[FF Freelance] You Should Be Mine (Part 7)

fanfiction 21

 

Title : You Should Be Mine [Chapter 7]

Author: J.A.Y/@yupitamrd

Genre: Romance, school life

Main Cast:

  1. EXO-K Kai
  2. EXO-K Baekhyun
  3. Jung Ahyeon (OC)
  4. Shin Seorin (OC)

Support Cast:

  1. EXO-K Sehun
  2. EXO-K Chanyeol
  1. EXO-M Kris
  2. EXO-K Suho/Joonmyeon
  3. EXO-M Chen/Jong Dae

Rating: PG-17

Length: 

Previous part: Part 1Part 2Part 3Part 4Part 5, Part 6

Disclaimer : FF ini milik saya! Dilarang keras mengcopy paste/plagiat FF ini. Ini FF pertama yang author buat. Jadi mungkin jika ada kekurangan tolong tinggalkan komentar agar author bisa mengkoreksi letak kesalahan nya dimana aja. FF ini juga sudah pernah diterbitkan di www.saykoreanfanfiction.wordpress.com www.readfanfiction.wordpress.com www.kpopsotoybanget.wordpress.com  dan di page Facebook https://www.facebook.com/EXOFanFiction?ref=ts&fref=ts Terimakasih~ 😀

Happy Reading ^^

***********

[Preview]

Ahyeon melihat Baekhyun yang bersikap semakin aneh kepadanya. Aneh?? Bagian mana yang harus disebut aneh?? Bukankah hal itu wajar. Baekhyun adalah namjachingunya. Tapi entah kenapa rasanya… ahh~ mungkin terlalu sulit untuk dijelaskan.

Ahyeon merasakan ada sebuah perasaan mengganjal di hati dan juga pikirannya. Ia ingin memastikan semuanya. Memastikan jika semua perasaan buruknya tidak benar. Apa Baekhyun masih mencintai Seorin atau tidak?. Sikap Baekhyun di club tadi seakan memihak ke Seorin. Baekhyun bahkan juga tidak melakukan apapun ketika melihat dirinya dibawa pergi dengan Kai. Satu-satunya jalan adalah bertanya langsung kepada Baekhyun.

“oppa??” ucap Ahyeon.

“mmm” gumam Baekhyun dengan nafasnya yang masih sedikit berat.

“kau masih mencintai ku??” tanya Ahyeon hati-hati.

[Preview End]

 

**********************

 

Baekhyun menarik nafasnya dalam-dalam.

“untuk apa kau bertanya seperti itu??”

“aku hanya ingin memastikan??”

“kau pasti tau jawaban ku” ucap Baekhyun sambil menatap lekat-lekat mata Ahyeon.

“sikap mu seolah-olah mengatakan antara iya dan tidak. Dan lagi….. aku mulai ragu dengan mu oppa?”

Baekhyun mengkerutkan kedua alisnya.

“apa yang kau ragukan dari ku? Apa saja yang dikatakan Kai kepadamu? Sepertinya dia sudah meracuni pikiranmu terlalu banyak”

“bukan Kai. Ini tidak ada hubungannya dengannya”

“lalu apa?”

“tentang sikap mu hari ini…. Apa benar jika kau memukul Kai saat di club karena Seorin??”

Baekhyun terperangah. Memang benar jika ia marah ketika melihat Kai menyentuh Seorin seperti yang difoto. Tapi ia juga merasa marah jika melihat Kai yang menyentuh Ahyeon malam ini. Apa ini karena ia masih memiliki perasaan kepada Seorin? atau hal lain?.

Sebenarnya ia juga tidak terlalu merasa se-emosianal tadi sebelum melihat Ahyeon yang menyenderkan kepalanya dibahu Kai. Ia masih bisa mengendalikan amarahnya saat melihat foto Seorin dan Kai. Tapi begitu melihat Ahyeon dan Kai yang sedang bersama didalam club itu…….. Entah kenapa rasanya ia ingin menghajar Kai habis-habisan. Sepertinya Ahyeon salah mengartikan sikap Baekhyun terhadapnya.

Teringat dengan jelas sebuah pesan singkat dari Kai yang dikirim kepadanya.

Bisa aku memilikinya juga??? Kekeke~ datanglah kesini. Ia sedang mabuk berat. Jika kau tidak datang berarti kau sudah tidak peduli padanya.

*Flashback

Ponsel Baekhyun bergetar saat itu. Ia membuka sebuah tanda pesan masuk dari Kai. Begitu membukanya ia merasa terkejut karena Kai tidak hanya mengirimkan sebuah pesan, tapi juga sebuah foto. Foto Seorin yang sedang ingin berciuman dengan Kai.

Bisa aku memilikinya juga??? Kekeke~ datanglah kesini. Ia sedang mabuk berat. Jika kau tidak datang berarti kau sudah tidak peduli padanya.

Sontak saja Baekhyun merasa marah. Tapi ia mencoba menenangkan dirinya. Ia harus ingat tujuannya saat ini. Melupakan Seorin. Setidaknya ia harus belajar melakukan itu bukan? Lagipula saat Baekhyun menemui Seorin di LA ia juga sudah mempunyai kekasih baru. Itu sudah cukup membuat hati Baekhyun sakit.

Seorin hanya masa lalunya. Ia harus memanfaatkan kesempatan yang diberikan Ahyeon dengan baik. Ahyeon sekarang adalah yeojachingunya. Tidak sepantasnya jika sekarang ia masih memikirkan Seorin. Baekhyun mencoba setenang mungkin melihat foto itu.

Baru saja ia akan menaruh kembali ponselnya, ponselnya kembali bergetar. Ada sebuah tanda pesan masuk. Ia melihat siapa pengirimnya. Kali ini dari Chanyeol.

From : Chanyeol

Subject: —

Cepat kau kemari sebelum Kai mulai melakukan sesuatu yang tidak-tidak kepada Ahyeon. Sepertinya ia mabuk. Kau harus menjemputnya Baekki. Kami ada ditempat biasa.

Chanyeol mengirim pesan itu ke Baekhyun. Melihat ada nama Ahyeon yang tertera dilayar ponselnya itu membuat Baekhyun membelalakan matanya. Tatapannya seperti berapi-api (?)

Dengan cepat ia meraih jaket dari dalam lemarinya. Memakainya dan mencari kunci mobilnya. Ia harus sampai ke club itu sebelum Kai bertindak lebih jauh.

*Flashback end

Baekhyun melempar senyum nya kepada Ahyeon. Ia mengangkat pelan tangan Ahyeon yang terperban.

“lebih baik jika kita ganti dulu perban ini”

Ahyeon kembali menarik tangannya kasar dari Baekhyun. Lagi-lagi Baekhyun menghindar dari pertanyaannya. Apa pertanyaanya begitu sulit ia jawab? Kenapa setiap mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan Seorin ia selalu menghindar?

“jangan mengalihkan pembicaraan ini oppa”

Ahyeon menggit kecil bibir bawahnya. Bukan saatnya ia menangis sekarang. Ia tidak boleh terlihat begitu cengeng di depan Baekhyun. Baekhyun akan menganggap nya yeoja yang lemah.

“kau tidak tau bagaimana perasaan ku?…….. Aku merasa kau seperti mengabaikan ku. Ketika ada Seorin hanya dia yang kau lihat. Kau melihatnya seolah-olah aku tidak ada berada disana? Kau bahkan membiarkan diriku dibawa begitu saja oleh Kai”

Yeoja itu tidak bisa menahan air matanya. Air matanya keluar begitu saja walaupun ia sudah berusaha keras menahannya. Air matanya keluar dengan begitu mudahnya seperti kata-kata yang keluar dari mulutnya.

Ahyeon juga sudah tidak bisa menahan perasaannya. Mau sampai kapan ia bisa memendam semuanya. Ia juga sangat mencintai Baekhyun. Ketika hubungannya sedang berjalan mulus Seorin datang dan menghancurkan semuanya.

Lupakan jika Ahyeon pernah berfikir jika ia adalah batu sandungan bagi hubungan Baekhyun dan Seorin sekarang. Toh Seorin sudah meninggalkan Baekhyun dulu. Jadi untuk apa dia kembali lagi kesini? Ingin mengambil sesuatu miliknya yang telah ia buang dulu?

“Aku takut kau kembali padanya oppa? Aku takut kau akan melupakan ku karna dia. Mungkin aku memang egois. Tapi….. Tidak bisakah kau melupakannya? Aku tau jika kau masih mempunyai perasaan terhadapnya. Setiap kali aku melihat mu bersama Seorin… aku mer-mmph”

Belum selesai Ahyeon menyelesaikan kalimatnya, mulutnya sudah dibungkam terlebih dahulu oleh Baekhyun. Ahyeon melebarkan matanya terkejut dengan yang Baekhyun lakukan. Baekhyun memeluknya erat sambil terus menempelkan bibirnya pada yeoja itu. Menyalurkan perasaan yang sebenarnya dihatinya.

Baekhyun hanya ingin membuat Ahyeon tau jika dirinya akan tetap disisi Ahyeon sampai seterusnya. Perlahan Baekhyun mulai menggerakannya bibirnya dengan perasaan yang ia rasakan. Ia mencintai yeoja ini. Perasaannya sama dengan Ahyeon. Baekhyun tau rasanya bagaimana rasanya kehilangan…. Dan ia tidak ingin Ahyeon merasakan hal yang sama.

Namja itu terus menyapukan bibirnya, terus bergerak dan bergerak, melumatnya dengan sangat lembut. Tidak ada balasan dari sang yeoja. Ahyeon hanya diam tanpa membalas Baekhyun sedikit pun. Baekhyun melepaskan pertautannya dengan Ahyeon. Menatap mata gadis itu dengan lamat.

“kau berfikir terlalu jauh”

Ia mengusap bibir bawah Ahyeon dengan ibu jarinya. Merasakan dengan ibu jarinya sendiri bagaimana bibir bawah yeojanya yang masih basah karena karena ulahnya sendiri.

“aku sudah pernah bilang kan jika aku akan melupakannya. Kau tidak percaya pada ku?”

Ahyeon menatap penuh arti manik hitam milik Baekhyun. Mencari sebuah celah kebohongan yang mungkin akan terselip didalamnya. Tapi ia tidak menemukannya. Mata Baekhyun memberikan sebuah kejujuran padanya.

Ahyeon salah. Ia salah jika berfikir Baekhyun akan meninggalkannya. Sudah seharusnya ia membuang jauh-jauh pikirannya yang tidak beralasan sama sekali.

“Saranghae Jung Ahyeon”

 “aku tidak mau kita membahas Seorin lagi. Arasseo?” ucap Baekhyun.

Ahyeon mengangguk pelan seraya tersenyum. Baekhyun mengusap air mata yang masih tersisa di pipi Ahyeon. Ia lalu mengecup pelan kedua mata yeoja itu, dan tersenyum.

============================

Seorin baru sampai didalam rumahnya. Yeoja itu membanting pintu kamarnya dengan keras. Ia melempar tas nya secara asal. Ia kesal. Sangat kesal. Yeoja itu menangis frustasi.

“kau keterlaluan Baekhyun”

*Flashback

Seorin menghampiri Baekhyun yang masih berdiri ditempatnya. Ia lalu menyentuh pundak Baekhyun. Sejujurnya didalam hati Seorin ia sangat berterima kasih kepada Kai. Karena secara tidak langsung Kai telah membantunya memisahkan Ahyeon dan Baekhyun.

‘gomawo’ batin Seorin.

“kau tidak papa” ucap Seorin dengan penuh perhatian kepada Baekhyun.

Baekhyun hanya diam tanpa merespon apapun. Entah apa yang sedang namja itu pikirkan.

“Baekhyun-a” Ucap Seorin sekali lagi.

Baekhyun sadar dengan tangan Seorin yang terus menguncang-guncangkan pelan bahunya.

“ne”

“Kai memukul mu? Apa ini sakit?” ucap Seorin seraya mengulurkan tangannya menyentuh pipi Baekhyun.

Baekhyun reflek menjauhkan wajahnya dari tangan Seorin. Ia menahan tangan Seorin agar tidak menyentuh wajahnya.

“aku tidak papa” ucap Baekhyun sambil mengalihkan pandangannya.

Luhan, Sehun dan Ji Eul menghampiri Baekhyun.

“hyungg!! Kau tidak papa?” tanya Sehun.

“mmm..” gumam Baekhyun dengan anggukannya.

“sebaiknya kau pulang Seorin. Ini sudah malam” ucap Kris sambil menyentuh pelan bahu Seorin.

“tapi kris ak-“ elak Seorin

“Baekhyun kau bisa antar kan dia pulang?” pinta Kris.

“mwo?” ucap Ji Eul.

“Kenapa tidak kau saja yang mengantarnya” ucap Ji Eul kepada Kris.

Ji Eul heran kenapa sedari tadi Kris begitu perhatian kepada Seorin. Kenapa tidak sekalian Kris saja yang mengantar Seorin pulang.

“aku kesini tadi bersama Kai. Aku tidak membawa mobil” ujar Kris dengan santai.

“Kau harus mengejar Ahyeon dan Kai?” ucap Chanyeol.

“mwo?! Lalu siapa yang akan mengantarnya pulang. Ahyeon sudah bersama Kai. Biarkan saja mereka. Lagipula keliatannya Baekhyun tidak keberatan sama sekali” sindir Kris.

“kenapa kau berkata seperti itu? kau sadar apa yang kau bicarakan?” ucap Luhan.

“Seorin biar aku saja yang mengantar pulang” ucap Chanyeol sambil berjalan mendekat kearah Seorin.

Tapi Baekhyun mencegahnya lebih dulu. Ia menahan tangan Chanyeol.

“biar aku saja” ucap Baekhyun.

Chanyeol menatap heran kearah Baekhyun. Apa dia serius? Lalu bagaimana dengan Ahyeon? Baekhyun benar-benar melepasnya.

Seorin memandang terkejut kearah Baekhyun. Ia tidak salah dengar kan?. Baekhyun lebih memilihnya.

“Ayo” ucap Baekhyun seraya menarik tangan Seorin.

Baekhyun membawa masuk Seorin kedalam mobilnya.

“apa dia gila?” ucap Ji Eul.

“kurasa dia memang sudah gila” ucap Chanyeol.

Kris hanya memutar bola matanya malas. Ia berbalik arah dan kembali kedalam club. Chanyeol mengikuti kemana Kris pergi. Hanya ada Sehun, Luhan dan Ji Eul yang masih berada di luar.

“kau tidak ikut masuk?” tanya Luhan kepada Sehun.

“tidak. Aku akan pulang. Ini terlalu membuang waktu ku” ucap Sehun datar.

“Baiklah kalau begitu aku dan Ji Eul akan pergi duluan” ucap Luhan sambil menarik tangan Ji Eul.

“eoh? Kita akan kemana oppa?” ucap Ji Eul terkejut.

Luhan hanya tersenyum kearah Ji Eul.

====================

Seorin terus memandang wajah Baekhyun dari samping. Gadis itu tidak ada bosan-bosannya memandang kearah Baekhyun. Sesekali Baekhyun melirik sekilas kearah Seorin yang tersenyum kearahnya.

“kenapa kau terus melihat ku?” ucap Baekhyun yang masih tetap memfokuskan pandangannya kearah jalanan.

“aku merindukan mu Baekhyun-a” ucap Seorin.

“benarkah?” ucap Baekhyun.

“bisakah kita kembali seperti dulu?” ucap Seorin.

Kata-kata itu terlepas begitu saja dari mulutnya. Seorin juga tidak tau kenapa. Tapi ia merasa Baekhyun telah kembali kepadanya. Ini membuat Seorin menjadi senang.

‘ini salah’ batin Baekhyun.

Baekhyun segera membelokkan setir mobilnya. Ia langsung meminggirkan mobilnya di pinggir jalan dan menginjak rem mobilnya cepat. Seorin terkejut dengan yang dilakukan Baekhyun. Kenapa Baekhyun memberhentikan mobilnya dengan tiba-tiba.

Baekhyun mencengkram kuat stir mobilnya. Sudah cukup. Ini sudah kelewat batas. Ia tidak bisa berlama-lama lagi didekat Seorin. Ia takut ini akan berdampak pada tujuan utamanya. Yaitu menjauhi Seorin demi Ahyeon.

Ia sudah tidak tahan. Pikirannya sejak di club tadi telah terbagi dua antara Ahyeon dan Seorin. Ia terlalu bodoh jika harus membiarkan Kai membawa Ahyeon pergi darinya.

“maafkan aku Seorin, aku tidak bisa mengantar mu sampai dirumah” ucap Baekhyun.

Seorin sontak langsung membelalakan matanya “apa kau bilang?”

“bisa kah kau turun sekarang? Aku harus menyusul Ahyeon”

“Baekhyun!!”

“mianhae Seorin”

Seorin menatap tidak percaya kepada Baekhyun. Baekhyun tega menurunkannya di jalanan seperti ini. Jika begitu untuk apa ia menahan Chanyeol tadi. Baekhyun telah memberikan harapan palsu kepada Seorin.

Tanpa berbicara apapun lagi Seorin langsung membuka pintu mobil Baekhyun. Setelah Seorin turun tanpa berlama-lama lagi Baekhyun langsung menginjak gas dan pergi meninggalkan Seorin yang sendirian di pinggir jalan.

*Flashback End

Seorin tidak tahan lagi. Ia ingin melampiaskan semuanya. Seorin membuang semua peralatan make up nya yang tersusun rapi di meja dengan sekali hentakan. Menyebabkan semua nya menjadi berserakan dilantai.

“hiks..hiks.. kau jahat Baekhyun!”

Seorin jatuh terduduk diatas lantai. Ia memegang dadanya sakit. Menangis sekencang-kencangnya. Apa Baekhyun sudah tidak peduli padanya? Inikah ahkirnya?

=====================

Kai memakirkan mobilnya di halaman rumahnya. Ia bergegas keluar dan menemui eommanya. Eommanya sedang duduk dengan tenang di ruang keluarga sambil menyesap teh hijau nya.

Nyonya Kim sadar akan kedatangan putra nya. Bisa ia dengar dari suara langkah kaki Kai yang semakin mendekat.

“kau pulang Jong.. OMO!!”

Baru saja nyonya Kim membalikan badannya menghadap Kai, ia sudah hampir dibuat jantungan oleh putra nya sendiri. Nyonya Kim terkejut bukan main melihat wajah Kai yang hampir babak belur disetiap sudut wajahnya.

“ada apa dengan wajah mu!”

“kau berkelahi lagi??!!” ucap eommanya sambil menaruh tehnya diatas meja.

Kai hanya menghampiri ibunya dengan tanpa ekspresi. Ia duduk tepat disebelah ibunya yang masih melihat wajahnya dengan tatapan terkejutnya.

“langsung saja eomma”

Eomma nya masih melihat nya dengan tatapan aneh. Ia berdecak kecil melihat putra nya dengan wajah yang seperti itu. Beruntungnya karena tuan Kim sedang ada di Jepang sekarang. Jika tuan Kim sampai melihat wajah Kai seperti itu mungkin saja akan ada perang didalam rumahnya. Nyonya Kim bangun dari duduknya. Ia pun berjalan meninggalkan Kai.

Kai bingung melihat eommanya yang tiba-tiba beranjak pergi. Padahal tadi eommanya sendiri yang menyuruhnya untuk pulang. Tapi, ketika Kai sudah sampai, eommanya langsung pergi meninggalkannya.

Baru saja Kai akan pergi menuju kamarnya, eommanya sudah datang membawa sebuah handuk kecil dan semangkuk es batu.

“mau kemana kau?” tanya nyonya Kim.

“ke kamar” ucap Kai singkat.

“nanti saja, duduklah dulu”

Kai kembali duduk. Eommanya segera menghampirinya dan duduk disebelah Kai. Bagaimana pun juga nyonya Kim adalah seorang ibu, dan seorang ibu tidak akan tega melihat putranya dalam keadaan seperti ini. Nyonya Kim mulai memeras handuk itu dengan es batu lalu mengompresnya dengan hati-hati diwajah Kai.

“jika ayahmu tau ia pasti akan sangat marah Jongin”

“eomma… Bukankah eomma menyuruhku pulang untuk membicarakan masalah perjodohan itu??” ucap Kai dengan nada datarnya.

“jadi kau menyetujuinya??”

Kai nampak terdiam. Apakah ia harus menjawab iya atau tidak? Tapi bagaimana dengan Ahyeon? ia masih tidak ingin menyerah dengan gadis itu.

“jika aku menjawab tidak?”

“baiklah, kalau begitu seluruh harta ayahmu akan eomma sumbangkan ke yayasan rumah sakit milik nenek di Jaeju”

“eommaaa”

“bukankah eomma sudah bilang tadi saat di telfon?….. Pilihan mu hanya satu Jongin”

“ahh~ arasseo. Aku akan menerimanya”

“bagus. Kenapa kau tidak bilang dari tadi eoh?” ucap nyonya Kim sambil mengacak-acak rambut putranya.

“eomma sudah mengatur pertemuannya. Mungkin minggu depan kita sudah bisa bertemu dengan keluarganya lalu setelah kau bertemu dengannya kau akan bertunangan dan setelah itu-”

“terserah eomma”

Kai lantas berdiri dan pergi meninggalkan eommanya yang masih sibuk menghayal tentang perjodohan anaknya.

‘aku bisa gila!’ batinnya.

========================

Baekhyun semakin menyematkan jemarinya diantara jari-jari tangan Ahyeon. Begitu pula yang dilakukan dengan Ahyeon. Ia membalas tangan Baekhyun yang mengenggam tangannya hangat.

Baekhyun menyandar kan kepalanya di headboard kasurnya dan Ahyeon menyandarkan kepalanya di bahu Baekhyun. Menikmati suasana yang begitu tenang. Baekhyun sengaja tidak menyalakan lampu kamarnya agar membuat suasananya menjadi romantis saat ia hanya berduaan dengan Ahyeon disini. Hanya sinar lampu tidurnya yang memberikan sedikit pencahayaan dikamarnya.

“jika aku datang terlambat sedikit saja mungkin kau….” pembicaraan Baekhyun terhenti.

Dengan sekejap Ahyeon bangun dan duduk memandang Baekhyun.

“aku tidak mau mengingatnya. Bisakah kita bicarakan hal lain??”

Baekhyun ikut bangkit menatap yeoja itu.

“aku akan memberinya pelajaran lagi”

“tidak usah!” ucap Ahyeon yang sedikit keras kepada Baekhyun.

Nada bicara Ahyeon membuat pria itu harus mengkerutkan keningnya. Ahyeon menjadi salah tingkah didepan Baekhyun.

“ma…. Maksud ku…. Kau tidak perlu melakukannya”

Baekhyun semakin bingung dengan Ahyeon. Bukankah lebih bagus jika Kai diberi pelajaran olehnya?

“wae?”

Ahyeon menunduk pasrah. Tatapan Baekhyun sangat mengimiditasinya saat ini.

“aku tidak ingin kalian bertengkar karena aku” ucap nya pelan. Entah Baekhyun bisa mendengarnya atau tidak.

Ekspresi wajahnya telah berubah. Baekhyun menghela nafasnya perlahan. Ia tidak mengerti bagaimana jalan pikiran yeoja yang ada didepannya? Benar-benar naif? Baekhyun hanya ingin memberi pelajaran kepada orang yang telah hampir mencelakain Ahyeon. Orang itu bahkan hampir memperkosa dirinya? Apa ia sadar?

Ahyeon menatap Baekhyun, sangat dalam “aku tau.”

Ia menggeleng dan menelan ludah untuk dapat mengeluarkan suara lebih jelas karena tenggorokannya sempat tercekat beberapa saat lalu.

“Tapi, aku tidak sanggup melihatmu harus terus berkelahi dengannya…” Ahyeon berkata jujur.

Senyuman muncul lagi menghiasi wajah Baekhyun yang tampan. Dia memandangi Ahyeon lama sekali, sampai entah apa yang merasuki tubuhnya hingga perlahan dia mendekatkan bibirnya ke bibir Ahyeon, mencium bibir gadis itu dengan sangat lembut.

Ahyeon yang awalnya kaget, mulai terhanyut dalam keadaan yang ada. Entah mengapa ia suka sekali dengan ciuman lembut Baekhyun. Suasana ruangan yang remang-remang, hanya tersinar oleh cahaya rembulan yang menembus tirai jendela didekat Ahyeon dan Baekhyun berada.

Tanpa sadar, Ahyeon melingkarkan kedua tangannya memeluk pinggang Baekhyun. Ciuman Baekhyun semakin bertambah lembut, membuat bulu Ahyeon meremang, kadang kala ia tidak tahan dengan sentuhan lembut itu.

Sepuluh menit terlewati hanya untuk berciuman, saat melakukannya mereka berdua merasa saling memperlihatkan rasa yang tersimpan dalam hati mereka. Rasa yang penuh akan cinta.

Ahyeon benar-benar merelakan dirinya untuk Baekhyun, karena ia hanya diam saja malah hatinya menyambut hangat ketika Baekhyun mendorong tubuhnya ke kasur. Mereka masih berciuman. Namun ciuman lembut itu segera berganti dengan ciuman panas. Membuat tubuh keduanya hampir mengeluarkan keringat.

Ahyeon menyadari bahwa tubuh Baekhyun sudah semakin merapat, menindih tubuhnya diatas kasur. Tangan Baekhyun memeluk pinggang Ahyeon erat sekali sambil memberikan ciuman dari bibir plum nya  yang seolah-olah berkata bahwa ia tak mau kehilangan Ahyeon.

Ahyeon sedikit mendesah ketika ciuman Baekhyun mulai turun kedagunya. Semakin kebawah hingga…

“ahhh~” Ahyeon berhasil mengeluarkan desahannya keluar saat merasakan Baekhyun mulai menghisap lehernya lembut.

Perlahan-lahan, dalam suasana yang begitu romantis bagi wanita manapun didunia ini, Ahyeon merasakan sensasi dahsyat yang tidak pernah ia rasakan dulu. Sensasi geli, sekaligus nikmat.

Ahyeon mengerti mengapa dirinya mau melakukan hal yang dianggapnya paling ‘gila’. Katakan saja dengan orang yang bukan suami sah-nya. Tapi, Ahyeon tidak bisa lepas dari pesona Baekhyun.

Ia hanya menggigit bibir nya menahan rasa geli ketika ia dapat merasakan tangan Baekhyun, yang entah sejak kapan menyusup ke dalam kemeja putih sepahanya, mengelus-elus perutnya. Gerakan tangan Baekhyun sangat pelan dan halus, membuat Ahyeon semakin kegelian. Ia tidak tahan.

Baekhyun kembali mencium bibirnya lagi. Ciuman Baekhyun semakin memanas. Terkesan penuh nafsu. Baekhyun menekan tengkuk Ahyeon, memperdalam ciuman mereka. Baekhyun menggigit bibir Ahyeon yang membuat Ahyeon membuka bibirnya. Kesempatan itu Baekhyun gunakan untuk menjelajahi mulut Ahyeon. Mengajak lidah Ahyeon saling beradu. Ahyeon meremas rambut hitam Baekhyun. Sungguh. Ciuman Baekhyun membuatnya gila.

Satu tangan Baekhyun ia gunakan untuk membuka kancing kemeja Ahyeon. Tiga kancing terbuka tidak ada perlawanan dari Ahyeon. Hingga sampai ahkirnya Baekhyun berhasil membuka semua kancing kemeja Ahyeon dan masih tidak ada perlawanan.

Perlahan tangan Ahyeon mulai membuka kaos yang dikenakan Baekhyun. Baekhyun mengerti yang diinginkan Ahyeon. Ia melepaskan ciumannya dan membuka pakaiannya sendiri. Setelah membuka pakaiannya Baekhyun mulai menciumi Ahyeon lagi.

Tangannya menjalar kebagian punggung Ahyeon. Baekhyun ingin membuka kaitan bra milik Ahyeon. Namun ketika ingin membukanya Baekhyun terdiam. Secara perlahan, pelukan tangannya yang tadi melingkar di punggung Ahyeon mengendur. Baekhyun menarik tubuhnya sendiri untuk duduk. Kepalanya tertunduk dan keningnya mengernyit seakan tengah berfikir keras. Tidak. lebih tepat jika dikatakan sedang berperang keras antara ego dan naluri-nya.

“wae??” ucap Ahyeon dengan nada kecewanya.

“tidak seharusnya kita melakukannya” ucap Baekhyun.

Baekhyun kembali berbalik menghadap Ahyeon. Tangannya hendak mengkancingi kemeja Ahyeon namun segera dihentikan oleh Ahyeon.

“aku tau kau menginginkannya”

“aku akan menahannya” ucap Baekhyun.

Ahyeon tersenyum simpul mendengar yang diucapkan Baekhyun.

“kau yakin??”

Ahyeon mendekatkan dirinya dengan Baekhyun. Ia memeluk rapat Baekhyun yang membuat kulitnya bersentuhan dengan tubuh Baekhyun yang tidak mengenakan pakaian. Ahyeon mendekatkan wajahnya ditelinga Baekhyun dan berbisik.

“Bagaimana jika aku menggoda mu eum?”

Ahyeon mulai mencium leher Baekhyun. Menghisap aroma tubuh namja itu. Tangannya kembali tergerak meraba dada bidang Baekhyun, merabanya dengan lembut, kemudian turun menyusuri abs nya dan ketika semakin kebawah dan kebawah dengan cepat Baekhyun menghentikan nya.

“jangan menggodaku chagi”

Ahyeon melepaskan pelukannya.

“aku akan menjagamu agar tetap suci sampai kita benar-benar sudah menikah. Sampai saat itu tiba, aku akan mengeluarkan semua pertahananku dan akan melakukannya setiap hari dengan mu”

Ahyeon tertegun mendengar ucapan Baekhyun. Ia tidak percaya Baekhyun akan mengucapkan itu. Benar-benar membuat hatinya merasa tersentuh. Ia semakin yakin jika Baekhyun bisa melindunginya dengan baik.

“lebih baik kita tidur” ucap Baekhyun.

Baekhyun kembali memakai pakaiannya dan merapikan pakaian Ahyeon. Ahyeon merebahkan dirinya disamping Baekhyun. Ia memeluk pinggang Baekhyun dengan erat. Baekhyun mulai menarik selimutnya dengan kakinya dan menyelimuti tubuh mereka berdua.

“gomawo oppa” ucap Ahyeon.

Baekhyun tersenyum dan mengecup kening Ahyeon sekilas.

“tapi bagaimana kau begitu yakin kalau kita akan menikah?” tanya Ahyeon.

Pernikahan. Satu kata yang membuatnya harus mengingatkan akan perjodohan dirinya. Apa Baekhyun harus diberitau? Terlalu awal jika Baekhyun tau. Lagipula masih ada banyak cara untuk membuat perjodohannya batal. Ia tidak mau menambah beban pikiran Baekhyun.

“kau tidak mau menikah dengan ku?” ucap Baekhyun.

Ahyeon tertawa kecil mendengarnya.

“tamatkan dulu sekolah mu oppa lalu kau harus memimpin 3 buah perusahaan besar baru aku mau menikah dengan mu?”

“yaaa! Aku akan melakukannya! Setelah itu kau janji harus menikah dengan ku. Bagaimana?”

Tidak ada jawaban dari Ahyeon. Yang dilakukan yeoja itu hanya semakin mengeratkan pelukannya di pinggang Baekhyun. Ia tidak mau menjawab nya. Ahyeon takut jika suatu saat tidak bisa menepati janjinya dan itu akan membuat hati Baekhyun menjadi sakit.

“yaa~ kau jawab dulu?”

“tidurlah oppa. Ini sudah malam”

Baekhyun tersenyum simpul dan mencium sekilas kening Ahyeon.

“jaljayo~”

===========================

Sinar pagi mulai menembus dibalik celah jendela kamar namja itu. Jam dindingnya telah menunjukan pukul 8 pagi. Tapi, namja itu masih saja tidur dibalik selimutnya. Untung saja sekarang adalah hari minggu. Jika tidak, mungkin ia akan kelimpungan sendiri karena harus bersiap-siap kesekolah.

“Jongin!!! Ayo bangun!”

Seseorang menyikap selimut dari atas tubuhnya. Menampakan dirinya yang hanya memakai boxer bermotif kotak-kotak dan bertelanjang dada. Inilah kebiasaannya. Kai tidak terlalu terbiasa jika harus tidur mengenakan pakaiannya. Jadi ia terbiasa jika hanya menutupi tubuhnya dengan selimut.

“palli ireona chagi!!”

Kai menggeliatkan tubuhnya. Ia mulai mengerjap-ngerjapkan mata nya. Membiasakan cahaya pagi yang masuk menembus penglihatannya.

“dibawah ada ada seseorang yang menunggu mu? Cepat temui dia”

“nugu??” tanya Kai.

“Seorin” ucap eommanya.

Kai sontak langsung bangun dari tidurnya. Untuk apa Seorin menemuinya sepagi ini? Apa ada urusan yang sangat penting?

Kai bangkit dari duduknya. Ia bergegas kekamar mandi, menyikat giginya dan membasuh wajahnya. Setelah itu ia mengenakan pakaian santainya dan turun menemui Seorin dibawah.

Sesampainya dibawah….

“apa aku mengganggu pagi mu? Tanya Seorin.

Kai memandang datar kearah Seorin. Ini masih terlalu pagi untuk seorang Kai menerima tamu sepagi ini. Matanya yang belum terbuka sempurna, rambutnya yang masih acak-acakan dan luka memar di seluruh wajahnya. Sungguh. Saat ini Kai terlihat sangat buruk pagi ini. Dimana karisma dari seorang Kim Jongin??

“sangat” jawab Kai singkat.

Seorin tersenyum simpul menanggapi Kai. Yeoja itu tau jika temannya yang satu ini sangat sulit untuk bangun sepagi ini kecuali hari sekolah tentunya.

“kau sudah sarapan? Bagaimana jika sarapan bersama di luar?”

“kau kemari hanya untuk itu?? mengajakku sarapan bersama?” Ucap Kai.

“aku ingin membicarakan sesuatu dengan mu. Tidak enak jika dibicarakan disini”

Sepertinya benar yang ada dipikirannya. Seorin tidak akan datang sepagi ini dan menemuinya kalu bukan karena hal penting.

“tunggulah disini. Aku akan mandi”

Seorin mengangguk. Kai pergi menuju kamarnya lagi.

==============================

At Night in Los Angeles…………

Seorang namja berparas tampan sedang sibuk berkutat dengan tumpukan dokumen-dokumen penting diatas mejanya. Wajahnya terlihat sangat serius. Sudah 2 cangkir kopi ia habiskan malam ini.

Namja itu bahkan berniat akan meyelesaikan semua urusannya malam ini juga. Meja yang terlihat sangat berantakan dengan tumpukan kertas dimana-mana menandakan namja ini adalah orang penting di perusahaannya.

Bukan penting lagi. Bahkan namja ini bisa dibilang sangat penting. Namja ini adalah penerus dari Kim Corp. Perusahaan penyulingan minyak dan petrokimia terbesar di Asia yang berpusat di Chaoyangmenwai, RRC.

Ia hanya memimpin salah satu cabang dari perusahaan ayahnya itu. Banyak orang yang membicarakannya dan banyak pula yeoja diluar sana yang mengejarnya. Kim Joonmyeon. Orang-orang biasa menjulukinya dengan pengusaha muda yang selalu bekerja keras.

Tok tok tok

Terdengar suara ketukan pintu. Namja itu tersenyum. Ia sudah menduga jika temannya itu akan datang.

“masuk lah”

Laki-laki itu masuk dengan stelan pakaian jas hitam formalnya.

“kau belum selesai??” tanya namja yang mengetuk pintu tadi.

“aku masih lama. Sepertinya aku tidak bisa menemanimu malam ini”

“ohh!! Come on Joonmyeon, kau bahkan sudah menyelesaikan pekerjaan mu untuk minggu depan. Ini acara reuni kita. Kau tidak mau hadir??”

“aku harus menyelesaikan ini Jong Dae. Mungkin tahun depan aku akan ikut”

“hahhh~ jika sudah begini percuma aku memaksamu. Baiklah”

Laki-laki itu bernama Jong Dae. Jong Dae adalah teman semasa SMA Joonmyeon saat di LA.

“mianhae”

“aku tau kau terlalu sibuk” Ucap Jong Dae sambil menggoda temannya itu.

“baiklah. Aku tidak ada urusan lagi sini. Aku pergi” ucap Jong Dae berpamitan.

Joonmyeon tersenyum menanggapi kelakuan temannya itu. Pandangannya teralihkan ke sebuah foto yang terpajang rapi diatas mejanya. Ia selalu tersenyum saat melihat seorang yeoja yang ada didalam foto itu.

“tunggu aku Seorin”

================================

Kai dan Seorin telah sampai disalah satu restoran di daerah Hannam-dong, Yongsan-gu, Seoul. Mareka mencari tempat yang strategis untuk bicara. Setelah menemukan tempatnya mereka duduk dan mulai memesan makanan.

“katakan saja cepat” ucap Kai

“setelah makan baru aku akan berbicara”

5 menit kemudian pesanan mereka datang. Kai sangat antusian menyambut makanannya telah datang. Kai mengerlingkan sebelah matanya kepada salah satu pelayan wanita restoran yang mengantar makanannya. Membuat pelayan wanita itu menundukan wajahnya karena pipinya yang mulai merah karena Kai. Seorin yang melihat sikap Kai hanya berdecak.

“kau sama sekali tidak berubah” ucap Seorin.

Kai nampak tidak peduli dengan yang dikatakan Seorin. Ia hanya memakan dengan lahab makannya itu. Jujur saja Kai sudah menahan rasa laparnya dari tadi.

15 menit berlalu…

Mereka telah menyelesaikan makanan mereka masing-masing. Kai mengambil tissue yang ada diatas mejanya. Ia membersihkan sisa-sisa makanan yang ada disekitar mulutnya.

“jadi apa yang mau kau bicarakan?” ucap Kai.

Seorin tersenyum simpul melihat Kai yang benar-benar tidak sabaran.

“kau pasti sudah tau jika Kris mengadakan pesta di club barunya itu”

“lalu?”

“setiap undangan yang datang disana harus membawa pasangan mereka masing-masing untuk hadir di pesta itu”

Kai mulai mengerti dengan arah pembicaraan Seorin.

“aku ingin kau jadi pasangan ku Kai” ucap Seorin.

“kenapa harus aku?”

“karena aku mau dirimu yang menjadi pasangan ku?”

“kenapa bukan Baekhyun? Aku sudah memiliki pasangan ke pesta itu. Mungkin kau bisa menajak yang lain” ucap Kai malas.

“siapa?? Ahyeon yang kau maksud?”

“hahahaha. Aku fikir kau pintar Kai. Ahyeon tidak akan mau pergi bersamamu. Aku bisa jamin itu” ucap Seorin sambil menahan tertawanya.

“aku butuh bantuan dari mu” sambung Seorin.

Kai menaikan sebelah alisnya.

“aku tau kau sangat berambisi mendapatkan Ahyeon. Tapi, jika kau mau membantuku aku yakin kau akan mendapatkannya malam itu juga”

“bantuan apa yang kau minta dariku?”

“hanya menjadi pasangan ku dipesta itu. Bukankah itu mudah?”

Kai nampak berfikir. Sepertinya Seorin sudah memiliki sebuah rencana saat pesta itu. Tapi tidak ada salahnya Kai menerima ajakan Seorin. Lagipula ia sudah menjanjikan Ahyeon akan jatuh ditangannya.

“sepertinya menarik. Baiklah aku akan membantu mu” ucap Kai.

“aku tau kau tidak bisa menolaknya jika aku menyebutkan nama yeoja itu. Kau akan mendapatkannya Kai dan aku yakin Baekhyun tidak akan kembali padanya lagi” ucap Seorin.

‘tentu saja. Baekhyun akan kembali padaku seperti dulu’ batin Seorin.

 

TBC

12 thoughts on “[FF Freelance] You Should Be Mine (Part 7)

  1. kayaknya seorin punya rencana licik nih. Heuh sebel deh sama kai dan seorin. Baekhyun gentle bgt. Dia bener-bener cowok sejati hehe. Gitu bru cwo. Mau menjaga cewenya sampe cewe itu halal buat dia 🙂

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s