Sequel of Beautiful Spring : Suckmmer (Part A) + Q&A of Suckmmer

suckmmer3

Suckmmer

By wolveswifeu

Starring

Jinyoung | Soojung

Genre

Romance | Fluff

Rating

PG 13+

Length

Series

Poster by nanachaa at Yoongexo.wordpress.com

Wolveswifeu’s New Fiction, Suckmmer

Yes, I would.”

                Jawaban dari Soojung itu masih terekam jelas di otak Jinyoung sampai sekarang. Hampir dua bulan mereka menjalani hubungan sebagai pasangan kekasih dan Taemin mengetahuinya. Tetap saja, respon Taemin sama. Tetap diam, ntah dia sakit hati atau tidak peduli.

“Jinyoung.” Panggil Soojung. Lelaki yang berparas tampan itu menengok ke asal suaranya.

“Apakah tiket pesawat itu jauh lebih menarik dibanding aku?” Tanya Soojung. Jinyoung langsung terkekeh pelan dan tertawa canggung.

Aniyo, aku hanya senang.” Jawab Jinyoung.

“Kalau senang seharusnya berbagi denganku.”

“Hahaha, bukankah aku sudah membaginya setiap hari?” Tanya Jinyoung.

“Masih kurang.” Jawab Soojung ketus.

“Baiklah, aku tahu apa maksudmu. Tunggu kita menikah, ne? Saat-saat itu kita bisa membagi kesenangan bersama. Benarkan?” Tanya Jinyoung. Soojung langsung terkekeh pelan.

Ne, kau benar.” Soojung mengetuk-ngetukkan kakinya ke lantai bandara itu lalu berfikir sesuatu tentang Jinyoung. Dia merasa ada yang berubah. Dia menoleh ke Jinyoung. Memegang kedua pipi Jinyoung yang agak cekung itu.

“Jinyoung, kau sakit?” Tanya Soojung. Dia memegang pipi Jinyoung yang benar-benar terlihat lebih kurus dari sebelumnya. “Kau bertambah kurus.” Lanjut Soojung.

A-aniyo.”

                “HONOLULU!!!” Teriak Soojung keras-keras dari dalam mobil tak beratap yang disewa oleh mereka di Hawaii ini. Sebuah mobil yang berwarna pink soft itu melaju dengan kencang. Jinyoungn bertema pantai yang dipegang Soojung itu berjibaran tertiup angin.

“HONOLULU!!” Teriak Soojung sekali lagi.

“Jess, duduklah.” Suruh Jinyoung yang sambil menyetir.

“Huh, baiklah.” Soojung duduk di jok mobil itu dengan hati-hati.

“Oh iya, kita menginap di hotel mana?” Tanya Soojung sambil melipat Jinyoungn yang digenggam.

Kenapa Soojung harus menanyakan hal ini?

                “Bukan di..”

“Di hotel Lee Taemin.” Potong Jinyoung.

“Jinyoung! Kenapa harus di hotel dia?!” Tanya Soojung dengan suara yang keras.

“Tapi, paket liburan yang aku dapatkan begitu Jess.”

“Aku mau pulang!” Jinyoung terdiam mendengar perkataan Soojung. Nada dingin yang sudah lama Jinyoung tidak dengar itu muncul begitu saja.

“Hentikan mobilnya!” Ucap Soojung. Jinyoung menurutinya, Jinyoung menghentikan mobilnya. Soojung meraih handbag-nya sedangkan Jinyoung langsung menahan lengan Soojung.

“Jangan pergi, Jess.” Pinta Jinyoung. Soojung menggeleng.

“Kau tahu bukan betapa sakitnya disakiti oleh Taemin? Kamu mengenalku dengan baik, Jinyoung.”

“Aku juga tidak tahu kalau paket dengan hotel yang aku dapatkan seperti ini.” Soojung terdiam mendengar perkataan Jinyoung. Jinyoung benar. Bukan salah Jinyoung. “Kumohon, Jess.” Lanjut Jinyoung.

Soojung tersenyum dan melepaskan handbag-nya. “Baiklah, kajja!

                Jinyoung dan Soojung memasuki kamar yang sudah dipesan. Keduanya langsung merebahkan tubuh mereka. Menghempaskan rasa lelahnya di ranjang masing-masing.

“Hhhhh..” Keduanya membuang nafas secara bersamaan. Mereka memandangi wajah mereka satu sama lain lalu tertawa bersama.

“Sepertinya liburan ini akan menyenangkan, chagiya.” Kata Soojung. Jinyoung hanya mengangguk dan tersenyum kepada Soojung.

Semoga Jess, semoga.

                Soojung memajukan wajahnya, dia ingin mendaratkan bibir munglinya itu di pipi mulus Jinyoung. Perlahan namun pasti, Soojung memejamkan matanya. Pipi Jinyoung juga merasakan deru nafas yang keluar dari hidung Soojung.

“Maaf, Jess.” Soojung berhenti ketika mendengar perkataan yang keluar dari mulut Jinyoung. Soojung tercengang, matanya melebar.

“Kenapa?” Tanya Soojung. Jinyoung menggeleng.

Gwaenchana.

                Soojung mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil di tangannya di balkon hotel. Tiba-tiba ada pelukan yang muncul dari belakang, Jinyoung memeluk Soojung.

“Jinyoung!” Kata Soojung dengan ketus. Jinyoung langsung terkekeh pelan.

“Aku ingin mencium wangi rambutmu, deer. Apakah aku salah?” Tanya Jinyoung.

“Tidak kok. Tidak salah.” Jawab Soojung. Jinyoung langsung terkekeh pelan.

“Hm, puncak malam ini aku ada acara. Mungkin ini makan malam yang sama seperti biasanya, tapi topik pembicaraannya lah yang berbeda.”

“Apa itu?”

“Pernikahan.”

Aku menunggumu di pantai jam tujuh malam. Ah yah, jangan lupa tampil cantik dan wangi ya! Aku tidak mau melihat Soojung yang tomboy malam ini!

– Jinyoung-

                Soojung tersenyum sambil melihat kertas putih dengan tulisan acak-acakkan Jinyoung itu. Dia menyuJinyoung seluruh yang ada pada diri Jinyoung. Dia sudah membaca tulisan itu sebanyak tiga kali. Bahkan Soojung sudah siap dan sudah tampil cantik.

“Aku siap!” Seru Soojung dengan semangat lalu mengambil dompet panjangnya dan mengenggamnya dengan kuat. Dengan dress sepanjang lutut dan tanpa lengan, dia keluar dari kamarnya.

                Soojung berjalan keluar dari gedung hotel ini. Dia menyelipkan beberapa helai rambutnya ke belakang telinganya karena menghalangi wajahnya. angina malam bertiup dengan kencang. Sebenarnya tidak baik bagi seorang yeoja berada di malam hari seperti ini dengan paJinyoungan yang agak terbuka.

Soojung memeluk kedua lengannya, berniat menghangatkan tubuhnya yang tertiup angin sedate tadi. Tiba-tiba ada sebuah jaket berwarna hitam yang menutupi paJinyoungan Soojung yang agak terbuka itu.

“Seorang wanita di malam hari sendirian dengan paJinyoungan seperti itu tidak baik.” Nasehat seseorang dari belakang. Soojung tercengang, dia mengingat dengan betul milik siapa suara cempreng ini.

“Lee Taemin?” Soojung menoleh ke belakang dan benar. Ada Oh Taemin disana. “Bagaimana bisa?” Malah sebuah pertanyaan bodoh yang Soojung lontarkan dari mulutnya. Sudah sangat jelas mengapa Taemin berada disini. Dikarenakan dialah yang mempunyai hotel ini.

“Kau tidak tahu?” Tanya Taemin balik.

“A-aku tahu.” Jawab Soojung dengan gagap.

“Apa?” Tanya Taemin dengan nadanya yang agak tinggi. Nampaknya dia sedikit menantang Soojung.

“Kau pemilik—“

“Salah besar! Aku sedang menikmati liburanku dengan Suzy.” Potong Taemin. Hati Soojung remuk seketika. Bagaimana bisa Taemin mengatakan hal seperti itu di depan mantan kekasihnya? Soojung melepas jaket yang diletakkan oleh Taemin tadi lalu mengembalikan kepada Taemin.

“Terima kasih, aku harus menemui Jinyoung-ku.” Ucap Soojung sambil menekan nada nya di nama Jinyoung lalu pergi meninggalkan Taemin.

“Pasangan bodoh.”

                Jinyoung duduk di atas meja makan yang sudah ada santapan lezat dihadapannya yang dihadang dengan tudung saji yang tembus pandang itu. “Soojung pasti akan sangat senang!” Kata Jinyoung.

Tiba-tiba ada yang menepuk pundaknya, “Maaf, aku telat.” Ucap orang itu –Soojung. Jinyoung melihat arlojinya dan tersenyum.

“Tidak, kau beluim terlambat.” Jinyoung berdiri dan berjalan ke bangku kosong yang ada dihdapannya, bangku Soojung. Dia menarik bangku tersebut, memberikan ruang agar Soojung bisa duduk.

“Silahkan.” Ucap Jinyoung. Soojung tersenyum lalu duduk. Jinyoung pun berjalan ke tempat-nya dan duduk lagi.

“Malam ini akan jadi malam terindah.” Kata Jinyoung.

“Haha, sejak kapan kau menjadi se-romantis ini?” Tanya Soojung.

“Hei, tidak salah kan?” Tanya Jinyoung balik lalu dia membuka tudung saji tembus pandang itu lalu menyingkirkannya.

Special dinner for us.” Ucap Jinyoung.

“Haha, makan bersama, ne?

                Mereka mengunyah makanan itu dengan semangat. Makanan ala eropa di pinggiran pantai Honolulu bersama ornag yang kita sayangi. Bisakah kalian bayangkan betapa rasa senangnya itu?

Soojung memerhatikan orange juice milik Jinyoung. Nampaknya orange juice itu sangat membuat Soojung tergiur dengan sangat. Soojung meraih orange juice tersebut, berniat untuk mencobanya. Tapi, tangan Jinyoung jauh lebih cepat dibanding Soojung.

“Tidak boleh!” Ucap Jinyoung. Soojung mengerutkan alisnya.

“Kok?” Respon Soojung.

“Tidak, tidak boleh!” Tegas Jinyoung.

“Aku tidak alergi dengan jeruk, ayolah! Aku sudah ingin orange juice dari kemarin.”

“Biarkan aku pesan yang baru.”

“Jinyoung! Kenapa? Kau terlalu protective pada diriku! Aku ini kekasihmu!” Oceh Soojung.

“Bukan begitu.” Ucap Jinyoung dengan tenang.

“Bohong, aku tahu kau menyembunyikan sesuatu.” Tebak Soojung. Jinyoung menggeleng, dia memegang gelas orange juice itu dengan keras.

“Maaf, Jess..” Ucap Jinyoung menggantung.

“Kenapa? Untuk apa?” Tanya Soojung dengan penasaran.

“Aku mengidap AIDS.”

Next Chapter : Suckmmer (Part B-END)

Q&A Session about Suckmmer

                Aku buat ini agar menghilangkan rasa penasaran readers sekalian. Jadi, aku buat Question and Answer tentang Suckmmer!😀

Q : AIDS-kan nggak menular dengan cara berciuman di pipi, minum di gelas yang sama, atau semacamnya. Kok, Jinyoung kayak gitu?

A : Jinyoung itu sayang sama Soojung. Gak salah dong kalau dia protective banget? Intinya, dia gak mau Soojung kenapa-kenapa.

Q : Kenapa penyakitnya bahaya banget?

A : Maaf, untuk membuat jalan cerita menjadi menarik dan jarang ditemui. Aku buat seperti ini. Ini hanya fiksi kok, tenang saja!

Q : Asal usul Jinyoung bisa AIDS apa yah? Gak dijelasin.

A : For your information, FF ini ber-alur cepat karena aku samakan dengan musim-musim yang berada di Korea. Sekarang mereka di Honolulu jadi Musim Panas lebih cocok😀

Hanya sekedar info, yang kemarin aku post itu Part A dikarenakan belum KLIMAKS menurutku. Jadi aku akan buat Part B dan akan di post besok atau lusa. Maaf gak bisa janji sebelumnya!

Ada info lain. Demi FF ini aku rela baca artikel tentang AIDS dengan latar belakang anak IPS. So, jangan buat kecewa dengan STATS yang tinggi tapi respon yang rendah!

Oke, itu aja, thank you❤

4 thoughts on “Sequel of Beautiful Spring : Suckmmer (Part A) + Q&A of Suckmmer

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s