[FF Freelance] Baby Steps (Part 4)

baby steps

 

Title                       : Baby Step

Author                  : @ulfahanum1 (DreamGirl)

Main cast             : Cho Kyuhyun , Tiffany Hwang

Support cast       : Kim Taeyeon , Lee Jinki , Jessica Jung , Lee Donghae , Choi Minho , Krystal Jung

Rating                   : T

Genre                   : Romance , friendship

Length                  : Chapter

Disclaimer           : Annyeonghaseyo , ini udah FF keberapa author yaa ? -_- *amnesia* Jadi gini , FF ini menceritakan yeoja yang menikah dengan namja yang ga dicintainya . Entar lama kelamaan si yeoja mulai mencoba membuka hatinya dan menerima takdirnya sepenuhnya . Tapiii , ada satu masalah besar yang bakalan timbul .

Previous part: Part 1Part 2, Part 3

^Happy Reading^

 

Tiffany Pov

Jantungku sedari tadi tidak berhenti berdetak cepat karena bingkisan kado dan surat tadi . Aku takut dan juga kalut . Aku bingung harus melakukan apa . Ingin rasanya aku menelfon Kyuhyun Oppa dan menceritakan semuanya . Tapi aku takut untuk mengganggu urusan bisnisnya .

“Kyuhyun Oppa ..” lirihku ketakutan dan membiarkan air mata ketakutan jatuh berderai begitu saja .

Setelah menenangkan diriku , aku kembali menatap boneka dan surat yang tadi kucampakkan begitu saja karena ketakutan . Aku memunguti surat itu dan juga boneka itu . Aku memasukkan boneka dan surat itu kembali kedalam kotaknya dan segera menyimpannya disebuah lemari yang ada dikamarku . Lemari itu bisa dibilang jarang dibuka oleh Kyuhyun Oppa . Jadi aku bisa menyembunyikannya tanpa takut Kyuhyun Oppa mengetahuinya .

Drrt…Drrrt….Drrtt …

Ponsel yang kuletakkan diatas ranjang bergetar tiba tiba membuatku langsung mendekati ranjang . Mengambil ponsel dan langsung membuka pesan yang dikirimkan oleh Jessica . Tumben sekali , dia mengirimkan sebuah pesan kepadaku .

From     : Jessica Jung

Fany-ah , apa kau sibuk ? Hari ini aku berencana mengunjungi Café mu karena ada sesuatu yang harus kusampaikan . Apa bisa ?

Aku hanya bisa menghela nafas ketika membaca pesan dari Jessica . Aku sudah bisa menebak apa yang ingin dibicarakannya dan itu pasti menyangkut dengan Donghae Oppa .

To           :  Jessica Jung

Geurom , datanglah ke Café ku siang ini . Aku akan menunggumu .

Hanya itu yang bisa kubalas , aku sedang malas membalas pesan karena kejadian tadi pagi . Belum sempat aku kembali melatakkan ponselku ketempat asalnya . Ponselku kembali bergetar namun pengirim smsnya tidaklah sama . Kali ini , sebuah pesan dari Kyuhyun Oppa .

From     : My Husband Kyuhyun .

Chagi-ya , hati hati dirumah selagi aku tidak ada . Saranghae~

Rasa takut dan malasku berganti sudah dengan rasa bahagia dan senang melihat pesan dari Kyuhyun Oppa . Apalagi ketika membaca kata kata ‘Chagi’ . Selagi dirumah Kyuhyun Oppa tidak pernah mengucapkan kata kata seperti itu . Padahal aku selalu ingin mendengarnya dari mulutnya secara langsung . Dirumah , Kyuhyun Oppa selalu memanggilku dengan panggilan yang bisa terbilang formal .

From     : My Husband Kyuhyun .

Ne Oppa . Neodo . Jangan lupa makan ne ? Istirahat yang cukup . Jangan sampai Oppa sakit sepulang dari Pulau Jeju .

Setelah membalas pesan dari Kyuhyun Oppa dan Jessica . Aku segera bergegas mengganti pakaian untuk ke Café . Aku harus menemui Jessica . Aku juga merasa bosan dan takut menghabiskan waktuku dirumah sendirian dalam jangka waktu 2 hari ini . Apa aku harus menelfon Eomma agar eomma bisa menemani aku disini ? Kupikir itu ide yang buruk . Bagaiman dengan Appa jika Eomma disini ? Sudahlah , aku harus menjalankan dua hari ini sendirian tanpa adanya Kyuhyun Oppa , Eomma , Appa maupun Taeyeon dan Yoona .

oOoOo

Sebentar lagi aku sudah bisa pergi menuju Café . Perlengkapanku sudah beres . Hanya tinggal menguncir satu rambut panjang milikku ini . Setelah merasa yakin beres , aku langsung pergi keluar kamar dan mengambil kunci mobil yang terletak diatas meja makan .

Aku membuka pintu rumahku dan menguncinya seraya memasukkan kunci itu kedalam tasku . Saat baru melangkahkan kaki . Tak sengaja aku menendang sebuah kotak kecil berukuran 10cm x 10cm yang membuatku tersentak kaget . Dikotak itu ada lagi sebuah surat dari sang pengirim . Aku benar benar takut untuk mengambilnya . Namun rasa penasaranku lebih besar dari rasa takutku sehingga aku langsung memunguti kotak itu dan membukanya dijalan menuju garasi mobilku .

“Do ? (Lagi ?)” gumamku saat mendapati sebuah pisau berukuran kecil dengan lumuran darah disalah satu sisinya .

Aku langsung membaca sepucuk surat yang dikirmkan bersamaan dengan pisau itu .

‘Kau yang membunuh ATAU aku yang membunuh ?’

-K.H-

Apa maksud isi dari surat ini ? Aku tidak mengerti benar benar  tidak mengerti . Apa salahku sehingga orang ini begitu kejam kepadaku ? Wajahku kembali berubah pucat pasi . Segera mungkin aku memasukkan kotak itu kedalam tasku bermaksud malamnya akan kusimpan ditempat aku menyimpan kotak pagi .

Kulajukan mobilku dengan perasaan was-was dan juga kacau . Takutnya sang peneror membuntutiku . Mataku terus berkonsetrasi menatap jalan lurus kedepan . Namun …. Ciiiiiiiiiiiiiiiiiiiiit ….. Aku menekan pedal rem dengan sangat kuat . Kepalaku terbentur kealat pengemudi yang membuat sedikit memar dikepalaku .

“Sekarang apa lagi ?” lirihku dan membuka pintu mobilku . Aku terkejut ketika melihat seekor kucing berwarna hitam mati tergeletak dibawah mobilku . Ya tuhan , apa yang kuperbuat ? Kenapa bisa ada seekor kucing dijalan raya dan kenapa harus mati di depan mobilku ? Setahuku , jika seseorang menabrak kucing yang menabrak itu akan mendapat mara bahaya dalam hidupnya .

“Kyuhyun Oppa …” lirihku . Entah kenapa setiap aku mendapat masalah , Kyuhyun Oppalah orang pertama yang aku ingat . Kupikir, aku benar benar sudan mencintai namja itu dan juga menyayanginya . Bahkan bisa dibilang aku tidak bisa hidup tanpa disisinya . Badanku terjatuh begitu saja . Kaki ini serasa tidak kuat menahan bobot badanku .

Tiin …. Tiin … Tiin ….

Suara klakson mobil membuatku kembali berdiri dan membungkuk sopan karena telah merusak kenyamanan pengemudi dalam menggunakan jalan raya . Aku hanya bisa menghapus bekas air mataku dan membungkuk minta maaf . Semuanya salahku dan aku harus disalahkan .

“Mianhamnida .” ujarku dan membungkuk sopan .

“YA!  Kami tidak butuh maafmu ! Cepat singkirkan mobilmu itu ! Kami semua butuh lewat ! Kau pikir hanya kau sendiri yang bisa menggunakan jalan ini ? CEPATLAH SEDIKIT !” teriak pengemudi itu membuatku takut dan ingin menangis lagi .

‘Kyuhyun Oppa , bantu aku .. Aku takut disini sendirian …’ batinku dalam hati dan langsung menyingkirkan mobilku dari tengah jalan dan menepikannya ditepian jalan .

Aku kembali bermuara dengan pikiranku . Tanganku terus bergemetaran hebat jika menyadari hal hal aneh yang bermula dari tadi pagi . Otakku serasa ingin meledak . Jantung dan hatiku serasa ingin berhenti berfungsi .

Aku melirik sekilas jam yang melekat indahnya dipergelangan tangan kiriku . Sekarang sudah jam 10 . Aku khwatir Jessica menunggu terlalu lama sehingga aku memutuskan untuk segera pergi ke Café dan menepis rasa takutku agar semua orang tidak curiga . Biarlah aku pendam semua ini sendirian .

Tiffany Pov End

Author Pov

Tiffany baru saja sampai di Cafenya . Pintu Café terbuka lebar saat mengetahui siapa yang datang . Semua pelayan langsung membungkuk hormat kepada atasan dan pendiri Café itu . Yuri , yang awalnya tengah sibuk melayani beberapa pengunjung langsung menghampiri Tiffany dengan rasa senangnya bisa melihat Tiffany kembali dengan senyuman ramahnya .

“Fany Sajangnim ..” tukar Yuri dan langsung menuju kearah Tiffany .

“Eoh ? Yuri Annyeong …” sapa Tiffany dengan sikap seperti biasanya seperti tidak ada yang salah dengan dirinya .

“Apa Sajangnim sudah sembuh ?” tanya Yuri lagi dengan senyuman manis miliknya .

“Ne . Seperti yang kau lihat sekarang ini , aku sudah sembuh .” jawab Tiffany dan tertawa pelan .

“Syukurlah . Apa Kyuhyun sajangnim merawat Sajangnim dengan baik ?” pertanyaan konyol Yuri membuat Tiffany hanya tersenyum tipis dan menganggukan kepalaya pelan .

“Apa Yoona dan Taeyeon sudah sampai ?” tanya Tiffany balik .

“Belum Sajangnim . Mungkin sebentar lagi mereka akan datang .” jawab Yuri dan menggelengkan kepalanya pelan .

“Baiklah , aku akan keatas sejenak . Jika seseorang mencariku , segera panggil aku .” ujar Tiffany dan langsung melangkah pergi .

Yuri kembali bekerja menyambut pengunjung yang semakin lama semakin bertambah dan ramai . Tidak hanya Yuri , semua pelayan tampak sibuknya menyambut pengunjung yang banyak itu .

Pintu Café kembali terbuka , muncuk sosok yeoja berambut blonde dengan senyuman manisnya . Yuri yang kebetulan berdiri dipintu masuk Café itu langsung membungkuk sopan seraya mempersilahkan yeoja itu masuk dan memilih bangku untuk dia duduki . Yuri mengekor dari belakang sambil membawakan buku menu di Café itu .

“Agashi ingin memesan apa ?” ujar Yuri sambil menyerahkan buku menu yang sedari tadi dipegang .

“Aku memesan Coffe hangat saja . Dan tolong panggilkan Tiffany kesini . Aku temannya . Dan aku sudah membuat janji dengannya . “ jawab yeoja itu . Yuri hanya tersenyum dan langsung melakukan apa yang disuruh yeoja itu .

Tok…tok…tok

Yuri mengetuk pintu ruangan dimana Tiffany tengah berada . Suara perintah dari dalam membuat Yuri menekan knop pintu dan segera masuk menghampiri Tiffany yang sekarang tengah sibuk berkutik dengan laptopnya .

“Eoh , Yuri-ya. Ada apa ?” tanya Tiffany tanpa mengalihkan pandangannya dari laptop .

“Sajangnim . seseorang mencarimu sajangnim . Dia seoarang yeoja .” jawab Yuri apa adanya .

“Geurae ? Gomawo Yuri-ya . Tolong buatkan Yoghurt Strawberry untukku dan letakkan dimana yeoja itu duduk .” suruh Tiffany .

“Ne Sajangnim .” jawab Yuri dan langsung berpamitan keluar sedangkan Tiffany masih sibuk membereskan sedikit pekerjaannya yang tersisa .

Beberapa lama saat setelah itu , Tiffany berjalan menuju Jessica yeoja yang menunggunya sedari tadi . Derap langkah Tiffany terdengar begitu jelas dari lantai atas membuat Jessica menatap cemas kearah tangga . Dan betul saja , Tiffany berjalan dengan anggunnya menuju kearah Jessica sembari terukir senyuman manis dibibirnya .

“Annyeong Jess . Apa kau sudah lama menungguku ?” sapa Tiffany dengan ramahnya .

“Annyeong Tiff . Ania , aku baru saja sampai.” Balas Jessica sambil menarik sebuah kursi disampingnya untuk menyuruh Tiffany duduk disebelahnya .

“Kau tampak sudah sehat …” Jessica menatap Tiffany dengan tatapan hangatnya .

“Ne . Aku sudah sehat sekarang . “ balas Tiffany dengan sedikit menggaruk tengkuknya yang tak gatal .

Suasana tiba tiba menjadi hening . Jessica hanya sibuk mengaduk Coffenya dan sesekali melirik Tiffany . Walau mereka sudah saling memaafkan , mereka masih terlihat kaku satu sama lainnya .

“Sajangnim , ini Yoghurt strawberry yang sajangnim pesan .” Tiba tiba Yuri datang dengan sebuah nampan yang berisi pesanan Tiffany .

“Gomawo Yuri-ya . Kau bisa kembali bekerja .” suruh Tiffany dan dengan segera Yuri pergi mematuhi perintah atasannya .

Tiffany langsung melahap nikmat Yoghurt yang ada didepan matanya dan membiarkan Jessica sibuk memilih kata kata yang tepat untuk diucapkan kepada Tiffany . Sudah hampir setengah Yoghurt yang Tiffany makan hingga suara kericuhan dari arah pintu Café membuat Tiffany menghentikan kegiatannya . Tiffany menangkap sosok Yoona dan juga Taeyeon yang kebetulan datang bersamaan . Jessica terbelalak kaget , begitu juga dengan Taeyeon dan Yoona .

“Neo ?” teriak Taeyeon dengan wajang masamnya membuat Jessica tertunduk lemas .

“Sica eonni …” gumam Yoona pelan dan menatap Tiffany heran . Sekaligus meminta penjelasan kenapa Jessica ada di Café mereka .

“Yoona-ya , Taeyeon-ah . Kajja duduk bersama . Sudah jarang kita berkumpul berempat.” ajak Tiffany dengan santainya .

Yoona dan Taeyeon hanya menuruti kemauan Tiffany . Yoona dan Taeyeon duduk didepan Jessica dan Tiffany sambil menatap bingung kearah Tiffany .

“Yoona-ya , Taeyeon-ah , kalian tidak melupakan dia bukan ?” canda Tiffany dan tertawa renyah .

“Tentu saja tidak . Bagaimana bisa aku melupakan seseorang yang berkhianat kepada kita .” ketus Taeyeon yang membuat Jessica kembali tertunduk takut menatap dua orang yang ada didepannya .

“Ne ? Taeyeon-ah , kenapa kau berbicara seperti itu ? Bagaimanapun dia tetap teman kita .” jelas Tiffany sembari menatap kesal kearah Taeyeon .

“Teman ? Bagaimana bisa kau berbicara seperti itu setelah dia mela……” Taeyeon terkesima ketika mendengar suara isakan tangis dari arah Jessica . Ya , benar . Jessica sudah tidak tahan menahan air matanya membuatnya menangis tersedu sedu .

“Lihat apa yang sudah kau lakukan ?” tutur Tiffany kearah Taeyeon tanpa mengeluarkan suara sedikitpun . Hanya bahasa mulut dan isyarat yang diberikan Tiffany .

“Mianhae ..” lirih Taeyeon dengan rasa sesal dan bersalah .

“……” Jessica langsung menyeka air matanya dan mendongakkan kepalanya . Jessica menatap Yoona dan Taeyeon . Tatapannya begitu dalam dan begitu menyedihkan .

“Tidak . Seharusnya aku yang minta maaf . Mianhae karena membuat kalian begitu membenciku .” sesal Jessica dengan buliran air mata yang kembali bergenang dimatanya .

“Gwenchana Jess . Bukankah aku sudah memaafkanmu ?” tukas Tiffany dan mengelus pelan punggung Jessica .

“Sica Eonni , aku juga sudah memaafkanmu .. Anggap saja yang lalu itu tidak pernah terjadi .” sambung Yoona dengan diikuti senyuman tipis .

“……..” Taeyeon terdiam . Namun bibirnya lama kelamaan mengukir sebuah senyuman tipis .

“Nado .” ujar Taeyeon membuat Jessica akhirnya melayangkan sebuah senyuman kepada semuanya .

“Mianhae . Aku benar benar menyesal . Jeongmal mianhae .” ujar Jessica lagi . Semuanya hanya mengangguk pelan dan melemparkan senyuman tipis dengan khas masing masingnya .

Mereka berempat kembali menjadi sahabat akrab seperti sedia dulu kala . Mereka bercerita sangat lama membuat Jessica seketika melupakan tujuannya untuk ke Café yang sebenarnya .

“Jess , bukankah kau kesini karena ingin memberi tahuku sesuatu hal ?” ujar Tiffany tiba tiba . Jessica baru teringat dan langsung memukul kepalanya pelan .

“Ne , hampir saja aku lupa .” jawab Jessica dan terkekeh pelan .

“Sebenarnya .. Aku ingin memberitahu kalian semua … Bahwa aku dan Donghae Oppa akan segera menikah …” jelas Jessica dengan sedikit gugup .

“Jinjja ?” teriak Tiffany histerisnya .

“Ne .. Seminggu lagi aku akan menikah . Dan ini surat undangan untuk kalian .” Jessica mengeluarkan sebuah undangan indah dari dalam tasnya dan melatakkan undangan itu diatas meja .

“Omo , chukae Jess . Aku turut bahagia mengetahui kau akan menikah .” ujar Tiffany dengan senyuman manis yang dilayangkan untuk Jessica .

“Kau tidak marah Tiff ?” tanya Jessica membuat Tiifany tertawa renyah .

“Tentu saja tidak , aku sudah memiliki Kyuhyun Oppa dan aku sudah melupakan Donghae Oppa . Hiduplah dengan baik dan berbahagialah .” mendengar penjelasan dari Tiffany , Yoona dan Taeyeon yang awalnya diam hanya menuruti kata Tiffany yang menurut mereka ada benarnya .

“Gomawo Tiff . Joengmal Gomawo .” sahut Jessica dan memeluk singkat Tiffany .

“Ne . Aku juga akan menjelaskan semua ini pada Kyuhyun Oppa . Agar dia tidak membenci kalian lagi .” ujar Tiffany dengan tenang .

“Ne Tiff . Sekarang aku harus pergi dulu . Masih banyak lagi yang mesti aku kerjakan .” pamit Jessica .

“Taeyeon Eonni … Fany Eonni dan Sica Eonni sudah menikah . Bagaimana dengan kita berdua ?”gerutu Yoona yang membuat ketiga Eonninya tertawa keras .

Tiffany mengantarkan Jessica keparkiran dimana mobil Jessica diparkiran . Tiffany sekarang merasa ada yang janggal dengan hatinya . Takut sesuatu yang buruk akan menimpa diri Jessica . Oleh sebab itu dia menemani Jessica sampai ke parkiran .

Sesaat sebelum Jessica memasuki mobilnya , Tiffany memanggil Jessica daan melemparkan sebuah senyuman ramah dan juga hangat .

“Hati hati dijalan .” seru Tiffany dan Jessica menganggukan kepalanya pelan .

“Jess , kau tak ingin memberiku sebuah pelukan hangat sebelum pergi ?” tanya Tiffany membuat Jessica langsung memberi sebuah dekapan hangat kepada Tiffany .

“Geurom . Gomawo Tiff .” bisik Jessica dengan halus .

“Ne .” balas Tiffany dan mengelus pelan punggung Jessica .

Setelah Tiffany memastikan mobil Jessica sudah berangkat dengan selamatnya , Tiffany masih diam termenung menatapi mobil itu hingga sudah tak tampak mobil itu dijalan .

“…….” Raut wajah Tiffany kembali menjadi takut dan muram .

“Tiff …” sapa seseorang membuat Tiffany mengalihkan pandangannya menuju asal suara . Betapa kagetnya Tiffany ketika menyadari siapa yang memanggilnya . Ternyata Heechul , orang yang beberapa hari lalu memaki maki Tiffany .

“Op…Oppa ?” Tiffany terperangah dan membekap mulutnya membuat Heechul hanya tersenyum tipis dan merangkul Tiffany dengan tiba tiba .

Heechul terus mendekap Tiffany sangat lama , mungkin saja dia rindu terhadap Tiffany atau ada sesuatu yang harus dikatakannya .

“Tiff , apa tadi itu Jessica ?” tanya Heechul dan melepas dekapannya .

“Ne Oppa …” jawab Tiffany dengan wajah gugupnya . Entah kenapa , dia benar benar takut bertatap muka dengan Heechul . Apalagi setelah kejadi dirumah sakit dulu .

“Kalau begitu Oppa pergi dulu ne ?” pamit Heechul dan tanpa menunggu jawaban dari Tiffany , Heechul langsung bergegas pergi membuat Tiffany hanya termenung dengan kepergian Heechul .

“Ya tuhan , kenapa aku takut bertemu dengan Heechul Oppa ?” lirih Tiffany pelan dan merasakan telapak tangannya mengeluarkan keringat dingin .

oOoOo

Namja itu dengan tenang dan senyuman sinis mengikuti mobil berawarna hitam yang ada didepannya . Mata namja itu terus terlihat merah menahan amarahnya melihat siapa yang ada didepannya saat ini . Tiba-tiba saja mobil hitam itu berhenti saat sudah sampai ditujuannya . Tempat aula untuk pernikahan . Namja itu kembali tersenyum sinis .

“Kalian akan menikah ? ciih , lihatlah nanti. ” ketus namja itu dan kembali melanjutkan mobilnya . Untuk apa dia berlama lama disana sedangkan dia mesti menyusun rencana jahatnya yang lebih penting dibanding menunggu yeoja itu keluar dari aula .

Author Pov

Kyuhyun Pov

Akhirnya aku sudah berada di Pulau Jeju , dimana pulau dengan keindahan dan kecantikan pemandangannya membuatku tiba tiba merindukan sosok seseorang yang harus kutinggalkan di Seoul . Aku berpikir apa dia baik baik saja saat ini atau dia sedang merindukanku saat ini ? Aku menarik koperku sendiri dan menunggu taxi yang segera datang untuk menjemputku dan mengantarkanku ke tempat Penginapan .

Udara disini begitu menyegarkan , orang disini juga sangat ramah . Aku ingin mengajak Tiffany kesini saat aku mengambil cuti nanti . Kurogoh ponselku dari kantong jaketku dan kucari kontak nama Tiffany .

To           : My Tiffany Hwang

Fany-ah , Oppa baru saja sampai disini . Apa kau baik baik saja disana ? Oppa merindukanmu . Sangat merindukanmu .

Aku mengirim pesan itu kepada Tiffany dan langsung masuk kedalam Taxi yang entah sejak kapan sudah datang .

“Ahjussi . Antarkan saya ke Hotel ini .” ujarku dan memberikan sebuah kertas bertuliskan dimana Hotel yang akan kutempati selama dua hari .

Baru saja aku sampai didepan Hotel , beberapa karyawannya menyapaku dengan ramah dan langsung membawakan koperku keruanganku . Menyenangakan sekali disini , akan tetapi lebih menyenangkan jika ada Tiffany disini .

Aku membuka pintu kamar dan menutupnya kembali . Setelah itu aku langsung menghempaskan badanku diatas ranjang dan kembali mencek ponselku . Ini sudah hampir satu jam Tiffany tidak membalas pesanku . Apa ada sesuatu yang terjadi ? Aku begitu cemas . Lebih baik aku menelfonnya saja untuk sekedar memastikan . Tapi sial , ponsel Tiffany tampaknya mati . Ya Tuhan , aku benar benar takut dan cemas saat ini .

Kyuhyun Pov End

Tiffany Pov

“Sajangnim tidak pulang ?” tanya Yuri . Sekilas aku meliha jam yang tergantung didinding . Ternyata sekarang sudah sore dan ini sudah jam tutup Café .

“Ne . Aku akan pulang . “ jawabku dan langsung membereskan perlengkapanku untuk pulang . Suara Yoona dan Taeyeon masih terdengar jelas ditelingaku . Mereka berdua masih disini dan belum pulang .

Aku menghampiri mereka berdua yang tengah menyeruput titik terakhir Coffe milik mereka .

“Kau akan pulang ?” tanya Taeyeon dan aku hanya mengangguk pelan .

“ini sudah jam tutup Café . Untuk apa disini ?” balasku bertanya .

“Ah , Eonni seseorang menitipkan ini tadi kepada pelayan kita .” ujar Yoona dan menyerahkan sebuah kotak seukuran yang tadi siang saat aku akan berangkat .

“Eonni , bukalah .” suruh Yoona dengan semangatnya . Aku hanya diam dan memperhatikan kotak itu dengan tatapan takut .

“…….” Aku menelan ludah dalam dalam perlahan membuka kotak itu .

Deeg ! Lagi lagi sebuah pisau berlumurah darah dengan sepucuk surat didalamnya . Mataku membelalak seketika . Dengan cepat kedua tanganku menutup kotak itu dan langsung bergegas pergi meninggalkan Yoona dan Taeyeon yang kebingungan .

“Ya ! Neo oddiga ?” teriak Taeyeon keheranan .

Aku hanya mempercepat langkahku kearah mobilku dan langsung menancap gas . Jantungku serasa copot mendapati hadiah seperti ini . Apa seseorang tengah mengerjaiku ? Tidak , ini namanya meneror bukan mengerjaiku .

Badanku serasa melemas saat ini , tak ada yang bisa kulakukan selain menangis dan menangis . Tidak ada sandaran lagi untuk beberapa hari ini . Aku memparkir mobilku digarasi dan tak lupa kotak hadiah tadi kubawa kedalam rumah . Tapi ternyata , didepan pintu rumahku kembali ada sebuah kotak yang kuyakini isinya akan sama dengan yang kuterima sebelumnya . Kuraih kotak itu dan langsung kututup pintu rumah . Aku berlari kekamar dan segera menyembunyikan kotak hadiah itu didalam lemari .

“Ottokhe ?” lirihku pelan dan menghempaskan badanku keranjang .Kepalaku serasa berat , sakit , badanku melemas dan tak bersemangat . Hampir seharian aku diteror oleh orang yang tak kukenal . Dan yang lebih membingungkan lagi , kenapa dia meneror disaat aku sendirian tanpa adanya Kyuhyun Oppa ?

Karena kelelahan aku tertidur hingga larut malam . Mataku perlahan terbuka membuat sedikit kepalaku kembali berdenyut sakit . Kuurut kepalaku dengan jemari tanganku . Aku langsung kekamar mandi untuk mandi . Aneh sekali tidur dengan badan badan yang berkeringat dan lengket . Setelah mandi aku bisa mendengar kuman kuman dalam perutuku memberontak diberikan makan .

“Apa ada makanan dikulkas ?” gerutuku dan langsung melangkah menuju dapur . Kubuka perlahan kulkas dan syukurnya masih ada beberapa makanan sisa kemarin yang Kyuhyun Oppa sengaja sisihkan .

Kyuhyun Oppa ? Aigo , tampaknya aku lupa menghubunginya hari ini . Apa dia selamat sampai dipulau Jeju ? Aku sangat merindukan sosoknya disampingku . Nafsu makanku berkurang seketika . Aku kembali menutup kulkas dan lebih memilih mengambil segelas minuman hangat .

“Oppa … Bogoshiepo ..” ujarku dan menyandarkan kepalaku keatas meja makan .

CKLEK ! Aku langsung terkejut ketika mendengar suara pintu rumahku terbuka . Wajahku memucat . Dari kejauhan aku bisa melihat sosok seseorang dengan jaket hitam dan topi hitamnya . Tampaknya dia tidak menyadari keberadaanku didapur . Ku bekap mulutku untuk menahan deru nafasku . Sosok orang itu meletakkan sebuah kotak hadiah diatas meja yang ada diruangan tamu . Setelah itu , dia hilang entah kemana .

Siapa dia ? Tampaknya sosok itu ada sosok seorang namja karena tampak dari lekuk tubuhnya . Aku hanya bisa menggigit ujung bibirku karena ketakutan .

“…..” aku hanya bisa berjalan dengan gontainya menuju kamarku dan menutup pintu kamar dengan perlahan tanpa menghasilkan suara sedikitpun .

Rasa sakit kepala kembali menyerangku , lambungku juga kembali merasa sakit . Aaah , kenapa semuanya harus terjadi disaat Kyuhyun Oppa tidak disampingku ? Dengan cepat aku meraih ponsel milikku yang kuletakkan diatas meja . Aku ingin menelfon Kyuhyun Oppa dan menyuruhnya segera pulang karena aku benar benar ketakutan .

“Oppa .. Jebal .. angkat telfon ini .” Kyuhyun Oppa belum mengangkat telfonku . Mungkin dia sudah tertidur .

“Yeoboseyo …” aku menghela nafas lega saat Kyuhyun Oppa menjawab panggilanku .

“Oppa …” lirihku pelan dan memegang lambungku yang sakit .

“Eoh ? Fany-ah … Wae ? Kenapa menelefon dimalam hari ? Apa ada sesuatu yang terjadi ? Katakan kepada Oppa .” ujar Kyuhyun Oppa panjang lebar .

“Kepalaku sakit Oppa , lambungku juga sakit ..” tak terasa setetes buliran air mata mengalir dipipiku .

“Mwo ? Apa sakitnya begitu banyak ?” balas Kyuhyun Oppa dengan cemas .

“Ne . Sangat sakit Oppa ..” rintihku dan memegang perutku .

“Fany-ah , Oppa baru bisa kembali besok . Sekarang telfon saja Jinki namjachingu Taeyeon ne ? Atau Oppa yang menelfonya agar dia kerumah saat ini ? “ tanya Kyuhyun Oppa . Tampaknya ia begitu mencemaskanku .

“Ne Oppa. “ perlahan kuletakkan ponselku . Aku merintih kesakitan . Tambah lama , sakit itu bertambah banyak membuatku tak bisa melakukan apapun .

oOoOo

“appo ..” rintihku kesakitan . Wajahku berubah seketika menjadi pucat pasi . Tanganku basah karena mengeluarakan keringat dingin hingga aku menyadari seseorang membuka pintu rumahku .

“Jinki-ya ?” lirihku pelan dan menggigit ujung bibirku .

“Tiff !” teriak Taeyeon yang datang bersama dengan Jinki .

Pintu kamarku terbuka seketika . Taeyeon langsung berlari mendekat kearahku yang sekarang hanya bisa diam membisu menahan sakitku .

“Jinki-ya , ppalli !” suruh Taeyeon . Jinki menganggukan kepalanya dan langsung memeriksa keadaanku . Tak lupa Jinki menyuntikkan obat tidur kedalam tubuhku yang membuatku terlelap dalam tidur  .

Tiffany Pov End

Author Pov

“Apa dia baik baik saja ?” tanya Taeyeon saat melihat Jinki sudah selesai memeriksa Tiffany dan mengemaskan peralatan kedokterannya kedalam tas .

“Ne. Dia hanya lelah mungkin. Sepertinya Tiffany tidak bisa terlalu kelelahan.” jawab Jinki dan mengelus pelan rambut yeojachingunya itu .

“Eoh . Arrayo . Aku akan mengatakan ini pada Kyuhyun Oppa . Gomawo .” seru Taeyeon dan memluk singkat Jinki .

“Ne . Aku akan kembali kerumah sakit . Jadi kau disini saja . Kyuhyun Hyung bilang , besok dia akan kembali .” Jinki berjalan keluar kamar Tiffany dan melayangkan sebuah kecupan hangat dikepala Taeyeon .

“Hm . Berhati-hatilah .” Taeyeon sedikit menasehati Jinki yang hanya bisa tertawa kecil menyadari yeojachingunya terlalu overprotective kepadanya .

Taeyeon mengunci pintu rumah Tiffany setelah ia menamani Jinki keluar tadi . Saat Taeyeon bermaksud akan kembali kekamar Tiffany , matanya tertuju pada sebuah kotak yang ada diatas meja ruangan tamu .

“Mwoya igo ?” Taeyeon meraih kotak itu dan menatapnya penuh curiga . Tangan Taeyeon tergerak untuk membuka kotak itu .

“MWO ?” teriak Taeyeon saat melihat apa isi dalam kotak itu . Kotak itu terjatuh kelantai menimbulkan suara yang sedikit keras . Mata Taeyeon terbelalak seketika , ia bekap mulutnya sendiri .

“……” dengan sedikit ketakutan Taeyeon meraih surat yang berada didekat kakinya . Ia mulai membaca isi surat itu .

‘Kau yang membunuh ATAU aku yang membunuh ?’

-K.H-

“K.H ?” Taeyeon menyadari ada inisial nama sang pengirim .

“KH Nuguya ?” ulang Taeyeon dan langsung beranjak berdiri menuju kamar Tiffany .

“Kim Heechul ?” ujar Taeyeon asal tebak.

“Ah .. Ani ani .” Taeyeon menggeleng gelengkan kepalanya .

“Tidak mungkin Heechul Oppa .” gumam Taeyeon lagi . Taeyeon menatap wajah lelap Tiffany yang tengah tertidur .

“Apa kau begini karena merasa tertekan oleh ini ?” gumam Taeyeon dan menyelimuti Tiffany .

Taeyeon kembali terduduk disebuah sofa yang ada dikamar Tiffany . Pikirannya kembali menerawang siapa yang berani melakukan hal itu pada sahabatnya . Setahu Taeyeon , Tiffany tidak pernah memiliki musuh .

“Micheo .. Micheo ..” rutuk Taeyeon dan memukul kepalanya sendiri .

Taeyeon bingung hanya karena memikirkan siapa pengirim surat dan kotak itu . Tak lama setelah itu , Taeyeonpun ikut terlelap dalam tidur .

oOoOo

Seoul, 06.00 AM

Tiffany membuka matanya perlahan dan memegang kepalanya yang sedikit masih terasa sakit. Tiffany menoleh kearah sofa dimana Taeyeon tengah tertidur lelap. Semalam Taeyeon benar benar tertidur.

“Yeon-ah. “ ujar Tiffany yang ternyata membangunkan Taeyeon.

“Eoh? Kau sudah bangun? “ Taeyeon bergerak kearah Tiffany dan  sedikit meerenggangkan badannya.

“Mian karena telah merepotkanmu.” Ujar Tiffany dengan sedikit rasa penyesalan.

“Gwenchana. Cham, apa kau menyembunyikan sesuatu dariku? “ tanya Taeyeon tiba tiba.

“Ne? Musun soriya? “ tanya Tiffany yang tak mengerti dengan perkataan Taeyeon.

“Igo. “ Taeyeon menyerahkan kotak yang tadi malam ia buka kepada Tiffany.

“…..” Mata Tiffany melebar seketika. Namun dengan cepat dia bisa mencari alasan untuk meyakinkan Taeyeon bahwa dia tidak menyembunyikan sesuatu.

“Ani. Jinjja.” Ujar Tiffany memperyakin Taeyeon.

“Jeongmalyo? “ Taeyeon seolah olah percaya dengan perkataan Tiffany. Dia tidak mau menambah pikiran Tiffany. Karena itu Taeyeon hanya mengangguk paham.

CKLEK! Sosok yang dirindukan Tiffanypun akhirnya muncul, Cho Kyuhyun. Kyuhyun langusung menghampiri Tiffany dan memeluk singkat Tiffany. Rindu, sangat rindu. Saat Kyuhyun ditelfon Tiffany dan Tiffany mengatakan kalau dia sedang kesakitan, Kyuhyun langsung shock dan cemas. Kyuhyun bahkan rela meninggalkan pekerjaannya demi Tiffany.

oOoOo

Sudah beberapa hari ini, Kyuhyun menemani Tiffany dirumah. Kyuhyun mengambil cuti untuk beberapa hari ini. Kyuhyun takut Tiffany tiba tiba sakit lagi dan tidak ada yang mengurusinya.

Sekarang pagi hari yang cerah membuat Tiffany dengan semangatnya untuk mengurusi tanaman yang ada didepan rumahnya. Kyuhyun hanya sibuk membaca Koran diruang keluarga sambil mendengarkan lagu yang terputar dari Laptopnya.

“Oppa, aku akan mengurusi tanaman diluar.” Pamit Tiffany. Kyuhyun memandang Tiffany dan menganggukan kepalanya perlahan.

“Geurae, jika butuh bantuan katakana pada Oppa.” Ujar Kyuhyun menasehati Tiffany.

“Arrasso Oppa.” Jawab Tiffany dan mulai melangkahkan kakinya.

Tiffany membuka perlahan pintu rumahnya dan menutup kembali. Tiffany menuju taman rumahnya yang ada didepan sana. Tapi tiba tiba saja Tiffany merasa ponselnya bergetar hebat. Sebuah pesan dari Taeyeon.

From     : Taeyeon

Tiff, apa kau sudah dengar kabar bahwa Jessica hilang? Donghae Oppa bilang Jessica diculik beberapa hari yang lalu. Dan sampai saat ini belum ditemukan.

Mata Tiffany melebar seketika. Tiffany membeku. Dia tidak tahu harus berbuat apa lagi.

Author Pov End

Tiffany Pov

Sungguh, pesan yang dikirimkan Taeyeon membuatku lemas. Jessica diculik? Bagaimana bisa? Bukankah 2 hari lagi dia akan menikah? Sekelebat pertanyaan melintas dipikiranku. Kenapa aku baru dapat kabar ini sekarang? Dan oh iya, selama Kyuhyun Oppa dirumah. Aku tidak pernah mendapatkan kiriman kotak itu lagi. Sepertinya sang pengirim takut dengan Kyuhyun Oppa.

Tapi tunggu dulu, apa itu? Disemak semak bisa kulihat ada sebuah kotak besar. Aku menghampiri kotak itu. Aku membuka kotak itu, dan betapa terkejutnya aku mendapati sebuah pistol didalamnya. Aku segera melempar kotak itu jauh jauh. Aku terus berjalan mundur hingga aku menyadari aku menabrak sesuatu dibelakangku. Seketika aku menoleh kebelakang.

“Nuguya?” ujarku saking kagetnya melihat sosok seseorang berambut panjang sebahu berdiri membelakangiku.

“Heechul Opp…Opp..Oppa?” kagetku saat namja itu membalikkan badannya menatapku.

“Wae? Kau kaget? Bagaimana dengan kado yang kukirimkan kepadamu?” tanya Heechul Oppa dan mendekat kearahku dengan pisau ditangannya.

“Oppa.. Jangan mendekat!” ujarku dan terus berjalan mundur menjauhi sosok Heechul Oppa yang begitu menakutkan.

“Sudah berapa kali aku bilang ha! Kau yang membunuh atau aku yang membunuh?” teriak Heechul dan menaikkan pisau yang ada ditangannya keatas.

“Oppa……………..” teriakku ketakutan.

Dengan cepat Heechul Oppa menjatuhkan pisaunya. Dia membekap mulutku. Sepertinya dia takut akan Kyuhyun Oppa yang mengetahuinya.

“KYUHYUN OPPA !” teriakku saat Heechul Oppa melepas bekapannya dimulutku.

Aku ditarik paksa dan dimasukkan kedalam mobilnya. Aku ketakutan. Ya tuhan, aku harap Kyuhyun Oppa mendengar teriakanku tadi.

oOoOo

Aku terus meronta agar dilepaskan kepada Heechul Oppa. Heechul Oppa membawaku kegedung yang sepi dan kumuh. Dia mengurungku diruangan yang begitu kecil dan membuatku begitu sesak. Pandanganku memudar seketika. Tanganku dan juga kakiku diikat oleh Heechul Oppa. Mulutku juga. Bruuk! Badanku terjatuh begitu saja. Pusing dan sakit yang kurasakan saat ini.

oOoOo

Aku membuka mataku perlahan, sepertinya tadi aku pingsan. Aku lihat Heechul Oppa yang tengah mengasah pisau diujung ruangan. Heechul Oppa tersenyum sinis kearahku membuatku semakin takut.

“Oh iya.” Heechul Oppa meneka tombol yang membuat ruangan disebelah kiriku terbuka.Ya tuhan! Jessica didalam ruangan itu. Didalam ruangan yang penuh bongkahan es yang besar. Kulihat Jessica yang sudah tak sadarkan diri dan begitu pucat. Aku menangis.

“…..” aku menggeleng gelengkan kepalaku.

“Wae? Aku akan membiarkannya mati membeku disana.” Seru Heechul Oppa dan tertawa renyah.

Tiffany Pov End

Author Pov

“KYUHYUN OPPA !” teriak Tiffany saat Heechul melepas mulutnya.

“eoh?” Kyuhyun langsung tersentak kaget. Dia langsung berlari menuju taman. Kyuhyun mencari cari sosok Tiffany. Tapi dia tidak bisa menemukannya. Kyuhyun kalang kabut. Dia tidak tahu kemana Tiffany perginya.

“TIFF?” teriak Kyuhyun dengan kuat.

Kyuhyun terus berteriak menyebut nyebut nama Tiffany, namun Tiffany tidak menjawab teriakan Kyuhyun. Kyuhyun tampak begitu frustasi dengan kehilangan Tiffany.

-TBC-

 

Note : Mian untuk readers semua, mian karena baru bisa post. Jeongmal mianhae. Gimana reareds? Makin gaje kan nih cerita? Soalnya otak author tiba tiba blank mau lanjutin nih FF. Mian kalo misalnya jelak atau apalah. Mianhae .Jangan lupa RCL. *bow*

29 thoughts on “[FF Freelance] Baby Steps (Part 4)

    • Gomawo karena udah ninggalin jejaknya. *bow*
      Ckckc, iyaaaa~ Fany Tiffany udah jatuh cinta seratus persen ama Kyuhyun. ^^
      Hehehe, Benar chingu! Yang neror adalah Heechul .

  1. Ternyata betul kim heecul. Jahat bnget sih, kok heecul jd psikopat gitu. Ayo kyu cari tiffany, ntar diapa” in lagi ama heecul.

    Part ini nilainy 9 dech. Thanks ya chingu dah mw ngelanjuti ff ini n ditunggu next partny. ^_^

    • Gomawo karena udah ninggalin jejaknya. *bow*
      Hu’uh, Heechulah biang kerok dari semua ini. Muehehehe. Tenang aja, Kyu pasti nyari belaha hatinya kook. #eaak

      Asiik. 9? Itu tinggi sekali chingu. x)
      Gomawoyo~
      Next part? Udah posting kok..

  2. tu kan bener tebakan aku yg kemaren thor.. heechul pelakunya o_o
    tega bener si heechul…. moga” taeyeon langsung sadar dan ngasih tau kyuhyun klo heechul pelakunya..
    oy thor, nextnya jangan lama” dong.. jamuran nunggunya he8
    gomawo 🙂

    • Gomawo karena udah ninggalin jejaknya. *bow*
      Hahaha, iyakah? 😀
      Semoga aja apa yang kamu harapkan terjadi. Ckckc. 😀
      Next part? Udah diposting chingu~
      Jangan sampai jamuran! xD

    • Gomawo karena udah ninggalin jejaknya. *bow*
      Ya begitulah, Heechul aneh niih pada ngajak Tiffany untuk balas dendam. u,u

  3. tuhh kan Heechul yang neror… tp Heechul nya jahat banget sih?? Bagus thor… d tunggu part selanjutny ne…

    • Gomawo karena udah ninggalin jejaknya. *bow*
      Haha, iya Heechul yang neror. x)
      Terus siapa lagi dong yang mau neror kecuali Heechul? Next part? udah posting chingu~

    • Gomawo karena udah ninggalin jejaknya. *bow*
      Huahahahaha, jinjja gomawo chingu~
      Next chapter? Posting success! ^^
      Nado, aku juga kasihan ama Tiffany dan Jessica.

  4. Gomaptha karena udah mau ninggaling jejaknya *bow*
    Karena ia mau Tiffany itu seperti dia, ngebalas dendam ga diem2 aja. u,u
    Iyanih, kasihan Sica. TT

  5. heechul kenapa dia….
    merencanakan membunuh jessika.
    kasian jessica, begitu juga dengan tiffany kan dia juga baru dalam keadaan yang tidak sehat.

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s