[FF Freelance] Wolf (Part 2)

GROWL

WOLF #2 [GROWL]

 

Author : Lousey Han

Main Cast : Luhan, Shin Jenna (OC)

Other Cast : EXO member

Genre :Romance, Fantasy, Action, Friendship, Mystery

Rating : PG 15

 

Previous: Part 1,

________________________________________________________________________

 

Pagi yang suram, tak ada cuaca yang cerah untuk mengawali hari.Begitu pula keadaan di dalam kelas.Kejadian itu berdampak besar pada Kai and the gang. Wajah mereka penuh luka memar juga luka lain yang aku percaya luka itu takkan sembuh hanya dalam satu dua hari saja. Plaster luka juga turut menghiasi wajah-wajah tampan mereka. Pemandangan yang mengenaskan.Kelas ini sunyi.Yah, keadaan memang tak secepat itu membaik.Keabsenan Luhan dan D.O benar-benar seperti missing link.Tanpa mereka Exo tidaklah utuh.

Shin Jenna masih sempat untuk memfokuskan diri pada pelajaran. Sedangkan Kai terlihat malas, iapun menggosok tengkuknya. Yang lain juga sama. Mereka juga tidak bisa fokus.Setidaknya mereka diam dan menatap datar papan tulis yang kian lama kian terlihat membosankan itu.Wajah tanpa ekspresi Tao dan Xiumin cukup meyakinkan bahwa mereka benar-benar kacau.Bagaimana dua orang paling ramai itu hanya diam termenung?Rasanya janggal.

Di sisi lain, sang tokoh utama dari perkelahian tempo hari terlihat murung. Selama beberapa hari ini juga iaselalu terlihat murung. Takut Shin Jenna marah nampaknya? Ah, entahlah, hanya Luhan yang tahu.

Foto dengan Gegenya terpajang manis di salah satu meja di ruangan itu. Tangan putih itu meraihnya.Melihat betapa sesuatunya waktu dulu. Tapi semuanya takkan sama lagi. Keputusannya sudah bulat.Begitu pula Gegenya yang memilih pergi.Pergi? Sebaiknya ia juga pergi sekarang. Sudah terlalu lama ia absen sekolah. Ia tak ingin jadi seperti tersangka yang dengan pengecutnya pergi setelah menyebabkan kekacauan.

Tapi bagaimanapun ia berusaha untuk pergi ia tak bisa. Ia sendiri juga terluka. Bagaimanapun ia juga manusia, walau tak sepenuhnya.

Tiba-tiba ia merasakan ulu hatinya sakit. Beberapa pukulan beberapa hari yang lalu ternyata mampu melukainya.Ia mengistirahatkan tubuh yang masih dalam masa rapuh itu. yang ditujunya adalah tempat duduk terdekat yang bisa dijangkaunya.

Pikiran akan teman-teman Exo dan masalah lain menambah sakit kepalanya selain ulu hati tadi. Ia mengepalkan tangannya memukul pelan dahinya sendiri.

oOo

 

Sepulang sekolah Exo dan Jenna memutuskan untuk pergi menengok D.O di rumah sakit.Apa kau masih ingat tentang apa yang dialami D.O hingga ia berbaring di rumah sakit ini? LUHAN, yah tapi ini tak sepenuhnya salah Luhan.Hanya saja sebagian jiwa terkutuk dari dalam dirinya yang menyebabkannya hilang kendali.

Dengan pakaian musim gugur yang tebal dan beberapa aksesori wajib seperti topi untuk cuaca dingin dan payung untuk berjaga-jaga bila sewaktu-waktu turun hujan.Jenna, yeoja beratasan putih itu duduk di sebelah bangsal D.O. Yang lain juga mengelilinginya.

“ Neo gwencana?” tanya Suho.

“ Aku baik-baik saja. Kalian lihat aku sudah bisa duduk dan bicara bersama kalian.”

“ Haha, anak nakal. Kami ini mengkhawatirkanmu tahu?” canda Chanyeol.

“ Terimakasih. Tapi..”

“ Aku tahu kau akan menanyakan anak itu. Tapi lupakan saja, aku tidak tahu dimana di sekarang,” jawab Kai.

“ Kai?” protes Jenna.

“ Dia pengecut. Dia bahkan tidak berani menampakan batang hidungnya hingga saat ini.”

“ Kau benar. Aku sendiri tak tahu apa masalahnya. Sebaiknya kita tidak mengikuti urusannya,” ujar Lay diamini yang lainnya.

“ Dia bermasalah,” ujar Baekhyun frontal.

Mata Jenna membulat. Bukan karena perkataan Baekhyun barusan tapi karena apa yang ia lihat dari jendela di hadapannya. Seseorang dengan luka di sudut bibirnya.

Tapi orang itu terkejut saat Jenna juga melihatnya.Mata mereka bertemu, secepatnya orang itu pergi.

“ Luhan..” gumam Jenna.

“ Apa?” tanya Sehun yang agak curiga saat Jenna bergumam. Maklum jika dia tahu karena dia duduk persis di seberang Jenna.Dan Jenna dari tadi sering kali menengok ke arah jendela.

“ Ah, anni. D.O ssi, aku membuatkan catatan juga untukmu. Aku tidak mau karena kau sakit nilaimu jadi turun,” bohong Jenna.

“ Lihat yeoja ini baik sekali bagaimana ketua tidak jatuh hati,” ujar si konyol Chanyeol. Ia benar-benar moodboster.

Yang lain tertawa. Kai memasang senyum masamnya.Jenna mengalihkan pandangannya ke jendela lagi. Mereka tidak lama di sana karena mungkin saja hujan akan turun. Mereka bersorak khas Exo lalu pamit pulang.

Jenna lagi, lagi, dan lagi terpaku pada jendela itu.tapi yang bisa dilihatnya hanya suasana di luar yang semakin gelap. Ia melambaikan tangannya pada D.O.

“ Aku pulang..”

“ Pai pai.”

Di ujung jalan semua member EXO berpisah untuk pulang ke rumahnya masing-masing.Jenna tidak lupa melambaikan tangannya pada Kai.Jenna berjalan, tapi matanya mencari-cari.Apa yang dicarinya? Apalagi kalau bukan Luhan, si namja yang dilihatnya di jendela.Akhirnya Jenna melihat Luhan bersandar di dinding tak jauh darinya.Ia berjalan menghampirinya.

Luhan dengan cepat memalingkan wajahnya dan berjalan menjauh sambil kesakitan.Nampak lukanya tidak mau diajak kompromi.Ia hanya bisa berjalan pelan sementara satu tangannya menahan rasa sakit pada bagian ulu hati tadi.

Jenna terus mengikuti Luhan.Rasa kesal tak lantas membuatnya pergi dari namja itu.Ia masih peduli.

Tiba-tiba Luhan limbung dan jatuh.Ia tak mampu lagi menahan rasa sakitnya. Pertahanannya runtuh di hadapan yeoja yang diam-diam disukainya.Jenna dengan sigap berlari menghampirinya.Ia mengantarkan Luhan pulang ke rumahnya.

“ Bodoh, kenapa kau terus menghindar?” batin Jenna.

oOo

Dengan perhatian di sana ia merawat Luhan. Membantunya tidur di tempat tidurnya.Juga mengompres dahinya.Karena Luhan tak lama kemudian tidur, Jenna melihat-lihat untuk membunuh waktu.Ia melihat sebingkai foto yang aja di meja di sudut kamar itu. Foto yang tadi pagi juga dilihat Luhan.Luhan dengan seorang pria, Kris.

Luhan yang bangun mendapati Jenna membawakan semangkuk bubur untuknya.Yeoja ini pasti sudah menemukan dapur, batin Luhan.Ia kemudian tersenyum tipis.

“ Apakah enak? Maaf, aku tidak terlalu mahir memasak.”

“ Tidak apa. Lagipula ini enak.Terimakasih atas bantuanmu.”

“ Tinggal minta kapan saja jika kau mau. Itulah gunanya teman,” ucap Jenna riang.

Ini pertama kalinya Jenna terlihat riang sejak beberapa hari ini.

Di luar Kai tengah mencari-cari.Ia sepertinya mencari alamat rumah Luhan. Ia tahu alamat Luhan dari petugas Tata Usaha sekolah tadi pagi. Bagaimanapun ia juga khawatir. Ia sudah menerima Luhan menjadi bagian dari Exo. Dan bila Luhan punya masalah, harusnya ia juga memberi tahu Kai. Itulah alasan Kai pergi mencari rumah Luhan.

Pagar rumah tiba-tiba terbuka dan Jenna yang keluar dari rumah itu.Mereka berdua sama-sama terkejut.Luhan juga pergi untuk mengantar Jenna keluar.Keadaannya jadi agak canggung.

Kai menatap Luhan dan Jenna tergantian.Jenna memutuskan untuk pergi.Itu urusan namja.Luhan menawari Kai masuk.Tapi amarah terlalu menguasai Kai.Ia mencengkeram kerah baju Luhan dan mendorongnya ke dinding. Hingga di dalam kamar Luhan, Kai masih tidak bisa menurunkan amarahnya.

“ Sebenarnya apa masalahmu?” tanya Luhan dengan polosnya.

“ Masalahku? Apa kau benar-benar ingin tahu masalahku? Masalahku adalah kau.”

Di luar seseorang terluhat menguntit Jenna.Saat Jenna sudah menjauh, pria misterius bermasker itu membuka ponselnya.

“ Dapat,” katanya sambil melihat gambar Luhan dan Jenna yang di dapatnya.

oOo

“ Aku dapat gadis itu, Bos.”

“ Ha, lucu sekali. Remaja yang sedang jatuh cinta rupanya.”

“ Apa yang harus kami lakukan?”

“ Cari gadis itu dan bawa dia ke sini.”

“ Algeusemnida.”

Seorang anak buah, yang tadinya pria misterius bermasker, undur diri untuk segera melaksanakan perintahnya.

Di kawasan yang cukup sepi, muncul sekelompok orang yang mengikuti Jenna.Ia mulai curiga, segera ia mempercepat langkahnya. Tapi naas, ia tak bisa menghindar.

Luhan masih berada di dalam rumah di depan ambang jendela lebih tepatnya, ia mengamati benda panjang berwarna merah yang disebut payung milik Jenna. Gadis itu lupa membawanya  malam itu.

Deru motor menggema di basement sebuah bangunan kosong. Ini markas pria misterius dan para gerombolannya.Jenna berdiri tepat di tengah ruangan itu. Tangan kirinya di cengkeram erat oleh si pria misterius hingga ia tak bisa kemana-mana. Laripun takkan ada gunanya.

Ponsel Luhan berdering.

“ Siapa ini?”

“ Jika kau masih ingin melihat gadismu, datanglah ke sini sendiri.”

Pip pip pip…

Sambungan telepon itu langsung terputus.Luhan langsung berangkat ke tempat yang dimaksud si penelepon.Ia sangat khawatir pada Jenna.

Di rumah sakit, Exo sedang merayakan keluarnya D.O dari sana. Yah, keadaan D.O sudah pulih begitu juga yang terlihat pada member Exo lainnya.Tak ada luka yang mewarnai penampilan mereka.

“ Ya sudah, ayo pulang,” ajak Baekhyun.

D.O meringis lebar.

“ Apa jangan-jangan kau jadi betah tinggal di sini. Kalau begitu menginaplah sehari lagi,” usul Chen.

“ Ya! Kau gila?”Semua tertawa.

oOo

And growl start here..

Luhan dihadang kelompok itu lagi.Saat ini kekuatan tidaklah seimbang.1 lawan sekian banyak. Luhan tahu dirinya tidak akan menang jika tidak menggunakan kekuatannya. Tapi kali ini ia berancana untuk mengalah. Ia rela menderita sakit jika artinya Jenna bisa selamat.

Exo masih merayakan kebahagiaan mereka. Di sisi lain, Jenna ditarik paksa untuk berjalan mengikuti pria misterius. Tapi Jenna tidak kehilangan akal.Ia tahu ini gila, ia bisa mati jika ketahuan. Tapi ia tak mau terjadi sesuatu yang pada Luhan karena sebenarnya ini perangkap. Tangan kiri Jenna terus mengambil rekaman dimana dia akan dibawa. Lalu ia mengirimkan itu pada Kai.

Exo masih sibuk bercanda sampai mereka hendak keluar dari bekas bangsal D.O. Tiba-tiba ponsel Kai berdering.

Luhan telah melawan setidaknya lima orang. Tapi kelompok ini seakan tak ada habisnya mengingat ia sendirian melawan sekarang. Ia berhasil menghindari beberapa pukulan. Keadaan tidak menguntungkan bagi Luhan, ia terkena pukulan balok kayu pada perutnya. Padahal luka yang lalu belum sembuh benar. Belum ada beberapa detik ia dihadiahi pukulan lagi pada kakinya. Ia langsung jatuh tersungkur. Seseorang menendangnya.Keadaannya terlentang tak berdaya sekarang.

Dari arah yang berlawanan muncullah sembilan flower namja. Ah, maksudku mereka adalah kesembilan member Exo. Mereka langsung bertarung dengan segerombolan orang itu.Kini kekuatan sudah seimbang.Beberapa membantu Luhan berdiri.Di sebelahnya, Tao sibuk menghajar beberapa orang. Pukulan dan tendangan, ia spesialis dalam hal ini. Ia menatap garang musuhnya. Mungkin dengan begini, mereka akan sedikit ciut nyalinya.

Kai memukul perut salah seorang diantara mereka. Menghindar ketika ia di serang. Dan membalas dengan satu pukulan.Dan langsung tumbanglah mereka.Iamelemparkan tatapan tajamnya pada musuh-musuhnya itu.

Xiumin menendang. Lay membanting. Suho menendang.Semua sibuk dengan lawannya masing-masing.Punggung Kai dan Tao bertemu saat mereka terkepung beberapa orang sekaligus.Mata mereka seakan mengisyaratkan sesuatu lalu mereka langsung menyerang beberapa orang sekaligus.Chanyeol sibuk memukul juga rupanya. Tak disangka ia tahu caranya berkelahi. Kembali pada Tao dan Kai, musuh yang mengepung mereka habis dan tinggal dua lagi.Tao melemparnya dan langsung disambut tendangan Kai berhasil membuatnya tumbang.Yang tersisa giliran Tao. Sekali tendang dan ia juga tumbang.

Kai mengacak rambutnya panas, keringat sudah membuatnya gerah.Pertarungan yang didominasi Exo masih berlanjut.Semua dengan beringasnya mengeluarkan pukulan terbaik mereka.Luhan perlahan mendekati tempat Jenna disekap. Selama mendekat juga, beberapa kali ia juga dihadang. Tapi ia mampu melewatinya dengan mudah. Ia sedang menjegal salah seorang yang berdiri di atas atap mobil.  Ia meloncat dan berputar. Masih sama seperti dulu. Ia melakukannya seperti serigala yang sesungguhnya. Ia berhasil mencapai Jenna. Tapi dua orang menahan Jenna.

Luhan hendak memukul seorang di antara mereka.Tiba-tiba lambangnya aktif kembali.Ia takut jika ia malah melukai Jenna. Ia menatap Jenna sebentar. Pandangannya memudar.Ia sudah mengepalkan tangannya dari tadi dan siap melayangkan pukulan tapi masih ragu. Kesempatan itu dimanfaatkan musuhnya untuk memukul kepala Luhan dengan sebatang kayu.

“ Luhan!” pekik Jenna.

Kelompok pengacau itu pergi.Luhan merasakan telinga kanannya terus berdengung.Ia tidak bisa bangkit. Member Exo lain cepat menghampirinya.

Di kamar Luhan, nampak seorang sedang mengamati sekitar.

Masih di TKP, Jenna tak sengaja meneteskan air matanya pada tangan Luhan.Lambang itu tiba-tiba terhapus.

Seorang menerawang tempat tidur bernuansa putih milik Luhan.Menerawang keberadaannya.

Di pangkuan Jenna, perubahan pada diri Luhan terjadi.Rambut blondenya berubah jadi hitam normal.Ia membuka matanya. Dan disambut gembira sekaligus heran oleh semua member Exo.

Seseorang itu ternyata Kris.Ia mengendus payung merah milik Jenna yang masih diletakkan Luhan di dekat jendela. Kris masih terus menerawang tempat tidur Luhan dengan kekuatannya.Lambang naga pada tangan kanannya menyala biru terang. Sekarang ia sudah menjangkau sisi samping tempat tidur. Di meja itu ia melihat foto dirinya bersama Luhan. Ia mengambilnya dan menghantamnya ke lantai. Sontak kaca pigura itu pecah berkeping-keping.

Kris memegang kepalanya frustasi.Foto itu diambilnya bersama Luhan beberapa tahun lalu saat mereka masih di China.Kris murka.Ia mulai mengeram marah. Suaranya nyaring seperti erangan seekor serigala.Matanya juga berubah merah.

‘ Mungkin dia tahu jika Luhan telah berubah.’

 

To be continued..

Advertisements

2 thoughts on “[FF Freelance] Wolf (Part 2)

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s