[FF Freelance] I’m Stupid Girl (Part 2 – END)

i'm stupid girl

 

Title                 : Mianhae Chapter 2

Author             : Raraelf95

Cast                 : Kang Raekyung (OC), Shin Dongho (U-Kiss), Choi Jerin (OC), AJ (U-Kiss)

Other cast        : All member U-kiss

Genre              : Romance, sad, tragedy

Lenght             : Two shots

Rating             : NC-17

Disclaimer       : Kisah dalam Fanfiction ini adalah 100% karangan dari saya yang terinspiransi dari sebuah Film, drama dan sisa nya dari khayalan ku. Di sini, semua main cast maupun support cast  adalah milik orang tuanya, tuhan, dan para fans nya.

Previous part: Part 1

 

 

Author pov

Kesal… marah… dan jengkel itu yang dirasakan oleh dongho, kesal melihat raekyung bersama hyung nya itu. Raekyung yang sadari tatapan tajam dongho langsung mempererat pelukan nya ke AJ.

“Kyungie, kamu kenapa?” AJ merasa kekasih nya itu sedang ketakutan. “Ani... aku hanya tidak mau jauh-jauh dari mu. ”

Aigoo lihat pasangan baru kita… suit suit ” ledek kevin. “Ne… dulu kalian suka sekali berantem… tak ku sangka kalian bisa….” tambah eli sambil terkekeh. “Hya, hyung sudahlah jangan menggoda lagi, liat tuh Raekyung kita jadi memerah seperti ini” ledek hoon.

Semua ledekan ini membuat dongho makin geram saja, ia ingin sekali membawa pergi raekyung. AJ menyadari hal itu, menyadari kekesalan Dongho melihat diri nya dengan Kang Raekyung. Tatapan mata mereka berdua seperti mengeluarkan kilatan di antara mereka tapi tidak ada yang menyadari nya.

Eonni… liat tuh aku di ledek!!!” rengek Raekyung terhadap Jerin yang dari tadi hanya tertawa kecil.  “Hya!!! Oppa, jangan meledek saeng ku lagi… atau kalian akan merasakan ini!!” di tunjukkan nya genggaman tangan jerin.

Ne… ne jerin-ah, kami tidak akan meledek nya lagi… aduh Jerin kita kalau marah sangat mirip dengan namjachingu nya,” ucap kiseop sambil melirik ke arah dongho, “hya!! Dongho, kamu kenapa dari tadi diam saja” dongho yang mendengar pertanyaan dari Kiseop hanya tersenyum tipis.

Oppa aku ke toilet dulu ya” ucap pelan Raekyung dan AJ hanya mengangguk.

“Dongho?” tanya jerin dengan cemas, karena dongho terlihat sangat pucat “Oppa?”

“Hmm?” gumgam Dongho dan ia menoleh ke arah Jerin. “Kamu kenapa diam?” tanya Jerin lagi.  “Chagiya, aku ke dalam dulu ya, mau berbaring sebentar” ucap dongho lemas. “Dongho apa kamu sakit?” tanya Eli. “Hanya sedikit pening kok hyung” sahut Dongho.

Ne… istirahat lah” ucap nya sambil mengelus pipi kekasih nya, Dongho tersenyum dan masuk ke dalam rumah Kevin. AJ yang melihat nya mempunyai firasat buruk, tapi ia menepis ini semua. Raekyung, gadis itu sudah berjanji dengan nya.

>Di dalam<

Raekyung pov

“Huahh segar nya air ini.” ucap ku yang baru saja membasuh muka ku dengan air. Terbesit bayangan dongho oppa yang begitu kesal, wajah yang garang itu pun terlihat lagi. Aku pun mengambil nafas panjang dan keluar dari kamar mandi.

Betapa terkejut nya saat aku keluar dari kamar mandi, ku temukan sosok namja dengan wajah kesal berada di depan ku dan dia menghalangi jalan ku. Lama-kelamaan langkah nya semakin maju dan membuat ku berjalan mundur lalu terpojok di tembok kamar mandi. Aku sangat takut dengan tatapan itu. Ku lihat dongho oppa menutup pintu kamar mandi, betapa kaget nya di tambah tubuh kami yang semakin mendekat.

Oppa… biarkan aku lewat, AJ oppa sudah menunggu ku” gugup ku sambil mendorong sedikit tubuh lelaki itu tapi ia menaruh kedua tangan nya di tembok seakan mengunci tubuh ku.

“Bagaimana bisa?”

“Ba… bagaimana apa nya?” tanya ku sedikit gugup.

“BAGAIMANA BISA KAMU DENGAN AJ HYUNG!!!!!!” ucap nya dengan suara nada yang meninggi, “aku rela tidak bertemu dengan mu dan menemani jerin, tapi kenapa kamu malah bermesra-mesraan sama AJ hyung… apa kau tahu betapa menderita nya tidak bertemu dengan mu… Kang Raekyung!! Kau… kau akan mendapat hukuman sekarang!!!”

Di mulai melumat bibir ku dengan kasar, bibir yang sudah 3 minggu tidak di rasakan oleh ku tapi aku tidak boleh berlarut dalam ciuman panas ini. Dengan sekuat tenaga aku mendorong badan dongho dan ingin menampar nya tapi tangan ku tertahan oleh nya. Ia mencengkram kedua tangan ku dan memojokkan aku lagi ke tembok dan melumatkan bibir ku lagi. Aku memberontak hebat.

 

Clekekk !!

Pintu kamar mandi ada yang membuka nya, dongho oppa pun berhenti menciumiku dan betapa kaget nya seseorang yang membuka pintu itu.

Unnie?” kaget ku. Ya orang yang membuka pintu itu adalah Jerin unnie. Mata nya mulai menitikkan air mata dan membulatkan mata nya, mulut nya juga terbuka. “Ka… ka… kalian, sejak kapan?” tanya dengan nada bergetar.

Eonni ini bisa aku jelaskan” ucap ku yang juga tidak kalah bergetar.

“Sejak kapan kalian melakukan ini!!!” teriak histeris. “Jerin ada apa… omonaaa!!” teriak seseorang, aku menoleh dan yang berteriak tadi adalah kiseop oppa yang menunjuk diriku. Ku tutupi leherku yang ada kissmark yang di berikan dongho oppa kepada ku.

“A… aku bisa menjelaskan nya…” ucap terbata-bata Dongho oppa, “Jerin… aku… jerin tunggu….” di susul nya kekasih nya itu, dan aku… aku hanya bisa menangis sambil terduduk di lantai kamar mandi.

“Kyungie, sudahlah jangan menangis” rujuk soohyun oppa, mereka membawa ku keluar dari kamar mandi dan duduk di kursi meja makan. Semua terus menenangkan ku tapi AJ oppa, lelaki itu hanya diam.

 

Author pov

AJ yang melihat kejadian itu hanya tertunduk diam di ruang tamu, untung pesta nya sudah selesai jadi tidak ada yang melihat kejadian menjijikan ini pikir AJ. Ya mereka tadi datang di mana pesta akan berakhir.

Sementara itu raekyung masih saja menangis, “Sudah kyungie jangan menangis lagi.”  rujuk Eli sambil memeluk gadis mungil ini.

AJ masih mendengar suara gadis itu menangis. Kesal… hati nya sakit. Lelaki itu berjalan ke arah gadis itu berada dan menarik kasar tangan gadis itu keluar dari rumah Kevin. Ia menarik sampai keparkiran mobil. Mendorong Raekyung mendekati mobil dan gadis itu melihat tangan kekasih nya melayang, Raekyung menutup mata nya tapi akhir nya mengenai pintu mobil.

“Aargghhh!!!” kesal AJ. Raekyung masih saja terisak-isak. “Bagai…BAGAIMANA KAU BISA MELAKUKAN ITU KANG RAEKYUNG!!!!!!! KAU SUDAH JANJI PADAKU AGAR TIDAK BERHUBUNGAN LAGI DENGAN NYA” kesal nya.

Oppa maafkan aku… tadi aku..~” isak raekyung.

“AJ cukup!!!!” sebuah suara bersumber dari belakang yang ternyata Soohyun dan Eli. Mereka langsung menghampiri AJ yang sedang menarik tangan.

Bukkk

Sebuah tinjuan di terima AJ dari Eli, eli memang sangat menyayangi raekyung. Bahkan ia sudah menganggap nya sebagai adik.

Hyung apa-apaan ini?” kesal AJ yang tidak terima tinjuan dari hyung nya itu. “Mwo? Kau bilang apa-apaan? Sudah ku bilang jangan pernah menarik tangan raekyung dengan kasar atau berteriak kepada nya. Atau berurusan dengan ku.”

Di tengah pertengkaran mereka ponsel soohyun berdering disana terdapat nama ‘dongho’.

Ne waeyo dongho? Apa? Ke… ke.. kecelakaan? baiklah aku menyusul, kau disana jangan panik dan telepon orang tua nya.”

“Ada apa oppa?” tanya raekyung yang masih dalam keadaan menangis.

“Jerin… jerin mengalami kecelakaan, saat menyebrang ia tidak melihat ada mobil di tikungan” jelas Soohyun dengan nada bergetar. “Eon… eonni kecelakaan?” tanya Raekyung dengan nada bergetar juga.

Ne… eli cepat kamu panaskan mobil nya… Raekyung kamu sama Eli ya?” ucap soohyun dan mendapat anggukan dari nya, “dan kau AJ… kau akan 1 mobil dengan ku.”

Raekyung masuk ke dalam mobil Eli dan selama perjalanan ke rumah sakit diri nya sangat tidak tenang. Ia sangat merasa bersalah dengan eonni nya ini.

>At hospital<

Oppa” ucap raekyung kepada eli. “Waeyo kyungie? Kamu kenapa?” respon Eli dan lelaki ini menangkap wajah cemas di wajah gadis mungil ini. ”Aku… aku tidak mau bertemu dengan dongho oppa.

“Ya sudah kamu di sini saja, nanti kiseop dan hoon akan kesini.” Gadis mungil itu menganggu dan duduk manis di ruang tunggu. Ia mendengar suara langkah kaki berlari, ia menoleh dan terlihat soohyun dan AJ sedang berlari kecil.

“Loh Raekyung kenapa di sini sendiri? Eli mana?” tanya Soohyun yang melihat saeng nya itu hanya tertunduk diam. Gadis itu mendongakkan kepala nya, “Eli oppa ada di ruang UGD.”

“Lalu kamu kenapa tidak ikut?”

“Aku mau di sini saja” jawab pelan nya, lalu melirik ke arah namja yang di sebelah Soohyun oppa tersebut, “baiklah… AJ kajja” ucap nya lagi.

Saat AJ ingin beranjak dari tempat itu, tangan nya di tarik raekyung, sontak AJ kaget. “oppa, temani aku di sini” tapi AJ tidak bergubris, ia masih kesal atas kejadian tadi. Ia menepis tangan gadis itu.

Sebulan telah berlalu dan berarti sebulan yang lalu mereka kehilangan jerin. Ya Choi Jerin sudah tidak ada sekarang, waktu itu dia mengalami pendarahan hebat . Di tambah lagi, sebelum kecelakaan itu terjadi penyakit jerin memang sedang kambuh. Di ketahui bahwa ia mengidap kanker hati, dan telat mendapatkan sebuah cangkokkan.

#Flash back End

 

Raekyung pov

Eonni… kamu pasti sangat jijik sekali dengan ku kan? Aku… aku sangat menyesal eonni… eonni maafkan kan aku’  lirih ku saat berada di pemakaman. Pemakaman? Ya aku sekarang sedang di pemakaman, tempat bersemayam nya eonni ku tersayang.

Aku pun melihat jam arloji yang melingkar di tangan ku yang menunjukkan jam 4, aku memukul kening ku pelan melihat waktu di jam ku.

Segera aku mencari bis dan ke rumah sakit. Ke rumah sakit? Ya ke rumah sakit, aku harus menemani dongho oppa yang sedang tidak sadar kan diri. Karena 3 hari setelah Jerin eonni di kebumikan, ia di katakan menggores nadi di tangan nya dan membuat pendarahan yang cukup banyak. Lalu semenjak kejadian itu, AJ oppa tidak pernah keliatan. Kata soohyun oppa dia pergi ke L.A.

“Oppa … kevin oppa” ucap ku sambil membangunkan lelaki yang berambut merah kecoklatan itu. “Eghh… Raekyung?” lelaki itu terbangun dari tidur nya. “Oppa istirahat dan pulang lah, aku akan menjaga nya.”

“Ah baiklah, aku juga bosan berdiam diri di sini… kyungie kalo ada apa-apa telepon oppa ya?”

Ne oppa… udah sana pulang dan mandi, bau tahu!!” ledek ku dan mata lelaki itu membulat. “Woahh kau? Awas ya kau!!” respon nya sambil mengacak-acak rambutku. “Mianhae oppa aku hanya bercanda.”

“Baiklah aku pulang dulu.”

Sekarang di ruangan ini hanya ada aku dan namja yang dari dulu mengerjai ku dan sempat bersinggah di hati ku selama 4 bulan. Aku membersihkan wajah namja ini, dan mengelapi tangan-tangan nya.

“Tangan jahil” geli ku yang sedang mengelapi tangan jahil nya. Aku merasa kan sebuah pergerakan, dan benar tangan namja ini bergerak perlahan. Dengan cepat aku memanggil dokter dan setelah itu menelpon oppa-oppa ku.

Selang 10 menit setelah aku telepon, terllihat 4 orang namja sedang tergesah gesah dan juga kevin Oppa yang datang kembali. Mungkin ia belum sempat pergi dari sini.

“Kyungie… bagaimana keadaan nya?” tanya eli oppa. “Dongho oppa baik-baik saja, ia sedang di periksa oleh dokter “ lalu sang dokter pun keluar dari ruangan. “Dokter bagaimana keadaan nya?” tanya soohyun oppa.

“Untuk saat ini dia baik-baik saja, tapi di harapkan di beri ketenangan untuk nya” jelas dokter dan semua mengangguk termasuk aku.

“Apa boleh kami melihat nya?” tanya Kiseop oppa. “Ya tentu saja, tapi ingat peringatan ku.”

Satu persatu mereka masuk tapi aku berniat untuk tetap di luar saja. “Kyungie, kau tidak masuk?” ku lihat kiseop oppa melihat ku dengan tatapan cemas. “Aku di sini saja,” jawab ku pelan lalu duduk di kursi yang ada di sana, “kiseop oppa?” panggil ku dan Kiseop oppa duduk di samping ku. “Apa oppa tau keadaan AJ oppa?” tanya ku.

“Dia baik-baik saja kok, “ jawab nya sambil mengelus-elus rambut ku,”oia kyungie, apa boleh aku tanya sesuatu?” lanjut nya. Aku menoleh ke arah nya.

“Sekarang yang ada di hati mu ada dongho atau AJ?”

Sontak aku kaget mendengar pertanyaan nya, “Egh itu… sekarang aku… di hatiku sekarang hanya ada AJ oppa. Ya aku mencintai AJ oppa sekarang” jawab ku mantap.

“Hmm….well, tenanglah. Mungkin AJ sedang menjernihkan pikiran nya, kalo kau mencintai nya tunggu lah namja pabbo itu!!” aku hanya tertawa mendengar ‘namja pabbo’. Aku bisa membayangkan raut muka AJ oppa mendengar hal itu.

“Nah begitu dong tersenyum… aigoo sangat cantik sekali Raekyung kita kalau sedang tertawa” ledek nya. Aku memukul badan oppa ku ini.

“Raekyung-ah… sudah… sudah sakit tau” ringis nya dan aku hanya tertawa melihat Kiseop oppa.

“Ah baiklah baiklah… aku tidak akan menggoda mu lagi. Kamu pulang dulu sana, aku liat kamu capek sekali” ucap nya sambil mengacak-acak rambut ku, aku pun hanya menggangguk.

Sesampai nya di rumah aku langsung menuju kamar dan menghempaskan tubuh ku ke kasur “lelah” 1 kata yang mewakili ku saat ini.

Kudengar suara samar-samar, yang ada di samping ku. Yang ternyata itu berasal dari ponsel ku. Tertera nama ‘soohyun’ di layar ponsel ku.

yeoboseyo? Oppa waeyo? Oppa bicaralah yang jelas….”

Ku kantongi ponsel ku dan berlari menuju ke depan tanpa memperhatikan umma ku yang sedang bertanya dengan ku. Ku naiki taksi dan pergi ke rumah sakit.

‘Dongho dalam keadaan kritis, dan di selalu mengigau menyebut nama mu. Rae, cepat datang’ kata-kata itu selalu teriyak-iyak di pikiran ku. Aku panik dan gelisah di dalam mobil.

Tiba-tiba terlintas di pikiran ku masa-masa yang aku lewati dengan nya, tanpa sadar aku telah menitikan air mata.

“Nona  kita sudah sampai” ucapan sang supir membuat ku terbangun dari lamunan ku. Aku memberikan uang itu dan keluar dari taksi. Dengan sedikit tergesa-gesa, aku berlari ke ruang UGD sambil menitikkan air mata. Di luar ruang UGD tampak 5 orang namja tengah tertunduk lesu. Aku pun mendekati mereka pelan-pelan.

“Raekyung-ah…. ” isak kiseop oppa sambil memelukku. “Oppa bagaimana keadaan nya, bukankah dia tadi sempat siuman tapi kenapa sekarang…?” semua air mata ku tumpah sangat deras.

“Kyungie sudahlah jangan menangis lagi, lebih baik kita berdoa untuk dongho, ” ucap eli oppa yang berusaha menenangkan ku. “ 2 jam berselang siuman nya, tiba-tiba dia sesak nafas nya. Di sela-sela nafas nya terdengar nama mu dan dia berniat minta maaf dan melihat mu. ”

Mendengar itu aku sangat menyesal, menyesal tidak melihat nya tadi dan air mata ku keluar lebih banyak lagi. ‘Oppa ku mohon tetap terjaga!!’ batin ku.

“Apa gadis bernama Kang raekyung sudah datang?” ucap seorang dokter yang baru saja keluar dari ruang UGD.

“Aku… aku Kang raekyung dok!!” ucap ku dengan langsung berjalan ke arah dokter itu. Dokter pun mempersilakan aku masuk, saat masuk ruangan ku lihat seorang namja tengah berbaring lemas dengan terpasang nya selang oksigen di hidung nya serta beberapa selang di tubuh nya. Betapa terkejut nya aku, aku tidak bisa menahan diriku. Air mata yang tadi sempat terhenti tiba-tiba mengalir lagi, aku tersungkur  ke bawah dan seorang suster memapahku sampai di samping  namja tersebut.

“Dekatkan lah telinga mu ke mulut nya” perintah sang suster.

Aku pun mendekatkan telinga ku dan mendengarkan ucapan namja tersebut, tapi hanya suara nafas nya yang tersengak-sengak yang aku dengar. Aku sangat sulit mencerna perkataan nya tapi ada satu kalimat yang sangat terjelas dengan ku.

“Aku… men… cin… tai mu… se… la… mat … ting… tinggal kyungie ku sayang. ” Ku jauh kan telinga ku dan namja itu hanya tersenyum kecil.

Niiiittt

Sebuah suara dari layar, dokter dan suster yang mendengar suara itu langsung bergerak. Sementara aku? Aku hanya mematung dan tidak bisa mengatakan apa-apa.

 

Author pov

Sinar dari sebuah ruangan sangat terang sekali dan membuat seorang yeoja mengucek-ngucek mata nya, dan di samping nya terdapat seorang namja yang tengah menunggu sedari tadi dengan sebuah senyuman yang manis.

Melihat namja tersebut, yeoja tadi ikut tersenyum. Namja itu mengajak yeoja itu keluar dari ruangan itu ke sebuah taman. “Taman yang indah” ucapan sang yeoja yang melihat taman tersebut.

“Benarkah? Kalau begitu tinggal lah bersama ku” ucap namja itu, sang yeoja belum mengucapkan jawaban nya. Tiba-tiba namja yang bersama nya di tarik paksa oleh 2 orang namja berjubah hitam. Lalu mereka bertiga menghilang, begitu juga taman yang indah tadi. Taman itu berubah menjadi suram dan sangat menakutkan.

“Dongho oppa!!!!” teriak nya, ternyata raekyung hanya bermimpi.  “Dimana aku?” tanya nya kepada diri sendiri dan menampakkan sedang kebingungan.

“Dongho oppa, dimana dia?” panik nya. Ia langsung turun dari tempat tidur pasien dan berjalan keluar, aura tidak enak di rasakan yeoja berambut panjang tanggung ini. Dia tidak melihat siapa-siapa di koridor rumah sakit. Raekyung berjalan ke arah ruang UGD dan di sana dia melihat oppa nya sedang berpelukan sambil menangis hebat.

‘Apa yang sebenar nya terjadi, kena… kenapa… kenapa mereka menangis?’ benak raekyung. Lalu dari ruang UGD keluar lah sebuah tempat tidur pasien dan orang yang ada di tempat tidur itu di tutupi selimut.

“Dongho!!!!” histeris kiseop yang melihat tempat tidur itu berlalu di hadapan nya. Betapa shock nya raekyung mendengar nama itu, dia langsung terjatuh lesu dan membuat soohyun serta eli yang melihat nya langsung menghampiri raekyung.

“Raekyung!!” ucap mereka bersamaan.

“Eli oppa… apa… apa yang ada di… di tempat… tempat tidur itu… dongho… dongho oppa?” tanya nya terbata-bata. Tapi kedua namja itu hanya menangis kecil dan makin mempererat pelukan nya. “Oppa jawab aku!!!” kesal raekyung sambil melihat ke arah kedua lelaki itu bergantian.

Ne Raekyung… dia dongho… Shin dongho” jawab Soohyun.

Raekyung yang mendengar itu tidak percaya, dia tidak langsung percaya dengan oppa nya itu.  Dia melepaskan pelukan kedua lelaki itu dan bangkit dari duduk nya. Dia pun menuju ke tempat tidur itu.

“Suster biarkan aku melihat nya” isak gadis itu. “Tapi dia ini namja yang tadi” jawab salah satu suster yang mendorong ranjang itu. “SUSTER BIARKAN AKU MELIHAT NYA!!!!” teriak raekyung.

Soohyun memberi tanda agar di biarkan dia melihat nya.

“Baiklah, tapi hanya sebentar ya… karena kami ingin membawa nya ke rumah duka. ”

Di buka nya kain putih yang menutupi wajah tersebut, betapa terkejut nya raekyung melihat wajah itu. Wajah yang membuat diri nya tertawa dan tersenyum di saat sedih. Wajah yang pernah ada di pikiran nya, sekarang wajah itu begitu pucat sangat pucat. Tapi ada goresan senyuman di sudut bibir nya.

“Bisa-bisa nya kau tersenyum oppa,” kesal nya yang melihat senyuman itu,  “oppa aku tahu kamu sedang menjahili ku, ppali… bangun oppa, kau tahu ini tidak lucu tahu… oppa bangun!!!” ucap raekyung lagi sambil menguncang-guncangkan tubuh yang sudah menjadi jasad ini. Kiseop yang melihat itu langsung menarik raekyung dan memeluk nya.

“Kang raekyung sudah lah” pinta kiseop. “Tapi oppa… dia hanya menjahili ku… dia… dia itu hanya menjahili ku… oppa tau itu kan?” isak nya yang menjadi-jadi. “Ne aku tahu Raekyung… tapi sekarang dia sedang tidak bercanda… dia sudah tidak ada lagi Raekyung… dia sudah menyusul jerin” ucap kiseop yang masih dalam posisi memeluk nya.

Melihat Raekyung yang begitu terpukul, beberapa dari mereka membawa gadis ini jauh dari sini untuk menenangkan gadis ini.

 

>Keesokkan hari<

Raekyung pov

Sekarang tidak ada lagi yang menjahili ku lagi dan tidak ada yang membuat ku tersenyum lagi di saat aku sedih. Shin dongho selamat tinggal… selamat tinggal… dan terima kasih sudah menjadi dalam kehidupan ku. Semoga kau bisa bertemu dengan Jerin eonni. Semua pelayat satu persatu sudah meninggal kan pemakaman, hoon oppa menepuk pundak ku agar aku bisa tabah dengan semua ini.

Oppa titip permintaan  maaf ku untuk jerin eonnioppa saranghae!!!” teriak ku.

Aku pun tidak mau selalu terpuruk dalam kesedihan, aku harus tetap berjuang dalam hidup ini. Akhir nya aku memutus kan untuk hidup kembali dari awal, yaitu dengan menerima tawaran appa waktu itu agar aku belajar di jepang. Mungkin aku bisa menenagkan diri ku disana.

Besok aku akan pergi, aku tidak sanggup melihat wajah ke lima oppa ku itu. Oleh karena itu aku memutuskan untuk tidak memberitaukan mereka.

 

>bandara<

Di bandara aku hanya duduk diam tertunduk sambil memasang earphone di telingaku, aku ke jepang hanya sendiri. Tapi appa sudah menunggu ku di sana. Lalu ada yang melepaskan earphone ku, aku membuka mata ku dan melihat ada beberapa sepasang kaki di depan mata ku. Ku dongkakkan kepala ku dan kutemukan eli oppa sedang memegang earphone ku dan soohyun, hoon, kiseop, kevin oppa berdiri bersebelahan.

“Kau kang raekyung tidak di izinkan keluar dari negara ini!” ucap eli oppa dengan nada sedikit meninggi. “Kau tidak di izin kan karena kamu tidak meminta izin dari kami!” lanjut soohyun.

Aku memandangi mereka satu persatu, lalu tersenyum, “Memang ada undang-undang nya bahwa aku harus meminta izin dari kalian?”

“Tentu ada” ucap mereka dengan kompak dan aku hanya tersenyum  melihat mereka.

“Raekyung kamu jahat tidak memberitahu kami… sebenar nya kamu menganggap kami ini siapa sih?” tanya kevin oppa yang membuat ku menitikkan air mata.

“Tentu saja kalian oppa ku tersayang dan oppa terbaik bagi ku. ”

“Kalau begitu, kenapa kau tidak memberi tahu kami ah?” tanya nya lagi.

“Karena… karena aku tidak kuat meninggalkan kalian… tapi oppa aku akan berkunjung sering-sering kok ke sini kalo ada waktu luang. Maafkan aku ya?” aku bangkit dari tempat duduk ku dan memeluk mereka satu persatu dengan sangat erat.

“Raekyung… kami akan merindukan mu” ucap soohyun oppa. “Jagalah diri mu baik-baik” ucap eli oppa. “Raekyung jangan lupa telepon kami setiba kamu sampai di sana ya?” ucap kiseop oppa. “Raekyung, kalo sempat kami akan menemui mu di jepang nanti” ucap hoon oppa.

“Ahh Raekyung, seperti nya semua perkataan ku sudah di wakili oleh mereka… tapi… Raekyung boleh pinjam telinga mu? ” ucap kevin oppa. “Telingaku?” tanya ku untuk memperjelas, kevin oppa hanya mengangguk. Ku dekat kan telinga ku di mulut namja ini.

‘Raekyung-ah pasti kamu sedang memikirkan AJ hyung yang dari kemarin tidak keliatan bukan? Asal kamu tahu dia juga shock mendengar kematian dongho, dan kamu tahu kalo dia juga menanyai mu loh… kamu masih punya kesempatan’ bisik nya. Aku membulatkan mata ku mendengar bisikkan dari kevin oppa.

Ku mendengar suara panggilan pesawat tujuan ku, aku membungkungkan badan ku lalu tersenyum sambil berlalu.

“Kang raekyung hati-hati!!!!!” teriak mereka dengan sangat kencang.

Aku melambaikan tangan ku untuk terakhir kali nya. Ku lihat lelaki itu tidak terlihat di sini.

Kebodohan ku benar-benar tidak termaafkan. Semoga Jerin eonni mau memaafkan ku dan dongho oppa. Untuk lelaki itu… entahlah aku tidak tahu apa dia masih marah dengan ku apa tidak.

I’m so stupid girl

 

THE END

2 thoughts on “[FF Freelance] I’m Stupid Girl (Part 2 – END)

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s