I’m Your Lover, Your Chaser, Forever [4]

imyourlover-chaser-forever-11

Author : Awsomeoneim

Genre : Romantic, PG-17, Teenager-Semi-Mature,

Cast :

Main Cast :

ü  Choi Yoon Ah (OC)

ü  L a.k.a Kim Myung Soo (Infinite)

ü  L. Joe a.k.a. Lee Byung Hun (Teen Top)

+oOoOoOo+

GOODERS I LOVE YOU SO MUCH!!😀

Please Keep supporting me all along~ 

Kalau ada yang mau ditanyakan lagi / mungkin mau dikritik, silahkan RCL ^^

~Kamsahamnida~

Part Posted : Part 1 | Part 2 | Part 3

+oOoOoOo+

*Previous Part*

Yeoja tersebut kini tak dapat melontarkan sepatah katapun. Hanya aliran air mata dan isakannya yang terdengar di ruangan tersebut. Mungkin untuk saat ini, hanya kedua hal tersebut yang mampu ia berikan untuk sebagai jawaban atas permintaan dari sang namja yang masih memeluknya erat..

+oOoOoOo+

Author POV.

Yoon Ah masih merasakan perih setiap kali ia mengerjapkan matanya. Butiran air mata yang hangat sudah tidak lagi mengalir di kedua pipinya, namun ia masih merasakan usapan lembut jemari dingin milik Myungsoo di sana. kedua telapak tangannya terkepal erat setiap kali rujukan Myungsoo kembali menggaung di kedua daun telinganya.

Mudah saja untuknya mengangguk setuju dan membalas pelukan erat Myungsoo jika saja ingatan musim dingin tahun lalu itu tidak pernah menghantuinya. Ingatan yang membuatnya enggan untuk bergulat dengan tangan besi Keluarga KIM. Tidak untuk kedua kalinya.

‘Greeek’

Suara pintu terbuka di hadapannya menariknya kembali ke realitas. Sebuah wajah yang familiar kini tampak di hadapannya dengan keterkejutan yang tergambar jelas.

L-Joe-teen-top-31789148-500-380

“Sejak kapan kau berdiri di sana?”

Mendengar pertanyaan tersebut, Yoon Ah tersadar ia telah tiba di depan rumahnya. Tempat tinggalnya dan ByungHun.

Yoon Ah tertawa canggung sambil menatap sosok di hadapannya, “Se..sekitar 5 menit.. Kurasa,”

“Dan kenapa kau tidak masuk?”

“Aku..baru akan melepas sepatuku, haha..kau kembali masuk saja dulu..” lagi-lagi sebuah tawa canggung ia lontarkan.

“Kau tampak aneh.. Sesutau terjadi di Kim’s Mansion?” tanya ByungHun setelah mengamati tingkah laku Yoon Ah sejak ia membuka pintu hingga kini yeoja itu sedang mondar-mandir keluar masuk kamar.

“Aa..Ahni, aku baik-baik saja, memangnya tidak terlihat seperti itu?”

Karena sudah tak tahan melihat ekspressi polos yang dibuat-buat oleh Yoon Ah, ByungHun menarik pelan lengan Yoon Ah lebih mendekat pada dirinya. Detik demi detik berlalu tapi tidak ada kata-kata yang ia lontarkan. Hanya memberikan pandangan lurus yang dingin.

“Byung Hun-ssi.. apa–“

Heah! Terserahlah kalau kau tidak berniat membicarakannya!” ByungHun membuang pandangannya ke arah jendela sambil mendengus kesal.

Hanya sekitar 3 detik, kemudian ia kembali menatap manik mata hitam yang ada di hadapannya, kali ini lebih lembut, “Yang jelas aku tau kau tidak sedang baik-baik saja,”

Dengan kalimat terakhir tersebut ByungHun melepaskan genggamannya di lengan Yoon Ah dan berjalan keluar rumah. Meninggalkan Yoon Ah yang masih belum menangkap sepenuhnya peristiwa yang baru saja terjadi. Tanpa pikir panjang ia memutuskan untuk segera mengguyur badannya agar jalan pikirannya lebih segar.

+oOoOoOo+

Yoon Ah POV.

‘Piip Piiiip Piiiiip’

Telapak tangan kananku meraba permukaan datar benda yang berbunyi tak jauh dari tempatku merebahkan kepala. Kedua kelopak mataku terbuka paksa setelah bunyi tersebut tak kunjung menghilang. Setelah menangkap cahaya terang dari benda tersebut aku meraihnya dan memijit tombol di layarnya. Alarm dari ponselku akhirnya berhenti meraung.

Tertera dengan jelas pukul 10.00 P.M. KST, ternyata aku sudah tertidur 2 jam. Pukul 08.00 kedua kelopak mataku menyerah menelurusi isi dari buku cetak yang ada dalam genggamanku. Seisi rumah tampak sunyi..

Sebelum bulu kudukku berdiri, aku telah lebih dahulu menegakkan tubuhku dan membuka pintu kamar. Tampak gelap di luar sana… dengan langkah perlahan aku mencari sakelar lampu dan.. ‘TAK’ dalam satu jentikan jari, ruangan petak di luar kamarku terang benderang.

Rasanya aku dapat menghela nafas lega sekalipun tidak dapat menemukan siapapun di sana. Tentu saja, ByungHun pasti belum pulang. Aaah..manusia bermarga Lee yang tinggal denganku itu adalah manusia tersibuk nomor 2 setelah Presiden KorSel. Ia bahkan belum pulang sejak ia pergi keluar rumah setelah mengoceh menyambutku yang baru saja menjejakkan kaki dari Kim’s Mansion sore tadi.

Hari ini, mungkin ia akan pulang pukul 12.00 A.M. atau bahkan pukul 03.00 A.M. Menghabiskan waktu bekerja sebagai bartender / menjadi performer / menjadi penilai dance battle di Bar milik Myungsoo bersama TeenTop. Pekerjaan yang selalu ia lakoni setelah usai bekerja paruh waktu di Coffee Shop ternama di ujung jalan besar tak jauh dari rumah petak ini. Pantas jika ia menyandang title workaholic diantara anggota TeenTop yang lain..

Setelah meyakinkan diri tidak ada pesan darinya, -yang itu tandanya ia belum akan segera pulang- aku kembali memadamkan lampu ruang tengah dan kembali ke kamarku. Sebelum aku merebahkan punggung, ponselku meraungkan ringtone panggilan masuk.

‘Myungsoo?’

Yeoboseyo..” sapaku dengan suara rendah.

Yeoboseyo, Yoon Ah-ya.. Apa aku membangunkanmu?”

Ahni, aku baru saja akan tidur. Ada apa Myungsoo?”

Hening yang menyahut pertanyaanku. Hanya dapat kudengar ia menghembuskan nafas berkali-kali, ‘apakah ia gugup?’

“Kau… sudah memikirkan penawaranku? Sore tadi?”

‘Ah..tiket itu..’ aku meraih sebuah lembaran tiket penerbangan yang kuletakkan di atas meja lipatku. Cukup lama aku menelusuri kembali deretan alphabet yang tertera di sana, sebelum merespon pertanyaan Myungsoo yang telah kugantungkan di udara cukup lama.

“Aku.. Kurasa jawabanku tetap sama Myungsoo. Aku…aku..tidak bisa pergi denganmu, mianhe..”

Hening. . . . . Mungkin di ujung telpon ia sedang menunduk kecewa / meremas ponsel di genggamannya dengan kuat.

Kemudian ia melontarkan pertanyaan singkat,”Waeyo?”

“Aku ingin tinggal di sini. Aku merasa nyaman. Kurasa ini memang tempatku, Myungsoo,”

“Itu tidak cukup kuat untuk menjadi alasan, Yoon Ah-ya…” Suara Myungsoo terdengar sangat tipis walau ia mengatakannya dengan suara beratnya.

“Aku merasa berhutang budi pada ByungHun, dan aku belum bisa membayarkan rasa terimakasihku padanya.Kau tau, selama 1 tahun ini aku sudah membebaninya.. bagaimana mungkin aku meninggalkannya begitu saja?”

Terdengar cukup jelas Myungsoo menarik napas dalam-dalam di ujung sana, “Percaya padaku, Yoon Ah-ya.. Hanya butuh 2-3 bulan untuk kita menyelesaikan masalah ‘itu’. Setelah semua selesai, kau dapat membayarkan hutang budimu dengan lunas. Cukup biarkan aku yang mewakilimu berterimakasih untuk saat ini…”

“Tidak semudah itu, Myungsoo..” aku menundukkan kepalaku sambil terduduk di ujung ranjang.

“Ia tidak akan keberatan untuk menunggumu barang 2-3 bulan. Jebal… Pikirkanlah dengan seksama..”

Mianhe.. aku akan pikirkan lagi.. beri aku waktu..”

Dalam diam aku menyisirkan helaian rambutku yang sudah berantakan oleh sisiran acak jari jemariku sejak beberapa menit panggilan Myungsoo tersambung dengan ponselku.

“Apakah hutang budi yang kau maksud. . . bukan soal materi?” Kudapati Myungsoo menanyakan pertanyaan yang sangat tidak aku inginkan keluar dari mulut Myungsoo setelah ia terdiam beberapa detik.

“Apa yang sedang kau pikirkan? Kau terdengar kacau, Myungsoo.. Istirhatlah, kau pasti lelah..” ujarku perlahan.

“Tiket itu untuk pemberangkatan esok hari. Aku akan menjemputmu pukul 06.00 A.M. Jika kau terlalu lelah untuk berkemas, bawa saja ponsel, tiket dan data dirimu,”

“Mm.. arraseo,”

Lebih baik tidak memperpanjang perdebatan kami malam ini. Kami sama-sama lelah dan membutuhkan istirahat untuk dapat berpikir jernih. Besok ketika fajar mulai menyingsing, aku akan mencoba bernegosiasai dengan Mr. Kim Muda yang keras kepala itu.

Setelah sambungan telpon itu terputus, aku melontarkan sebuah pertanyaan pada diriku sendiri.. ‘Sebenarnya, aku tidak ingin meninggalkan tempat ini, atau.. tidak ingin meninggalkan ByungHun?’

+oOoOoOo+

“Lee ByungHun, ireona!!”

BN7dFavCYAAU-_X

Sudah ke 31x aku meneriakkan kalimat itu, dan sudah 15x aku mengguncangkan tubuh yang terbaring dengan pose aneh di antara 2 kursi.

“Jangan berisik, Nona Choi. Hari ini hari Minggu, kita tidak perlu bangun pagi untuk mengayuh sepeda ke sekolah..”

Hebaat… saat terlelap begitu ia mengingat dengan baik hari apa hari ini..

Arratta! Aku tidak membangunkanmu untuk itu, ByungHun-ah!”

“Apa yang ingin kau bicarakan eoh?” satu kelopak matanya terbuka dan menatap manik mataku, dengan 1/2 sadar.

“Aku akan pergi hari ini. Mungkin akan kembali 2-3 bulan lagi.”

Mwoya~  jangan berlatih naskah drama denganku..” ujarnya malas dan menutup kembali kelopak matanya.

Aish.. aku sedang berpamitan, Byuntae!!” ujarku keras. Aku sudah kesal karena kalah berdebat dengan Myungsoo dan sekarang harus menghadapi spesies paling ‘tidak ingin kutemui di pagi hari’ ini.

Ajaib. Dalam hitungan detik setelah aku menyebutkan nickname lain miliknya ia segera terbangun, dengan susah payah, dari posisi tidur anehnya.

“Kau akan pergi kemana pantat kurus?”

‘Saat ini aku benar-benar ingin mendaratkan ponselku ke kepala byuntaenya itu!!’

“Ketempat yang sangat jauh dari tempatmu duduk saat ini, Byuntae! Jauh dari Korea!!”

Yaaa! Jawab pertanyaanku dengan benar,”

Shireo!” balasku singkat sambil menjulurkan lidahku padanya yang masih belum terkumpul penuh nyawanya.

Ia sudah beranjak dari tempatnya duduk, namun sebelum ia sempat meraihku untuk bergulat, suara seseorang sudah menghentikannya, “Apakah kau sedang berpamitan Yoon Ah?”

i7s1110

Aku segera menghampirinya, “Eoh, wasseo?”

“Pantas saja tidak ada yang membukakan pintu pagar untukku, ternyata kalian sedang saling menyapa di pagi hari eoh?” tanyanya sambil menahan tawa.

Jeeez.. sangat memalukan bertemu Myungsoo saat kami sedang beradu urat seperti tadi.

“L, kau yang akan menangani gadis galak itu? Ah, maksudku Nona Choi?”

Myungsoo hanya tersenyum menjawab pertanyaan ByungHun, dan kulihat sebuah senyum terkulas di wajah ByungHun. Senyuman aneh.

Aah..syukurlah. Jika begitu aku tidak akan khawatir suatu hari kurir barang akan mengirimkan surat laporan warga negara Korea yang dideportasi paksa, dan dipaketkan pulang,” ujarnya sambil melihat ke arahku dengan tampang angkuhnya. Sialan.

Sebelum sempat aku melayangkan ponselku ke arahnya, Myungsoo sudah lebih dahulu menarikku, “Baiklah, kami pergi sekarang L.Joe. Terimakasih sudah menampung nona tempramen ini,”

l.joe b

ByungHun tersenyum lepas pada Myungsoo, disertai pandangan yang sangat berbeda saat ia memandangku, “Ne, hati-hati. Semoga ia tidak menyusahkanmu, L!”

Myungsoo kembali tertawa sementara aku mendengus kesal mendengar salam perpisahannya, “Kami akan segera kembali,” ujar Myungsoo sebelum aku memasuki mobil yang terparkir tepat di depan pagar rumah ByungHun.

Sebelum kami berbelok, aku melihat ada yang aneh dengan ekspressi wajah ByungHun. Ekspressi yang hampir serupa dengan yang ia tunjukkan sore itu sepulangku dari Kim’s Mansion. ‘Apa yang ada dalam pikiranmu, ByungHun?’

+oOoOoOo+

@Maldives, A resort

Sudah lebih dari 4 jam melayang-layang di udara, ditambah 1/2 jam mengapung-apung di lautan biru jernih, akhirnya kami mendarat, dan….. aku langsung disuguhi pemandangan seindah ini tepat setelah aku menjejakkan kaki turun dari boat pribadi Myungsoo.

villa-Muthee-Shangri-la-maldives-resort

Resort mewah berukuran sedang ditengah-tengah kepungan laut biru. Aku rasa aku sedang bermimpi? Atau aku sedang berada di surga?

Chemisso?” tanya Myungsoo tepat di hadapanku. Ia berhasil menyergap perhatian yang sejak tadi kucurahkan untuk cottage yang kini sedang kutapaki.

tumblr_mqri15mLH11scmr2yo6_500

Jinjya Jjang!! Daebak!!” hanya itu yang dapat kukatakan walau terdapat milyaran kata pujian lain yang ada dalam otakku untuk tempat ini.

Senyuman di wajahnya bertambah ratusan kali lipat. Ia tampak sangat senang…bukankah harusnya aku yang senang?

“Kukira kau akan ketakutan karena kia berada di pulau buatan,” lanjutnya. Ah..ternyata ia kira aku penakut? Ah, yang benar saja..

Yaaa aku sudah bukan gadis kecil yang takut tenggelam di tengah lautan,” cibirku sambil kembali memuaskan dahagaku dengan memandangi lautan yang berkilauan.

Aah..ya kau sekarang sudah bisa berenang,” godanya dengan ekspressi pura-pura mengingatnya itu..

‘Stop teasing me, please.. Myungsoo..’

“Kau siap untuk bertemu dengan kejutan lainnya?”bisik Myungsoo tepat didaun telinga kananku.

Eoh? Apa itu?” tanyaku sambil menoleh memandangnya yang sedang mensejajarkan wajahnya disamping wajahku. Aku tak dapat berbalik memandangnya leluasa karena ia sudah mengukungku dalam lingkaran kedua lengannya erat. Backhug.

Ia tidak menjawab dan hanya menatapku intense. Aish..aku sudah sangat salah tingkah jika ia sudah mengeluarkan pandangan seperti itu, “Berhenti memandangku dengan pikiran yadong di kepala, Kim Myung Soo!”

“Pikiran yadong apa? Aku tidak semaniak itu, Choi Yoon Ah,” ujarnya geli sambil mencubit ujung hidungku perlahan.

“Lalu apa arti pandanganmu itu?” tanyaku mengintrogasi sambil tetap memperhatikan gerak-geriknya arah pandangannya.

Ia terkekeh dan sebelum sebuah kata terlontar dari mulutnya, suara lain terdengar menyahut di belakangnya,”Hyung, sampai kapan kau akan memeluk possesif noonaku? Aku juga sudah tidak sabar untuk dipeluknya..”

“Hahaha..arraseo..” ujar Myungsoo singkat menjawab keluhan namja di belakangnya. Sebelum ia benar-benar melepaskan backhugnya dariku dan memberikanku akses untuk mengetahui siapa yang sedang berbicara di belakang sana, ia terlebih dahulu mencuri kecupan di pipi kananku dan bergumam, “Selamat bertemu dengan kejutan keduamu.. semoga kau menyukainya…”

Setelah Myungsoo bergeser ke sisiku, aku dapat melihat seorang namja berbadan tegap dengan kulit putih bersih dan tinggi badan menjulang sedang berdiri di hadapanku, dengan senyuman yang sangat kukenal sejak 11 tahun lalu.

Noona sudah lama tidak bertemu, kau tampak tidak ada pertumbuhan sama sekali eoh?” sapanya sarkastik dengan kekehan kemenangan.

Aku tidak peduli dengan ocehannya dan segera berlari, tanpa ragu aku melingkarkan kedua lenganku pada batang lehernya, memeluknya erat meyakinkan diriku saat ini aku tidak sedang benar-benar bermimpi.

Saat ia balas memelukku dan membisikkan kata, “Noona, nan jeongmal bogoshippo,” tepat di telingaku, aku yakin ini bukan mimpi. Akhirnya aku bertemu denganmu lagi, Choi Jun Hong!!

ttUtaoU

+oOoOoOo+

=TBC=

MIANHE LAGI-LAGI POSTINGAN LANJUTANNYA TELAT 3 BULAN LEBIH  -DEEP BOW-

DON’T FORGET TO LEAVE YOUR COMMENT AND LIKE MY POST~

AUTHOR MENGERTI KALIAN UDAH NUNGGU LAMA, DAN UNTUK ITU JANGAN MALAS KOMEN UNTUK MENYATAKAN KELUH KESAH KALIAN!

AUTHOR TIPE ORANG YANGTERBUKA DENGAN SEGALA MACAM KRITIK DAN SARAN, TAPI AUTHOR NGGA BISA MENERIMA SILENT READER!

SIDERS INSAPLAH & HARGAI KARYA SAYA, JEBAL~

~KAMSAHAMNIDA~

19 thoughts on “I’m Your Lover, Your Chaser, Forever [4]

  1. Saya sangat menyukai setail sunbaenim kalo nulis ff… banyak picturenya jadi berasa sangat riil…. ^^ itu aneh banget ya posenya byuntae kalo tidur… ^^ keep it up author sunbaenim… saya akan menunggu kelanjutannya~ ^^

  2. thor baru nemu ini ff mian komennya di rapel di part ini yaaaa
    wuaa bgs thor ceritanya next chap jgn lama2 ya thor jgn telat ampe 3 bln lg kalo bisa 3 hari aja (⊙o⊙) soalnya kalo lama2 jd lupa sm ceritanya thor

    • waahh udah mirip gaji ya dirapel segala😄
      Untuk itu ngga bisa janji chingu… mianhe neee~ Soalnya author juga lagi siiiibuuuuk tapi tetep diusahain yang terbaik kok😀

      Thanks sudah jadi good reader kkk~

  3. aaaaaa… authooorr.. akhirnyaaaaaaaa dipost jugaaa… lama banget thorr.. wkwkwk setiap hari ngecek rff teruss.. buat nungguin next part dari FF ini… u.u jangan lama lama lagii thooorr keburu lupaaa… u.u hehehehe *piiiiss hwaiting thooor~

  4. AAAAAAAA CHOI JUNHONG NUNA DI SINIIIIIIIIIIIII #DUAGH *umur lo berapa nek*
    Ahhhh Zelo-ya mari kita berkencan dan tinggalkan mereka brdua #DUAGH OH NO MYUNG AKU TAHU KAMU CEMBURU HUAHAHAHA #DOR
    Ga papa lama, yang pneting mempersembahkan yang terbaik #tjiehhh #duagh
    keep writing author-nim ^^

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s