[FF Freelance] Our Wedding – Kiss Kiss

OUR WEDDING

{Our Wedding} Kiss Kiss

 

 

Title    :{Our Wedding} Kiss Kiss

Author            :  -TOPJAEMION-

Main Cast      :

  • Lee Jinki
  • Shin Mina (OC)

Genre : Romance, Marriage Life

Lenght : Ficlet

Rating : PG – 15

 

poster credit : Ayuieo@ pixieeedust.wp.com

 

Note : Also published in my personal WP (choikim2lee.wordpress.com)

 

***

Taman kota dikelilingi pohon-pohon dengan daun-daun yang sudah berganti warna menjadi merah atau kuning. Tempat ini menjadi pilihan yang tepat untuk menghabiskan waktu di hari minggu. Beberapa orang terlihat berlalu lalang melewati taman, ada pula yang memilih untuk berjalan-jalan santai sembari menikmati pemandangan khas musim gugur. Tapi pasangan suami istri itu lebih memilih menghabiskan waktu mereka dengan mengobrol di bawah pohon maple. Cukup dengan menggelar tikar, mereka sudah dapat menikmati waktu kebersamaan yang jarang didapatkan karena kesibukkan masing-masing.

“Jinki-ah, apa kau mau roti bakar?”

“Eung. Aku tidak menyangka kau membuat bekal. Kita kan hanya pergi ke taman kota.”

Jemari Mina bergerak lembut mengusap pipi Jinki.

“Dasar! Aku tahu kita akan menghabiskan waktu cukup lama di taman. Tidak mungkin kita hanya mengobrol seharian di sini tanpa membawa bekal sama sekali. Lebih baik kau cepat bangun sekarang! Apa kau ingin makan roti bakar dengan posisi tidur seperti itu?”

Jinki terkekeh pelan mendengar ucapan Mina. Ya posisi mereka sekarang, Mina sedang duduk menyandar pada pohon maple sedangkan Jinki berbaring nyaman dan meletakkan kepalanya di pangkuan Mina.

“Aish, aku mau kau menyuapiku. Aku malas untuk bangun, posisiku sekarang sudah sangat nyaman,” sahut Jinki sembari mengulum tawa di bibirnya.

“Ck, kau ini manja sekali!” gerutu Mina.

Mina tidak punya pilihan lain, tanpa banyak bicara ia mengambil roti bakar yang terletak tepat di sebelahnya. Ia menyobek roti bakar itu menjadi bentuk yang lebih kecil lalu menyuapi Jinki.

“Cokelat dan Keju. Aku suka sekali roti buatanmu,” ucap Jinki sembari mengunyah pelan.

“Jangan berlebihan! Roti buatanku sama saja dengan roti bakar lainnya.”

Mina mengulurkan tangan kirinya untuk membersihkan remah-remah roti yang menempel di sudut bibir Jinki.

“Anio. Roti buatanmu paling enak! Aku tidak berbohong! Hmm.. apa mungkin karena kau membuatnya dengan penuh cinta?”

“Omo! Suamiku pintar sekali menggombal,” sahut Mina sembari memasang ekspresi pura-pura terkejut di wajahnya.

“Ya~! Aku sedang tidak menggombal.” Jinki menggerucutkan bibir dan menggembungkan pipinya karena kesal. Mina tertawa terbahak melihat wajah kesal Jinki, tangannya mencubit gemas hidung pria itu.

“Aww.. Mina-ya, kenapa kau mencubit hidungku? Sakit!” rengek Jinki sembari mengusap-usap hidungnya.

“Apa kau tahu? Wajahmu saat sedang kesal sangat lucu sekali. Aku melihatmu seperti anak kecil yang tidak mendapatkan balon.”

“Aish, kau tega…”

Semua kata-kata yang mewakili kekesalannya seolah menghilang begitu saja saat Jinki menyadari wajah Mina telah berada tepat di atasnya. Jinki bisa merasakan nafas lembut Mina yang menerpa wajahnya. Mata pria itu mengerjap pelan, kebingungan tergambar jelas di wajahnya. Kalau ia boleh berharap, tentu saja ia mengharapkan Mina akan memberinya sebuah ciuman di pipi atau mungkin di bibir. Tapi wanita itu hanya menatap lekat dirinya tanpa melakukan apapun.

“Apa kau marah?”

“A..ani..oo,” sahut Jinki tergagap.

Mina tersenyum saat mendengar jawaban yang terlontar dari bibir Jinki. Ia tak sedikitpun bermaksud untuk membuat Jinki marah. Melihat pria itu kesal menjadi kebahagiaan tersendiri baginya, karena hanya pada saat seperti itu Jinki akan memperlihatkan sifat manjanya. Tentu saja hanya di depan Mina, tidak di depan orang lain.

“Mianhae,” ucap Mina dengan suara pelan lalu mengecup lembut kening Jinki.

Sementara itu, Jinki masih belum mampu mencerna semuanya. Tapi tiba-tiba saja Mina sudah  menjejalkan setengah roti bakar ke dalam mulut Jinki.

“Ya~! Apa kau ingin membunuhku?” tanya Jinki dengan mulut penuh roti. Ia masih berusaha keras menghabiskan roti yang dimasukkan secara paksa oleh Mina.

“Haha.. aku tidak tahan melihat wajah polosmu. Ekspresi wajahmu itu seperti tidak pernah mendapatkan ciuman saja!”

“Bukan seperti itu, aku hanya terlalu terkejut tadi,” ucap Jinki tak mau kalah.

“Terserah kau! Jangan menggangu! Aku mau membaca novel.”

Mina mengambil novel dari dalam tasnya. Detik berikutnya ia mulai sibuk dengan kegiatannya membaca novel.

Jinki mendengus kesal saat menyadari bahwa ia telah diabaikan oleh istrinya sendiri. Kepalanya bergerak kesana-kemari di atas pangkuan Mina, berusaha menarik perhatian dengan cara yang paling mudah.

“Berhenti menggerakkan kepalamu atau tidak ada ayam dalam menu makanan kita selama sebulan!” Mina mengatakan itu semua tanpa mengalihkan sedikitpun perhatiannya dari novel.

Mendengar ancaman yang diucapkan Mina langsung membuat Jinki berhenti menggerakkan kepalanya saat itu juga. Oh ayolah, seorang Lee Jinki hidup tanpa makan ayam selama sebulan, itu sama saja seperti bunuh diri secara perlahan-lahan.

Pria itu mengerutkan keningnya, berusaha menemukan cara untuk membalas semua perbuatan istrinya. Tiba-tiba terlintas sebuah ide jahil di dalam pikirannya, sudah terbayang-bayang akan seperti apa wajah malu Mina saat menerima balasan darinya.

“Mina-ya.”

“Hmm..”

“Apa kau mau mendengar rahasiaku?”

“Tidak! Aku sudah tahu semua tentang dirimu.”

“Jinjjayo? Percaya diri sekali istriku! Aku tidak percaya kau sudah mengetahui semuanya. Kau akan menyesal jika menolak untuk kuberitahu. Hanya kali ini saja aku membeberkan rahasia terbesarku.”

Mina menutup novel yang tengah dibacanya. Perkataan Jinki barusan berhasil membuatnya penasaran.

“Apa itu?” tanya Mina tak sabaran.

“Mendekatlah!” Jinki menggerakkan jari telunjuk kanannya agar Mina mendekatkan wajah ke arahnya.

“Kau tinggal mengatakannya saja, tidak perlu sampai sedekat itu. Aku bisa mendengar suaramu dari sini.”

“Apa kau lupa? Ini rahasia terbesarku. Aku tidak mau ada orang lain yang mencuri dengar rahasiaku.”

“Aish, kau berlebihan sekali,” sungut Mina sembari menundukkan badannya hingga kini wajahnya berada di dekat telinga Jinki.

“Kurang dekat! Aku tidak bisa melihat wajahmu.”

“Ya~! Kau hanya perlu membisikkan rahasiamu tanpa harus melihat wajahku,” bentak Mina.

“Aku ingin melihat wajahmu. Bukankah akan lebih baik jika semakin dekat, maka informasi yang kau dapatkan akan semakin akurat.”

“Kau benar-benar menyebalkan, Lee Jinki!”

“Terima kasih, aku anggap itu sebagai pujian.”

Mina agak menggeser wajahnya hingga berdekatan dengan wajah Jinki.

“Cepat katakan!”

“Lee Mina, saranghanda,” bisik Jinki parau.

Entah bagaimana Mina merasa wajahnya sedikit memanas mendengar ucapan Jinki. Tak bisa dipungkiri ada kehangatan yang menelusup ke dalam hatinya setiap kali mendengarkan ungkapan perasaan Jinki. Ia memilih untuk segera kembali pada posisinya, terlalu lama berada dalam jarak sedekat ini justru semakin membuat detak jantungnya menjadi tak beraturan. Tapi sebelum ia sempat menjauhkan diri, tangan pria itu dengan cepat menahan tengkuknya.

“Hmpht..” Mina membelakan matanya saat menyadari bibirnya telah berpadu dengan kelembutan bibir Jinki.

Ayolah siapa yang sanggup menolak pesona seorang Lee Jinki. Tak seorangpun sanggup melakukannya, termasuk Shin Mina!

Mereka tak mempedulikan berbagai macam tatapan yang berasal dari pengunjung taman yang lain. Sekarang yang ada dipikiran mereka hanya kebutuhan untuk mengungkapkan semua perasaan bahagia yang membuncah.

Dedaunan pohon maple berguguran mengenai tubuh Jinki dan Mina. Menandai ciuman manis mereka di awal musim gugur.

THE END

Semoga berkenan membaca FF ini. Oh iya, sejujurnya FF ini memiliki sequel tapi dengan rate yang agak menjurus. Setelah bertapa, saya akhirnya memutuskan untuk mengirim yang aman saja (?).

Terima kasih..

8 thoughts on “[FF Freelance] Our Wedding – Kiss Kiss

  1. manisnyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa dasar onew !!!!! bayangin muka manis’a blng “saranghanda” ommo ommo ommo serasa sebadan jadi melted ,,, gpp kok authornim kalo sequel’a rated’a d’naikin soal’a sdh cukup umur hehehee

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s