[FF Freelance] Oppa & I (Chapter 4)

oppa

Title                      :  Oppa & I

Author                 : @ulfahanum1 (DreamGirl)

Main cast            :

  • Do Kyungsoo
  • Kim Hyang Gi

Support cast      :

  • Kim Joon Myun
  • Kim Jongin
  • Kang Chan Hee
  • Kang Sora
  • Oh Sehun
  • Kim Jeongmin

Rating                   : PG-13

Genre                    : Fluff, Family, Friendship, Little Romance

Length                  : Chaptered

COVER BY XIAO ART

Disclaimer         : Annyeonghaseyo. *bow* Hehe, mian baru bisa nge-post chapter 4 nya. Ini semua karena author sekolah dan ga bisa ngelanjutin FFnya dengan cepat. Mianhae ne? Maaf kalau typo(s) berserakan dimana-mana. Jangan lupa tinggalkan jejaknya, jejaknya readers semua adalah sumber kekuatan untuk author ngelanjutin next chapter. Gomawo. *bow*

Happy Reading

Author Pov

Waktunya istirahatpun telah datang, Hyanggi yang masih harus menyelesaikan catatannya itupun lebih memilih diam dikelas dibanding berkeliaran diluar kelas. Lagipula, Hyanggi tidak memiliki seorang temanpun untuk diajak bermain ataupun makan di kantin sekolah.

“Hyanggi-ah..” Hyanggi mendongakkan kepalanya dan menatap orang yang menyapanya barusan.

“Eoh? Jeongmin-ah..” ujar Hyanggi setengah kaget dan melemparkan seutas senyuman manis.

“Apa kau sibuk? “ tanya Jeongmin. Jeongmin menarik kursi tepat didepan Hyanggi dan duduk didepan Hyanggi, menatap siluet Hyanggi yang cantik dan mempesona itu.

“Sedikit. Waeyo? “ tanya Hyanggi balik. Jeongmin meraba-raba saku celana jeansnya kemudian menyerahkan ponsel miliknya kearah Hyanggi.

“Hm? “ Hyanggi berpaut heran dengan tindakan Jeongmin.

“Bisakah aku memiliki nomormu Hyanggi? Aku hanya ingin lebih dekat denganmu..” ucap Jeongmin dan tersenyum lebar kearah Hyanggi. Tanpa ada rasa ragu sedikitpun, Hyanggi menulis dan menyimpan nomor ponselnya diponsel milik Jeongmin.

“Gomawo Hyanggi-ah, kau selesaikan saja pekerjaanmu. Aku ingin kekamar mandi dahulu..” pamit Jeongmin. Hyanggi mengangguk pelan dan lagi-lagi melemparkan sebuah senyuman manis kearah Jeongmin.

Hyanggi kembali berkutat dengan catatan didepannya dan sesekali ia melirik kearah pintu kelasnya, menatap siswa-siswi yang bergantian masuk dan keluar hingga pandangan Hyanggi kearah pintu tersebut berhenti begitu saja.

“Chanhee-ya..” gumam Hyanggi pelan saat melihat sosok Chanhee diambang pintu kelas. Wajahnya sedikit lebih menakutkan dari tadi pagi. Entah kenapa, bulu kuduk Hyanggi seolah-olah berdiri melihat Chanhee seperti itu.

“Oh, apa ini? Kenapa ada rasa janggal dihati ini? Kenapa aku sangat takut dengannya? “ gerutu Hyanggi kemudian menundukkan kepalanya, menghindari Chanhee yang bisa-bisa saja menyerangnya dengan sejuta siksaan ataupun dengan cara lainnya.

oOoOo

“Hyanggi, Kim Hyanggi! “ teriak seseorang saat Hyanggi baru saja keluar dari kelasnya. Ya, sekarang sudah saatnya untuk Hyanggi menikmati istirahatnya yang kedua.

“Huh? “ Hyanggi mengernyitkan dahinya bingung. Yeoja berambut pirang panjang menghampiri Hyanggi dengan diiringi beberapa orang namja dan yeoja. Jantung Hyanggi berdegup cepat, rasa janggalnya tadi sekarang sudah terjawab jelas.

“Ne Kim Saeron? “ tanya Hyanggi dan berusaha menutup kegugupannya didepan Kim Saeron, teman sekelas Hyanggi yang dikabari menyukai Chanhee dan sangat dekat dengan Chanhee. Belum lagi Saeron ini juga ikut serta dalam kegilaan dan kejahatan Chanhee.

“Bawa ia..” suruh Saeron kepada dua orang namja disampingnya. Secepat kilat namja yang disuruh Saeron itu menyeret Hyanggi keruang ganti baju untuk berenang yang agar terpojok dikawasan sekolah itu.

“Lepaskan aku! Kalian ingin menyakitiku lagi? “ tanya Hyanggi dengan genangan air mata dipelupuk matanya.

“Cha..cha..chanhee-ya..” lirih Hyanggi pelan. Dua orang namja yang menyeret Hyanggi tadi melepaskan cengkramannya ditangan Hyanggi dan mendorong kasar badan Hyanggi menghadap Chanhee yang sudah menunggu keberadan Hyanggi.

Chanhee merampas ponsel Hyanggi yang sengaja dipegang Hyanggi ditangan kanannya tadi. Saeron berserta gerombolan penyiksa Hyanggi itupun mulai mundur dan membiarkan Chanhee melepaskan rasa amarahnya kepada Hyanggi.

PRAK!

“Kyaaaaaaaa~ “ teriak Hyanggi dan menutup keduat telinganya dengan tangannya. Takut, ia sangat takut dengan intimidasi teman-teman sekelasnnya.

“Ini salahmu! “ teriak Chanhee kearah Hyanggi. Tangan kanan Chanhee mengepal kuat. Ingin rasanya Chanhee memukul Hyanggi yang ada didepannya ini.

Hyanggi menatap nanar kelantai, ponsel kesayangannya itu menjadi amukan oleh Chanhee yang benar-benar marah kepadanya. Dengan beraninya Hyanggi menoleh kearah Chanhee. Air matanya jatuh begitu saja.

“Wae? “ isak Hyanggi dan memukul pundak Chanhee berulang kali.

“YA! “ teriak Chanhee dan mendorong badan Hyanggi dengan kasar yang berhasil membuat punggung Hyanggi mencium loker-loker besi tempat untuk meletakkan peralatan olahraga seperti bola basket, bola kaki, dan lainnya.

“Jangan pernah menyentuhku! “ ancam Chanhee dan menatap  gerombolan pengikutnya, memberinya sebuah kode untuk menyeret Hyanggi kedalam Loker besi yang cukup besar dan menguncinya disana.

“Chanhee-ya, kumohon lepaskan aku! “ teriak Hyanggi ketakutan. Sekuat tenaga ia mencoba memberontak dari genggaman kuat kedua namja yang menyeretnya.

“Tolong..kumohon jangan mengurungku disini. Chingudeul, kumohon lepaskan aku..” teriak Hyanggi dengan deraian air mata. Hyanggi terus memukul-mukul penghalang didepannya. Ya, Hyanggi sudah dikurung didalam Loker besi yang cukup besar dan tentunya gelap dan sedikit pengap.

“To..long.. aku…” seru Hyanggi dengan nafas yang sesak.

“Siapapun…tolong keluarkan aku…” lirih Hyanggi dengan nafas yang tersengal-sengal. Lama kelamaan, penghilatan Hyanggi menjadi redup dan Hyanggi jatuh pingsan didalam Loker itu.

oOoOo

“YA! Kang Chanhee! Dimana Hyanggi hah? Kau apakan lagi dia? “ bentak seseorang dan menghalang jalan Chanhee yang akan kembali kekelas.

“Pigyeo..” sahut Chanhee dengan nada dingin.

“YA! Jawab aku! Dimana kau menyiksa Hyanggi hah? “ teriak Jeongmin kewalahan.

“Hei Jeogmin-sshi, sejak kapan kau berubah menjadi pahlawan untuk Hyanggi hah? “ tantang Chanhee tak mau kalah. Chanhee mencengkram krah baju Jeongmin kuat.

“Sejak kemarin, sejak aku minta maaf kepadanya! “ jawab Jeongmin dan menepis kasar tangan Chanhee dari krah bajunya.

“Ooh, jadi kau sudah berubah ya? Dimana Jeongmin yang dulu selalu ingin menjadi pengikutku? “ cemooh Chanhee. Jeongmin menghela nafasnya pelan, mencoba meredam amarahnya agar tidak meluap begitu saja.

“Cepat katakan kepadaku dimana Hyanggi atau aku akan melaporkanmu kepada Kang Songsaenim.” Ancam Jeongmin yang sukses membuat Chanhee mengatupkan mulutnya.

“Ppalli! Jangan bertele-tele..” teriak Jeongmin dengan nada tinggi.

“Cih, gunakan saja instingmu..” jawab Chanhee dan berlalu pergi dari depan Jeongmin.

Rahang Jeongmin mengeras seketika, tangannya juga mengepal karena ia sangat-sangat kesal dengan tingkah Chanhee barusan. Memang, dahulu Jeongmin selalu ingin menjadi pengikut Chanhee yang terkenal ditakuti seluruh penjuru Cheongdam Middle School. Tapi semuanya sudah berubah saat Jeongmin mengenal dan melihat sosok Hyanggi.

Gerombolan Chanhee sudah pergi menjauh dari Jeongmin yang sekarang sudah mulai kalang kabut mencari sosok Hyanggi. Wajah tampan Jeongmin sekarang sudah terhiasi dengan raut kecemasan.

Bruk!

“Mianhamnida.. mianhamnida Songsaenim..” ujar Jeongmin dan membungkuk sopan kearah Sora yang tidak sengaja ia tabrak saat mencari Hyanggi.

“Gwenchanayo Jeongmin-sshi, kau baik-baik saja kan? “ tanya Sora dan menatap Jeongmin dari ujung kepala hingga ujung kaki.

“Gwenchana Songsaenim, sekali lagi maafkan aku..” seru Jeongmin sembari membungkuk sopan.

“Memangnya ada apa Jeongmin-sshi, kau tampak tergesa-gesa..” seru Sora heran.

“Aku sedang mencari Hyanggi Songsaenim, ia …” Jeongmin menggantungkan kalimatnya saat melihat ekspresi menakutkan Sora.

“Ia kenapa? Dibully oleh Chanhee lagi? “ tukas Sora penuh amarah.

“Ne Songsaenim..” lenguh Jeongmin pelan.

“Isshijak..” desis  Sora.

“Songsaenim, aku harus mencari Hyanggi dahulu..” pamit Jeongmin dan berlalu dari depan Sora.

“Aku akan membantumu Jeongmin..” cetus Kang yang membuat senyuman merekah tergambar dibibir Jeongmin.

Sudah hampir 20 menit lamanya Sora dan Jeongmin mencari keberadaan Hyanggi. Tapi naas, Hyanggi masih belum mereka temui hingga Jeongmin merasa benar-benar lelah dan berdiri didepan pintu masuk ruang Olahraga bersama Sora.

“Hanya ini tempat yang belum kita masuki..” seru Sora. Jeongmin mengangguk pelan dan dengan cepat kakinya masuk dan menguasai kawasan ruang Olahraga.

Sora dan Jeongmin berpencar. Sora memeriksa tempat-tempat yang memungkinkan Chanhee akan menyiksa Hyanggi sedangkan Jeongmin memeriksa ditempat loker-loker untuk menyimpan peralatan olahraga.

“Hyanggi-ya? Kim HYANGGI! “ teriak Jeongmin dengan mata yang sukses membulat besar melihat sosok Hyanggi terbaring lemah.

“Songsaenim! Songsaenim! Hyanggi disini! “ teriak Jeongmin dan menggendong Hyanggi kepunggungnya.

“Hyanggi…” lirih Sora tak kalah kagetnya dengan Jeongmin. Jeongmin berlari keluar dari Ruang Olahraga menuju UKS dengan Hyanggi yang ada dipunggungnya. Sedangkan Sora hanya bisa menatap sendu loker dimana Hyanggi disekap dan memunguti serpihan-serpihan ponsel Hyanggi yang dihancurkan Chanhee tadi.

“Kang Chanhee, kau benar-benar keterlaluan..” lirih Sora dan menghela nafas panjang.

oOoOo

Jeongmin merebahkan badan lemas Hyanggi diatas kasur yang ada di UKS. Dengan cepat Jeongmin menyelimuti Hyanggi dan membiarkan Sora bersama seorang Dokter yang dipanggil Sora memeriksa Hyanggi.

“Eottokhe? “ cuap Jeongmin cemas.

“Jeongmin-sshi, kau kembalilah kekelas dan ikuti pelajaran..” nasihat Sora yang keluar dari ruang UKS.

“Geundae songsaenim, uri Hyanggi..” lenguh Jeongmin pelan dan menundukkan kepalanya.

“Ada Songsaenim disini…” seru Sora dan menenangkan Jeongmin dengan helusan pelan dikepala.

“Arrasso Songsaenim..” lirih Jeongmin pelan dan berjalan menjauhi Sora.

Sora mengeluarkan ponsel Hyanggi dari kantung blazer yang ia gunakan, perlahan namun pasti ia mencoba menghidupkan ponsel Hyanggi dan syukurnya ponsel Hyanggi masih bisa hidup dan dapat digunakan. Mata dan tangan Sora sibuk mencari nama seseorang.

“Mwoya? Kenapa ada 3 orang yang memakai Oppa disini? “ gerutu Sora sedikit kesal.

“Kyungsoo Oppa? Jongin Oppa? Joonmyun Oppa? “ ucap Sora sambil menganalisis yang mana Oppa Hyanggi. Ya, Sora memang tahu akan keluarga Hyanggi karena ketika Nyonya Kim dan Tuan Kim mendaftarkan Hyanggi, Soralah yang menolongnya.

“Kupikir yang ini..” seru Sora setelah lama berpikir kemudian menekan tombol bewarna hijau yang menandakan untuk menelfon.

oOoOo

Namja berkulit sedikit hitam itu tengah sibuk mengetik sesuatu dilaptopnya. Kaca mata yang ia gunakan menambah kesan tampan dan menawannya. Namja itu juga ditemani dengan seorang namja lainnya, teman sekampusnya.

“Kkamjong-ah, ponselmu sedari tadi terus berbunyi..” celoteh temannya. Jongin, namja yang tengah sibuk berkutik dengan laptop itupun melepaskan kacamatanya dan menoleh kearah teman sekampusnya.

“YA! Oh Sehun! Kenapa tidak kau angkat saja eoh? “ gerutu Jongin dan memukul pelan kepala Sehun, teman sekampusnya.

“Aku sedang malas, cepat angkat..” balas Sehun dan menyodorkan ponsel Jongin kearah Jongin.

“Hyanggi? “ gumam Jongin pelan.

“Yeoboseyo? “ ucap Jongin dengan ramah karena Hyanggi yang menelfonnya.

“………”

“Ne? “ ulang Jongin kaget.

“……..”

“Majayo, aku Oppanya dan aku akan segera kesana. Terimakasih atas informasinya. “ seru Jongin dan langsung memutuskan panggilan yang entah berentah dari siapa.

“Sehun-ah, aku harus pergi dulu. Aku ada urusan mendadak. Sampaikan saja pada Krystal seperti itu. Gomawo..” ujar Jongin tergopoh-gopoh dan meraih kunci mobilnya dengan cepat.

“Ne ne ne.” dengus Sehun pelan dan menjulurkan lidahnya kearah Jongin.

Author Pov End

Hyanggi Pov

Perlahan namun pasti, aku membuka mataku yang terasa berat. Awalnya penglihatanku sedikit kabur, tapi lama kelamaan penglihatanku kembali jelas. Betapa terkejutnya aku saat melihat sosok Jongin Oppa ada disampingku. Wajahnya terlihat sangat cemas.

“Jongin Oppa Annyeong..” sapaku lemah.

Greep!

“Huh? “ Aku tersentak kaget saat tiba-tiba saja Jongin Oppa memelukku.

“Kau membuatku mati cemas anak bodoh! “ dengus Jongin Oppa dan memukul kecil kepalaku.

“Ne? “ ulangku yang masih bingung.

“Kau baik-baik sajakan? “ cetus Jongin Oppa dan mengusap pelan rambutku.

“Geurom Oppa..” jawabku semangat.

“Oppa sudah meminta izin kepada Kang Songsaenim untuk membawamu pulang..” ujar Jongin Oppa.

“Waeyo Oppa? Aku baik-baik saja..” rajukku dan menahan tangan Jongin Oppa yang akan mengangkat badanku.

“Baik apanya huh? Kau ini benar-benar tidak perduli dengan kesehatanmu sendiri eoh? Jika Kyungsoo Hyung memarahimu bagaimana? “ celetuk Jongin Oppa yang membuat telingaku serasa panas.

“Arrasso Oppa..” sahutku dengan wajah cemberut.

“Geundae, apa ada sesuatu yang kau sembunyikan dariku? “ ujar Jongin Oppa yang sukses membuat keningku berkerut heran.

“Eobseoyo Oppa…” jawabku dan melemparkan senyuman tipis kearah Jongin Oppa.

“Kata Dokter, kau Claustrophobia..”

Deg!

“Apa itu benar? Kau memiliki phobia, phobia akan takut dikunci dalam ruangan tidak berjendala, gelap dan pengap…” celoteh Jongin Oppa panjang lebar.

“Majayo Oppa. Kumohon, jangan katakan ini kepada Kyungsoo Oppa dan Joonmyun Oppa. Cukup hanya Jongin Oppa yang tahu..” pintaku dengan nada memohon.

“Hah… Baiklah, Oppa tidak akan mengatakan ini kepada siapapun termasuk Oppamu sendiri. Oppa akan kekelasmu sebentar mengambil tasmu. Tunggu disini anak manis..” desah Jongin Oppa sembari mencubit pelan hidungku.

“Ne Oppa..” balasku pelan.

‘Benar yang dikatakan Joonmyun Oppa, Jongin Oppa dingin diluar tapi hatinya sangat hangat. ‘ batinku dan tersenyum getir.

Mengenai phobiaku. Mungkin banyak bertanya-tanya apa aku benar-benar memiliki phobia seperti itu atau tidak dan jawabannya adalah YA. Aku seorang yeoja yang Claustrophobia. Claustrophibia adalah sejenis ketakutan tidak bisa melepaskan diri atau dikunci misalnya takut dikunci diruangan yang tidak berjendela, gelap dan pengap. Oleh sebab itu kenapa tadi saat aku dikunci Chanhee diloker aku langsung jatuh pingsan. Phobia ini kudapatkan saat aku berumur 5 tahun.

Flashback

Aku berjalan dengan tertatih-tatih sembari melihat kesekelilingku. Aku menelan ludah dalam-dalam. Dimana aku? Kenapa aku bisa disini dan dimana Orang Tuaku? Kulihat ada seorang namja paruh baya menghampiriku. Aku tersenyum kecut dan beralasan ingin pergi meninggalkan namja paruh baya itu.

“Anak manis, apa yang kau lakukan disini? “ ucap namja paruh baya itu. Aku kembali membalikkan badanku, menatap sosok namja paruh baya itu yang harusnya kupanggil dengan sebutan ‘Ahjusshi’

“Hm? “ seruku dengan wajah bingung dan polos.

“Mencari orang tuamu? “ tebak namja paruh baya itu. Aku mengangguk pelan dan menatap siluet namja paruh baya itu, sedikit mengerikan untuk anak seumurku.

“Ahjusshi akan membantumu mencari kedua orang tuamu..” aku tersenyum lega saat mendengar ucapan namja paruh baya itu. Dengan cepat aku menggandeng tangan namja paruh baya itu, tapi namja paruh baya itu malah menggendongku.

“Kajja anak manis..” seru namja paruh baya itu.

10 menit berlalu aku dan Ahjusshi yang menggendongku ini hanya berputar ditempat yang sama dan mungkin ini sudah kali ketiganya aku lewat ditempat yang sama. Aku menepuk pelan pundak Ahjusshi yang menggendongku.

“Ahju..sshi,” seruku dengan lafal yang masih kacau karena aku masih berumur 5 tahun.

“Kim Hyanggi! Kim Hyanggi! “ aku tersentak kaget sat kudengar suara khas Eommaku. Dengan cepat aku menelengadah kian kemari mencari sosok Eommaku.

“Hyanggi? Dimana kau nak? “ sekarang suara Appalah yang terekam jelas ditelingaku.

“Appa! “ teriakku sedikit keras.

“Sial..” dengus sang Ahjusshi dan entah kenapa Ahjusshi ini membawaku lari ketempat yang menurutku tidak layak dipakai lagi.

“APPA! “ teriakku saat kusadari aku dalam bahaya besar. Aku tengah diculik dan sekarang aku dikurung disebuah ruangan yang kumuh, gelap, dan tak berjendela.

“Eomma..Hiks…hiks…” isakku yang mulai menjadi-jadi. Entah kenapa lama-kelamaan dadaku terasa sesak, nafasku keluar dengan tidak beraturan. Perlahan namun pasti, penglihatanku menjadi redup.

Malamnya, saat aku tersadar. Aku sudah berada diranjangku yang empuk dengan corakan Barbie disana-sini. Eomma dan Appaku menatapku dengan senang bahkan ada deraian air mata yang dikeluarkan Eommaku. Disetiap aku melihat, aku tidak menemukan sosok Oppaku. Dan dapat kupastikan semua ini tidak diketahui oleh Kyungsoo Oppa.

Flashback End

Sejak kejadian itu, aku selalu menyembunyikan phobiaku kepada Kyungsoo Oppa. Biarlah hanya aku, Eomma, Appa dan Jongin Oppa yang tahu. Aku hanya tidak ingin Kyungsoo Oppa kecewa kepadaku. Selain phobia ini, aku masih memililki Phobia lainnya.

CKLEK!

“Hyanggi? “ aku menoleh keasal suara dan kudapati sosok Jeongmin ada diambang pintu.

“Kau baik-baik sajakan? “ tanya Jeongmin. Dengan jelas bisa kudengar ada nada khawatir diucapannya. Aku mengangguk pelan dan menyibakkan selimutku kesamping karena sebentar lagi aku akan pulang bersama Jongin Oppa.

“Mwoya? “ tanyaku kepada Jeongmin saat Jeongmin tiba-tiba saja memelukku. Pelukan ini benar-benar terasa hangat. Ujung bibirku tiba-tiba saja tertarik dan membuat sebuah lengkungan senyuman yang manis.

“Maafkan aku karena tidak bisa melindungimu dari Chanhee..” bisik Jeongmin pelan ditelingaku.

“Gwenchana..” jawabku dan membalas pelukannya.

“Hyanggi-ah..” Jeongmin melepas pelukannya dan menatapku dalam.

“Ne? “ tanyaku kepadanya.

Chu~

“…….” Jeongmin mengecup dahiku pelan dan membereskan poniku dengan lembut. Dapat kuyakini kalau pipiku sekarang bersemu merah.

“Annyeong, beristirahatlah sesampainya dirumah..” pamit Jeongmin dan melemparkan senyuman manisnya.

“N..ne..” jawabku gugup.

Aku menghembuskan nafas lega. Apa yang barusan terjadi? Kenapa semuanya terasa datang tiba-tiba saja? Ayolah, aku masih kecil tapi kenapa Chanhee dan Jeongmin memperlakukanku seperti itu. Jangan membuatku untuk mengorek lebih dalam arti ‘cinta’.

“Kajja Hyanggi..” suara Jongin Oppa yang entah sejak kapan sudah ada diambang pintu UKS.

“Ne Oppa.” Jawabku dan mengikuti langkah Jongin Oppa dari belakang.

Hyanggi Pov End

Kyungsoo Pov

Selama jam kuliah, entah kenapa hatiku berasa tidak tenang. Pikiranku hanya tertuju pada seseorang yang sekarang juga sedang sibuk dengan pelajarannya. Hyanggi, ia yang sedang kupikirkan.

“Songsaenim, bolehkah aku izin pulang dulu? Sepertinya aku terserang flu..” seruku sembari mengacungkan tangan keatas.

“Ya. “ jawab Sang Dosen singkat dan ketus.

Aku membereskan perlengkapan kuliahku dan memasukkannya kedalam tas dengan tergesa-gesa. Perasaan apa ini? Sepertinya perasaan khawatir akan Hyanggi.

oOoOo

Baru saja aku menginjakkan kakiku didepan rumah, kudengar suara khas Jongin bersama dengan seorang yeoja dan yeoja itu adalah Hyanggi. Ia dipapah Jongin masuk kedalam rumah. Wajah Hyanggi terlihat lemas dan pucat. Ada apa lagi dengannya?

“Hyanggi..” seruku. Hyanggi menatapku sekilas. Senyumannya tiba-tiba saja mengembang.

“Ne Oppa? “ sahutnya dengan nada pelan.

“Kau sakit? “ tanyaku khawatir melihat wajah pucatnya.

“Ne Hyung, bawa ia segera kekamar dan buatkan ia sesuatu yang bisa menambah tenaganya…” jawab Jongin. Aku mengangguk paham dan menggantikan posisi Jongin, memapah Hyanggi kedalam kamarnya.

“Oppa…” lirih Hyanggi dan menahan lenganku yang akan keluar dari kamarnya.

“Ne? “ tanyaku dan memandangan sekilas.

“Mian..” lirih Hyanggi.

“Hah…” desahku pelan. Kududukkan badanku ditepi ranjangnya, menarik badan kecilnya kedalam dekapanku. Sepertinya aku tidak bisa lama-lama membencinya. Bagaimanapun juga, ia anak kandung dan darah daging Eommaku.

“Mianhae Oppa, mianhae karena sudah membuatmu repot..” seru Hyanggi.

“Gwen..chana..” ujarku terpotong-potong.

“Hyanggi-ah, untuk 2 hari ini.. Oppa mohon beristirahat totallah dirumah dulu. Oppa akan menemanimu..” tambahku. Hyanggi mengangguk pelan dan tersenyum tipis kearahku.

“Ne Oppa. Arrasso. Gomawo Oppa geurigo Saranghae Oppa…” serunya dengan wajah tenang dan manis. Aku berdehem pelan. Ya Tuhan, sampai sekarang ini aku belum bisa membalas kata-kata manisnya itu terutama kata kata terakhirnya barusan.

Kyungsoo Pov End

-TBC-

Note : Mian kalau baru bisa nge-post. Mian kalau ceritanya gaje. Mian kalau typo(s) berserakan dimana-mana. Mian kalau ceritanya ga nyambung dan ambur adul. Mian kalau ceritanya kependekan. Mian kalau lebih nge-fokusin Hyanggi dan Chanheenya. -_-v Mian untuk segalanya. Nah, mungkin readers kurang tahu yang mana Chanhee. Jadi author bakalan lihatin yang mana Kang Chanhee dan Kim Jeongmin (OC), foto Jeongmin itu author ambil Ulzzang yang menurut author ganteng. Hehehe.

Kang Chanhee

Kim Jeongmin (OC)

http://p.twimg.com/AzTQYO_CQAAQmub.jpg:large

 

 

7 thoughts on “[FF Freelance] Oppa & I (Chapter 4)

  1. authorrr:((( nungguin lm ff iniii, lanjut cptn ya thorrr hehehe>< seru bgt ceritanyaaa aku sng liat hyanggi menderita *apaini(?) pokoknya seneng deh nququq ._.v lanjut thor, cusss

  2. excuse me???numpang nanya kim jeongmin nih
    HUAAAA~~~~~
    ALAMAK TAMPAN BANA Yo..!
    btw,umurnya brp/klahiran thn brp??truss nama websitenya apa??truss real namenya KIM JEONGMIN??truss udh punya fans bloom??*yaellah..ya pasti buaayak*
    sorry thor,,,bloom komen udh nanya yg lain.hehehe
    ditunggu ya baalasanny yg ini.HARUS.HA.RUS.H.A.R.U.S.Gk boleh nggak#maksa banget loe#JEBALL…

    Komen aku tuk chap ini.bahasany agak aneh dari awal#it’s my opinion.don’t take care. tp tetep bagus kok.

    KEEP WRITING Author…

    HWAITING~
    CAHYO~
    Annyeong-gi haseyo

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s