? Ya , ini bermula dari sebuah kejadian yang tidak bisa kami lupakan saat dirumah sakit dulu . Kejadian itu tidak mungkin kami ceritakan karena sangat rahasia bagi kami berdua . Kejadian itu yang membuat kami menjadi sangat dekat .

“Ppalli .” Tiffany memukul lenganku dan mendorong badanku agar segera mandi . Mau tak mau aku harus mengikuti apa yang disuruh sang istriku .

Setelah makan malam , Tiffany sibuk dikamar . Dia bilang dia ingin beristirahat . Sedangkan aku ? Sibuk mempersiapkan perlengkapan yang akan dibawa untuk besok keluar Kota dikamar .

“Oppa , ingin kubantu ?” tawar Tiffany dan mendekat kearahku .

“Ani . Oppa bisa sendiri .” jawabku dan melipat beberapa pakaianku sendiri .

“Oppa . Sini biar kubantu . Melipat baju saja tidak bisa .” gerutu Tiffany dan meraih baju yang akan kulipat .

“Kenapa Oppa membawa baju sangat banyak ?” tanyanya disela sela kesibukannya .

“Oppa akan dua hari disana .” jawabku sambil melihat ekspresi wajah miliknya .

“Ne ? Kenapa lama ? Kalau tahu seperti ini , aku tidak akan memberi izin Oppa pergi .” rutuknya dengan suara pelan namun bisa kudengar .

“Kekeke .” aku terkekeh pelan dan membiarkan Tiffany menggerutu tak jelas sendiri .

Setalah yakin semua perlengkapan sudah beres . Aku ikut merebahkan badanku disebelah Tiffany yang sudah terlelap tidur beberapa saat yang lalu . Aku membalikkan badanku agar bisa melihat wajah polos , manis , cantik milik Tiffany .

“Yeoppo ..” gumamku dan tersenyum manis .

“Oppa … Jangan melihatku seperti itu .” ujar Tiffany sambil menutup kedua wajahnya dengan tangannya . Ternyata dia belum tidur .

“Oppa kira kau sudah tidur .” ucapku . Tiffany menggelengkan kepalanya pelan dan menjulurkan lidahnya kearahku .

“Tsk .” dengan sekali gerakan aku sudah bisa memeluk dan mengunci badan Tiffany . Tiffany menggeliat tak jelas dan berteriak agar aku melepas pelukan kuat ku .

“Oppa ! Lepaskan aku ! Aku sesak .” teriak Tiffany . Aku hanya bisa tersenyum evil dan mempererat pelukanku . Cukup lama kami bercanda hingga kami berdua lelah .

“Oppa senang kau sudah bisa mencintai Oppa .” tukasku . Tiffany hanya menganggukan kepalanya pelan dan menutup matanya . Tertidur .

oOoOo

Pagi yang cerah sudah kembali menyapa penduduk Seoul dan sekitarnya . Aku yang sudah selesai membereskan diri untuk pergi dengan dibantu Tiffany langsung bergegas kedepan . Tiffany memberiku sebuah pelukan hangat sebelum pergi . Entah kenapa , terlalu berat rasanya meninggalkan dia sendirian dirumah . Namun dengan senyuman khas miliknya , aku harus yakin bahwa dia akan baik baik saja driumah tanpa ada aku disebelahnya .

Aku mengendarai mobilku sendiri menuju Airport . Aku ke Pulau Jeju , tempat dimana aku akan bekerja disana . Mengurus proyek . Baru saja aku menjauh dari sekitar rumahku , aku sudah mendapati sebua mobil berwarna hitam terparkir dijalan dekat rumahku . Rasa curiga mulai menyerangku , namun aku harus menghilangkan rasa curiga itu .

Kyuhyun Pov End

Author Pov

Tiffany menutup pintu rumahnya setelah ia melepas kepergian Kyuhyun . Baru beberapa langkah Tiffany berjalan berencana memasuki kamarnya . Dia sudah mendengar suara ketukan pintu . Tiffany dengan senang hati kembali menuju pintu rumahnya . Dia piki Kyuhyunlah yang pulang , mungkin karena ada sesuatu yang ketinggalan . Namun nyatanya , saat Tiffany membuka pintu . Tak ada siapapun kecuali sebuah kotak berukuran cukup besar .

“Ige Mwoya ?” ujar Tiffany dan mengangkat kotak tersebut .

“Ringan sekali .” gumam Tiffany dan melihat untuk siapa dikirim kotak tersebut .

To : Hwang MiYoung yang berarti diterakan untuknya . Tiffany membawa kotak itu kedalam rumahnya dan membukanya dikamar .

“Kira kira apa isinya ?” tebak Tiffany dan merebahkan badannya diatas kasur . Tiffany membuka kotak tersebut . Tiffany membelalakkan matanya ketika mendapati isi kotak itu adalah sebuah boneka teddy bear yang ditusuk pisau dan berdarah darah . Didalam kotak itu ada sebuah surat . Tiffany melempar kotak itu jauh jauh dan membaca surat yang dikirimi pengirim kotak itu .

‘CHOOSE OR DEAD’

-K.H-

 

“Kyaaaaaa~ .” teriak Tiffany dengan kuat dan membuang surat itu . Seluruh badannya gemetar saat ini . Matanya sudah berlinang linang ketakutan .

“Ottokhe ?” cuap Tiffany dengan wajah pucat dan tangan yang bergetar ketakutan .

 

-TBC-

Note : Kira kira siapa ya yang ngirim tuh kotak ? Dan apa maksud kata kata ‘CHOOSE OR DEAD’ . Yang tahu ayoo comment . Jangan lupa yaa . ^^

40 thoughts on “[FF Freelance] Baby Steps (Part 3)

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s