[NEW SERIES] LOVE IS HURT (part 8)

pemandangan-sunset-pohon.psd

Author  : vidyoung

Genre   : hurt romance?

Lenght  : chapter

Main Cast            : ~ Jung Min Ri (OC)

~ Kim Jong In/ Kai EXO

Support Cast      : ~ Cho Hyun In (OC)

~ Oh Sehun EXO

~ Park Chanyeol EXO

~ Bang Yongguk B.A.P

~ And other cast

Twitter : @vidyafa21😀

WARNING :        OOC, Typo(s) bertebaran, harap maklum. Jika ada kesamaan cast dan cerita, itu semata-mata karena ketidaksengajaan, karena ini epep asli dari otak author sendiri.

Oi oi readerdeul!! vidyoung menyapa nih..

Maap lama..

Happy reading of chap 8….!!

link : part 1, part 2, part 3, part 4, part 5, part 6, part 7

Part Sebelumnya..

                Kedua pasang mata itu saling terpaku pada objek didepannya.. Tak percaya dengan apa yang dilihatnya.. Waktu seakan berhenti dan keheningan mulai menyapa mereka..

~~

Ketiga orang itu diliputi keheningan, ah tidak untuk salah satu dari mereka, yaitu namja kecil yang sejak tadi berceloteh dengan semangatnya. Berbeda dengan dua orang lainnya yang hanya duduk diam sambil sesekali mengalihkan pandangannya ke sembarang arah. Sang namja yang sudah tidak tahan dengan aksi diam-diaman ini akhirnya berdehem.

“Emm, bagaimana kabarmu selama ini?” ujarnya. Yeoja dihadapannya yang tadinya melihat kesembarang arah mulai memandang namja didepannya.

“Seperti yang kau lihat, kabarku sangat baik, Jong In-ssi” jawabnya yang sempat membuat namja dihadapannya terpaku selama beberap detik. Sejak kapan yeoja didepannya ini menggunakan panggilan formal untuknya, mungkin itulah yang dipikirkannya.

KAI POV

“Emm, bagaimana kabarmu selama ini?” tanyaku membuka pembicaraan setelah lama berdiaman.

“Seperti yang kau lihat, kabarku sangat baik, Jong In-ssi” Aku tersentak kaget. Sejak kapan ia memanggilku dengan formal seperti itu? Ah kau bodoh Kim Jong In! Tentu saja sejak insiden malam itu. Kau benar-benar tampak seperti namja br*ngs*k.

“Apa Jong Min ini…anakmu?” tanyaku sedikit ragu. Ia terdiam sebentar sebelum akhirnya menjawab.

“Tentu saja. Memangnya anak siapa lagi??” ujarnya. Jong Min benar-benar anaknya? Tapi dengan siapa? Apa dengan namja bernama Park Chanyeol itu? Apa Min Ri menikah dengannya? Min Ri pasti sudah bahagia.. Kau terlambat Kim Jong In..

Ahjussi! Jong Min boleh pesan makanan?” suara lucu Jong Min menyadarkan lamunanku. Astaga! Aku sampai tidak sadar jika waitres sudah berada di meja kami.

“Baiklah, Jong Min mau pesan apa? Jong Min boleh memesan apapun karena semua ahjussi yang mentraktir” jawabku sambil tersenyum. Aku merasakan Min Ri langsung menatapku.

Jinjja?? Holleee! Eumm, Jong Min mau pesan pasta stlawbelly sama cake stlawbelly dan minumnya yang ini!” jawab Jong Min sambil menunjuk menu dalam daftar menu.

“Jong Min-ah, jangan terlalu banyak pesannya” Min Ri berkata pelan disebelah Jong Min.

“Tidak apa, aku sudah berjanji pada Jong Min akan mentraktirnya sepuasnya. Kau jangan khawatir”ujarku. Kulihat Min Ri menghela nafas dan mengangguk pelan. Aku tersenyum. Setidaknya aku bisa membuat Min Ri sedikit senang, yah walaupun hanya berupa traktiran makan malam untuknya dan Jong Min. “Kau tidak mau memesan sesuatu, emm.. Min Ri-ah?” Tanyaku sedikit ragu setelah melihatnya hanya diam memperhatikan Jong Min yang tengah berceloteh disampingnya.

“Aku? Tidak perlu. Aku disini hanya menemani Jong Min saja. Lagipula undangan ini hanya untuk Jong Min” ujarnya.

“Siapa bilang hanya untuk Jong Min? Aku memang mengajak Jong Min makan malam, tapi juga dengan membawa Ummaappa-nya. Pelayan!” seorang pelayan mendatangi meja kami.

Ne, tuan. Ada yang bisa saya bantu?”

“Aku pesan Macarel strawberry satu, bulgogi satu dan cappuccino dua” pesanku.

Ne, mohon tunggu sebentar”

“Ka-kau.. Bukankah kau tidak menyukai strawberry? Kenapa-“ sebelum ia melanjutkan ucapannya, aku sudah memotongnya terlebih dahulu.

“Tentu saja ini untukmu. Nah Jong Min, kalau mau tambah bilang ahjussi, ne?” ujarku beralih ke Jong Min yang tengah asik memakan pasta strawberry-nya. Aku sampai tak sadar jika pesanan Jong Min sudah datang sejak tadi karena focus ke yeoja di hadapanku ini.

Ne, ahjussi” jawabnya ceria.

“Ini pesanan anda tuan” seorang waitress datang membawa pesananku tadi.

Ne, gomawo” ujarku. Ku letakkan Macarel strawberry dan cappuccino kedepan Min Ri. Ia memandangku heran.

“Ini…maksudnya..”

“Aku memesannya untukmu. Makanlah, sayangkan kalau tidak dimakan” ucapku. Mau tidak mau ia menurutiku. Bukankah tidak sopan menolak kebaikan orang? Agak lama kami makan dengan tenang walau sesekali Jong Min bersuara, tetap saja ia -Min Ri- tetap diam.

“Ngomong-ngomong, dimana Appa Jong Min? Kenapa ia tidak datang bersama kalian?” pertanyaan spontan-ku sukses membuat Min Ri yang tengah mengunyah tersedak. Buru-buru aku menyodorkan segelas air padanya yang langsung diminumnya. Hey,ada apa dengannnya? Apa pertanyaanku ada yang salah?

“Tidak ada. Jong Min sudah tidak mempunyai appa sejak ia lahir” ujarnya pelan yang sontak kembali membuatku terkejut. Apa maksudnya?

“Maaf Jongin-ssi, sepertinya kami harus pulang. Terimakasih untuk undangan makan malamnya. Kalau begitu, kami pergi. Kajja Jong Min-ah” Ia tiba-tiba berdiri. Sambil menggandeng Jong Min, ia akan beranjak pergi.

Chakkaman! Ehmm, Biarkan aku mengantar kalian, otte?” tawarku.

“Terimakasih tawarannya, tapi kami bisa naik taxi, Jongin-ssi. Selamat malam”

“Sampai jumpa lagi, ahjussii, Jong Min pulang dulu ne? Gomawo makanannya” ujar Jong Min menoleh sebentar sebelum ia dan Min Ri keluar dari restoran.

Kuhempaskan tubuhku di kasur penginapan yang kutempati ini. Aku menghela nafas berat. Kembali mengingat kejadian beberapa puluh menit yang lalu. Aku bertemu kembali dengan Min Ri, istriku. Yah, Secara hukum Min Ri masih menjadi istriku, karena surat cerai yang sudah ditandatangani olehnya dan diberikan padaku sebelum ia pergi sama sekali tidak aku tandatangani, lebih tepatnya aku tidak mengharapkan perceraian ini.

“Tapi.. apa maksudnya tadi bilang jika Jong Min tidak mempunyai appa sejak lahir? Bukankah appa-nya namja bernama Park Chanyeol itu?” Aku beranjak mengambil ponsel di nakas dan menelpon Pak Jang, asistenku yang selama ini memang aku tugaskan mencari Min Ri.

Yeoboseyo, Pak Jang. Bisakah kali ini kau mencari informasi untukku?”

“…..”

“Aku bertemu dengan Min Ri tadi dan itu berarti ia tinggal disini. Aku ingin mengetahui kehidupannya selama lima tahun ini dan anaknya yang bernama Jong Min itu. Kau bisa?”

“…..”

Geurae, Laporkan padaku, kalau bisa secepatnya”

“…..”

“Baiklah, Gomawo. Aku tutup” PIP. Hhh.. Min Ri-ah.. Aku akan mendapatkanmu kembali..apapun yang terjadi.. Yah, aku memang egois. Dulu aku menyia-nyiakanmu dan sekarang menginginkanmu kembali. Aku akn membayar semua kesalahannku di masa lalu, walaupun kesalahanku itu tak termaafkan, aku janji..

304042-exo-kai-26

KAI POV END

                “Park Chanyeol.. Sebenarnya apa yang kau lakukan di Busan selama ini, hingga kau harus bolak-balik ke tempat itu? Bukankah kau tidak memiliki keluarga yang tinggal disana, lagipula bukankah tugas yang diberikan oleh bos telah selesai?” Yeoja bernama Hyun In itu tampak menyipitkan matanya memandang kearah namja tinggi di depannya. Sepertinya ia tengah mengintimidasinya.

Eoh? Bagaimana kau tahu? Memangnya tidak boleh aku kesana?” respon si namja. Hyun In memutar bola matanya malas.

“Masalahnya, kau terlalu banyak absen, dan absenmu itu hanya untuk pergi ke Busan?! Bos sampai bertanya padaku. Merepotkan saja.”

“Aku.. Tidak ada.. Hanya..Eumm.. “

“Kau ini mau bicara apa sih sebenarnya?! Kenapa kau jadi aneh begini? Apa kau sedang menyembunyikan sesuatu?” ujar Hyun In dengan tatapan menyelidik.

“Eh? Apa terlihat jelas?…….Ups!” Seketika Chanyeol menutup mulutnya dengan kedua tangannya.

“Ternyata benar kau menyembunyikan sesuatu. Jadi sebenarnya apa yang kau lakukan di Busan, eoh?” Hyun In melipat kedua tangannya didepan.

“Haruskah aku beritahu? Bukan hal yang terlalu penting kok. Tenang saja..” Chanyeol masih berusaha mengelak. Hyun In menatapnya tajam seolah dengan tatapannya itu dapat menembus tubuh Chanyeol. “Ck! baiklah-baiklah. Aku akan katakan. Kau tidak perlu menatapku seperti itu. Aku kesana untuk menemui Min Ri” ujar Chanyeol akhirnya.

MWOO??? Min Ri?? Kau menemui Min Ri??” mata Hyun In membulat sempurna. Chanyeol sendiri mulai terlihat pening karena saat ini Hyun In mencengkram kedua bahunya sambil  menggoncangkannya dengan kuat.

Ne, tapi lepaskan dulu tanganmu. Kau membuatku pusing”

“Kenapa kau tidak memberitahuku Park Chanyeol bodoh!! Kau tahu aku begitu merindukan juga mengkhawatirkannya selama ini?? Cepat beri tahu aku alamatnya…!” respon Hyun In tak sabar. Chanyeol menghela nafas pelan dan mengangguk menanggapinya.

“Sehun, tak bisakah kau lebih cepat? Kenapa lama sekali?” terlihat seorang yeoja tengah meruntuk kesal pada namja disampingnya yang tengah menyetir.

“Bersabarlah, kau lihat sendiri sekarang tengah macet? Sebenarnya untuk apa kita ke Busan? Kenapa harus terburu-buru sih , chagi? Kenapa tidak besok saja?” namja yang dipanggil Sehun itu penasaran.

“Aku ingin menemui Min Ri. Kau focus saja pada jalan. Dan mengebutlah sedikit” titah Hyun In –yeoja itu-.

Mworago? Jadi Min Ri ada di Busan? Dari mana kau tahu?” Hyun In melempar Sehun –namja disampingnya itu- dengan tatapan tajam andalannya.

Arassoarasso, aku tidak akan bertanya lagi. Chagi, mian ne?”  dan hanya dijawab oleh jawaban singkat dari istrinya itu.

sehun-exo-k-random-33369766-400-486

MIN RI POV

                “Jong Min-ah, kajja mandi, ini sudah hampir malam. Umma akan menyiapkan pakaianmu dulu ne? Jong Min tunggu di kamar mandi” ujarku.

Ne, umma”  jawab putra kecilku itu. Dia baru kembali dari bermain di rumah Lee ahjumma. Setelah  menyiapakan pakaian Jong Min, segera aku menyusulnya di kamar mandi untuk memandikannya. Selesai acara mandi, Jong Min sudah aku kenakan pakaiannya, tiba-tiba pintu rumahku ada yang mengetuk. Siapa kira-kira? Apa itu Chanyeol?

“Tunggu seben— H-hyun In-ah..“

“Min Ri-ah!!” yeoja didepanku ini sontak memelukku erat. Bagaimana Hyun In bisa ada disini? Darimana ia tahu aku ada disini? Apa Chanyeol yang memberitahukannya?

“Min Ri-ah, kenapa kau tidak tega sekali pada sahabatmu sendiri. Pergi tanpa pamit padaku”

“Min Ri-ah, bagaimana keadaanmu selama ini? Kami sangat merindukanmu” ujar sebuah suara di belakang Hyun In, Sehun.

“Maafkan aku, aku hanya..”

Gwenchana, aku mengerti perasaanmu. Aku jadi semakin tidak suka dengan si Kai bodoh itu yang sudah membuatmu seperti ini” tambah Hyun In

“Ah.. Kalian masuklah dulu.. Maaf jika rumahku agak berantakan” ujarku menyadari jika kami masih di pintu depan.

“Jadi selama ini kau tinggal sendiri disini? Kau baik-baik saja kan?” Hyun In mulai menginterogasiku setelah kami duduk di sofa ruang tengah.

“Aku baik-baik saja, kalian tidak perlu khawatir. Aku tidak tinggal sendiri. Ada—“

Ummaaa~ Jong Min lapal..” Kami menoleh ke asal suara. Jong Min keluar dari kamarnya sambil membawa boneka pororo-nya.  Aku bangkit dari  dari dudukku untuk menghampirinya dan menggendongnya ke sofa dimana Hyun In dan Sehun berada.

“Baiklah, Umma akan memasakkan makanan untukmu. Tapi sebelum itu, kenalkan, ini teman-teman Umma, Hyun In ahjumma dan Sehun ahjussi. Beri salam pada mereka..” ucapku.

Anyeong Yun In ahjumma, Sehun ahjussi..  Kim Jong Min imnida. Salam kenal” Jong Min memperkenalkan dirinya dengan setengah wajahnya yang tertutupi bonekanya.

Anyeong Jong Min.. salam kenal juga ne?” Hyun In yang pertama merespon meski raut kebingungan nampak diwajahnya.

“Min Ri-ah, nuguya?” Tanya Sehun.

“Ini putraku” ujarku.

“Putramu? Lalu dimana appa-nya? Apa kau menikah lagi? Tanya Hyun In yang hanya dibalas gelengan olehku.

“Jangan katakan kalau appa-nya… Kai??” tanyanya lagi.

“Memang benar” jawabku singkat yang membuat kedua orang itu terkejut.

“Kau berhutang penjelasan pada kami setelah ini, Min Ri-ah” tambah Sehun.

Arasso.. Emm, aku akan memasak makan malam. Jong Min tunggu bersama Ahjussi dan Ahjumma, ne?”

“Biarkan aku membantumu memasak. Jong Min, tak apa kan jika kau menunggu bersama ahjussi saja?” Tawar Hyun In.

Ne, Umma dan ahjumma memasak saja. Jong Min dan Sehun ahjussi akan menunggu” jawab Jong Min. Aku dan Hyun In tersenyum mendengar jawabannya.

Saat ini kami berempat sudah berkumpul di meja makan. Aku dan Hyun In baru saja menyelesaikan acara masak kami. Suasana sangat tenang meski sesekali Jong Min bersuara seperti biasa, seperti minta ambilkan nasi, ingin dibuatkan susu, dan lain-lain. Tak butuh waktu lama, kami telah menyelesaikan makan dan kembali ke ruang tengah. Terlihat Jong Min tengah main game dengan Sehun.  Mereka berdua duduk di lantai yang telah beralaskan karpet, dan Hyun In sendiri duduk disofa tepat disebelahku. Dan aku mulai menceritakan semua pada Hyun In, setelah menyadari tatapannya penuh rasa ingin tahu yeoja itu.. Apalagi percakapan kami tadi belum selesai.

MIN RI POV END

KAI POV

“Jadi, apa yang kau dapat?” ucapku tak sabar.

“Selama 4 tahun ini, nyonya memang tinggal disini, dan 8 bulan kemudian sejak ia ia tinggal disini, Jong Min lahir. Saya sama sekali tidak mengetahui dimana appa Jong Min, dan menurut seseorang yang kuyakini mengenal nyonya, Nyonya mengaku padanya telah bercerai dengan suami- maksud saya anda, sajangnim..” Aku tersentak mendengar penjelasan Pak Jang. 4 tahun yang lalu? Dan 8 bulan kemudian Jong Min lahir? Itu berarti ia telah hamil saat dimana ia meminta cerai padaku dan pergi? Apa mungkin Jong Min..

Aku memberhentikan mobilku didekat kebun-kebun strawberry, dan aku berpapasan dengan seorang warga yang kebetulan berada disekitar sini.

Chogiyo, Apa ahjumma tahu rumah namja kecil bernama Jong Min?” tanyaku.

“Ah, maksudmu Kim Jong Min aegya dari Min Ri?” Tanya ahjumma didepanku.

Ne, ahjumma tahu?” tanyaku lagi.

Ne, kebetulan mereka adalah tetangga ahjumma. Kajja ikuti aku” ahjumma itu melangkah terlebih dahulu, sebelum akhirnya aku menyamai langkahnya.

“Ngomong-ngomong, ada apa kau mencari Jong Min? “

“Hanya ingin bertemu dengannya ahjumma, emm, aku juga ada urusan dengan ibunya” jawabku.

“A, geuraeyo? Tapi.. ahjumma seperti pernah melihat wajahmu, tapi dimana ya?” ujarnya.

“Benarkah? Mungkin hanya orang yang mirip denganku, ahjumma” ucapku.

“Nah, sudah sampai. Ini rumahnya, rumah ahjumma berada 2 rumah dari sini, kau bisa melihatnya kan? Jika butuh apa-apa, ahjumma tidak keberatan membantu” Kami telah berhenti di depan rumah minimalis namun tampak asri.

Arasso. Gamsahamnida ahjumma” ujarku tulus. Ahjumma itu mengangguk dan berlalu menuju rumahnya. Aku menarik nafas pelan dan menghembuskannya berat. Baiklah, aku akan masuk. TOK!TOK!TOK! tidak ada sahutan sampai aku mengetuk pintu untuk ketiga kalinya dan perlahan pintu terbuka dan menampilkan sosok yang pernah kusakiti. Sosok yang begitu sabar berada disampingku, walaupun aku tak menganggapnya. Bodohnya aku menyia-nyiakannya.

“Maaf,Jika kau mencari Jong Min, ia sudah tidur, kau bisa menemuinya lain waktu” ia baru saja akan menutup pintunya kembali sebelum  aku menahannya.

Chakkaman! Bisakah kita bicara? Sebenarnya tujuanku kesini untuk menemuimu. Aku mohon..” Terlihat lagi-lagi ia menghembuskan nafas pasrah. Dan akhirnya ia mengangguk dan membiarkanku masuk.

“Benarkah Jong Min anakku?” ujarku to the poin. Kulihat membulatkan matanya terkejut.

“Apa yang kau bicarakan?? Kau datang kesini hanya untuk bertanya mengenai hal itu?? Ck! Kau tak akan mendapatkan apapun dariku. Sepertinya kedatanganmu sia-sia-”

“Jawab yang jujur, Min Ri-ah! Kau tahu, selama ini aku diliputi rasa bersalah dan penyesalan. Aku mohon beri tahu aku yang sebenarnya..” suaraku kembali lembut setelah sebelumnya sedikit berteriak.

“Lalu setelah kau mengetahui semuanya, apa yang akan kau lakukan?? Menyakitiku lagi?! Aku tidak akan membiarkan anakku merasakan apa yang aku rasakan dulu. Dia sudah bahagia disini! Dan tolong jangan menemuinya lagi, Jongin-ssi. Sudah ada Chanyeol yang akan menemaniku menjaga dan merawat Jong Min” ujarnya seraya memalingkan wajahnya kemana  saja, asal ia tak menatapku.

“Maafkan aku.. Kau harus menjalani hidup seperti ini karena aku.. Aku akan memperbaiki semua..Aku mohon kembalilah padaku.. Kita akan memulai semua dari awal..” kugenggam tangannya, namun dengan perlahan ia melepaskankannya.

“Kita sudah bercerai, dan tak akan bisa kembali. Dan aku tidak mau membuat Jong Min bingung” ujarnya.

“Baiklah, tapi perlu kau ingat, aku tidak akan pernah berhenti untuk meyakinkanmu atas kesungguhanku. Dan juga, aku hanya ingin mengetahui satu hal, jawablah dengan jujur, jebal.. Apa benar Jong Min anakku?” tanyaku sekali lagi.

Ne, dia anakmu. Lalu apa yang akan kau lakukan setelah mengetahuinya?? Jangan sekali-sekali mengatakan yang sebenarnya padanya. Kau tidak tahu betapa sakitnya hatiku ketika kau melakukannya tanpa rasa cinta sekalipun dan membayangkan yeoja lain. Dan betapa terpuruknya aku ketika mengetahui hamil saat itu. Kau saja tidak peduli denganku apalagi dengan anakmu sendiri” ujarnya sakartis. Astaga.. Ia benar-benar marah dan kecewa padaku.. Bagaimanapun aku harus berhasil memperbaiki semua. Demi Min Ri dan anakku, Jong Min.

KAI POV END

 

MIN RI POV

                “Min Ri-ah, sudah malam, sepertinya kami harus kembali ke Seoul.. Ohya hampir lupa, Chanyeol tidak bisa kesini katanya ia masih harus menyelesaikan pekerjaannya, 3 hari lagi baru akan selesai, tidak apa kan? “ pamit Hyun In dengan Sehun disampingnya.

“Tentu saja. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan” jawabku.

“Aeyy, aku takut kau akan merindukannya, hehe. Kami pamit dulu.. Kami juga akan sering mengunjungi kalian, titip salam ke Jong Min ne? Bye!” Hyun In memelukku sekilas dan berlalu menuju mobil Sehun yang terparkir didepan rumahku. Aku melambaikan tanganku kearah mobil Sehun yang semakin jauh. Aku kembali masuk kedalam rumahku dan mulai membereskan sisa-sisa Se-Hyun tadi. Baru saja aku selesai mencuci piring, Pintu rumahku diketuk dari luar oleh seseorang. Kira-kira siapa yang bertamu malam-malam begini? Apa itu Hyun In dan Sehun yang kembali karena ada barang yang teringgal? Buru-buru aku membersihkan tanganku dan bergegas menuju pintu. Cklek! Pintu terbuka dan orang itu.. KAI?!

MIN RI POV END

Di jalanan Seoul , tepatnya di dalam mobil Audi putih, seorang namja yang tengah menghisap nikotin tampak santai menyetir, sambil sesekali bergumam. Tampaknya saat ia sedang dalam mood yang baik. Tak lama mobilnya berhenti tepat didepan gedung perkantoran bertuliskan ‘KIM CORP’. Ia membuka kaca mobilnya dan mendongakkan kepalanya keatas tepatnya lantai tertinggi dimana ruangan direktur pemilik perusahaan itu berada. Tak lama, terlihat seringaiannya yang menakutkan. “Tunggu aku Kim Jongin” gumamnya sebelum ia benar-benar pergi dari tempat itu..

yong

TeBeCe!

Hasemeleh! Apaan deh part ini?-_-

Alur makin berantakan, geje gak ketulungan, makin ngebosenin..

Udah mendekati ending nih..

Coment buat kasih kritik dan saran ne? Author butuh soalnya. Juga buat nambah semangat author juga.

Author juga jarang buka wordpress, kecuali pas lagi ngepost epep doang, jadi mian, kalo author munculnya telat banget..

Author juga mulai sibuk, maklum lah udah kelas XII..

Gomawo buat readers yang masih mengharapkan epep ini *bow*

Saranghae! See You next chap! ;D

18 thoughts on “[NEW SERIES] LOVE IS HURT (part 8)

  1. lama bgt tor baru muncul lagi..?😀
    wah makin penasarn nie, kira” kalau kai dengan tulus ingin memperbaiki kesalahannya pap min ri akan kembali pd kai apa ke chayeol ya? hohohoho

  2. Oxygen please..>_.< dr chap 1-8 aq bca semakin seru,gak ngebosenin,bikin penasaran & yg pasti ngangenin… *o* [AUTHOR PLEASE CHAP SEMBILAN NYA#capslockJebol] please thor' alny dr kmren aq nungguin ny chap 9 blm nongol-nongol! Jg smp bikin gue gantung Luhan deh..what(?)Abaikan. Aq penasaran ma kelanjutan.. Ni si minri bkalan ma chanyeol ap Kai,, klw ma kai aq seneng aj soalny dia bpke, tp gmn ma chanyeol(hati yg tersakiti) aq gak tegaaa….. Pokokny thor harus lanjutin!!DAEBAK 10 JEMPOL (y) (y) (y) (y) (y) (y) (y) (y) (y) (y)🙂

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s