[FF Freelance] You’re Not the Start, But You’re My Destination (Part 1)

part 1

 

Title :     You are not the start, but you are my destination

Author:                Luhoney (@chikacharlotte)

Rating : Teenage

Lenght :

Genre : Romance

Cast :     Leeteuk (Super Junior) Choi Siwon (Super Junior) Lee Donghae (Super Junior)

Kim Taeyeon (SNSD) Choi Sooyoung (SNSD) Im Yoon Ah (SNSD)

Desclaimer : Annyeonghaseyo, This is my first ff. Inspired by many drama such as Flower Boy Next Door, Innocent Man, Reply 1997, I Hear Your Voice, etc. The casts belong to us all. I’m still learning and need much critics and advice. Hope you like it, enjoy reading. Thank you~ ^^ Kamsahamnida~ ^^

PART 1

Taeyeon POV

 

“Annyeonghaseyo, joneun kim taeyeon iraguhamnida, jal putakdeurieyo…” aku mengucapkan salam perkenalan di depan kelas. Hari ini adalah hari pertamaku memasuki sekolah baruku, Seoul of Performing Arts High School. Butuh perjuangan yang cukup berat untuk dapat memasuki sekolah ini karena persaingannya yang begitu ketat.

“Ne, taeyon-ah, sekarang kau bisa duduk di bangku kosong di sana.” Kim seonsaengnim menunjukkan bangku di belakang yang akan aku tempati selama 1 tahun kedepan.

Aku berjalan menuju bangku yang guruku tunjukkan. Seorang gadis berkulit agak gelap menempati bangku tepat di sebelahku, ia menyunggingkan senyum pertemanan padaku.

“Annyeong taeyeon-ah, naneun Choi Sooyoung. Panggapta.” Sapanya ramah.

“Annyeong sooyoung-ah, nado panggawo.” Sahutku dengan menyunggingkan senyum pertemananku juga.

Tempat duduk yang aku tempati cukup strategis, dari bangku ini aku dapat melihat isi seluruh kelas, aku dapat mengamati gerak – gerik setiap siswa yang berada di kelas 2-A5 ini. Aku memang type orang yang mudah terpesona, dan permasalahannya, kelas ini membuatku terpesona, hingga mataku tak dapat berhenti memperhatikan setiap detail yang ada di dalamnya. Mataku terus menyisiri kelas, hingga akhirnya aku menangkap pandangan sepasang mata yang melihatku dengan tatapan aneh.

‘mata yang indah’ pikirku. Aku kemudian memfokuskan pikiranku dan mulai memperhatikan wajah pemilik mata indah tersebut.

“TUTUP MULUTMU DAN BERHENTILAH BERTINGKAH SEPERTI ORANG UDIK” seorang namja, namja yang sangat tampan, pemilik kedua mata itu, yang menulis tulisan itu padaku, seorang namja tampan.

Kurasa otakku berjalan lambat, karena setelah 5 detik aku baru menyadari isi tulisan tersebut, sontak langsung kututup mulutku yang sedari tadi menganga lebar.

 

Bel istirahat berbunyi

 

“Taeyeon-ah, anpegopa? Ayo kita ke kantin.” Sebuah suara membuatku mengalihkan pandangan dari sketchbook ku.

“eh, sudah istirahat ya, hehe pegopayo, kaja kita ke kantin bareng sooyoungie..” sahutku. Aku bangkit dari kursiku, dan sudah bersiap meninggalkan kelas.

“cankaman, sepertinya aku tau sosok di sketchbook ini. Kau yang membuatnya?” ucap sooyoung, ia kemudian mengambil sketchbook ku dan mulai memperhatikannya.

‘nan cugoso! (I’m a dead meat!)’ pikirku.

“a? eh? N. nee… aku yang membuatnya tadi, hehe… iseng saja sih sebenarnya.” Aku benar2 gugup saat itu dan terus berusaha mengambil buku itu.

“ige, leeteuk majo?” aku benar-benar gugup dan salah tingkah mendengar tebakan sooyoung tersebut, aku merundukan kepalaku karena tak bisa kubayangkan betapa merahnya wajahku karena malu.

“YA! Kenapa kau merundukan kepalamu seperti itu? seperti telah melakukan kesalahan saja.” Sooyoung mengagetkanku karena ekspresinya yang tak seperti yang kubayangkan.

“kau menyukainya ya?” kepalaku spontan terangkat mendengar pertanyaan ini.

“A.. aniya… keunyang… aku cuma suka bentuk hidungnya, makanya aku menggambar ini.” Jawabku asal.

“haha… sudahlah, mengaku saja… leeteuk memang keren kok.. suka ke dia sih ga masalah, tapi gausah jatuh cinta deh mendingan, soalnya dia sudah punya crush pada orang lain. Memang mereka belum bersama, tapi sepertinya crush yang dia miliki, benar2 dalam. Katanya tadi mau ke kantin, kajja!”

“emm, kajja.”

Aku berjalan ke kantin dengan kepala yang terkulai lemas, entah mengapa aku terus memikirkan perkataan sooyoung tentang leeteuk yang ternyata sudah memiliki crush. Aku memang menyukai hidung dan mata leeteuk yang indah, tapi bukan berarti aku memiliki perasaan lebih padanya. Semua pikiranku membuatku melamun ternyata, dan lamunan tersebut terpecah ketika aku mendengar sooyoung berteriak.

“siwonie oppa… illuwa.” Sooyoung melambaikan tangannya pada seorang namja bertubuh tinggi dan sangat tampan. aku tidak tertarik dengan namja yang ketampanannya tidak dapat diterima oleh akal manusia tersebut, pandanganku teralih oleh sosok namja yang ada di sampingnya, leeteuk.

“annyeong sooyoungie, pogosipoyo.” Namja tampan tersebut mendatangi sooyoung dan langsung mendaratkan bibirnya di pipi kanan sooyoung. ‘APA INI?’ pikirku.

“Hyung, berhenti bersikap sok romantis di tempat umum, apa kau ingin yeojachingumu dicakari sejuta yeoja fansmu?” leeteuk yang ada di samping namja tampan bernama siwon itu mengeluh, dan kemudian pergi meninggalkan kami.

“Oh, iya. Oppa, ini teman baruku, taeyeon, dia transfer student. Taeyeon, ini siwon oppa, uri namchin. Hehe.” Sooyoung memperkenalkan namja tampan bernama siwon yang ternyata namjachingunya itu padaku.

“annyeong taeyeon-ssi. Panggapta.” Ujarnya menjulurkan tangan dan menyunggingkan senyum yang sepertinya hanya malaikat yang memilikinya.

“annyeonghaseyo oppa. Nado panggawoyo.” Aku menerima jabatan tangannya, dan memperhatikan matanya yang mengingatkanku pada mata seseorang, mata yang begitu indah.

Siwon oppa bergabung untuk makan siang bersama kami, mereka terlihat sangat serasi bersama, canda mereka terlihat seperti canda yang sering ada di drama, mereka benar benar sempurna. Aku memperhatikan mereka sambil terus berpikir, mata indah siapa yang begitu mirip dengan mata siwon oppa. Setelah lama berpikir,

“Leeteuk.” Aku menemukan dan meneriakkan jawaban itu. Bodohnya aku.

“Ne?” ucap sooyoung dan siwon bersamaan, aku menoleh ke bangku kantin di belakangku dan benar saja aku melihat leeteuk melihat kearahku dengan tatapan,

“PABO!” ucapnya sambil bangkit dan berlalu meninggalkan kantin.

~Kriing~

Bunyi bel, tanda waktu istirahat berakhir menyelamatkanku dari rentetan pertanyaan yang aku yakin akan ditanyakan oleh heavenly couple dihadapanku. Namun, bukan mereka saja yang banyak memiliki pertanyaan, aku juga membutuhkan jawaban untuk pertanyaan yang terpaku cukup kuat di dalam otakku.

 

“Taeyon-ah, Kajji ka…” aku tahu suara siapa itu, namun saat ini aku berharap aku bisa berpura-pura tidak mengetahuinya. Hanya saja, kata hati dengan perintah otakku sepertinya tidak sejalan, hingga akhirnya aku membalikkan badan dan menunggu sooyoung dengan tersenyum.

“ya! Aku tidak sempat bertanya padamu jam pelajaran tadi, lee seonsaengnim terlalu menyeramkan untuk dipermainkan.” Aku siap, oke, aku sudah siap dengan apa yang akan terjadi selanjutnya.

“Ya! Non, leeteuk jinja choa ne?” aku siaaap.

“aniya, itu tadi merupakan jawaban dari pertanyaan dalam otakku.” Jawabku mantap.

“pertanyaan apa?” Tanya sooyoung penasaran.

“mata siwon oppa, aku merasa pernah melihat mata yang sama indah, maka dari itu aku berpikir, siapa yang memiliki mata itu, dan nama yang aku sebut tadi itulah jawabannya.” Aku kembali menjawab pertanyaan sooyoung dengan mantap.

“aaaa… hahaha… siwonie oppa itu kan hyungnya leeteuk… jelaslah mata mereka mirip.” Jawaban dari sooyoung ini sekaligus melepas papan pertanyaan yang terpaku keras dalam otakku. Hmm, ternyata mereka memang bersaudara. Jelas saja.

Aku dan sooyoung berjalan menuju gerbang utama, kami menunggu mobil jemputanku datang karena hari itu aku memang tidak membawa mobil, sooyoung berencana untuk mengunjungi rumah ku, itu sebabnya dia ikut menunggu bersamaku. Sooyoung banyak menceritakan hal-hal yang membuat tawaku pecah, dan saat itulah aku menyadari betapa sempurnanya sooyoung. Sooyoung memiliki tubuh yang indah, kaki yang panjang, dan kulit yang berwarna. Bukan hanya fisik, sooyoung juga memiliki personality yang menyenangkan, ia humoris dan sangat baik. Aku terus menanggapi setiap lelucon yang disampaikan sooyoung dengan tawa dan senyuman, tetapi otakku terus berpikir. Aku berpikir bahwa jika siwon oppa memilih sooyoung sebagai yeojachingunya, berarti ia memiliki selera yang tinggi, karena leeteuk dan siwon oppa bersaudara, selera mereka pun pasti mirip, mata mereka saja mirip, selera juga kan.

Lelucon sooyoung, tawa dan otakku yang berpikir terhenti ketika kami melihat sebuah audy sport putih berhenti di depan tempat kami berdiri.

“annyeong sooyoungie, taeyeon-ssi, mau pulang ya? Soo kenapa kamu nggak bilang kalau kamu nggak bawa mobil? Ayo naik, oppa antar pulang.” Siwon oppa menyapa kami dari mobil tersebut.

“yaah, rencananya aku masih mau berkunjung ke rumah taeyeon dulu oppa~. Hai teukie!” sooyoung berkata pada siwon oppa dan menyapa leeteuk dengan suara manja yang terdengar indah sambil berjalan mendekati mobil siwon oppa. Ya ampun,  sepertinya dia gadis yang terbuat dari bahan-bahan kualitas bagus di surga, tidak heran siwon oppa jatuh cinta padanya.

“gwenchana, taeyeon ikut juga saja dengan kita, jadi aku antarkan kalian berdua ke rumah taeyeon.” Siwon oppa, menjawab dengan suara lembut sambil mengusap pipi sooyoung.

“Assa! Good idea oppa.” Sooyoung melompat kecil sambil berbalik dan mengedipkan mata kearahku. Aku menyunggingkan senyum kecil, karena itu artinya aku bisa semobil dengan si mata indah, oke aku rasa aku memang menyukainya, maksudku sepertinya aku memiliki perasaan khusus terhadap leeteuk.

Aku sudah hampir melangkahkan kakiku dengan senyum kecil masih mengembang diwajahku,

“Ya! Hyung! Bukankah hari ini kau berjanji akan membantuku, bukankah kau mengajak sooyoung supaya yoona mau menerima ajakan makan siangku? Tapi kenapa kau malah menawarkan untuk mengantar mereka ke rumah gadis pindahan baru yang aneh itu. Tepati janjimu hyung!” kata-kata leeteuk yang lantang membuatku membatu dan kehilangan senyumku.

“YA!” sooyoung dan siwon, seperti telah terprogram, mereka meneriaki leeteuk bersamaan.

“tidak sopan berkata seperti itu anak bodoh! Jangan di dengarkan taeyeon-ssi. Dia memang kasar!” siwon oppa, berusaha menghiburku, begitu pula Sooyoung yang saat ini sudah kembali berada disampingku dan terus mengelus pundakku.

“Gwenchana oppa, Sooyoungie, kau pergilah sana dengan mereka, kunjungan ke rumahku kan bisa kapan saja, lagi pula sepertinya hari ini aku harus menjemput oppaku di airport, jadi biar aku menunggu jemputan saja.” Ucapku yang berusaha tidak memikirkan apa yang dikatakan leeteuk.

“hmm, akapda, keundae neon jinja gwenchana?” ucap sooyoung memastikan.

“em, jinjja gwenchana.” Jawabku berusaha terdengar mantap.

Sooyoung kemudian berjalan menuju mobil siwon oppa, sementara leeteuk keluar dari mobil dan pindah ke kursi belakang, sebelum memasuki mobil ia sempat melihatku, tatapannya tetap tatapan aneh, kemudian membuang muka.

“taeyeon-ah jjalga!” ucap sooyoung dari bangku di sebelah siwon oppa.

“ne… neodo jjalga!”

 

Aku merebahkan diri di kasurku, aku terus memikirkan apa yang leeteuk ucapkan. Jadi, nama yeoja yang leeteuk sukai itu yoona. Aku bisa membayangkan betapa cantiknya yeoja yang sepertinya juga dekat dengan sooyoung itu. bodohnya aku, aku tidak ada apa-apanya dibanding dengan sooyoung, aku pendek, warna kulitku terlampau putih, hingga terlihat pucat, personalityku juga tidak semenyenangkan sooyoung, aku sudah kalah telak dengan sooyoung, apalagi dengan yeoja yang leeteuk sukai. Hmm, memangnya siapa aku ini berharap leeteuk mau melihatku dari sisi lain seperti aku memandang leeteuk. Aku menghela nafasku dan dikejutkan dengan pintu kamarku yang terbuka tiba-tiba.

“Ya! Napeun dongsaeng… tega ya kau membuatku menunggu 2 jam di airport sementara kau enak-enakan tidur di kasurmu.” Kangin oppa memasuki kamarku.

“Omo! Oppa… wasso? Pogosipo…” aku berlari dan langsung memeluknya.

“berhenti merayuku kura-kura albino… nado pogosipo, keundae, kenapa kamu tidak jadi menjemput oppa di airport?” Tanya kangin oppa melepaskan pelukanku.

“mianhada oppa, aku tiba2 merasa tidak enak badan.” Jawabku sekenanya.

“wae keurae? Apa ada masalah di sekolah barumu?” kangin oppa terlihat begitu khawatir ketika menanyaiku.

“aniya oppa, aku Cuma nggak enak badan saja.” Lagi-lagi aku berbohong.

“ya, taenggo… sudah 16 tahun aku menjadi oppamu, kau tidak bisa membohongiku.” Itu benar, apa yang dikatakan kangin oppa 100% benar, sejak kecil aku tidak pernah berhasil membohonginya. Akhirnya aku menyerah dan menceritakan apa yang aku alami selama di sekolah.

“a, namja! Untuk apa kamu begitu mempermasalahkannya. Ini kan baru hari pertamamu di sekolah, kamu juga belum banyak mengenal namja lain, jangan tergesa-gesa menetapkan hatimu pada seorang namja taeng…” aku mengerti, jawaban kangin oppa ada benarnya, aku juga tidak ingin tergesa-gesa menetapkan hatiku, hanya saja leeteuk benar-benar sudah membuatku tidak dapat mengatur kerja otakku.

Aku kembali merebahkan tubuhku di kasur tanda frustasi.

“sudahlah, jangan dipikirkan. Bagaimana kalau besok kita pergi ke amusement park. Sudah lama kan kita tidak kesana.” Tawaran kangin oppa sangat tepat.

“jinjja oppa? Assa! Jemput aku pulang sekolah ya…” jawabku semangat.

Kangin oppa mengangguk dan mengacak acak rambutku sebelum akhirnya meninggalkan ruanganku.

 

Pagi itu aku tiba di sekolah cukup awal, kelasku pun masih tidak berpenghuni. Aku memasuki kelas, dan mataku langsung tertuju pada bangku leeteuk yang masih kosong. Aku menempati bangku ku dan mengeluarkan sketch book ku, aku mulai membuat sketsa, sketsa wajah namja yang ada di otak ku, sketsa wajah leeteuk. Goresan pensilku terhenti ketika aku mendengar suara langkah kaki dan gelak tawa mendekati kelas. Aku melihat kearah pintu siapa yang datang. Aku benar-benar terkejut dan tidak percaya pada apa yang aku lihat di hadapanku. Leeteuk memasuki kelas dengan seorang yeoja cantik yang memiliki tubuh yang indah, dan kulit yang putih bersinar, wajah yeoja cantik tersebut terlihat begitu sempurna dengan rambut berwarna coklat terurai yang menghiasi kepalanya, senyumnya juga begitu indah. Yoona, leeteuk memasuki kelas dengan tangan saling terkait bersama yoona.

Leeteuk berhenti tertawa ketika melihatku, seperti biasa, ia memberiku tatapan aneh, dan terus berjalan menuju bangkunya dengan terus menggenggam tangan yoona. Yoona melihatku dengan senyum ramah dan tatapan penasaran.

Dari bangku leeteuk, yoona berbalik menghadapku.

“annyeong, taeyeon-ssi majo? Nan, yoona-aeyo… panggawo…” yoona melambaikan tangannya padaku, dan melepas pegangan tangan leeteuk, ia berjalan menuju tempatku duduk.

“a, ne… taeyeon imnida, nado panggawo..” ucapku sambil merunduk.

“aku dengar kamu transfer student dari Jepang ya? Bahasa koreamu fasih juga ya… sooyoung banyak bercerita tentangmu… aku harap kita juga bisa berteman baik ya. Kelasku di 2-A2 mampirlah jika kau dan sooyoung ada waktu kosong.” Suara yoona terdengar begitu indah di telingaku, sangat mirip dengan jenis suara sooyoung, benar ternyata, selera leeteuk dan siwon oppa tidak berbeda jauh.

“annyeong, yeorobun.” Sooyoung memasuki kelas dengan melompat lompat kecil disamping siwon oppa yang merangkulnya.

“yoona-ya… kamu sudah disini rupanya… taeyeonie annyeong… kalian sudah berkenalan rupanya.” Sooyoung melepaskan diri dari rangkulan siwon oppa dan langsung berlari kearah kami berdua, ia berdiri di samping yoona.

Mereka cantik, mereka tinggi, kulit mereka berwarna, aku benar-benar merasa kecil di hadapan mereka. Aku seperti anak tk yang tersesat.

~kriiing~

Bel tanda masuk kelas berbunyi,

“taeyeon-ah, sampai ketemu di kantin nanti ya…” yoona melambaikan tangan, ia berlari kearah leeteuk dan mengecup pipinya sebelum meninggalkan kelas kami, begitu juga siwon oppa yang memeluk sooyoung sebelum pergi ke kelasnya.

Aku tersenyum kecil dan sempat melihat tatapan aneh leeteuk.

Sepertinya aku harus meralat ucapanku bahwa bangku pilihan kim seonsaengnim adalah bangku yang tepat, karena ternyata bangku ini malah membuatku mengenal orang-orang yang terlalu sempurna untuk ukuranku. Aku melalui 4 jam pelajaran awal dalam diam.

 

“teukie.. disini… taeyeon-ah, sooyoungie…” suara yoona dari salah satu bangku kantin terdengar memanggil kami yang baru saja tiba di kantin.

“yoona-yaaa….” Sooyoung berlari menuju bangku tempat yoona berada.

Aku berjalan pelan mengikuti Sooyoung. Sooyoung menempati kursi di samping Yoona, sementara aku memutuskan untuk menempati kursi di seberang meja menghadap kedua manusia serupa jelmaan dewi itu. Aku duduk diam dan hanya memperhatikan keduanya, tak ada satu orang pun yang mengira bahwa dalam diriku sedang terjadi perseteruan besar.

‘Yoona itu jelmaan dewi, siapa kau berani mengharapkan Leeteuk berpaling darinya demi dirimu.’

‘Tapi manusia tidak ada yang sempurna, Yoona juga pasti memiliki kelemahan, dan aku yakin aku memiliki apa yang tidak Yoona miliki.’

‘wanita bertubuh kecil, dengan kulit terlampau putih, apa yang bisa Leeteuk harapkan darimu?’

“YA! Kuah ramen mu terciprat kemana-mana, aish, neo jinjja isanghae!”

Suara Leeteuk, suara leeteuk yang membentakku menghentikan perseteruan hebat yang terjadi dalam diriku. Sepertinya, perseteruan itu membuatku melamun dan mengaduk-aduk ramenku tidak karuan, alhasil kuah ramenku terciprat kemana-mana dan,

“OMO! M- mian, mianhae Yoona-ya.” Ya, kuah ramenku mengenai seragam Yoona. Aku segera mengambil tissue, dan baru akan beranjak dari kursiku untuk membantu Yoona membersihkan noda di seragamnya, ketika Leeteuk telah mendahuluiku dan menyekakan sapu tangannya pada noda di baju Yoona.

“Gwencana taeyeon-a, Gwencana teukie-ya, hanya noda seperti ini, biar aku bersihkan di toilet.” Yoona berkata sambil menampis tangan Leeteuk dengan halus.

“aku ke toilet dulu ya, kalian teruskan saja makan siang kalian.” Lanjutnya kemudian bergegas meninggalkan aku, Sooyoung, dan Leeteuk.

Aku membatu, bukan hanya karena menyadari tingkah bodohku yang menyebabkan seragam Yoona kotor, tapi juga karena adegan yang baru aku lihat tadi menunjukkan bahwa Yoona adalah segalanya bagi Leeteuk.

“Gadis aneh!” Lagi, Leeteuk membuyarkan lamunanku kemudian meninggalkan aku dan Sooyoung setelah memberiku pandangan yang membuat tulang-tulangku seolah terlepas dari tubuhku.

“Mianhae Sooyoung-ah. Nomu nomu mianhae.” Ucapku pada Sooyoung yang sedang membersihkan meja yang penuh dengan cipratan kuah ramenku.

“Gwencana taeyeon-ah, Wae Keurae…” ucap Sooyoung yang kemudian berhenti membersihkan meja, dan berdiri di sampingku merangkul pundakku.

“Apa perlu aku hubungi rumahmu? Wajahmu terlihat pucat dan sepertinya pikiranmu kosong sejak pagi.” Sooyoung membantuku berdiri.

“Aniya, Gwencana, aku hanya lelah.” Ucapku dengan suara lemah.

Pagi ini aku memang melewatkan sarapanku, tapi bukan itu yang membuatku kehilangan seluruh tenagaku, bukan itu.

Aku dan Sooyoung berjalan menuju kelas dalam diam dengan Sooyoung yang terus merangkul pundakku. Aku rasa Sooyoung sebenarnya tahu apa yang terjadi padaku, hanya saja ia tidak berani menanyakan atau mengungkapkannya, karena jikapun ia mengungkapkannya ia tidak bisa memberi saran yang terbaik. Sooyoung saat ini berada pada posisi yang sulit, dan itu karena aku, seorang Taeyeon murid pindahan baru aneh yang menyukai adik pacarnya yang merupakan pacar sahabatnya. Aku juga ingat, Sooyoung sudah pernah memperingatkan aku untuk tidak jatuh cinta pada Leeteuk.

Kami tiba di kelas, Sooyoung membantuku dengan menggeserkan kursiku, kemudian ia menuju tempat duduknya sendiri. Aku kembali ke dalam perseteruan dalam diriku yang saat ini semakin menuju lubang hitam tanpa cahaya solusi.

‘kau sadar, jika kau teruskan ini, paling sedikit ada 3 orang yang sudah jelas akan kau sakiti. Leeteuk, Yoona, dan Sooyoung. Kau akan merusak hubungan Leeteuk dengan Yoona, persahabatan Yoona dengan Sooyoung juga akan mengalami musim dingin. Dan jika satu orang lagi terlibat, hal itu akan menjadi sangat buruk dari yang bisa kau bayangkan.’

‘Sekali saja, tidak bolehkah aku bahagia? Kenapa aku hanya bisa melihat, mendengar, dan membaca saja tentang kebahagiaan. Aku juga ingin menjadi tokoh yang mendapat kebahagiaan. Sekali ini saja.’

‘Kebahagiaan seperti itukah yang kau inginkan. Kau pikir kebahagiaan yang demikian itu akan bertahan lama? Dengar, selagi kau merasakan kebahagiaan yang kau inginkan dengan merampas kebahagiaan orang lain, orang yang kau rampas kebahagiaannya sedang memikirkan bagaimana cara merebut kebahagiaannya kembali, dan hal itu kemudian hanya akan membawamu dan teman-teman barumu kedalam lingkaran ketidakpastian.’

 

Aku berjalan menuju gerbang sekolah seorang diri dengan kepala hampir menyentuh jalan, Sooyoung tidak menemaniku siang ini karena ia berjanji untuk menemani Siwon oppa makan siang, Siwon oppa harus pulang malam, karena mulai hari ini ia dan siswa kelas 3 lainnya menjalani pelajaran tambahan untuk ujian SAT.

Aku tiba di gerbang, menunggu Kangin oppa menjemputku, kemarin ia berjanji mengajakku pergi mengunjungi Amusement Park, aku harap kami bisa bersenang-senang dan oppa bisa membuatku melupakan setiap kejadian hari ini, atau mungkin membuatku melupakan semua yang terjadi sejak aku memasuki sekolah ini.

Kepalaku masih terus tertunduk saat menunggu oppa, beberapa saat kemudian karena leherku terasa pegal, aku memutuskan untuk menegakkan kepalaku, dan langsung saja aku menyesali apa yang aku lakukan karena aku kembali melihat sorot mata yang ku kenal, sorot mata yang menyiratkan kekesalan dari dalam sebuah mobil yang lewat di depanku. Leeteuk, ya sorot matanya kembali membuatku tertunduk, kali ini bahkan membuat air mataku jatuh. Kenyataan bahwa tatapan matanya saja sudah membuat tulang-tulangku rasanya lepas dari tubuhku. Kali ini selain pandangannya yang sangat kejam bagiku ditambah dengan sosok Yoona yang kulihat berada di kursi samping mobilnya mengenakan jaketnya membuat nyawaku seolah berteriak meminta dilepaskan.

Air mataku masih belum berhenti menetes ketika seseorang mengangkat daguku dan mulai mengusap air mataku dengan sapu tangan biru bertuliskan karakter hangul yang aku kenali membentuk karakter namaku. Aku terkesiap melihat sosok di hadapanku.

Advertisements

21 thoughts on “[FF Freelance] You’re Not the Start, But You’re My Destination (Part 1)

  1. wah, baguus thor ffnya, kasian ya Taeyeon eonni digitiun sama Leeteuk oppa, Taeyeon eonni merendahkan diri banget, dimataku eonni sempurna kok, makanya aku tergila gila ama eonni, sampe sampe bias yeoja utama ku gak tergantikan, tetap taeyeon eonni *lu ngomong apa -_-* donghaenya belum muncul ya, donghae jadi siapa ne? ditunggu kelanjutan ffnya ya thor, dan juga kemunculan donghaenya/?

    • Terimakasih pujiannya.. keke~ so happy dapet comment positive… ikutin aja kelanjutannya, tar lagi Donghae muncul kok…^^

  2. Terimakasih pujiannya.. keke~ so happy dapet comment positive… ikutin aja kelanjutannya, tar lagi Donghae muncul kok…^^

  3. kasiann taeyeon eonni.semoga taeyeon eonni bisa sama leeteuk oppa,hmm kalau yoona eonni ku klu bisa sm siwon,eh tapi kan siwon udh sm sooyoung eonni.ywd yoona eonni sm donghae pun jadi gk apalah.
    lanjutt thorrr

    • keke~ iya, genre yang kuno yang gampang buat di bikin cerita… hehe… Gomawo~^^ *bow tunggu dan ikutin kelanjutannya yaa~ ^^

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s