[One Shot] A Day with You

adaywithyou

Author : Park Eun Ji

Cast :

  • Choi Jun Hong ( Zelo B.A.P)
  • Oh Ha Young ( Hayoung APINK)
  • Other

Genre : Romance, School life

Length : Chaptered

Rating : T

Disclaimer : FF ini terinspirasi dari sebuah acara TV, Cast hanya milik Tuhan YME dan keluarga masing-masing. Semua yang ada di sini cuma karangan fiktif belaka (:

 

Zelo POV

” Hoamm…”

Aku mengucek mataku yang berair karena mengantuk tadi. Aku melirik jam tangan biru navyku. Sudah satu jam berlalu sejak bel sekolah berbunyi. Daritadi aku sibuk mengerjakan 20 soal fisika yang diberikan Park seongsaenim. Ia memberikanku soal-soal ini karena pada saat jam pelajarannya, aku sibuk mencoret-coret buku catatanku karena bosan. Kau tahu bagian yang paling “menyenangkan” dari tugas ini?

Tugas menjengkelkan ini harus dikumpulkan hari ini juga karena kalau dikumpulkan besok, maka akan bertambah 2 kali lipat, itu berarti aku harus mengerjakan 40 soal fisika ini sendirian. Membayangkannya saja sudah membuat kepalaku sakit. Ah, sudahlah kita lupakan saja tentang hal ini. Aku sudah terlalu lelah untuk membahasnya lebih lanjut.

Setelah mengumpulkan tugas itu di meja Park seongsaenim, aku keluar dari ruang guru dan berjalan pulang. Aku merogoh saku celanaku untuk mengambil hpku. Eh, tunggu dulu. Kok handphoneku tidak ada ya? Aigoo!! Matilah aku!

Kuletakkan di mana ya? Apa terjatuh? Di taman? Tidak, aku tidak kesana seharian ini. Di kelas? Ah! benar di kelas! hpku aku taruh di atas mejaku! Saking ngantuknya, aku sampai lupa mengambil hpku. Aigoo, bodoh sekali sih kau ini Zelo! Barang sepenting itu bisa lupa dibawa! Secepat mungkin, aku naik kembali ke kelasku yang ada di lantai 2.

Dengan nafas terengah-engah –dan perasaan panik-, akhirnya aku sampai ke kelasku, kelas XII 2. Aku hendak membuka pintu kelas. Tapi, seseorang sudah membuka pintunya dari dalam. Hayoung? Kenapa dia masih ada di sini?

” Hayoung-ssi, kau kenapa masih ada di sini ? ” Tanyaku heran.

” Tadi aku ada sedikit urusan di ruang administrasi, kau sendiri kenapa masih ada di sini? ” Tanyanya dengan ekspresi datar. Ya, ia memang selau begitu jika denganku. Selalu tanpa ekspresi.

” Tadi aku sibuk mengerjakan tugas dari Park seongsaenim. Lalu aku kembali ke sini untuk mengambil hpku yang tertinggal. Kau melihatnya? ” Tanyaku panik, kembali teringat kepada hpku.

” Oh iya, aku lupa kau tadi diberi hukuman oleh Park seongsaenim. ” Ujarnya, masih dengan ekspresi datarnya.

” Aku rasa aku tidak melihatnya, tapi coba saja kau cek sendiri ke dalam. ” Ia kembali melanjutkan.

” Ya sudah kalau begitu aku ke kelas dulu ya. Kau mau pulang kan? hati-hati di jalan ya.” Aku tersenyum singkat sambil membuka pintu kelas. Ia hanya mengangguk (masih) dengan ekspresi datarnya.

Oh Ha Young -atau biasa dipanggil Hayoung- entah kenapa selalu memasang ekspresi datar jika berbicara denganku. Padahal, ia bersikap biasa saja terhadap yang lain -tanpa ekspresi datar maksudku-. Aku sudah menanyakan hal ini kepadanya berulang-ulang. Tapi ia hanya menjawab “gwenchana” dengan ekspresi datarnya itu. Sebenarnya aku sudah menyukainya sejak kelas X, tapi karena sikapnya yang seperti itu terhadapku aku yakin ia tidak punya perasaan yang sama. Jadi perasaan suka ini hanya kupendam saja. Ah, aku jadi bingung harus bagaimana lagi terhadapnya. Coba saja Hayoung bersikap ramah padaku sekali saja, aku pasti akan sangat bahagia.

Kembali ke masalah hpku. Wah, syukurlah masih ada, ternyata benda berwaran putih itu ada di laci mejaku. Untung belum diambil orang lain. Dengan perasaan lega, aku keluar kelas sambil memasukkan hpku ke saku celanaku.

Hayoung POV

Aku selalu memasang ekspresi datar jika bicara dengan Zelo. Ya, cuma dengannya saja aku begini. Aku bukannya membenci Zelo, tapi karena suatu hal aku melakukan ini. Ia bahkan masih saja baik kepadaku walaupun aku sudah bersikap seperti itu kepadaku.

” Hayoung-ssi! ” Zelo tiba-tiba menyusulku saat aku sedang menuruni tangga.

” Ngg, begini…besok kau mau menemaniku mencari hadiah untuk Daehyun? Kau ingat kan lusa hari ulang tahunnya? ” Ragu-ragu, ia berbicara kepadaku. Daehyun adalah teman sekelas kami.

” Tentu saja, kebetulan aku juga belum membeli kado untuknya. ” Aku mencoba tersenyum tipis terhadapnya. Ia tampak speechless . Yah, sudah saatnya aku berubah sedikit.

” Aku tidak salah dengar kan ? Biasanya kau akan menolak tiap kali kuajak pergi. Dan tadi kau tersenyum kepadaku? ” Ia bertanya dengan tampang tidak percaya.

” Kau tidak salah dengar Zelo. Tentu saja tadi aku tersenyum kepadamu.” Aku tertawa kecil mendengar ucapannya.

” Kau sedang dalam keadaan sadar kan? ” Zelo masih saja tidak percaya dengan sikapku barusan.

” Tentu saja. Kau pikir aku sedang mabuk?” Aku memasang tampang cemberut.

Aniya, aku hanya tidak percaya saja kau bisa tersenyum bahkan tertawa kepadaku. Ngg, baiklah kalau begitu. Besok pagi jam 8 kita bertemu di Taman Seno ya. ” Ia tersenyum canggung kepadaku.

 

Keesokan harinya

Author POV

Hayoung melirik jam tangannya. Entah sudah beberapa kali ia melakukan hal yang sama sejak satu jam yang lalu. Lemon tea dingin yang ia beli di vending machine sudah habis beberapa menit yang lalu. Akhirnya, seseorang yang ia tunggu datang juga. Ia bangkit dari duduknya dan menghampiri orang itu.

Aigoo, lama sekali kau ini. Kau tahu aku sudah kepanasan di sini. ” Ia cemberut kepada Zelo, orang yang telah ia tunggu sejak tadi.

” Maaf, bus yang kutumpangi terjebak macet. “

” Oh ya, pakai banmal saja ya biar lebih enak? ” Pinta Hayoung. Zelo tercengang dengan perubahan sikap Hayoung yang tiba-tiba kepadanya.

” Zelo? Kau tidak apa-apa kan? Kau keberatan kalau pakai banmal?” Hayoung menatap Zelo dengan mata berwarna hitamnya.

” Ah, gwenchana. Kajja kita pergi. ” Ajak Zelo sambil tersenyum. Dalam hati, ia senang Hayoung akhirnya bisa berubah juga.

Setelah membeli hadiah untuk Daehyun. Zelo berinisiatif untuk mengajak Hayoung makan siang karena jam makan sudah datang. Mereka makan di sebuah restoran Jepang kecil yang cukup ramai.

” Wah, kau tahu Zelo? Ini adalah kimchi ramen terenak yang pernah kucoba.” Hayoung berkata dengan mulut setengah penuh. Membuat Zelo khawatir kalau Hayoung akan tersedak.

” Pelan-pelan Hayoung, telan dulu makananmu. Baru bicara. Kau akan tersedak nanti.”

Hayoung menelan makanannya dan berkata ” Habisnya ini enak sekali sih. Tak heran kalau restoran ini ramai sekali. Sudah begitu ochanya boleh refill lagi, aku kan sangat suka ocha. ” Ia meminum ochanya hingga habis sehingga ia harus meminta refill kepada waitress. Zelo tersenyum melihat tingkah Hayoung.

” Aku senang kau menemaniku hari ini. Gomawo.” Zelo tersemyum lembut kepada Hayoung. Membuat Hayoung sedikit salah tingkah.

Ne, cheonma.” Hayoung tersenyum gugup.

-SKIP-

Mereka sudah keluar dari restoran Jepang itu. Sekarang, mereka sedang berjalan menuju halte bus.

” Kau hari ini ada acara lain? Ke Lotte World yuk!” Zelo mengatakan itu kepada Hayoung. Lotte World adalah sebuah taman rekreasi yang sangat terkenal di Korea. Yah, boleh dikatakan sebagai “Dufannya” Korea deh.

Aniya, boleh saja. Sudah lama aku tidak ke sana! Kajja itu busnya sudah datang.” Hayoung menunjuk bus yang akan menuju ke Lotte World.

 

Di dalam bus, mereka bertemu dengan Sungjae dan Minhyun, teman satu angkatan mereka.

Annyeong Zelo! Wah, ada Hayoung juga? Tumben sekali kalian jalan berdua? ” Sapa Minhyun dengan nada menggoda.

Aniya, kami hanya jalan-jalan biasa saja kok.” Sahut Zelo salah tingkah.

” Ah, kau ini…kau kan…” Ucapan Minhyun berhenti karena ia dipelototi Zelo. Ya, ia tahu kalau Zelo menyukai Hayoung.

” Sudah Minhyun, jangan terus menggoda mereka. Oh ya kalian mau ke mana? ” Tanya Sungjae ingin tahu.

” Kami mau ke Lotte World. Kalian mau ikut juga? ” Ajak Hayoung.

Aniya, mana mungkin kami ke sana dengan membawa semua ini? ” Sungjae menunjuk kantung belanja yang cukup banyak di sebelahnya.

” Kami disuruh belanja bulanan sama eomma. Yah, beginilah nasib jones kalau di akhir minggu seperti ini.” Minhyun malah curhat colongan.

” Heh, kau ini malah buka aib sih? Malu-maluin aja deh!” Sungjae mengetuk kepala Minhyun, membuatnya meringis kesakitan. Hayoung dan Zelo hanya menggeleng-gelengkan kepala melihat tingkah sepasang kembar identik itu.

” Kami duluan ya, dadah selamat berkencan. ” Minhyun pamit kepada mereka berdua.

” Oh ya, kami bukan jones ya. Tadi Minhyun bohong kok.” Sungjae berkata tak penting. Sepertinya ia  berusaha menutupi aibnya yang terbongkar oleh perkataan polos kembarannya itu.

Hayoung tertawa mendengar perkataan Sungjae barusan. Sementara Zelo hanya memandang dengan pandangan -gak-penting-banget-sih-omongan-lo-.

Di Lotte World, mereka mencoba berbagai macam permainan. Mulai dari komedi putar, rumah hantu, sampai jet coaster. Sampai akhirnya ke acara terakhir, yaitu karnaval. Mereka berdua menonton pawai saat ini.

” Zelo, maafkan aku ya selama ini aku selalu bersikap dingin kepadamu.” Hayoung menundukkan kepalanya. Terlihat bersalah. Zelo yang asyik menyaksikan pawai tampak tenang saja.

” Ah, gwenchana …Tidak perlu dipikirkan. ” Ia tersenyum tenang sambil tetap memperhatikan pawai.

” Aku sudah tahu kau melakukan itu karena kau tidak ingin aku tahu kan bahwa kau menyukaiku?” Zelo berkata dengan senyum tenangnya. Kali ini, ia memandang Hayoung.

Walaupun perkataan itu dicapkan dengan nada tenang, tetapi berhasil membuat jantung Hayoung serasa ingin meledak. “Sial, tepat sasaran.” Batin Hayoung dengan muka merah padam.

” Ah, itu tidak benar kok. Lagipula darimana kau tahu tentang gosip itu?” Hayoung bertanya sambil memalingkan mukanya ke arah lain. Ia takut mukanya yang merah padam dilihat oleh Zelo.

” Aku mengetahuinya dari Hayi, sahabatmu. ” Ujar Zelo.

” Awas kau Hayi, aku akan mengambil jatah makan siangmu selama sebulan di sekolah nanti.” Gumam Hayoung pelan sekali.

” Kau tak perlu malu seperti itu. Aku juga menyukaimu kok.” Ucapan Zelo barusan membuat Hayoung speechless. Ia menatap Zelo -yang juga sedang menatapnya balik-.

Mwo? Kau…” perkataan Hayoung terhenti karena Zelo mencium keningnya.

” Itu tanda kalau kita sudah resmi berpacaran.” Ucap Zelo sambil mengedipkan sebelah matanya. Membuat Hayoung tersipu malu.

” Wah, daebak !!! ” Sungjae,teman satu angkatan mereka tiba-tiba berkata sambil bertepuk tangan heboh. Semenatara Minhyun bersiul-siul heboh.

” Sungjae, Minhyun? Kenapa kalian ada di sini?Bukannya tadi kalian sudah pulang? ” Hayoung terkejut melihat mereka berdua ada di sini. Tak menyangka bahwa mereka akan ada di sini.

” Yah, daripada kami bosan jadi jones di rumah terus. Mendingan nge-stalk kalian di sini. ” Minhyun berkata dengan polosnya.

” Minhyun, akan kubunuh kau nanti. Kenapa kau begitu polos sih ? ” Desis Sungjae gemas begitu mendengar perkataan polos Minhyun.

” Ngg…Oh ya, bukan cuma ada kami saja, tapi ada yang lain juga loh. ” Sungjae langsung merubah ekspresinya dan memberi kode kepada yang lain. Ternyata,mereka membaur di antara penonton lain sehingga tidak disadari kehadirannya oleh Zelo dan Hayoung.

” Nah, sekarang PJnya dong, mumpung masih fresh.” Ucap Junhyung tersenyum lebar. Ia merupakan salah satu dari 10 orang yang ikut nge-stalk Zelo dan Hayoung.

Melihat jumlah mereka yang cukup banyak, pasangan baru itu kompak menghela nafas pasrah karena pasti akan mengeluarkan biaya yang besar untuk menraktir mereka.

 END

a/n : Annyeonghaseyo *nunduk 90 derajat* Author comeback lagi nih setelah seminggu menghilang dari peredaran (?) Ada yang kangen gak sama aku?*ge er banget sih lu* Nah di hari Selasa ini author bawa FF baru nih…Mian ya endingnya agak gaje…hehe…Gimana?Seru ga? Kasih commentnya ya ^^ kalo FF ini ada kekurangan bilang aja kok…gapapa hehe ^^ gamsahamnida~ *bow* (again). ^^

4 thoughts on “[One Shot] A Day with You

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s