You’re My Destiny [Chap1]

youre my destiny

Tittle: You’re My Destiny
Genre : Sad, Romance, School Life, Family
Type : Chaptered
Author : Park Mi-Rin (yongyongri)
Poster and Vid Teaser : Mi-nji Art

Rating : PG -15
Main Cast : Park Jiyeon “Jiyeon T-ara” , Lee Chanhee “Chunji Teen Top” , Lee Donghae “Super Junior”, Kwon Yuri “Yuri Girls Generation”
Support Cast : Lee Ha Yi “Lee Hi”, Bae Suzy “Suzy Miss A”, Kim MyungSoo “L Infinite”, Son Naeun “Naeun A-Pink”
Backsong : A- Pink – NoNoNo, Jessica SNSD – One Person

Prev : Teaser

Oia, yang mau lihat vid teasernya langsung aja ya here >>>

beri komentar juga buat teasernya 😀 kamsa :*

prukkk…..

“mianhae~”ucap seorang gadis manis menyipitkan matanya melihat kepada seseorang di depannya.

orang tersebut hanya diam dan memungut tumpukan buku yang berserakan yang jatuh dilantai. Gadis itu terlihat heran dan tiba-tiba merasa kagum melihat lelaki itu malah memunguti buku-bukunya.

“jika ada yang bertanya apa kau percaya cinta pada pendangan pertama? Aku orang pertama akan mengangkat tanganku untuk menjawabnya dengan kata IYA!”ucap gadis itu dalam hatinya memandangi lelaki di hadapannya yang masih saja sibuk memunguti bukunya.

“hati-hatilah ketika berjalan..”kata lelaki menyerahkan buku gadis tersebut.

“omo! Aku rasa aku tak bisa berdiri lagi sekarang. Tatapannya, senyumnya begitu membuat hatiku berdebar-debar”gumam gadis itu dalam hati memegangi dadanya.

“oh, kalau jalan lihatlah kedepan. Jangan melihat kelantai. Bukan hanya kau yang berjalan di jalan ini. Kau mengerti?”

“yakhh! Chunji-ssi! Pallii!!”terdengar teriakan seseorang dari sudut lapangan.

“mwo??”ucap gadis itu terkejut dengan ucapan lelaki tersebut dan rasa kekagumannya pun berubah menjadi rasa kesal. “ahh. Dia pikir dia siapa mengataiku seperti tadi?”omelnya malah kembali menghambur bukunya ke lantai.

“nona jiyeon, nyonya menunggumu di ruang kepala sekolah sekarang”panggil seseorang yang berseragam hitam dengan wajah agak seram.

“ibuku datang? Baguslah”ucap jiyeon pergi begitu saja tanpa menghiraukan buku-bukunya yang berhambur dilantai. “okh”ucapnya berhenti melangkah. “paman yang baik bisa memungutkan itu untukku?”tanya jiyeon.

“ne, agasshi”

“gumawo”ucap jiyeon lalu pergi.

“cih!!”pekik chunji saat melihat jiyeon. “apa masih ada yang punya kehidupan seperti tuan putri dijaman seperti ini?”keluhnya membuang wajahnya saat berpapasan kembali dengan jiyeon.

“tuan putri? Apa dia membicarakanku?”ucap jiyeon meyipitkan matanya melirik ke arah chunji. “what ever”ucap jiyeon lagi mengibaskan rambutnya dan kembali berjalan ke ruang kepala sekolah.

Kehidupan tuan putri? Memang tak jauh dari seorang jiyeon yang besar di tangan ibunya ‘yuri’ yang punya segalanya. rumah mewah? Mobil? Pakaian? Atau segalanya semuanya ia miliki. Di besarkan oleh seorang independent women yang tak lain seorang desainer terkenal membuat jiyeon memiliki segalanya. Ia tak lebih dari seorang putri yang setiap harinya di kelilingi oleh para pelayan bahkan bodyguard setiap harinya.

Ini sudah ke-3 kalinya sejak di seoul jiyeon terus saja merengek meminta pindah sekolah jika telah bosan dengan sekolah yang ia tempati sejak pindah ke seoul. kali ini jiyeon memilih sekolah yang tak berjarak jauh dari taman favoritenya yaitu tempat ia saat kecil menuntut ilmu karna ia menganggap ketika ia bosan bisa kesana setelah pulang sekolah dan kabur dari para bodyguard-bodyguardnya yang selalu mengikutinya kemana pun seperti hantu.

Sedangkan seorang lee chunji adalah anak seorang pemilik toko kue terkenal di daerah gangnam ‘fishy cake’. Terkenal selain rasa yang enak tetapi tentu saja karna ayahnya begitu populer karna ketampanannya dikalangan anak belia hingga dewasa bahkan walaupun sekarang ia tak lagi muda, Lee donghae itu pemiliknya.

“apa kali ini kue ini adalah pernak-pernik berkilaunya cinta?”tanya chunji sambil tertawa pada ayahnya yang tengah sibuk menghias kue dihadapannya.

“ahh, bagaimana kau bisa menebaknya?”tanya ayahnya.

“itu bukanlah hal sulit. bukankah kita sehati dan sepikiran ayah? Oia. Apa ini..”ucap chunji hendak mengambil satu kue dari sana.

“andwae!”ucap donghae memukul tangan anaknya. “cuci tanganmu!”perintah donghae.

“ahh, baiklah ayahku”

***

“apa ini merk Gucci? Ahh tas ini edisi terakhir. Omo omo… Bukankah ini juga jam edisi majalah bulan ini? ahh kau memilikinya? Kalian tau ini hanya ada 10 di dunia dan kau memilikinya”ucap salah satu teman sebangku jiyeon.

Jiyeon hanya diam walaupun ia sedikit risih di kerumuni oleh begitu banyak teman-temannya.

“siapa namamu?”tanya jiyeon pada teman sebangkunya tersebut.

“ye?suzy imnida”

“suzy?”

“hm”ucap suzy mengangguk.

“apa pekerjaan ayahmu? Direktur? Manajer? Atau..”

“ayahku? Aku tak memiliki siapapun didunia ini”

“ye?”ucap jiyeon terkejut. “mian”ucap jiyeon lalu meminta maaf.

“gwenchana~”

“boleh aku tau? Darimana kau tau ini barang mahal? Kau juga suka..”

“ahh.. Aku sangat menyukainya. Joah joah joah neomu neomu neomu joah”potong suzy.

“lalu? Apa pekerjaanmu?”

“huh.. Sejak ayahku tidak ada aku bekerja di kafe setelah pulang sekolah”

“berikan aku nomor ponselmu”ucap jiyeon memberi ponselnya pada suzy.

“huahhhhh…”ucap orang-orang yang mengelilinginya saat jiyeon mengeluarkan handphonenya.

“yakh!!”teriak suzy karna temannya begitu berisik.

“hm, kau mau bekerja di tempat ibuku?”

“ibumu?”

“hm, yuri fashion. Kau mau?”

“mwo??? Yuri fashion? Itu milik ibumu?”teriak suzy terkejut kagum begitupun teman-temannya.

“waeyo?”tanya jiyeon mengedip-ngedipkan matanya heran melihat ekspresi temannya yang memandanginya seperti melihat setan.

“minggir minggir”ucap seseorang lelaki yang berusaha menyerobot ke kursi jiyeon.

“kau lagi!”ucap mereka bersamaan.

“minggir, ini tempat dudukku!”

“chunji~a, aku saja yang pergi. Kau duduklah disini”ucap suzy mengambil tasnya dan pindah ke bangku depan.

“suzy-ssi!”panggil jiyeon.

Semua berhamburan menuju tempat duduknya masing-masing saat park songsaenim sudah memasuki kelas. Dan jiyeon terjebak harus duduk disebelah chunji.

“ahh, aku pasti mimpi buruk!!”keluuh chunji mengeluarkan beberapa buku dari tasnya.

“akulah yang seharusnya berkata seperti itu!”balas jiyeon melirik tajam ke arah chunji.

Bel pergantian pelajaran mulai terdengar, chunji keluar dari kelas untuk membantu songsaenim membawakan buku tugas keruang guru karna tugasnya sebagai ketua kelas. Saat kembali kekelas ia berdiri di depan kelas dan menyuruh teman-temannya untuk bergegas mengganti pakaian olahraga dan menuju lapangan.

Jiyeon yang saat itu baru masuk sekolah tak tau menau tentang pelajaran ini. Suzy menyuruh jiyeon untuk segera berganti dengannya tapi jiyeon hanya diam karna dia tak memiliki  baju olahraga.

“kau tak punya baju olahraga? Otte? Gurunya sangat galak jiyeon~a bagaimana kalau dia menghukummu”ucap suzy panik.

“jinjja? Kurasa aku akan mendapatkan keringanan, bukankah aku anak baru?”

“kau tak mengenal Kangin Songsaenim, dia begitu mengerikan! Dia takkan menerima alasan apapun!”

“begitukah? Tapi… bagaimana jika aku berpura-pura sakit?”

“aigoo, aku sudah pernah mencoba hal itu tapi akibatnya aku gagal dan hukumanku bertambah berat”

Chunji yang mendengar percakapan suzy dan jiyeon hanya menengok sejenak kearah jiyeon yang terlihat benar-benar tak takut dengan apa yang dikatakan suzy.

“osso palli! Kangin songsaenim sudah dilapangan sekarang”teriak chunji yang bahkan belum mengganti bajunya.

Semua murid berhamburan keluar menyisahkan suzy jiyeon dan chunji.

“jiyeon~a haruskah aku bolos bersamamu?”ucap suzy yang enggan meninggalkan jiyeon.

“yakh! Michisso?”ucap jiyeon mengomeli suzy.

“ahh, lalu ottoke?”

“pergilah. Aku akan baik-baik saja”ucap jiyeon.

“gwenchana?” Tanya suzy.

“hm” ucap jiyeon mengeluarkan ponselnya dan memasang handsfree pada telinganya.

Chunji menghela nafas panjang melihat  tingkah jiyeon. Ia pun berbalik berjalan menuju bangku jiyeon dan meletakkan pakaian olahraganya beserta sepatunya di atas meja. Jiyeon yang melihat hal itu melepaskan handsfreenya dan tak hentinya menatap chunji yang berada dihadapannya dengan seribu pertanyaan.

“jika Tuan putri sepertimu dihukum itu akan sangat memalukan!”ucap chunji lalu pergi keluar dari kelas.

“yakh!!! Siapa bilang aku mau memakai bajumu!! Itu pasti tidak bersih iuhhhh”ucap jiyeon mencium baju chunji namun ternyata berbeda dari perkiraannya, karna baju chunji amatlah harum dan bersih.

Chunji berbalik. “tak usah gengsi! Kau belum tau hukuman apa yang akan menimpahmu makanya kau terlihat berani! Kangin Songsaenim bukanlah orang yang punya belas kasihan!! Pakailah!”ucap chunji.

“tak akan!”omel jiyeon. “ambil ini!!!”teriak jiyeon.

Namun kata-kata jiyeon tak di gubris oleh chunji yang tak memperdulikannya seakan tau sifat asli jiyeon. Jiyeon berjalan keluar dari kelas dan tak mendapati chunji di lorong sekolah lagi.

Usai mengganti bajunya jiyeon berlari menuju lapangan, dalam perjalanan ia berhenti sejenak. ia tak hentinya menciumi aroma baju chunji. Chunji yang melihat tingkah jiyeon dari atas atap sekolah hanya tersenyum.

“benar-benar mempunyai gengsi besar”keluh chunji.

Ia kembali tersenyum sebelum berjalan menemui kangin Songsaenim.

“Saem, maafkan aku terlambat”ucap jiyeon membungkuk di depan kangin Songsaenim.

“omo! Jiyeon~a” panggil suzy yang sibuk bermain bola.

Jiyeon tersenyum kearah suzy.

“apa yang terjadi pada ketua kelas? Kenapa dia tak ikut olah raga”Tanya suzy pada jiyeon. “lalu? Dari mana kau mendapatkan baju itu?”

Tapi jiyeon hanya diam tersenyum tak menjawab pertanyaan suzy.

***

Saat istirahat sekolah di hari kedua jiyeon ditemani suzy dan para rombongan kelas menuju kantin sekolah. Jiyeon merasa risih dengan teman-temannya yang selalu mengikuti.

“kalian? Apa mau jadi penguntit ku?”tanya jiyeon. “kalau mengerumuniku seperti itu aku juga bisa muak dan merasa tidak nyaman.”keluh jiyeon. “kalau kalian tertarik karna barang-barang yang kupakai”ucap jiyeon membuka jamnya. “ini..”ucapnya memberikan pada salah yang berkerumun disana.

Dan pada akhirnya jiyeonlah membuat kerusuhan antara teman-temannya yang berebut untuk mendapatkan jam tersebut.

“ahh jinjja!!”ucap jiyeon kesal. “yakhhhh!!!”teriaknya lagi tapi tak di hiraukan sama sekali.

Jiyeon berusaha supaya tak ada yang terluka. Namun nihil ia tak di hiraukan sama sekali. Ditempat tak jauh dari itu seorang gadis yang terlihat tak suka dengan yang dilakukan jiyeon bersembunyi di balik sebuah tiang sekolah.

“satuu..dua..tigaa”ucap seorang gadis yang siap melempar kue ke arah jiyeon.

“plaaaakk….”

~otte?otte? bagaimana episode perdana ini? Ku tunggu komentarnya~

10 thoughts on “You’re My Destiny [Chap1]

  1. akhirnya part 1 nya muncul jga ..
    aq suka am critanya
    pnsran nih am yg mw ngelempar jiyeon am kue i2 sp yaa ???
    makin pnsran am nextnya.
    part 1 nya kpendekan thor,,part 2 nya d pnjangin ya thor.
    d tunggu next partnya 😉

  2. suka critanya..si tuan putri jiyeon haha trs siapa tu yeoja yg ngelempar kue yah? nekat bgt apa ad hub sm jiyeon hadeh..lanjutkan thor dtnggu chap slanjutnya~

  3. Bagus ceritanya :D. Untunglah jiyeon walupun kaya tapi nggak sombong hanya gengsi aja dia kk. Itu knp teman2 sekolahnya pd lebay gitu sih?ngikutin jiyeon terus,kaya nggak ada kerjaan -_- Trus siapa tuh yg mau lemparin kue ke jiyeon?sprtnya kisah jiyeon disekolah baru rame nih. Dan chunji baik bgt mau minjamin bajunya, ciee ciee :D. Ditunggu lanjutannya

  4. Annyeong! New reader nih.. Penasaran siapa yg lempar kue’a. Aku suka Chunji-Jiyeon. Tapi kalo ada Myungsoo, lbih srek Myungyeon.*abaikan.
    Next part d tunggu.><.

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s