[FF Freelance] Oppa & I (Chapter 3)

oppa

 

 

Title                 :  Oppa & I

Author             : @ulfahanum1 (DreamGirl)

Main cast         :

  • Do Kyungsoo
  • Kim Hyang Gi

Support cast    :

  • Kim Joon Myun
  • Kim Jongin
  • Kang Chan Hee
  • Kang Sora
  • Krystal Jung

Rating             : PG-13

Genre              : Fluff, Family, Friendship, Little Romance

Length             : Chaptered

COVER BY XIAO ART

Disclaimer       : Fanfic tentang yeodongsaeng tiri yang mencoba membuat Oppanya agar menyayanginya selama dititipkan dirumah Oppanya. Tapi, selama ia di rumah Oppanya permasalahan-permasalahan silih berganti menghampiri hidupnya seperti disekolah barunya dan bla bla bla. Males ngebacot sebenarnya disini, jadi?

Happy Reading

Author Pov

“Chan..chanhee-ya…” kaget Hyanggi.

“…….” Chanhee tak menjawab seruan Hyanggi. Ia hanya menatap sinis Hyanggi didepannya. Hyanggi dan Chanhee saling bertatapan. Hyanggi merasa ada sesuatu yang buruk akan menimpanya sebentar lagi.

“Nanti sepulang sekolah temui aku di Aula Sekolah. Jangan sampai terlambat..” ucap Chanhee membuat Hyanggi melongos kaget.

“Wae? “ tanya Hyanggi sedikit ketakutan.

“Jangan banyak bertanya dan datang saja.” Jawab Chanhee dingin. Chanhee melepas genggamannya ditangan Hyanggi kemudian ia mendorong badan Hyanggi kesamping dengan kasar karena ia ingin masuk kedalam kelas.

“Akh..” ringis Hyanggi karena secara tidak sengaja lengannya bersenggolan dengan pintu cukup keras.

“Mereka memperlakukanku layaknya binatang Oppa..” lirih Hyanggi pelan.

Dengan hati yang pedih dan juga kecewa ia berjalan menuju kearah bangkunya. Ditatapnya kosong kearah laci mejanya yang penuh dengan tumpukan sampah. Ingin rasanya ia menangis saat itu dan berteriak kepada semua orang.

Tangan kecil Hyanggi perlahan mulai menyampingkan sampah-sampah yang bertebaran dilaci mejanya. Air mata yang menggenang dipelupuk matanya akhirnya jatuh begitu saja membuat semua orang menatapnya saat ini.

“Apa salahku? “ isak Hyanggi dengan nada sangat pelan.

Hyanggi terus sibuk mengemasi sampah-sampah didalam lacinya sekitar 5 menit, setelah siap Hyanggipun berjalan kearah luar kelasnya untuk membuang semua sampah itu ketempat sampah.

Bruk!

“Hahahahaahaha..” suara tawa teman-teman sekelas Hyanggipun akhirnya terdengar menggelegar didalam ruangan berisikan 20 orang murid itu.

“Appo..” rintih Hyanggi dan bangkit dari posisi naasnya. Hyanggi melirik sekilas lututnya yang berdarah, Hyanggi menatap kesosok yang mendorongnya tadi.

“Apa salahku? “ tanya Hyanggi sembari menahan tangisnya agar tidak lepas.

“Chanhee-ya, bagaimana? “ ucap namja itu kepada Chanhee yang duduk dibangkunya. Chanhee mengacungkan kedua jempolnya keudara membuat namja yang mendorong Hyanggi tadi tersenyum puas.

“Otteyo Hyanggi-ah? Kau ingin merasakan yang lebih sakit dari ini? “ tawar Jeongmin –namja yang mendorong Hyanggi- tadi.

“Cukup! Kim Jeongmin, ikut aku! “ ujar Kang Sora didepan pintu kelas Hyanggi yang entah kapan sudah masuk kekelas Hyanggi.

“Song..saenim..” ujar Jeongmin terbata-bata sekaligus kaget.

“Ikut aku! “ teriak Sora sekali lagi.

“Kalian! “ bentak Sora dan menatap semua muridnya dengan wajah yang memerah.

“Chanhee, bawa Hyanggi ke UKS.” Suruh Sora dan menunjuk Chanhee yang tadinya duduk dengan tenang.

“Kenapa harus aku? Ia punya kaki dan bisa ke UKS sendiri..” tolak Chanhee membuat amarah Sora semakin meningkat.

“Karena kau biang dibelakang ini semua..” sahut Sora. Mata Sora memperlihatkan kilauan tajam membuat semua muridnya bergidik ngeri.

“Shiero! “ teriak Chanhee dan bangkit dari duduknya. Berjalan kearah Sora dan menghelakan nafas kesal tepat didepan Sora.

“Kau…” tukas Sora sembari menahan lengan Chanhee yang akan keluar kelas.

“Bawa ia atau aku akan melakukan perbuatan yang tak kau duga Kang Chanhee.. “ ancam Sora. Chanhee mengalihkan pandangannya kepada Sora, ia tahu persis apa yang akan terjadi selanjutnya kepada ia jika ia terus menolak untuk membawa Hyanggi ke UKS.

“Songsaenim, aku bisa pergi ke UKS sendiri..” ucap Hyanggi membuat Chanhee tersenyum menang kearah Sora.

“Dengar sendirikan? “ cetus Chanhee dan menghempaskan tangan Sora yang sempat menahan lajunya dengan kasar.

“Ikut aku Chanhee..” Sora menyuruh Jeongmin duduk. Sora malah menarik Chanhee –dongsaeng Sora- keluar kelas.

oOoOo

Sora membawa Chanhee keujung lorong kelas Chanhee, tepat didepan gudang sekolah. Chanhee terus meringis kepada Sora agar Sora melepas cengkramannya ditangan Chanhee.

“Noona! “ teriak Chanhee sedikit keras.

“Kau dongsaeng yang tidak berguna, kau selalu saja membuat masalah..” teriak Sora penuh amarah.

“Kau menyebalkan dan selalu membuatku harus bertekuk lutut meminta maaf kepada orang yang kau jahili..” sambung Sora dengan mata yang memerah.

“Buanglah kebiasaan burukmu itu! Berhentilah merepotkanku Kang Chanhee! “ tambah Sora sembari mencengkram pundak Chanhee kuat.

“Kau menyebalkan Chanhee..” Tak terasa Sora menangis, kakinya melemah membuatnya semakin turun dan bertekuk lutut didepan Chanhee.

“Jika aku menyebalkan, buanglah aku Noona.. untuk apa kau merawatku? “ balas Chanhee pelan. Sora mendongakkan kepalanya dan menatap Chanhee tak percaya.

“Apa yang baru saja kau bilang? “ tanya Sora kaget.

“Kau bilang aku menyebalkan dan membuatmu harus bertekuk lutut meminta maaf kepada orang yang kujahili, kalau begitu buanglah aku..” ulang Chanhee dengan yakin.

PLAK!

Sebuah tamparan keras mendarat dipipi Chanhee. Chanhee hanya diam dan menatap Sora dengan dalam. Chanhee ingin menangis, tapi ia  dengan kuat menahannya.

“Kau memang menyebalkan tapi tidak pernah sebesitpun ide dikepalaku untuk membuangmu Kang Chanhee. Aku hanya memintamu untuk berhenti menjahili orang, apa itu susah? “ ujar Sora.

“….” Chanhee menepis tangan Sora dipundakknya dengan perlahan. Chanhee berjalan meninggalkan sosok Sora yang tampak sedih dengan tingkah laku namdongsaengnya itu.

Dari kejauhan, Hyanggi yang baru saja mengobati luka dilututnyapun melihat kejadian dimana Sora menampar Chanhee tadi. Hyanggi kembali bersembunyi kedalam UKS dan berpura-pura mengobati lututnya karena tadi ia melihat Chanhee yang sudah berjalan meninggalkan Sora. Hyanggi duduk diatas tempat tidur yang ada di UKS sembari memberi obat merah kelututnya, padahal tadi ia sudah memberikannya.

CKLEK!

Hyanggi terlonjak kaget karena pintu UKS terbuka begitu saja dan belum lagi sosok Chanhee beridi diambang pintu sana. Hyanggi terus menyibukkan dirinya dan tidak melirik kearah Chanhee sekalipun.

“…..” Chanhee merebut obat merah yang ada ditangan Hyanggi.

“…..” Hyanggi menatap dalam Chanhee, Hyanggi merasakan ada yang salah dengan Chanhee kali ini. Hati Chanhee seperti sedang sedih saat ini dan Hyanggi bisa membacanya lewat mata Chanhee.

“Kau baik-baik saja kan Chanhee? “ tanya Hyanggi sedikit ragu.

“Jangan menanyai diriku, uruslah dirimu dahulu. Jeogi, luka dibibir ini bukan aku yang menyebabkannya kan? “ tanya Chanhee dan menatap dalam luka dibibir Hyanggi. Bahkan Chanhee semakin memperdekat wajahnya dengan wajah Hyanggi agar bisa melihat luka dibibir Hyanggi yang memang disengajai Hyanggi tidak memberikan plester, hanya obat merah.

“Ne, ini akibat ulahku sendiri..” jawab Hyanggi dan tersenyum simpul kearah Chanhee.

“Syukurlah, “ tukas Chanhee dan menutup luka dilutut Hyanggi dengan kapas kemudian plester.

“Goma- “

“Tidak usah berterimakasih, temui saja aku di Aula sekolah nanti..” Chanhee menggendong badan Hyanggi dan menurunkannya kebawah.

“N..ne..” lenguh Hyanggi malu karena digendong Chanhee tadi.

‘Kau memang aneh Chanhee..’ batin Hyanggi dan menatap punggung Chanhee yang sudah berjalan lebih dahulu darinya.

oOoOo

Hyanggi memasukkan kotak pensil serta beberapa buah bukunya kedalam tasnya. Ya, sekarang sudah waktunya bagi Hyanggi pulang karena jam pelajaran sudah berakhir. Hyanggi menyandang tasnya dan berjalan keluar kelas.

Hyanggi terus berjalan hingga ia melewati Aula sekolah. Sejenak Hyanggi menghentikan langkahnya sembari menatap Aula sekolah dengan ragu. Haruskah ia masuk atau haruskah ia pulang demi menghindari Chanhee?

“Aku akan masuk..” dengan yakin Hyanggi masuk kedalam Aula Sekolah.

Deg!

“Mwo..mwoya? “ ujar Hyanggi gugup karena didepannya sudah ada beberapa orang namja atau lebih tepatnya teman sekelasnya yang menyambutnya dengan senyuman sinis.

“YA! Lepaskan aku! “ berontak Hyanggi saat dua orang teman sekelasnya itu menyeretnya paksa keujung ruangan yang jauh dari pintu masuk.

“Lepaskan aku! “ berontak Hyanggi lagi dengan wajah memohon.

“Dimana Chanhee? Dimana ia? Rencana apa lagi yang akan ia perbuat kepadaku? “ teriak Hyanggi ketakutan.

Buk..buk..buk..buk..buk

Hyanggi membulatkan matanya, 3 orang namja yang diantaranya ada Chanhee tengah memegang bola basket perorangnya. Mereka mendribble bola basket itu kelantai menghasilkan suara aneh berirama dan serentak.

“Chanhee-ya…” lirih Hyanggi dengan wajah memohon.

“Appo! “ ringis Hyanggi saat Chanhee melempar bola basket itu dan mengenai tulang kering kakinya. Ia tak bisa menghindar ataupun meloncat karena kedua tangannya dipegang oleh namja yang menyeretnya tadi.

“Sialan kau Kim Hyanggi! “ amarah Chanhee dan merebut bola basket yang ditangan temanya kemudian melemparkannya kearah Hyanggi dengan sekuat tenaga.

“Appo..” ringis Hyanggi lagi karena tulang keringnya kembali terkena bola basket lemparan Chanhee.

“Lepaskan ia! “ Chanhee dan kawan-kawannyapun menghentikan aktivitas menyiksa Hyanggi karena mendengar suara teriakan seseorang.

Bruk!

Badan Hyanggi terjatuh kelantai, kakinya melemas karena kedua tulang kering kaki Hyanggi terkena lemparan bola Chanhee.

“Apa yang kalian lakukan kepada dongsaengku? Kalian ingin aku melaporkan hal ini kepada Kepala Sekolah? “ ancam Joonmyun, sosok yang datang tiba-tiba dan membantu Hyanggi.

“…..” Chanhee dan kawan-kawannya itu hanya lari pontang-panting meninggalkan Joonmyun dan juga Hyanggi di Aula.

“Hyanggi-ya..” Joonmyun berlari kearah Hyanggi yang sudah meringis kesakitan dan juga terbaring lemas dilantai.

Flashback

Joonmyun hari ini tidak ada jadwal kuliah sama seperti Jongin. Jadi dia bermalas-malasan dirumah Kyungsoo sembari bermain PS bersama Jongin. Untuk hari ini Joonmyun dan Jongin kembali berencana untuk menginap dirumah Kyungsoo.

Joonmyun yang bosan dirumahpun akhirnya mengajak Jongin untuk menjemput Hyanggi kesekolah, dan betapa senangnya hatinya ketika Jongin menerima tawaran Joonmyun untuk menjemput Hyanggi.

Saat sudah berada didepan gerbang sekolah Hyanggi, Joonmyun dan juga Jongin tampak begitu lelah menunggu sosok Hyanggi yang belum muncul-muncul padahal sudah hampir 20 menit lamanya Joonmyun dan Jongin menunggu.

Joonmyun turun dari mobil milik Jongin dan berjalan kearah depan gerbang. Hatinya begitu resah dan tidak nyaman, pada akhirnya Joonmyun memutuskan untuk mencari keberadaan Hyanggi. Begitu juga dengan Jongin. Joonmyun dan Jongin berpisah dan mencari keberadaan Hyanggi ditempat tertentu.

Joonmyun berdiri tepat didepan Aula Sekolah Hyanggi yang pintunya terbuka dan menyisakan bolongan yang bisa melihat apa yang terjadi didalamnya dan betapa terkejutanya Joonmyun saat melihat sosok yang dicarinya tengah disiksa oleh beberapa orang namja.

Flashback End

“Gomawo Oppa..” lirih Hyanggi pelan. Hyanggi merasa berterimakasih kepada Joonmyun yang datang tepat pada waktunya, jika saja Joonmyun tidak datang mungkin Hyanggi akan lumpuh karena siksaan Chanhee dikakinya.

“Kakiku sakit Oppa..” isak Hyanggi dan meremas kuat lengan baju Joonmyun yang panjang itu. Joonmyun mengangkat badan kecil Hyanggi dan segera membawanya keluar Aula.

“Hyung..” baru saja Joonmyun keluar dari aula sekolah Hyanggi, Jongin sudah menyambutnya dengan wajah kaget melihat badan lemas Hyanggi digendongan Joonmyun.

“Apa yang terjadi Hyung? Hyanggi-ah, gwenchana? “ tanya Jongin kalang kabut.

“Jangan bertanya sekarang, kita harus membawa Hyanggi kerumah sakit..” sahut Joonmyun. Hyanggi masih terus merintih menahan sakit yang menjalar dikakinya sembari meremas kuat kerah baju Joonmyun.

“Anio op..pa. Bawa aku ke..rumah..” suruh Hyanggi yang menggigit ujung bibirnya.

“Wae? “ tanya Jongin bingung.

“Aku takut Kyungsoo Oppa akan marah kepadaku..” lirih Hyanggi membuat Joonmyun dan Jongin segera membawa Hyanggi kemobil, merebahkan badan Hyanggi dibangku belekang kemudian membawanya kerumah.

Author Pov End

oOoOo

Kyungsoo Pov

Aku membuka pintu rumahku. Aku sedikit heran mendapati rumah senyap seperti tidak ada penghuni dan memang benar tidak ada penghuninya. Jongin dan Joonmyun Hyung yang tadi dirumah kutinggalkan berangkat Kuliahpun tidak tampak batang hidungnya. Dimana mereka?

Kututup pintu rumahku dengan pelan. Sepatu converseku yang berdominankan bewarna coklatpun kulepas.

BAM!

“Mwoya? “ ucapku kaget. Aku menoleh kebelakang dan kudapati sosok Jongin dan juga Joonmyun Hyung tengah menggendong Hyanggi.

“Hyung, pikyeo..” Jongin mendorong badanku kesamping dan hal itu sukses membuatku terjatuh kebelakang.

“Jongin-ah, ambilkan handuk kecil dan juga es batu..” suruh Joonmyun Hyung dengan suara keras dari dalam kamar Hyanggi.

Handuk kecil? Es batu? Memangnya apa yang terjadi? Kenapa aku tidak tahu? Siapa yang sakit? Hyanggi? Dengan sigap aku berlari menuju kamar Hyanggi, senyuman polos dan manisnya tak ada dibibirnya yang ada hanya ringisan kecil.

“Hyung, apa yang terjadi? Kenapa dengannya? “ tanyaku penasaran. Joonmyun Hyung tak menjawab ia hanya sibuk membuka sepatu Hyanggi.

“Hyanggi-ah..” lirihku dan menatapnya lekat. Kenapa dengan dongsaengku ini? Apa yang salah dengannya?

“Oppa… Appoyo…” isak Hyanggi dan menggenggam erat sudut bantalnya.

“Odi Hyanggi-ah? Dimana yang sakit? “ tanyaku dan bertekuk lutut tepat disebelahnya.

“Kakiku Oppa..” Aku langsung menatap kearah kaki Hyanggi. Apa ini? Kedua kakinya lebam dan biru seperti habis disiksa.

“Igo Hyung…” Jongin menyerahkan handuk kecil dan juga panci kecil berisi es.

“Pikyeo..” Joonmyun Hyung tiba-tiba saja mendorong badanku menjauh dari Hyanggi.

“Appo! “ tangisan Hyanggi semakin pecah saat permukaan handuk kecil yang berisi es batu itu menyentuh kulit kakinya.

Jongin menarik tanganku keluar dari kamar Hyanggi. Kenapa dengan mereka berdua? Kenapa mereka berusaha menjauhkanku dari Hyanggi? Aku ini Oppanya tapi kenapa Joonmyun Hyung dan Jongin bertindak seperti ini kepadaku seolah-olah ia tak suka jika aku berada didekat Hyanggi.

“Duduklah dulu Hyung, aku tahu kau pasti bingung..” ujar Jongin kepadaku dan mendorong badanku kesofa.

“Sebenarnya apa yang terjadi dengannya? “ tanyaku kepadanya.

“Tadi disekolah ia tersenggol motor..” jawab Jongin kepadaku.

“Motor? Kenapa bisa? “ tanyaku bertubi-tubi.

“Nan molla Hyung…” lenguh Jongin pelan. Kutatap wajahnya dalam-dalam, ia tak berbohong kepadaku kan? Ini benarkan?

“Katakan sejujurnya kepadaku..” aku menepuk pelan pundaknya membuat ia mendesah kecil.

“Tanyakan saja kepada Hyangginya sendiri Hyung..” dalih Jongin dan bangkit dari duduknya.

Hampir 15 menit lamanya aku duduk disofa dan menunggu sosok Joonmyun Hyung yang keluar dari Hyanggi. Aku segera menghampiri Joonmyun Hyung dengan muka bertanya-tanya.

“Jika Hyung tidak ingin menjelaskannya kepadaku biarkan aku sendiri yang bertanya kepadanya..” cetusku dan masuk kedalam kamar Hyanggi.

Hyanggi yang baru saja akan terlelap tidur kembali tersadar dan merubah posisinya jadi duduk. Wajah ceria, polos, riangnya tak ada lagi diwajahnya. Hanya ada wajah pucat dan kepedihan.

“Kau baik-baik saja? “ Kurasa aku sudah gila karena bertanya hal itu kepadanya. Sudah jelas-jelas didepan mataku saat ini Hyanggi berjuang merasa sakitnya.

“Ne Oppa..” jawab Hyanggi yang kuyakini dia berbohong. Hyanggi melemparkan seutas senyuman kearahku.

“Oppa, sebenarnya ini semua akibat kesalahanku sendiri. Disaat aku akan menyebrang, aku tidak melihat ada motor kencang yang akan melintas dan aku tersenggol oleh motor itu. Aku yang salah Oppa..” jelas Hyanggi kepadaku. Aku berdehem pelan, tangan kananku mengelus permukaan rambutnya dengan halus.

“Beristirahatlah..” entah kenapa dengan lancarnya kata itu keluar dari mulutku. Oh Tuhan, kenapa aku begini? Kenapa hati ini seolah luluh begitu saja dengannya? Kemana rasa benciku dahulu kepadanya?

“Ne Oppa, gomawoyo..” cetusnya kearahku. Aku tersenyum tipis, sangat tipis kemudian bangkit dari dudukku dan keluar dari kamarnya. Hatiku terasa lega setelah mendengar penjelasannya tadi.

Kyungsoo Pov End

Hyanggi Pov

Kyungsoo’s House, 20.00 KST

Aku terbangun dari tidurku saat kurasakan sebuah helusan kecil dari kepalaku. Aku membuka mataku perlahan dan kudapati sosok Joonmyun Oppa disampingku. Ia tersenyum kearahku dan senyumannya sangatlah manis.

“Oppa Annyeong..” sapaku dengan wajah sumringah.

Pletak!

“Sudah kubilangkan untuk tidak menambah luka dikakimu! “ gerutunya dan melayangkan sebuah pukulan hangat dikepalaku.

“Oppa, aku ini orang sakit dan tidak seharusnya Oppa bersikap seperti itu kepadaku..” sahutku dan memasang wajah cemberut.

“Mworago? “ tuding Joonmyun Oppa dan mencubit kecil pipiku.

“Oppa..” rutukku dan tersenyum kecil kearahnya. Sejujurnya aku paling senang dirayu dengan sebuah cubitan kecil seperti yang dilakukan Joonmyun Oppa.

“Hajima Oppa..” teriakku dan tertawa geli karena Joonmyun Oppa menggelitik badanku. Sepertinya Joonmyun Oppa tahu akan kelemahanku.

“Rasakan ini Kim Hyang- “

BAM!

“Karago Hyung..” bentak Kyungsoo Oppa yang tiba-tiba saja masuk kekamarku dengan wajah datar yang membuatku takut setengah mati.

“Ne? “ Joonmyun Oppa yang tampaknya masih bingung hanya bisa menatapku dan juga Kyungsoo Oppa bergantian.

“Karago! “ bentak Kyungsoo Oppa dan memperpendek jarak antara kami dan ia.

“Kim Hyanggi, kau harus makan sekarang..” Kyungsoo Oppa menyodorkan nampan yang berisi bubur kearahku.

“Ne Oppa. “ jawabku dan melayangkan sebuah senyuman tulus kearah Kyungsoo Oppa.

“Hyung, kau keluarlah..” Kyungsoo Oppa menarik lengan Joonmyun Oppa dan menyeretnya keluar dari kamarku.

“Setelah makan kau harus minum obat kemudian kembali beristirahat. Aku tidak menerima alasan ataupun penolakan..” ucap Kyungsoo Oppa dengan wajah datar. Ck, sungguh menyebalkan.

“Geundae Oppa, dari tadi aku sudah beristirahat.. tidak bolehkan aku bermain atau menonton sebentar saja? “ pintaku dengan wajah memelas.

“Tidak. “ jawab Kyungsoo Oppa cepat. Oh God, mimpi apa aku saat beristirahat tadi? Kenapa sekarang Kyungsoo Oppa berubah protektif kepadaku?

“Biarkan saja ia…” bela Joonmyun Oppa sembari mengedipkan sebelah matanya kearahku.

‘Bantu aku Joonmyun Oppa..’ batinku dan membalas kedipan Joonmyun Oppa dengan tatapan memohon.

“Ck, muslihatmu sangat mudah kubaca Kim Hyanggi..” seru Kyungsoo Oppa yang membuatku hanya bisa menghela nafas panjang. Baiklah, aku harus mengikuti semua aturannya.

BAM!

Pintu kamarku kembali tertutup. Aku kembali menghela nafas kesal, kutatap nampan ditanganku dengan wajah kecewa bercampur bahagia. Bahagia karena makanan ini khusus dibuatkan Kyungsoo Oppa untukku.

“Micheosseo..” rutukku dan mengacak rambutku.

“Apa aku akan diizinkan untuk sekolah besok? “ lirihku dan menyuapkan sesendok bubur kedalam mulutku.

oOoOo

Malam yang menjengkelkan sekarang sudah berganti menjadi pagi yang segar dan ceria. Dugaanku semalam ternyata terjawab sekarang, aku sama sekali TIDAK diizinkan sekolah dan lebih buruknya lagi aku ditinggal sendirian dirumah. Kyungsoo Oppa harus kuliah, Jongin Oppa harus kerumah karena Orang Tuanya menelfon sedangkan Joonmyun Oppa harus kuliah juga seperti Kyungsoo Oppa.

“Aish! “ teriakku sembari memukul-mukul bantal yang ada ditanganku.

Apa yang harus kulakukan hingga Kyungsoo Oppa pulang dari kuliahnya? Berjalan saja aku masih tertatih-tatih, padahal aku ingin sekali berkeliling disekitar rumah Kyungsoo Oppa.

Drrrt…Drrrt..Drrrt…

Ponselku bergetar hebat diatas karpet yang sedang aku duduki. Aku segera meraih ponselku dan membuka pesan yang baru saja masuk.

From   : No Name

Hyanggi-ah, kau dirumahkan?

Huh? Pesan dari siapa ini? Nomornya tidak tersimpan didalam ponselku.

Drrt..Drrt..Drrt…

From   : No Name

Naya, Jongin Oppa.

Senyuman miring tergambar disudut bibirku. Orang yang kukira tidak perhatian kepadaku ternyata mengirimiku pesan. Dengan lihainya tanganku membalas pesan dari Jongin Oppa.

To        : Jongin Oppa

Ne Oppa, aku dirumah…. SENDIRI! TT TT TT

SEND! Aku memutar-mutar ponselku ditelapak tanganku sembari menunggu balasan pesan dari Jongin Oppa. Tak sampai semenit, ponselku kembali bergetar hebat.

From   : Jongin Oppa

Arrasso, Oppa akan kesana sekarang juga..

Senyumanku kembali mengembang. Aku senang, sangatlah senang karena hari membosankanku akan terukir indah jika ada Jongin Oppa disampingku.

5 menit menunggu…

10 menit menunggu…

15 menit menunggu…

20 menit menunggu…

CKLEK!

“Oppa! “ teriakku histeris saat mendengar pintu rumah ini terbuka. Sosok namja jangkung, perwatakan tampan, kulit yang sedikit cokelat yang menambah kesan masuk kedalam rumah dan diiringi seorang yeoja.

“Hm? Nuguya? “ tanyaku dan berjalan tertatih-tatih mendekat kearah Jongin Oppa.

“Hyanggi Annyeong..” sapa Jongin Oppa dan mengelus pelan puncak kepalaku. Omo! Ini kali pertama bagiku menerima helusan kepala dari Jongin Oppa.

“Ne Oppa…” balasku dengan mata yang masih mengamati sosok yeoja dibelekang badan Jongin Oppa.

‘Yeoppo..’gumamku dan menatap yeoja dibelakang Jongin Oppa dengan tatapan kagum.

“Oh ya, ini yeojachingu Oppa. “ ujar Jongin Oppa memperkenalkan sosok yeoja dibelakangnya.

“Annyeonghaseyo Eonnie..” sapaku dan membungkuk sopan kearahnya. Yeoja berambut panjang dan tergurai itu melemparkan sebuah senyuman kearahku dan senyuman itu sangatlah manis.

“Annyeong yeoja manis…” balasnya seraya menyodorkan sebuah bingkisan kearahku.

“Ige Mwoya eonnie? “ tanyaku dan menerimanya dengan senang hati.

“Seonmul, Eonnie baru saja menerima gaji bulanan eonnie sebagai seorang model karena itu Eonnie membelikan ini untukmu. Joneun Krystal Jung, kau bisa memanggilku Krystal Eonnie. Selain yeojachingu Jongin, aku juga sahabat dekat Kyungsoo Oppa..” jelasnya kepadaku.

“Gomawo Krystal Eonnie…” ucapku dan tersenyum kearahnya.

“Hyanggi-ah, apa memar dikakimu sudah membaik? “ tanya Jongin Oppa dengan raut wajah menyelidik.

“Sedikit lagi Oppa..” jawabku cengengesan.

“Ck, “ desis Jongin Oppa dan mengacak rambutku halus.

Hyanggi Pov End

Author Pov

Hari itu Hyanggi habiskan bermain bersama Krystal dan juga Jongin hingga Kyungsoo pulang dan menggantikan posisi Krystal dan Jongin. Walaupun Kyungsoo tidak menemani Hyanggi bermain PS, setidaknya Kyungsoo duduk didekat Hyanggi sembari membaca buku favoritnya hingga larut malam.

“Hyanggi-ah, sekarang sudah malam..” ujar Kyungsoo dan menepuk pelan puncak kepala Hyanggi yang masih betah duduk didepan TV, bermain PS.

“Arra Oppa..” cetus Hyanggi singkat. Kyungsoo membulatkan mata besarnya, baru kali ini ia mendengar Hyanggi menjawab ucapannya dengan ketus.

“YA! “ Kyungsoo menendang punggung Hyanggi dengan kakinya. Hyanggi terlonjak kaget dan sesegera mungkin bangkit dari posisinya.

“Jalja Oppa..” lenguh Hyanggi pelan dan berjalan sedikit cepat karena kakinya sudah lumayan sembuh.

“Aish, kau mengesalkan Kim Hyanggi…” rutuk Kyungsoo dan menutup bukunya dengan kasar.

oOoOo

Cheongdam Middle School, 07.15 KST

Hyanggi menghela nafasnya panjang-panjang. Akhirnya setelah seharian beristirahat total dirumah, Hyanggi kembali lagi kesekolahnya. Kembali ketempat yang selalu menyiksa Hyanggi.

Deg!

Jantung Hyanggi berdegup kencang saat ia melihat sosok Chanhee jauh didepan matanya, berjalan dengan kepala yang ditundukkan. Hyanggi berjalan menjauh dari Chanhee, ia benar-benar takut dengan Chanhee.

“YA! “ teriak seseorang dari arah belakang Hyanggi.

“Hm? “ Hyanggi membalikkan badannya. Jeongmin, namja yang pernah mendorong Hyanggi ada didepannya saat ini.

“Kemana saja kau kemarin? “ cetusnya seraya menyilangkan tangannya didada.

“Na? Dirumah. Oppaku tidak mengizinkanku kesekolah..” jawab Hyanggi sedikit takut.

“Geurae? Mianhamnida. “ ucap Jeongmin dan mengulurkan tangannya kearah Hyanggi.

“Eomma dan Appaku memarahiku karena menjahilimu. Mianhae Kim Hyanggi..” ujar Jeongmin dan tersenyum ramah kearah Hyanggi.

“N..ne. Gwenchana..” balas Hyanggi dan menerima uluran tangan Jeongmin dengan senang hati.

“Kajja, “ ajak Jeongmin dan menarik Hyanggi agar masuk kekelasnya karena pelajaran akan segera dimulai.

Pelajaran pertamapun sudah dimulai. Hyanggi hanya menatap kosong kearah papan tulis sembari menulis hal-hal penting kedalam catatannya. Tiba-tiba saja mata Hyanggi menangkap sosok Chanhee yang duduk berjauhan dari Hyanggi.

“Rencana apa lagi yang sedang kau pikirkan Kang Chanhee? “ gumam Hyanggi dengan nada pelan karena melihat Chanhee yang tengah bermenung seperti sedang memikirkan sesuatu.

“Kumohon jangan sakiti aku lebih banyak lagi..” lirih Hyanggi dan menundukkan kepalanya.

Author Pov End

-TBC-

*) Okay, ini udah Chapter ketiga berarti tinggal beberapa chapter lagi. Mian kalau typo(s) dimana-mana karena author juga seorang manusia yang pastinya pernah buat kesalahan. Btw, ada yang tahukah itu Chanhee lagi mikirin apa? Apa ia emang lagi mikirin rencana untuk nyakitin Hyanggi? Ayo ayo, dicomment ya chingu. Gomawo.

 

11 thoughts on “[FF Freelance] Oppa & I (Chapter 3)

  1. huhuhu..envy nih ama Hyanggi.Pengen deh di posisinya biarin disiksa ama chanhee klw 3 namja tampan,seksi,cute dan membuwatku meleleh*heleh yg kwatirin aku.
    Itu bang D.O punya rasa yah ama Hyanggi??
    LANJUT THOR..!
    ff mu rancaj bana.
    hahaha

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s