[FF Freelance] Oppa & I (Chapter 1)

oppa & i

 

Title                       :  Oppa & I

Author                  : @ulfahanum1 (DreamGirl)

Main cast             :

  • Do Kyungsoo
  • Kim Hyang Gi

Support cast       :

  • Kim Joon Myun
  • Kim Jongin
  • Kang Chan Hee
  • Kang Sora

Rating                   : PG-13

Genre                   : Fluff, Family, Friendship, Little Romance

Length                  : Chaptered

COVER BY XIAO ART

Disclaimer           : Fanfic tentang yeodongsaeng tiri yang mencoba membuat Oppanya agar menyayanginya selama dititipkan dirumah Oppanya. Tapi, selama ia di rumah Oppanya permasalahan-permasalahan silih berganti menghampiri hidupnya seperti disekolah barunya dan bla bla bla. Males ngebacot sebenarnya disini, jadi?

Happy Reading

Author Pov

Sebuah mobil mewah berwarna mencolok terparkir tepat didepan kediaman namja bermata besar yang kini tengah terdiam menatap kearah mobil mewah itu. Sekian lama ia menatap akhirnya ia tersadar dengan tingkah bodoh yang ia lakukan.

Do Kyungsoo atau akrab dipanggil Kyungsoo itu membalikkan badannya bermaksud menghindar dari kediamannya. Tepat baru saja ia membalikkan badan, suara yang sangat familiar baginya membuat Kyungsoo menghentikan langkahnya.

“Do Kyungsoo! “ suara khas seorang yeoja paruh baya yang selalu menghiasi gendang telinga Kyungsoo membuat Kyungsoo harus menghentikan langkahnya.

“Ne Eomma? “ yang dipanggil Kyungsoo dengan sebutan ‘Eomma’ itu hanya tersenyum dan menarik anak sulungnya untuk segera kerumah, lebih tepatnya kerumah Kyungsoo.

“Kajja..” ajak Nyonya Do yang sekarang sudah berubah menjadi Nyonya Kim semenjak yeoja paruh baya itu kawin lagi dengan seorang namja bermargakan Kim.

Kyungsoo menghela nafasnya dan masuk kedalam Apartementnya yang sekarang tampak begitu ramai dengan beberapa buah koper diruang tengah. Mata Kyungsoo langsung tertuju pada sosok yeoja yang jauh lebih muda dari ia, sekitar 7 tahun yang duduk membelakanginya.

“Kyungsoo-ya..” sapa namja paruh baya atau Appa tiri Kyungsoo.

“Ne.” jawab Kyungsoo pelan dan mendudukan badannya tepat disebelah yeoja yang muda dari padanya itu. Yeoja berambut panjang sebahu dan poni depan, mata besar seperti Kyungsoo dan senyuman manis yang selalu tersirat dibibirnya. Dia adik tiri Kyungsoo, Kim Hyanggi.

“Oppa, annyeonghaseyo..” sapa Hyanggi dengan ramah sambil membungkukkan badannya sopan kearah Kyungsoo.

“Ne. Annyeong..” balas Kyungsoo singkat. Seketika senyuman dibibir Hyanggi pudar saat mendengar jawaban ketus dari Oppanya.

“Kyungsoo-ya, Eomma dan Appa akan pergi ke Canada untuk beberapa bulan ini. Jadi Hyanggi Eomma titipkan bersamamu disini. Rawat ia dengan baik.” Celetuk Nyonya Do yang membuat Kyungsoo memutar matanya tak suka dan beralih menatap yeoja yang duduk disebelahnya.

“Haruskah aku? “ ketus Kyungsoo membuat Hyanggi menatap Kyungsoo sendu. Tatapan Hyanggi seolah-olah bertanya Apa-Oppa-masih-membenci-akan-kehadiranku?

“Jika bukan kau siapa lagi? “ sahut Nyonya Do dengan sedikit penekanan disetiap kata-katanya.

“Tidak bisa dititipkan ke saudara Eomma yang tinggal di Ilsan? Kenapa harus disini, di Seoul? “ balas Kyungsoo yang masih mencoba mencari alasan agar Hyanggi tidak tinggal dirumahnya.

“Maaf. Tapi ini yang terbaik.” Jawab Nyonya Do sambil menepuk pundak Kyungsoo pelan.

“Baiklah. Urusan sekolahnya? “ tanya Kyungsoo dan menatap manik-manik mata Nyonya Do.

“Sudah diurus semuanya, besok pagi antarkan dia kesekolah..” jawab Nyonya Do dan tersenyum manis kearah anak sulung kesayangannya itu.

“Sampai bertemu 6 bulan lagi sayang..” lirih Nyonya Do dan memeluk Kyungsoo sangat erat begitu juga dengan Tuan Kim atau Ayah tiri Kyungsoo yang sudah menganggap Kyungsoo seperti anaknya sendiri.

“Hyanggi-ya, jaga dirimu dan Oppamu ne? “ cuap Nyonya Do dan mengacak pelan rambut anak bungsunya itu.

“Ne Eomma..” jawab Hyanggi pelan dan tersenyum simpul kearah kedua orang tuanya.

Setelah kepergian Eomma dan Appa Kyungsoo suasana menjadi mencengkram. Baik Kyungsoo dan Hyanggi tidak ada yang mengeluarkan suara sedikitpun. Kyungsoo sedari tadi hanya bisa mendesah.

“Akan ku antar kau kekamarmu..” cuap Kyungsoo setelah merasa dirinya tenang dan bisa diajak kompromi untuk beberapa saat ini.

“Ne Oppa..” sahut Hyanggi dan mengikuti langkah Kyungsoo dari belakang dan menarik koper Hyanggi kedalam kamar Hyanggi yang tepat disebelah kamar Kyungsoo.

Author Pov End

Kyungsoo Pov

Mimpi apa aku semalam? Kenapa hal buruk ini tiba-tiba saja datang menimpaku? Kenapa harus aku yang menjadi sasaran Eomma? Kenapa harus aku yang merawat dongsaeng yang tidak kusakai ini?

Otakku terus berputar memikirkan apa saja yang harus kuperbuat selama 6 bulan ini. Kurebahkan badanku diatas ranjang. Perlahan namun pasti kututup rapat mataku, seketika bayangan akan masa lalu kembali terputar diotakku.

Flashback

“Appa! Ireona! Jangan tinggalkan aku sendirian Appa! “ teriakku sambil menangis diatas gundukan tanah tempat peristirahatan terakhir Appaku.

“APPA! “ teriakku lagi dengan air mata yang terus jatuh dari mata ini. Aku tidak ingin ditinggal sendirian oleh Appaku walaupun masih ada Eommaku disampingku.

“Kyungsoo-ya..” lirih Eommaku dan merengkuh badan kecilku yang masih berumur 8 tahun. Eommaku terus mencoba menenangkanku yang benar-benar kaget akan kepergian Appaku yang mendadak ini. Bahkan tanda-tanda Appaku akan pergi saja tidak tampak karena beliau tampak sehat seja.

“Eomma.. “ isakku dan membalas dekapan Eommaku yang terasa hangat ini.

“Uljima sayang, masih ada Eomma disini…” cuap Eommaku dan mengecup puncak kepalaku berulang kali.

“Eomma..” isakku yang tidak berhenti menangis.

“Kajja sayang..” ucap Eommaku dan mulai memapah badan lemasku untuk keatas mobil dan segera pulang. Dengan berat hati aku pergi meninggalkan gundukan tanah yang masih tampak baru itu.

oOoOo

Sudah hampir  sebulan ini aku terus mengurung diriku dikamar. Aku hanya menatap kosong kearah luar jendela, badanku semakin kurus akibat tidak makan. Aku masih tertekan dengan kepergian Appaku. Berbeda dengan Eommaku yang tampak bisa menerima kepergian Appa.

Tok..Tok..Tok

Aku mendesah pelan dan berjalan menuju kepintu kamarku. Kutekan gagang pintu dan kudapati sosok Eommaku berdiri dengan senyuman manisnya. Disaat aku melihat senyuman beliau, terlintas dibenakku bahwa beliau senang akan kepergian Appaku.

“Waeyo Eomma? “ tanyaku dengan nada suara melemah.

“Ikut Eomma sebentar. Eomma ingin memperkenalkanmu pada seseorang..” jawab Eommaku dan menarik badanku menuju kelantai bawah tepat dimana orang yang dibicarakan Eommaku tengah duduk ditemani secangkir kopi dan juga Koran.

“Chagi..” seru Eommaku dengan manja kepada namja itu.

‘Mwo? Chagi?’ batinku dan membulatkan mata besarku kearah Eommaku.

“Musun soriya Eomma? Chagi? “ ulangku yang masih tak mengerti dengan perkataan Eommaku yang membuatku sangat terkejut.

“Kyungsoo-ya, perkenalkan dia calon Appamu yang baru..” namja itu menghampiriku dan menatapku dengan senyuman tipis diwajahnya.

“Annyeonghaseyo anak tampan. Naneun Kim Ju Hyan.” Ujar namja itu memperkenalkan dirinya kepadaku. Seketika air mataku jatuh melihat namja didepan ini.

“…..” dengan kasar kutepis tangan namja yang bernama Kim Ju Hyan ini, dengan tatapan sengit dan hati yang pedih aku berlari kekamarku. Menangis layaknya aku ini adalah seorang yeoja yang hatinya mudah rapuh.

Hari demi hari kulalui dengan adanya suara JuHyan dirumah ini. Semenjak Eomma mengatakan bahwa ia akan menjadi calon Appa baruku, aku terpaksa harus menerimanya dan semenjak saat itu jugalah JuHyan ahjussi sering kerumahku. Bahkan telingaku hampir pecah ketika harus mendengar suara gelak tawanya bersama Eommaku.

“Aish! “ rutukku dan melempar kasar bantal gulingku kelantai.

“Kyungsoo-ya! Ini saatnya makan siang! “ teriak Juhyan ahjussi dari luar kamarku. Aku berjalan keluar kamar, membanting pintu kamar dengan kuat didepan wajah Juhyan ahjussi.

“Kyungsoo-ya..” ucap Juhyan Ahjussi sembari menahanku dengan cara memegang pundakku.

“Mwol? “ tanyaku acuh tak acuh. Seketika Juhyan Ahjussi membalikkan badanku yang jauh lebih kecil dibanding badannya yang cukup tinggi itu.

“Mianhae Kyungsoo-ya, tidak bisakah kau mengizinkan aku mengganti posisi Appamu? “ Aku mendongakkan kepalaku menatap Juhyan Ahjussi dengan mata yang mulai berlinang.

“Anio..” jawabku dan menggelengkan kepalaku cepat.

“Kumohon, izinkan mulai sekarang aku yang menjadi Appamu. Aku berjanji akan menyayangimu layaknya kau adalah anak kandungku sendiri Kyungsoo-ya..” ujar Juhyan Ahjussi dan menggenggam erat pundakku.

“Ahjussi.. “ lirihku dan menghempaskan tangannya kasar dari pundakku. Tiba-tiba Juhyan Ahjussi menarikku kedalam dekapannya, dekapan ini hangat sama dengan dekapan Appa kepadaku.

“Biarkan Ahjussi menjadi Appamu.. “ sambung Juhyan Ahjussi dan mempererat dekapannya.

Aku mengalah. Aku tidak bisa lama-lama seperti ini, aku tidak bolah egois dan mementingkan diriku sendiri. Aku juga harus memikirkan perasaan Eommaku.

“Ne Ahjussi..” lenguhku pelan dan tersenyum tipis. Juhyan Ahjussi dengan cepat melepas dekapannya. Menatapku dengan tidak percaya.

“Jinjjayo Kyungsoo-ya? Gomawo..” Juhyan Ahjussi mengelus pelan kepalaku membuat segores senyuman terpampang indah dibibirku.

oOoOo

Pernikahan Eomma dan Juhyan Ahjussipun sudah digelar beberapa bulan yang lalu. Dan semuanya benar-benar berubah saat ini, dilain hati aku senang memilik Appa baru tapi dilain hal aku sedih karena harus melupakan Appa kandungku.

“Kyungsoo-ya, sebentar lagi kau akan punya adik..” celetuk Eommaku dan memelukku dari belakang.

“Ne? Chukae Eomma..” jawabku dengan nada lemah tidak bersemangat sedikitpun.

“Ne Sayang, gomawo..” balas Eommaku dan mengecup singkat puncak kepalaku.

‘Adik? Haha. Sebentar lagi aku akan tersingkir..’ batinku dan menatap Eommaku dengan wajah datar.

Dugaanku benar saja, 9 bulan sudah Eommaku mengandung dan sekarang Eommaku sudah menimang seorang bayi kecil dengan wajah yang persis sama sepertiku. Kim Hyanggi, itulah nama yang diberikan Appa dan Eommaku kepadanya.

Cemburu dan iri hati. Semenjak kelahiran Hyanggi, kasih sayang Eomma dan Juhyan Appa kini tidak ada lagi untukku. Mereka berdua benar-benar menyayangi Hyanggi. Dan semenjak saat itu aku benar-benar membencinya dan tidak pernah menganggap dia sebagai adikku.

Flashback End

CKLEK!

Dengan cepat mataku terbuka dan melirik siapa yang membuka pintu kamarku tanpa seizinku. Hyanggi berdiri diambang pintu kamarku dan sudah menggati pakaiannya dengan piyama bercorakkan mickey mouse.

“Oppa, aku membawa makanan dari Ilsan..” cuapnya dengan senyuman mengembang diwajahnya.

“Lantas? “ sahutku dan tidak merubah posisi awalku. Rebahan diatas ranjang dan hanya melihatnya sekilas.

“Sebaiknya diletakkan dikulkas Oppa. Bisakah Oppa mengantarkanku ke dapur? “ tanyanya membuatku mendesah pelan dan membalikkan badanku membelakanginya.

“Carilah sendiri. Kau sudah besar! Tidak usah manja seperti itu..” jawabku dengan ketus dan mulai menutup mataku kembali.

“Ne Oppa? “ ulangnya dengan suara yang semakin merendah.

“Apartement ini tidak terlalu besar. Kau pergilah berkeliling Apartement ini. Aku lelah, jangan ganggu aku..” mohonku saat tahu derap kaki Hyanggi mendekat kearahku.

“Ne Oppa. Mian..” lirihnya pelan dan langsung pergi dari kamarku.

“Sial! “ desisku pelan dan secara tidak sengaja tanganku mengepal karena  tidak bisa mengekspresikan rasa amarahku.

Kyungsoo Pov End

Hyanggi Pov

Seoul, 07.00 KST

Aku menyisir poni rambutku didepan kaca yang cukup besar ini. Semalam aku tidak bisa tidur karena hari ini adalah hari pertamaku ke sekolah baru. Baju kaus dan hotpants yang menjadi sasaranku hari ini untuk kesekolah yang memang membebaskan siswa-siswinya menggunakan baju apapun.

Kulangkahkan kakiku dengan ringannya keluar kamar. Aroma masakan yang mengugah seleraku membuatku tersenyum simpul, dapat kuyakini ini buatan Kyungsoo Oppa.

“Oppa! “ sapaku dengan ramah dan senyuman dibibirku.

“…..” Kyungsoo Oppa tak menyahut. Ia hanya sibuk menuangkan sup kedalam mangkuk dan meletakkannya didepanku.

“Gomawo Oppa..” cuapku dengan wajah sumringah.

“……” untuk kedua kalinya Kyungsoo Oppa tak menyahut ucapanku. Hanya sebuah anggukan kecil dan tatapan datar.

‘Aku takut..’ batinku dan menundukkan kepalaku.

“Lekas habiskan makananmu. Aku yang akan mengantarkanmu kesekolah baru.” Cuap Kyungsoo Oppa dengan nada datar.

“N..ne Oppa..” jawabku dengan sedikit gugup apalagi saat mendengar perintahnya yang terdengar seperti ancaman bagiku.

Setelah sarapan pagi, aku dengan diantarkan Kyungsoo Oppa menggunakan mobil mewah miliknya segera pergi menuju sekolah baruku.

“Aku tidak bisa menjemput ataupun mengantarmu kesekolah. Jadi ingat jalannya..” ketus Kyungsoo Oppa dan tetap berkonsetrasi pada stir mobil dan jalanan.

“Ne Oppa..” jawabku dengan nada sedikit takut.

Kuperhatikan detail demi detail jalanan mulai dari Apartement hingga aku sampai didepan gerbang sekolah baruku yang besar dan bertingkat ini. Aku hanya menelan ludahku dalam-dalam dan mulai turun dari mobil Kyungsoo Oppa.

“Ingat! Aku tidak menjemputmu pulang jadi hati-hati.” Cuap Kyungsoo Oppa dan melajukan mobilnya dengan cepat. Aku bahkan belum sempat mengucapkan sepatah katapun kepadanya.

“Hah..” desahku pelan dan meniup poni rambutku dengan kasar.

Cheongdam Middle School, dengan jelas kulihat kata-kata itu terpampang dengan teguhnya diatas sana. Aku hanya bisa menghelakan nafas dan mulai memasuki kawasan sekolah baruku ini.

Pertama, yang harus kucari adalah Kantor Guru. Aku terus menatap sekelilingku dan tersenyum ramah saat melihat beberapa orang yang seumuran denganku.

“Ck..” desisku pelan saat melihat sebuah pintu dengan bertuliskan ‘Kantor Guru’.

“Annyeonghaseyo..” sapaku dan membungkuk sopan.

“eoh? Hyanggi-sshi? Machi? “ tanya seorang yeoja paruh baya dan mendekat kearahku.

“Ne Songsaenim..” jawabku dan kembali membungkuk sopan.

“Kajja, aku akan membawamu kekelasmu..” ajak Songsaenim didepanku yang entah siapa namanya. Aku hanya menuruti ajakan Songsaenim ini dan berjalan dibelakang badannya yang besar.

“Masuklah.. Perkenalkan saja dirimu dahulu kepada chingu barumu hingga Songsaenim yang akan mengajar kelasmu datang..” cuapnya dan menyuruhku masuk kedalam kelas yang ada didepan mataku saat ini.

“Chansimanyo Ssaem, aku belum tahu siapa nama Songsaenim..” celetohku membuat Songsaenim itu tersenyum tipis kearahku.

“Kang Sora imnida. Jika kau ada masalah datanglah kepadaku. Annyeong Hyanggi-sshi..” jawab Kang Songsaenim dan segera melenggok pergi dari hadapanku.

BRUK!

Suara seseorang yang membuka pintu kelas dan menutupnya dengan kasar membuatku seketika terlonjak kaget. Kudapati seorang namja bertubuh lebih tinggi dariku, perwatakan yang sedikit sombong tengah menatapku dingin saat ini.

“Annyeonghaseyo..” sapaku dengan ramah dan membungkuk sopan kearahnya.

“Pigyeo! “ ketusnya dan mendorong badanku dengan kasar.

“Tsk..” desisku pelan dan mencibirkan sedikit lidahku kearah namja yang berjalan dengan diiring beberapa orang dibelakangnya.

“Hei anak baru! “ panggil seseorang dan menepuk pundakku dengan sedikit kuat.

“Eoh? Ne? Ah, annyeong..” sapaku dengan sedikit gagap membuat namja didepanku saat ini hanya terkekeh geli.

“Perkenalkan namamu didepan sana..” suruhnya sembari mendorong badanku dengan kasar.

‘Kenapa semua siswa disini suka sekali mendorong badan orang?’ gerutuku dan melangkah dengan pasti menuju depan kelas.

Suasana yang awalnya ricuh sekarang berganti dengan suasana hening dan membuatku canggung. Berpasang-pasang mata kini tengah menatapku dalam dan menyeruak pikiranku.

“Ann..yeong..” sapaku dengan gagap.

“Nuguya? “ sahut seseorang dengan ketus. Yeoja dengan rambut pirang itu menatapku sinis.

“Kim Hyanggi imnida. Bangeupsimnida..” ujarku memperkenalkan diri dan membungkuk sopan.

BYUUUUR!

Aku yang masih membungkuk seketika langsung membeku saat kurasakan air dingin mengalir deras dari atas sana. Dengan wajah yang masih kaget aku berdiri menatap sekeliling kelas yang sekarang sudah meledakkan tawanya.

“Ige mwoya? “ tanyaku dengan wajah yang memerah menahan amarah.

“Welcome anak baru! “ cuap seseorang dari arah pintu masuk kelas.

“Namja tadi..” lirihku pelan dan memandangnya tak percaya.

“Ikut aku, kau pasti kedinginankan gadis manis? “ godanya dan segera menarik lenganku keluar dari kelas.

“Lepaskan aku!” berontakku dan mencoba menarik tanganku darinya. Tapi percuma saja, badan yang lebih besar dariku tentu saja juga mempunya tenaga yang besar dan itu semua membuatku tidak bisa berbuat apapun selain meronta dan memohon agar ia melepaskannya.

“Stt, diam saja..” bentaknya dan meletakkan telunjuk jarinya tepat dibibirku.

“…..” aku mendengus pelan dan pasrah untuk dibawa namja tinggi ini .

Aku mengernyitkan dahiku bingung saat namja tinggi itu melepaskan genggaman tangannya saat kami sampai ditaman belakang sekolah. Dilemparkannya handuk bewarna biru muda kearah wajahku yang membuatku sedikit mendengus kesal.

“Buka bajumu!” suruhnya membuatku membulatkan mataku dengan sempurna. Mungkin ia bercanda, tapi bagiku ini semua pelecehan.

“NE? Neo micheo-“ ucapanku yang terpotong saat kurasakan sebuah benda, ah bukan benda melainkan bibir namja itu menempel tepat dibibirku.

“Ck, yeoja polos..” desisnya pelan dan menoyor kepalaku dengan jari-jari panjangnya itu.

“YA! “ teriakku kesal dan berancang-ancang akan memukul kepalanya. Tapi sialnya, badannya yang atletis dan cukup tinggi itu tidak memungkinkanku untuk mendaratkan sebuah pukulan hangat dikepalanya.

“Dasar pendek! “ ledeknya dan lagi-lagi menoyor kepalaku.

“Geumanhae! “ teriakku dan mendorong badannya agar sedikit menjauh dariku.

“Oh ya, jangan kau anggap serius ciuman tadi. Itu hanya permulaan, masih ada kejutan lain yang akan kami berikan kepadamu yeoja pendek dan polos..” ucapnya sebelum ia pergi dari hadapanku.

“YA! “ teriakku yang tidak lagi dihiraukannya.

“Aish, jinjja! “ rutukku dan terduduk lemas diatas padang rumput ditaman ini.

“Micheo.. micheo..” teriakku dan mengacak rambutku frustasi.

“Jika Kyungsoo Oppa tahu bagaimana? Ani ani, aku harus menyembunyikan semua ini. Menyembunyikan ciuman ini dan menyembunyikan bagaimana mereka memperlakukanku dengan buruk..” ujarku dan menghela nafas panjang.

Tes!

Setetes air mata jatuh begitu saja dari pelupuk mataku membuatku dengan cepat menyeka air mata ini. Aku tidak ingin menangis, apalagi dihari pertama aku menginjakkan kakiku disekolah.

Hyanggi Pov End

-TBC-

Note : Mian kalau ceritanya ga nyambung atau apaanlah, dichapter 1 ini emang ga terlalu tampak konflik sebenarnya. Masih bisa dibilang awal dari cerita dan memperlihatkan bagaimana sifat dan cirri-ciri beberapa tokoh. BTW, Joonmyun dan Jongin belum ada keluar dichap ini.. tapi next chapter bakalan ada. Jadi tunggu aja~. Jangan lupa tinggalkan jejaknya.. *.* Terakhir, kunjungi wordpress author ya bluegreenfanfiction.wordpress.com

12 thoughts on “[FF Freelance] Oppa & I (Chapter 1)

    • Gomaptha karena udah mau ninggaling jejaknya *bow*
      Ne, next chapter soon ya chingu~
      Muehehe, kira2 siapa coba? xD

  1. bgus,,lanjutannya jgn lama” y thor🙂
    oh ya thor,sbnrnya kyungsoo am hyanggi kls brpa che ?_? aq msih gk ngrti ?_? hehe😉

    • Gomaptha karena udah mau ninggaling jejaknya *bow*
      Ne. next chapter soon kok chingu jadi tolong tunggu sebentar lagi. ^^
      Kyungsoo itu udah kuliah sedangkan Hyanggi masih SD.😉
      Mian kalau di Chapter ini ga Author jelasin. TT

  2. D.O, wajahnya innocent gitu tapi sok2an jutek >.<
    itu siapa yg main cium hyanggi segala?
    kim hyanggi kelas berapa sih? D.O masih sekolah ngga?
    aku jadi kebayang 'the queen's classroom'
    jangan lama2 ya lanjutannya~

    • Gomaptha karena udah mau ninggaling jejaknya *bow*
      Huahaha, betul betul betul. Author setuju ama kamu.😀
      Siapa coba? Hyanggi masih SD kira-kira kelas 5/6 chingu sedangkan D.O udah kuliah.
      Hehe, sebanernya aku juga bikin FF ini karena ‘the queen’s classroom’😉
      Ne, next chap soon kok~

    • Gomaptha karena udah mau ninggaling jejaknya *bow*
      Annyeong chingu~ Ne, salam kenal juga.
      Haha, tenang aja ya chingu D.Onya ga bakalan ngecuekin Hyanggi selamanya.
      Yang cium hyanggi? siapa coba? :p

  3. akh,itu..itu…itu…siapa yg nyium hyanggi thor??#penasarantingkatdewa
    Yg psti bukan suamiku Baekhyun krn bang bacon gk trlalu tinggi.hahaha..*bilangajahpendek*

    Lanjutkan#niruSBY

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s