Because of you, i’m lost

imagess

Title: because of you, I’m lost || Author: Intan Triyana || Cast: Miss A’s Suzy & Infinite’s L (Myungsoo) || Genre: Romance, Fluff || Length: Vignette ||  Rating: PG-13 ||

Disclaimer: Inspired by Lost In Love (2008) & Oh teganya (A Song by Tangga)

Suzy menghembuskan nafasnya. Sekali lagi Suzy mencoba berfikir dimana arah tempat sebuah gedung restorant yang ia tinggalkan tadi. Sungguh! Jika saja Myungsoo tidak mengusirnya tadi, Suzy tak akan berlari hingga ia tersesat seperti ini. Pemandangan Kota Tokyo dimalam hari memang indah, sangat malah. Banyak lampu-lampu indah yang menerangi setiap celah-celah di kota ini, namun rasanya Suzy sudah melupakan keindahan kota ini. Suzy sudah merutuki jalanan kota ini yang susah di hafal, berbeda sekali dengan jalanan kota Seoul yang sudah dihafalnya didalam bahkan diluar kepala.

Suzy duduk di bangku taman, tangannya saling menggosok mencoba menciptakan kehangatan. Tapi apa daya? Dinginnya kota Tokyo saat ini tak akan cukup ditembusi oleh gosokan kedua tangannya tadi. Kenapa tadi dia mau saja disuruh memakai gaun tipis dan pendek seperti ini? Ia hanya sibuk membayangkan makan malam romantisnya bersama Myungsoo. Sama sekali tidak memikirkan kalau kejadiannya akan seperti ini. Bodohnya, Suzy lupa membawa tas nya saat lari tadi. Tidak ada uang, tidak ada Handphone, tidak ada peta, tidak ada kamus.

“Apa sampai sekarang kau masih sibuk dengan temanmu? Tidak! Mantan kekasihmu? Terlalu asyik ya hingga tidak memikirkan calon istrimu tersesat seperti orang bodoh?” omel Suzy. “Aku disini, sendiri disini, di kota Tokyo. Tak ada yang menemani, tak ada yang ku kenal, tak ada yang bisa ku mengerti bahasanya.”

Suzy menghela nafasnya, Suzy sudah terlalu pasrah jika dirinya akan mati kelaparan dan kedinginan seperti ini. Biarlah lampu-lampu terang di kota ini yang menyaksikan kematiannya. Suzy berbaring di kursi, sambil memejamkan matanya, Suzy mengucapkan salam perpisahan. “Selamat tinggal Appa, Eomma, Calon Suamiku Myungsoo, Seoul, Tokyo dan Dunia. Sepertinya aku akan mati.”

“YAK! Aku mencarimu hingga bodoh dan ternyata kau malah asik-asikan tiduran ditaman?” Teriak seorang Pria dari arah kejauhan.  Pria itu menghampiri Suzy dengan berlari.

Suzy masih mendengarnya, ia ingin membuka matanya untuk melihat siapa yang berteriak. Tapi kelopak matanya menolak niatnya. Suzy bertanya-tanya apakah teriakan itu adalah untuk dirinya. Ia juga ingin membalas makian Pria itu, tapi tubuhnya terlalu lemas untuk berbicara hingga hanya gumaman kecil yang mampu terucap. “Aku tidak sedang tidur. Sepertinya aku akan mati.”

“APA?” Teriak Pria itu sekali lagi, Pria itu sama sekali tak mendengar ucapan Suzy. Pria itu menyentuh dahi Suzy, panas. Rasa bersalah pun menghampiri hatinya. “Maafkan aku,” Katanya rilih lalu membawa Suzy kedalam gendongannya.

Suzy membuka matanya perlahan, Suzy terkejut ketika mendapati dirinya sedang berada di dalam gendongan Myungsoo. “Myungsoo-ah,” panggilnya lirih. Myungsoo menoleh ke bawah, tepatnya kearah Suzy. Myungsoo tersenyum kecil.

“Maafkan aku,” Kata Myungsoo lembut.

***

Suzy mengerjapkan matanya beberapa kali, ruangan ini asing baginya. Ia mencoba mengingat apa yang terjadi. Selang beberapa saat, Ia ingat. Semalam dirinya dibawa Myungsoo ke kamar ini,  ia ingat ketika Myungsoo menyuapinya makan dengan hati-hati. Suzy juga ingat ketika Myungsoo memberikan kecupan hangat di dahinya. Senyuman kecil terpampang di wajahnya, ternyata Myungsoo tak juga seperti yang dibayangkannya.

“Kau sudah bangun rupanya.” Sambut Myungsoo di ujung pintu kamar, kedua tangannya terlipat didadanya. Nada  suara nya kembali ketus, tak ada lagi nada kelembutan seperti semalam yang Suzy dengar. Suzy menatap Myungsoo kesal.

“Kenapa?”

“Kenapa?” ulang Myungsoo. “Kau membuatku kerepotan. Untuk apa kau lari semalam, eoh? Aku tidak marah kau lari, yang aku kesal adalah kau tidak tahu jalan disini malah pergi seenaknya. Dan itu sungguh menyusahkanku untuk mencarimu,” Jelas Myungsoo dengan nada sinis. “aku sudah bilang pada orang tua mu kita pulang terlalu malam karna keasikan dan membawa mu kesini agar orang tua mu tak cemas jika aku mengatakan kau hilang, nanti malah aku yang dimarahi karna tak bisa menjagamu.”

“YAK! KALAU KAU TIDAK IKHLAS LEBIH BAIK TIDAK USAH MENCARIKU DAN MEMBANTUKU!” api-api mulai membara dihati Suzy. Perkataan Myungsoo sungguh keterlaluan baginya.

“Bukankah tadi aku sudah bilang jika aku tak mau disalahkan oleh orang tua mu?” sahut Myungsoo pelan.

“EGOIS! KAU SAMA SEKALI TIDAK MEMIKIRKAN KENAPA AKU TERSESAT? TAK ADA RASA BERSALAH DI HATIMU, EOH? AKU MASIH ORANG ASING UNTUKMU? ORANG YANG TIDAK PERLU KAU JAGA? ORANG TIDAK PENTING? AKU TERSESAT KARNAMU! AKU KESAL DENGANMU YANG DENGAN SEENAKNYA MEMBENTAKKU DAN MENGUSIRKU UNTUK TIDAK MENGGANGGMU DENGAN MANTAN KEKASIMU ITU!” teriak Suzy didepan wajah Myungsoo, Suzy berlari keluar dari Flat yang bisa dikatakan megah itu.

Suzy terus berlari kencang, tak menanggapi teriakan Myungsoo yang menyuruhnya berhenti. Nafas Suzy terengah-engah. Kakinya yang sialan itu tidak bisa diajak kompromi, sejak tadi kakinya terus mengeluh dan akhirnya Suzy sudah tak tahan lagi, Suzy berhenti sejenak, menghirup udara dengan rakus.

Nafas Suzy tercekat ketika mendapati dua tangan kekar melingari pinggangnya dari belakang. Myungsoo berhasil menangkap Suzy dengan pelukannya. Suzy tak bergerak atau menolak sedikitpun, Suzy masih terlalu kaget.

“Maaf,” Kata Myungsoo lembut. “tak seharusnya aku begitu,” Myungsoo mengeratkan pelukannya. “Jangan pergi lagi. Kau tidak tahu betapa khawatirnya aku ketika kau pergi begitu saja semalam. Ini memang salahku. Kenapa mulutku selalu tidak mengatakan apa yang dikatakan hatiku sebenarnya ya? Tadi malam bukan maksud ku untuk mengusirmu, aku hanya terlalu gugup mengakui dirimu sebagai calon istriku kepada mantan pacarku yang telah mengkhianatiku itu. Namun mulutku yang sialan ini berkhianat, sangking canggungnya aku malah mengatakan yang tidak wajar. Dan tadi pagi, mulutku berulah lagi. Ku mohon maafkan aku. Aku memang lelaki kaku,”

Suzy terdiam. Cukup lama mereka terdiam dalam posisi seperti ini, hingga Suzy membalikan tubuhnya menghadap Myungsoo. Dipeluknya tubuh tegap Pria dihapannya, terlalu erat. Tidak ingin melepaskan Pria itu dari pelukannya. Myungsoo membalas pelukannya tak kalah erat, sesekali tangannya mengusap rambut panjang Suzy, sesekali juga dirinya tak segan untuk mengecup puncak kepala Suzy.

“Maafkan aku,” Gumam Myungsoo sekali lagi. Suzy mengangguk kecil dalam pelukannya. Myungsoo tersenyum kecil. Dilepaskannya pelukan itu, Suzy menatapnya dengan kecewa. Suzy masih ingin berada dipelukan Myungsoo yang nyaman.

“A..aku tidak tahu harus bagaimana,” Kata Myungsoo gugup. “aku tidak tahu kenapa, dan kapan tepatnya ini terjadi, itu semua terjadi begitu saja.” Suzy menatapnya dengan penasaran. “Perasaanku, aku menyukaimu. Ah tidak! Aku mencintaimu lebih tepatnya. Walaupun tindakanku selalu tidak seperti yang hatiku katakan, tapi hatiku selalu untukmu sungguh. Aku mencintaimu.” Lanjut Myungsoo tulus. Suzy tersenyum bahagia, akhirnya!

Suzy memeluk Myungsoo kembali. “Ku pikir cintaku bertepuk sebelah tangan, aku malah sudah hampir putus asa karna kebodohanku yang menyinmpan rasa padamu. Tapi kali ini ku tarik omonganku.” Jawab Suzy malu. Wajahnya ia tenggelamkan di dada Myungsoo. Myungsoo tersenyum, tangannya mengangkat kepala Suzy.

“Walaupun kita di jodohkan, tetap tidak lengkap jika  tak ada lamaran secara langsung kan?” Suzy menatap Myungsoo bingung, Myungsoo mengeluarkan kotak kecil dari saku celananya. “Jadi begini, Bae Suzy. Mau kah kau menikah denganku?”

Myungsoo membuka kotak kecil itu, dua cincin yang sama tetapi berbeda ukuran terpampang. Mata Suzy membulat. 4 detik kemudian barulah ia sadar, Suzy mengangguk pelan. Semburat  berarna merah jambu pun muncul di pipinya. Dengan cepat ia kembali lagi memeluk Myungsoo, Suzy memeluknya dengan erat, ia suka saat-saat seperti ini.

“Sudah puas memeluknya? Aku hampir kehabisan nafas. Kau tahu?” Kata Myungsoo dengan nada seperti biasa, nada ketus.

“Apa?”

Oke baiklah. Myungsoo tetaplah Myungsoo.

 End

Hai! kali ini aku balik dengan cast MyungZy again >< sorry sorry yang bosen. abis nonton lost in love. jadi pengen nulis yang kayak gitu. dan cast yang pertama kepikiran adalah MyungZy -_-v entahlah. mungkin karna aku nyamannya nulis tentang mereka doang hihi.

Commentnya di tunggu! ^-^

46 thoughts on “Because of you, i’m lost

  1. cerita dgn main cast MyungZy feel’n so real–lebih dapet feel mau senang sedih nangis marah kesal cs… entah mengapa itulah yg aku rasakan… kalau Suzy dipairing cerita dg namja selain Myung entah mengapa aku ga terlalu hanyut–begitupun sebaliknya–sesenang ato sesedih apapun itu..

  2. joah thor, gk bakalan bosen dh wat baca ff myungzy, jngn tanya knp? karna q jga gk tau | mungkin karna q myungzy shipper kelas akut kali ya kekeke~

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s