I Love My Closefriend [Part 4]

i-love-my-closefriend

I Love My Closefriend Part 4

Author : Asafitri || Poster : bubbletea || Cast : 2PM Junho, Wonder Girls Sohee || Support Cast : 2PM Nichkhun and Wooyoung || Genre : Friendship, Romance || Lenght : Chapter || Ratting : PG-13 || Disclaimer : terinspirasi dari sebuah komik, seluruh cast disini hanya milik tuhan, milik keluarga masing-masing, dan milik agensi masing-masing || Summary : “Tapi Junho, kalau dare-mu sudah selesai, kau harus mengakhiri hubunganmu dengannya. Dan secara tidak langsung, kau sudah menyakiti Sohee. “Anni!” sanggah Junho. “Aku tidak ingin berakhir denganya.” Sambungnya. Wooyoung pun membulatkan matanya. “Junho… kau serius?” “Ne, karena aku tidak ingin sahabatku menjadi sakit hati karenaku. Kita kan sudah lama bersahabat kan?”

Warning! : typo berkeliaran, alur tidak nyambung, itu semua adalah murni kesalahan saya.

SILENT RIDERS, GO AWAY!

Prolog || Part 1 || Part 2 || Part 3

# # #

Hari ketiga…

“Khun! Nichkhun!” Wooyoung berlari-lari menyusul Nichkhun di koridor sekolah. Merasa namanya dipanggil, Nichkhun pun segera menghentikan langkahnya dan menyusul Wooyoung.

“Ada apa Woo?” tanya Nichkhun. Wooyoung berusaha mengatur napsanya sebelum bicara.

“Junho… Junho…”

“Wae? Ada apa dengan Junho?”

“Junho bilang, dia…”

“Aku bilang apa?” sambar Junho yang tiba-tiba muncul diantara mereka.

“Eh…”

“Kau ingin bilang apa?” tanya Junho pada Wooyoung. Nichkhun hanya menaikkan alisnya tak mengerti.

“Itu…. em…” Wooyoung bingung mau bicara apa. Dia telah berjanji pada Junho untuk tidak menceritakan kejadian kemarin pada siapapun. Termasuk pada Nichkhun.

“Ponselmu. Wooyoung bilang ponselmu hilang kan?” potong Nichkhun. Wooyoung dan Junho pun segera menatap Nichkhun.

“Ne, ponselku memang hilang. Mungkin jatuh di bus saat aku pulang dari rumah Sohee.”

“Sebenarnya ponselmu tidak hilang, tetapi tertinggal dirumah Sohee. Kemarin aku menelponmu dan Sohee yang menjawabnya.”

“Mwo? Tertinggal?”

“Ne, kau ini, sifat pelupamu tidak juga hilang. Kajja kita ke kelas.”

Junho hanya mengangguk. Kemudian 3 sekawan itu segera menuju kelas.

Dalam hati Nichkhun masih bertanya. ‘Sebenarnya apa yang akan dibicarakan oleh Wooyoung?’

# # #

“Ini ponselmu.” Sohee memberikan sebuah ponsel pada Junho saat Junho baru saja datang.

“Dimana kau menemukan ini? Kukira sudah hilang dijalan.” Junho pun mengambil ponsel yang diberikan Sohee dan memasukkannya ke saku celananya.

“Dibawah bantal di kamar tamu. Makanya jadi orang jangan ceroboh!” ujar Sohee kemudian menjitak kepala Junho.

“Ya! Mengapa aku dijitak?”

“Habis aku gemas.”

“Nona Ahn, lihat pembalasanku nanti!”

Sohee hanya cekikikan menahan tawa. Ekspresi Junho saat itu sangat lucu.

“Hei kalian! Masih pagi sudah pacaran.” Ujar Wooyoung sambil memukul kepala Junho dengan buku matematika.

“Ya! Kenapa aku lagi yang dipukul?” protes Junho, kemudian dia mengambil buku sejarah dan melemparnya tepat di wajah Wooyoung.

“Aku kan hanya membalas dendam sewaktu kau memberiku serbet kotor, kenapa sekarang kau melemparku?”

Wooyoung melempar kembali buku Junho. Namun sayangnya lemparannya meleset dan mengenai kepala Nichkhun yang sedang asyik mendengarkan lagu melalui earphone-nya.

“YA! APA-APAAN INI?!” Nichkhun pun mengambil buku Junho dan segera berjalan menuju tempat duduk mereka. Kemudian dia membanting buku tersebut ke atas meja.

“Waduh, Khun marah. Bahaya nih.” celetuk Junho.

“Iya, bisa-bisa nanti dia mengacak-acak isi tong sampah.” timpal Junho.

“Hei, memangnya kalian pikir aku ini apa?” Nichkhun pun menjitak kepala Junho dan Wooyoung. Sementara Sohee yang daritadi memperhatikan mereka hanya bisa tertawa.

“Ahahahahahahhaaaa kalian lucu sekali. Hahhahaha.”

“Kau, jangan tertawa atau aku akan menyumpal mulutmu.” Nichkhun melirik tajam kearah Sohee.

“Ups, mianhae.” Sohee pun menutup mulutnya. Kemudian dia mengambil buku catatan milik Junho dan melemparnya ke wajah Nichkhun.

“Kenapa aku dilempar?” Nichkhun pun balas melempar kearah Sohee. Tapi Sohee segera menghindar.

Namun apa yang terjadi…

Hwang Sonsaengnim pun masuk.

Dan lemparan buku dari Nichkhun tepat mengenai wajah Hwang Sonsaengnim.

“NICHKHUN HORVEJKUL. KELUAR DARI KELASKU SEKARANG!”

“Mian.” Sohee membentuk jarinya seperti angka 2 dan mengarahkannya pada Nichkhun. Nichkhun hanya bisa pasrah, kemudian keluar dari kelas.

“Kau sih.” Bisik Wooyoung pada Sohee.

“Maaf, aku kan hanya ingin ikutan main.”

# # #

“Khun, mianhae.” Ujar Sohee pada Nichkhun yang sedang terduduk di perpustakaan. Sohee pun duduk disamping Nichkhun yang sedang asyik membolak-balik buku.

“Gwaenchana.” Ujar Nichkhun tanpa menoleh sedikitpun pada Sohee.

“Khun, kau marah padaku?” tanya Sohee memelas. Namun yang ditanya justru tidak menjawab dan terus asyik membaca buku.

“Khun!”

Nichkhun pun menoleh pada Sohee “Aku tidak marah. Sudah sana kau kembali ke kelas.”

“Tapi kan ini jam istirahat. Ayo kita makan, nanti kau sakit.”

“Kau duluan saja, tak usah pedulikan aku.” Nichkhun pun segera menutup bukunya dan pergi meninggalkan Sohee.

“Khun, kau mau kemana?”

“Toilet, kau mau ikut denganku?”

Sohee hanya menggeleng.

# # #

Ssrrrr….

Nichkhun membasuh wajahnya diwastafel  toilet dan menatap dirinya di cermin. Pikirannya saat ini sedang kacau. Antara marah, bingung, dan dia tidak tahu harus berbuat apa, semuanya menjadi satu.

“Kuakui aku memang suka padanya, tapi kenapa harus temanku sendiri yang mendapatkannya? Bahkan menciumnya, sementara dia sendiri tidak ada perasaan apa-apa sama sekali padanya.” Protesnya pada pantulan dirinya di cermin.

“Harusnya aku tidak main truth or dare dengan temanku itu, tapi aku hanya ingin dia bahagia.”

Nichkhun pun mengambil ponsel dari saku celananya. Ada satu pesan masuk. Dari Wooyoung

Form : Woodong

Message : jam 4 nanti, bisakah kau menemuiku di kafe dekat taman? Ada sesuatu yang harus kubicarakkan denganmu. Hanya kita berdua

Nichkhun pun segera  membalas pesan tersebut.

To : Woodong

Message : kebetulan hari ini aku ada waktu luang. Baiklah jam 4 di kafe

Setelah membalas pesan dari Wooyoung, Nichkhun pun segera pergi ke kelas.

Sementara itu di kantin…

“Apa benar Nichkhun marah padamu?” tanya Wooyoung pada Sohee yang baru saja datang. Sohee hanya mengangguk.

“Memang bagaimana ekspresi dia?” tanya Junho.

Sohee pun duduk di dekat Junho “dia mengacuhkanku. Dan dia sangat dingin padaku.”

“Dingin? Memangnya Nichkhun es?” celetuk Wooyoung.

“Jangan melawak, ini bukan saatnya melawak!” bentak Junho. Wooyoung pun hanya menundukan kepala.

“Sudah-sudah, jangan ada pertenngkaran lagi.” Ujar Sohee.

“Tapi aku bingung, kenapa Nichkhun bisa semarah ini padamu? Ini kan hanya sebuah hal kecil.”

“Molla. Tadi kuajak ke kantin dia tidak mau.”

Junho dan Wooyoung pun saling melempar pandang. Junho memberi isyarat pada matanya, seolah bertanya ‘bagaimana?’ Wooyoung hanya mengangkat bahu. Sementara Sohee hanya menunduk.

# # #

Kali ini jam pelajaran matematika, yaitu jamnya Lim Sonsaengnim. Tapi Lim Sonsaengnim tidak masuk, hanya memberikan tugas mengerjakan latihan soal di buku. Karena sudah selesai, Sohee tidak tahu harus mengerjakan apa lagi.

Sohee melirik ke tempat dimana Nichkhun duduk. Nichkhun sepertinya sedang asyik mengerjakan tugas dengan earphone ditelinganya. Sinar matahari yang masuk melalui jendela dan menyinari Nichkhun membuatnya bercahaya dan terlihat menawan.

“Khun, apa kau benar-benar marah padaku? Maaf.”

Sohee pun mengambil buku sketsanya dan mulai menggambar. Dia menggambar Nichkhun yang sedang asyik mengerjakan soal. Gambar itu nantinya akan dia berikan pada Nichkhun sebagai permintaan maaf.

Saking asyiknya menggambar, Sohee tidak menyadari kalau ada sepasang mata yang terus memperhatikannya. Sepasang mata yang sangat khawatir saat Sohee sedih karena Nichkhun matanya.

“Sohee-ah.” Junho pun menyodorkan bukunya pada Sohee.

Sohee yang sedang menggambar sedikit terkejut dengan kehadiran Junho yang tiba-tiba “Ada apa, Junho-ah?”

“Kau sudah selesai?”

“Sudah, jangan bilang kau mau mencontek.”

“Aish, mencontek bukan pekerjaanku, aku hanya ingin minta diajarkan nomor 3. Aku tidak mengerti.”

Sohee pun mengambil buku dan pensil Junho, kemudian mulai mengajarkan Junho cara mengerjakan soal tersebut.

“Kau lihat, disini soalnya tertulis : tentukan simpangan baku dari data 5, 6, 5, 7, 6, 8. Dan kita akan mencari simpangan bakunya, jadi rumusnya adalah leihat contoh, tapi dibagi 6, kenapa dibagi 6? Karena datanya ada 6 buah, lalu tinggal kita hitung, berapa hasilnya?” jelas Sohee panjang pendek.

Junho berpikir sejenak “ = 6,2”

“Yup, 6,2. Lalu hasilnya kembali kita jumlahkan, tetapi kali ini dikurang 6,2 seperti ini” sohee pun menulis di kertas coretan “dan semuanya di kuadratkan. Silakan kau hitung hasilnya.”

Junho pun mencorat coret dengan hitungan, kemudian menjawab “1,14?”

“Ne, lalu tinggal kita akarkan, jadi s =… coba kau hitung?”

Junho mulai menghitung di kertas coretan “1,07.”

“Tepat, jadi simpangan bakunya adalah 1,07. Kau mengerti sekarang?”

“Ne aku mengerti. Nomor 5 dan 6 juga sama kan?”

“Iya, kau bisa kerjakan sendiri?”

“Ne, kau benar-benar hebat ya, masak jago, matematika jago, aku bangga jadi suamimu.”

“Mwo, suami?! Menikah saja belum.”

“Hehehe, aku kan hanya bercanda.”

Sohee hanya tersipu, kemudian melanjutkan aktifitas menggambarnya yang tadi sempat tertunda.

# # #

Jam 4 sore, di sebuah kafe…

“Apa yang ingin kau bicarakan padaku?” tanya Nichkhun. Wooyoung pun berpikir sejenak sambil meminum cappucino pesanannya.

“Tapi, kau pura-pura tidak tahu saja yaa..”

“Ne, memangnya apa itu?”

“Kau janji?”

“Ne, aku berjanji.”

“Junho… dia bilang setelah dare-nya berakhir, dia tidak ingin berakhir dengan Sohee.”

“Maksudmu? Junho tidak ingin putus?”

Wooyoung hanya mengangguk.

“Wae?”

“Molla. Mungkin Junho sudah mulai jatuh cinta pada Sohee.”

Nichkhun memaksakan diri untuk tesenyum.

“Itu bagus kan? Artinya mereka tidak sia-sia dan Sohee tidak merasa dipermainkan.”

“Ne, tapi Khun…”

“Tapi apa?”

“Tapi aku juga menyukai Sohee.”

Nichkhun terkejut bagai disambar petir. “Mwo?! Kau serius?”

Tbc…

# # #

gimana? maaf kalo masih kurang panjang, ini ngetiknya udah tengah malem dan besoknya sekolah *curhat -_-v

oiya, karena banyak sider, mungkin untuk part selanjutnya akan aku protect, tapi hanya readers yang sering komen yang aku kasih pw-nya, so, jangan lupa tinggalin komentar 😀

28 thoughts on “I Love My Closefriend [Part 4]

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s