Ficlet : Power of Best Friend

power-of-bestfriends

Power of Best Friends

By wolveswifeu

Starring

Jr | Suzy | Jimin | Naeun | Krystal

Genre

Friendship | Little bit of Romance | Sad

Rating

PG 13+

Length

Ficlet

Disclaimer

This fiction also published on exoshidaefanfic.wordpress.com

Credit Poster

cafeposterart.wordpress.com by vanflaminkey91

Wolveswifeu’s New Fiction, Power of Best Friends

                “Chagiya!” Teriak Suzy sambil berlari menghampiri  seorang namja tampan dan gagah yang tengah berjalan di lorong universitasnya ini. Sang namja itu merasa terpanggil dan langsung menoleh dan tersenyum.

“Oh kau, Suzy-ah, ada apa?” Tanya namja itu sambil tersenyum. Suzy langsung berlari dan memeluk lengan namja itu dan tersenyum.

Gwaenchana, Jinyoung-ah. Apakah salah jika aku rindu dengan namjachingu-ku sendiri?” Tanya Suzy sambil mencubit pipi Jinyoung pelan dan terkekeh.

“Haha, tidak apa-apa. Jadi kita akan kemana sekarang?” Tanya Jinyoung.

“Kemana lagi? Tentu saja ke ruang kelas, chagi.” Jawab Suzy. “Kajja!

                “Chagiya, bukankah hari ini kau duduk bersama aku?” Tanya seorang yeoja yang duduk di bangku paling depan di ruangan itu. Sepasang kekasih yang sedang menukar canda dan tawa itu langsung berhenti dari aktivitasnya.

“Jinyoung-ah, lebih baik kau hampiri Jimin.” Suruh sang yeoja.

“Kau yakin, Suzy-ah?” Tanya Jinyoung sambil membetulkan poni Suzy yang panjang.

Sure, babe.” Balas Suzy sambil tersenyum. Jinyoung pun berdiri dan meraih tas-nya dan berjalan ke posisi yeoja yang memanggil Jinyoung dengan sebutan chagiya itu.

“Hallo, Jimin-ah.” Sapa Jinyoung.

“Hallo, chagi.” Balas Jimin.

“Siap untuk belajar?” Tanya Jinyoung.

“Belajar denganmu sangat menyenangkan, haha.” Tawa garing Jimin itu terdengar dan menusuk pendengaran seorang Park Jin Young.

Mianhae Jimin..

                “Huft..” Terdengar helaan nafas dari seorang yeoja yang sedang berdiri di depan ruangan kelas di salah satu universitas yang terkenal di Seoul ini. Yeoja itu memeluk buku tebal dan setia menunggu namjachingu-nya untuk selesai dari pelajarannya.

Suara gaduh keluar dari ruangan itu. Senyuman muncul di wajah yeoja itu. Akhirnya, batin yeoja itu.

“Sampai nanti, dear!” Pamit seorang wanita dari dalam sana. Suaranya terdengar sampai keluar ruangan kelas.

“Sampai nanti!” Muncullah Park Jin Young yang sudah sedari tadi ditunggu oleh yeoja itu. Jinyoung yang melihat yeoja itu langsung tersentak.

“Naeun?” Respon Jinyoung ketika melihat yeoja yang menunggunya yang bernama Naeun itu.

Why?” Tanya Naeun polos.

“Kenapa kau disini?”

Waiting for you,” Naeun menarik lengan Jinyoung. “Let’s go home!” Lanjut Naeun. Jinyoung menghentikan langkahnya dan melepaskan tangan Naeun dari pergelangan tangannya.

Mianhae, Naeun. Aku harus menemui Soojung sekarang.” Jinyoung meminta maaf kepada Naeun.

“Bukankah aku ini yeojachingu-mu?”

“Jimin dan Suzy juga.” Jawab Jinyoung santai. Naeun tercengang mendengar perkataan Jinyoung. “Jadi, biarkan aku pergi.” Lanjut Jinyoung lalu pergi meninggalkan Naeun.

                “Maaf aku telat.” Ucap Jinyoung lalu duduk di hadapan Soojung yang sudah menunggunya sedari tadi. “Jadi, apa yang ingin kau bicarakan?” Lanjut Jinyoung sambil meletakkan tas ranselnya ke sisi bangku panjang yang masih kosong di café tersebut.

“Sesuatu yang sangat penting.” Jawab Soojung.

“Wah, kau membuatku penasaran. Be faster, please?

“Aku, Suzy, Jimin, dan Naeun. Aku lah yang terdekat oleh kamu. Tapi kenapa..” Soojung memeras ujung rok-nya. “Kenapa mereka yang dijadikan kekasihmu?”

Jinyoung terdiam.

“Aku bersedia menjadi kekasih ke-empatmu, ke-limamu. Kenapa kau tidak memberikan aku kesempatan?” Tanya Soojung.

“Itu semua karena kita adalah teman dekat, teman baik. Aku tidak mau.” Jawab Jinyoung.

“Bukankah awalnya kau juga sama seperti mereka bukan? Sama seperti  Suzy, Jimin, dan Naeun?” Tanya Soojung.

“Tidak. Aku punya alasan tersendiri.”

“Beri tahu aku.”

“Ti..”

“Kumohon!”

“Baiklah,” Jinyoung meminum jus jeruk yang ada di hadapannya, lebih tepat jus jeruk milik Soojung.

“Aku menyayangimu, kau berharga bagiku. Aku tidak mau menyakitimu, Soo. Kau terlalu berharga untuk disakiti, untuk kumiliki.”

“Itu bukan alasan yang tepat.”

“Itu alasan yang sempurna bagi aku,” Jawab Jinyoung sambil tersenyum. “Rasa sayangku kepadamu jauh lebih besar dibanding Suzy, Jimin, maupun Naeun. Jangan pernah takut jika aku pergi darimu! Karena, hal itu tidak akan pernah terjadi.” Lanjut Jinyoung.

“A..”

“Dengarkan aku, Soo!” Kata Jinyoung dengan tegas. Soojung hanya mengangguk.

“Kau lebih dari sekedar sahabat, kau adalah saudaraku dan aku telah bersumpah untuk tidak menjadikanmu kekasihku. Meskipun hanya tersisa satu yeoja di muka bumi ini. Aku bersumpah!”

END

7 thoughts on “Ficlet : Power of Best Friend

  1. Eh ko, jinyoung? Hahaha, geli bacanya, ngebayangin betapa kerennya jinyoung sampe bisa buat 4 cewe luluh heuhe. Dan posternya kereeeen hihi

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s