[FF Freelance] Oppa & I (Chapter 2)

oppa & i

 

Title                       :  Oppa & I

Author                  : @ulfahanum1 (DreamGirl)

Main cast             :

  • Do Kyungsoo
  • Kim Hyang Gi

Support cast       :

  • Kim Joon Myun
  • Kim Jongin
  • Kang Chan Hee
  • Kang Sora

Rating                   : PG-13

Genre                   : Fluff, Family, Friendship, Little Romance

Length                  : Chaptered

COVER BY XIAO ART

Disclaimer           : Fanfic tentang yeodongsaeng tiri yang mencoba membuat Oppanya agar menyayanginya selama dititipkan dirumah Oppanya. Tapi, selama ia di rumah Oppanya permasalahan-permasalahan silih berganti menghampiri hidupnya seperti disekolah barunya dan bla bla bla. Males ngebacot sebenarnya disini, jadi?

Previous part: Part 1

Happy Reading

Author Pov

Dengan badan yang basah Hyanggi berjalan menuju ke Kantor Guru, mencari sosok Kang Songsaenim yang tadi sempat berpesan ‘Jika ada masalah datanglah kepadaku!’ dan sepertinya ini saat yang tepat bagi Hyanggi.

“Kang Songsaenim..” ujar Hyanggi pelan saat sudah berada didepan meja Kang Songsaenim.

“Eoh? Hyanggi-ah? “ Kang Songsaenim bangkit dari duduknya dan memperhatikan Hyanggi dari ujung kepala hingga ujung kaki.

“Ada apa denganmu? Kenapa basah seperti ini? “ tanya Kang Songsaenim dan memegang sekilas rambut Hyanggi yang basah.

“Siapa yang mengerjaimu? Kang Chanhee? “ tebak Kang Songsaenim asal. Hyanggi mengelengkan kepalanya pelan karena ia tidak tahu pasti siapa nama yang mengerjainya.

“Kau tidak tahu namanya? Ikut Songsaenim..” Kang Songsaenim menarik lengan Hyanggi sedikit paksa menuju ruang kelas Hyanggi yang sekarang tampak ricuh karena guru yang mengajarany masih belum masuk.

“Siapa yang melakukan ini kepada Hyanggi? “ tanya Kang Songsaenim didepan kelas sembari menatap kejam seluruh penjuru. Semua murid terdiam dan duduk dikursinya masing-masing.

“Naega..” namja bertubuh tinggi dari semua murid dan sedikit atletis itu mengacungkan tangannya.

“Kang Chanhee! Ikut aku! “ teriak Kang Songsaenim didepan kelas. Kang Chanhee, nama namja yang memang mengerjai Hyanggi itu hanya mendesah pelan dan maju kedepan kelas. Sekila Chanhee melirik Hyanggi dengan tatapan tidak suka membuat Hyanggi hanya menundukkan kepalanya.

Kang Songsaenim menggenggam tangan Hyanggi dan Chanhee menuju kantin sekolah. Sepertinya Kang Songsaenim harus menyelesaikan permasalahan yang cukup serius ini.

“Chanhee-ya, neo baboya? “ Gerutu Kang Songsaenim sembari menjitak kepala Chanhee.

“Appo Noona..” ringis Chanhee dan mengelus bekas jitakan Kang Songsaenim.

“Noona? “ Hyanggi yang sadar saat Chanhee memanggil Kang Songsaenim dengan embel-embel ‘Noona’ pun akhirnya bertanya kepada Kang Songsaenim.

“Hyanggi-ah, dia ini namdongsaeng Songsaenim..” jawab Kang Songsaenim dengan seutas senyuman diawajahnya.

“Namdongsaeng? “ ulang Hyanggi dan menatap Kang Songsaenim dan Chanhee bergantian.

“Ne. Maafkan kelakukannya yang nakal ini..” ujar Kang Songsaenim dan menekan punggung Chanhee agar meminta maaf kepada Hyanggi.

“Aish, apa yang Noona lakukan kepadaku? “ gerutu Chanhee sembari menghindar dari Kang Songsaenim.

“Kau harus meminta maaf atau Noona akan mengirimmu ketempat Appa..” seru Kang Songsaenim dengan tegas. Chanhee menghela nafas panjang, ia paling tidak suka jika Noonanya sudah menyebut-nyebut nama Appanya.

“Arrasso. Anak baru! Maafkan aku! “ cetus Chanhee dan mengulurkan tangan kanannya kearah Hyanggi.

“Ne? “ Hyanggi yang masih tampak tidak mengerti dengan situasi serta hubungan Kang Songsaenim dan Chanhee hanya diam termenung memperhatikan uluran tangan Chanhee.

“Sudahlah..” keluh Chanhee dan memegang tangan Hyanggi dengan erat. Secepat kilat Chanhee menarik badan Hyanggi menjauh dari Noonanya.

“YA! Dasar anak nakal! “ erang Kang Songsaenim dari belakang.

Chanhee tidak memperdulikan teriakan Noonanya, yang terpenting baginya ia bisa lepas dari gerutu dan celoteh kakaknya. Tanpa disadari Chanhee sampai didepan kelas masih memegang tangan Hyanggi.

“Jeogi…” lirih Hyanggi dengan ragu dari belakang.

“Mwol? “ tanya Chanhee dengan ketus.

“Tanganku..” Hyanggi menunjuk-nunjuk tangan yang dipegang Chanhee dengan tangan kirinya.

“Tsk.” Desis Chanhee dan segera melepaskan tangannya dari tangan Hyanggi.

Chanhee berjalan dengan tampang cool dan menawan menuju mejanya. Menatap semua orang dikelasnya dengan tatapan dingin dan mematikan. Tidak ada yang berani melawannya termasuk beberapa orang guru seperti Lee Songsaenim dan Kim Songsaenim.

“Annyeonghaseyo, Kim Hyanggi imnida..” ujar Hyanggi memperkenalkan dirinya pada seorang yeoja berambut lebih dari sebahu dan tatapan dingin.

“….” Yeoja itu hanya mengalihkan pandangannya dari Hyanggi dan menyibukkan dirinya dengan catatannya.

‘Baiklah Kim Hyanggi, kau harus melalui hari yang berat selama 6 bulan ini.’ Batin Hyanggi dan mengeluarkan buku tulis dari dalam tasnya.

oOoOo

Hari yang berat bagi Hyanggipun akhirnya telah berlalu. Hyanggi mengemasi segala perlengkapannya dan memasukkannya kedalam tas. Ruangan kelas yang tadi tampak ramai sekarang sudah sepi, hanya tinggal Hyanggi seorang diruangan kelas.

“Hah..” lenguh Hyanggi pelan dan menyandang tasnya.

Hyanggi mulai melangkahkan kakinya dan tidak lupa kepala yang ia tundukkan kebawah. Ia malu akan bajunya yang lembab dan bau.

Hyanggi menghela nafas panjang, ia baru teringat kalau Oppanya menyuruhnya untuk pulang sendiri dan yang ibanya Hyanggi tidak terlalu hafal jalan untuk pulang.

BRUK!

“Aww! “ pekik Hyanggi keras. Rasa sakit menjalar dikedua sikutnya dan juga kakinya. Hyanggi menggigit ujung bibirnya untukmenahan sakit.

“Jangan macam-macam denganku bodoh! “ Hyanggi mendongakkan kepalanya menatap siapa yang meneriakinya seperti itu.

Deg!

‘Dia lagi..’ batin Hyanggi dan mencoba bangkit dari posisi naasnya tadi.

“…..” Hyanggi hanya diam dan tidak menghiraukan Kang Chanhee yang melakukan itu kepadanya.

Hyanggi terus menggigit ujung bibirnya untuk menahan rasa sakit dikaki dan tangannya. Belum lagi darah yang terus keluar.

“Kenapa harus aku? “ isak Hyanggi disela-sela tangisannya.

oOoOo

Kyungsoo masuk kedalam kediamannya diikuti dengan kedua sahabatnya, Joonmyun dan juga Jongin yang berencana akan menginap dirumah Kyungsoo hari ini.

“Kyungsoo Hyung, sepatu siapa ini? “ tanya Jongin yang memang lebih muda setahun dari Kyungsoo saat melihat beberapa pasang sepatu yeoja didepan pintu rumah Kyungsoo.

“Molla..” jawab Kyungsoo acuh tak acuh dan membuka sepatunya.

“Yeodongsaeng? “ tebak Joonmyun yang membuat Kyungsoo membalikkan badannya dan menatap kedua sahabatnya dengan datar.

“Sebaiknya kalian berdua duduk dan tungu aku membawakan minuman..” cetus Kyungsoo dan berlalu meninggalkan Joonmyun dan Jongin.

“Cih, lihat tingkahnya jika sudah menyangkut dongsaengnya..” bisik Joonmyun kepada Jongin.

“Eoh..” Jongin menganggukan kepalanya sedikit dan duduk disofa ruang tamu Kyungsoo.

‘Dia belum pulang?’ batin Kyungsoo dalam hati karena belum melihat adanya tanda-tanda Hyanggi dirumah.

Author Pov End

Kyungsoo Pov

Ditanganku sudah terdapat nampan yang berisi 2 gelas minuman kesukaan Joonmyun Hyung yang tua 2 tahun dariku dan juga Jongin. Baru saja aku sampai diruang tamu sudah bisa kudengar suara Hyanggi diluar rumahku. Aku mendecakkan lidahku kesal dan meletakkan nampan itu keatas meja dengan sedikit kasar.

“Oppa, aku pu- “ Hyanggi menghentikan ucapannya saat Joonmyun Hyung dan Jongin menatapnya lekat saat ini.

“Annyeonghaseyo..” sapa Hyanggi dan membungkuk sopan.

“Eoh? Nuguya? “ Joonmyun Hyung menatap Hyanggi dalam-dalam, sejurus kemudian senyuman manis tergambar dibibir Joonmyun Hyung.

“Kau pasti yeodongsaeng Kyungsoo, kau sangat mirip dengannya..” celoteh Joonmyun Hyung dan melirikku sekilas.

“Mirip apanya? “ tanyaku merasa tidak setuju disamakan dengan bocah tengil seperti Hyanggi.

“Matamu dan ia sama Kyungsoo..” jawab Joonmyun Hyung dan mendekat kearah Hyanggi yang sudah tertunduk takut melihat tatapan tak sukaku.

“Anak manis..” ucap Joonmyun Hyung dan mengelus kepala Hyanggi. Hyanggi mendongakkan kepalanya menatap Joonmyun Hyung.

“Gomawo Oppa..” sahut Hyanggi dan melemperkan senyuman manisnya yang kuakui memang manis.

“Oh ya, Joonmyun Oppa..” ujar Joonmyun Hyung memperkenalkan dirinya.

“Dan dia Jongin Oppa..” Hyanggi mengangguk mantap mendengar Joonmyun Hyung memperkenalkan dirinya dan juga Jongin.

“Hah..” lenguhku dan menghempaskan badanku disofa tepat disebelah Jongin yang tampaknya tidak terlalu perduli dengan hadirnya Hyanggi, dongsaeng tiriku.

Mataku secara tidak sengaja menangkap memar memar dan luka dikaki serta sikut Hyanggi. Belum lagi bajunya tampak lembab.

‘Apa yang terjadi kepadanya? Jangan katakan kalau ia dibully disekolah barunya..’ batinku dan terus menatap kearah luka dikakinya.

“Hyanggi, ada apa dengan sikut dan lututmu? “ tanyaku kedapa Hyanggi karena penasaran.

“Ne Oppa? “ tanya Hyanggi balik. Joonmyun Hyung dan Jongin sekarang juga mengalihkan pandangan pada lutut Hyanggi yang terdapat luka besar.

“Igo..Igo…” Hyanggi tampak gusar dan mencoba mencari sebuah alasan.

“Kau di bully? “ Jongin yang tadinya diam akhirnya mengeluarkan suara.

“A..a..ani..o Oppa..” elak Hyanggi dengan gugup.

‘Dia pasti dibully…’ cuapku dalam hati dan bergegas mencari kotak P3K. Jika tidak segera diobati, maka lukanya akan terinfeksi.

“Obati dengan ini..” suruhku dan menyerahkan kotak P3K kearahnya. Hyanggi melayangkan senyuman tipis kearahku dan segera pergi menuju kekamarnya. Untuk apa? Tentu saja mandi, mengganti baju dan mengobati lukanya.

“Kyungsoo-ya, dia manis..” kagum Joonmyun Hyung membuatku dengan kesal menatapnya.

“Aku serius, dia manis dan sangat mirip denganmu..” tambah Joonmyun Hyung. Aku menyenggol lengan Jongin, mencoba meminta pertolongan kepadanya untuk mendiamkan dan menjinakkan mulut Joonmyun yang terkenal sangat susah diam.

“Berhentilah mengoceh karena aku lelah mendengarnya! “ tukas Jongin dingin membuat Joonmyun Hyung mengatupkan mulutnya. Aku tersenyum tipis, apa yang kurencanakan berhasil dengan sempurna.

Aku bangkit dari dudukku menuju kedapur, aku harus memasak menyiapkan makanan untuk Joonmyun Hyung, Jongin yang suka makan dan Hyanggi yang masih dalam masa pertumbuhan. Tunggu, kenapa aku memperdulikan Hyanggi? Tsk, menyebalkan.

“Ingin dibantu tidak? “ tawar Joonmyun Hyung. Aku menoleh kebelakang dan mengangguk sekilas. Joonmyun Hyung yang menawarkan dirinya untuk menolongkupun akhirnya mengikuti langkahku kedapur.

Hampir sejam aku sibuk berkutat didapur bersama Joonmyun hingga kuketahui Jongin tampak kewalahan menuju kekamar Hyanggi. Memangnya kenapa dengan Hyanggi?

“Ada apa dengan Jongin? “ cuap Joonmyun Hyung dan ikut berlari menuju kamar Hyanggi.

“Cih, yeoja itu merepotkan sekali..” gerutuku dan melepaskan celemek yang tadi kupakai. Kulenggangkan kakiku dengan santai menuju kekamarnya.

oOoOo

“Gwenchana? “ tanya Jongin yang sudah berada didekat Hyanggi yang sekarang sudah rapi dan tidak lusuh seperti pulang sekolah tadi.

“Ne Oppa..” jawab Hyanggi. Aku hanya bisa berdiri dengan tangan didalam saku celana, memandang Jongin dan juga Joonmyun Hyung yang tampak cemas dengan Hyanggi.

“Kau yakin Hyanggi? Disudut bibirmu ada darah..” tuding Joonmyun Hyung sembari melap darah yang ada disudut bibir Hyanggi.

“Jinjja Oppa? Eottokhe? Kenapa bisa berdarah seperti ini? Padahalkan hanya tersungkur karena pakaian itu..” cuapnya dan memandang kearah pakaian sekolahnya tadi yang berserakan dimana-mana.

“Kyungsoo Hyung, ambilkan kotak P3K tadi..” suruh Jongin. Aku hanya diam dan menghela nafas panjang.

“Ambil sendiri, aku sibuk menyiapkan makanan. “ ketusku dan pergi meninggalkan Jongin dan Joonmyun.

“Hyung! “ teriak Jongin yang keras  tapi tetap saja aku tidak memperdulikan teriakannya.

Kyungsoo Pov End

Hyanggi Pov

Demi apapun diperhatikan oleh orang yang baru kukenal benar-benar terasa janggal, belum lagi perlakuan Joonmyun Oppa yang terkesan mengistimewakanku. Oh Tuhan, kapan Kyungsoo Oppa akan memperlakukanku seperti Joonmyun Oppa?

Aku duduk di meja makan sambil sesekali melirik wajah dan ekspresi Kyungsoo Oppa yang tidak berubah dari tadi. Datar dan menakutkan. Aku menelan ludah dalam-dalam dan lebih memilih menekukkan kepalaku kebawah.

“Cepat makan! “ suruhnya dan meletakkan semangkuk nasi putih didepanku.

“Ne Oppa. Gomawo Oppa..” sahutku dan mulai mengambil sendok yang terletak disebelah kananku.

Senyap, tidak ada yang mengeluarkan saura termasuk Joonmyun Oppa yang menurutku sedikit cerewet. Disela-sela makan, aku selingkan dengan menatap wajah Kyungsoo Oppa yang hanya datar dan juga Jongin Oppa yang sama dengan Kyungsoo Oppa.

“Oh ya, dimana aku dan Jongin akan tidur? “ tanya Joonmyun Oppa kepada Kyungsoo Oppa.

“Diruang tamu..” jawab Kyungsoo Oppa dengan sedikit sunggingan senyuman diwajahnya.

“Ne? Hyung bercanda? “ cuap Jongin Oppa dan menatap Kyungsoo Oppa kesal.

“Anio, aku tidak bercanda..” jawab Kyungsoo Oppa membuatku tertawa geli.

“Aish, shireo! Kau tidur dikamar Hyanggi saja. Aku dan Jongin tidur dikamarmu..” celoteh Joonmyun Oppa.

“Uhuk…uhuk…” entah kenapa tiba-tiba saja aku tersedak mendegar ucapan Joonmyun Oppa.

“Minum ini..” Jongin Oppa menyodorkan gelas miliknya kearahku yang langsung kuterima dengan suka ria.

‘Kyungsoo Oppa pasti akan menolaknya..’ batinku dan mencoba menelan air yang baru saja kuteguk.

“Baiklah..” jawab Kyungsoo Oppa yang membuatku membulatkan mata besarku ini.

‘Apa ini? Ini mimpi bukan?’ ujarku dalam hati dan masih menatap Kyungsoo Oppa tak percaya.

“Haha, itu lebih bagus Hyung..” gelak Jongin Oppa dan menepuk pulan pundak Kyungsoo Oppa yang tampaknya begitu tenang berbeda denganku yang histeris akan keputusan Kyungsoo Oppa.

oOoOo

Seoul, 23.00 KST

Malam sudah datang menjelma dan menyelimuti Seoul. Diluar sangat dingin pastinya dan belum lagi sekarang itu hujan. Suara gemuruh dari petir terus bersarang digendang telingaku. Jujur, aku sangat takut dengan yang namanya petir.

Jongin Oppa dan Joonmyun Oppa yang tampak kelelahan setelah bermain PSpun akhirnya berjalan menuju kamar Kyungsoo Oppa, tempat dimana mereka tidur. Aku masih betah duduk diruang tamu sembari memegang stick PS.

“Kim Hyanggi, sudah malam..” tegur seseorang yang kuyakini adalah Kyungsoo Oppa.

“Ne Oppa..” aku meletakkan stick PS yang kupegang dan berjalan mendekat kearah Kyungsoo Oppa yang masih sibuk membalik sebuah buku.

“Oppa…” lirihku pelan dan menggigit ujung bibirku.

“Hm? “ dehemnya tanpa mengalihkan pandangannya dari buku yang dibacanya.

“Aku tahu Oppa belum mengantuk, tapi tidak bisakah Oppa sekedar menemaniku tidur? Aku takut Oppa..” ujarku walaupun sedikit ragu.

Bruk!

Kyungsoo Oppa menutup bukunya dan menatapku dalam. Semenit sudah ia menatapku dalam. Tiba-tiba saja Kyungsoo Oppa mengulurkan tangannya kearahku. Aku hanya bisa menatap tangan itu dengan senyuman mengembang. Segera kuraih tangan besar milik Kyungsoo Oppa dan menariknya kekamar untuk menemaniku tidur.

“Tidurlah..” serunya dan duduk disofa yang ada dikamarku.

“Oppa, kumohon temani aku tepat disebelahku..” pintaku dengan sedikit wajah memohon.

“Kau menyebalkan..” balas Oppaku dan membaringkan badannya tepat disebelahku.

“Jalja Oppa..” seruku dan memeluk badan Oppaku.

“Hmm..” jawab Oppaku walau hanya dengan deheman kecil.

‘Tuhan, terimakasih atas semua yang kau berikan hari ini..’ batinku dan mulai terlelap tidur.

Hyanggi Pov End

Author Pov

Kyungsoo masih belum bisa tidur walaupun sekarang sudah tengah malam. Dan tahukah kalian apa penyebab Kyungsoo tidak bisa tidur? Penyebabnya hanya satu yakni Hyanggi.

Wajah polos dan tidak bersalah Hyanggi saat tidur terpampang jelas didepan wajah Kyungsoo. Tanpa disadari sebuah senyuman tulus tegambar begitu saja dibibir Kyungsoo.

“Joonmyun Hyung benar..” gumam Kyungsoo pelan. Tangan Kyungsoopun tak  mau diam, tangan Kyungsoo terus mengelus pelan kepala Hyanggi agar semakin tertidur nyenyak.

“Ia manis dan persis sepertiku..” aku Kyungsoo dan mengusap luka dibibir Hyanggi yang sudah ditutupi dengan plester.

Tes!

Setetes air mata jatuh dari pelupuk mata Kyungsoo dan tepat jatuh diwajah lelap Hyanggi. Dengan cepat Kyungsoo melap air matanya.

“Kenapa aku menangis? “ rutuk Kyungsoo dan mengerjap-ngerjapkan matanya berulang kali.

“Jaljayo nae dongsaeng..” gumam Kyungsoo dan mengecup pelan kening Hyanggi yang masih betah memelukya erat.

oOoOo

Seoul, 07.00 KST

Pagi yang cerah datang menghampiri Seoul, begitu juga dengan kediaman Kyungsoo yang tampak tentram dan juga cerah. Hyanggi sudah terjaga dari tidur lelapnya semalam dengan perasaan senang.

“Annyeong Joonmyun Oppa.. “ sapa Hyanggi didepan kamar Kyungsoo.

“Eoh? Hyanggi annyeong..” Joonmyun yang sudah sadarpun akhirnya berjalan mendekati Hyanggi.

“Jongin Oppa masih tidur? Sama seperti Kyungsoo Oppa..” Hyanggi menggeleng-gelengkan kepalanya beberapa kali membuat Joonmyun terkekeh pelan.

“Kajja, Oppa akan mengantarkanmu kesekolah. Kau senang bukan? “ ucap Joonmyun yang sudah memegang kunci mobil Kyungsoo.

“Ne Oppa..” sahut Hyanggi bersemangat.

“Kajja..” Joonmyun merangkul hangat badan kecil Hyanggi menuju garasi mobil Kyungsoo.

Selama diperjalanan, Joonmyun dan Hyanggi sibuk berbincang mengenai diri masing-masing hingga pada akhirnya Hyanggi mencoba mengorek tentang Oppanya dan juga Jongin.

“Oppa, sepertinya Jongin Oppa tidak suka denganku..” cetus Hyanggi dan menatap wajah serius Joonmyun yang sedang menyetir.

“Siapa bilang eoh? Dia memang seperti itu, dingin diluar tapi hangat didalam sama seperti Kyungsoo..” jawab Joonmyun dan tersenyum tipis.

“Buktinya saja kemarin saat bibirmu itu luka, orang yang pertama lari kekamarmu siapa? Jonginkan? “ sambung Joonmyun.

“Dan Kyungsoo sepertinya sangat teramat menyayangimu tapi ia tidak bisa menyalurkan dan memperlihatkannya. Semalam saat Oppa tidak sengaja melewati kamarmu, Kyungsoo meneteskan air mata dan mengecup keningmu pelan..” tambah Joonmyun. Hyanggi terkesima mendengar ucapan Joonmyun terutama mengenai Kyungsoo.

“Mengecup keningku? “ ulang Hyanggi dan memegang keningnya sendiri.

“Hmm, jadi jangan berkecil hati dan bersedih kalau Kyungsoo seperti itu didepanmu..” saran Joonmyun.

“Ne Oppa. Gomawo Joonmyun Oppa..” balas Hyanggi dengan senyuman merekah.

“Tentang Jongin Oppa, ngggg aku akan selalu berusaha dekat dengannya..” sambung Hyanggi dan menyandang tas yang sempat ia lepas.

“Geurae, Fighting uri Hyanggi. Cha, kita sudah sampai disekolahmu..” ujar Joonmyun dan mengelus pelan kepala Hyanggi.

“Sekali lagi terimakasih Oppa.. Annyeong-gi haseyo..” pamit Hyanggi dan membuka seatbelt dan juga pintu mobil.

“Ne. Dan jangan menambah luka disikut dan lututmu lagi hari ini..” canda Joonmyun dengan diiringi tawaan geli Hyanggi.

Hyanggi masih berdiri memandangi mobil milik Kyungsoo hingga menghilang dari pandangannya. Tangan kanan Hyanggi menyentuh luka dibibirnya, matanya melihat luka dikedua lutut dan sikutnya.

“Semoga hari ini tidak seperti kemarin..” lirih Hyanggi pelan dan masuk kedalam kawasan sekolahnya.

Langkah demi langkah Hyanggi lalui, belum ada tanda-tanda bahwa seseorang akan mem-bullynya. Segurat rasa lega bersarang dihati Hyanggi. Saat Hyanggi sudah didepan kelasnya dan akan masuk seseorang tiba-tiba saja menahan lengannya.

“Chan..chanhee-ya…” kaget Hyanggi.

“…….” Chanhee tak menjawab seruan Hyanggi. Ia hanya menatap sinis Hyanggi didepannya. Hyanggi dan Chanhee saling bertatapan. Hyanggi merasa ada sesuatu yang buruk akan menimpanya sebentar lagi.

Author Pov End

-TBC-

Note : Akhirnya bisa nge-post Chapter 2 walaupun sedikit susah ngelanjutinnya. Btw maaf kalau typo berserakan dimana-mana. Next chapter? Soon. Gomawo karena udah baca *bow*. Jangan lupa RCL!

Advertisements

4 thoughts on “[FF Freelance] Oppa & I (Chapter 2)

  1. makin serruuuu aj nie ff.
    kasian am hyanggi yg slallu d ganggu am chanhee.
    wahh wahhh spertinya kungsoo udh bsa nrima khadiran hyanggi nihh..!!senangnya 🙂
    trus ad sih joonmyun yg baik hati .. 😉
    tambah pnsaran am klnjutannya.
    next partnya jgn lma” y thor ^_^

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s