[1st Chapter] Invisible

Invisible - hanhyema design art

Credit : Hanhyema Design Art

INVISIBLE

By. Rebecca Lee

Lee Hyunra, Choi Seunghyun

and some other cast.

Sad, Friendship, Romance | T | Chaptered

Songs :

Taylor Swift ~ Invisible

Taylor Swift ~ Teardrops On My Guitar

~~~~

[From Me]

Wazzup, guys! :)

Here we go for this 1st Chapter. Jangan lupa COMMENT/LIKE, and please NO BASH kalo kalian nggak suka cerita atau tokoh yang aku pake disini. Just don’t read it if you feel like you won’t like it. Dan ya meskipun FF buatanku masih abal-abal, but it’s my hardwork. My disclaimer : The stories and OC character, they’re all belong to me. Karakter sisanya aku pinjem dari yang punya nama. DON’T BE A PLAGIATOR!

So, here we go. I hope you enjoyed and LET’S GET STARTED! :D

~~~~

.

Cinta itu ada di tempat yang salah. Tidak seharusnya ia membiarkan hal itu terjadi pada dirinya. Dan bukan pada lelaki itu pula seharusnya rasa itu ada. Namun apapun itu, nasi telah menjadi bubur. Benih itu telah bertunas dan perlahan bertumbuh sempurna.

.

~~~~

.

.

[CHAPTER 1]

 

Sebuah siang yang cerah dan seorang gadis berseragam SMA tengah duduk di sebuah bangku di salah satu sudut taman Seoul International High School. Di tangannya bertengger sebuah novel karya salah satu penulis ternama Inggris yang sedang ia nikmati di tengah waktu istirahat sekolahnya. Gadis itu sepertinya terlalu menikmati kegiatannya hingga tak menyadari ada sosok manusia lain yang mengambil sisi kosong bangku di sebelahnya. Ia bahkan tak bergeming ketika laki-laki di sampingnya bersuara cukup keras berpura membersihkan tenggorokannya untuk menarik perhatian gadis tersebut.

“YA! LEE HYUNRA!” seru laki-laki itu pada akhirnya dan membuat gadis yang dipanggil namanya itu menolehkan kepalanya.

“Hmm?” respon gadis itu singkat sebelum kembali memandangi lembar putih tulang novelnya yang menunjukkan halaman 205.

“Aish, kau ini selalu saja begini. Tidak bisakah sekali saja kau tidak menduakanku dengan benda itu? Kemarikan!” dengan kesal laki-laki itu menarik paksa buku di tangan Hyunra dan menyembunyikan di sisikanan tubuhnya.

“YA, CHOI SEUNGHYUN! KAU CARI MATI, EO? BERANI-BERANINYA MENGAMBIL PAKSA NOVELKU SEPERTI ITU. BAGAIMANA KALAU SOBEK? HARGANYA MAHAL, BODOH!” bentak Hyunra tidak terima benda kesayangannya diperlakukan secara kasar. Seunghyun hanya diam sambil menutup kedua telinganya.

“Sudah diam, itu hanya sebuah buku. Kalaupun sobek aku akan menggantinya dengan yang baru.” Jawab Seunghyun enteng.

“APA KAU BILANG?” Hyunra nyaris saja menjitak kepala Seunghyun jika laki-laki itu tidak bergerak cepat untuk menghindar.

Mianhae. Habisnya aku kesal padamu, kau selalu saja menduakanku dengan benda mati seperti itu. Apa novel itu lebih penting dari sahabatmu? Kau keterlaluan, Hyun.” Seunghyun bersedekap dan menunjukkan wajah kesalnya yang hanya ditanggapi gelengan kepala Hyunra.

“Kekanak-kanakkan.” Hyunra mengambil novelnya kembali yang tergeletak di samping Seunghyun.

“Sudah jangan dibaca lagi. Ada yang ingin kubicarakan denganmu.” Dengan gerakan cepat Seunghyun menutup buku yang hampir dibuka Hyunra. Gadis itu mengerjapkan matanya kaget dan menoleh kembali memandang Seunghyun.

“Ini tentang dia.” Seketika itu juga Seunghyun langsung menundukkan kepalanya seolah malu bercerita.

“Kenapa?” tanya Hyunra singkat. Buku di tangannya ia letakkan dan kedua tangannya ia lipat di depan dada tanda gadis itu siap mendengarkan ocehan panjang sahabat laki-lakinya.

“Apakah menurutmu dia berpacaran dengan Seungri? Mereka terlihat sangat dekat dan… romantis.” Seunghyun mengalihkan pandangannya ke sekeliling seolah mencari sesuatu.

“Sepertinya kali ini sang penggemar rahasia ketinggalan berita.” Hyunra melirik Seunghyun sekilas. Sedikit terkejut karena memang tidak biasanya seorang Choi Seunghyun ketinggalan berita terkini tentang gadis pujaannya di sekolah.

“Maksudmu?”

“Kesempatanmu masih terbuka lebar untuk gadis itu. Anak baru bernama Seungri itu hanya sepupunya, jadi wajar kalau mereka terlihat sangat dekat.” Terang Hyunra dingin sembari membuang muka dari Seunghyun. Sesungguhnya dia sudah lelah dengan topik pembicaraan ini.

“Benarkah?” binar itu kembali tampak di mata Seunghyun. Hyunra mengangguk pelan.

“Sudah kubilang jangan suka menyiksa diri. Kenapa kau tetap melakukannya? Ini tahun terakhir kita di sekolah ini. Ungkapkan perasaanmu padanya sekarang atau tidak sama sekali.” Hyunra beranjak dari duduknya dan melenggang pergi.

“Tidak. Bukankah aku sudah berulang kali bilang padamu? Jauh lebih baik seperti ini, Hyun. Sungguh, aku jauh lebih bahagia seperti ini.” Seunghyun ikut berdiri namun tak melangkahkan kakinya.

“Benarkah? Lalu apa arti air matamu selama ini? Sia-siakah mereka? Apa artinya semua penyesalanmu tiap kali kau tak bisa melakukan apapun untuk gadis pujaanmu itu? Aku bingung, Bi. Entah aku yang terlalu sabar menghadapimu atau memang kau yang naif?” kini keduanya berdiri berhadap-hadapan dalam jarak 3 meter.

“Bisa jadi keduanya benar. Lalu kau sendiri bagaimana? Laki-laki itu? Kau juga melakukan hal yang sama sepertiku, memperhatikannya dari jauh. Apa kau sendiri tidak lelah?” tanya Seunghyun balik.

“Siapa bilang aku hanya memperhatikannya dari jauh? Aku bahkan terlalu dekat dengannya. Entahlah,” Hyunra menghela napas sekali sebelum melanjutkan kata-katanya.  “mungkin karena hatinya terlalu beku jadi tidak mampu menangkap sinyal yang kuberikan.” Hyunra memandang Seunghyun sendu.

“Setidaknya aku lebih menunjukkan usahaku daripada kau yang sama sekali tidak, Bi. Kita berdua tidak bisa dibandingkan. Kau dengan caramu dan aku dengan caraku.” Kemudian Hyunra membalikkan badannya. Gadis itu berjalan dengan tenang meninggalkan Seunghyun dengan kedua pelupuknya yang mulai tergenang.

 

~~~~

Hyunra P.O.V

 

I just wanna show you

She don’t even know you

She’s never gonna love you like I want to

And you just see right through me

If you only knew me

We could be a beautiful, miracle, unbelievable

Instead of just invisible

 

Aku menghela napas panjang, untuk kesekian kalinya lagu itu kembali mengalun indah di mobilku. Aku memang tidak pernah bosan untuk mendengarkannya, setidaknya sejak beberapa bulan lalu. Kurasa karena lirik lagu yang ditulis oleh gadis pirang bernama Taylor Swift ini memang sesuai dengan apa yang tengah kujalani sekarang. Kisah cinta yang menyiksa dan mungkin tak terbalaskan. Benar-benarjenius.

Choi Seunghyun. Nama itu benar-benar membuatku gila. Bagaimana tidak? Dia sahabatku, sosok yang selalu ada di sampingku. Dan lebih dari itu, aku mencintainya. Hal gila yang tidak seharusnya aku lakukan kepada orang sepertinya. Tidak peduli seberapa keras aku mencoba untuk menyangkal ini aku tetap saja kalah. Aku sudah benar-benar keterlaluan menyayanginya. Dengan tanpa kami sadari aku telah menyerahkan hatiku padanya. Benar-benar Lee Hyunra yang bodoh.

Kugelengkan kepalaku untuk yang kedua kalinya dan mencoba kembali memfokuskan pikiranku pada jalanan ramai Seoul siang hari. Mengingat kejadian tadi di taman sekolah, apa yang dia ucapkan, semuanya dengan sukses membuat hatiku kembali berkecamuk sakit. Air mataku bahkan sudah meleleh sejak tadi yang aku yakin telah melunturkan maskaraku dan membuatku bermata panda. Apa peduliku, aku sudah terlalu sering seperti ini karenanya. Menangisi dia dan diriku sendiri yangsama-sama menyedihkan karena cinta.

Kuhentikan mobilku di sebuah tanah lapang di pinggiran Seoul. Ya, aku meninggalkan sekolah di tengah waktu istirahat setelah pertemuanku dengan Seunghyun di taman tadi. Aku memutuskan membolos dan melarikan diri hingga sampai ke tempat ini. Aku hanya perlu sedikit menenangkan diri. Aku turun dari mobil dan kulayangkan mataku kesegala arah. Sempurna. Suasana seperti inilah yang memang kubutuhkan sekarang. Seorang diri dan hanya berteman cahaya matahari dan hembusan angin musim panas. Kupejamkan mataku dan kutarik napas dalam-dalam. Sial! Rasanya masih saja sakit.

Baiklah, aku memang bukan tipe gadis lemah yang mudah menangis untuk seorang pria. Tapi apa yang kualami kali ini benar-benar berbeda, posisiku juga salah. Mencintai sahabatmu sendiri, bukankah itu hal yang menyedihkan? Bagaimana dengan mencintai sahabatmu sendiri yang ternyata mencintai orang lain? Atau bagaimana jika ditambah jadi mencintai sahabatmu sendiri yang ternyata mencintai orang lain yang bahkan tidak mengenalnya? Terlalu rumit, hanya jawaban itu yang mampu terpikir olehku.

Di satu sisi aku sedih dan terbeban melihat Seunghyun bersikap bodoh seperti itu. Ia menyimpan perasaannya sendiri dengan susah payah namun bersikeras berkata ia baik-baik saja. Entah karena dia memang bodoh atau terlalu keras kepala. Dia mungkin memang tidak pernah memikirkannya, tapi aku. Rasanya seperti sebuah pisau yang mengoyak terlalu dalam saat melihatnya diam dan perlahan hancur saat ia menatap gadis dengan nama yang tak ingin kusebutkan itu tengah berbahagia dengan laki-laki lain. Atau saat Seunghyun juga ikut menangis saat gadisnya itu terluka atau disakiti namun sahabatku itu tak bisa melakukan apapun. Dia terluka, benar-benar terluka. Dan disaat yang sama dia juga menyiksaku begitu dalam.

 

Seunghyun-ah, aku bahkan sudah tak tahu lagi seperti apa hati yang kumiliki sekarang karenamu. Masih berbentukkah ia? Atau sama seperti milikmu yang rusak hanya milikku lebih pantas disebut hancur berkeping? I have no idea, dear.

 

Namun disisi lain, aku sendiri juga seorang pecundang yang sama sepertinya. Aku takmau mengungkapkan perasaanku yang telah berbulan-bulan kupelihara dengan baik tanpa tercium olehnya. Tapi tunggu, aku tidak benar-benar pecundang. Tujuanku menyimpan perasaan ini karena aku bermaksud baik. Aku mengalah supaya Seunghyun bisa mengejar cintanya, aku mendukungnya ( walaupun tidak secara langsung ) mendapatkan gadis itu meskipun harus merasakan sakit berkali-kali lipat. Aku tidak benar-benar pecundang, ‘kan? Aku cukup membantunya, kurasa.

Ah sudahlah, cukup berhenti sampai disini. Rasanya kepalaku akan segera meledak jika terus-terusan memikirkannya. Tentang dia dan cintanya, juga tentang diriku sendiri. Tujuanku melarikan diri kesini bukan untuk memikirkannya. Aku ingin menenangkan diri dan sejenak melepas namanya dari otakku. Aku tidak mau benar-benar menjadi gila karenanya. Benar-benar nggak lucu kalau aku sampai masuk rumah sakit jiwa hanya karena terlalu memikirkan sahabatku sendiri.

 

~~~~

Author’sP.O.V

 

Sementara Hyunra masih mencoba untuk menenangkan diri, di tempat lain seseorang tengah kebingungan mencari gadis itu. Siapa lagi kalau bukan sahabat baiknya Choi Seunghyun. Laki-laki itu sudah sejak 20 menit lalu berlari memutari sekolahnya dengan harapan menemukan wajah Hyunra tengah berada di salah satu sudut area sekolahnya. Tentu saja hal itu sia-sia, Seunghyun tidak menemukan gadis itu dimanapun.

“Hyunra, kemana lagi kau kali ini? Kenapa cepat sekali menghilang?” Seunghyun menyandarkan punggungnya di salah satu pilar besar di koridor sekolahnya.

Bersamaan dengan itu sekumpulan gadis lewat di depannya. Seunghyun yang awalnya kelelahan kembali bersemangat menyadari adanya seseorang diantara kumpulan siswi populer itu. Tanpa ragu kedua matanya langsung memandang lurus pada gadis yang berada tepat di tengah-tengah siswi populer lainnya. Dengan rambut hitam yang dikuncir ekor kuda dan senyum cerah yang menghiasi paras cantiknya. Nama gadis itu adalah Sandara Park. Dialah gadis pujaan hati Seunghyun. Dan sama seperti yang sudah berlalu Seunghyun hanya menatapnya dalam diam hingga sosok itu benar-benar lenyap tak teraba oleh pengelihatannya.

Seunghyun diam terpaku di posisinya. Sebuah senyuman manis terukir di bibirnya membuatnya tampak seperti orang gila. Hal seperti inilah yang akan Seunghyun lakukan jika ia bertemu dengan Dara. Tampak seperti seorang pecundang tanpa nyali, tapi itulah yang Seunghyun lakukan. Mengagumi gadis itu diam-diam adalah cara yang menurutnya terbaik. Atau Hyunra lebih senang menyebut Seunghyun sebagai stalker.

Gadis itu memang benar. Seunghyun memang stalker sejati Sandara Park. Pria itu tak hanya mencintai gadisnya. Seunghyun tahu segala sesuatu tentang Dara. Tak hanya sekedar tahu alamat rumah, tanggal ulang tahun atau apa yang Dara sukai. Seunghyun bahkan tahu dengan siapa saja gadis itu tinggal, apa yang gadis itu benci, tempat jalan-jalan favoritnya, merek baju yang paling sering Dara pakai beserta ukurannya, siapa saja teman-temannya, deretan mantan pacarnya yang selalu membuatnya iri, bahkan apa saja yang gadis itu lakukan setiap harinya, jadwal kegiatannya dalam seminggu, semua kebiasaan gadis itu. Entahlah, mungkin Seunghyun memang benar-benar tahu setiap detail dari seorang gadis yang lebih akrab dipanggil Dara itu.

Namun berbanding terbalik dengannya. Gadis pujaannya itu tidak tahu apa-apa tentang Seunghyun. Benar-benar menyedihkan, tapi itulah kenyataannya. Selain karena Seunghyun bukan apa-apa di sekolahnya selain seorang siswa biasa. Kepopuleran Dara juga memiliki andil besar untuk membuatnya tak mengenal Seunghyun. Dara tidak berteman dengan siswa biasa di sekolahnya, dia hanya bergaul dengan yang sederajat dengannya. Bukannya Dara angkuh, tapi hukum pergaulanlah yang membuatnya seperti itu. Siapapun yang bukan termasuk populer di sekolahnya tidak bisa bergabung bersama mereka yang berlabel bintang sekolah. Dan inilah salah satu alasan kenapa Seunghyun tidak mau mendekati gadis itu secara terang-terangan. Mungkin ia memang tidak ingin malu di hadapan warga sekolahnya dan dianggap berlebihan karena menaruh harapan pada Dara.

Hey, stalker!

Sebuah suara mengagetkan Seunghyun, membuatnya sadar dari segala lamunannya tentang gadisnya. Ia segera membalikkan badannya untuk melihat siapa orang yang berani mengganggu mimpi siang bolongnya. Laki-laki itu langsung bersungut begitu melihat sosok tersebut.

“Datang dan pergi seenaknya. Habis darimana kau? Tidak taukah aku memutari sekolah hanya untuk mencarimu? Kau membuatku khawatir karena tiba-tiba menghilang. Dasar gadis aneh.”

“Kau mengkhawatirkanku? Benarkah? Aku nggak yakin,Choi.” Ucap Hyunra sarkastis dan tentu saja sukses membuat Seunghyun mati kutu.

“Terserah apa katamu, Lee. Hey, kau belum menjawab pertanyaanku. Darimana saja kau?”tanya Seunghyun lagi.

“Hanya keluar gerbang sekolah dengan mobilku. Aku bosan.” Jawab Hyunra cuek. Memang beginilah sikap Hyunra, ia selalu dingin meskipun pada sahabatnya sendiri. Mungkin ini juga yang membuat Hyunra tidak memiliki banyak teman dan bernasib cukup beruntung seorang Seunghyun mau menjadi satu-satunya teman yang ia miliki.

“Dasar, gadis nakal. Kau tidak pernah berubah. Aku tidak habis pikir kenapa bisa punya sahabat bad girl sepertimu. Kau bahkan sedang meracuniku sekarang.” Goda Seunghyun. Ia merangkul Hyunra dan menyentil hidung mungilnya.

“Eish, jangan sentuh wajahku atau tinjuku melayang. Kau tidak mau wajah tampanmu ternoda bekas tanganku, ‘kan?” Hyunra menunjukkan kepalan tangannya tepat didepan wajah Seunghyun. “Dan jangan pikir kau juga anak baik. Kau juga termasuk bad boy disini.” Sangkal Hyunra tidak mau disalahkan.

“Memang bukan, tapi kau termasuk yang membuatku menjadi seperti itu. Oh iya, aku baru saja bertemu Dara. Dia baru saja lewat sini bersama teman-temannya. Kurasa dia juga membolos dari kelas Biologinya.” Seunghyun kembali berkoar tentang Dara.

Ne, aku tahu.” Hyunra memutar kedua bola matanya. Lagi-lagi tentang Dara.

“Hei, kenapa wajahmu seperti itu? Kau tidak mau mendengar ceritaku?” tanya Seunghyun.

“Kau tahu? Tujuanku keluar dari sekolah tadi untuk menghindarimu bercerita tentang gadis itu. Kenapa malah bercerita tentang dia lagi? Aku bosan, bodoh.” Hyunra menepis tangan Seunghyun yang merangkul pundaknya dengan keras.

“Oh, ayolah. Kenapa tidak? Biasanya kau selalu dengan setia mendengar ceritaku. Kalau tidak padamu aku mau cerita pada siapa lagi? Hanya kau yang mau mendengarkanku.”

“Tidak kali ini. Aku sedang tidak mood.” Jawaban yang sukses membuat Seunghyun menekuk bibirnya ke bawah.

“Aish, dasar anak kecil. Kau mau ikut aku ke kantin tidak? Aku lapar.” Tawar Hyunra pada Seunghyun yang nyaris menolak mentah-mentah. Tapi bukan seorang Hyunra jika tidak bisa membuat Seunghyun luluh.

“Kau benar-benar tidak mau ikut? Baiklah, kalau begitu uang jajanku tidak akan berkurang banyak.” Ucap Hyunra santai sambil melangkahkan kakinya.

“Maksudmu?” mata Seunghyun membulat sempurna.

“Sebodoh itukah otakmu sampai sulit untuk mencerna kata-kataku? Aku mau mentraktirmu tapi karena kau bilang tidak mau jadinya…” dengan sengaja Hyunra menggantung kalimatnya menunggu respon Seunghyun.

“Aku mau! Jangan batalkan rencana muliamu itu, manis.” Seunghyun berlari kecil menghampiri Hyunra dan segera mengalungkan kedua tangannya ke lengan ramping Hyunra.

Hyunra tersenyum geli melihat kelakuan Seunghyun. Sahabatnya ini memang tidak akan pernah berubah dalam urusan makanan terutama jika itu gratis. Dengan langkah santai keduanya menyusuri koridor sepi menuju ke kantin. Namun baru saja keduanya sampai di kantin ketika tiba-tiba tatapan mata Hyunra mendingin. Tentu saja karena ia dan Seunghyun melihat Dara dan kumpulannya ternyata juga berada disana. Sedetik kemudian Hyunra menyesal telah mengajak Seunghyun ke kantin. Sia-sia usahanya yang ingin menghabiskan waktu hanya berdua dengan Seunghyun tanpa ada sosok yang tidak ia suka itu. Dan disaat yang sama perhatian Seunghyun segera teralihkan pada Dara dan itu terbukti ketika Seunghyun menarik Hyunra ke salah satu meja kosong yang hanya berjarak 2 meja tepat di hadapan Dara. Kembali Seunghyun melakukan kegiatan stalking dengan mencuri pandang pada gadis itu.

 

TO BE CONTINUE…

4 thoughts on “[1st Chapter] Invisible

  1. Wah cepet juga updatenya thor. Kasian banget hyunra harus mendem perasaan buat seunghyun.. Seunghyun polos banget sih sampe gatau kalo hyunra suka dia, ckck kisah cinta yg merumitkan hehe lanjut author, ditunggu next partnya

    • Ne, soalnya chapter ini udah jadi dari beberapa waktu lalu. Mungkin chapter 2 agak lama.
      Kan soalnya Seunghyun punya Dara yang jadi gadi idamannya, jadinya yah,,
      Pasti ^^ Gomawo ne udah RnR 🙂

  2. baguuss.. enak dibaca
    btw, itu seunghyun daya pekanya rendah bgt kalik ya ‘-‘
    hhmm,,, gk taulah
    lanjut deh thor 😉

    • daya peka yg rendah bgt ya? bisa jadi deh kayaknya, hehe~
      gomawo ne udah baca, kalo nggak tau tungguin aja next chapt-nya ^_^

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s