The One I Love -Part 9

theoneilove

Tittle               : The One I Love part 9

Main Cast      : Lee Donghae, Cho Kyuhyun, Kim Yoona

Support Cast : Sungmin,  Seohyun, Eunhyuk, Bora

Genre             :School day, Romance, Happy

Part Sebelumnya:  Part 1  Part 2  Part 3  Part 4   Part 5  Part 6 Part 7 Part 8

Donghae keluar dari minimarket yang terletak di persimpangan jalan tak jauh dari apartemennya. Ia melihat sekitarnya, sepi dan hanya ada beberapa pejalan kaki yang melewati jalan tersebut. Ia menghela nafas berat, perasaannya saat ini sedang tidak enak. Ia malas pulang ke apartemen, walaupun ada Eunhyuk yang menemaninya. Donghae pun memilih duduk didepan toko tersebut, yang disana ada beberapa meja bundar dan kursi plastik. Ia membuka plastik dan mengambil bir yang baru ia beli. Bukan kebiasaan baginya minum bir, karena ia memang tidak menyukai alkohol. Tapi untuk saat ini ia ingin meminumnya. Seperti yang ada didalam drama-drama korea, laki-laki lemah akan meminum bir saat dirinya tidak bisa memikirkan apa yang harus dilakukan saat beban pikirannya membuatnya stres dan patah hati.

Donghae meminum cairan bir tersebut sedikit, pahit dan membuat tenggorokannya sakit. Ia berkali-kali menjulurkan lidah, mencoba mengurangi rasa tidak enak di lidahnya. Tanpa peduli dirinya sendiri, Donghae terus meminum bir.

Flashback

Merasa bosan menunggu partner latihannya tidak kunjung datang, Yoona memilih untuk bermain piano. Tugas latihan soal-soal sudah ia kerjakan begitu pula milik Kyuhyun dan sekarang ia punya waktu luang. Kyuhyun mengajaknya latihan terakhir sebelum mereka berkosentrasi pada ujian akhir. Yoona memainkan nada “Over The Rainbow”, lagu pertama yang ia ingat saat Yesung mengajarkannya.

Kreeek..

“ehem..!”

Yoona menghentikan permainan pianonya dan menatap pintu. Ia kira Kyuhyun tapi Lee Songsaenim lah yang datang. Yoona berdiri dan memberi salam hormat.

“masih latihan juga?”

“ne..”

“Kyuhyun?”

“dia belum datang, Lee Songsaenim kesini .. ada perlu apa?”

Sejenak Donghae tersadar apa yang harusnya ia lakukan di ruang music ini. Ia memberikan sekaleng orange jus kepada Yoona. Dengan kikuk Yoona menerimanya, sebenarnya saat ini hatinya sedang tidak tenang mengingat bahwa dirinya sudah mendengar pengakuan telarang dari guru musiknya.

“Kyuhyun belum memberitahuku sampai dimana kalian latihan. Apakah sudah pas, masih kurang atau perlu diganti lagi? Tapi melihat kalian berlatih setiap hari kurasa Kyuhyun bisa mengandalkanmu di Winter Concert nanti.”

“semoga saja saem~.. kemarin kami berhasil melakukan harmonisasi dan sepertinya Kyuhyun menyukainya. Saem harus mendengarnya.”

(*Saem=songsaenim=guru)

Donghae menggeleng. “aku sudah janji pada Kyuhyun untuk mendengar live performance.”

Yoona meminum orang jusnya. “terima kasih saem~ minumannya.”

“sama-sama.”

“Kim Yoona…”

“eh?”

“…kau, maksudku… sebentar lagi akan ada ujian akhir tidak lama kemudian akan ada tes masuk universitas di Seoul. Aku bisa membantumu untuk mencarikan guru, ada beberapa kenalanku yang bisa membantu masuk universitas unggulan dan lulus dengan hasil memuaskan.”

“aahhh, begitukah?”

“sebagai guru, aku tidak bohong.”

“sebenarnya… aku, Seohyun, Sungmin dan Kyuhyun sudah membuat kelompok belajar. Dan Sungmin juga berjanji untuk mendapatkan guru privat, kurasa itu sudah cukup Saem~ mengingat Sungmin juga punya jaringan informasi yang terpecaya.”

“sayang sekali.”

Yoona tersenyum, ia cukup senang karena guru kesukaannya ini peduli pada dirinya.

“terima kasih saem~ sudah mau membantu dan sebenarnya ada yang ingin aku bicarakan kepada guru, mungkin ini sedikit tidak sopan tapi ….”

“katakana saja, kau tahu kau bukan orang yang tahan menyimpan permasalahan terlalu lama.”

Yoona meringis, mengetahui gurunya ini tahu banyak tentang dirinya, entah mengapa ia sedikit tidak nyaman.

“begini Saem~… sebenarnya aku tidak terlalu suka sikap Saem yang terlalu baik padaku, mungkin hanya perasaanku saja tapi mendengar komentar teman-teman aku sadar bahwa mereka tidak suka saat Saem memberikan perhatian hanya kepadaku. Aku juga tidak berani memikirkan alasan apapun, mengapa Saem berbuat seperti itu.”

“kau tidak suka?”

“heh?” Yoona kaget mendengar teguran dari Donghae, apakah gurunya marah??? “aniyo…”

“… dulu aku tidak pernah menganggap hal ini secara serius, tapi setelah mendengar teguran beberapa teman sekolah. Aku rasa memang ada yang tidak seharusnya terjadi, jadi Saem~… aku tidak menyalahkan hanya saja aku tidak bisa menerima kebaikan guru lagi.”

“bagaimana kalau tidak usah pedulikan kata teman-temanmu?” ujar Donghae sambil menatap Yoona tajam. Dipandangi seperti itu membuat Yoona tidak nyaman, rasanya ia ingin menghindari tatapan tersebut dan segera pergi dari ruang music ini.

Mengapa ia harus terjebak dalam situasi ini? Yoona berharap saat ini juga Kyuhyun segera datang dan membantunya keluar dari keadaan ini.

“aku berbuat baik karena memang ingin, jadi jika…”

“songsaenim…” tanpa Yoona tahu ia telah memotong perkataan Donghae dan membuat laki-laki tersebut kaget.

“maaf…”

“Saem!”

Donghae tersenyum, lalu mendekati Yoona dan menekan tuts piano pelan. “maaf, sebagai guru aku tidak sadar sudah membuat muridnya tidak nyaman.”

“maaf juga Saem~, aku tidak bermaksud membuat kondisi canggung seperti ini.”

Donghae menggeleng, ia tidak suka Yoona mengatakan hal itu lagi.

“selama ini aku senang karena guru sudah baik dan mau membantuku. Selama ini guru selalu membantuku menyelesaikan masalah, tidak hanya di sekolah dan aku sangat berterim akasih. Jika saja bukan seorang guru mungkin aku akan mengangkat salah satu kakak lagi menggantikan Yesung oppa. Lee Songsaenim terlalu baik dan aku hanya bisa menganggap kebaikan ini sebagai bantuan dari seorang guru.”

Tanpa sadar senyum Donghae tergantikan dengan kekecewaan, hatinya mungkin terlalu peka sehingga perkataan Yoona barusan seperti menyindir  perasaannya sendiri. Bagaimana pun juga ia ingin mengatakan perasaan cintanya kepada Yoona, tapi mendengar pernyataan ini membuatnya kembali berpikir. Mungkin hanya waktu yang bisa mengungkapkannya, karena dirinya pun tidak bisa memastikan bahwa ia akan mengatakan kepada Yoona tentang perasaan cintanya.

“kalau begitu, selamat berlatih dan sukses untuk ujiannya. Lakukan semuanya dengan sungguh-sungguh.”

“ne~” Yoona mengangguk

Donghae berjalan meninggalkan ruang music. Dalam hati Donghae mengerti bahwa rencananya tidak akan terlaksana. Perasaannya mungkin tidak bisa tersampaikan sampai kapanpun.

Lee Songsaenim… jeongmal mianhaeyo….

End of flashback

Kata orang minuman beralkohol bisa menyelesaikan masalah. Itulah teori yang beredar di masyarakat, walaupun itu teori sesuatu, ujar Donghae pada diri sendiri, ia menertawakan kisah cintanya yang sepihak.

=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=

Donghae membuka pintu dan …

“Kyu..hyun..?”

“annyeong haseyo songsaenim,” Kyuhyun buru-buru membungkuk.

Merasa dirinya ketahuan tengah menguping, Kyuhyun hanya bisa senyum-senyum sendiri. Donghae yang tidak tahu harus bicara apa, hanya bisa diam. Kyuhyun memberikan jalan untuk gurunya, Donghae pun berjalan meninggalkan ruangan.

Kyuhyun menghela nafas. Tidak terjadi apapun padanya artinya gurunya tidak akan menghukumnya karena sudah menguping bukan? Ia benar-benar lega.

Tapi.. masih ada satu masalah lagi.

Kim Yoona.

=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=

Kyuhyun masuk. Yoona meliriknya sekilas tanpa peduli wajah Kyuhyun yang seperti merasa bersalah. Merasa dirinya tidak dipedulikan, Kyuhyun merasa tak enak hati. Ia kemudian memilih untuk duduk disamping Yoona yang sedang memainkan tuts-tuts piano dengan asal-asalan.

“maaf..” ujar Kyuhyun pelan. Yoona tidak menjawab ataupun berkomentar.

“kau tahu cara bicarmu tadi seperti menolak pernyataan cinta. Kau bukan sedang menolak Lee Songsaenim bukan?”

“kau gila?” tanya Yoona balik.

Kyuhyun cemberut.

“Lee Songsaenim itu guruku, aku menghormatinya sebagai seorang guru. Jaga bicaramu!”

“arraseo. Mianhae..”

“jadi kita latihan sekarang?” tanya Yoona.

“bagaimana kalau pacaran denganku?” tanya Kyuhyun setenagh bercanda dan setengah serius.

“oke!”

“mwo??!! Jinjja?!”

Kyuhyun malah kaget dengan jawaban Yoona, terlalu terang-terangan. Apakah itu jawaban jujur? Kyuhyun masih gelagapan, otaknya beku tidak bisa memikirkan apapun lagi.

“aku akan pacaran denganmu di mimpi!”

Wajah Kyuhyun langsung muram seketika. Ia jadi malas mau berlatih.

“aku pergi,” ujar Kyuhyun. Yoona melotot.

“waeyo?! Aku sudah menunggu lama disini, sekarang kau datang dan bilang mau pergi lagi!”

“aku sedang tidak mood!”

“mulai lagi penyakitnya…” kata Yoona lirih.

Kyuhyun melirik tajam Yoona. “YA!”

“aku sakit hati karena ucapanmu, bodoh,” kata Kyuhyun.

“ucapan yang mana?” Yoona berpikir sebentar dan saat menemukan kata-katanya yang mungkin agak menyakitkan buat Kyuhyun.

“oohh… mianhae..”

“kau tidak berniat minta maaf bukan?”

“aku benar-benar minta maaf.”

Kyuhyun membuang mukanya, tidak peduli pada Yoona.

Yoona menghela nafas, ia mengambil kertas dari patiturnya. Dan melambaikan tepat di wajah Kyuhyun. “masih tidak marah?” tanya Yoona.

Kyuhyun menatap kertas yang melambai didepan wajahnya. Sesaat ia tidak berminat tapi saat melihat ada sebagian lirik yang ia kenal dan dari judulnya…

Way Back Into Love

“kau…”

Yoona mengangguk. “bagaimana? Kau senang? Puas?”

“gomawo!!” spontan Kyuhyun memeluk Yoona sebentar. Dan itu membuat jantung Yoona yang tadi baik-baik saja menjadi kurang baik. Detak jantungnya berdegup lebih cepat dan ia bisa merasakan wajahnya sendiri mulai menghangat.

“Kyu.. aku ke belakang sebentar. Kau…”

“aku akan menunggu. Kita latihan setelah kau selesai.” Kyuhyun tersenyum bahgaia pada Yoona dan membuat gadis itu tambah tidak karuan detak jantungnya.

=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=

Pertunjukkan tinggal tiga hari lagi, baik Kyuhyun dan Yoona sibuk latihan. Sungmin dan Seohyun membantu mereka berdua mengejar ketinggalan pelajaran saat les berlangsung. Kadang Yoona tidak merasa buruk karena sudah memilih jalan seperti ini. Mana bisa semuanya berubah seperti sekarang, berbagai kejadian yang telah berlalu membuatnya memahami apa arti hidup itu. Kyuhyun, laki-laki yang sebelumnya tidak pernah membuatnya nyaman dan ingin sekali menjadikannya musuh sampai kelulusan. Kini yang terjadi malah kebalikan, ia bekerjasama dengan laki-laki itu. Kyuhyun membantunya mengerjakan pekerjaan sekolah sedangkan Yoona merasa beruntung bisa diajarkan teknik bernyanyi dengan gratis. Walaupun kadang Yesung tidak terlalu suka cara mengajar Kyuhyun.

Tanpa disadari Yoona, perasaan dan cara pandangnya ke Kyuhyun berubah. Ia tidak akan menganggapnya cinta sebelum dirinya merasa yakin. Seohyun yang selalu ada sebagai sahabatnya dan Sungmin yang kadang tak bisa menjaga mulutnya, membuat dirinya tahu bahwa Kyuhyun menyukai dirinya.

“Jangan melihatku dengan tatapan seperti itu. Aku tahu kalau aku tampan,” kata Kyuhyun. Ia menoleh Yoona yang duduk di sampingnya, lalu tersenyum.

“Apa yang kau bicarakan! Kerjakan tugasmu!”

Yoona memukul kepala Kyuhyun. Seperti biasa Kyuhyun sedang menyalin tugas ke buku Yoona.

“Apa benar tidak apa-apa? Aku merasa gugup harus bernyanyi denganmu.”

“Kau ingin mengubah  lagu lagi?”

Yoona menatap Kyuhyun dengan wajah meminta.

“Jangan berpikir untuk mengubah. Latihan saja. Aku yakin kita bisa.”

“Aku tidak yakin Kyu.”

Kyuhyun bangkit dari bangkunya dan berjalan menuju piano di ruangan tersebut. Ia menekan tuts-tuts berurutan. “Kau akan bernyanyi dengan baik dan memukau.”

“Aku berusaha membayangkannya.”

“Keluargamu akan datang, Yesung sangat ingin melihatmu tampil di panggung dan dia sudah menunggu kesempatan seperti ini sejak lama. Kau lupa bagaimana kakakmu mengancamku jika kau membatalkan pertunjukkan ini?”

Yoona mengangguk. “Yesung oppa lebih tua darimu. Mengapa kau tidak memanggilnya Hyung? Kau bersikap arogan lagi.”

“Aku merasa nyaman memanggilnya seperti itu.”

Yoona menatap Kyuhyun kembali dan ia kini tidak bisa lagi marah kepada laki-laki ini seperti dulu. Padahal ia tidak suka kepada orang yang tidak memanggil Yesung secara formal. Lalu sekarang, apakah setelah kedekatan dan kebersamaan Kyuhyun semuanya telah membuat hatinya terbuka, apakah ia akan baik-baik saja menyimpan perasaan seperti ini terhadap Kyuhyun? Apakah ini benar-benar yang dinamakan gejala jatuh cinta?

“Woi…woi! Kim Yoona…!” Kyuhyun melambaikan tangannya tepat didepan wajah Yoona.

“Huh?”

Kyuhyun tersenyum lalu tertawa.

“Wae?”

Kyuhyun tertawa dan tanpa Yoona tahu, laki-laki itu mencubit kedua pipinya dan memainkannya. Yoona hanya diam dan tanpa melawan, ia tersenyum melihat Kyuhyun tertawa.

“Hajima…”

“Mau bernyanyi denganku?” tanya Kyuhyun.

Yoona diam lalu mengambil bukunya. “Kau baru menulis setengah?”

“Akan kuselesaikan nanti. Oke?”

“Oke.”

“Aaa…Aaa,” Kyuhyun mengetes suaranya terlebih dahulu. Ia memberikan botol minuman ke Yoona sebagai simulasi mic nantinya. “1..2…3..” Jari Kyuhyun menekan tape dan intro lagu pun terdengar.

[Yoona] beolsseo myeochiljjae jeonhwado eomneun neo

eolma humyeon naui saengil iran geol aneunji

nunchido eobsi siganeun jakkuman heulleogago

 

Yoona menoleh menatap Kyuhyun, mereka telah memutuskan untuk mengganti lagu duet. Inilah lagu yang dipilih Yoona setelah berpikir panjang. Tentu saja Kyuhyun menerimanya dengan senang hati, ia masih ingat bagaimana bahagianya Kyuhyun saat mengetahui lagu yang dipilihnya.

“Jinja? Kau mau aku menyanyikan lagu ini bersamamu?”

Yoona mengangguk. “Ottae?”

“Daebak! Kita akan menyanyikan lagu ini. Kita akan membuat chemestry yang lebih bagus daripada penyanyi aslinya. Aku yakin kita bisa Yong!”

“Yong?”

“Ups. Mian.” Kyuhyun memegang mulutnya.

“Harusnya sejak dulu kau bersikap seperti ini. Aku pasti tidak akan menghabiskan energi untuk membencimu Kyu?”

“Oh… Kyu?”

Yoona tersenyum. Kyuhyun tersenyum dan terakhir keduanya tertawa menyadari bahwa kini mereka sudah bisa bersapa dengan nama panggilan masing-masing.

nan miumboda geokjeongseureon mame

mujakjeong chajagan neoui golmok eogwieseo

saenggakji motan useumyeo bangineun neoreul bwasseo

 

[Kyuhyun]sasireun mallya na manhi gominhaesseo

nege amugeotdo haejul su eomneungeol

aju manhi mojarado gajin geot eobseodo

ireon narado bada jullae.

 

=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=

Winter concert Day

Kyuhyun memperhatikan tampilan setengah badannya dari cermin. Ia memberikan kode kepada penata rias bahwa ia sudah puas dengan dandanannya. Ia melirik kearah Yoona yang masih belum selesai, lalu berpindah kearah rambut Yoona yang tergerai. Seorang penata rias tengah merapikan rambut perempuan itu.

“Kyu….” ujar Yoona kepada Kyuhyun dengan suara pelan. Dan laki-laki ini tahu bahwa patnernya kini sedang merasakan grogi.

“Gwencana. Midoyo…”

Yoona menoleh kearah Kyuhyun lalu tersenyum sekilas. “Yeppo?” tanyanya.

“Huh?”

“Nan? Aku cantik bukan? Aku menyadari tatapanmu daritadi Kyu.”

“Oh… ya kau cantik sampai aku berdoa semoga kau tidak berdandan saat di sekolah.”

Kyuhyun berakting seolah ia beru bertemu dengan penampakan setelah melihat Yoona dari atas sampai bawah. Yoona meringis ingin memukul kepala Kyuhyun tetapi saat waktu datang. Mereka berdua kaget saat mendengar suara MC yang mulai membuka Winter Concert kali ini.

Giliran penampilan Kyuhyun dan Yoona, suara tepuk tangan terdengar meriah dan sorakan tak kalah ramainya apalagi saat kedua siswa ini naik keatas panggung. Keduanya memberikan salam dan penghormatan. Yoona merasa lega saat melihat keluarganya datang dan Seohyun yang berteriak menyemangatinya.

“Let’s Not …..” ujar Kyuhyun. Yoona mengangguk dan mulai memainkan tust-tuts piano. Intro lagu mulai terdengar dan suara tepukan kembali terdengar setelahnya. Lalu sepi.

Ee soongani majimagirago

Geutorok saranghan geudaegaeh

Neon dolliryeo haedo woolmyeo maedallyeodo

Geunyang shirhdamyeo heyeojimeul marhan naya

 

Nan hangsang kanghan cheokman hajiman

Pyeongsaeng neo hana jikil jashin

Eobseo ddeonan bigeophan namjaya

 

Dashin na gateun saram saranghaji malgo

Dashin geuriweohal saram mandeulji malgo

Neoman barabogo neo anim an dwaeseo

Harudo mot beotil mankeum

Saranghaejooneun saram manna jebal

 

Neon apa nal jabeuryeo hajiman,

Pyeongsaeng nae gyeoten haengbokhaejil

Jashin eobneun bigeophan yeojaya

 

Neoman barabogo neo anim an dwaeseo

Saranghaejooneun saram manna

 

Eonjenga woori heyeojimeul hoohwehandaedo

Ibyeol bakkeneun nan haejoolge eobseo

Jinan shiganeul semyeo apa woolji malgo

Jinan babo gateun sarang geuriweo malgo

 

Neoman barabogo neo anim an dwaeseo

Saranghae jooneun saram manna

Jebal haengbokhagireul

Doo beon dashineun majoochiji… malja

–          Let’s Not – Super Junior

 

Yoona beranjak dari duduknya dan berjalan mendekati Kyuhyun.

“Lagu kedua, akan kami nyanyikan berdua. Selamat menikmati.”

“All for you,” ujar Kyuhyun kemudian.

Penerangan di panggung tiba-tiba mati dan tak lama kemudian dari belakang terlihat slide demi slide tentang berbagai foto. Kebanyakan foto yang diambil saat berada di sekolah, festival sekolah dan darmawisata yang mana seperti mengingat kembali kenangan selama sekolah.

Intro mulai. Penerangn lampu mulai hidup kembali dan menampilkan Yoona yang udah berganti pakaian. Dress pink pendek membuatnya penonton langsung tepuk tangan dan beberapa meneriakan nama “Kim Yoona!” dengan lantang.

[Yoona] All for you ~

Beolsseo myeochiljjae jeonhwado eomneun neo

Eolma humyeon naui saengil iran geol aneunji

Nunchido eobsi siganeun jakkuman heulleogago

Nan miumboda geokjeongseureon mame

Mujakjeong chajagan neoui golmok eogwieseo

Saenggakji motan useumyeo bangineun neoreul bwasseo

 

[Kyuhyun] Sasireun mallya na manhi gominhaesseo

Nege amugeotdo haejul su eomneungeol

Aju manhi mojarado gajin geot eobseodo

Ireon narado bada jullae

 

[Yong-Kyu] Neoreul wihaeseo neomaneul wihaeseo

Nan sesang modeun geol da angyeo jujineun motajiman

Nan neoegeman ije yaksokhalge

Ojik neoreul wihan naega doelge

Is only for you just wanna be for you

Neon geureoke jigeum moseup geudaero nae gyeote isseumyeon dwae

Nan dasi taeeonado yeongwonhi neoman barabolge

………………

 

            Yoona menerima buket bunga dari Yesung, dirinya sempat tidak percaya kakaknya akan maju kedepan dan memberikannya bunga mawar merah yang sungguh cantik.

“Kau sudah bekerja keras Yong,” Yesung menyerahkan buket bunganya,

Setelah menerima bunga itu, Yoona terlihat mencari seseorang. Seseorang itu Kyuhyun. Yoona membawa bunga itu dan ingin memberikannya kepada Kyuhyun, sayangnya laki-laki itu sudah pergi ke balik panggung. Yoona pun mengikuti kembali ke ruang tunggu.

“Kyu! Kyuhyun!” panggil Yoona.

“Selamat Yong. Kau berhasil menyanyikan lagu pilihanmu dengan baik.”

“Terima kasih sudah mau berduet denganku Kyu.”

Kyuhyun langsung menunjukkan raut muka tidak senang menyadari bahwa buket bunga dari Yesung ada di tangan Yoona, perempuan itu bertepuk tangan padanya tetapi Kyuhyun tetap menunjukkan raut muka tidak senang. Yoona yang melihat keirian laki-laki dihadapannya hanya tertawa.

“Nih, aku ingin memberikannya kepadamu tetapi kau malah keburu pergi,” Yoona menyerahkan buket bunga dari Yesung kearah Kyuhyun. Tetapi laki-laki itu tidak segera mengambilnya.

“Kim Yoona….” sebuah suara membuat keduanya terkejut terutama Yoona.

“Lee Sonsaengnim. Kau pasti akan mendapatkan satu buket lagi,” ujar Kyuhyun dan tebakannya benar. Guru musik mereka yang tak lain adalah Lee Donghae berjalan kearah mereka dan di tangannya terdapat buket bunga matahari.

“Bagaimana bisa Lee sonsaengnim tahu kalau aku suka bunga matahari?”

Kyuhyun melirik ke gadis yang ia sukai. “Baguslah. Kau bisa menyimpan bunganya di kamarmu,” candanya. Tetapi ada rasa cemburu dalam tatapannya.

Yoona melirik tajam.

“Aku permisi dulu kalau begitu,” sebelum Kyuhyun pergi, Yoona lebih dulu menarik ujung jasnya dan membuatnya berhenti. Kyuhyun menoleh.

“Le..pas..”

“No.”

“Wae?” tanya Kyuhyun dengan suara pelan.

“Temani aku disini. Oke?”

Tiiit….titititttttt….

Kyuhyun menunjuk saku jasnya dan ia mengeluarkan ponselnya. “Aku terima telepon dulu Yong…” ujar Kyuhyun senang. Yoona masih belum mau melepaskan ujung jas Kyuhyun.

“Yoona?”

Kyuhyun tersenyum dan tanpa ia sadari ia mengusap puncak kepala Yoona lalu pergi meninggalkan perempuan itu bersama dengan Donghae. Sebenarnya ia ingin tetap disamping Yoona tetapi ia tidak bisa tahan jika harus mendengar ucapan gurunya kepada perempuan yang ia sukai. Mungkin saja tanpa sadar ia sudah memukul muka gurunya saking cemburunya. Ya Tuhan… apa yang terjadi sengan dirinya? Setiap memikirkan Yoona ia pasti akan seperti ini. Bagaimana bisa dirinya pergi ke Harvard? Apakah semuanya akan baik-baik saja?

“Kyu… kau bisa ikut Ibu sekarang? Pertunjukkanmu sudah selsai bukan?” tanya Ibunya. Kyuhyun masih tidak percaya, ia melihat ke layar ponselnya.

“Eomma…. Ibu menonton pertunjukkanku?”

“Tentu saja. Kau memang anak Ibu yang paling pintar dan romantis. Kau tidak pernah memberitahu Ibu jika Yoona berduet denganmu menyanyikan lagu semanis tadi.”

“Kejutan…. Lalu.. kita mau kemana?”

“Eomma tunggu di mobil. Kita tidak akan terlambat jika kau segera kesini.”

“Arraseo eomma.”

Kyuhyun menutup ponselnya. Ia berlari ke ruang tunggu, mengambil tasnya dan saat ia keluar tepat berpapasan dengan Yoona, Seohyun dan Sungmin.

“Kau mau kemana?” Yoona bertanya.

“Aku ada urusan mendadak. Sungmin kau siapkan acara makan malamnya.”

Kyuhyun pergi begitu saja, Yoona masih bingung. Sungmin mengejar langkah Kyuhyun.

“Katakan padaku, kau akan kemana?” tanya Sungmin.

Kyuhyun memegang pundak sahabatnya. “Aku akan pergi bersama Ibuku. Ini hari besarku jadi jangan coba-coba mengulur waktu Sungmin. Aku akan mengatakan semuanya kepadamu setelah selesai.”

Kyuhyun pergi meninggalkan Sungmin.

“Kau akan ke Harvard?”

Langkah Kyuhyun terhenti.

“Kau tidak akan ikut kelulusan di sini. Kau tahu itu kan Kyu?”

Kyuhyun tidak menoleh. Ia tersenyum sekilas. “Hem… aku tahu.”

=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=

To be continue

6 thoughts on “The One I Love -Part 9

  1. akhirnya ni ff muncul jga untung gk sampe jamuran nunggu ni ff*plak* 🙂
    makin pnsran ni am klnjutannya ..
    next partnya jgn lama” y thor 😉

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s