[FF Freelance] Candy Boy (Oneshot)

candy boy

 

Title                       :  Candy Boy

Author                  : @ulfahanum1 (DreamGirl)

Main cast             :

  • Lee Hongbin
  • Lee Jieun

Support cast       :

  • Lee Taemin
  • Lee Jinki

Rating                   : PG-13

Genre                   : Fluff, General

Length                  : Oneshot

COVER BY KEYUNGE ART

Disclaimer           : Hello yang STARLIGHT a.k.a fans VIXX mana ni? Tumben-tumbennya nih author bawa FF dengan pairing member VIXX. Hehe, bukan tumben-tumbennya melainkan pertama kalinya bawa FF dengan main cast anak VIXX. Ga tau kenapa author lagi suka VIXX apalagi ama si Ken dan Hongbin. Maybe untuk lain waktu, author bakalan datang bawa FF dengan main cast VIXX lagi terutama Ken dan Hongbin. So?

Happy Reading

Author Pov

Lee Jieun, yeoja berambut panjang dan berponi kedepan itu akhirnya menjajakan kakinya memasuki kawasan sekolah tercintanya itu, Hannyoung High School. Setelah sekian lama libur sekolah, akhirnya Jieun bisa meresapi udara dilingkungan Sekolahnya.

Mata yeoja itu menyipit ketika seorang namja bertubuh jauh lebih besar darinya tengah mendekat kearahnya. Tiba-tiba senyuman Jieun mengembang saat tahu siapa yang tengah mendekat kearahnya.

“Taemin-ah! “ teriak Jieun dan melambaikan tangannya pada Taemin. Taemin menghentikan langkahnya sembari membalas lambaian tangan Jieun dengan sedikit lompatan.

“Kajja, sampai kapan kau akan berdiri disana? “ cuap Taemin dan menggeleng-gelengkan kepalanya.

“….” Jieun tersenyum simpul dan lebih memilih mendekat kearah Taemin yang rupanya sahabat kesayangan Jieun sekaligus sepupu Jieun.

Taemin dan Jieun pada akhirnya berjalan memasuki kawasan sekolah mereka yang cukup besar itu. Tapi mata Jieun tiba-tiba saja menangkap sosok yang diam-diam ia sukai dan Taemin mengetahui akan hal itu.

“Berhenti menatapnya..” celoteh Taemin dan menutup mata Jieun dengan telapak tangannya.

“YA! “ bentak Jieun kesal dan menyikut perut Taemin dengan sikutnya yang runcing.

“Appo..” ringis Taemin kesakitan. Seketika itu Taemin menarik tangannya dari pandangan Jieun, Jieun menghela nafas panjang karena sosok namja yang ia sukai sudah lenyap menghilang.

“Ini karena kau..” dengus Jieun dan berjalan lebih dahulu dari Taemin.

“YA! “ teriak Taemin dan berlari mengejar Jieun yang sudah meninggalkannya sendirian. Taemin sangat kesal dengan tingkah laku Jieun yang selalu senonoh-nonohnya saja.

Jieun mempercepat laju jalannya hingga ia sampai di loker miliknya untuk mengambil beberapa buku pelajaran. Kegiatan Jieun yang akan membuka pintu loker terhenti seketika saat disadarinya ada setangkai permen tertempel di lokernya.

“Good Morning? “ gumam Jieun dan memunguti permen tangkai itu. Jieun meletakkan permen tangkai berwarna-warni itu kedalam lokernya. Tidak ada minat sedikitpun untuk Jieun memakan permen yang entah berentah dari siapa.

Jieun kembali melanjutkan tujuannya yang sempat tertunda akibat dari permen tangkai tadi, dikesibukannya mengemasi beberapa buku sebuah tangan dengan indahnya melayang dipundak Jieun.

“Ck.” Desis Jieun saat ia tahu Taeminlah pelaku yang membuat Jieun hampir mati karena kaget.

“Apa itu? “ tunjuk Taemin kearah dalam loker Jieun dengan mata menyelidik.

“Kau buta Lee Taemin? Itu permen..” cuap Jieun diiringi dengan tawa sinis.

“Arra, dari siapa? “ tanya Taemin penasaran dan mengambil permen tangkai yang disimpan Jieun tadi.

“Molla. Jika kau ingin, ambillah. “ ujar Jieun dengan gampangnya. Taemin tersenyum merekah, dibukanya plastik yang membungkusi permen itu.

“…” Taemin segera memasukkan permen yang sudah dibuka bungkusnya kedalam mulutnya. Dan yang lebih parahnya, Taemin tidak henti-hentinya untuk tersenyum.

“Berhenti tersenyum atau kau akan..” Taemin seketika membekap mulut Jieun dengan tangannya membuat siempunya mulut meronta agar segera dilepaskan.

“Aish, kau ingin membunuhku eoh? “ ujar Jieun dan memukul pundak Taemin pelan.

“Anio, kau itu berisik..” cetus Taemin dan berjalan meninggalkan Jieun yang masih mengontrol amarahnya agar tidak lepas.

Jieun dengan buku yang dipeluknya itu berjalan menuju ruangan kelasnya yang tidak terlalu jauh dari tempat loker. Jieun tiba-tiba saja tersenyum saat menyadari sosok yang ia sukai tengah berjalan didepannya dengan tumpukan buku ditangannya.

“YA! Lee Jieun! “ Jieun mendesah pelan. Ia hafal sekali dengan suara ini, siapa lagi jikalau bukan Taemin.

“Arrgh! WAE? “ teriak Jieun dan menghempaskan buku yang dipeluknya kelantai membuat semua orang memperhatikannya.

“Gwenchana? “ suara lembut seseorang memecahkan kekesalan Jieun yang sekarang tengah berjongkok memunguti buku yang tadi ia hempaskan.

“Ne? “ Jieun mendongakkan kepalanya menatap sosok siapa yang bertanya kepadanya.

Deg!

Darah Jieun seketika berdesir, baru kali ini ia mendengar sosok yang ia sukai bertanya kepadanya. Jieun menelan ludahnya dalam-dalam dan mengangguk ragu.

“Eoh..” jawab Jieun cepat dan mengalihkan pandangannya pada tempat lain.

“Kenapa membuang buku yang akan kau gunakan untuk belajar? “ gerutu sosok namja yang Jieun sukai dan ikut berjongkok memunguti buku-buku Jieun yang tidak lumayan banyak itu. Bahkan namja yang Jieun sukai rela meletakkan buku yang tadi dipegangnya dilantai dan membantu Jieun.

“Gomawo Hongbin..” cuap Jieun dengan rona merah dipipinya.

“Cheonman Jieun-sshi…” balas Hongbin dan tersenyum manis memperlihatkan dimple yang menawannya itu.

Lee Hongbin, namja yang disukai Jieun semenjak Jieun menjajakan kakinya di Hannyoung High School. Dimple dan senyuman mautnya itulah yang menarik hati Jieun. Belum lagi tingkah dan kelakuannya yang sangat sopan dan tidak salah jika Hongbin menjadi ketua kelas sejak kelas 1 hingga kelas 2 sekarang.

“Tampan…” gumam Jieun sambil menatap punggung Hongbin yang semakin jauh.

Taemin dari kejauhan hanya tertawa geli mendapati tingkah sepupunya seperti itu. Taemin masuk kedalam kelasnya terlebih dahulu dan duduk ditempat biasa ia duduk, tepat disebelah Jieun yang sekarang juga sudah duduk dibangkunya.

“Kau baik-baik sajakan Jieun? “ tanya Taemin dan mencolek dagu Jieun.

“Hajima! “ teriak Jieun dengan kuat membuat seisi kelas menatap sosok Jieun dan Taemin termasuk Hongbin yang kini hanya bisa tersenyum melihatnya. Memang sejak dari kelas 1 hingaa sekarang, Jieun, Taemin dan Hongbin satu kelas.

“Neo micheo? “ bentak Jieun dan memukul kepala Taemin dengan sekuat tenaganya.

“Appo..” rutuk Taemin dan membalas pukulan Jieun dengan sebuah cubitan halus dipipi Jieun.

“YA! “ teriak Jieun kesal dan kembali memukul kepala Taemin dan bahkan lebih kuat dari sebelumnya.

“Jika kau menyentuhku lagi dapat kupastikan kau terkurung diluar rumah Taemin! “ ancam Jieun dan mengalihkan pandangannya dari Taemin. Taemin mendengus pelan, ia tidak berani lagi untuk mengerjai sepupu sekaligus sahabatnya itu. Belum lagi ancaman Jieun yang tidak main-main, jika Jieun benar-benar mengurung Taemin diluar rumah maka kemana lagi Taemin makan dan tidur? Ya, semenjak Taemin sekolah di Hannyoung High School, Taemin tinggal dirumah Jieun bersama keluarga Jieun lainnya.

“Jieun-sshi, tadi Kim Songsaenim memanggilmu..” Jieun menatap lawan bicara didepannya dengan sedikit gugup.

“Ah, ne Hongbin-sshi. Gomawo..” Jieun melirik sekilas Taemin yang sudah tersenyum menggoda. Jieun hanya tersenyum miring dan langsung pergi meninggalkan Taemin.

Jieun berjalan dengan langkah ringan menuju ruangan Guru, ada rasa sedikit penasaran dihati Jieun kenapa Kim Songsaenim mau memanggilnya. Padahal Jieun termasuk sosok siswi yang tidak pernah diacuhkan Kim Songsaenim yang terkenal pemilih.

“Eoh? “ Jieun membalikkan badannya kebelakang, didapatinya Hongbin yang mengekorinya.

“Aku juga dipanggil Kim Songsaenim..” ujar Hongbin sebelum Jieun bertanya.

“Begitukah..” Jieun mengangguk-angguk pelan dan tersenyum tipis kearah Hongbin. Secepat kilat, Hongbin menyamakan langkahnya dengan Jieun.

Deg!

Jantung Jieun berdegup tak karuan saat ini, aroma khas Hongbin yang hampir 2 tahun ini menemani harinya semakin membuat Jieun gugup dan gusar. Hongbin mendehem pelan, diliriknya Jieun yang sekarang sudah tertunduk.

“Kau baik-baik sajakan Jieun? “ tanya Hongbin dan memandang wajah Jieun.

“Ne.” jawab Jieun kilat dan mempercepat langkahnya agar menjauh dari sekitar Hongbin yang bisa membuat hati Jieun berbunga-bunga.

“Aneh..” seru Hongbin dan tersenyum miring. Hongbin tak mau menyamakan langkahnya dengan Jieun, ia hanya mengikuti langkah Jieun dari belakang.

Setelah beberapa menit berjalan, akhirnya Jieun dan juga Hongbin sampai diruangan Guru. Mata Jieun dengan cepat langsung menerobos mencari keberadaan Kim Songsaenim.

“Kim Songsaenim..” sapa Jieun sopan dan tidak lupa sebuah bungkukan sopan.

“Eoh? Jieun-sshi, kaukah itu? “ tanya Kim Songsaenim dan memakai kacamatanya agar bisa melihat lebih jelas.

“Dan kau Lee Hongbin? Apa yang kau lakukan disini? “ tanya Kim Songsaenim dan menunjuk heran kearah Hongbin.

“Anu Songsaenim, sebagai seorang ketua kelas aku harus menemani anggotanya kemanapun..” sahut Hongbin bohong, padahal Hongbin memilik alasan tersendiri kenapa ia mengekori Jieun ketempat Kim Songsaenim.

“….” Jieun menatap Hongbin tak percaya, baru kali ini Jieun mendengar Hongbin berbohong kepadanya.

“Yasudahlah. Jieun-sshi, aku ingin menitipkan ini kepadamu. Tolong berikan kepada Oppamu..” celetuk Kim Songsaenim dan menyerahkan sebuah undangan pernikahan.

“Uri Oppa? “ Jieun menerima undangan pernikahan itu dengan penuh tanya.

“Chakaman, Kim Kibum? Bukankah ini nama songsaenim? “ Jieun menatap undangan pernikahan dan wajah Kim Songsaenim bergantian.

“Ne. Berikan saja kepada Oppamu..” suruh Kim Songsaenim dan tersenyum simpul membuat Jieun sedikit bergidik ngeri melihat senyumannya.

“Ne Songsaenim, akan kuberikan kepada Oppaku..” Jieun langsung membungkuk sopan dan begegas keluar dari ruangan Kim Songsaenim.

Jieun dan Hongbin berjalan berdampingan, tak ada yang mengeluarkan suara sedikitpun. Hanya suara tapakan kaki yang memecahkan kesunyian diantara mereka berdua. Tiba-tiba saja tangan Hongbin menahan tangan Jieun membuat Jieun segera menoleh kearah Hongbin.

“Ada apa? “ tanya Jieun dengan wajah tenang.

“Kau tidak ingin bertanya kenapa aku berbohong tadi? “ tanya Hongbin balik. Jieun hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya pertanda ia tidak ingin tahu. Perlahan, Hongbin melepaskan tangan Jieun.

“…..” Jieun kembali tersenyum dan meninggalkan sosok Hongbin yang masih terdiam tak mengerti dengan tingkah Jieun.

“Huuh..” helaan nafas keluar begitu saja dari mulut Hongbin. Tangan kanan Hongbin terletak begitu saja didadanya, rasa yang selalu dirasakannya saat bersama Jieun kembali muncul.

“Sepertinya aku benar-benar sudah jatuh terlalu dalam dihatimu..” keluh Hongbin dan bergegas menuju kelasnya untuk mengikuti pelajaran seperti biasa.

oOoOo

Jam pelajaranpun sudah usai beberapa waktu yang lalu. Dan kini hanya tinggal Jieun ditemani Taemin yang mengisi ruangan kelas. Tangan kecil Jieun sedari tadi tampak sibuk mengemasi beberapa bukunya.

“Jieunnie, kau tahu? “ celoteh Taemin sembari duduk diatas meja miliknya.

“Mwol? “ tanya Jieun dan melirik sekilas Taemin.

“Badanmu akan bertambah kecil jika terus membawa buku sebanyak itu..” canda Taemin yang ditanggapi Jieun dengan death glarenya.

“Mian..” lenguh Taemin pelan dan menundukkan kepalanya.

“Kajja, hari sudah semakin sore aku harus memberikan titipan Kim Songsaenim kepada Jinki Oppa..” ajak Jieun yang sibuk menyandang tas dan memeluk beberapa buku yang akan dikembalikannya ke loker miliknya.

“Tunggu, sepertinya dilemarimu ada permen tangkai..” ucap Taemin dan mengambil permen tangkai yang entah sejak kapan sudah ada dilaci milik Jieun.

“Kau makan saja Taemin..” sahut Jieun dan menarik tangan Taemin agar segera keluar dari ruangan kelas.

Tepat sudah Jieun dan Taemin berada didepan loker milik Jieun. Jieun hanya mendesah pelan dan memunguti permen tangkai yang sama seperti tadi pagi dari lokernya.

“Kau ambil saja Taemin..” ketus Jieun dan meletakkan permen tangkai itu ditangan Taemin.

“Kenapa aku lagi? Ini untukmu..” sahut Taemin dan membaca pesan yang tertempel di permen itu.

Selamat sore dan berhati-hatilah pulang. ^^

“Ini pasti dari seorang namja..” cuap Taemin dan menyimpan permen tangkai itu disaku celananya.

“Jangan asal menebak bodoh..” balas Jieun dan mencubit pelan tangan Taemin.

“Tsk, berhenti menyubitku atau kau akan..” Taemin tidak melanjutkan perkataannya saat Jieun menatapnya sengit.

“Akan apa eoh? Mau mengancamku? “ bentak Jieun dengan tangan yang disilangkan didada.

“Sudahlah..” seru Taemin menghindar dari perdebatan bersama sepupunya, Jieun.

Author Pov End

Jieun Pov

Taemin benar-benar cerewet kali ini semenjak kejadian permen tangkai entah siapa yang pengirimnya. Bahkan saat aku dan Taemin sudah sampai dirumahpun ia tetap mengoceh tentang permen tangkai itu. Memangnya apa yang aneh dengan permen itu? Tidak adakan?

“Lee Taemin! Sekarang keluar dari kamarku! “ bentakku dan mendorong badannya agar segera keluar dari kamarku.

“Mau bertaruh? “ ajak Taemin dengan senyuman nakal.

“Taruhan apa eoh? “ ucapku dan terus berusaha mendorong badan besarnya.

“Jika pengirim permen ini seorang namja maka kau harus membuatkanku bibimbap dan juga kimchi setiap harinya..” jelas Taemin dengan wajah riang.

“Lagi-lagi kau membahas itu hah? “ teriakku dan membanting pintu kamarku tepat didepan wajahnya.

“Kuanggap kau setuju Jieun! “ teriak Taemin dari luar kamarku.

“YA! “ bentakku dan membuka pintu kamarku. Sosok namja aneh ini masih betah didepan kamarku sambil mengemut permen tangkai tadi.

“Berhenti mengatakan itu bodoh! “ cetusku kepadanya.

“Jika pengirim permen ini seorang yeoja, maka aku akan menjodohkanmu dengan Hongbin..” ujar Taemin yang membuat mataku terbelalak seketika.

“Hongbin? “ ulangku dengan segores senyuman diwajahku.

“Baiklah. Aku setuju..” aku menyalami tangan Taemin pertanda kami berdua saling setuju.

“Jika sudah menyangkut Hongbin, kau selalu bersemangat..” keluh Taemin dan menggeleng-gelengkan kepalanya.

“Tentu saja..”balasku dengan wajah berseri-seri.

oOoOo

Aku mencari-cari titipan Kim Songsaenim didalam tasku, saat sudah bertemu aku langsung keluar kamar menuju ruang makan untuk makan malam bersama Oppaku dan juga Taemin.

“Eomma dan Appa lagi-lagi lembur? “ lenguhku dan duduk tepat disebelah Taemin yang sudah mulai memakan makanan yang sengaja dibuatkan oleh Oppaku.

“Bagaimana lagi? Kita harus terima kenyataan kalau kedua orang tua kita seorang pebisnis..” jawab Oppaku dengan senyuman manis diwajahnya.

“Hah..” aku mendesah pelan. Titipan Kim Songsaenim tadi kusodorkan begitu saja kearah Oppaku.

“Apa ini? “ tanya Oppaku dan menerima titipan Kim Songsaenim dengan suka cita.

“Omo! Kibum akan menikah? “ teriak Oppaku girang. Aku hanya mendecakkan lidahku sembari menyikut lengan Taemin yang sedari sibuk dengan acara makannya.

“Cepatlah menyusul Hyung..” seru Taemin dengan mulut penuh makanan.

“Memangnya Oppa akan menikah dengan siapa? “ sindirku. Karena setahuku, Oppaku ini belum pernah membawa yeojanya kerumah.

“Tentu saja dengan Taeyeon Noona. Benarkan Hyung? “ ujar Taemin sambil mengedip menggoda kearah Oppaku.

“Taeyeon? Memangnya siapa dia? “ tanyaku tidak mengerti.

“Noonanya Jongin, hoobae kita disekolah..” jelas Taemin.

“Ooh.. “ kata terakhir yang kuucapkan sebelum aku benar-benar terlarut dengan makananku.

oOoOo

Sehabis makan bersama dengan Jinki Oppa dan Taemin, sekarang saatnya bagiku untuk belajar bersama Taemin dikamarku lebih tepatnya diatas ranjang kesayanganku.

“……” Tanganku hanya sibuk membalikkan halaman buku yang seharusnya kubaca berbeda dengan Taemin yang sibuk bermain dengan PSP kesayangannya.

“Aish..” dengus Taemin dan memukul badanku sedikit keras. Selalu seperti ini, jika ia kalah dalam bermain aku akan menjadi pelampiasannya.

“…..” Diam. Satu kata yang kulakukan saat ini, aku tidak berminat sedikitpun membaca buku ditanganku ini dan membalas pukulan Taemin dibadanku tadi.

Pikiranku hanya tertuju pada Hongbin dan juga pengirim permen hari ini.

‘Apa esok akan seperti ini juga?’ batinku dan menutup buku yang kupegang dengan sedikit keras membuat Taemin mengalihkan pandangannya kepadaku.

“Kau kenapa Jieunnie? Jangan katakana kalau kau sedang melamunkan sosok pengirim permen itu..” tebak Taemin asal-asalan yang membuatku menelan ludah karena tebakan Taemin benar.

“Hahaha, kenapa dengan ekspresimu Jieun? Kau tampak gugup dan gusa..” goda Taemin dan mendekatkan wajahnya kewajahku.

“Stop! “ bentakku dan mendorong badan Taemin dengan kakiku.

BRUK!

Taemin terjatuh dengan posisi bokong yang menyentuh lantai terlebih dahulu. Aku hanya bisa tertawa keras mendapati sepupuku itu sudah meringis kesakitan dilantai.

“Taemin-ah, kau baik-baik saja? “ tanyaku dan menatapnya sendu.

“Kau masih bertanya bodoh! “ teriak Taemin dan menarik tanganku hingga aku juga terjatuh kelantai. Dan naasnya wajah manis dan imutku ini yang lebih dahulu menyentuh lantai.

“LEE TAEMIN!!!! “ teriakku dengan wajah memerah karena amarahku sudah sampai diubun-ubunku.

“Mian..” jawab Taemin dengan pelan dan langsung berlari keluar dari kamarku.

“Appo..” rintihku dan mengelus wajahku yang merah akibat ulah sepupu bodohku itu.

Jieun Pov End

Author Pov

Hari demi hari Jieun lalui dengan rasa penasaran, sudah hampir seminggu ini ia selalu mendapati permen di loker dan lacinya dan lebih parahnya lagi Jieun sama sekali tidak tahu siapa pengirim permen itu.

“Ini sudah hampir seminggu..” keluh Jieun dan menyenderkan kepalanya diatas meja tempat ia dan Taemin tengah menghabiskan waktu istirahat.

“Lantas? “ tanya Taemin yang sibuk mengemut permen yang baru saja diberikan Jieun.

“Aku penasaran akan sosok pengirim permen ini..” ujar Jieun lemah dengan wajah iba.

“Kalau begitu selidiki..” cuap Taemin acuh tak acuh.

“Selidiki? “ tanya Jieun dan menatap Taemin dengan semangat.

“Ide bagus Taemin! Kau benar-benar sepupuku yang JJANG! “ teriak Jieun dan merangkul badan Taemin dengan kuat.

“Tapi kau tetap ingat akan taruhan itu kan? “ ingat Taemin. Jieun terdiam sejenak dan menghela nafas panjang.

“Tentu..” cuap Jieun dan bangkit dari duduknya. Sebentar lagi waktu istirahat akan habis, jadi Jieun dan Taemin harus segera kembali kekelas mengikuti proses pembelajaran.

oOoOo

Hannyoung High School, 06.00 KST

Jieun menggosok-gosokan kedua tangannya karena merasa kedinginan. Taemin terus mememperhatikan loker Jieun dari kejauhan.

“Taemin-ah, aku kedinginan..” gerutu Jieun dengan wajah yang pucat.

“Sini aku peluk..” Taemin memeluk singkat badan Jieun, sejenak Jieun merasakan kehangatan dari pelukan Taemin.

“Taemin-ah, lihat kesana! “ bisik Jieun sembari menunjuk kearah sosok yang sepertinya namja tengah berdiri tepat didepan loker Jieun menggunakan hoodie yang menutupi rupanya.

“ssst, “ suruh Taemin dan menutup mulut Jieun.

“Wae? “ bisik Jieun dengan wajah tak sabaran.

“Jika dia mendengar suara cemprengmu, bisa-bisa saja dia kabur..” jelas Taemin yang tentunya menyinggung Jieun.

Jieun dan Taemin terus memperhatikan sosok namja yang tengah sibuk menulis sesuatu disebuah kertas dan meletakann kertas itu bersamaan dengan permen yang selalu didapati Jieun.

“YA! Neo NUGUYA? “ Jieun yang sudah tak sabaran langsung saja berlari mendekati sosok namja yang tampaknya kaget itu.

“Jieun? “ Taemin menepuk kepalanya karena gemas melihat tingkah Jieun yang tidak sabaran itu.

“…” Namja berhoodie itu bersiap-siap akan lari tapi sayangnya tangan namja itu sudah ditahan dahulu oleh Jieun.

“…” Perlahan namja yang meletakkan permen itu membuka hoodienya membuat rupanya terpampang dengan jelas.

“N..neo? “ Jieun melepaskan tangannya dari sosok namja didepannya. Wajah Jieun sangat kaget kali ini.

“Lee Hongbin? “ ujar Jieun tak percaya.

“Annyeong Jieunnie..” sapa Hongbin dengan sebuah senyuman manis yang memperlihatkan dimpelnya.

“….” Jieun hanya diam membisu dan terus menatap dalam sosok Hongbin.

“Jangan menatapku seperti itu..” suruh Hongbin dan menggaruk tengkuknya yak tak gatal.

“Bagaimana bisa? Dan kenapa? “ tanya Jieun dengan wajah gugup.

“Haruskah aku menjelaskannya kepadamu Lee Jieun? Kukira kau akan bisa menebak langsung..” sahut Hongbin dan lagi-lagi tersenyum.

“Ne? “ ulang Jieun. Perasaan gugup dan kalut membuat Jieun sama sekali tidak konsentrasi dengan ucapan Hongbin barusan.

“Aku menyukaimu..” ucap Hongbin dan mengelus pelan puncak kepala Jieun.

Jieun membeku saat mendapati Hongbin mengelus pelan kepalanya. Jantungnya terus berdegup kencang, apalagi saat matanya dan mata Hongbin secara tidak sengaja bertemu. Hongbin mendekatkan wajahnya kewajah Jieun.

Chu~

Sebuah kecupan singkat dikening Jieun membuat Jieun semakin terdiam dan membeku.

‘Apa ini? Apa ini mimpi?’ batin Jieun dan mengerjap-ngerjapkan matanya berulang kali.

“Hongbin-sshi? Aku tidak bermimpi bukan? “ tanya Jieun dengan polos membuat Hongbin hanya tersenyum geli melihatnya.

“Tentu saja tidak Jieun, sekarang kau tidak bermimpi..” jawab Hongbin dan lagi-lagi mengelus pelan kepala Jieun.

“Chakaman, jadi tadi apa yang kau katakan Hongbin? Aku tidak ingat..” seru Jieun dan tersenyum getir.

“Kau milikku mulai dari sekarang..” Hongbin menarik badan Jieun kedalam dekapannya membuat Jieun tersadar kalau ia benar-benar sedang tidak bermimpi.

“Hei! Sepupu bodohku! “ teriak seseorang membuat Jieun dan Hongbin langsung menoleh keasal suara.

“Sepertinya aku menang taruhan..” cuap Taemin dengan senyuman nakal.

“Aish.. “ cuap Jieun dan menatap Taemin tak suka.

“Jangan lupa sepulang sekolah nanti.” Ingat Taemin dan berjalan meninggalkan Jieun dan Hongbin.

“Bibimbap dan Kimchi! “ teriak Taemin dengan suara yang cukup tinggi.

“ARRAYO! “ balas Jieun dengan suara tak kalah kuat dan tinggi.

“Kekeke..” suara kekehan Hongbin membuat Jieun mengatupkan mulutnya karena baru saja ia memperlihatkan bagaimana sikap aslinya bersama Taemin.

“Gwenchana..” ujar Hongbin dan mengelus pelan kepala Jieun.

“Hongbin-ah..” seru Jieun dan menyuruh Hongbin untuk merendahkan sedikit badannya.

“Ada apa? “ tanya Hongbin dan menyerahkan telinganya kearah Jieun.

“Sweet candy, sweet My Boy! “ bisik Jieun dengan halus membuat Hongbin hanya tersenyum mendengarnya.

Author Pov End

-THE END-

Note : Ckck. Author cuman bisa nangis dipojokan setelah bikin FF yang kacau balau dan ga nyambung ini. Jadi silahkan tinggalkan jejaknya. Jangan lupa! Dan terakhir, kunjungi wordpress author http://bluegreenfanfiction.wordpress.com/. *bow*

9 thoughts on “[FF Freelance] Candy Boy (Oneshot)

    • Gomaptha karena udah mau ninggaling jejaknya *bow*
      Hehehe, gomawo jeongmal gomawo karena udah ninggalin jejaknya. 😉
      Ne, entar author usahain ya~

    • Gomaptha karena udah mau ninggaling jejaknya *bow*
      Hehe, iyakah? Aku kira garing loh. 😀
      Gomawo Shin Min Mi. ^^

Leave a Reply to aichantastic Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s