[FF Freelance] So I… (Part 1)

so i cover

Judul: So I…

Author: Kiray Nayla

Main Cast:

  • Kang Hana, Park Jungsoo, Cho Kyuhyun

Support Cast:

  • Lee Sungmin, Kim Mira, Kim Ryeowook, Kim Youngwoon,
  • Shin donghee, Jaekyung, Kang Sora, Choi Sungjun

Length: Two Shots

Rating: General

Genre: Romance, Sad, Comedy

Annyeonghaseyo, author datang lagi bawa ff two shot, karena lagi kangeeenn bgt sama uri leader & soldier Park Jungsoo aka Leeteuk makanya jadi deh FF yang seadanya ini. Hehhe

Mari langsung saja kita ke TKP..

 

Author POV

 

“Euhm”…. Hana malah menarik selimut hangatnya dan menutupi tubuh munggilnya dari cuaca dingin kota Seoul pagi ini, padahal alarmnya sudah berbunyi untuk yang kesekian kali namun lagi-lagi tombol “Snooze” yang iya sentuh di ponselnya. |

Kriiiiiiinggg….kriiiiing….. alarmnya kembali berbunyi

“euhm…” dengan malas hana menggambil ponselnya dan kembali akan menekan tombol “snooze” namun saat dia melihat jam yang tertera di layar menunjukkan pkl 07.35 dia mengurungkan niatnya.

“Omoo…, Yak…aku telat” hana langsung bangkit dari tempat tidur empuknya, lalu bergegas ke kamar mandi.

Kang Hana, yeoja berusia 22 tahun bekerja di salah satu perusahaan yang juga seorang mahasiswi tingkat akhir salah satu universitas ini hidup sendirian di kota Seoul untuk mencoba meraih mimpinya dia rela meninggalkan keluarganya. Sosok mandiri yang dari luar terlihat begitu kuat, ceria, dapat bergaul dengan berbagai lapisan dan menjadi teman yang baik, namun tidak seperti yang terlihat dari luar ternyata ada sisi di mana hana begitu rapuh. Lebih dari 4 tahun hana menjalani hidupnya sendiri tanpa seorang kekasih, miris memang harus melalui hidup yang keras di kota besar seperti Seoul seorang diri, tapi itu kenyataan dan bisa di lalui oleh Kang Hana. Karena aktifitas kantor dan perkuliahan yang padat, hana menjadi tidak terlalu memikirkan hal yang satu itu, namun ada kalanya hana menanggis sendiri meratapi kehidupan percintaannya yang bisa di bilang kurang beruntung.

 

Hana Pov

Pagi ini aku bangun kesiangan lagi, memang hanya butuh jalan beberapa ratus meter menuju kantor ku, namun cukup melelahkan bila setiap pagi harus berlari seperti ini. Hari ini, hari pertama kantorku pindah tempat, Jadi hari ini kami di sibukkan dengan menata dan membereskan ruangan kantor kami yang baru.

 

“Hana-sshi, kenapa datang begitu siang?” Tidak tahu kalau dari pagi kami begitu sibuk membereskan barang-barang ini” ujar Hyemi salh satu staff kantorku, kami tidak terlalu dekat.

Apa dia tidak tahu aku begitu lelah lari dari flat ku menuju kantor huh? Sampai kantor malah mengomeliku begitu. Lagi pula aku hanya telat 20 menit, berlebihan sekali dia -_-

“Mianheyo Hyemi-sshi”

“Ya sudah, cepat bereskan barang-barangmu, mejamu di dekat pintu sini” katanya sambil menunjuk meja yang berada dekat pintu masuk. Aish…mengapa aku di tempatkan di situ? Itu terlalu dekat dengan pintu. Namun aku terima saja, karena hari ini aku datang kesiangan.

“Ne, arasso”

Lalu aku membereskan barang-barangku dan membantu mereka merapikan kantor baru ini. Setelah selesai, aku mulai mengerjakan pekerjaan yang menjadi tugasku. Saat temanku membuka pintu untuk keluar, dari balik pintu aku melihat seorang namja keluar dari kantor sebelah, walau hanya sekelibat namun aku bisa melihat wajahnya yang menurutku cukup tampan. Sayangnya aku hanya melihatnya sekilas, karena saat aku mencoba memperhatikannya pintu sudah tertutup kembali. Mungkin duduk mengahadap pintu seperti ini bagus juga, aku jadi bisa melihat siapa-siapa yang melintas, hehehe.

 

“Yak, kang hana, kenapa kau senyum-senyum seperti itu huh?”kata Jung Mira

“Tidak, aku hanya ingin tersenyum saja, apa itu dosa ?”

“hahahha…senyum itu ibadah, namun bila senyum sendiri seperti itu aku khawatir jangan-jangan kau….”

“Aku apa? Gila maksud mu huh? Enak saja kau ini”

“Aku tidak bilang kau gila yaa..”

“Aish…”

“Apa kau tidak mau makan siang? Ini sudah hampir jam 2”

“Jinjja sudah jam 2?” aku melihat jam di layar komputerku, dan benar saja sudah jam 2 lebih

“kau ini, kalau sudah kerja lupa waktu yaa, sudah sana makan dulu, setelah itu baru kau teruskan lagi pekerjaan mu”

“Ne, sepertinya aku memang harus makan, pantas saja dari tadi sepertinya cacing di perutku sudah protes. Gumawo sudah mengingatkanku mira-ya, memang hanya kau yang mengertiku”

“Ne…maka dari itu, cepatlah kau cari namja chingu agar ada yang memperhatikanmu, bukan hanya aku saja”

“Aish….kenapa bicara begitu sih”

“Sudah lah…cepat makan”

“Ne, aku turun dulu yaa”

Akupun keluar dan menuju food cort di lantai bawah.

Huuh…Mengapa setiap orang berkata seperti itu, bukan hanya mira, tapi eonnie ku, teman kampusku, bahkan eomma ku juga menyuruhku agar segera mempunyai kekasih. Memangnya mereka pikir mudah mencari kekasih? Lihat saja, aku sudah 4 tahun hidup sendiri tanpa kekasih, bukannya aku tidak ingin memiliki kekasih, namun aku hanya mau dengan namja yang benar-benar aku cintai, tidak perlu sempurna, karena memang tidak ada juga manusia yang sempurna. Hanya seseorang yang bisa membuatku jatuh cinta padanya, karena memang aku agak susah untuk jatuh cinta.

 

A month latter

 

Seperti biasa, pagi ini aku bangun kesiangan dan lari menuju kantor. Saat menuju lift, pintunya hampir tertutup

“Tungguuuuu” teriakku, untuk meminta orang yang di dalam lift tersebut menungguku menahan pintu lift agar tidak tertutup. Dan pintunya terbuka lagi, syukurlah… aku langsung masuk

“Gamsahamnida” ucapku sambil membunggukkan badanku pada orang di dalam lift tersebut, hanya ada seorang disini , saat aku melihat wajahnya ternyata dia namja yang sering aku lihat dari balik pintu di kantor sebelah.

“Ne, cheonmanaeyo” jawabnya sambil membungkukkan badannya dan tersenyum,

Aigo..senyumnya manis sekali apa lagi dengan di hiasi lesung pipinya. Mengapa jantung berdetak begitu kencang? Apa karena aku berlari menuju sini? Tapi detakkannya berbeda, atau mungkin ini karena namja ini? Ooh…eomma, ada apa dengan anak mu?

“Tiiiing..” bunyi lift ceritanya

“Eoh,,kau ke lantai yang sama ternyata” katanya, sambil tersenyum

“Ne, aggashi”

“Euhm.. annyeong”

Lalu dia meninggalkan ku menuju kantornya yang bersebrangan dengan kantorku. Namja itu terlihat begitu sopan dan tampan, apa iyaa aku jatuh cinta padanya? Mungkin aku sudah gila, bisa jatuh cinta begitu saja pada namja yang baru pertama kali berbicara denganku, bahkan namanya saja aku tidak tahu, karena selama sebulan ini aku hanya melihatnya keluar masuk kantornya dari balik pintu, baru kali ini aku bisa mendengar suaranya.

~

“Hana-ya, aku pulang duluan ne” kata Mira sambil membereskan meja

“Ne, aku sebentar lagi mungkin, tanggung”

“eoh.. jangan terlalu malam, nanti kau terlalu lelah”

“Ne, mira-ya, kau pulang saja duluan”

“Aku pulang yaa, annyeonng”

“Annyeong”

Ini memang sudah malam, namun masih ada beberapa pekerjaan yang harus di selesaikan. Hingga tepat pkl 10 malam, semuanya baru selesai, aku pun bergegas pulang. Saat keluar kantor ada seseorang yang juga sedang menunggu lift untuk turun, dan kalian tahu siapa itu? Yap…dia namja yang tadi pagi berhasil membuat kerja jantungku tidak normal. Aku berjalan menuju depan lift, dia sedang berkutat dengan ponselnya hingga tidak menyadari keberadaanku, hingga pintu lift terbuka dan kami pun masuk.

“Eoh…kau bukankah yeoja yang tadi pagi di lift yang sama juga?” katanya saat menyadari keberadaan ku

“Aah..ne, kita bersama lagi sekarang”

“Apa kau pegawai di sebelah kantor ku?”

“Ne, kami baru pindah satu bulan yang lalu”

“Eoh begitu, Mengapa baru pulang selarut ini?”

“Ada sedikit pekerjaan yang harus aku selesaikan dulu. Lalu apa kau juga lembur?”

“Aku memang sering pulang larut seperti ini”

“Eoh..”

“hmm.. Jeoneun Park Jungsoo imnida” ucapnya tiba-tiba memperkenalkan diri

“Jeoneun Kang Hana imnida, bannggapseumnida”

“Nado Banggapseumnida”

“Tiiiinggg” bunyi lift yang menandakan kami sudah sampai di lantai dasar. Kami pun keluar, dia mempersilahkan aku keluar lift lebih dulu, lalu kami berjalan berbarengan.

“Kau biasanya makan siang dimana?”

“Aku di foodcort gedung ini saja, memangnya kau diamana?”

“Apa kau tidak tahu kalau di seberang sana, ada tempat makan yang enak?”

“Dimana? Aku belum tahu”

“Di sebrang gedung ini, kimchi di sana terkenal enak. Kalau kau mau, kau bisa ikut makan siang bersama kami”

“Boleh saja”

“Baiklah, besok kita makan siang bersama yaa”

“Ne”

“Geurae, kalau begitu sampai bertemu besok, annyeong”

“Annyeong”

Lalu dia pergi meninggalkan ku menuju parkiran.

Kyaa…..sepertinya aku senang sekali malam ini, rasa lelah setelah kerja seharian hilang, karena melihat senyumnya, apa lagi dia mengajaku makan siang bersama besok. Park jungsoo, ternyata namanya Park Jungsoo, akhirnya aku mengetahuinya. Selama ini setiap melihatnya dari balik pintu aku memanggilnya ‘oppa’ dalam hati, karena aku tidak tahu namanya. Sepertinya dia orang yang baik, menyenangkan dan begitu sopan,, ooh….mungkinkan aku benar-benar jatuh cinta padanya?. Tapi mengapa dia tidak menanyakan no ponsel ku? Atau menawarkan diri untuk mengantaku pulang yaa? aah… Yang penting aku sudah mengenalnya sekarang.

Sepanjang jalan aku jadi senyum-senyum sendiri.

 

“Lihat yeoja itu, jalan sambil senyum-senyum sendiri seperti itu?”

Aku mendengar seseorang di pinggir jalan berbicara seperti itu pada temannya, apa yeoja yang dia maksud itu aku? Aku pun menolehkan pandanganku pada mereka, betul saja mereka tengah melihatku. Yak..memangnya kenapa kalau aku tersenyum sendiri? Tidak tahu aku sedang bahagia? Toh itu juga tidak dosa dan tidak merugikan mereka bukan?

“wae?” tanya ku pada mereka yang masih menatapku

“Ani..” jawab mereka berbarengan, sambil menunjukkan wajah terkejutnya, mungkin mereka tidak menyangka aku akan mendengarnya.

Aku kemudian berjalan lagi menuju flatku

 

~

Pagi ini aku akhirnya bisa bangun lebih awal, entah mengapa dari semalam rasanya tidurku tidak nyenyak, mungkin karena memikirkan hari ini, ani tepatnya siang ini, karena siang ini aku akan makan siang bersama Park Jungsoo. Dari semalam aku bingung akan menggunakan baju apa hari ini? Agar aku terlihat sempurna di hadapannya, mungkin terdengar agak berlebihan yaa..heheehe. Setelah memilih baju yang aku anggap pas, akupun berdandan tipis dan siap menuju kantor.

~

Aku melirik ke arah jam dinding di kantorku, sudah pkl 12.10, apa aku harus keluar dan menunggunya di depan? Tapi sepertinya sedikit memalukan. Mungkin aku tunggu sampai pkl 12.30, bila dia tidak mengajakku juga, aku akan makan siang sendiri. Tidak lama ada seseorang mengetuk kaca pintu kantor kami, aku melirik dan menemukan sosok namja yang mempunyai lesung pipi itu, ternyata dia datang ke kantorku.

“Sepertinya ada orang yang mengetuk pintu” kata Hyemi

“Biarkan aku saja yang membuka pintunya” kataku langsung menuju pintu dan keluar dari kantorku untuk menemui park jungsoo, aku membuka pintu dan tersenyum padanya

“Kang hana-sshi, apa kau sudah makan siang?”

“Ani, aku belum makan siang”

“Kalau begitu mau makan siang bersama kami?” teryata di belakangnya terdapat 3 orang lainnya.

“Annyeong” kata tiga namja tersebut

“Eoh Annyeonghaseyo..apa kalian belum makan siang juga?”

“Ne, kami akan makan di tempat yang aku ceritakan semalam”

“Baiklah, aku ambil dompet dan ponselku dulu ya”

“Ne”

Akupun masuk kekantorku dan menuju mejaku untuk mengambil ponsel dan dompetku, sambil sesaat merapikan penampilanku. Namun mengapa harus pergi dengan teman-temannya, kenapa tidak kita berdua saja sih?? Aish….

~

Aku berkenalan denga teman-temannya, mereka juga orang yang menyenangkan, ada Kim Youngwoon, Shin Donghee dan Kim Ryewook. Kami pun langsung dekat dan menikmati makan siang ini. Sementara donghee sibuk dengan makannanya dan ryeowook sedang ke toilet, aku youngwoon dan jungsoo asik mengobrol.

“Hana-sshi, boleh kah aku mengetahui no ponselmu?” kata kim youngwoon

“Tentu saja youngwoon-sshi”

“Yak..kim youngwoon, kau ini”

“Memang kenapa? Ini kan agar kita lebih mudah berhubungan, ya kan hana-sshi?”

“Ne, youngwoon-sshi”

“Geurae, berapa nomormu?”

Aku pun menyebutkan no poselku dan youngwoon menghubungi ku, untuk memastikan nomorku benar, dan ponselku berdering

“Nah, save yaa nomorku”

“Ne, youngwoon-sshi”

Lalu jungsoo merebut ponsel youngwoon

“Yak..mengapa kau merebut ponselku begitu?”

“Aku akan save nomor kang hana juga”

Lalu ponselku berbunyu lagi, kali ini nomor park jungsoo yang menghubungiku

“Yang itu nomor ku, di save yaa hana-sshi”

“Ne, jungsoo-sshi”

 

Yaaak…akhirnya aku mempunyai no ponselnya, mungkin ini saatnya aku jatuh cinta lagi. Tuhan… semoga dia juga menyukaiku..

“Apa kalian sudah selesai? Aku harus segera kembali ke kantor” kata ryeowook yang baru datang dari toilet

“ Sebentar, makananku baru datang, ini belum habis” kata donghee yang masih menikmati makanannya, padahal sudah nambah tiga kali. Pantas saja badannya subur begitu..heheh

“Kau sudah makan begitu banyak, masih mau menghabiskan yang ini?” youngwoon sambil menunjuk piring yang masih belum di habiskan oleh donghee

“Yak, sebentar saja, biar makanan kalian aku yang bayar, asal kalian menunggu ku”

“Jinjja?? Baiklah, kami menunggu mu menghabiskan semuanya” kata Ryeowook

“Makan lah, sampai kau benar-benar kenyang donghee-ya” kata youngwoon

“Tidak usah, aku bayar sendiri saja donghee-sshi”

“Tidak apa-apa hana-sshi, biarkan dia saja yang bayar” kata youngwoon melirik ke arah donghee

“Sudah, aku saja yang bayar semua” kata jungsoo sambil berdiri mengambil dompet dari saku belakang celananya

“Sepertinya, karena ada hana, makanya jungsoo mau membayar semuanya” bisik youngwoon pada ryeowook yang bisa aku dengar

“Hya…biacara apa kau youngwoon?” tanya jungsoo, yang juga sepertinya mendengar ucapan youngwoon

“Ani..hahaha”

“Tidak perlu jungsoo hyung, biar aku saja, kebetulan proyek ku sukses hari ini, jadi biarkan aku yang bayar”

“Waah..chukhahaeyo donghee-ya”

“Chukhahamnida donghee-sshi”

“Ne,gamsahamnida.. jadi hari ini aku yang mentraktir kalian”

“Gumawo donghee hyung” kata ryeowook

~

Selesai makan kami kembali ke kantor masing-masing, makan siang yang cukup menyenangkan. Bukan hanya karena jungsoo, namun juga aku bisa berkenalan dengan teman-temannya yang menyenangkan.

Sepulang kantor, aku menuju kampusku untuk kuliah, ya…aku mengambil kuliah malam, karen aku harus bekerja untuk mebiayai kuliahku ini kan, sekarang tinggal semester akhir dan aku sedang menyiapkan skripsiku. Mata kuliah hari ini begitu membosankan, hingga aku berkali-kali menguap karena mengantuk. Untuk kesekian kalinya aku melihat ponsel ku, hanya sekedar memastikan apa ada pesan masuk atau panggilan dari seseorang, sebenarnya dari park jungsoo yang aku tunggu, namun sampai kuliah berakhir sama sekali tidak ada pesan dari nya, mungkin dia masih sibuk hingga belum sempat menghubungiku.

“Heii kang hana, mengapa mukamu di tekuk seperti itu?” tanya jaekyung temanku

“Aku ingin bercerita, apa kau mau mendengarkannya?”

“Tentu, dengan senang hati”

Lalu aku menceritakan semua dari awal tentang park jungsoo

“Kalau begitu, sekarang pasti kau sedang bertukar pesan dengannya yaa?”

“Justru itu, sampai sekarang dia belum juga mengirimi ku pesan sama sekali”

“Eoh…mungkin dia masih sibuk, besok dia pasti akan menghubungimu”

“Mungkin saja begitu”

“Atau mungkin besok dia akan mengajak mu keluar, karena besok kan weekend”

“Yak..jaekyung, jangan mengharapkan terlalu jauh, mengirim sms pada ku saja aku sudah senang, apa lagi mengajakku keluar”

“kemungkinan kan ada saja hana-yaa”

“aish…aku ini, lebih baik kita pulang, sudah malam”

“Ne”

 

~

 

Sudah hampir sebulan sejak kami makan siang bersama, tapi jungsoo sama sekali tidak menghubungi ku melalui pesan atau telepon. Bahkan kami pun tidak pergi makan bersama lagi, kemarin Ryeowook dan Donghee mengajakku makan bersamanya, namun karena aku masih sibuk jadi aku menolaknya, lagi pula kan yang aku mau jungsoo yang mengajakku. Siang ini pekerjaan ku tidak terlalu banyak, jadi ada waktu luang untuk sekedar membuka social mediaku. Tiba-tiba terlintas di benakku untuk melakukan pencarian nama Park jungsoo di salah satu social media, mungkin saja aku bisa menemukannya, langsung aku ketik namanya di kolom search. Dan…taraaa… aku menemukannya, ada sebuah akun dengan nama Park Jungsoo dan Photo Profile yang di gunakan pun photonya, berarti bisa di pastikan bahwa akun tersebut merupakan miliknya, langsung ku klik. Entah mengapa rasa penasaran ku kali ini begitu tinggi, aku mulai meng-klik profilnya, namun dia tidak terlalu lengkap, hanya beberapa yang dia isi. Ternyata dia lahir tanggal 1 juni 1983. Usianya cukup jauh dengan ku, namun dari wajahnya sama sekali tidak nampak bahwa dia sudah berusia 30 tahun, awet muda sekali yaa ^^. Dan dia kuliah di Chung Woon University, hanya dua informasi itu yang aku dapat dari keterangan profilnya, kemudian aku mulai membuka photo-photo yang dia upload. Terdapat beberapa photo dia bersama teman-temannya, ada juga photonya bersama keluarganya, sepertinya itu eomma, appa dan noonanya. Aku pun melihat photo selanjutnya, dan betapa terkejutnya aku saat melihat photonya bersama seorang wanita yang terlihat begitu dekat, dalam photo itu dia merangkul mesra yeoja tersebut, aku tidak tahu siapa yeoja itu, namun sepertinya bukan teman kerja atau keluarganya, siapa sebenarnya yeoja itu? apa itu kekasihnya? Mengapa melihat ini hatiku seperti di hujam pisau tajam?sakiiit… Mungkinkah aku merasa cemburu? Ish…bahkan dia kekasih ku saja bukan, mengapa aku begini?

Rasa penasaranku terus membawa ku mencari tahu lebih tentangnya, lalu aku buka postingan-postingannya. Nampaknya dia sering bepergian ke luar kota, terlihat dari beberapa postingannya yang sedang berada di luar kota. Ada di salah satu postingannya yang berbunyi “Yeay..Jejju” , kemudian aku melihat komen-komen dari postingannya tersebut “Hati-hati oppa”

Kemudian aku ke toilet untuk sekedar membasuh wajahku, saat hendak kembali ke kantor aku bertemu dengan namja yang siang ini membuat mood ku menjadi buruk.

 

“Annyeong hana-sshi” katanya sambil tersenyum.

“Annyeong” jawabku

“Sepertinya kau terlihat sedang sibuk ya?”

“Nde?”

“Fighting !!!” dia sambil mengepalkan tangannya,

“Gumawoyo”

“Ne, aku masuk dulu yaa

 

Yak.. aku bukan sibuk kerja, tapi wajahku ku tekut begitu karena dirimu Park Jungsoo !!! aku malah bertemu denganmu dan mengapa senyum mu selalu begitu manis, jangan membuatku malah semakin jatuh cinta pada mu.

Akupun masuk ke kantorku, sampai di sana sedang dua orang tamu yang sedang bertemu dengan hyemi, mungkin mereka itu client baru hyemi.

 

“Kang hana, tolong buatkan minum untuk tamu kita ini” kata hyemi yang dengan enaknya menyuruhku.. ish..

“Ne, akan aku buatkan. Mau minum apa tuan?” Tanyaku pada tamu itu,

“Teh hangat saja” jawab salah satu nya

“Baiklah” aku langsung menuju pantry dan membuatkan teh untuk kedua orang tamu tersebut, selesai membuat teh aku kemudian menyuguhkannya untuk tamu tersebut

“Permisi, silahkan di minum” kata ku sambil menaruh teh tersebut ke meja

“Gamsahamnida” ucap mereka padaku

“Ne, cheonmaneyo” jawabku sambil memperhatikan mereka, kelihatannya mereka masih muda. Salah satunya terlihat sangat manis dan lembut, sementara yang satunya memiliki kulit yang seperti kapas, benar-benar putih.

Lalu aku menuju mejaku dan kembali bermesraan dengan komputerku. Kemudian aku melihat sekillas kearah client hyemi yang duduk tidak jauh dari meja kerjaku, ternyata salah satu dari mereka tengah melihatku dan mata kami bertemu, aku jadi salah tingkah, langsung saja aku tersenyum padanya.

“Bagaimana menurut mu Kyuhyun-sshi bagaimana dengan penawaran tersebut?” tanya hyemi, namun tidak ada yang menjawab

“Chogiyo, Kyuhyun-sshi, bagaimana tentang penawaran ini?” kata hyemi pada clientnya yang sedang tersenyum menatapku dari tadi, sampai dia mengacuhkan apa yang di katakan hyemi.

“Aah..nde? Mianhe” kata namja itu yang langsung memalingkan pandangannya dari ku dan kembali ke pembicaraannya dengan hyemi

“Bagaimana dengan penawaran yang tadi? Apa ada yang kurang setuju? Kata hyemi

“Eoh..sepertinya itu sudah cukup bagus, kapan kita bisa mulai?” jawab namja yang ternyata bernama kyuhyun itu.

“ Akan kami review lagi, hasilnya akan kami beri tahu segera Hyemi-sshi” kata namja manis itu

“Geurae.. aku tunggu kabar selanjutnya Sungmin-sshi” . Ooh ternyata namanya sungmin.

Setelah itu mereka melanjutkan pembicaraannya, dan saat aku tidak sengaja menatap ke arah mereka, namja bernama kyuhyun tengah memandangku lagi. Apa dia terpesona oleh ku? Ahahhaa…percaya diri sekali yaa aku x_x. Lalu aku langsung mengalihkan pandanganku dan berpura-pura tidak melihatnya, bisa aku lihat dari sudut mataku namja itu sedang tertawa kecil, apa mungkin dia mellihat kalau sebenarnya aku melihatnya? Meolla…lagi pula aku tidak mengenalnya ini. Setelah cukup lama, akhirnya pembicaraan mereka berakhir dan kedua namja itu pergi meninggalkan kantor kami. Saat mereka berpamitan aku pun ikut memberikan salam dan lagi-lagi kyuhyun menatapku cukup lama sebelum akhirnya pergi.

~

Setelah menyelesaikan pekerjaanku aku segera bergegas untuk pulang lebih awal dari biasanya, rasanya ingin segera tidur dan melupakan kenyataan buruk tentang jungsoo hari ini.

 

“Mira, aku pulang duluan yaa..”

“Tumben sekali kau pulang hari gini, apa semua pekerjaanmu sudah beres?”

“Ne, hari ini tidak begitu banyak pekerjaanku”

“Geurae, hati-hati lah di jalan, aku mungkin akan lembur malam ini”

“Ne, jangan terlalu malam, selesaikan besok saja lagi”

“Kalau bisa sih begitu, tapi sepertinya harus selesai malam ini”

“Eoh…kalau begitu Fighting!!”

“Fighting!!!”

Kemudian aku keluar kantor, sampai di lobby aku melihat namja yang bernama kyuhyun sedang duduk di salah satu bangku yang tersedia, ternyata dia melihatku yang baru saja keluar lift, dia langsung berdiri dan tersenyum menatapku, mau tidak mau aku menghampirinya

“Kau karyawan di perusahaan yang sama dengan Hyemi kan?” tanyanya pada ku

“Ye ” jawabku

“Aku client baru kalian, perkenalkan namaku Cho Kyuhyun”

“Eoh… Namaku Kang Hana”

“Mungkin kedepannya kita akan bekerjasama, aku berharap semuanya akan berjalan lancar..”

“Ne, selamat bergabung dengan perusahaan kami”

“Ne, apa kau akan pulang?”

“Ne, aku akan pulang kyuhyun-sshi”

“Mau aku antar?”

“eoh..tidak perlu, itu akan merepotkanmu, aku jalan kaki saja”

“Jalan kaki? memangnya dimana rumah mu”

“Flatku dekat, dari sini ke arah utara, hanya melewati beberapa blok saja”

“kalau begitu kita searah, aku juga lewat situ, biar aku antar saja ne?”

“Tapi..”

“Sudah, tidak apa-apa, ini kan untuk menjaga hubungan baik perusahaan kita juga. Hehehe”

“Baiklah kalau memang tidak merepotkanmu”

“Geurae” Lalu kami menuju parkiran,

Dia membukakan pintu mobil untukku

“Gamsahamnida” kataku sambil masuk ke mobilnya

“Ne” lalu dia menutup pintu mobil dan menuju ke kursi pengemudi

Awalnya kami sama-sama diam, aku juga sebenarnya bingung untuk memulai pembicaraan dengannya, sampai dia memecah keheningan

“Sudah berapa lama kau kerja di perusahaan itu?”

“Tahun ini sudah dua tahu sepertinya”

“Sudah cukup lama yaa”

“Ne, kalau kantor mu dimana?”

“Kantor ku juga tidak jauh dari sini”

“Eoh..”

“Besok aku akan ke kantormu lagi”

“Eoh…untuk meeting lagi dengan hyemi ya”

“Ya, untuk bertemu dengan mu juga”

“Nde?”

Apa dia bilang? Ke kantor untuk bertemu denganku?

“Di mana tempat mu? Bukankah tidak jauh?” dia malah mengalihkan pembicaraan

“eoh..iya, setelah lampu merah itu belok kiri”

“Geurae”

Tidak lama kami sampai di depan flat ku

“Jadi di sini tempatmu, cukup dekat dengan kantor ya”

“Ne, aku memang memilih tempat yang dekat kantor”

“Jadi setiap hari kau berjalan kaki ke kantor?”

“Ne, kadang jika terlambat aku lari”

“hehehhe…mungkin kau sering tidur terlalu larut,hingga telat bangun pagi”

“hehehhe…iyaa mungkin begitu”

“Geurae, mungkin kau lelah, istirahatlah, aku pulang dulu ne”

“aah..ne, gamsahamnida telah mengantarku”

“Ne, sampai bertemu besok Hana-sshi”

“Ne, hati-hati di jalan Kyuhyun-sshi” kemudian aku keluar dari mobilnya dan dia pergi meninggalkanku

 

~

 

Siang ini kyuhyun dan sungmin datang kembali ke kantorku untuk membicarakan kerja samanya dengan perusahaan kami yang di wakili hyemi, namun karena sibuk aku tidak terlalu memperhatikan mereka. Sesaat aku melihat ke arah pintu kaca yang berhadapan dengan kantor jungsoo, ternyata saat itu namja yang aku nantikan itu tengah membuka pintu hendak keluar dari kantornya. Aku tersenyum melihatnya, dia nampak begitu tampan hari ini dengan menggunakan kemeja hitam yang tangannya di gulung sampai sikut. Memang aku jatuh cinta padanya, walau rasanya tidak mungkin memilikinya tapi dapat melihatnya setiap hari sudah menjadi sebuah kebahagiaan tersendiri untukku.

 

“Kang Hana-sshi” seseorang membuyarkan lamunanku

“Ne” jawabku sambil melihat ke arah suara tersebut, ternyata kyuhyun yang memanggilku

“Apa kau sudah makan siang?”

“Aku belum makan siang, kenapa ?”

“Kebetulan aku juga belum makan, mau menemaniku sekalian makan siang bersama?”

”eoh..kau juga belum makan?”

“Ne, jebal temani aku, sungmin sudah makan”

“Baiklah”

Kemudian aku dan dia makan bersama di foodcort gedung ini, sambil makan kami sedikit berbincang

“Apa aku boleh tahu nomor ponsel mu?” tanya nya

“Tentu saja kyuhyun-sshi”

Kemudian kami bertukar nomor ponsel.

“Geurae, nanti aku akan menghubungi mu, boleh kan?”

“Gwenchana, silahkan mengubungi ku”

Setelah selesai makan siang, kami segera kembali ke kantorku.

 

Sejak itu, kyuhyun sering menghubungiku, mengantarku pulang dan makan bersama. Mengapa sepertinya ada yang beda dari namja ini? Akhir-akhir ini dia juga terlihat bersikap lebih manis padaku. Apa dia menyukaiku sebenarnya? Memang Dia tampan, mapan dan baik.

 

~

 

“Yak..Kang hana, mengapa biaya acara kemarin bisa di luar anggaran?”

“Jeosonghamnida sajangnim, karena cuaca buruk jadi penerbanngan di tunda, sehingga kami harus tinggal sehari lagi di Jeju”

Kemarin kantor kami baru saja mengadakan sebuah seminar di Jeju, harusnya kami hanya menginap semalam namun karena penerbangan di cancel jadi akhirnya kami extand hotel, mungkin karena itu bos ku ini memarahiku pagi ini.

“Jadi biayanya bertambah karena kalian extand hotel?”

“Ne, sajangnim”

“Seharusnya kalian bayar masing-masing kamar hotelnya, karena setelah selesai acara berarti kalian di sana bukan untuk bekerja”

Mwo?? Mengapa dia bicara seperti itu? Kalau bisa pun kami ingin segera pulang, lagi pula kita disana bukan untuk bertamsya, pagi-pagi sekali kita sudah pulang dan langsung kerja

“Kami juga ingin segara pulang, namun keadaannya tidak mungkin”

“Kalau begitu, harap biaya di luar hari kerja kalian tanggung sendiri”

Aigoo…dia ini benar-benar pelit sekali

“Baiklah, kami akan menanggungnya”

 

Tiba-tiba suara alarm kebakaran berbunyi di gedung ini

“Hana-ya, ada kebakaran cepat turun” kata mira yang masuk keruangan bos ku untuk memberi tahu bahwa kami harus segera menyelamatkan diri

“Aigo,, cepat kita keluar” kata bos ku

Kemudian terdengan ada pengumuman di pengeras suara

“Pemberitahuan, bahwa telah terjadi kebakaran di gedung in, pusat kebakaran berada di lantai 5, kepada seluruh penghuni gedung agar segera turun melalui tangga darurat”

Saat keluar kantor, terlihat orang-orang dari kantor jungsoo juga keluar dan langsung menuju tangga darurat, karena kami tidak boleh menggunakan lift dalam keadaan seperti ini. Aku dan semua karyawan di kantorku pun menuju tangga darurat untuk turun ke lantai dasar

“Omo..hana, apa kita harus turun dari lantai 17 dengan turun tangga seperti ini?” tanya mira yang terlihat cemas. Karena memang semua orang disini terlihat cemas, siapa yang tidak cemas jika ada kebakaran dan kita terkepung di dalamnya

“Mau bagaimana lagi, sudah cepat kita turun” kataku yang sedang menuruni anak tangga menuju ke lantai dasar. Bisa di bayangkan bagaimana rasanya harus turun dari lantai 17 dengan tangga di tambah rasa cemas yang menghinggapi kami.

“Hana, aku sepertinya tidak kuat lagi” kata mira sambil memegangi tanganku

“Sedikit lagi mira, ini sudah di lantai 10”

“Aigo…kakiku” kemudian dia melepas sepatu high heelsnya dan memilih bertelanjang kaki. Kami kembali menuruni anak tangga, sepertinya lama sekali. Aku juga lama-lama lelah, dan saat aku lihat ternyata kami masih di lantai 7. Keadaan tangga darurat ini juga sangat penuh, karena seluruh penghuni gedung berebutan untuk dapat segera keluar dan menyelamatkan dirinya. Aku pun melepas sepatu high heels ku dan memilih bertelanjang kaki seperti mira, karena melelahkan sekali berlari menuruni tangga dengan high heels seperti ini, lalu aku melihat ternyata kami sudah di lantai 3,sambil memegangi mira aku masih terus menuruni anak tangga ini, mengapa sepertinya tidak sampai-sampai di lantai dasar sih? Aku sudah sangat lelah.

Akhirnya kami sampai di lantai dasar dan langsung menuju halaman gedung, disini sudah banyak sekali orang, aku bisa mendengar suara sirine dari pemadam kebakaran dan terdapat beberapa mobil pemadam kebakaran juga polisi.

“Aku benar-benar seperti akan mati saja” kata mira sambil mengatur nafasnya

“Tenang, kita sudah aman sekarang mira-ya” aku juga masih mengatur nafasku

Lalu kami langsung duduk di taman ini, hingga tiba-tiba ada seseorang menghampiriku

“Gwenchana?”

Aku menoleh, dan ternyata jungsoo yang ada di sebelahku

“Aigo…aku lelah sekali jungsoo-sshi”

“Aku juga”

“Aish…” Kataku sambil mengelap keluh di keningku

“Igo” katanya sambil menyodorkan sapu tangannya padaku

“Ooh..tidak usah”

“Tidak apa-apa kau pakai saja”

“Gumawo” lalu aku menerima sapu tangan milik jungsoo tersebut dan menggunakannya untuk mengelap keringatku yang lumayan bercucuran. Dia memang namja yang begitu baik, lihat saja bahkan dia saja mengelap keringatnya dengan tangan, namun dia malah memberikan sapu tangannya untukku. Satu lagi yang membuatku semakin mencintaimu oppa…

“Tapi mengapa aku tidak melihat api atau asapnya ya?” kata jungsoo

“Iya, aku juga,, atau mungkin apinya sudah padam?”

“Semoga begitu”

Sambil memperhatikan keadaan sekitar, tiba-tiba ada suara tepukan tangan dari salah satu tempat, dan terdengar seseorang berbicara menggunakan pengeras suara

“Terimakasih kepada seluruh penghuni gedung, yang sudah berpartisipasi dalam simulasi kebakaran hari ini. Mohon maaf karena ketidak nyamanan dan mengganggu aktivitas kalian, namun hal ini sangat berguna saat kebakaran atau bencana alam sungguhan terjadi. Di persilahkan pada penghuni gedung untuk naik kembali ketempat masing-masing dengan menggunakan lift”

“Mwo???” kataku berbarengan dengan mira dan jungsoo

“Setelah membuatku lelah setengah mati, mereka bilang ini hanya simulasi?”Kataku

“Aish..jinjja” mira terlihat begitu kesal

“Hahahha… aku kira ini semua sungguhan” kata jungsoo sambil tertawa

“Mengapa aku mengalami ini, apa mereka pikir turun dari lantai 17 itu enak huh?” Sambung mira

“ya sudahlah, mau bagaimana lagi”

“Geurae, lebih baik kita kembali ke kantor”

 

Lalu kami menuju lift, dan kembali ke kantor

Hari ini benar-benar membuat mood ku jatuh, sudah di marahi Lee sajangnim, harus membayar semua biaya di jeju kemarin, di tambah turun dari lantai 17 dengan tangga yang ternyata hanya simulasi, ooh Tuhan, aku harap cukup sekian kesialanku hari ini. Hanya jungsoo oppa yang membuat suasana hati ku membaik, saat dia memberikan sapu tangannya yang sedang aku pegang sekarang, betapa baiknya namja itu. Walaupun sudah cukup lama mengenalnya, tidak ada perlakuan special darinya apa lagi menunjukkan tanda-tanda kalau dia menyukaiku.

 

~

 

Dua hari setelah kejadian simulasi kebaran itu, kakiku masih sangat pegal, mungkin ini efek karena aku jarang berolahraga, bahkan hari ini aku hanya memakai flat shoes karena akan bertambah sakit bila aku menggunakan high heels. Sesampainya di kantor, ternyata sudah ada kyuhyun dan sungmin, sepertinya mereka sedang menunggu hyemi

“Annyeonghaseyo” kataku

“Annyeonghaseyo hana-sshi” jawab kyuhyun

“Apa kalian akan bertemu dengan Hyemi?”

“Ne, namun dia masih terjebak macet di jalan, mungkin 15 menit lagi dia sampai”

“Sudah lama menunggu?apa kalian ingin minum kopi?”

“Tidak usah, kami sudah membeli kopi tadi” kata sungmin sambil menunjukkan segelas kopi

“eoh..baiklah”

Kemudian aku menuju mejaku dan mulai menyalakan komputerku, tidak lama hyemi datang dan memulai pembicaraannya dengan sungmin dan kyuhyun, lalu mereka semua pergi keluar kantor, katanya hendak men-survey tempat yang di gunakan untuk projek yang mereka buat. Sore harinya hyemi kembali ke kantor, dan mengatakan bahwa karena kerja sama yang mereka jalani berjalan lancar, pihak perusahaan kyuhyun mengundang semua pegawai perusahaanku untuk makan malam bersama. Seusai jam kerja, kami menuju sebuah restoran yang menjadi tempat makan malam kami, disana ada kyuhyun, sungmin dan beberapa staf dari perusahaan kyuhyun lainnya. Setelah semua selesai makan, kami bergegas untuk pulang ke rumah masing-masing.

“Mianhe kang hana aku tidak bisa mengantarmu, malam ini aku harus ke tempat orang tuaku dulu untuk menjenguk nenek ku yang sakit, tidak apa-apa kan kau pulang naik taxi?” tanya Choi Sung Joon, teman pria di kantorku yang biasa mengantarku pulang setelah makan atau pergi bersama

“Eoh..gwenchana sungjoon-ah, aku bisa pulang naik taxi atau naik bis saja”

“Biar hana pulang bersama ku saja” kata kyuhyun tiba-tiba

“Eoh..apa kau searah dengan flat hana kyuhyun-sshi?”

“Ne, kami searah”

“Geurae, kau pulang dengan kyuhyun saja yaa” kata sungjoon padaku

“Tolong antarkan hana ne kyuhyun-sshi, biasanya aku yang mengantarnya, namun malam ini aku sedang tidak bisa”kata sungjoon pada kyuhyun

“Ne, biar aku saja yang mengantarnya”

“Tidak usah, aku naik taxi saja”

“Tidak apa-apa memang kita kan searah” kata kyuhyun

“Baiklah kalau begitu”

Akhirnya aku pulang bersama kyuhyun, di perjalanan dia begitu banyak bertanya tentangku

“Sepertinya minum kopi panas di udara yang dingin begini enak juga”

“Ne, pasti akan terasa lebih hangat”

“Geurae..kalau begitu kita mampir di cafe dekat situ dulu ya”

“boleh saja”

Lalu kami sampai di salah satu cafe, dan menikmati kopi panas

“Mengapa kau tidak minta di jemput oleh namja chingumu saja?”

“Nde?” Jawabku yang agak kaget

“Aku tidak punya namja chingu” jawabku

“Eoh..bagus lah kalau begitu”

“Bagus apanya?”

“Yaa bagus, berarti kita bisa lebih dekat lagi”

“Hmmm..”

Cukup lama kami mengobrol di cafe ini, sampai akhirnya kami benar-benar pulang dan kyuhyun mengantarkan ku ke flatku

“Gamsahamniida telah mengantarku, juga traktiran kopinya, lain kali aku yang akan mentraktirmu”

“Ne, cheonmaneyo”

Lalu aku hendak membuka pintu mobilnya

“Hana-sshi” kyuhyun memanggilku, hingga mengurungkan niatku untuk membuka pintu mobilnya

“Nde?” Tanyaku

“Bolehkan aku lebih dekat lagi denganmu?”

“Maksud mu?”

“Bukan sebagai rekan kerja, tapi lebih dari itu”

Aku terdiam sejenak, sampai tiba-tiba tangannya menggenggam tanganku dan matanya menatap ku intens, hingga membuat jantungku berdetak tak karuan.

“Mianhe, sudah malam aku harus masuk” kataku sambil melepaskan genggamannya, lalu keluar dari mobilnya

 

“Apa yang dia bicarakan sebenarnya? Mungkin itu artinya dia menyukaiku? Sekarang waktunya aku untuk bemesraan dengan kasur empuk dan selimut hangatku, tiba-tiba ponselku berbunyi menandakan ada pesan masuk

 

From : Cho Kyuhyun

Aku baru sampai rumah, apa kau sudah tidur?

 

Kemudian aku membalasnya

To : Cho Kyuhyun

Ooh..syukurlah kalau kau sudah sampai, ani, aku belum tidur

 

Tidak lama dia membalas lagi

 

From : Cho Kyuhyun

“Gumawo untuk malam ini, aku benar-benar senang bisa bersamamu, geurae kalau begitu kau tidurlah, sudah malam. Jaljayo”

 

Membaca pesannya membuat aku tersenyum sendiri, sudah lama sekali aku tidak merasakan perhatian dari seorang namja seperti ini. Sepertinya aku juga mulai menyukainya.

Setelah itu, kami menjadi semakin dekat

 

~

 

“Hana-sshi” terdengar seseorang memanggilku, langsung aku palingkan wajahku ke arah sumber suara tersebut

“Eoh..jungsoo-sshi”

“Kau mau pulang?”

“Ne, apa kau mau pulang juga?”

“Ani.. rencananya aku dan teman-temanku akan pergi makan dan karaoke, kau tau tidak jauh dari sini baru saja di buka tempat karaoke, mereka memberikan harga spesial sampai akhir minggu ini”

“eoh jinjja?”

“Ne, Apa kau mau ikut bersama kami?”

“Nde?”

“Yaa..Untuk sekedar menghilangkan penat setelah seharian berkutat dengan pekerjaan, apa lagi dapat harga spesial”

Belum aku menjawab ketiga temannya sudah datang menghampiri kami

“Annyeonghaseyo” kata mereka yang menyadari kalau jungsoo ternyata sedang ngobrol dengan ku

“Annyeonghaseyo”

“Jadi kau ikut kan?” tanya jungsoo

“Eoh…hana akan ikut bersama kita? Waah…itu akan lebih seru” kata donghee

“Ne, biar kau di mobil jungsoo, aku dan donghee hyung di mobil youngwoon hyung”

“Nde?” sepertinya aku belum menjawab kalau aku mau ikut pergi

“Kaja” kata ypungwoon yang memencet tombol lift untuk menuju ke parkiran

“Sudah…kau ikut saja ne” kata jungsoo

“Geuraeso, kaja”

 

Kamipun menuju parkiran, seperti yang ryeowook bialng tadim aku pergi bersama jungsoo dan mereka di mobil youngwoon. Tidak lama kami sampai di tempat karaoke yang di maksud, aku terpesona dengan suara ryeowook yang ternyata sangat merdu, apalagi saat menyanyikan lagu-lagu ballad. Sementara donghee berhasil membuatku tertawa dengan tingkahnya yangn begitu menghibur saat menyanyi, dia benar-benar lucu. Walaupun tak sebagus ryeowook, suara jungsoo ternyata lembutnya enak di dengar. Tak terasa sudah hampir 3 jam kami keasikan bernyanyi sampai akhirnya kami memutuskan untuk pulang

“Apa kalian sudah puas bernyanyi malam ini?” tanya jungsoo

“Aku belum puas hyung..” jawab ryeowook

“Yak…kau buat saja konser tunggal sendiri” ledek youngwoon

“Suatu saat nanti aku pasti akan menggelar konser tunggal, jangan khawatir aku akan memberikan tiket VVIP pada kalian”

“Wookie-ya, bukan kah tadi kau minum jus?”

“Ne hyung?”

“Tapi mengapa kau bicara seperti orang mabuk begitu?” balas youngwoon yang langsung membuat kami semua tertawa

“Yak hyung….”

 

“Aku ke toilet dulu sebentar ne” kata ku

“Eoh…baiklah”

“Aku juga ke toilet dulu ne” jungsoo juga bergegas menuju toilet

“Geurae, kami tunggu disini” jawab donghee

Aku dan jungsoo menuju toilet masing-masing, saat kembali dari toilet aku menemukan jungsoo menunggu di tempat tadi kami berbincang, namun hanya ada dia seorang.

“Yang lain kemana?”

“Aku tidak tahu, saat aku kembali mereka tidak ada, aku mencari di toilet pun mereka tidak ada”

“Coba kau hubungi ponsel mereka”

“Sudah…tapi tidak ada yang menjawab”

“Jinjja?? Jadi kemana mereka? Apa mereka baik-baik saja?”

“Meolla…aku juga bingung, apa mungkin mereka pulang duluan?”

“Mungkin begitu, yang penting mereka baik-baik saja”

“Semoga begitu. Oh ya,,apa kau sudah makan?”

“Sepertinya aku belum makan malam”

“Kalau begitu kita makan dulu ne”

“Boleh..”

Kami pun keluar dari tempat karaoke tersebut dan menuju restoran ramen yang cukup terkenal di daerah sini. Setelah pesanan kami datang, kami langsung menyantap ramen panas dan pedas ini dengan lahapnya di bawah udara kota seoul yang cukup dingin.

“Apa kau sering makan di sini?” tanya jungsoo

“Hanya beberapa kali saja, karena biasanya saat aku ke sini ramennya sudah habis”

“hahhaa..memang begitu banyak yang mengantri untuk membeli ramen ini, karena memang rasanya begitu enak”

“betul..”

Kami meneruskan makan kembali, saat aku melihat ke arah jungsoo yang sedang makan berhadapan denganku, ternyata dia sedang memperhatikanku lebih tepatnya melihatku. Aku yang kikuk hanya bisa tersenyum, tanpa di sangka dia membalas dengan senyuman yang begitu menyejukkan hati, senyum yang selalu aku idamkan. Kami saling memandang sesaat, sampai aku mengalihkan pandanganku pada manngkuk dan sumpitku. Aku mati-matian menahan rasa ingin teriak, karena begitu bahagianya bisa saling memandang dan tersenyum dengan jungsoo, jebal Park Jungsoo jatuh cinta lah padaku. Hahahhaa

Setelah selesai makan jungsoo langsung mengantarku pulang,

“Jadi di sini flat mu, cukup dekat dengan kantor ne”

“Ne, karena aku malas dengan kemacetan jadi aku pilih flat yang dekat kantor”

“Ne, agar tidak lelah di jalan juga”

“Geurae.. apa kau mau minum teh dulu atau kopi mungkin?”

“Tidak usah repot-repot aku langsung pulang saja, sudah malam”

“Eoh..baiklah, Gamsahamnida untuk semuanya”

“Ne, nado gamsahamnida sudah mau menghabiskan waktu dengan kami hari ini, kau masuk lah, aku pulang dulu ne”

“Ne, hati-hati di jalan”

 

Jungsoo pun melajukan mobilnya meninggakan parkiran flatku, aku segera bergegas masuk.

Setelah selesai mandi aku melihat ponselku ternyata ada pesan masuk

From : Kim Youngwoon

Hana-sshi, maaf aku pulang duluan. Yeojachingu ku memintaku menjemputnya. Apa kau sudah pulang? Apa jungsoo mengantar mu?

 

Kemudian aku membalasnya

 

To: Kim Youngwoon

Baguslah kalau kalian baik-baik saja, aku kira kalian di culik.kekekeke

Ne, aku pulang dengan jungsoo-sshi.

 

~

Pagi ini suasana gedung begitu ramai, entah mungkin ada acara sesuatu, liaht saja yang mengantri di lift begitu banyak

Tiiiiing… pintu lift terbuka

Aku masuk dan di ikuti orang-orang yang berebut untuk masuk ke dalam lift ini hingga aku terdorong kebelakang, ternyata di depan ku ada ryeowook dan youngwoon

“Hyung, apa menurutmu rencana kita semalam berhasil?”

“Sepertinya begitu, setalah kita meninggalkan mereka, ternyata mereka pergi makan bersama”

Mwo?? Apa mereka maksud itu aku dan jungsoo? Apa mereka sengaja meninggalkan kami?

“Jinjja?”

“ne, aku pikir jungsoo dan hana sangat cocok bersama”

Aku yang mendengarnya cukup terkejut dan menutup wajahku dengan tas agar mereka tidak mengetahui kalau aku ada di belakang mereka

“Aku lebih senang dia dengan hana, dari pada dengan sora”

Sora? Siapa dia?

“Ne, aku juga begitu”

Tiiing….lift berbunyi menandakan kami sudah ada di lantai 17, mereka pun keluar dari lift lebih dulu.

Jadi ini semua rencana mereka, hingga aku dan jungsoo akhirnya makan bersama dan pulang berdua saja? Hehehhe..mereka ingin menjodohkanku dengan jungsoo begitu?

 

 

~

 

Hari ini begitu melelahkan, seperti biasa aku harus pulang larut karena pekerjaan yang menumpuk, saat berjalan menuju flatku tiba-tiba ada mobil yang berhenti di dekatku, aku hanya melihatnya sesaat lalu kembali berjalan

“Kang hana-yaa “

Sepertinya orang di mobil tadi memanggilku, aku langsung memalingkan pandanganku ke arahnya

“Eoh..jungsoo-sshi”

Kemudian dia menghentikan mobilnya dan keluar menghampiriku

“Apa kau mau pulang?”

“Ne, kau mau pulang juga?”

“Ne, kalau begitu biar aku antar sekalian”

“Aah.. Tidak perlu, fllat ku tidak jauh dari sini”

“Tidak apa-apa, kebetulan kita searah”

“Eoh..begitu, baiklah”

Kamipun masuk ke mobil dan tidak butuh waktu lama sudah sampai di flatku

“Besok kalau kau akan pulang kantor, hubungi aku saja, mungkin kita bisa pulang bersama lagi”

“Eoh..memangnya kau akan lewat arah sini lagi besok?”

“Ne, sepertinya begitu”

“Eo begitu.. Apa kau mau mampir dulu ke tempatku?”

“Tidak perlu sudah malam, kita harus istirahat menyiapkan energi untuk besok kan?”

“Ne, geurae.. Gamsahamnida”

“Ne, cheonmanaeyo.. Kalau begitu aku pulang dulu yaa”

“Ne, hati-hati jungsoo-sshi”

Jungsoo pun pulang sementara aku merasa sangat bahagia, walau dia hanya mengantarku pulang saja. Selesai mandi aku melihat ponselku, berharap ada pesan dari jungsoo yang mengatakan kalau dia sudah sampai atau menanyakan sesuatu tentangku, namun hasilnya nihil, tidak ada pesan darinya, apa harus aku yang mengirimnya pesan?

 

To: park jungsoo

Apa kau sudah sampai? Sekali lagi gamsahamnida sudah mengantarku.

Setelah mengetik beberapa kalimat, aku malah menghapusnya. Apa tidak berlebihan pengirim pesan seperti itu? Lagi pula dia mengantarku hanya karena kebetulan tempatku searah dengan jalan menuju rumahnya.

 

~

 

Sudah seminggu ini aku selalu pulang bersama jungsoo, dan sore ini dia sudah mengirim ku pesan, menanyakan aku akan pulang jam berapa.

Apa mungkin dia mulai menyukaiku? Kyaa..semoga saja.

 

Setelah sampai flat ku dia langsung pulang, memang sepulang kerja dia langsung mengantarku pulang, tidak pernah dia mengajakku makan malam atau sekedar minum kopi, masuk ke flatku juga tidak pernah, mungkin karena dia terlalu lelah jadi ingin segera pulang. Obrolan kamipun tidak lebih dari masalah kantor dan tentang kehidupan kota, tidak pernah dia menyinggung masalah pribadi apa lagi perasaan. Yak…dia memang cukup membuatku bingung dengan sikapnya, sebenarnya dia menganggapku apa? Apa dia menyukaiku juga? Atau hanya teman saja? Aigooo..ini membuatku gila.

 

~

 

Sudah hampir pkl 6, jungsoo oppa belum mengirimku pesan menanyakan aku akan pulang jam berapa, saat ada pesan masuk itu malah dari kyuhyun

 

From: Cho Kyuhyun

Aku sudah di seoul, ada sedikit oleh-oleh dari tokyo, malam ini aku jemput di kantor mu ne

 

Yak..kyuhyun mau menjemputku, kira-kira jungsoo akan mengantar ku pulang tidak ya? Jika aku menerima ajakakn kyuhyunn, tapi tiba-tiba jungsoo juga mengantarku pulang bagaimana?

Aku masih belum membalas pesan kyuhyun. Sampai aku melihat jungsoo keluar dari kantornya, sepertinya dia akan pulang karena membawa tas dan jasnya yang dibuka, tapi kenapa dia tidak mengajakku pulang bersamanya?

Aish..memang namja itu benar-benar susah di tebak, kalau begitu lebih baik aku bertemu kyuhyun saja. Kemudian aku membalas pesan kyuhyun dan menerima ajakannya.

Setelah semua pekerjaanku selesai, aku menemui kyuhyun yang dari tadi sudah menungguku di parkiran

 

“Mianhe sudah membuatmu menunggu”

“Gwenchana, aku belum lama menunggumu, lama pun aku akan tetap menunggumu”

“Eoh..”

Kemudian dia melajukan mobilnya

“Kau belum makan malam kan? Kita makan dulu ne”

“Ne, baiklah”

“Oh ya, ini ada sedikit oleh-oleh untukmu, semoga kau menyukainya” katanya sambil mengambil bungkusan dari bangku belakang mobilnya

“Waah… Gamsahamnida, sudah repot-repot membawakan ini untukku, aku pasti menyukainya”

“Ani..ini hanya sedikit”

Sedikit apanya, dia membawakan ku sebuah paper bag besar, aku tidak tahu apa isinya, biar nanti di rumah saja aku buka.

Kamipun sampai di sebuah tempat makan dan menikmati makan malam di udara seoul yang cukup dingin ini.

“Kyuhyunie”

Ada seseorang yang memanggil kyuhyun, kontan membuatnya menoleh ke arah suara tersebut

“Nuna?”

Aku juga ikut menatap orang yang di sebut nuna oleh kyuhyun itu

“Kau sudah pulang dari tokyo? Mengapa tak memberi tahu ku?” Kata yeoja itu yang menghampiri kami

“Ne, aku baru datang. Nuna sedang apa disini?”

“Aku ada janji dengan temanku, yak..ini siapa?” Tanya nuna kyuhyun sambil melihat ke arahku

“Eoh..kenalkan ini kang hana, hana ini nuna ku cho ahra”

“Annyeonghaseyo, kang hana imnida” kataku sambil berdiri dan menundukan badanku

“Annyeonghaseyo, cho ahra imnida. Jadi ni yeoja yang sering kau ceritakan itu huh?”

“Nunaa..” Jawab kyuhyun dengan mata yang menatap nunanya tajam

“Neomu Yeppo” kata ahra

“Nde?”

“Apa kau tidak takut bersama adikku yang evil ini?”

“Kyuhyun evil?”

“Ne, mungkin di depanmu dia manis, namun sebenarnya dia itu sangat evil”

“Yak..nuna kau ini bicara apa”

Sejauh ini memang kyuhyun selalu bersikap manis padaku, apa benar dia sebenarnya evil?

“Apa boleh aku makan bersama kalian? Spertinya temanku tidak jadi datang”

“Aish..kau ini mengganggu saja nuna”

“Gwenchana, eonni mau pesan apa?”

“Kau lihat sendiri kan, dia bahkan tidak mengijinkan ku makan bersama kalian”

“Yak.. Bukan begitu”

“Sudah..jangan dengarkan dia eonnie”

“Pelayan bisa ambilkan buku menunya, kami akan memesan lagi”

“Kau bekerja dimana Hana-sshi? Apa kalian satu kantor?”

“Kebetulan perusahaan ku sedang bekerjasama dengan perusahaan Kyuhyun”

“Eoh…”

Sambil makan kami sedikit berbincang-bincang

“Akhir pekan ini kau datang kan ke acara pertunangan Minhyuk?” tanya ahra pada kyuhyun

“Ooh..aku hampir saja lupa”

“Apa kau akan pergi dengan hana? Sekalian mengenalkannya pada keluarga kita”

“Nde?” tanya ku

“Kau ikut saja, minggu ini sepupu kami mengadakan acara pertunangan”

“Minggu ini kau tidak ada acara lain kan?” tanya kyuhyun

“Tidak ada sih, tapi Sepertinya itu akan menjadi acara keluarga”

“Ya, aku juga akan datang dengan tunanganku, kau datang yaa, eomma pasti akan senang”

Memangnya siapa aku harus ikut di acara keluarga mereka? Untuk apa juga aku di kenalkan dengan keluarganya yang lain?

“Ne, hana akan datang bersama ku”

Mwo?? Sepertinya aku belum menyetujuinya, kenapa dia bicara begitu

“Baiklah, aku akan mengatakannya pada eomma”

“Apa ada pakaian khusus yang harus di pakai?”

“Tidak…kalian pakai baju sedikit resmi saja”

“Eoh..baiklah”

Aku hanya bisa tersenyum mendengarkan obrolan adik-kakak ini

 

~

 

Sore ini kyuhyun menjemputku untuk menghadiri acara pertunangan sepupunya, sekaligus untuk bertemu dengan orang tua dan keluarganya, aku memang belum lama mengenalnya namun dia sudah akan mengenalkanku pada keluarganya di acara seperti ini, walaupun hanya sebagai teman biasa. Sesampainya di tempat acara, ternyata sudah banyak yang hadir,

“eoh..Kyuhyun sudah sampai” kata ahra yang melihat kedatangan kami, aku dan kyuhyun pun menghampirinya yang tengah bersama 2 orang paruh baya, sepertinya itu orang tua mereka

“Ne, kalian sudah datang dari tadi?”

“Tidak, kami juga baru sampai”

“Annyeonghaseyo” kataku pada mereka

“Hana, kenalkan ini eomma dan appa ku, Eomma Appa, ini Kang Hana”

“eoh..annyeonghaseyo, bangapseumnida”

“Nado bangapseumnida emmonim”

“Ternyata betul yang di katakan ahra, dia memang begitu cantik” kata eomma kyuhyun

“Mari ikut aku, biar aku kenalkan kau dengan keluarga kami yang lain” arha eonnie sambil menarik tanganku

“Yak..kami baru datang nuna, biarkan dia minum dulu”

“Kau mau minum apa?” tanya appa kyuhyun

“Biar nanti aku ambil sendiri abeoji”

“Kau tunggu disni, aku ambilkan minum dulu ne” kata kyuhyun yang kemudian pergi meninggallkan ku dengan keluarganya.

“Usia mu berapa hana-sshi?”

“Aku 22 tahun eommonim”

“Eoh…cocok dengan kyuhyun kalau begitu”

Aku hanya menjawabnya dengan senyuman.

Drrrtt…drttt…

Ponselku bergetar, saat eomma-appa dan ahra eonnie sedang berbincang aku membuka pesan yang masuk, ternyata dari jungsoo

From : Park Jungsoo

Hana, kau dimana?

 

Tumben sekali dia mengirim ku pesan, ada apa yaa? Aah… kenapa dia mengirim pesan di saat seperti ini,

 

To : Park Jungsoo

Aku sedang di acara pertunangan, ada apa jungsoo-sshi?

 

From : Park Jungsoo

Gwenchana, maaf mengganggu

 

Yak..mengapa dia hanya membalas begitu? Sebenarnya apa yan dia mau sih? Sediki-sedikit membuatku senang, lalu membuyarkan kesenanganku, Aish….

 

“Hana, kau sedang apa?” tanya kyuhyun yang datang sambil membawa minuman

“Ahh..ani” lalu aku langsung memasukkan ponsel ke dalam tas ku

 

Setelah itu kyuhyun mengajak ku untuk berkenalan dengan keluarganya yang lain, aku tidak mengerti maksudnya menngenalkanku dengan yang lain, bukankan semua orang akan menganggap kalau aku adalah kekasihnya?

“Jadi, kapan kalian akan menyusul kami?” kata sepupu kyuhyun yang bertunangan

“Kau doakan saja agar secepatnya”

“Tentu, aku akan mendoakan hyungku ini”

Yak…kau pikir kau akan bertunangan dengan siapa kyuhyun-aah? Aku hanya tersenyum

Setelah acara selesai kyuhyun menngantarkan ku pulang, awalnya orang tua kyuhyun meminta kami datang ke rumah mereka, namun aku menolaknya, bukan karena tidak sopan menolak ajakan orang tua, namun karena menganggapku sebagai kekasih kyuhyun aku jadi sedikit canggung.

“Apa kita akan langsusng pulang?”

“Ne, aku rasa langsung pulang saja”

“Apa kau tidak ingin makan atau minum kopi dulu?”

“Bukankah kita baru saja makan di acara pertunangan tadi?”

“Hehehe..iya sih, tapi…”

“Hmm…kyuhyun-sshi”

“Ne”

“Sepertinya keluarga mu menganggap ku sebagai kekasihmu ne?”

“Sepertinya begitu, memang kenapa?”

Yak…mengapa jawabannya seenteng itu

“Ani…Hanya saja kita kan…”

“Memangnya kau tak mau menjadi kekasih ku?”

“Nde?”

 

Apa dia sedang menyatakan cintanya padaku? Tuhan aku mohon kalau ternyata aku salah lihat dan yang mengatakan ini sebenarnya jungsoo bukan kyuhyun.

~ TBC ~

 

Kurang apa yaa? Saran dan kritiknya donk readers.. di tunggu yaa komenya

Thankyu…. ^^

Advertisements

5 thoughts on “[FF Freelance] So I… (Part 1)

  1. hana ya.. udah ma evil kyu aja, drpd ma jongsoo didkit” dibuat terbang melayang trus tiba” dijatuhin ke bawah
    udah ma kyu aja yg pasti cinta ma kmu… 🙂
    jongsoo knp si thor..? kok muncul ngilang gitu? motifnya deket ma hana apa coba?
    nextnya ditunggu 🙂

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s